Kata orang jangan terlalu terpaku pada masalalu karena ia akan mencuri kebahagiaanmu hari ini dan mimli indahmu dimasa depan bisa sirna, tapi.. hidup memanh rumit yg sederhana itu cu. a. berbicara

Hari ini bisa kulihat mata silver itu kembali, aku tak tahan untuk tak menyapanya. Dan dalam dunia yang sekarang ini bukankah Ny. Weasley menyapa seorang Malfoy itu hal yang biasa?? sgala perbedaan telah ditiadakan. Perjuangan dunia sihir untuk kembali hidup dalam harmoni telah tercapai, walau sayang perjuanganku untuk mencintainya harus sirna. Terlalu bodoh jika Ron dan Harry tak tahu bahwa aku kau mantrai.? untuk membencimu. Terlalu bodoh jika aku tak tahu ramuan apa yang kau beri untuk ku teguk waktu itu. Tapi satu yang tak kau pahami Draco, mantra sihir, ramuan apapun di dunia ini akan kalah dengan cinta sejati. Waktu memang mempermainkan kita. Aku tak punya pilihan lain selain menerima lamaran Ron. Aku tak ingin meninggalkan kota ini, karena aku tahu suatu saat kau akan kembali. Mungkin bagi sebagian orang dan bagi dirimu akan lebih baik jika aku memilih Victor. Bersamanya dan pergi ke Bulgaria? Tidak. Aku cinta Inggris layaknya aku mencintaimu. Dan akan ku tunggu kau disini. Karena itu bersama Rin adalah hal yang paling baik. Dia sahabatku dan dia mengerti itu.

Yah... 11 tahun, dan akhirnya kau kembali. Aku tak mungkin lagi berpura-pura membencimu selayaknya kau mau, hatiku merontak untuk tersenyum padamu. Dalam hati ku merasa berdosa pada Harry, Ginny, Ron apalagi Rose. Aku tak mampu mencintai Ron dan melupakanmu. Aku tak mampu melakukan semua itu. Tapi kau punya Scorpius dan hatiku lebih terluka. Ternyata semudah itu kau jatuh lagi pada seorang wanita. Apakah benar kisah kita memang tak untuk jadi satu?? Aku rasa tidak, kau tak mungkin menghianatiku. Tak mungkin, tapi membayangkanmu mencium Astoria membuat hatiku lengah. Dia cantik, ayu, dan lagi sangat ramah. Tidak seperti aku, yang suka bersifat sarkastik. Kalian terlihat serasi tapi apa ini??? Aku tak bisa membencimu melebihi harapku untuk bersamamu. Kau tahu, Rose bukan anakku. Dia anak angkat kami. Kami mengadopsinya dan tak seorangpun tahu kecuali Professor kita yang baik hati itu, Minerva McGonagall. Dia membantuku mengurus segala hal, dia sudah seperti ibu bagiku. Kami mengadopsinya dari Panti Asuhan Orphanogia yang terletak di Brasil. Ibunya meninggal setelah melahirkannya dan ayahnya meninggal dua tahun kemudian dalam tugasnya sebagai Auror. Kasih sayang yang Ron dan Rose beri untukku tak cukup kurasa, karena hatiku selalu tahu bahwa yang aku butuh itu cinta, cinta seorang Draco Abraxas Malfoy.

Sayang, hari ini aku sadar cinta itu bukan lagi punyaku. Dia telah menjadi milik Astoria dan Scorpius. Scorpius dengan rambut ikal pirangnya dan mata hitam gelap ibunya menandakan bahwa dia adalah bukti cinta kalian. Gulitnya memang tak sepucat kulitmu, namun sebening kulit Astoria. Astoria telah melengkapi hidupmu Draco dan aku benci itu.

Harusnya hari itu setelah perang usai aku harus menemukanmu. Memelukmu, mengungkapkan semua rasa yang selama ini aku simpan. Aku bermain-main dengan waktu. Kupikir kita akan bertemu lagi. Bodohnya aku untuk kembali melanjutkan tahun ke7 ku di Hogwarts berharap kau juga akan kembali. Tapi apa aku tak mendengar kabar sedikitlun darimu. Jika saja pemutar waktu itu masih ada padaku, akan ku kembali ke masa itu, 2 mei 1998. Masa dimana aku membiarkan kamu pergi selamanya. Masih kuingat jelas gerak lambatmu yang pasrah dibawa Narcissca meninggalkan perang. Tapi pikirku kita pasti bertemu lagi. Aku tahu academic juga penting bagimu dan pasti kau akan kembali ke Hogwarts, kita akan bertemu. Nyatanya apa, Malfoy betul2 menghilang. Pagi itu, kelas transfigurasi, McGonagall datang dengan wajah lesu, menghampiriku. Diberikannya Daily Propeth. Wajahmu terlihat disana, tak senyum, pucat dan datar. Astoria yang cantik dengan gaun putihnya tersenyum manis, perutnxa sudah sedikit membuncit dalam balutan gaun putih itu. Berita pernikahanmu sekaligus kehamilan anakmu dan Astoria. Langitku runtuh. Untuk pertama kali dalam hidup aku tak menghabiskan bacaan yang aku baca, bahkan judulnyapun tidak. Ku tinggalkan kelas dengan susah payah. Tahun ke 7 itu betul-betul. menyiksaku. Tak ada Harry, tak ada Ron, dan tak ada dirimu. Tapi kubisa melewatinya. Aku bisa melewati semua. Hingga saat ini, 11 tahun berlalu,. namun rasa itu tak pernah berlalu.

Kuberanikan diri melambai padamu. Menyapamu. Berharap sedikit melihat pancaran matamu. Cahaya yang bisa memberikan ketenangan dalam gelapku. Tapi kau menolak, membalikkan badan. Ah... ada apa ini??? jika semua telah selesai, kenapa kau tak sanggup melihatku sebentar saja?? Hatiku kembali berdetak kencang. Apa yang sebenarnya aku tak tahu???