MY LAST RAP
Part 8
Cast :
Monsta X Member
Lim Chang Kyun (I.M)
Lee Min Hyuk
Lee Joo Heon
Chae Hyung Won
Yoo Ki Hyun
Shin Ho Seok (Wonho)
Son Hyun Woo (Shownu)
Preview
PRANGGGGGGGG !
"Biarkan kami keluar, atau aku hancurkan kepala anak ini"
.
Selanjutnya
Bagaimana ini ? jika tak aku serahkan anak ini, maka aku .. ah bukan, kami semua akan terbunuh. Dan jika aku serahkan anak ini untuk menyelamatkan diri, kami akan tetap terbunuh oleh-nya. Ironis sekali.
Masih dalam posisi yang sama membekap erat tubuh Changkyun dengan masih mencondongkan moncong pistol ke kepala anak itu, orang itu bimbang, keputusan apa yang harus dia ambil. Dia terpojok. Dalam hati ia berteriak dengan masih menatap tajam lawannya. KLEK … dia menarik pelatuk pistolnya. "Aku tak segan-segan membunuh anak ini". sambil hati terus berkata. DIMANA BALA BANTUAN MEREKA !
ARGHH ! BRUKK
Terdengar suara berdebum yang keras. Dan HT yang mereka bawa mengeluarkan suara.
"Kill Be 3 dan 4, ini perintah. Segera bawa anak itu arah jam 6 ke selatan. Over!". Mereka mati ?. Dengan cepat, dia dan rekannya keluar mobil dan membawa tubuh yang terkapar lemah di pundaknya. Dan berlari kearah hutan. Di belakang mereka masih terdengar suara tembakan yang mengarah ke mereka. salah satu temannya, memberikan tembakan perlawanan, sambil terus berlari. Memecah gelapnya hutan.
.
(Ganti tempat yaa )
Mobil yang dikendarai member Monsta X sampai di depan rumah sakit dengan selamat, SELAMAT !. tanpa membuang waktu, mereka bergegas ke kamar inap Changkyun. Dari kejauhan, mereka melihat 2 orang, tidak, lebih dari dari 4 orang berjas hitam berdiri disekitar ruangan Changkyun. Mereka berhenti saat dua orang berjas hitam menghentikan langkah cepat mereka. Wonho yang memang sudah tak bisa menahan emosi, berteriak sambil mendorong dua tubuh besar dihadapannya.
"SIAPA KALIAN HAH ! CEPAT MINGGIR !" Wonho terus berusaha menyingkirkan kedua orang asing tersebut. Dibantu dengan manager dan Shownu yang notabene memiliki tubuh yang hampir sama dengan orang asing ini. berusaha menerobos masuk.
Sedangkan kedua orang berjas hitam itu masih mematung bagai membuat barikade menghalang mereka untuk masuk lebih jauh lagi. Mereka tidak tau siapa orang berjas ini, mereka sebenarnya merasa janggal dengan semua ini. Ada apa ? dan Kenapa ? itu pertanyaan yang ada di benak mereka. Sampai bunyi pintu yang di geser mengalihkan perhatian mereka memperlihatkan sesosok paruh baya yang masih terlihat bijaksana namun sorot matanya yang tak lembut seperti biasanya.
"App…. Appa ?" Terdengar cicitan Jooheon yang membuat mereka semua melihat raut shock pada wajah Jooheon. Memang selama ini mereka tidak terlalu mengenal bagaimana rupa ayah Jooheon. Hanya sebatas mendengar.
"Kenapa appa disini ? siapa orang-orang ini ? Bagaimana bisa… bagaimana … app..appa ?". jelas sekali bagaimana Jooheon merasa bodoh disini. Saraf otaknya bagaikan tidak mau memproses informasi yang terlihat oleh matanya. Semua ini terlalu tabu baginya. Appanya .. appa mereka (Changkyun juga) berada disini, di depan matanya setelah hampir 4 bulan dia tidak pernah menjumpai ayahnya. Dan sekarang dia muncul bagaikan seorang mafia yang punya berjuta rahasia dengan orang-orang berbaju hitam sebagai anak buahnya. Ayahnya hanya seorang dosen. Tak masuk diakal.
"Sudah lama tak bertemu Jooheonie. Appa merindukanmu." Mata dan wajah tegangnya berubah menjadi wajah penuh senyuman ramah. Sama seperti apa yang Jooheon lihat selalu. Tapi hanya sesaat, setelah itu wajahnya kembali serius.
"Pasti kalian bertanya, kenapa saya bisa disini. Saya akan menjelaskan semuanya. Karena ini sudah saatnya bagi kalian tau, apa yang sebenarnya sedang dan apa yang akan terjadi"
Mereka semua hanya bisa mengatupkan bibir tanpa ada yang menguarkan suara. Cukup mengejutkan fakta yang mereka hadapi, dan berusaha mempersiapkan mental dengan apa yang akan mereka dengarkan setelah ini. fakta yang menjadi rahasia dari member mereka, ah … mungkin sudah menjadi salah atau dari keluarga mereka.
-SKIP-
BRAAAKKKKKKKK !
Suara gebrakan meja memenuhi ruangan yang sebelumnya menjadi kamar rawat Changkyun. Mereka tak habis pikir, bagaimana ini bisa terjadi. Berbeda dengan Minhyuk yang sudah tau tentang semua yang terjadi. SEMUANYA. Dia terlalu fokus dengan handphone di tangannya, mengetik entah apa itu. Sedangkan Jooheon, dia adalah pelaku yang telah menggebrak meja yang mungkin sebagai pelampiasan atas kemarahannya, semua merasakan rasa tak percaya dan sedikit rasa takut. Karena tanpa disengaja, mereka masuk dalam lingkaran setan yang berbahaya. Mereka bisa saja menjadi target mereka dan merka bisa saja terbunuh. Musuh mereka bukan hanya sekedar preman, bisa dibilang mereka adalah preman internasional. Ironis.
"ARGHH!... KENAPA KAU TIDAK PERNAH MENGATAKAN PADAKU APPA ? KAU MEMPERTARUHKAN NYAWA CHANGKYUN ? DAN SEKRANG DIMANA CHANGKYUN APPA ? DIMANA !". Jooheon lupa dengan siapa dia berbicara, dia emosi sekarang. Dia lupa bagaimana berbicara yang sopan kepada orang tuanya.
"Berhentilah berteriak kepada ayahmu Jooheon-ah. Kau tau itu tak akan membantu." Suara Minhyuk yang terdengar mengintimidasi terdengar, Jooheon melihat kearahnya. Minhyuk hyung ? Bukan, dia bukan seperti Minhyuk hyung yang dia kenal. Dia terlalu menyeramkan dengan wajah yang mengisyaratkan agar dia diam. Dengan tangan masih berkutat di handphone ditangannya.
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG JIKA SEMUA INI TERJADI PADA CHANGKYUN. DAN BAGAIMANA AKU BISA DIAM JIKA KEADAANNYA SEPERTI INI ? Changkyun sekarang diculik, dia diculik oleh orang yang sangat berbahaya. Dia sendirian, dia sedang sakit. Dia butuh pertolongan. Dan kita tak tau dimana dia." Suara yang sempat melengking, mendadak lirih. Jooheon tak bisa menerima ini semuanya. Adiknya dalam bahaya sekarang. dan suara diruangan ini mendadak senyap. Mereka setuju tentang apa yang dikatakan oleh Jooheon. Mereka merasakan hal yang sama.
"Sungguh tak masuk diakal, ini terlalu berat bagi Changkyun. Dia masih muda, dan dia harus menerima semua ini. dan kitatak bisa melakukan apa" Suara Shownu memecah kesunyian. Mereka bagaikan putus asa. Tapi hati mereka berontak ingin melawan.
"Kalian bisa melakukan sesuatu jika kalian mau, kalian bisa me-…"
BRAKKK !
"Jangan libatkan anak-anak itu !"
Mereka semua melihat kearah pintu yang terjelebak dengan keras. Dua orang perempuan berdiri tegas di hadapan mereka. Salah satu wanita memakai pakaian yang mewah dan tersenyum sinis kearah ayah Jooheon dan yang satunya seperti tangan kanannya hanya diam. Tuhan… siapa lagi mereka batin Jooheon dan mungkin yang lainnya juga. Belum cukupkah fakta yang mereka terima hari ini ?
"Cepat sekali kau mengirim informasi kepada mereka Minhyuk-goon. Entahlah, ajusshi harus senang atau kecewa dengan kejutan ini. Tapi terima kasih"
Minhyuk ? Ayah Jooheon mengatakan apa barusan ? Memberikan informasi kepada mereka ?. Semua member yang ada di ruangan itu sontak menatap Minhyuk yang hanya menatap lurus kearah wanita yang berada lebih dibelakang dari wanita yang pertama. Wajahnya yang terlihat serius mengisyaratkan keberanian dan kelegaan dari matanya. Kihyun yang berada disampingnya, menatap tak percaya pada apa yang mereka dengar.
"Minhyuk-ah… apa maksud ajusshi ? Apakah kau salah satu dari mereka ? Siapa kau sebenarnya ?"
Minhyuk yang mendengar pertanyaan dari Kihyun, hanya menatap sekilas dan tersenyum menenangkan. Seolah-olah, siapa dirinya tidaklah penting. Yang penting dia bukan orang jahat.
"Mungkin, bisa dibilang kenalan Changkyun sebelum dia menjadi seorang Lee, dan hanya aku ? yah .. aku hanya seoorang yang baik"
Bagi Kihyun, itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Dia masih penasaran. Tapi ini bukan waktu yang tepat. Pasti aka nada waktu Minhyuk membongkar siapa dirinya. Sedikit demi sedikit, puzzle ini akan terbentuk.
"Jadi ….. apa yang dikatakan oleh Minhyukie benar kan ? Tn. Lee ?" wanita itu mengajukan pertanyaan pada yang duduk dengan santai dan telah berubah menatapnya. Dan Tn. Lee hanya mengangguk meng'iya'kan apa yang telah dikatakan Minhyuk kepada nya.
"Anu, anda siapa ?" Jooheon sedikit menebak siapa wanita yang tiba-tiba datang, masuk dengan sedikit kasar.
"Ah, kau pasti Jooheonie ? Matamu masih tetap sama. haha …. " wanita itu tertawa sambil berjalan kearah ayah Jooheon, dan tanpa ba bi bu duduk di kursi sampingnya. Sedangkan wanita satunya berbalik untuk menutup pintu dan berdiri di belakang nya. Dan Jooheon, dia menatap bingung kearahnya.
Darimana dia tau namanya ?
"Sudah cukup basa-basinya. Sekarang apa yang akan kau lakukan ? kedatanganmu jauh-jauh kesini pasti bukan hanya untuk sekedar menyapa. Benar ?. "
"Hahaha …. Kau masih tetap saja kaku seperti biasanya waktu tak merubah apapun ternyata. Aku terkesan"
"Kau tau ? waktu yang merubah wanita yang dulu aku kenal menjadi Nyonya Besar. Tapi maaf saja, aku sama sekali tidak terkesan dengan dirimu yang sekarang."
"ah… Pria memang semuanya menjengkelkan. Kecuali suamiku yang dulu dan juga anakku."
Percakapan mereka seperti percakapan teman lama yang sudah lama tak bertemu, tentu saja jangan lupakan pandangan saling sinis yang mereka keluarkan sedari awal pembicaraan.
"Ehem …. Nyonya, kita tak punya banyak waktu" wanita yang berdiri di belakangnya menunduk membisikkan berusaha mengingatkan apa tujuan mereka kesini. Sang Nyonya hanya mengangguk. Dan mimic wajahnya berubah.
"Ah …. Sorry….. baiklah, kita mulai saja. Kita tak banyak waktu" sambil melirik jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Dia menoleh kea rah Tn. Lee dan mereka berdua saling mengangguk.
"Jadi, perkenalkan, saya Lee Soo Ram. Pemilik Star Company di New York. Dan ibu kandung Changkyun. Dan wanita dibelakng saya adalah asisten saya"
Kaget …. Semua kaget mendengar triap kata yang keluar dari mulut wanita itu. Dia … Dia adalah ibu kandung seorang Lee Changkyun.
"Tujuan saya datang kesini tentu saja untuk menyelamatkan nyawa Changkyun yang sudah hilang hampir 9 tahun yang lalu. Dan jika kalian bertanya kenapa saya tau tentang kalian dan semuanya. Semua berkat Minhyuk. Minhyuk merupakan salah satu anggota kami." dia menarik nafas sebentar. Dan kembali melanjutkan.
"Tak perlu terkejut, saya dan anak buah saya bukanlah orang jahat. Kai semua berada di pihak kalian. dan sekarang situasi menjadi rumit karena mereka semua telah bergerak. Mereka ingin mengambil Changkyun dan mereka telah berhasil. Tapi tak sepenuhnya berhasil. Kita masih bisa merebutnya kembali."
Semua member terdiam mendengarnya. Kihyun yang sedari tadi menahan untuk tidak bertanya. Mulai angkat suara.
"Siapa sebenarnya mereka ? Apa yang mereka incar dari Changkyun ? kenapa merka bertindak sampaiu sejauh ini ?"
Wanita itu menatap Kihyun dan tangannya meminta sebuah map yang ada di tangan asistennya. Membuka dan menruhnya di meja di depannya. Map itu memperlihatkan foto seorang wajah pria paruh baya, mungkin seumuran dengan Tn. Lee. Dan tulisan – tulisan yang pajang.
"Dia adalah orang yang mengincar Changkyun. Dia salah satu orang yang berbahaya. Orang yang bekerja di dunia kekerasan dan gelap yang mungkin kalian kenal sebagai mafia. Dia mengembangkan sebuah percobaan dan dulu Changkyun dibawa olehnya sebagai percobaan pada manusia. Dan ada sesuatu dalam diri Changkyun yang masih mereka incar sampai sekarang. Jika itu jatuh ketangan mereka, hidup Changkyun dalam bahaya. Dan saya khawatir, dia akan melakukannya sekarang."
"Mafia ? sesuatu yang diincar dalam diri Changkyun ? Kita tak bisa tinggal diam. Appa …. Kenapa kita masih disini. Kita harus mencari Changkyun , appa …!". Jooheon seketika berdiri dari duduknya dan bersiap akan pergi.
"Mau kemana kau Jooheonie ? Kembali ke kursimu sekarang". Tn. Lee tanpa melihat kearah Jooheon
"Tapi appa …. Jika kita cepat Changkyunie …. Dongaseng ku .. dia akan … akan … "
"Tenanglah Jooheon semu-….."
Perkataannya belum selesai tetapi salah seorang orang berjas hitam yang tadi di depan pintu, menerobos masuk sambil berteriak. "TUAN ! Kita berhasil melumpuhkan sebagian besar mereka tetapi ada yang berhasil kabur Tuan dan mereka membawanya!".
Seketika Lee Soo Ram berjingkat dari tempat tidurnya "SHIT !... Sekertaris Jang. Ayo !"
Sebuah tangan memberhentikan langkahnya, tangan itu .. Jooheon. "TUNGGU nyonyaa … Kami ingin ikut. Kami juga ingin menyelamatkan Changkyun"
"Tidak ! Kalian tunggu saja disini. Ini sangat berbahaya. Mereka punya senjata. Tidak.. tak akan saya ijinkan." Lee Soo Ram berusaha melepaskan genggaman erat di tangannya. Dia tidak bisa mengambil resiko, dia tak ingin ada korban lagi dipihaknya.
"Kumohon nyonya … izinkan kami. Kami bisa menjaga diri dan bisa membawa senjata. Shownu hyung dan Wonho hyung bisa berkelahi. Tolonglah nyonya.." Jooheon menunduk sambil sedikit terisak, dia hanya ingin menyelamatkan adiknya. Memastikan jika dia baik-baik saja. Dia … dia ….
Suara Tn. Lee yang memberi perintah untuk orang suruhannya sambil tanggannya mencoba menelfon entah siapa itu. "Cepat suruh orang-orang mu mengejar mereka, bergabunglah dengan orang-orang suruhan Soo Ram. Cepat bergerak ! Apapun yang terjadi, suruh mereka mendapatkan Changkyun. PERGI ! " . Dan orang yang berpakaian serba hitam itu mengangguk dan berlari keluar ruangan.
Aura di dekat Tn. Lee berubah mencekam. Wajah tenangnya terlihat sedikit panic. "Dan kalian semua ikut denganku. Tanpa bantahan. Kau juga Soo Ram-ah."
Tanpa ada yang membantah, mereka mengikutinya.
.
.
Changkyun POV
Samar aku mendengar suara … lama-kelamanan semakin jelas tendengar suara … ini bukan suara Hyungdeul ataupun suara manager. Mesin mobil, aku mendengar suara mobil sedang berjalan, aku.. a…aku tak bisa bergerak. Kenapa mata ku tak bisa terbuka ? aku ada dimana ? jangan… jangan…. Tenang Changkyun-ah
"Hei …. Sebenarnya kenapa Tuan sangat menginginkan anak ini ? sampai dia bertindak sampai jauh ? apa istimewanya anak ini ?"
Dan setelah itu aku mendengar suara tembakan disekitar mereka. Tubuhku terlalu lemah untuk membuka mata. Dan sakit. Suara yang sempat aku dengar tiba-tiba menghilang samar saat sakit di kepalaku serasa mau meledak. Semuanya disekitarku terasa dingin, seperti tidak ada udara. Dimana semua udara ? sentakan pada tubuhku membuat tubuhku serasa diangkat entah mau dibawa kemana. Aku pasrah jika memang aku akan mati. Semuanya menyakitkan bagiku. Jika boleh diberi harapan terakhir…..
Hanya satu harapanku, tolonglah aku sekali saja. Siapapun kumohon tolong aku. Hyung … Appa …..
Changkyun POV End
.
Kembali ke hutan
Suara tembakan menggaung di hutan yang sunyi, suara tembakan yang saling bersautan dapat memekakkan telinga siapa saja. Dua orang berlari, yang satunya masih memberikan tembakan.
"Sampai kapan kita harus berlari ? peluru kita semakin menipis. Jika kita tidak segera bertemu tim lainnya, akan aku pastikan kita akan mati disini" orang yang dipanggil Kill Be 4 mengambil persediaan peluru dari kantong jasnya dan mengisinya ulang. Siap menembak kembali.
"Hah .. hah … hah … aku tidak tau, kita hanya disuruh untuk berlari arah jam 6. Jika kita tak bisa menemukan mereka, anak ini akan mati juga. Tubuhnya sudah dingin dan nafas nya tersenggal. Aku tak yakin dia masih hidup nanti. Semoga"
DOORRRRR…. ARGH !
Kill be 3 melihat kearah belakangnya, rekannya ambruk. Darah terlihat merembes dari punggungnya. Dia terkepung tanpa senjata sekarang. Dan terlihat 6 orang berjalan pelan menodongkan senjata padanya. Mereka terlihat seperti bukan dari kelompok yang tadi.
"Serahkan dia, atau katakan selamat tinggal pada dunia"
Sial !
.
.
TBC
Halooo … Haiiii …
AIMA COME BACK, udah hampir 3 bulan ya … wkwkwk
PERTAMA-TAMA … AIMA MAU MINTA MAAF yang sebesar-besarnya karena gak bisa update cepet. Soalnya tugas kuliah yang semakin hari semakin gak berkurang.
KEDUA …. AIMA gak bakal janji jika aima sendiri sulit buat menepati. Jadi, aima tidak bisa JANJI buat UPADATE cepet. Tolong dimaklumi yaa … :D aima udah semester menuju persiapan TA
KETIGA …. TERIMA KASIH YANG MASIH BERSEDIA REVIEW ! yeay ! Dan Aima harap, kalian semua mau review … ReVIEW mengingatkan Aima buat Upadte … wkwkwkwk
Dan YANG TERAKHIR… Chapter ini AIMA buat panjang banget .. 2.3k kata wkkwkwk sebagai permintaan maaf AIMA
Semoga Chapter ini membuat para readers bahagia.
_Hai Free Reader (catatan aja… silahkan Follow FF ini untuk dapat notif jika FF ini update. Dan jangan lupa +Favorite biar author juga tambah semangat nulisnya.)_
_Mohon tinggalkan jejak (RnR, Follow and +Favorite, agar AIMA tau jika karya AIMA dapat diterima. Dan semakin baik kedepannya._
SEKIAN - TERIMA KASIH
