KISS ME, KILL ME: chapter 10

Setelah menghabiskan waktu menikmati secangkir kopi dan bersenda gurau, Jongin, Ex'Act Line dan Jeno-Jaemin memutuskan untuk kembali kekediaman Sehun.

"Sepertinya kalian pulang saja, aku akan kembali ke apartemenku." Ujar Baekhyun.

Baekhyun berpisah dengan yang lain, kemudian menuju mobilnya. Saat duduk di kursi kemudi, pintu mobilnya terbuka dan Jongin masuk duduk di sebelahnya.

"Oh God! What are you doing?" Seru Baekhyun terkejut.

Jongin tersenyum, "Aku ingin bermalam di kota. Biarkan aku bermalam di apartemenmu."

"Hei, kau tidak bisa sembarangan. Kau harus meminta ijin Sehun terlebih dahulu." Jelas Baekhyun. "Aku tidak mau bertanggung jawab atas kau."

"Sehun membebaskanku untuk hari ini, asal bersama kau." Jongin memasang seat belt-nya. "Go! Go!"

Oh crap! Seru Baekhyun dalam hati.

"Kenapa kau tidak ke apartemen Sehun saja?" Baekhyun mencoba mencegah Jongin ikut bersamanya.

"Aku bosan dengannya." Jawab Jongin polos. "Melihat mukanya yang kaku membuatku bosan. Aku pikir bersama denganmu akan lebih menarik." Jongin mengangguk antusias. "Bukankah begitu?"

Shit! Baekhyun hanya bisa meringis. Keinginannya untuk berdua dengan Chanyeol tidak akan terlaksana malam ini.

"Baiklah kalau begitu. Kau harus bertanggung jawab, aku tidak ingin Sehun memotong gajiku!"

Baekhyun kemudian menjalankan mobilnya.

Seperti dugaan Jongin, semakin malam, semakin hidup pula kota ini. Lampu berwarna-warni menghiasi pinggir jalan. Banyak cafe yang dipenuhi oleh anak muda yang menghabiskan waktu bersama-sama. Semua ini terasa menarik untuk Jongin.

Sesampainya di apartemen Baekhyun, Jongin melihat sekelilingnya. Apartemen Baekhyun terbilang elit, bisa dilihat dari tinggi gedung dan interiornya. Di dalam terdapat dua kamar tidur yang cukup luas, ditengahnya ada ruang keluarga yang tersambung dengan dapur.

"Apa ini juga apartemen Sehun?" Tanya Jongin penasaran.

"Tentu bukan! Kau kira aku miskin? Tentu ini milikku, bahkan sebelum mengenal Sehun." Jelas Baekhyun.

Jongin terdiam, Ia berkonsentrasi pada perkataan Baekhyun. Tentu Baekhyun bukan orang miskin, seperti dirinya. Sungguh tidak berguna.

Baekhyun melihat perubahan di raut wajah Jongin, "Ah, sorry. Aku tidak bermaksud." Baekhyun mendekat, "Kau bisa istirahat disana," Bakehyun menunjuk kamar yang ada di sebelah dapur. "Bersihkan dirimu, akan kubawakan baju."

Tanpa menunggu lama, Jongin masuk kedalam kamar dan membersihkan dirinya.

Setelah berganti baju, Ia keluar kamar dan melihat Baekhyun mengenakan baju kasual namun catchy. Dark jeans dan baju satin bewarna silvery white-navy, tidak lupa sling bag-nya mampu membuat Baekhyun terlihat menawan.

"Kau akan pergi?" Tanya Jongin.

"Oh! Yeah... Chanyeol akan terlambat pulang, jadi aku akan pergi sebentar." Jelas Baekhyun dan bersiap-siap pergi.

"Kemana? Apa akan lama?"

"Akan kupastikan tengah malam aku kembali. Kau bisa menjaga dirimu sendiri kan?"

Jongin menggeleng. "Aku ikut!"

"Hell no! Membawamu kesini saja sudah resiko besar. Aku tidak ingin Sehun membunuhku."

"Ia tidak akan membunuhmu. Kau akan menjagaku. Bukankah begitu?"

Baekhyun kesal, tapi Ia tidak bisa marah. Setelah beberapa bulan mengenal Jongin, Baekhyun mengerti bahwa Jongin juga harus mengenal dunia luar.

Setelah diam beberapa saat, Baekhyun masuk ke dalam kamarnya dan keluar membawa beberapa pakaian milik Chanyeol.

"Kenakan itu, kita akan berangkat sebentar lagi." Baekhyun melempar pakaian itu pada Jongin.

.

.

.

Mobil yang Baekhyun kendarai memasuki area elit di perkotaan. Baekhyun membawa mobilnya ke sebuah gedung dan masuk ke basement. Setelah memakirkan mobilnya, Baekhyun dan Jongin turun, menuju pintu masuk.

Jongin melirik ponselnya, waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Seharusnya Ia sudah mengantuk sekarang, tapi karena bersama Baekhyun, Ia merasa excited.

Saat masuk ke dalam gedung itu dan menuju lantai teratas. Baekhyun dan Jongin cukup menjadi perhatian ketika keluar dari lift. Baekhyun yang terlihat berkelas namun disatu sisi juga imut dan Jongin dengan tampilan yang sangat berbeda dari biasanya. Baju yang menunjukkan belahan dada, dark jeans serta bucket hat membuatnya menawan.

Jongin samar-samar mendengar bunyi bass drop yang mampu memekakkan telinga. Ia melihat didepannya sudah berbaris orang-orang untuk mengantri masuk. Pakaian mereka sungguh classy dan fancy.

Baekhyun menuju pintu masuk, mengeluarkan sebuah kartu kepada bodyguard kemudian dibiarkan masuk. Tidak seperti orang-orang disebelahnya yang harus antri.

Masuk kedalam ruangan, mereka disambut dengan lorong gelap, semakin masuk ke dalam musik dan bass drop semakin terdengar jelas dan keras. Jongin belum terbiasa dan masih bingung.

Diujung lorong, Jongin disambut oleh banyaknya orang yang menari mengikuti irama.

Perlahan, Jongin mengikuti irama musik dengan menggerakkan kepalanya.

Baekhyun membawa Jongin menuju bar dan duduk disana.

"Bloody-mary one and Mojito one, please!" Seru Baekhyun pada bartender di depannya.

Ah, Jongin sudah ada perkembangan dalam minum alkohol sekarang. Namun toleransinya masih rendah terhadap alkohol.

"Baekhyun!" Jongin teriak, memanggil Baekhyun. Musik di dalam sangat keras membuatnya harus teriak. "Ini tempat apa?!"

"Ah, ini nightclub. Welcome to my world, Jongin. Kau bisa bersenang-senang." Baekhyun menepuk pundak Jongin.

"Enjoy your time, Sir." Bartender tadi menghidangkan dua gelas cocktail yang dipesan Baekhyun tadi.

Jongin mencicipinya sedikit. Mulutnya terasa segar karena mojito miliknya memiliki campuran lime dan fresh mint. Pengalaman baru untuknya.

"Jongin! Listen to me!" Baekhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Jongin. "Kau harus ingat, jika ketemu strangers dan mereka menawarimu minum segera tolak! Aku tidak ingin Sehun membunuhku! Got it?!"

Jongin bingung namun hanya bisa mengangguk. Ia dan Baekhyun kembali menikmati cocktail di hadapannya.

"Baekhyun Oppa?" Seorang wanita berseru dan mendekat, memeriksa apakah yang dipanggilnya adalah Baekhyun. "It is you! Oh my God, long time no see. I've miss you so much!" Wanita tadi memeluk Baekhyun.

"Krystal!" Baekhyun membalas pelukan wanita bernama Krystal tadi. "Aku terlalu sibuk untuk sekedar bersenang-senang." Baekhyun tertawa.

Krystal kemudian melirik Jongin dan Baekhyun bergantian. "New toy, huh?" Krystal tersenyum menggoda.

"You're crazy! This is Jongin," Baekhyun memperkenalkan Jongin, "Jongin this is Krystal, my bitches."

Krystal dan Jongin bersalaman. Krystal mengedipkan matanya sedikit menggoda Jongin.

"Come on, dance with us! The others are waiting!" Krystal menarik tangan Baekhyun dan Jongin menuju dance floor.

Krystal mencari jalan karena dance floor dipenuhi oleh banyak orang. Ia membawa Baekhyun dan Jongin tepat di depan DJ yang asik bermain dengan irama.

Di dance floor, Jongin berkenalan dengan banyak teman Baekhyun dan Krystal yang ramah-ramah. Semua temannya adalah tipikal yang tidak mencampuri kehidupan orang lain sehingga Jongin merasa nyaman.

Jongin mulai menikmati irama yang mengalun, tubuh yang kaku dan malu-malu perlahan berubah menjadi gerakan yang halus.

Baekhyun sesekali melirik Jongin, memeriksa Jongin tetap dalam keadaan aman.

Teman-teman Krystal memberikan wine bergilir langsung dari botolnya, membuat Jongin mau tidak mau juga meminumnya.

Keadaan semakin memanas diikuti irama lagu yang semakin cepat. Jongin terbawa suasana, Ia menggila.

"He's got a skill!" Teriak Krystal pada Baekhyun yang melihat Jongin mulai rileks.

"Yeah, I know!" Baekhyun tersenyum.

Baekhyun senang Jongin mulai beradaptasi dengan kehidupannya yang sekarang.

Mereka semua menikmati malam itu, membawa tubuhnya mengikuti irama.

Jongin yang mulai mabuk dan terlalu terbawa suasana, menari tanpa habis. Gerakan tubuh membawanya sedikit menjauh dari kumpulan Baekhyun dan Krystal namun tidak ada yang menyadari itu karena semua orang sibuk menikmati suasana.

BUG

Jongin terhuyung, Ia menabrak seseorang di belakangnya. Tidak lama sebuah lengan melingkar dipinggangnya.

Jongin berbalik, "Ma-maaf..."

Jongin melihat orang yang ditabraknya tadi. Jongin mendapati seorang laki-laki yang Ia tabrak tadi. Tingginya sama seperti Sehun.

Karena mabuk, Ia melihat Sehun dihadapannya. Jongin kemudian melingkarkan tangannya di leher pria itu.

"Kau mabuk." Ucap pria itu.

Ia tidak heran dengan tindakan pria yang memeluknya tiba-tiba ini karena itu sudah hal biasa ketika banyak yang menggodanya di club seperti ini.

Jongin hanya tersenyum dan mengerang menjawab pertanyaan pria itu.

"Apa kau sendirian?" Pria tadi menarik Jongin semakin mendekat dan membelai pipi Jongin dengan tangannya yang bebas. "Ingin kutemani?"

Jongin terbuai dengan belaian itu, "Mmhh... Sehun..." Ia memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada pria yang ada didepannya.

Tersisa jarak dua centimeter antara keduanya sebelum tubuh Jongin ditarik kasar.

"I'm sorry, he's drunk!" Baekhyun berteriak kemudian menopang Jongin, "Please, excuse me." Baekhyun panik dan membawa Jongin menjauh dari dance floor dan membawanya ke bar.

Baekhyun memanggil bodyguard dan meminta untuk membantunya membawa Jongin ke basement tempat Ia parkir.

Pria yang ditinggal tadi hanya bisa melihat pergerakan Baekhyun dan Jongin lalu tersenyum penuh arti.

.

.

.

Baekhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, hatinya berdebar.

Ia menggila.

"Oh my God! Oh my God! Aku pasti sudah gila!" Baekhyun yang tadinya sedikit mabuk, sekarang sudah sadar total. "Apa yang kau lakukan Baekhyun?! Bodoh!" Baekhyun memukul kepalanya sendiri.

Ia tidak berhenti gelisah.

Apa yang harus Ia lakukan?

Sesampainya di basement apartemennya, Baekhyun menelepon Chanyeol dan menyuruhnya turun untuk membantu membawa Jongin masuk ke apartemennya.

Chanyeol berlari, menghampiri Baekhyun yang bersandar dengan tatapan kosong di kap mobil.

"Hei, ada apa?" chanyeol mengelus kepala Baekhyun.

Baekhyun tidak merespon.

"Dimana Jongin?" Chanyeol sedikit khawatir sekarang.

Baekhyun hanya menolehkan kepalanya ke belakang.

Chanyeol mengikuti arah penglihatan Baekhyun, Ia melihat Jongin tertidur di kursi penumpang dengan pakaian yang terbuka.

"Cha-chanyeol..." Baekhyun memanggil Chanyeol.

Chanyeol membawa tubuhnya dihadapan Baekhyun.

Baekhyun menjatuhkan kepalanya di dada Chanyeol, "What should I do? Aku pasti sudah gila!" baekhyun membenturkan kepalanya berulang kali di dada Chanyeol. "Aku sedikit mabuk, aku kehilangan kontrolku sesaat, aku merasa senang sesaat. Sebelum kemudian Jong–" Ucapan Baekhyun terputus, napasnya terengah.

Chanyeol mengelus rambut Baekhyun, mendengarkan semuanya. Jantungnya berdebar.

"Jongin kemudian menghilang dari mataku. Aku pasti sudah gila!" Baekhyun membenamkan wajahnya lebih dalam di dada Chanyeol. "Ia bersama dengan Jongin. Ia–" Baekhyun bergetar, merasakan ketakutan.

Chanyeol terdiam. Ia tahu siapa yang dimaksud Baekhyun.

"Ia melihat Jongin. Jongin mabuk dan hampir menciumnya. Ia memeluk Jongin. Jang–" Baekhyun berhenti, mengatur napasnya yang memburu. "Jang Ki Yong tahu Jongin bersamaku."

Chanyeol menenangkan Baekhyun dipelukannya. "It's okay. Tenanglah..."

"Apa yang harus kulakukan. Sehun pasti akan membunuhku." Baekhyun bergetar, penglihatannya buram tertutup air mata.

"Tidak akan. Aku akan berbicara dengan Sehun."

Untuk sesaat, keadaan basement menjadi sangat hening. Chanyeol terus menenangkan Baekhyun.

Saat Baekhyun sudah tenang, Chanyeol menegakkan tubuh Baekhyun.

"Kau butuh istirahat. Tidak perlu khawatir, aku yang akan mengurusnya."

Chanyeol kemudian menopang tubuh Jongin dan membawanya masuk ke apartemen Baekhyun, diikuti Baekhyun yang terus menunduk selama perjalanan. Ia berdoa semoga Sehun mau memberinya belas kasih untuk besok.

.

.

.

Jongin membuka matanya, Ia merasakan kepalanya yang seperti terhantam batu berulang-ulang.

Apa yang terjadi? Jongin memijat kepalanya. Ia ingat sedang berdansa di dance floor bersama Baekhyun dan teman-temannya kemudian Ia tidak mengingatnya lagi.

Jongin melihat tubuhnya, bajunya sudah berganti dengan piyama.

Ia mencari minum di sebelahnya karena merasa perutnya yang tidak enak. Ia kemudian menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.

Ketika keluar kamar, Ia mendapati Baekhyun yang termenung di depan televisi. Televisinya menyala dan mata Baekhyun tertuju pada benda bergambar itu namun tatapannya kosong.

"Baekhyun..." Jongin memanggil Baekhyun.

"..." Baekhyun tidak merespon.

Jongin menghampiri Baekhyun dan duduk di sebelah Baekhyun, "Baekhyun!"

Baekhyun tersadar dan menoleh pada Jongin, "Ah, Jongin. kau sudah bangun?"

Jongin hanya mengangguk. "Apa yang kau lakukan?"

Baekhyun menggeleng.

"Aku lapar, apakah ada makanan yang bisa ku makan?" ujar Jongin.

"Ada sup pereda pengar, kau bisa memanasinya." Baekhyun menunjuk dapur dengan dagunya.

Jongin beranjak menuju dapur dan menyiapkan makanannya. Selama menikmati makanannya, Ia melihat Baekhyun kembali seperti semula, menatap kosong pada layar televisi.

"Dimana Chanyeol?" Tanya Jongin yang sedang mencuci piring.

"A-apa?" Baekhyun terkejut dan bertanya pada Jongin lagi.

"Apa Chanyeol sudah berangkat kerja?" Jongin bertanya lagi.

"Oh... ya." Baekhyun menjawab singkat.

Jongin mengangguk dan kembali duduk di sebelah Baekhyun. Ia merasa aneh atas sikap Baekhyun, tidak biasanya Ia seperti ini.

"Apa kau bertengkar dengan Chanyeol?" Jongin menebak-nebak.

Baekhyun hanya menatapnya lama, kemudian menggelengkan kepalanya menjawab Jongin.

Jongin memiringkan kepalanya, bingung apa yang terjadi.

"Lalu ada apa? Apa kau sakit?" Jongin meraba dahi Baekhyun, mengecek suhu tubuh Baekhyun. Namun kemudian menggaruh kepalanya sendiri, Baekhyun tidak panas.

Jongin menyandarkan tubuhnya dan membuka ponsel miliknya. Sebuah pesan dan notifikasi media sosial memenuhi layarnya. Sebuah pesan dari Sehun yang bertanya keadaannya dan notifikasi dari Krystal dan beberapa temannya yang mengajukan pertemanan serta menandai beberapa foto yang kemarin malam diambil bersama-sama.

Jongin tersnyum, semalam adalah hal yang menyenangkan untuknya.

"Aku merasa senang dengan acara kemarin malam. Apa kau akan mengajakku lagi?"

Tubuh Baekhyun menegang. Ia buru-buru menoleh pada Jongin dan mencengkeram kedua bahu Jongin.

Jongin hanya meringis karena perilaku Baekhyun yang tiba-tiba.

"Jongin, apa yang kau ingat tentang semalam?" Baekhyun menatap Jongin dengan serius.

Jongin bingung, namun ketika melihat Baekhyun yang serius Ia menjawab pertanyaan itu. "Aku ingat kita datang, berkenalan dengan teman-temanmu, berdansa dan minum bersama..."

Baekhyun masih menatapnya, "Tidak ada yang lain?"

Dahi Jongin mengerut, tidak mengerti maksud Baekhyun. Tapi Ia menggeleng. "Aku rasa aku mabuk dan tidak mengingat kejadian lainnya."

Baekhyun menghela napasnya, lega.

Jongin tertegun, "Apa aku merepotkanmu? Aku terlalu mabuk, maafkan aku." Jongin memeluk Baekhyun, meminta maaf.

Bakhyun membalas pelukan Jongin, melepaskan kekhawatirannya lewat pelukan itu.

.

.

.

Shtpnk's memo:

Sepertinya lagi hits ya cerita tentang perselingkuhan. Apa shtpnk buat cerita tentang perselingkuhan juga yaa?

Please kindly comment your favorite couple :)