THAT EYE
By AIMA KIM
Chapter 1
.
.
INFINITE FANFICTION
Main Cast :
Kim Myungsoo (L)
Nam (Kim) Woohyun
Additional Cast :
Infinite Member
.
Rate : PG, F, T
.
I
I
I
Dunia ini tak cocok bagi mahkluk seperti kita (Kim Woohyun). Kenapa aku harus membutakan diri pada dunia ? (Kim Myungsoo) Aku hanya berusaha melindungimu Myungsoo-yaa.
.
.
Chapter 1.
Gelap. Satu-satunya hal yang dapat dilihat oleh Myungsoo. Dia tak tahu, dan mungkin ingin tahu kenapa dia dilarang melihat dunia. Padahal sekrang dia menatap dunia lewat jendela di kamarnya. Tapi dia sama sekali tak bisa melihat bagaimana keadaan di luar.
Buta ?
Tidak, dia tidak buta sama sekali. Dia normal, amat sangat normal. Dia seperti manusia pada umumnya, dia memiliki dua mata yang seharusnya ia gunakan untuk melihat gambaran visual dunia. Dia ingin melihat, dia ingin melihat wajah temannya, dia ingin melihat dunia. Dan juga….
Dia ingin melihat wajah hyung nya, saudaranya.
Tapi, sang hyung malah melarang nya untuk melihat. WHAT ! sungguh aneh, apakah saudaranya itu melarangnya melihat karena wajah saudaranya jelek ? Hahaha …. Kadang ia tertawa jika membayangkan wajah hyungnya.
Untungnya dia tidak sendiri bersama hyungnya. Ada teman-teman hyungnya dan juga sahabatnya. Mereka sering bermain ke rumah mereka. Tapi sama saja, dia tidak dapat melihat wajah mereka. Satu hal yang dapat dia lihat walau transparan, mereka menggunakan semacam kaca mata, dia tidak tahu untuk apa kacamata itu. Dia tak pernah menanyakannya. Toh, dia juga tidak perduli.
Jika dia ingin keluar rumah, walau sekedar di taman, dia harus memakai penutup mata. Entah apa tujuan sang saudara melakukan itu.
Jika ditanya orang tua, silahkan tanyakan kepada saudaranya. Myungsoo hanya tau jika dia mempunyai seorang ayah dan ibu, itu sudah cukup. Dan jika ditanya dimana keberadaan mereka ? Saudaranya hanya bilang jika mereka sedang dalam perjalanan bisnis, dan menetap di Perancis. Mereka jarang menghubungi Myungsoo. Dan perlu kalian ketahui jika Myungsoo tidak punya telepon genggam alias Handphone. Dia hanya menggunakan telefon rumah saja, dan nomor dial.
"Myungsoo yaaaa …. " Sebuah suara menginterupsi kesendiriannya, memecah sejenak fikirannya. Suara hyungnya pasti.
"Hyung masuk" tanpa jawaban darinya pun hyungnya pasti akan masuk.
"Hyung, aku bosan. Boleh aku keluar kamar ? Ke taman mungkin?" Myungsoo berbicara tanpa melihat mata hyungnya. Melihat kearah hyung nya pun pasti juga hanya remang-remang. Jadii tak apa dia sedikit mengenyampingkan masalah sopan santunnya.
"Kenapa ? Kau tau ini masih siang Myungsoo ya ? Ini bukan waktu biasanya kau keluar kan ?" terlihat samar saudaranya melangkah mendekat sambil membawa sebuah gelas di tangan kanannya. Minuman rutinnya.
"Hanya ingin saja hyung … aku duduk-duduk saja dibawah matahari, sudah lama kan hyung ? aku tak keluar rumah." Myungsoo mencoba merayu hati dingin kakaknya
"Bukannya kau sudah tau jika kau hanya boleh keluar mulai jam 10 malam ? Kenapa kau tiba-tiba meminta berjalan-jalan sekarang ha ?" terdengar suara hyungnya yang sedikit tersirat secara tegas menolak keinginannya. Sang hyung duduk dengan tenang nya di samping tempat tidurnya. Setelah meletakkan gelas yang tadi dibawanya di meja samping sofa Myungsoo duduk.
"Tapi hyung, di malam hari tidak ada matahari. Tidak ada kehangatan dari matahari. Dan tidak ada orang untuk aku ajak berbicara. Dan juga …."
"Tidak ada keluar hari ini Myungsoo-ya. Titik. Kau tahu peraturannya, dan bersikaplah seperti biasanya. Jangan membantah. Mengerti ?"
Hyung nya sedikit mengeluarkan aura mencekam dan tak mau dibantah
"Tapi hyung. Aku …." Myungsoo tak berani melihat lurus kearah hyungnya duduk dengan santai. Dia terus menatap ke bawah.
"Myungsoo-ya"
Tiba tiba hyungnya sudah di depannya dan memegang tangan Myungsoo sedangkan satu tangannya menutup kedua mata Myungsoo
"Hyu…hyung…"
"Bonne Nuit, Myungsoo"
Dan dengan sigap sang hyung menangkap tubuh sang adik yang jatuh kearahnya.
"Maafkan aku"
Dalam sekejap mata, sang hyung telah menidurkan adiknya dengan nyaman di kasur miliknya dan menyelimutinya dengan hangat. Terlihat sedikit cahaya keluar dari tangan sang kakak, mengarahkan tangannya diatas kepala sang adik dan seketika wajah sang adik tergambar sebuah garis memanjang dan memenuhi seluruh wajah dan akan memanjang keseluruh tubuh.
"Sudah selesai, tidurlah yang nyenyak Myungsoo-ya"
Dan sang kakak keluar dari kamar itu
Di depan kamar, terlihat suatu symbol tergambar pada pintu kamar adiknya
"Verrouillé'"
Setelah mengucapkan itu, warna symbol itu berubah menjadi merah menyala, hanya sebentar menyilaukan dan padam lagi. Tapi masih berwarna merah.
Dia berjalan menuruni tangga ke lantai dasar.
"Lagi-lagi kau menggunakan kekuatanmu untuk mengatur adikmu eoh ?"
Sang kakak hanya tersenyum melihat asal suara yang menginterupsi langkahnya. Tamu tak diundangnnya
"Kim Woohyun-ssi ?"
.
.
.
TBC
Terima kasih atas respon positifnya
Dan aima harap, makin banyak yang suka sama fic aima :D
Terus pantengin fic ini yaaaa :D
Jangan lupa Review buat nambah api semangat aima :D kalau dikit, aima sedih dan males buat ngelanjutnya deh
Tunggu lanjutannya yaaa :D
Anneyonggg :D
