_Daily Kacchako_

Kiss Mark

Rated T atau M(?)/Romance/Sweet/Fluff

Anggap saja Kirishima di sini bocah polos yang belum ternodai oleh otak bejatnya Kaminari


Ochako berdiri terpaku di dalam ruang ganti, memperhatikan teman-temannya yang sedang berganti pakaian dengan pandangan canggung. Jemari mungilnya mempermainkan kancing seragamnya dengan gugup. Gadis itu merasa luar biasa bingung, berbagai pertanyaan berkelebat dalam benaknya.

Bagaimana ini? Apa ia harus melepas seragamnya sekarang juga di depan teman-temannya?

Tapi bagaimana kalau tanda itu masih membekas?

Apa ia sebaiknya menunggu mereka semua keluar terlebih dahulu?

Ochako menggigit bibirnya, itu lah kenapa ia selalu merasa tegang sendiri di Rabu pagi saat kelasnya memiliki jam olahraga. Karena ia takut Eraser Head selaku pembimbing mereka akan menyuruh mereka berlatih di kolam renang, seperti sekarang ini.

Gadis itu mengepalkan kedua tangannya dengan gemas, menyalahkan kekasihnya Bakugou Katsuki di dalam hatinya. Dua hari yang lalu Katsuki mengajaknya bercinta di kamarnya, di tengah malam saat hujan deras. Dengan permainan Katsuki yang liar dan hujan deras di luar sana Ochako tidak ragu untuk menjerit, toh suaranya tersamarkan oleh hujan. Tapi kebiasaan pemuda itu yang tidak begitu Ochako sukai adalah Katsuki selalu membubuhkan banyak kiss mark di sekujur tubuhnya di tengah sesi bercinta mereka. Ochako meringis, bahkan payudaranya menjadi sedikit lecet akibat gigi taring Katsuki.

Ochako sudah berkali-kali memperingati Katsuki, mengatakan kepada bocah peledak itu dengan satus mereka yang bersekolah di U.A dan tinggal di lingkungan asrama. Akan memalukan bagi mereka berdua kalau ada yang menemukan kiss mark di bagian memalukan dalam kulit tubuhnya. Katsuki hanya mengiyakan saja peringatan Ochako, tapi peringatan itu terlupakan begitu saja tiap Katsuki tidak sanggup menahan hasrat berlebihnya terhadap tubuh Ochako.

Dan saat ini Ochako merasa menyesal untuk tidak menolak ajakan Katsuki dua hari yang lalu. Bekas itu bisa saja masih terlihat samar di punggung dan perutnya. Ochako tidak tahu cara ampuh untuk menghilangkan kiss mark dengan cepat.

"Ochako-chan kenapa kau tidak mengganti seragammu dengan baju renang?"

Ochako kembali meringis mendengar pertanyaan Tsuyu yang tengah mengikat rambutnya. Tentu saja teman-temannya akan merasa heran melihat dirinya yang tidak mengganti seragam.

"Ah iya aku baru mau menggantinya." Ochako menyengajakan dirinya berdiri di dekat dinding agar punggungnya tidak terlihat oleh yang lainnya. Gadis itu lalu melepas seragamnya secara perlahan, gerak-geriknya yang canggung dan seperti tengah menyembunyikan sesuatu tentu membuat teman-temannya bertambah heran.

"Anoo ... kalian bisa keluar dari ruang ganti tanpa harus menungguku," ujar Ochako mengusir secara halus, toh mereka semua sudah berganti pakaian dan memakai baju renang.

"Apa yang kau sembunyikan? Ayo tunjukkan kepada kami."

Ochako berseru kaget karena Ashido Mina secara tiba-tiba sudah berada di hadapanny, gadis pink itu memegang erat pundak Ochako. Karena rasa terkejutnya Ochako sampai-sampai menjatuhkan seragam sekolahnya yang tadi di dekapnya erat di depan dada.

"Ah ..." Ashido terkejut. Wajah gadis jahil gadis itu berubah menjadi sedikit bersemu saat ia bisa melihat dengan jelas perut dan bagian depan atas tubuh Ochako yang hanya tertutup bra. "Wah ... Bakugou ternyata ganas juga." Komentarnya kemudian.

"Ugh ... maaf Ochako-chan, kami tidak tahu kalau kau berusaha menyembunyikannya."

Ochako menggaruk pipinya yang tidak gatal, merasa salah tingkah dengan pandangan teman-temannya yang terkesan bersalah. "T-tidak apa-apa. Lagipula ini salahnya Bakugou-kun. Kumohon ... jangan ceritakan kepada siapa pun." Gadis itu merapatkan kedua tangannya satu sama lain memandangi teman-temannya dengan penuh harap.

"Ah ... kalau kau sudah memohon dengan wajah menggemaskan seperti itu, mana mungkin kami menolak." Ashido terkekeh merangkul lengan Ochako riang.

"Tapi Uraraka-san kau harus memakai pakaian renang yang lebih tertutup. Aku akan membuatkannya untukmu." Yaoyorozu mulai mengaktifkan quirknya untuk membuat baju renang untuk Ochako.

"Biar aku yang mengarang alasan kepada Eraser Head," kata Tsuyu.

Ochako tersenyum lega, merasa sangat berterimakasih terhadap teman-temannya yang tidak memojokannya, mereka justru berbaik hati menolongnya.

Ashido kembali tersenyum jahil. "Pantas saja Kirishima pernah bercerita kepadaku, dua hari yang lalu ia mendengar jeritanmu di kamar Bakugou."

"Eh?"

_ooo_

Bakugou Katsuki membuka lemari besi di ruang ganti, menyiapkan sebuah gantungan baju kemudian melepas kancing seragamnya dengan tak sabar agar ia bisa segera memulai pelajaran olahraga mereka di kolam renang. Setelah semua kancingnya terlepas, Katsuki melepas seragamnya dan menaruhnya di gantungan baju.

"Di mana celana renangku?" Katsuki mengomel kesal mencari-cari celana renangnya di dalam lemari besi, membuat dirinya bertelanjang dada sejenak. Tidak menyadari kalau semua mata yang berada di ruangan itu kini tertuju ke arahnya. Lebih tepatnya terpaku ke punggung berototnya yang terbuka. Bukan ... mereka memperhatikan punggung Katsuki bukan karena mereka memiliki kelainan untuk tertarik dengan pria. Hanya saja tanda cakaran yang membekas jelas di punggung pemuda itu lah yang membuat mereka bertanya-tanya heran.

"Bro ... kenapa ada tanda cakaran di punggung bocah itu?" Kirishima yang polos menyikut Kaminari dan berbisik.

'Dasar polos.' Sero dan Kaminari menggelengkan kepalanya.

"Itu perbuatan Uraraka," balas Kaminari juga dengan berbisik.

"Hah? Berarti titik-titik merah di pundak Bakugou itu juga? Apa Uraraka yang mencubitnya?"

Sero Hanta menepuk keningnya. Kenapa ia bisa memiliki teman sepolos Kirishima di kala ia juga berteman dengan bocah mesum sejenis Kaminari.

Sedangkan Katsuki yang tidak sadar tengah diperhatikan kini sibuk memakai celana renangnya. Ia sama sekali tidak mengira bahwa bekas ciuman Ochako di pundaknya masih membekas. Bahkan cengkraman kuat dari jemari mungil gadis itu di punggungnya akibat keganasannya menyerang Ochako masih terlihat samar di sana. Bekas cakaran gadis itu memang masih terasa perih kalau terkena sabun, tapi Katsuki pikir tidak akan ada yang menyadari luka cakaran di punggungnya.

"Oi ayo keluar." Katsuki mengajak Bakusquad setelah ia menutup kasar lemari berisi pakaian ganti.

"Uh ... kau duluan saja bro," balas Kaminari.

Katsuki mendecak tapi ia lalu melangkah keluar dari ruangan itu, mengabaikan pandangan teman-temannya terhadapnya. Sero menyikut Kaminari. "Apa tidak apa-apa ia keluar dengan punggung seperti itu?"

"Entahlah ..." Kaminari mengendikkan bahunya. Mau memberitahu Katsuki, tapi pemuda itu sudah melenggang keluar. 'ternyata Uraraka ganas juga,' batin Kaminari.

Katsuki sedikit menyipitkan kedua matanya saat sinar matahari segera menyerbu kedua matanya tepat saat ia keluar dari dalam ruang ganti. Ia mengerang pelan merasakan silau di kedua matanya, membuat kedua pandangannya menjadi buram selama beberapa detik. Katsuki mengerutkan keningnya melihat gadis-gadis di kelas A sudah keluar dari ruang ganti lengkap dengan pakaian renang mereka. Tapi yang membuatnya heran adalah kenapa wajah malaikat kesayangannya memakai pakaian renang yang sangat tertutup?

Bukannya Katsuki keberatan, ia justru merasa senang karena dengan penampilan seperti itu tidak ada murid laki-laki lain yang bisa dengan seenaknya melihat kulit mulus kekasihnya. Ia hanya merasa heran, itu saja.

Ingin rasanya Katsuki bertanya kepada Ochako, tapi ia menahan rasa penasarannya karena gadis itu kini tengah berbicara dengan si gadis katak. Katsuki lalu berdiri di tepi kolam renang, memulai pemanasan sembari menunggu yang lainnya.

'Apa ada yang salah denganku?'

Menyadari banyak pasang mata yang memperhatikannya, Katsuki kembali merasa heran. Ashido Mina bahkan terlihat berbisik heboh ke Ochako yang kini tampak memerah. Ochako memandanginya dari seberang kolam, si gadis gravitasi itu seperti ingin memberitahukan sesuatu kepadanya.

"Bakugou."

Katsuki menoleh mengerutkan kening mendapati Eraser Head yang mendekatinya dan meletakkan sebuah kaus renang di bahunya. "Ada apa sensei?" tanya Katsuki.

"Kau seharusnya menutup punggungmu yang penuh bercak itu," peringat Eraser Head kemudian seolah tidak terjadi apa pun ia meniup sebuah peluit yang tergantung di lehernya, mengabaikan begitu saja wajah Katsuki yang sudah merah padam.

Bocah peledak dengan kecerdasan di atas rata-rata itu jelas langsung dapat menangkap perkataan Eraser Head. Katsuki tersenyum kecut mengenakan kaus itu. Seharusnya ia sadar cakaran penuh cinta dari Ochako masih membekas di punggungnya.

_FIN_