KISS ME, KILL ME: chapter 11
Chanyeol melangkahkan kaki, mengikuti Sehun didepannya. Pikirannya melayang dan wajahnya kaku. Ia tidak merespon laporan-laporan dari para petinggi perusahaan selama perjalanan menuju ruangan Sehun.
"Kalian bisa pergi," ujar Sehun.
Chanyeol masih berdiri diam tidak jauh dari pintu.
Sehun menaikkan alisnya, "Chanyeol."
Chanyeol tidak merespon.
"Park Chanyeol." Sehun memanggilnya lagi dengan nada yang lebih ditekankan.
Chanyeol tersadar dari lamunannya namun Ia tidak bisa menatap Sehun langsung.
"Jika ingin terus melamun, lakukan saja di rumah. Jangan pergi bekerja!" Sehun menegurnya.
Chanyeol tetap bergeming, tidak menjawab dan tidak pergi.
Sehun yang kehilangan akal untuk menegur Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepala dan kembali pada pekerjaannya
DUG
Tiba-tiba Chanyeol terjatuh. Sehun menaikkan pandangannya, Ia melihat Chanyeol berlutut di tempat Ia berdiri tadi.
Sehun menghela napas. Ia mengambil rokok dan menyulutnya kemudian bersandar pada kursi kerjanya. "Apa yang kau lakukan kali ini?"
"Jongin..." Chanyeol sedikit bergetar.
Sehun sedikit terkejut. Ia berdiri dan mendekat ke arah Chanyeol. "Bicaralah yang jelas, Chanyeol."
Chanyeol terbatuk kecil, membersihkan tenggorokannya yang seperti tersangkut sesuatu, sulit untuk mengeluarkan suara.
Setelah mengatur napasnya, Chanyeol menceritakan apa yang terjadi. "Jongin meminta Baekhyun untuk mengajaknya ke nightclub kemarin malam dan berkata bahwa telah mendapat ijin darimu–"
"Dan Ia tidak memastikannya padaku?" Sehun memotong perkataan Chanyeol.
Chanyeol tahu ini adalah kesalahan Baekhyun, tidak memeriksa ke-valid-an perkataan Jongin.
"Maafkan aku!" Chanyeol menundukkan kepalanya semakin dalam.
Sehun menghembuskan asap rokoknya tidak merespon perkataan Chanyeol.
"Mereka bersenang-senang bersama, sebelum akhirnya Jongin..." Chanyeol berhenti untuk menelan air liurnya. Tenggorokkannya terasa kering. "Jongin bertemu dengan Jang. Jongin terlalu mabuk untuk mengenali bahwa itu bukan kau."
Perkataan Chanyeol terhenti ketika merasakan sesuatu menyentuh ujung kepalanya.
Sehun menodongkan pistol tepat di dahi Chanyeol, membuat Chanyeol mengangkat kepalanya.
"Sebenarnya apa yang dilakukan kekasihmu?" Sehun tertawa. Ia berulang kali membenturkan ujung pistol di dahi Chanyeol.
"Ma-maafkan aku!" Hanya kata itu yang bisa Chanyeol ucapkan.
Sehun kembali tertawa, "Hey, kau tidak perlu meminta maaf atas kesalahan kekasihmu."
Chanyeol menggeleng, Ia merasa bersalah karena tindakan ceroboh Baekhyun yang menjadi tanggung jawabnya juga.
"Ah, kau bahkan rela mati demi dirinya?" Sehun menekan pelatuk pistolnya, siap untuk menembak.
Chanyeol hanya bisa memejamkan matanya. Ia tahu resiko yang harus ditanggungnya. Hari ini Ia siap untuk mati.
"Hanya menjaganya saja pacarmu tidak melakukannya dengan benar. Apa aku salah mempercayakannya pada kalian?" Sehun mengusap wajahnya dengan kasar. "Ucapkan kata terakhirmu!"
Chanyeol diam.
"Tidakkah kau ingin pengampunan?" Sehun mulai emosi.
Chanyeol menggeleng. "Aku tidak meminta belas kasihmu. Ini murni kesalahanku dan aku harus menerimanya. Sekali lagi, aku minta maaf, atas nama Baekhyun."
Sehun memiringnya kepalanya, "Benarkah?"
DUAR
Sehun menembakkan isi pistolnya.
Chanyeol terjatuh.
Sehun tertawa dan turun mendekati Chanyeol. Ia menekan pundak Chanyeol yang terluka oleh goresan peluru yang Ia tembakkan. "Ternyata aku benar-benar mempercayai kalian berdua lebih dari yang kuduga."
Chanyeol merintih kesakitan. Kulitnya terbakar dan terbuka karena peluru yang melesat dengan cepat ke arahnya. Lantai disekitarnya sudah dipenuhi dengan darah.
Mendengar suara tembakan, beberapa anak buah Sehun masuk ke dalam ruangan Sehun untuk melihat apa yang terjadi.
Sehun berjalan kembali ke meja kerjanya. "Persiapkan dirimu dan pacarmu. Kalian ikut aku ke persta akhir pekan. Bawa Jongin juga, kuserahkan pada kalian."
Sehun kembali melaksanakan pekerjaannya.
Beberapa anak buah tadi membawa Chanyeol keluar untuk melakukan perawatan pada lukanya.
.
.
.
Di akhir pekan, Sehun sudah menyiapkan semuanya. Ia memberi tekanan pada Baekhyun untuk membantunya sebagai bentuk pertanggung-jawabannya.
Chanyeol tidak banyak membantu karena bekas luka jahitan yang masih basah di bahunya.
Sehari sebelumnya, Baekhyun pergi dengan Jongin membeli pakaian untuk digunakan di pesta. Ia ingin Jongin terlihat sempurna.
Ketika mengetahui bahwa Jongin diperkenankan untuk ikut serta di pesta teman Sehun, Ia tidak mampu menahan diri untuk tidak bahagia. Keinginannya untuk lebih mengenal Sehun, untuk bersosialisasi dengan teman-temannya, untuk terjun di dalam lifestyle dan bisnisnya membuah Jongin bersemangat. Ia juga ingin hebat seperti Chanyeol dan Baekhyun serta anak buah yang lainnya.
Sehun dan Jongin mengendarai mobil diikuti dengan Chanyeol dan Baekhyun. Hanya mereka saja yang pergi, Jongin sebagai partner Sehun sedangkan Chanyeol-Baekhyun dan pemilik pesta sudah saling mengenal.
Sesampainya di lokasi, mereka langsung masuk ke dalam. Pesta diselenggarakan di dalam kawasan pembangunan yang akan menjadi pusat hiburan di kota. Didalamnya terdapat sebuah nightclub mewah yang menjadi satu bangunan dengan restaurant, dan di sebelahnya ada hotel bintang lima. Semua ini adalah proyek keluarga Jang dan yang mengadakan pesta malam ini adalah putra tertua keluarga Jang, Jang Ki Yong.
Ketika mereka masuk ke dalam nightclub, tempat party diselenggarakan, mata Sehun bertatapan dengan Suho yang sedang berbincang dengan teman-temannya. Suho kemudian menghampiri Sehun.
Sehun melingkarkan tangannya dipinggang Jongin dan menariknya mendekat, "Kau bisa berkeliling. Jangan terlalu mabuk." Bisik Jongin tepat di telinga Jongin.
Jongin kemudian pergi meninggalkan Sehun.
"Awasi Jongin." Perintah Sehun pada Baekhyun yang kemudian mengikuti Jongin.
"Hey, kenapa kau tidak mengabariku jika kau datang?" Suho merangkul pundak Sehun sebelum ekor matanya melihat sosok Jongin, "Oh, kau membawa Jongin?"
Suho mengerutkan dahinya. Tidak biasanya Sehun pergi ke pesta seperti ini, terlebih dirinya membawa seseorang bersamanya. Biasanya pun Sehun datang ke pesta bersama Chanyeol, karena tujuannya untuk membuka relasi bersama orang-orang penting yang datang ke pesta.
"Kudengar salah satu direktur dari Shanghai Fire Cooperation hadir di pesta ini, apa kau ingin menyapanya?" Ujar Suho.
Sehun hanya mengangguk dan mengikuti Suho, dibelakangnya Chanyeol dengan setia mengikuti pergerakan Sehun.
Walaupun berlangsung di nigtclub, namun pesta ini merupakan pesta formal yang dihadiri tamu undangan dengan pakaian yang formal juga.
Saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, suara musik berhenti digantikan dengan bunyi lonceng yang menggema di seluruh ruangan. Seorang pria muncul di sebuah tangga yang tersorot oleh cahaya lampu. Pria itu mendentingkan gelas champagne di tangannya, meminta perhatian semua orang.
"Selamat malam, ladies and gentleman. Terima kasih karena kalian bersedia datang di acara sederhanaku ini." Pria itu mulai mengucapkan pidato untuk menyambut tamu-tamu undangan. "Sebelumnya aku juga mengucapkan terima kasih kepada Presdir Jang dan istrinya, Ibuku tercinta, yang sudah membuat manusia sempurna sepertiku dan membuatku mengadakan pesta membosankan ini," ujar pria itu yang membuat seluruh orang tertawa karena leluconnya. "Aku, Jang Ki Yong, berterima kasih atas doa kalian dan berharap kalian dapat menikmati pesta malam ini. Cheers!" Pria itu mengangkat gelasnya.
"Cheers!" Semua orang mengangkat gelasnya.
Lantunan lagu berubah menjadi lebih memanas, pesta yang formal perlahan berubah menjadi lebih liar. Wanita-wanita cantik dengan pakaian minim mulai berdatangan dari berbagai arah, siap untuk menghibur para tamu.
Suho bersiul, "Wow! Seorang Jang memang hebat!" Ia tidak sadar telah berteriak antusias. "Kudengar ada acara penutup di tengah malam nanti. Apa kau ikut?" Tanya Suho pada Sehun.
"Entahlah," Sehun menaikkan bahunya. "Aku berharap banyak padanya." Ujar Sehun misterius, matanya tertuju pada Jang Ki Yong yang turun dari tangga.
Di sisi lain, Jongin duduk di bar menikmati cocktail-nya. Ia merasa bosan karena sejak tadi Baekhyun meninggalkan dirinya dan sibuk berbicara masalah pekerjaan dengan seseorang tidak jauh darinya.
"Apa pestaku sangat membosankan untukmu?" Jang Ki Yong duduk di sebelah Jongin.
Jongin mengalihkan pandangannya dan menghadap Jang Ki Yong, terkejut karena kehadiran pemilik pesta dihadapannya. "Kau pemilik pesta..."
Jang Ki Yong mengangguk.
"Selamat ulang tahun, ini pesta yang hebat." Puji Jongin.
Jang Ki Yong tersenyum, "Thank you! Ah, pardon me. Aku Jang Ki Yong, dan kau?" Ia mengulurkan tangannya.
Jongin menyambut tangan itu, "Aku Kim Jongin." Jongin tersenyum, Ia senang bisa berkenalan dengan orang baru.
"Kau datang sendiri?" Tanya Jang Ki Yong.
Jongin menggeleng, "Tidak. Aku bersama Sehun dan yang lainnya."
"Sehun..." Jang Ki Yong menggumam. "Sepertinya aku baru melihatmu. Apa hubunganmu dengan Sehun?" Tanya Jang Ki Yong penasaran.
Jongin mengatupkan bibirnya, Ia bingung harus menjawab apa. "Sama seperti yang lain?" Kurasa... Jongin menjawab seperti bertanya.
"Tinggal bersamanya?"
"Ya, sama seperti yang lain." Jongin mengangguk.
Bukan sebuah rahasia lagi kalau Sehun memiliki anak buah yang tinggal bersamanya, jadi Jongin merasa percaya diri untuk menjawabnya.
Jang Ki Yong mengangguk-anggukkan kepalanya, "Tidur dengannya juga?"
Jongin mengentikan tangannya yang bermain dengan gelas, terkejut mendengarnya.
"Tidak, kan?" Jang Ki Yong tersenyum, menggoda Jongin.
Jongin hanya bisa tertawa canggung, tidak menjawab.
Namun sikap Jongin tersebut menambah keyakinan Jang Ki Yong tentang Sehun dan dirinya.
Jang Ki Yong menopang dagu di tangannya dan menatap Jongin, "Kau menawan seperti biasanya." Puji Jang Ki Yong.
Jongin terkejut, "Se-seperti biasa?" Ia merasa Jang Ki Yong sudah lama mengenalnya.
"Ah, kita bertemu di nightclub. Apa kau tidak mengingatnya?"
Jongin terdiam, Ia tidak ingat.
"Wah, sayang sekali." Desah Jang Ki Yong, Ia kecewa.
Jongin merasa tidak enak, Ia buru-buru berkata, "Ma-maafkan aku. Sepertinya aku terlalu mabuk saat itu dan Baekhyun membawaku. Apa yang harus kulakukan untuk menebusnya?" Jongin berkata polos, Ia benar-benar merasa tidak enak karena memperlakukan seseorang dengan buruk.
Jang Ki Yong berpura-pura berpikir, "Bagaimana kalau makan malam bersama? Aku rasa berteman denganmu tidak ada salahnya." Jang Ki Yong tersenyum, senyumannya sungguh ramah, mampu membuat siapapun terpesona dan jatuh di dalam perangkapnya.
Sebelum Jongin menjawab, Ia terhenyak karena sebuah tangan melingkari pinggangnya.
"Sorry, he's already booked." Sehun menaruh dagunya di bahu Jongin sehingga jarak diantara keduanya sangat dekat.
"Sayang sekali." Jang Ki Yong kembali mendesah kecewa.
Jongin kembali merasa tidak enak, "Aku bisa." Jawabnya dengan segera.
Sehun dan Jang Ki Yong terkejut dengan jawaban Jongin.
Jang Ki Yong tersenyum, "Bagaimana jika besok malam? Aku akan menjemputmu."
"No, he can't!" Sehun mulai menaikkan suaranya.
"Relax, dude. Jongin saja tidak masalah, kan?" Jang Ki Yong bertanya pada Jongin.
Jongin mengangguk, Ia hanya ingin menebus rasa bersalahnya.
Sehun mengepalkan tangannya dan tidak sengaja meremas pinggang Jongin. Seakan mendapat sinyal, Jongin tersadar bahwa Ia tidak melakukan itu. Hatinya bimbang.
"Anggap saja kau memberiku hadiah dengan hadir makan malam bersamaku," Jang Ki Yong buru-buru berkata saat melihat Jongin bimbang.
Jongin semakin bimbang.
Tatapan Sehun menajam, Ia menahan emosinya sekuat tenaga. Ingin rasanya memberi pelajaran pada Jang Ki Yong, namun Ia harus menjaga sikap karena banyak tamu penting di pesta ini.
"Hei, jangan menatapku begitu. Aku terlihat seperti orang ketiga sekarang." Jang Ki Yong tertawa mengejek, "Kalian tidak pacaran, kan?"
Raut wajah Sehun menggelap dan Jongin terpaku.
"Wow! Interesting." Jang Ki Yong berhenti setelah melihat perubahan ekspresi kedua orang didepannya. "Aku jadi semakin tertarik dengan Jongin, bagaimana ini?"
Sehun mengepalkan tangannya, siap untuk melayangkan tinjunya namun di tahan oleh Chanyeol yang memperhatikan di belakangnya. Sehun kemudian menghirup udara, menetralkan amarahnya.
Sehun bersiul nakal, "Tidakkah kau tahu, perjuanganku untuk mendapatkannya?" Sehun mengucapkan kalimat itu tepat ditelinga Jongin. Membuat Jongin mendesah kecil karena bibir Sehun yang bersentuhan dengan telinganya. "Jika ingin mendapatkannya, kau harus melangkahiku terlebih dahulu." Sehun tersenyum mengejek, "Ah, apa kau bisa melangkahiku?"
Kali ini Jang Ki Yong yang tersulut emosi. Ia berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Sehun. "Mari kita buktikan! Come on race with me!" Tantang Jang Ki Yong pada Sehun.
.
.
.
Sehun keluar dari nightclub dan pergi dari kawasan pembangunan itu. Tidak jauh dari area pembangunan, Yuta dan yang lain sudah menunggu Sehun.
"How is it?" Tanya Sehun pada Yuta.
"All clear! Hood vents, underbelly, diffuser, spoiler, all good. There's NOS too, just in case." Yuta melemparkan kunci mobil itu pada Sehun.
Mereka bertukar mobil dan menuju kembali ke area pembangunan.
.
.
.
