_Girl, handphone and secret_

Kacchako boku no hero academia by Horikoshi Kohei

Origina Story by Viziela Veronica

Rated T/Romance

WARNING OOC!

Akhir-akhir ini Katsuki merasa ada yang Ochako sembunyikan darinya. Gadis itu belakangan ini sering secara sembunyi-sembunyi memainkan ponselnya. Katsuki bertanya-tanya dalam hati, kenapa Ochako harus diam-diam memainkan ponselnya sendiri? Seolah Ochako sedang melakukan suatu hal yang terlarang yang tidak boleh diketahui olehnya. Pernah suatu kali Katsuki muncul secara mendadak di hadapan Ochako saat gadis itu tengah berkutat dengan ponselnya sendiri di kelas. Kontan saja gadis itu melonjak kaget dan hampir saja menjatuhkan ponselnya. Untung saja berkat latihan keras yang sudah banyak ia lalui, Ochako memiiki refleks yang bagus sehingga ia berhasil menyelamatkan ponselnya dan dengan gesit memasukkan ke dalam laci meja.

Katsuki tentu bertambah heran. Kenapa gadis ini sampai harus menyembunyikan ponselnya darinya? Jelas sekali ada sesuatu yang tengah disembunyikan Ochako darinya. Katsuki tak tahu apa yang disembunyikan gadis itu, ia tidak bertanya lebih lanjut karena takut menyinggung perasaan gadis itu. Di sisi lain ia merasa takut.

"Akhir-akhir ini Uraraka-san bersikap aneh?"

Katsuki mengangguk samar. Saat itu sore hari. Ia dan Kirishima sedang mencuci baju bersama. Kebetulan ruang laundry untuk murid laki-laki sedang sepi, hanya ada mereka berdua. Katsuki yang tidak begitu suka menceritakan masalah pribadinya selain terhadap Kirishima akhirnya memutuskan untuk memulai sesi curhatnya terhadap sobatnya yang berambut merah itu.

Kirishima mengerutkan keningnya. Ia merobek bungkus sabun cuci dan memasukkannya ke dalam mesin cuci. "Mungkin hanya perasaanmu saja."

Katsuki mendecak kasar. "Kalau begitu ... kenapa tiap ada aku ia yang sedang memainkan ponselnya secara refleks mematikan ponselnya?"

'ada apa lagi dengan gadis itu?' batin Kirishima ikut merasa heran. Padahal beberapa hari yang lalu gadis itu sudah membuat Katsuki uring-uringan karena Uraraka menjauhinya sebagai rencana untuk memberikan kejutan ultah untuk Katsuki. Karena rencana itu Katsuki sampai menaruh rasa curiga terhadap Kirishima. Kirishima dengar dari Kaminari kalau saja Kaminari tidak menahan Katsuki saat di Shibuya itu dapat dipastikan bocah peledak itu akan menghajarnya detik itu juga. Ini semua karena Ochako yang mengajak Kirishima untuk menemaninya membeli kado di Shibuya*.

Kirishima menghela napas, wanita memang membingungkan.

"Kalau kau memang segusar ini kenapa kau tidak bertanya terhadapnya?"

"Bagaimana kalau ia marah karena aku ikut campur begitu saja?"

"Nah ... kau tahu sendiri. Setiap orang punya rahasia. Bisa saja Uraraka-san memiliki masalah yang tidak bisa diceritakan bahkan terhadap pacarnya sendiri."

Katsuki terdiam. Ia menatap dalam manik Kirishima, kemudian pemuda itu mendecak memalingkan wajahnya ke mesin cuci yang masih berputar menimbulkan suara dengungan mesin di sekitar mereka. Ia menyalakan air membasuh tangannya yang penuh dengan sabun cuci, wajahnya tertekuk dan keningnya berkerut dalam. Terlalu banyak yang ia pikirkan mengenai rencananya yang ingin menjadi nomor satu dan sekarang sikap Ochako menambah beban dalam pikirannya.

"Kau memang benar. Tapi ... aku merasa takut."

"Huh?"

"Bagaimana kalau ia selingkuh di belakangku? SHITTY HAIR! AKU AKAN MEMBUNUHMU KALAU KAU TERTAWA!"

"M-maaf-maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud mentertawaimu." Kirishima menutup muutnya sendiri berusaha menahan tawa yang hampir saja menyembur keluar begitu saja. "Aku hanya merasa terkejut. Bakugou yang selama ini kukenal kenapa menjadi melankolis seperti ini. Dan ... di mana kepercayaan dirimu. Bukankah hubungan kalian selama ini baik-baik saja?"

Katsuki mendengus mendengarnya, tidak menyangkal sama sekali karena apa yang dikatakan Kirishima tidak salah sedikit pun. Ia teramat sadar untuk saat ini sikapnya memang berbanding terbalik dengan karakternya sendiri.

"Apa kau tidak mempercayai Uraraka-san?"

Katsuki tersentak mendengar perkataan Kirishima kali ini. Kalimat itu seolah menghujam dirinya sendiri. Tidak. Ia tidak pernah berpikir untuk meragukan Ochako. Tapi kali ini ... Katsuki akui ia tergolong laki-laki brengsek. Bahkan semasa SMPnya dulu, banyak yang tidak tahan berdekatan dengannya. Para gadis mendekatinya karena tertarik dengan wajahnya tapi saat mereka mengenalnya lebih jauh mereka perlahan mundur dan menjulukinya bocah tampan yang brengsek dan kasar. Hubungannya dengan Ochako saat ini pun benar-benar diluar prediksi Katsuki. Ia tidak pernah mengira gadis seperti Ochako mau menerimanya.

"Aku tidak meragukannya tapi ..."

"Oi Kaminari. Kenapa ada lebam di wajahmu?"

"Jirou tadi memukulku dengan menggunakan earplugnya."

Percakapan antara Katsuki dan Kirishima terhenti begitu saja saat ia mendengar suara Kaminari dan Sero yang semakin mendekat. Sepertinya mereka berdua sedang menuju ruang laundry.

"Kau pasti membuatnya kesal seperti biasanya."

"Tidak. Aku tadi hanya mendekatinya yang sedang asyik bermain ponse. Tiba-tiba saja ia panik dan memukulku." Kaminari berhenti mengoceh, netra kuningnya melebar mendapati Kirishima dan Katsuki di sana. "Oi bro ... pantas saja kalian tadi tidak ada di kamar."

"Wah ... cucian kalian banyak sekali." Sero meletakkan ember berisi pakaian kotornya.

"Ya. Ini cucian selama seminggu." Kirishima terkekeh sedangkan Katsuki mendengus, ia tidak bisa lagi membicarakan masalah Ochako. "Oh iya Kaminari. Kenapa Jirou sampai menghajarmu seperti itu?" Kirishima bertanya merasa tertarik dengan lebam yang berada di pipi Kaminari akibat ulah Jirou.

"Ah ini ..." Kaminari mengusap pipinya. "Aku tadi mendekati Jirou yang sedang asyik memainkan ponselnya. Habisnya aku merasa penasaran ia tadi tersenyum-senyum sendiri. Saat aku bertanya 'Jirou ... apa yang kau lihat?' ia langsung berteriak dan memukul pipiku dengan tidak manusiawi."

Katsuki mengerutkan keningnya. Kenapa ia merasa apa yang di alami Kaminari barusan seperti yang baru saja terjadi antara ia dan Ochako? Hanya saja gadis itu tidak sampai menamparnya.

"Ah ... kalau tidak salah Ashido juga pernah bertingkah aneh seperti itu."

"Huh? Kenapa kau tidak bilang dari tadi Shitty Hair?" geram Katsuki.

"Ugh ... maaf bro. Aku baru ingat." Kirishima meringis.

"Mencurigakan ... apa tingkah aneh angel face ada hubungannya dengan mata rakun dan telinga panjang."

"Heh? Uraraka juga?" Kaminari dan Sero berseru kaget.

Katsuki mengehela napas panjang. "Ya. Aku sampai-sampai ingin merebut ponselnya."


Ochako membuka sebungkus keripik kentang miliknya, kemudian sambi berbaring dengan posisi tengkurap di atas kasurnya gadis itu membuka ponselnya. Peduli amat ada mitos yang mengatakan seorang gadis tidak baik tiduran sambil makan. Bagi Ochako rutinitasnya saat ini seperti kenikmatan tersendiri.

Dengan tak sabar Ochako membuka sebuah website, gadis itu tersenyum-senyum sendiri dengan pipinya yang semakin bersemu. Ia mengetikkan kata kunci Bakugou Katsuki di webtsite itu lalu ... voila berpuluh-puluh foto bocah peledak itu memenuhi layarnya. Ochako menggigit bibirnya mengamati satu persatu foto Katsuki yang diambi secara diam-diam di website itu. Entah foto Katsuki saat mengenakan seragam sekolah, kostum pahlawan bahkan fotonya saat berpakaian bebas. Ochako meneguk ludahnya pelan tatkala mendapati foto Katsuki sehabis berolahraga. Pemuda itu terlihat basah oleh keringat, benar-benar seksi. Ochako menyentuh pipinya yang memanas, ia benar-benar tidak menyangka bertingkah seperti fangirl untuk pacarnya sendiri.

Pikiran gadis itu berkelana ke beberapa hari yang lalu.

Ochako berjalan ke taman kecil yang berada di sebelah asramanya. Biasanya taman itu menjadi tempat bersantai mereka saat berada di luar asrama. Ada beberapa pohon yang tertanam di sana,serta rumput hijau yang dipangkas rapi dan sebuah petak yang ditanami bunga, membuat suasana lapangan itu menjadi lumayan sejuk dan cocok untuk bersantai.

Di pinggir taman manik cokelat Ochako menemukan para gadis berkumpul di sana menduduki tikar yang dibentangkan. Ia datang sedikit terlambat karena ia baru saja belajar bersama Katsuki. Pemuda itu mengomelinya, ia mendapat nilai merah di tes harian kemarin, karena nilai itu lah mau tidak mau ia mendapat les dadakan dari Katsuki.

Kening mulus Ochako berkerut samar melihat teman-temannya duduk melingkar dan tampak heboh sekali sembari memegang ponsel masing-masing. Ochako tidak dapat menebak apa yang tengah mereka bicarakan sampai-sampai terlihat seperti ... sekelompok fangirl fanatik yang sedang membicarakan idolanya?

"Hello minna-san. Maaf aku baru datang." Ochako beringsut mendekat sembari menggaruk bagian belakang kepalanya.

Serentak kelompok itu menoleh ke arah Ochako. Tsuyu menggeser tempat duduknya mempersilahkan Ochako untuk duduk di sebelahnya.

"Tidak apa-apa. Bagaimana rasanya belajar bersama pacar sendiri?"

Wajah Ochako menjadi merah padam mendapati celetukan jahil dari Hagakure. A-ah ... biasa saja." Ochako menjawab gugup mengibaskan tangannya dengan panik. "O-omong-omong ... kalian tadi sedang membicarakan apa?"

"Ashido-san menemukan sesuatu yang menarik," komentar Yaoyorozu dengan cepat menerima perubahan topik dari Ochako.

"Ashido memang ahli sekali dalam hal semacam ini ya," sambung Jirou.

Ashido terkekeh, ia menggosok hidungnya dengan bangga sembari membusungkan dadanya. Cengiran penuh percaya diri tersungging di bibir gadis itu. "Aku yakin kau juga akan suka dengan hal ini Ochako-chan."

"Eh?" Ochako mengerjapkan kedua matanya tidak mengerti tapi ia juga merasa penasaran.

"Coba keluarkan ponselmu."

Ochako menuruti begitu saja perkataan Ashido. Gadis pinky itu sudah beringsut mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Jemari gadis itu mulai mengetik sebuah alamat website sesuai yang diberitahu oleh Ashido. Ochako menyipitkan kedua matanya saat ia membaca nama dari website itu.

Boys Dorm.

"Nah sekarang masukkan nama Bakugou Katsuki di sini."

Lagi-lagi Ochako menuruti perkataan Ashido. Lalu detik berikutnya manik bulat Ochako melebar mendapati banyak foto Katsuki yang tersimpan dalam website itu.

"A-ashido-san ... apa maksudnya ini?"

Ashido tersenyum lebar. "Ini website yang secara khusus mengumpulkan fakta-fakta menarik seputar para cowok di U.A lengkap dengan foto-foto mereka yang diambil secara diam-diam. Aku tidak tahu siapa yang membuat website ini dan lagi ... hanya orang-orang tertentu yang mengetahui hal ini." Ashido Mina menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri. "Ingat ini rahasia kita. Jangan sampai ada yang tahu hal ini, apalagi cowok-cowok di asrama kita."

Ochako tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir kenapa Ashido bisa menemukan hal menarik semacam ini. Sekarang ia bisa memperhatikan berpuluh-puluh foto kekasihnya tanpa harus mengambil foto Katsuki secara diam-diam. Ochako tahu Katsuki tidak begitu suka tersorot oleh kamera karena itu lah ia hanya memiliki sedikit foto Katsuki. Kebanyakan foto mereka berdua. Ochako berpikir siapa pun yang membuat website ini ia benar-benar hebat. Dapat mengambil foto para cowok U.A tanpa tertangkap basah.

Ochako lalu mengklik sebuah halaman yang menyertakan fakta Bakugou Katsuki.

'Bakugou Katsuki, 20 April ... berpacaran dengan Ochako Uraraka.'

Pipi Ochako terasa panas saat ia menemukan namanya di sana. Ia tidak mengira bahwa website itu juga membahas kisah percintaan antara ia dan Katsuki. Bahkan ada beberapa foto dia bersama Katsuki meski pun tidak begitu banyak. Ochako bertanya-tanya dalam hati kapan dan di mana foto itu didapatkan?


Bakugou Katsuki mengulurkan tangannya hendak mengetuk pintu kamar Ochako tapi gerakan tangannya terhenti begitu saja. Katsuki menghela napas kenapa ia harus mengetuk pintu terlebih dahulu? Padahal biasanya ia asal masuk begitu saja ke dalam kamar gadis itu kalau pintunya tidak terkunci.

Tanpa berpikir dua kali lagi Katsuki membuka pintu kamar Ochako dan masuk ke dalam.

"Oi round face kita harus bicara."

Katsuki menyipitkan kedua matanya lagi-lagi ia melihat Ochako yang tengah berkutat dengan ponselnya. Gadis itu tampak terkejut dengan kehadirannya, seperti kemarin-kemarin Ochako berusaha menyembunyikan ponselnya dalam pandangan Katsuki. Tapi usahanya percuma ponselnya terjatuh ke bawah kasurnya. Wajah Ochako memucat, ia yang sedang berada dalam posisi tengkurap di atas kasurnya berusaha bangkit berdiri dan mengambil ponselnya. Akan tetapi Katsuki bergerak lebih cepat pemuda itu berhasil mengambil ponsel Ochako.

"B-bakugou-kun ..." Ochako tergagap terlihat panik sekali.

Katsuki bergeming menatap layar ponsel gadis itu yang menghitam. Itu mudah, ia tinggal mengotak-atiknya mencari password gadis itu. Setelahnya ia akan tahu sebenarnya apa yang sedang disembunyikan gadis itu darinya.

"K-kembalikan ponselku." Ochako merengek berusaha merebut ponselnya. Percuma, Katsuki dapat bergerak lebih gesit darinya. Pemuda itu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi agar Ochako tidak bisa meraih ponselnya. "Ugh ..." Ochako menggigit bibir kesal bersiap mengaktifkan quirknya.

"Kalau kau memakai quirkmu, quirkku bisa lebih cepat meledakkan ponsel ini."

Ochako membelalakkan kedua matanya. "Itu ponselku. Meski pun kita berpacaran kau tidak punya hak menghancurkan barangku."

Katsuki mendengus. Perkataan Ochako memang benar tapi ia tetap tidak ingin mengembalikan ponsel itu. Sebelum rasa penasarannya terobati.

"Kalau begitu jawab aku. Apa yang baru saja kau lakukan?"

"Eh?"

"Jangan pura-pura tidak tahu angel. Belakangan ini kau bersikap aneh sering melihat ponselmu dan tersenyum-senyum sendiri dan segera menyembunyikan ponselmu saat aku muncul. Memangnya kau pikir aku tidak sadar dengan perubahan sikapmu?"

" ... " Ochako membuka kedua belah bibirnya tapi tidak ada satu pun kata yang keluar dari sana. Gadis itu merasa bingung sendiri harus menjawab bagaimana. Mana mungkin ia mengatakan sejujurnya bukan? Kalau belakangan ini ia sering mengamati website misterius itu hanya untuk melihat foto-foto Katsuki. Bertingkah seperti seorang fangirl untuk pacarnya sendiri.

Katsuki mendengus melihat gerak-gerik Ochako jelas sekali gadis ini tidak mau menjawab pertanyaannya. "Kalau begitu aku akan melihatnya sendiri."

"Hah?" Ochako menaikkan pandangannya. Kedua bola matanya kembali melebar melihat Katsuki yang mengutak-atik ponselnya memasukkan sebuah password. "JANGAN ..."

Terlambat, Katsuki dapat dengan mudah membuka ponselnya ia memasukkan tanggal lahirnya yang Ochako gunakan untuk password ponselnya. Seketika itu juga layar ponsel Ochako penuh oleh foto Katsuki, serta beberapa fakta pemuda itu.

"A-apa-apaan ini?" Katsuki tergagap terlalu terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Fotonya dalam berbagai pose terlihat di sana bahkan foto saat ia tertidur di taman sekolah atau di kelas. Apa kekasihnya bertingkah menjadi seorang stalker untuknya? Tapi saat ia melihat nama website konyol yang menyimpan foto-fotonya serta foto murid laki-laki lain di U.A membuat Katsuki sadar bukan Ochako yang telah memfotonya.

"Uraraka ... bisa kau jelaskan ini?" Katsuki menatap lekat manik bulat Ochako ponsel masih berada dalam genggamannya.

Ochako membeku merasa sangat malu karena tertangkap basah oleh Katsuki kalau ia tengah memperhatikan foto-foto kekasihnya sendiri. 'maaf Mina-chan rahasia terbongkar,' batin Ochako.

"Apa kau yang menjadi admin website konyol ini?"

"B-bukan." Ochako menggeleng cepat. "Aku mendapat itu dari seseorang."

Katsuki menyipitkan kedua matanya. "Dari siapa?"

Ochako membuang muka untuk kali ini ia tidak mau menjawabnya. Ini masalahnya menurut Ochako tidak bijak rasanya kalau ia menyebut nama Ashido Mina. Pemuda itu sadar kalau Ochako tidak mau memberitahunya. Tapi mengingat cerita teman-temannya mengenai tingkah aneh gadis-gadis lain di asramanya sepertinya Katsuki mendapat sedikit petunjuk mengenai siapa yang menyebarkan alamat website konyol ini kepada para gadis kelas A.

Katsuki menghela napas. "Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk memberitahuku kau mendapat ini dari siapa. Tapi ..."

Ochako menelan ludahnya awalnya ia merasa sedikit lega berpikir Katsuki akan melepaskannya begitu saja. Akan tetapi saat pemuda itu mengucapkan kata 'tapi' entah kenapa Ochako kembali merasa gugup. Rasa gelisah menyerang dirinya lagi kenapa Katsuki tidak melepaskannya begitu saja?

"Kenapa kau melakukan ini?"

"A-apa?" Ochako mengerjapkan kedua matanya cepat melirik ke arah Katsuki dengan takut-takut.

Katsuki berdecak. "Maksudku kenapa kau membuka website ini? Apa kau melihat foto cowok lain?" Mendadak Katsuki terlihat cemburu. Di website itu juga ada foto-foto Midoriya 'kutu buku sialan' yang Ochako dulu sempat naksir dengannya. Ada juga foto Todoroki, yang dicap sebagai pemuda paling tampan dari kelas mereka. Tidak heran bukan kalau Katsuki menaruh rasa curiga?

"Mana mungkin ... aku membuka website itu hanya untuk melihat foto Bakugo ..." Ochako terlonjak wajahnya merah padam karena membuka kartunya sendiri. Melihat manik merah Katsuki yang membelalak kaget membuat Ochako semakin salah tingkah, kontan saja telapak tangan gadis itu menutupi wajahnya yang sudah memerah. "Argh ... kenapa aku bisa keceplosan?"

Katsuki menutup mulutnya dengan tangan kanannya berusaha menahan senyumnya melihat tingkah gugup gadis itu yang terlihat lucu baginya. Tanpa dapat dicegah ia merasa berdebar senang mendengar pengakuan Ochako. Jadi ... gadis itu hanya memperhatikannya? Ochako akhir-akhir ini bertingkah aneh karena memandangi foto-fotonya secara diam-diam? Fotonya. Bukan foto laki-laki lain. Bukan foto Deku, Half-half bastard, Shitty hair atau cowok-cowok lain yang cukup populer.

Kalau sudah tahu seperti ini ... mana mungkin Katsuki tega menceramahi gadis ini bukan?

'memalukan ... benar-benar memalukan. Rasa-rasanya aku ingin melayang kabur lewat jendela.' Ochako terus menutup wajahnya, ia tidak tahu kalau Katsuki tengah berusaha menahan tawa akibat tingkahnya. Wajahnya terasa sangat panas dan Ochako berpikir bisa-bisa ia mengeluarkan asap dari kepalanya sendiri.

"Angel."

Ochako tersentak dengan sekali tarikan Katsuki berhasil menarik kedua tangannya dari wajahnya sendiri. Gadis itu tentu semakin panik tepat saat netra merah itu bertemu dengan bola matanya.

"Sialan! Tatap aku Uraraka." Katsuki merasa gemas, Ochako tetap saja berusaha menolak bertatapan dengannya. Pemuda itu kini menangkupkan kedua tangannya ke pipi bundar Ochako, menekannya gemas hingga membuat bibir gadis itu mengerucut lucu.

Katsuki menggigit bibirnya. Sialan! Gadis ini imut sekali seperti boneka jepang.*

"Kenapa kau harus membuka website konyol itu kalau kau bisa sepuasnya memandangiku?"

Ochako terdiam. Ah ... benar. Kenapa ia harus bertingkah seorang stalker kalau ia bisa menatap Katsuki dalam jarak yang sedekat ini? Sepuasnya. Tanpa ada yang mengganggu. Ochako merasa betapa bodohnya dirinya.

Katsuki menyeringai ketika manik bulat itu mengamati wajahnya lamat-lamat. Tangan mungil itu bergerak menelusuri rahang dan pipi Katsuki. Menyentuh rambut pirang yang terasa sangat lembut dikulitnya."Atau ... aku perlu membuka bajuku? Bukankah kau tadi sedang memperhatikan fotoku yang bertelanjang dada saat di kolam renang?"

"H-hah? B-bakugo-kun hentikan ..."

Katsuki pura-pura bersikap tuli, menggendong gadis itu dan membawanya ke kasur.

"Kau bisa menatapku dan menikmatiku sepuasnya, angel."

_FIN_

*Aku pernah baca di salah satu fanspage Kacchako. Di salah satu game bnha (aku lupa namanya hiks), Bakugou kasih julukan baru ke Uraraka. Wajah boneka atau boneka jepang. Entah lah aku lupa XD

Btw terimakasih sudah baca terutama yang sudah berkomentar maaf aku nggak bisa balas satu-satu :D