KISS ME, KILL ME: chapter 12
Pesta sudah berakhir di tengah malam, tamu-tamu penting sudah meninggalkan tempat. Namun tidak dengan teman-teman Jang Ki Yong, mereka siap untuk melakukan pesta penutup yaitu balapan liar.
Di luar gedung sudah berjejer mobil-mobil balap. Area jalan juga dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian sudah berganti dari pakaian formal menjadi pakaian yang lebih minim dan seksi. Musik yang menghentak kembali terdengar diikuti suara deru-deru mesin mobil dan motor.
Seorang pemandu acara kemudian naik ke sebuah mobil dan berseru di mic yang Ia pegang, "Okay, okay! Fire them up!"
Semua orang bersorak antusias.
"Tonight, Mr. Jang is ready to serve y'all! Give him a big round applause!"
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Semua menggila.
"Ssstt!" Pemandu acara mengisyaratkan semua orang untuk diam, "Bukan hanya itu. He's also ready to participate tonight. We're ready at ten."
Semua orang kembali bersorak lalu mulai membaur di kerumunan.
Jang Ki Yong sedang duduk di kap mobilnya, menunggu Sehun datang. Jas yang Ia kenakan sudah diganti menjadi kaos biasa, membuatnya terlihat jauh lebih muda.
"Apa kau yakin bertanding dengannya?" Pemandu acara tadi menghampiri Jang Ki Yong yang sedang berbicara dengan teman-temannya.
"Kenapa tidak? Ini ulang tahunku, aku bebas melakukan apapun."
Ketika itu suara gemuruh deru mesin mobil datang dari kejauhan. Diujung jalan terdapat lima mobil yang mendekat ke arah Jang Ki Yong.
"Here they come. It's on." Ujar pembawa acara itu pada Jang Ki Yong.
Mobil-mobil itu berhenti di depan Jang Ki Yong. Sehun keluar dari mobilnya dan dipenuhi sorakan disekelilingnya. Dibelakangnya ada Baekhyun, Yuta, Johnny, Taeyong dan Jaehyun, mereka cukup terkenal di kalangan elit tentang balapan.
"One race?" Tanya Sehun pada Jang Ki Yong.
"Woah, Sehun ikut balapan?"
"Ini menarik!"
"Sehun vs Jang Ki Yong, who will win?"
Sorak sorai memenuhi jalanan itu, mereka meminta adanya taruhan untuk menambah keseruan race.
"Okay, okay. 2.000.000 won per orang, winner takes all." Ujar pembawa acara itu.
"Don't forget about him too," Jang Ki Yong menunjuk Jongin yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Siulan dan sorakan menggema semakin liar di malam ini.
Jongin yang ditunjuk hanya bisa memeluk dirinya sendiri, belum mengerti keadaan di depannya.
Sehun menaikkan satu alisnya, "Of course."
"Okay, the race starts in five minutes! Let's go!" Teriak pembawa acara itu.
Semua orang berhamburan menuju mobil masing-masing dan bersiap menuju lintasan balap.
Mobil Sehun dan mobil Jang Ki Yong berdampingan satu sama lain. Mobil mereka sudah di kelilingi orang-orang yang siap mendukung siapapun pemenangnya.
"Hey, back up, back up. Get off the street." Pembawa acara itu menyuruh semua orang untuk menjauh dari mobil Sehun dan mobil Jang Ki Yong.
Deru mesin dari kedua mobil saling bersahut-sahutan, meramaikan teriakan-teriakan di sekelilingnya.
Jang Ki Yong menatap Sehun dengan senyuman liciknya, Ia siap untuk mengalahkan Sehun.
Sehun hanya melihatnya datar, sudah lama Ia tidak terjun di dunia balap lagi.
Seorang wanita dengan bra dan mini-skirt berjalan ke antara dua mobil itu, Ia menunjuk mobil Sehun, "You ready?"
Sehun menjawab dengan deru mobilnya.
Wanita itu menunjuk mobil Jang Ki Yong, "I know you're ready!"
Deru mobil Jang Ki Yong menjawabnya.
Wanita itu melambaikan kedua tangannya dan menunduk, "Go!"
Sehun menginjak pedal gasnya terlebih dahulu, membuatnya unggul dari Jang Ki Yong. Dengan cepat Ia mengganti tuas persnelingnya. Spidometer di mobilnya terus melunjak, menunjukkan kecepatan mobilnya yang berubah drastis.
Jang Ki Yong terus berdoa dalam hati, biarkan aku menang kali ini! Biarkan aku menang! Ia mengatupkan bibirnya.
Jarak antara Jang Ki Yong dengan Sehun semakin menipis. Perlahan Ia bisa mendahului Sehun.
"Yes!" teriaknya kencang.
Sehun hanya mengangkat kedua alisnya. Ia menginjak gas lebih dalam. Kap mobilnya menempel dengan bagasi mobil Jang Ki Yong.
Jang Ki Yong yang melihat itu sempat panik. Ia terus menerus mengecek kondisi Sehun melalui kaca spion. Konsentrasinya terpecah. Saat Ia melihat ke depan, ternyata ada tikungan tajam. "Shit!" Ia buru-buru membanting setir mobil, membuatnya bergoncang dan hampir tidak terkendali.
Sehun yang melihat celah itu hanya bisa menginjak gasnya lebih dalam dan masuk di celah antara tikungan dan mobil Jang Ki Yong. Ia berhasil mengungguli Jang Ki Yong.
Jang Ki Yong mulai mengejar ketertinggalannya.
"You ain't passing me." Ujar Sehun. Ia memblokir jalan dengan menggerakkan mobilnya asal, membuat Jang Ki Yong sulit untuk menyalip.
Jang Ki Yong yang kesal dan tidak mau dikalahkan akhirnya menekan tombol di setirnya, menyalakan NOS untuk memicu kecepatan mobilnya dua kali lipat. "Woah! Go to go, dude!" Teriaknya saat melewati mobil Sehun.
"Too fast." Ujar Sehun santai.
Sehun sangat mahir mengendalikan tangan dan kakinya sehingga gerakan harmonis itu mampu mempercepat laju mobilnya. Jarak jauh yang tadi dihasilkan sekarang kembali menipis.
"Last turn!" Teriak Jang Ki Yong. Ia membanting setirnya untuk berbelok namun karena dorongan mobil yang terlalu cepat, Ia tidak bisa mengendalikan setir dengan baik.
"Too wide," ujar Sehun kemudian masuk ke dalam celah itu.
Lagi-lagi Sehun mengungguli Jang Ki Yong.
Dari kejauhan sudah terlihat keramaian tempatnya memulai balapan tadi, jadi Sehun memutuskan untuk menggunakan NOS miliknya untuk mengulur jaraknya dengan Jang Ki Yong.
Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi mobil Sehun yang mendekati garis finish. Ia menginjak rem dan membuat mobilnya berputar tajam.
"I told you, Jang." Ujar pembawa acara tadi lirih. Ia mengagumi Sehun karena bakatnya.
Sehun turun dari mobil, semua orang mengerubungi mobil Sehun dan mengucapkan selamat. Ia hanya tersenyum dan mendekat ke arah Jongin dan anak buahnya. "This is my trophy!" Sehun mengangkat Jongin seperti mengangkat sebuah piala.
Jongin yang awalnya merasa khawatir hanya bisa tersenyum lebar karena kemenangan Sehun. Ia merasa lega. Ia melingkarkan kakinya pada pinggang Sehun dan mencium Sehun dengan mesra.
Jang Ki Yong yang sudah sampai menghampiri dua orang itu, "I lost. Congratulations!"
Sehun menurunkan Jongin.
Jang Ki Yong mengulurkan sebuah tas kecil berisi uang taruhan tadi, "Here's what you won, take it."
Sehun mengambilnya, "Jongin, holds the money. It's yours." Ia menyerahkannya pada Jongin. "Sorry for messing up your party. I just want you to know..." Sehun mendekatkan dirinya, membawa kepalanya mendekat ke samping Jang Ki Yong, "He is mine." Ucapnya dengan penekanan tepat di telinga Jang Ki Yong.
Jang Ki Yong tertawa, "Aku tahu. Tapi jika kau membuatnya kecewa, aku dengan senang hati untuk menampungnya." Ujarnya sinis. Jang Ki Yong kemudian meninggalkan Sehun dan melanjutkan pestanya bersama teman-temannya.
Sehun berbalik, "Let's go home." Ia menarik tangan Jongin agar masuk ke mobilnya.
Jongin terdiam, Ia menggeleng. "Bisakah kita lebih lama di kota? Aku masih ingin untuk menikmatinya."
Sehun menghela napas lalu mengangguk, "Tentu saja."
.
.
.
Sehun mengendarai mobilnya bersama dengan Jongin, dibelakangnya ada Baekhyun dan Chanyeol. Sedangkan Yuta dan yang lain masih menikmati pesta Jang Ki Yong.
Tujuannya datang ke pesta itu hanya untuk mendeklarasikan kepemilikannya atas Jongin.
Diperjalanan menuju apartemen Sehun, Jongin masih sibuk menghitung hasil uang dari taruhan tadi. "Ada apa denganmu dan Jang Ki Yong?" Tanya Jongin disela kegiatannya.
Sehun menaikkan bahunya sebagai jawaban.
"Apa kau berselisih dengannya? Kau terlalu sensitif." Jongin mendesak.
"Cerita lama. Sudah tidak ada yang perlu dibahas." Jawab Sehun sekenanya.
"Aku memiliki banyak waktu."
Sehun menghela napas, "Dulu aku berteman baik dengannya, sampai suatu hari Ia menyukai seorang gadis. Sayangnya gadis itu menyukaiku namun aku menolak. Aku berkata bahwa gadis itu bukan tipeku karena aku tahu Ia menyukai gadis itu. Lalu gadis itu bunuh diri, karena alasan yang belum diketahui. Rumor beredar karena Ia diperkosa oleh berandalan dan bunuh diri karena malu. Tapi Jang Ki Yong salah paham. Ia berubah menjadi sosok yang tidak dikenal lagi olehku, Ia mencoba segala cara untuk menghancurkanku karena menganggap aku telah membunuh orang yang Ia sayang. Ironis bukan?"
Jongin berdeham, Ia mengira bahwa Jang Ki Yong adalah orang yang ramah namun ternyata kelakuannya juga jahat. "Aku haus." Jongin tidak bohong, selama balapan tadi Ia tidak berhenti mengkhawatirkan Sehun, membuatnya lupa untuk menelan air liurnya sendiri.
Sehun menyerahkan sebotol air yang ada disampingnya.
"Aku ingin minuman soda dingin. Bisakah kau berhenti di minimarket sebentar?"
Sehun hanya mengangguk, tidak bisa menolak.
Tidak jauh setelah itu ada sebuah minimarket, mobil Sehun kemudian menepi.
"Kau disini saja, aku bisa sendiri." Ujar Jongin ketika melihat Sehun sudah bersiap untuk turun.
"Kalau begitu, belikan aku rokok juga."
Jongin mendengus, sebenarnya Ia tidak setuju jika Sehun merokok. Jongin turun diikuti Baekhyun yang juga turun dari mobilnya. Mereka berjalan bersama masuk ke minimarket.
Sesampainya disana, Jongin bimbang. Terlalu banyak makanan ringan yang ingin Ia coba.
"Ambil saja, kau baru mendapatkan jutaan won dari balapan tadi." Ujar Baekhyun yang melihat Jongin sibuk memilih-milih makanan yang Ia inginkan.
Jongin akhirnya mengambil semua makanan ringan dan minuman yang Ia inginkan ke kerangjang kemudian menyerahkannya pada Baekhyun. Tidak lupa Ia meminta dua bungkus rokok untuk Sehun. Kemudian Ia kembali mengambil dua buah sausage instan dan membawanya ke kasir. Ia membayar kemudian keluar untuk memanaskan sausage itu di microwave minimarket.
Jongin yang menghadap ke microwave sedang berkonsentrasi membaca bahan makanan yang terkandung pada kemasan sausage itu.
"Hei, manis!" Tiba-tiba seorang pria paruh baya mendekatinya. Tercium bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut pria itu.
Jongin sebisa mungkin menghindar dan tidak menanggapinya.
"Sombong sekali kau! Wajah menawan dan memiliki uang yang banyak membuatmu sombong, dasar pelacur!" Racau pria itu.
Sehun yang melihat Jongin didekati oleh pria mabuk segera keluar dari mobilnya menghampiri mereka.
"Dasar tidak tahu diri!" Pria tadi siap melayangkan botol alkohol yang dipegangnya pada Jongin namun terhalang oleh Sehun. Sehun datang tepat waktu.
"Apa masalahmu?" Sehun berteriak marah dan mendorong pria paruh baya itu.
Mendengar keributan, Baekhyun keluar dari minimarket dan Chanyeol juga menghampiri mereka. Baekhyun segera menghampiri Jongin yang terlihat syok akibat kejadian itu sedangkan Chanyeol mencoba menghentikan Sehun yang menghajar pria itu hingga hampir sekarat.
Sehun menggila, emosinya memuncak. "Dasar keparat!"
"Sehun hentikan! Jongin melihatmu!" Teriak Baekhyun, menghentikan Sehun.
Sehun yang mendengar nama Jongin langsung menghentikan aksinya. Ia meludah di wajah pria tadi dan menarik Jongin pergi meninggalkan minimarket, kembali ke apartemennya.
Di sisa perjalananya, Jongin hanya merenung. Perkataan pria tadi terus melintas di pikirannya. Seketika pertanyaan Jang Ki Yong juga melintas.
"Tidur dengannya juga?"
"Kalian tidak pacaran, kan?"
"Dasar pelacur!"
Jongin seketika tertawa lirih, dirinya akhirnya tahu sosok dirinya dimata Sehun. Hanya seorang pelacur.
.
.
.
Karena kejadian semalam, Jongin meminta Sehun untuk menurunkannya di apartemen Baekhyun. Ia ingin menenangkan diri. Dan sampai hari ini, Jongin belum bertemu Sehun. Memberi kabar saja tidak.
"Aku tahu Ia mulai berharga untukmu, tapi tidakkah kau berpikir Ia terlalu lemah untuk berada disampingmu?" Baekhyun berdiri di depan Sehun.
Pagi-pagi sekali, Baekhyun menghampiri Sehun di apartemennya. Ia merasa harus mengambil tindakan untuk Jongin.
Sehun merenungkan ucapan Baekhyun.
"Ia sudah lama berhenti sekolah karena dipenjara, otaknya terlalu lama untuk memproses semua ucapan dan tindakan seseorang. Itu jelas-jelas harus diperbaiki. DO pasti sudah memberitahumu, namun kau tetap mengabaikannya." Baekhyun tidak berhenti mengeluarkan pendapatnya. "Sampai saat ini Jongin memang masih memiliki kau di sisinya, atau aku atau Chanyeol atau yang lain. Tapi Ia tidak akan bisa terus bergantung dengan orang lain." Baekhyun menjeda kalimatnya, menghirup napas dalam-dalam. "Kemarin baru orang mabuk, bagaimana kalau di masa depan adalah musuhmu yang ingin membunuhnya? Kau sendiri berhasil membodohinya, kau menusuknya dua kali."
Ucapan Baekhyun menusuk hati Sehun langsung. Sebelumnya Ia bimbang karena Ia ingin Jongin terjauh dari bahaya, namun selalu berada di sisinya membuat Jongin harus siap menghadapi bahaya. Ia tidak ingin Jongin lemah, dan kelemahannya itu dimanfaatkan oleh orang lain untuk menjatuhkannya.
Katakan bahwa Sehun egois. Namun Ia ingin yang terbaik.
"Baiklah," Sehun akhirnya membuka suaranya. "Mulai besok, Ia akan belajar dari dasar. Kau yang mengurusnya."
.
.
.
