Ini fanfic Avatar: The Last Airbender pertamaku. I hope you guys like it! Gara-gara rewatch Avatar: The Last Airbender selama #dirumahaja, kemudian terinspirasi dari pengalaman temen sekelasku di kampus, ditambah imajinasiku sendiri… Jadilah fanfic ini.

Warning: AU, ada rasa lokalnya (?), OOC… Em.. Silahkan nilai sendiri.

Disclaimer: Avatar: The Last Airbender doesn't belong to me.

.

.

.

-Zuko POV-

Hello. Zuko here.

Sepertinya sudah tak ada lagi yang asing dengan malam Selasa dan malam Jumat. Apalagi bagi yang masih percaya dengan ketahayulan. Bukan, aku bukannya membesar-besarkan soal tahayul, aku hanya ingin menceritakan pengalamanku dengan hantu –yang sampai saat ini pun aku tidak tahu bagaimana wujudnya.

Aku mahasiswa semester 3 yang tinggal di kos-kosan milik almarhum Babah Kimkim. Bangunannya besar, kamar-kamarnya cukup luas dengan fasilitas kamar mandi di dalamnya. Terdapat 7 kamar di sini, empat diantaranya dihuni olehku dan ketiga temanku yang berbeda fakultas: Jet, Sokka, dan Aang. Tiga kamar lainnya dihuni oleh para senior. Lokasinya lumayan dekat dengan kampus, plus Wi-fi.

Kedengarannya nyaman, kan?

Tapi menurutku, kost ini cukup menyeramkan.

Perihal kapan dan bagaimana meninggalnya pemilik kos-kosan ini, aku tidak tahu. Namun ada cerita, katanya setiap malam Selasa dan malam Jumat (yang memang lagi sepi-sepinya), hantu Kimkim suka datang. Gentayangan di bangunan ini.

Dan katanya lagi, kalau hantu Kimkim datang, sepatunya suka digesek-gesekkan ke ubin sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya. Malah sampai mengetuk pintu segala, seperti minta dibukakan kuncinya.

Nah, semenjak mendengar cerita tersebut, setiap menghadapi malam Selasa dan Jumat rasanya beda. Apalagi kalau terbangun di tengah malam lalu teringat akan cerita hantu Kimkim, perasaanku jadi tidak karuan.

-

Suatu malam, aku dan ketiga temanku itu berencana menonton film horor. Streaming.

"Di kamarku saja," kata Sokka, "Kalian juga bisa tidur di sini. Besok libur nasional kan?"

Setelah mengunci kamarku, aku menuju kamar Sokka di sebelah sambil membawa bantal dan selimut. Di sana sudah ada Aang dan Jet.

Jadi, di sinilah kami, duduk berdampingan menghadap laptop Sokka yang menampilkan filmhoror sambil memakan kacang. Kami lebih terlihat seperti boyband kurang gizi dibandingkan anak kos-kosan ganteng.

Ketika ada jumpscare

"GYAAAA!"

Dan lampu di kosan pun mendadak padam. Sudah diotak-atik sedemikian rupa, sekeringnya tetap tidak berfungsi.

Bagus. Listrik mati, kos-kosan sepi (karena saat itu para senior yang tinggal di sana sedang melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan), dan kebetulan malam itu adalah malam Jumat kliwon. Malam yang dipercaya waktunya para makhluk halus berkeliaran. Begitupun hantu Kimkim yang katanya akan mendatangi kos-kosan ini.

-

Entah sudah berapa lama kami mengobrol diterangi senter handphone, rasa kantuk pun datang. Aku dan Sokka tidur di kasur lantai, sedangkan Aang dan Jet tidur di karpet.

Tengah malam ketika suasana sedang sepi-sepinya, aku terbangun karena ada suara dari dapur. Suara seperti seseorang sedang memukul-mukul meja makan.

Dar…! Dar…! Dar…!

Lalu terdengar suara lain.

Pluk. Pluk.

Kemudian hening.

Aku yang penasaran mencoba mengintip ke arah dapur dari kaca ventilasi di atas pintu. Tapi aku tak melihat apapun karena gelap. Akupun memutuskan untuk kembali tidur.

Baru saja aku akan membalikkan badan…

Srak… Srak… Srak…

Ada suara sepatu yang digesek-gesekkan ke lantai, yang kemudian disusul suara tongkat.

Srak… Trak… Srak… Trak…

Hiiy! Aku langsung meloncat ke tempat Sokka tidur saking takutnya.

Tak disangka, Sokka langsung bangkit sambil berteriak meminta tolong dengan nada bicara khas orang bangun tidur plus gemetaran, "WALAAAAN! WALAAAAN! HANU HIMHIIIM! AANG! TO...TO...TOLONG..!" (WALAAAAH! WALAAAAH! HANTU KIMKIIIM! AANG! TO...TO...TOLONG..!).

Sokka meronta kemudian meloncat ke tempat Aang tidur. Naas, sebelah dengkulnya tertekuk dan langsung menimpa perut temannya itu. Aang langsung berteriak kesakitan hingga kedua kakinya terangkat ke atas.

"HUADUUUUH!"

Dan Jet yang tidur di sebelahnya langsung terbangun karena mendengar teriakan Aang yang mirip orang sedang disuntik mati. Ujung-ujungnya mereka bertiga saling geser di pojok kamar. Sokka terus saja berkata, "Himhim...! Himhim…!"

Aku meraba-raba kasur, mencari handphone. Setelah itu aku menyalakan senternya. Aku mengarahkan cahayanya ke pojok kamar dimana ketiga temanku berada. Aku yang tadinya merasa takut karena hantu Kimkim mendekat, begitu melihat ekspresi teman-temanku di pojok, aku malah jadi ingin tertawa. Dan akhirnya tawa renyah itu keluar dari mulutku.

Seisi kamar jadi ribut setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sokka juga tertawa setengah kesal. Jadi katanya, waktu aku terbangun karena mendengar suara-suara di dapur, ia juga begitu. Mungkin ketika ia sedang fokus mendengarkan suara langkah Kimkim dan tiba-tiba ada yang meloncat ke arahnya, tentu saja aku disangka hantu Kimkim yang akan menangkapnya.

-

Bagaimana?

Maaf ya kalau jelek. Ini pertama kalinya bikin fanfic, dengan genre horor-komedi pula.

Jangan lupa reviewnya!

Thank you!