The Marriage

Suara desahan mengisi heningnya malam di sebuah ruangan kamar luas milik sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Jeon Jungkook dan Jeon Taehyung. Pasangan dari kalangan konglomerat yang menikah karena perjodohan. Pernikahan mereka hanya sebatas bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Kim Taehyung anak semata wayang Kim tidak ingin meneruskan perusahaan besar sang ayah yang bergerak di industri otomotif. Sehingga membuat sang ayah memutuskan untuk menjodohkannya dengan pemuda tampan bermarga Jeon tersebut, untuk kemudian menggantikannya menjadi penerus perusahaannya kelak.

Sedari kecil Taehyung hanya mencintai satu hal. Alat musik Piano. Taehyung kecil sangat menyukai saat jari-jemarinya menekan tuts hitam putih pada piano, menghasilkan nada-nada dan menjadikannya suatu melodi yang indah. Taehyung mencintai piano seperti ia mencintai dirinya sendiri. Piano adalah sebagian hidupnya. Semakin beranjak dewasa Taehyung memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang pianis terkenal suatu saat nanti. Dan mimpi pemuda berparas menawan itu menjadi kenyataan berkat passion dan kerja kerasnya selama 18 tahun menekuni piano. Ia kini menjadi pianis terkenal kebanggaan Korea Selatan diusianya yang memasuki 24 tahun.

Jadi Taehyung menyetujui perjodohan ini karena ia ingin terbebas dari penerus perusahaan Kim. Taehyung tidak sudi dan tidak akan rela melepaskan apa yang sudah diimpikannya selama bertahun-tahun.

"Aaaakhh... sakit Jeon" rintihnya menahan perih saat kejantanan besar sang suami berhasil masuk memenuhi lubangnya.

"Kau terlalu menjepitku. Sial ini nikmat sekali" Pemuda tampan itu langsung menghentak kasar penisnya begitu masuk, menciptakan erangan kuat dari pemuda manis dibawah kungkungan nya yang sibuk mendesah dan menangis.

"Shit! Jangan ketatkan lubang mu Tae. Aku bisa keluar" ucapnya vulgar sambil menggeram nikmat. Jungkook melebarkan kedua tungkai Taehyung, membuat si pemuda manis semakin mengangkang, menunjukkan lubangnya yang penuh terisi penis besar dan perkasanya. Mengeluarkan penisnya sesaat lalu melesakannya semakin dalam hingga mengenai prostat Taehyung.

"Aaaaahhh... Jungkook!" detik berikutnya, Taehyung orgasme dan mengeluarkan cairannya hingga mengenai perut kotak-kotak sang suami. Melihat Taehyung yang sudah sampai, badan berpeluh keringat dan sperma, mata terpejam menikmati orgasme, bibir bengkak hasil ciuman ganas dan gigitannya, serta ruam merah hampir disetiap jengkal tubuh sungguh pemandangan yang sangat seksi dan membuatnya menjadi sangat terangsang. Jungkook betul-betul buas menghajarnya malam ini.

Jungkook semakin mempercepat gerakannya saat sudah berada dipuncak nafsu hingga beberapa hentakan berikutnya pemuda tampan itu sampai dan mengeluarkan spermanya didalam Taehyung. Napas pemuda Jeon itu terengah-engah selagi penisnya mengeluarkan cairan kental putih yang belum juga berhenti hingga memenuhi perut Taehyung.

Jungkook sering melakukan sex baik dengan mantan-mantan pacarnya maupun dengan jalang sewaan, dan ia mengakui sex bersama Taehyung adalah sex ternikmat yang pernah dilakukannya.

Tidak, Jungkook tidak boleh kecanduan karena akan bahaya bagi hormonnya yang suka meledak-ledak tidak tau waktu dan tempat.

Setelah penisnya berhenti mengeluarkan sperma didalam tubuh kurus suami kecilnya, Jungkook segera mencabutnya menimbulkan desahan tertahan dari keduanya. Lelehan sperma bercampur darah keluar dari lubang Taehyung, ternyata Jungkook orang pertama yang mengambil kesuciannya. Entah kenapa hal itu membuatnya resah. Pantaskah ia mendapatkan nya?

'Pantas ketat sekali jepitan lubangnya' Batin Jungkook penuh hal kotor.

"Kau keras lagi Jeon" lirih si pemuda manis begitu matanya melirik penis sang suami yang kembali mengacung tegak, menantang.

Dasar penis sialan.

Setelah aktivitas sex yang melelahkan, pengantin baru tersebut baru tertidur menjelang subuh dan bangun saat matahari sedang teriknya.

Jeon Jungkook duluan yang pertama bangun. Ia segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang bau sperma, jejak percintaan mereka.

Mereka tidak bercinta. Mereka melakukan sex. Lupakan pernyataan cinta dan kata-kata romantis, karena diantara mereka berdua tidak ada yang melakukannya. Semua itu hanya tuntutan hasrat seksual saja.

Saat Jungkook sudah selesai mandi dan keluar dengan bathrobenya, ia tidak menemukan pasangan hidupnya diatas kasur. Pemuda manis itu tidak berada di dalam kamar. Segera Jungkook keluar dan menemukan suaminya ternyata berada didapur, sedang memasak omelet dengan hanya kemeja putih kebesaran miliknya. Tanpa bawahan sama sekali. Apa pemuda manis itu sengaja ingin menggodanya? Atau hanya dirinya saja yang kelebihan hormon dan mudah sekali terangsang.

"Taehyung sedang apa kau?" tanya Jungkook. Terlihat sekali basa-basinya. Pemuda tampan itu hanya tidak tau harus membicarakan apa. Rasanya canggung sekali. Sebelum ini mereka tidak pernah berbicara satu sama lain, Pertemuan mereka pun hanya terjadi dua kali, pertama sewaktu jamuan makan malam yang diadakan di mansion Keluarga Jeon, dan yang kedua saat perayaan ulang tahun pernikahan keluarga Kim. Itupun tidak ada percakapan panjang hanya sapaan singkat oleh keduanya.

"Sedang masak omelet. Tidak ada bahan makanan sama sekali kecuali telur dan roti gandum. Sepertinya kita harus belanja bahan makanan Jeon" Sahut sang pasangan hidup tanpa menoleh kearahnya. Terlihat sekali sibuk dengan masakannya.

"Nah sudah matang. Maaf hanya ini saja yang bisa kubuat" Taehyung meletakkan sepiring omelet dihadapan Jungkook dan segera menuangkan air di gelas suaminya. Jungkook memakan sarapan nya dengan tenang. Walau yang tersaji sangat sederhana tetapi rasanya enak sekali. Tidak menyangka Taehyung jago memasak.

"Lumayan" Komentarnya singkat. Taehyung hanya tersenyum kecil mendengarnya. Ia berdiri dan beranjak untuk mandi, tidak tahan dengan badannya yang lengket dan bau sperma.

"Tidak makan?" Jungkook tau ia hanya basa basi. Tetapi harus terlihat sejelas itu kah? Taehyung seperti menghindarinya. Dan Jungkook sedikit tersinggung jika apa yang dipikirkan nya ternyata benar.

"Nanti saja, aku mau mandi dulu"

"Apa kamu sedang menghindariku?" Taehyung jelas terkejut dengan pertanyaan sang suami. Sepertinya Jungkook salah paham.

"Untuk apa? Aku hanya merasa gerah dan butuh mandi sekarang" Jungkook berdecih, selera makan nya hilang seketika .

"Jadi kau merasa gerah dekat-dekat dengan ku? Apa harus terlihat sejelas itu?" apalagi ini. Taehyung tidak habis pikir dengan tuduhan tidak berdasar tersebut. Ia hendak membalas perkataan Jungkook tetapi tubuhnya sudah terlalu lelah hingga rasanya berdebat akan membuang-buang energi saja.

"Tidak Jeon. Tolong jangan salah paham. Aku hanya butuh mandi sekarang"

"Baiklah terserah mu saja" Menghempas sendok kasar, Jungkook bergegas pergi meninggalkan meja makan. Tanpa menyahuti teriakan lemah Taehyung-karena suaranya yang sudah habis sibuk berteriak semalam.

Hari itu Taehyung baru menyadari betapa sensitifnya seorang Jeon Jungkook, suaminya.

"Jungkook! Tunggu! Kenapa makanannya tidak dihabiskan?"

Pemuda sensitif itu menghentikan langkahnya. Menatap datar Taehyung dengan senyum sinisnya.

"Aku gerah butuh udara segar"

Dan betapa pendendamnya pemuda Jeon itu.

"Tunggu, kau marah"

"Untuk apa? Sudah mandi sana kau gerah juga kan" kenapa kata-katanya penuh sindiran sekali? Memicu pertengkaran saja. Sepertinya Taehyung benar-benar butuh mandi sekarang untuk mendinginkan kepala dan hatinya.

Taehyung hanya berharap agar siang itu cepat berlalu.

Pernikahan tanpa cinta ini,

Pernikahan tanpa mengenal dan memahami satu sama lain,

Pernikahan yang baru terjalin sangat singkat ini,

Bagaimana bisa mempertahankannya?

To be Continued

Halo semuanya. Ini pertama kalinya aku bikin rated m jadi maaf kalo adegan nya ga hot atau malah bikin kalian ilfil. Jangan lupa coment dan votenya kalau mau cerita ini terus lanjut :)

Gumawoyooo!