THAT EYE

By AIMA KIM

Chapter 2

.

.

INFINITE FANFICTION

Main Cast :

Kim Myungsoo (L)

Nam (Kim) Woohyun

Lee Sungyeol (The )

Additional Cast :

Infinite Member

.

Rate : PG, F, T

.

I

I

I

Dunia ini tak cocok bagi mahkluk seperti kita (Kim Woohyun). Kenapa aku harus membutakan diri pada dunia ? (Kim Myungsoo)

Aku hanya berusaha melindungimu Myungsoo-yaa.

.

.

Preview

"Lagi-lagi kau menggunakan kekuatanmu untuk mengatur adikmu eoh ?"

Sang kakak hanya tersenyum melihat asal suara yang menginterupsi langkahnya. Tamu tak diundangnnya

"Kim Woohyun-ssi ?"

Chapter 2

"Haha …. Kau tau kan aku harus melakukannya, H.Y.U.N.G. Dan kenapa kau disini ?". Kim Woohyun hanya menyeringai kaku, ketahuan. Dan jangan lupakan penekanan di akhir katanya.

Jika kalian mau tau siapa yang dia panggil hyung, orang itu adalah kerabat dekatnya, sepupu lebih tepatnya, Kim Sunggyu. Mereka merupakan satu ras. Ras yang menggunakan Kekuatan Mata (Gold Eye - GE) sebagai keahlian khusus dan jangan lupakan gabungan dari beberapa mantra kuno. Mantra yang mereka gunakan sebenaranya adalah mantra umum yang sering digunakan tapi ada beberapa mantra kuno yang hanya ras mereka yuang tahu. Kekuatannya ? kekuatan ras mereka berada diurutan kedua setelah Ras Pengendali Darah (Blood Control - BC). Dan diantara 5 ras tertinggi, tentu saja ras mereka termasuk yang ditakuti karena punya kekuatan yang besar. 5 tahun yang lalu, semua ras hidup tentram tanpa adanya gangguan yang mengancam masing-masing ras, tapi seorang manusia murni dengan kekuatan sihir hitam (Blamag) yang besar mencoba mengambil "The Eye" yang dijaga kelima ras tertinggi. Ras BC yang merupakan ras terkuat manjadi pembelot dan dimanfaatkan akibat pengaruh Blamag dan mulai mengendalikan ras yang lain.

Ras GE yang hanya mampu melawan tiga ras dibawahnya, memutuskan menggunakan mantra suci mereka untuk mengambil "The Eye" sebelum para pengikut BC yang dikendalikan oleh manusia tersebut mengambilnya dan kemudian kabur ke dimensi manusia dan berbaur untuk meninggalkan jejak.

(NOTE : bayangkan kekuatan Sharinggan punya Sasuke di anime Naruto, dan Kontrol Gerbang Bahtera yang dilakukan sama Allen Walker pada anime D Gray Man. Jadi kekuatannya seperti gabungan dari kedua itu ya :D. XD silahkan berimajinasi sendiri)

Kejadian 5 tahun lalu membuat ras GE harus rela menekan hawa keberadaan mereka dan berkehidupan selayaknya manusia tanpa menggunakan sihir dan mantra. Pengecualian, jika mereka di dalam rumah dan tanpa ada manusia yang melihat mereka bisa dengan leluasa menggunakan kekuatan.

"Apakah begitu caramu menyapa sepupu tampanmu ini yang telah 2 bulan pergi ?" Kim Sunggyu menampakkan wajah yang dibuat-buat sedih dan kecewa ala kucing terbuang. Tapi, tak akan mempan terhadap seorang Kim Woohyun yang berhati besi (?) yang kadang akan berhati tofu (?) jika berhadapan dengan adik tersayangnya.

Kim Woohyun berjalan melewati Sunggyu dan pada akhirnya duduk di sebuah sofa dekat perapian dan Sunggyu mengekor dibelakangnya dan duduk di sofa depan pria tersebut. Woohyun mengambil gelas kosong dan terdengar Aguamenti dan gelas tersebut terisi dengan wine anggur dan memberikannya ke Sunggyu yang diterima dengan gumaman pelan.

"Terima kasih"

Woohyun hanya mengangguk. Mereka mulai menyamankan duduk dan menyesap sedikit anggur di tangan mereka. dan terdiam, sampai suara Sunggyu memecah alam pikiran Woohyun yang menatap keluar jendela. Musim gugur.

"Jadi ?" Woohyun yang sedari tadi terdiam sekilas menatap malas kearah saudaranya. Dan beralih lagi menatap jendela yang sejenak terabaikan.

"Apa ?"

Jengkel, itu yang dirasakan seorang Kim Sunggyu. Dosa apa yang dia lakukan di masa lalu, sampai harus mempunyai saudara yang sifat "batu" nya minta ampun. Untungnya, dia mempunyai sudah termasuk kebal dengan sifatnya itu.

"Kau apakan Myungsoo, Woohyun-ah ? Kau tau, kekuatan mu bukan untuk menyakiti adikmu sendiri. Kau tahu itu kan ?", dilihatnya, Woohyun hanya mengangguk.

"Aku tidak menyakitinya hyung, aku menggunakannya hanya untuk mengontrol saja. Aku tahu batas"

Percuma berdebat dengan sepupunya ini. Dia tak akan bisa menang melawannya. Dia menyesap lagi wine yang masih ditangannya. Dan meletakkan di meja depannya. Dia berdiri dan berjalan kearah rak buku yang berjajar rapi. Mengambil salah satu buku dan membukanya.

"Tapi tetap saja, adikmu berfikir jika kita dan dia adalah manusia normal yang hidup dengan normal. Maka akan aneh jika dia terus dikurung seperti ini dan harus selalu dalam pengawasan mantramu. Apakah kau tak ingin mengenalkan lagi dunia kita yang sebenarnya ? sudah 1 atau mungkin 5 tahun kita sembunyikan semua ini."

Woohyun terdiam sejenak

"Aku ingin tapi aku tak bisa. Keputusan bodoh itu menjeratku"

.

.

Woohyun POV

"Aku ingin tapi aku tak bisa. Keputusan bodoh itu menjeratku"

Yah, benar. Berat hati harus aku lakukan semua ini, alasannya ? Demi keselamatan adikku, satu-satunya keluargaku. Keputusan bodoh yang membuat adikku harus menerima benda bodoh yang kasarnya ras kami curi. "The Eye" sebuah kumpulan kekuatan yang menjadikan pemiliknya mempunyai kekuatan melebihi mantra dan juga kekuatan yang dapat merubah masa depan seseorang yang dikehendakinya dan tentunya menjadikannya menjadi penguasa dua dimensi, kami dan manusia. Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan.

Kejadian 5 tahun lalu sangatlah berbekas padaku, bagaimana ras kami harus berjuang melawan ras BC yang dikendalikan oleh manusia biadab yang mau mencuri kekuatan itu. Dengan kemampuan mata yang ras kami miliki, kami bisa menyelamatkan anggota ras kami yang tersisa dan kekuatan "The Eye" yang berakibat kami harus menyembunyikan di dimensi manusia. Kami menyebar keseluruh dunia agar tidak dapat ditemukan.

Kekuatan "The Eye" harus memiliki wadah agar bisa tetap hidup di dimensi yang berbeda. Dan para tetua bodoh itu dengan seenaknya mengunci kekuatan tersebut kedalam tubuh adikku tanpa persetujuanku karena kekuatannya yang dianggap masih murni. Selama 3 hari, mereka melakukan ritual itu disebuah gua jauh di dalam hutan manusia, sedangkan aku ? aku dikurung oleh mantra yang menekan kekuatan dan kesadaranku. Saat ritual itu selesai yang aku temukan adalah tubuh adikku, Myungsoo, yang masih tergeletak di atas batu besar dengan lingkaran berbentuk mata mengelilinginya, terlihat darah yang menyelimuti dahi yang mengalir kecil turun melewati wajahnya. Dengan segera aku membawanya kabur dari tempat terkutuk itu.

Setelah 3 bulan berhasil melarikan diri dari para tetua itu, kami ditemukan. Mereka mengambil keputusan dengan mengatasnamakan sumpah ras. Mau tak mau aku menerimanya. Dan membiarkan adikku dalam kondisi seperti sekarang ini.

"WOOHYUN-AH ! AKU BERBICARA PADAMU!" teriakan Sunggyu hyung membuatku menjatuhkan gelas wine yang sedari tadi ternyata masih tergenggam di tanganku. Sial, aku melamun.

"KENAPA KAU BERTERIAK PADAKU! HAH ?" aku balas berteriak balik padanya.

CTACKKKK….

"Kau melamun, bodoh !" dia menjitak pelan kepalaku.

"Ya.. ku tahu" kataku sambil mengusap bekas jitakannya, lumayan sakit.

ARGGGHHHHHHHH !

Sebuah teriakan membuatku menegang. Suara ini…

Myungsoo ….

Tanpa ba bi bu, aku berlari naik ke kamar Myungsoo.

"Mantraku … sial, efeknya. Sial !" hanya itu yang terlintas di otakku. Makian yang tiada akhir. Sampai di depan kamar Myungsoo, meletakkan tanganku di papan kayu besar di depanku.

Alohomora Release

Pintu kokoh itu bersinar merah terang, sangat menyilaukan. Hingga akhirnya redup dan menghilang. Kubuka kasar pintu itu, kulihat mata Myungsoo yang terbuka, memperlihatkan sepasang mata emas yang sangat kontras terlihat di kamar Myungsoo yang gelap. Dia meraung. Mantra yang aku buat sebelumnya untuk membuat dia tidur dipatahkan ?.

Srekkkkkkkk..sesaat teriakannya meredam. Lalu dia berdiri, diatas kasurnya. Dan dengan perlahan dia melayang dan berdiri di tepat di depan ku. Mata itu menatap lurus kearahku. Tanganku terjulur dan mencoba meraih kepalanya. Tapi aku kalah cepat, dia menempelkan jari telunjuknya ke dahiku. Sama seperti yang sering aku lakukan padanya.

Petrificus totallus

Mantra, dia mengucapkan mantra. Tubuhku tidak bisa bergerak. Sial, dia melumpuhkan aku. berjalan perlahan, dia mulai melangkah keluar kamar. Bergeraklah, aku mohon bergeraklah. Dia tidak boleh keluar . Masih ada matahari. Kumohon, berhentilah Myungsoo-yaa. Berhentilah.

"Kau tidak akan kemana-mana Myungsoo-ya"

Woohyun POV END

Di ruang tamu, Sunggyu yang melihat Woohyunn lari kearah kamar Myungsoo ikut berlari mengejar sepupunya itu. Dia hanya berdiri di depan pintu saat Woohyun menerobos masuk ke ruangan yang gelap gulita itu. Dia melihat bagaimana Woohyun menghentikan kemurkaan (?) sang adik yang entah kenapa menjadi seperti zombie di film-film. Bergerak dengan tatapan kosong. Sunggyu melihat bagaimana Woohyun yang hanya terpaku saat Myungsoo mulai beranjak keluar. Dia tahu pasti pantangan apa yang harus Myungsoo hadapi, hingga membuatnya harus buta akan dunia. Dunia dimana dia tinggal sekarang. Dunia dimana dia yang terasa diasingkan, dan entah apa lagi yang dirasakan anak itu. Dia prihatin, dia juga merasakan bagaimana kecewanya Woohyun, bagaimana ketidakberdayaannya dalam menyelamatkan atau setidaknya menghentikan tindakan gila dari para tetua ras nya. Gila … memang gila. Ras nya mungkin sudah mulai menggila gara-gara kejadian 5 tahun yang lalu. Inilah saatnya aku ikut andil dalam masalah ini. aku kan menghentikannya. Tak akan kubiarakan hal ini berlarut-larut. Demi menyelamatkan semua orang.

Kulihat Myungsoo sudah diluar kamar

"Kau tidak akan kemana-mana Myungsoo-ya"

"Apa hak mu melarangku pergi ? Dasar manusia terkutuk"

"Siapa yang kau panggil dengan manusia terkutuk, Myungsoo-ya !"

"Cih ! …. KAU YANG KUPANGGIL MANUSIA TERKUTUK !"

Normal POV

"Cih ! …. KAU YANG KUPANGGIL MANUSIA TERKUTUK !"

Dengan gerakan cepat Myungsoo mengangkat kedua tangannya Wingardium Laviosadan dengan sekali kebasan Sunggyu terpental beberapa meter sampai jatuh menuruni tangga. Dengan langkah pelan, Myungsoo yang masih dalam kendali mulai menuruni tangga, saat berada di akhir tangga, di melihat tubuh Woohyun yang tergeletak –dengan mata terpejam-.

"Dasar manusia lemah" gumam Myungsoo.

Tanpa memperdulikan tubuh Woohyun yang masih tak bergerak, Myungsoo terus melangkah melewati tubuh Sunggyu dan terus berjalan kearah pintu, sampai saat sebuah tangan menarik celana panjangnya. Dilihatnya, tangan Woohyun yang menarik celananya. wajah Sunggyu yang penuh dengan aura kesakitan terpampang jelas di kedua mata merahnya.

"Tak akan ku biarkan kau membawa adikku!". Dengan keadaan menahan sakit, genggaman Sunggyu sama sekali tak merenggang pada adiknya.

"Jangan coba menghalangiku. Katakan ucapan terakhirmu"

Lagi-lagi Myungsoo menggunakan mantra yang sebenarnya sama sekali tidak dia kuasai. Sunggyu yang tau mantra apa itu mencoba melindungi diri. Berharap dia tepat waktu untuk menangkalnya.

Sialan

.

.

Di dalam kamar Woohyun yang mendengar bedebum keras mulai kehilangan akal. Pasti terjadi apa-apa dengan sepupunya. Tak ada waktu lagi, mantra ini benar-benar membuatnya mati rasa. Mantra yang sudah dia hafal dan mengerti diluar kepala tiba-tiba hilang tanpa sisa. Dia sperti ornag yang amnesia.

What the Hell. Berfikirlah otak bodoh. Ayo berfikir.! Akan aku kugunakan ini. Kumohon bekerjalah.

Finite

Dan beruntunglah dia mampu meruntuhkan mantra itu dengan spelling sederhana. Segeralah Woohyun berlari kerarah adik dan kakak sepupunya berada. Dia dapat melihat keadaan Sunggyu yang menyesakkan, tangannya mencoba menghentikan langkah Myungsoo. Terdengar seutas kata terucap dari mulut Myungsoo, mata Woohyun terbelalak saat mendengar mantra apa itu.

"TIDAK JANGAN MYUNGSOOO-YAAAAAA!"

.

.

.TBC

HALOOOOOO SEMUAAAAA !

AIMA COMING BACK !

Bagaimana kabar semua ? Semoga baik di Bulan Ramadhan ini.

Oh iya Aima mau ngucapin, Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan #termasuk aima. Gimana puasanya ? udah bolong berapa ? hayoooo kenapa bolong #PLAKKKKK (author ngaco, ngomong apaan sih -_-)

Oke maafkan aima. Sudah lama ya aima engga update nih FF. Aima lagi proses menuju akhir kuliah, aima udah mahasiswa tua wkwkkw harap maklum gimana kesibukannya.

Maafkan Aima yaa, mohon maaf lahir dan batin. Semoga aima masih bisa ngelanjutin fic ini. #AMIN.

Oh iya, AIMA buka Q&A. silahkan yang kepo sama aima, bisa ditanyain pas review juga.

Terimakasih mau dengerin celotehan aima. Semoga suka dan "sedikit" mengobati fic ini.

Dan aima bakal berusaha buat update fic aima yang lain.

Sekian dulu yaaa …

See you next time…

.

SEKILAS

Hai Free Reader (catatan aja… silahkan Follow FF ini untuk dapat notif jika FF ini update. Dan jangan lupa +Favorite biar author juga tambah semangat nulisnya.)

Mohon tinggalkan jejak (RnR, Follow and +Favorite, agar AIMA tau jika karya AIMA dapat diterima. Dan semakin baik kedepannya.

.

SEKIAN - TERIMA KASIH