You're My Responsibility

By Aima KIM

Part 1

.

.

BTS Fanfic

.

.

Main cast :

Jeon Jungkook

Jeon Junghyun

Member BTS

Sejin Hyung (Manager)

.

Rate : T

.

Family/Brothership/Angst

.

Fic ini murni dari khayalan Aima. Jika ada kesamaan tempat dan adegan (?) Aima mohon maaf. Dan Character di fic ini bukan punya Aima.

STORY BEGIN !

Jeon Jungkook, pemuda berusia 18 tahun. Salah satu bagian dari boygroup BTS. Sedang menatap indahnya pemandangan Sungai Han di sore hari. Dapat ia lihat, banyak orang dengan berbagai aktivitas yang mereka lakukan. Ada yang bersepeda, bermain sepak bola, atau hanya duduk sama sepertinya, menatap riak air sungai han. Dari jarak dia duduk, dapat ia lihat sekumpulan pemuda yang sedikit lebih tua darinya sedang perform di sebuah panggung, tidak terlalu terlihat memang karena terhalang banyak orang yang mengerumuni mereka. Jungkook tersenyum, tersenyum pahit melihat pemandangan yang ia lihat.

Sakit ….. hatinya berdenyut nyeri. Tangan yang berada di atas paha itu mengepal kuat

Itu yang ia rasakan sekarang. Dance segalanya baginya. Bagaimana dia harus berlatih hingga ke luar korea, hanya untuk mengasah kemampuannya. Dia berharap dapat dilihat lewat kemampuan itu. Dengan dance, di dipertemukan dengan orang-orang yang sekarang bagaikan saudara baginya. TIDAK mungkin bisa dibilang keluarga.

Suara tepuk tangan menyadarkan khayalannya. Mereka sudah selesai ternyata. Penonton yang melihat mereka, langsung mengerumuni untuk sekedar meminta tanda tangan maupun berfoto bersama. Dia ingat masa-masa dimana ia masih bisa seperti itu.

Entahlah, kapan itu terjadi.

Sekumpulan remaja itu berjalan kearahnya mereka tak sendiri, ada seorang pria yang masih umur sekitar 25 berjalan di belakang mereka. Dapat dilihat peluh menetes turun dari wajah mereka. Padahal cuaca sedikit dingin sekarang. Jungkook tersenyum. Sesuatui terlintas dipikirannya

Manager hyung cocok juga kalau jadi bagian dari kami …

"Kalian hebat hyung… " acung Jungkook

Iya, mereka anggota BTS, hyungdeulnya. Keluarganya

"Kenapa kau sendirian Jungkook-ah ? Kemana Junghyun ?" Tanya sang manager, sembari mengambil handuk dan minuman dan membagikan ke anak asuhnya. Sejin hyung mengedarkan pandangan ke sekeliling, tak ada, pikirnya.

"Oh… Junghyunie hyung sedang ke vending machine, membeli beberapa minuman hangat katanya." Jawab jungkook sambil menunjuk kearah sang kakak pergi.

"Arraseo" sang manager duduk di sebelah jungkok duduk. Begitu juga yang lainnya. Dia menggenggam tangan Jungkook.

"Apakah kau kedinginan Jungkook-ah?" Jungkook menggeleng. Jin yang melihat percakapan itu, bergerak menuju tasnya. Dia mengambil sebuah selimut dari dalamnya. Dia sering membawa itu dalam tasnya. Jaga-jaga jika cuaca dingin. Dia membawanya ke depan Jungkook, memakaikan selimut itu di pahanya sampai menutup kakinya. Tak lupa dia membawa tangan jungkook untuk berada di bawah selimut yang ia kenakan.

"Tak usah berbohong, aku peka dengan cuaca dingin ini Jungkook-ah" jungkook hanya tersenyum meringis, ketahuan.

"Baiklah, kita istirahat dulu sebentar disini. Sekalian menunggu Junghyun hyung kembali. Tak apa-apa kan Sejin hyung ? kita masih punya banyak waktu kan?" Tanya RapMon sambil bersandar di pohon maple di belakangnya sambil menyesap cairan isotonic di genggamannya. Sang manager hanya mengangguk. Sedangkan yang lain mulai melakukan aktivitas mereka, ada yang mengecek handphone. Ada yang sedang mengobrol satu sama lain termasuk Jungkook. Sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka.

"Ah… maaf menunggu lama, entah kenapa vending machine nya antri sekali hari ini. Kalian pasti buru-buru akan pergi ke Gangwon-do. Aku jadi tak enak" sambil menggaruk yang tidak gatal. Dia Junghyun, kakak Jungkook.

"Gwenchanna hyung, kami masih punya banyak waktu. Tak terburu buru" Suga berusaha menghancurkan rasa bersalah Junghyun. Memang benar mereka masih punya banyak waktu.

"Apa itu untuk kami hyung ?" Jimin bertanya pada bungkusan yang dibawa oleh Junghyun. Sedikit berharap memang. Dasar anak kecil gumam Jin menggeleng melihat tingkah dongsaengnya.

"Ah iya… ini untuk kalian. Kalian sudah berusaha keras, tadi bagus sekali penampilan kalian" Junghyun mengangsurkan minuman yang dibawanya untuk dibagi dengan yang lain. Termasuk Jungkook.

"Junghyun-ah, ada yang ingin aku bicarakan." Tiba-tiba manager menepuk pundakku, mengisyaratkan untuk berbicara berdua denganku. Junghyunmengangguk mengerti. Mereka berjalan agak jauh dari mereka. Setelah dirasa cukup, mereka duduk di sebuah bangku.

"Jadi …" Perkataan Sejin hyung langsung dipotong oleh Junghyun.

"Pasti sulit ya hyung, dia bisa kembali lagi. Iya kan ?" Sejin hyung yang mendengarnya hanya menghela nafas pasrah. Dia tak tahu harus mulai dari mana.

"Entahlah, aku juga sudah berusaha, Junghyun-ah. Ini terlalu rumit. Tapi tolong ingat janjiku padamu dan Jungkook. Aku akan mengembalikan dia ke tempat seharusnya di berada. Dan pegang janjimu, jika kau tak akan meninggalkan Jungkook bagaimanapun keadaanya setelah ini. Mungkin dia akan terguncang dengan kabar yang mungkin sebentar lagi akan ia terima." Junghyun menatap tak percaya ke arahnya. Kenapa jadi seperti ini, apa yang akan adiknya rasakan jika ini benar-benar terjadi.

"Agensi ingin memutuskan kontrak dengan Jungkook, Junghyun-ah." Yang ia takutkan akhirnya akan terjadi pada adiknya. Belum cukupkah penderitaan yang diterima adiknya sekarang? Kurang beratkah beban adiknya, hingga dia harus menerima kabar yang pasti akan membuatnya sakit.

"Apakah sudah diputuskan Sejin hyung? Apakah Jungkook benar-benar akan dibuang? Inikah balasan mereka setelah apa yang Jungkook berikan pada mereka. GILA …. Ini benar-benar GILA!" Junghyun tak dapat menahan emosinya. Dia KECEWA sangat KECEWA.

"Belum, mereka masih ingin Junghyun-ah. Aku yakin mereka tak akan melepaskan Jungkook begitu saja." Sejin hyung mencoba menenangkan emosi Junghyun. Hah …. Sejin hyung menghela nafas untuk kesekian kalinya.

"Para pemegang saham di agensi menganggap Jungkook tak akan bisa pulih seperti sediakala lagi Junghyun-ah. Untuk apa tetap menandatangani kontrak dengan orang yang lumpuh yang hanya bisa duduk di kursi roda ?". Junghyun mendelik kearah Sejin hyung.

"DIA TAK LUMPUH HYUNG. KAU TAU ITU !" Dia berdiri di depan Sejin hyung. Dia paling benci jika ada yang menyebutkan adiknya LUMPUH. Dia hanya tidak bisa berjalan, berlari. Dia hanya tak bisa menggunakan kakinya untuk sementara.

"Aku akan datang ke kantor kalian hyung. Akan aku buat perhitungan jika itu terjadi. Tak akan aku biarkan Jungkook jatuh hyung. TAK AKAN!"

Adikku tak LUMPUH. Dia sehat. Dia pasti akan bisa berjalan lagi.

Akan kulindungi adikku. Apapun yang terjadi. Dia segalanya bagiku.

Dan akan aku cari orang itu, sampai matipun akan aku kejar dia

.

.

.

.

TBC

Halooooo …. Anneyong!

Aima balik bawa fanfic ke-2. Sekarang tentang BTS :D

Aima bakal lebih sering bikin fanfic yang pemeran utamanya si maknae :D

Jangan lupa review, :D

Sekedar info aja ya….

Disini kakak Jungkook, si Junghyun. Aku bikin lebih tua dari Jin. Tapi masih tua-an Manager Hyung kok XD. Dan buat manager Hyung, aku bikin tetap Sejin hyung :D.

Semoga kalian suka dengan Fic ini :D

Terima kasih