~A Cursed Animal~

DISCLAIMER!

Yaya (Boboiboy) milik Monsta

Non-profit and just a educational fiction

Untuk event #RamadhanMubarak Dan #rescuer dalam Komunitas Edufiction Boboiboy a.k.a #eduficentry

.

.

.

Suatu malam, di awal bulan yang mulia bagi umat muslim aku berkeliling sepanjang komplek mencari masjid yang memungkinkan untukku sholat tarawih. Namun tak satupun aku temukan yang bisa ku jejakkan kaki

Benar, karena virus covid-19 ini yang membuat masjid terpaksa ditutup sementara. Aku tak perlu khawatir, setidaknya aku masih memiliki tempat yang layak untuk menghadap ilahi

Di jalan komplek yang cukup lebar, angin berhembus menerpa hijab merah mudaku yang baru saja ku setrika serapi mungkin

Pohon mangga yang besar mulai menggoyangkan daunnya yang lebat, satu satunya spesies binatang mamalia yang bisa terbang mulai hinggap disana

Sekumpulan kaum ibu ibu satu grup komplek, yang memakan segala berita dari manapun, termasuk broadcast message yang belum tentu kebenarannya merasa geram melihat binatang yang sedang diam di salah satu dahan pohon mangga itu

Mereka mulai mengambil batu batu besar yang ada di sekitar lalu melemparnya tanpa berhenti

"Dasar kau pembawa sial"

"Pasti mau bawa itu virus korona ya"

"Sialan kau!"

Belum sempat aku menenangkan para ibu ibu yang mengamuk pada hewan tak bersalah itu, lemparannya mengenai sasaran

Kelelawar itu pun terjatuh ke tanah, dengan luka yang membuatnya tak mampu mengepakkan sayapnya lagi

"Matilah kau, hewan sial!"

Seketika setelah melampiaskan amarahnya kepada sebuah kelelawar, mereka pun pergi lagi, dimana grup mereka melaksanakan arisan

Aku mendekat ke hadapan sang kelelawar, dia seperti mengaduh kesakitan yang tak bisa manusia ketahui

Tanpa menghiraukan angin yang berhembus, aku membawa kelelawar itu ke rumah untuk ibuku obati. Kebetulan beliau penyayang hewan juga

Gema adzan isya sudah berkumandang, aku pulang karena memang tak ada masjid yang mengadakan sholat berjamaah

"Lho, Yaya sudah pulang?"

"Iya Bu, masjid semua ditutup"

Ibuku menengok apa yang aku bawa, dan menanyakan bagaimana dia bisa terluka

Aku hanya menjawab jujur, bahwa kelelawar ini cedera karena dia dianggap binatang terkutuk penyebab wabah corona yang sedang merebak saat ini

"Ish, itu jika mereka makan kelelawar mentah. Lagipula kasihan dia pun tak bersalah ni" tukas ibunda Yaya

Tak lama dia mengambil peralatan pertolongan pertama yang bisa membantunya lebih baik

Sepanjang dua puluh sentimeter kain kasa steril dibalutkan di sayapnya yang terluka, kini sang kelelawar pun nampak bahagia

Aku dan ibuku masuk dalam rumah, mempersiapkan diri untuk sholat mandiri dengannya

Setiap hari, semasa masa penyembuhan kelelawar itu, kami selalu memberinya makanan berupa buah buahan

Barulah setelah beberapa pekan dia cukup kuat mengepakkan sayapnya kembali, dengan bahasanya sendiri dia mengucapkan terimakasih pada kami, walaupun sebenarnya tak mengerti

Kelelawar itu pun terbang bebas kembali, menjauh dari kerumunan ibu ibu komplekku juga

.

.

.

Aku pernah mendengar salah satu pendapat yang nyatanya cukup valid, bahwa membasmi kelelawar justru dapat memberikan efek yang berlawanan terhadap penyebaran penyakit

Karena habitatnya dirusak, justru karena perubahan ekosistem yang disebabkan oleh manusialah yang menjadi penyebab utama kemunculan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari satwa liar ke manusia

Rasanya cukup tenang bagiku setelah dia terbang bebas di udara

HALO! TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SAMPAI SINI!

Baru muncul sekian lamanya bertapa /g

Salam, Faraizeru02 sekali lagi makasiii ❤