KISS ME, KILL ME: chapter 13
.
.
.
Jangan lupa vote untuk mendukung author ya, readers :)
.
.
.
Saat kembali ke apartemennya, Baekhyun melihat Chanyeol di ruang keluarga dan fokus dengan pekerjaannya. Hari sudah siang dan sudah saatnya untuk makan siang.
"Kau sudah makan?" Tanya Baekhyun pada Chanyeol.
"Belum makan siang," Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan.
Baekhyun melihat ke lemari pendingin namun tidak menemukan bahan makanan disana, "Aku harus membeli bahan makanan. Kau bisa menahannya sebentar, kan?"
Chanyeol hanya mengangguk.
Baekhyun menghela napas, Chanyeol jika sudah berkonsentrasi pada pekerjaannya pasti sudah tidak ingat untuk makan. "Dimana Jongin?" Baekhyun teringat Jongin yang berada di apartemennya.
"Masih di kamar, tadi pagi aku menyuruhnya sarapan namun tidak ada jawaban." Ujar Chanyeol santai, berpikir Jongin masih tertidur.
Baekhyun langsung menuju kamar kamar Jongin, "Ya Kim Jongin! Apa kau ingin mati? Setidaknya sarapan terlebih dahulu." Baekhyun menerobos masuk.
Ia melihat sebuah gunungan yang tertutup selimut di ranjang Jongin. Terdengar suara lirih dari balik selimut itu. Baekhyun khawatir, Ia membuka selimut itu.
"Hei, ada apa?" Baekhyun melihat mata Jongin yang bengkak dan memerah, jejak air mata masih tersisa di ujung matanya. Baekhyun mengelus kepala Jongin, "Apa kau masih syok tentang semalam?"
Jongin tidak menjawab.
Baekhyun juga diam, memberi waktu pada Jongin. Tangannya tidak berhenti mengusap kepala Jongin dengan sayang. Ternyata bukan hanya Sehun yang jatuh di dalam Jongin, tapi Baekhyun juga merasakan hal yang sama. Sudah setengah tahun Ia mengenal Jongin, membuatnya menyayangi Jongin.
Chanyeol yang mengintip di pintu hanya bisa menghela napas kemudian menutup pintu, membiarkan Jongin dan Baekhyun berdua.
Selama beberapa saat, kedua orang itu terdiam dalam pikirannya masing-masing. Baekhyun mencoba membaca emosi Jongin.
"Apakah berat untuk ada di sisi Sehun?" Jongin mengeluarkan suaranya untuk pertama kali. Suaranya parau.
Baekhyun mengangguk, Ia tidak mau berbohong. Berada di sisi Sehun adalah hal yang berbahaya.
"Aku ingin..." Jongin menghentikan perkataannya, isakannya kembali keluar, "Ak-aku juga ingin hebat seperti kau dan yang lain. Tapi aku hanya pelacur untuk Sehun." Jongin menangis tersedu.
Baekhyun menenangkan Jongin, "Pelacur? Tentu tidak!" Jawab Baekhyun. "Kau temanku, Jongin. Kau bukan pelacur."
Hati Jongin sedikit senang mendengar pembelaan dari Baekhyun, tapi itu belum cukup untuk menghentikan tangisannya.
Baekhyun membiarkan Jongin hanyut dalam tangisannya.
Setelah mendengar tangisan Jongin mulai mereda, Baekhyun membuka suaranya. "Jika kau ingin seperti kami, kira-kira kau ingin menjadi hebat seperti siapa?" Tanya Baekhyun. "Seperti Chanyeol yang menempel pada Sehun 24 jam? Seperti aku yang pintar menyusup? Seperti Xiumin atau Chen yang ahli dalam senjata dan alat berat? Seperti Lay atau Lucas atau Taeyong yang pintar bernegosiasi? Seperti Yuta atau Johnny atau Jaehyun yang pintar berkendara dan balapan? Seperti Mark yang pintar meretas? Seperti Jungwoo atau Doyoung yang pintar menyamar? Seperti DO, dokter ahli yang pintar? Atau seperti dirimu sendiri?" Tanya Baekhyun mencairkan suasana.
"Aku ingin seperti semuanya..." Jongin masih terisak.
Baekhyun tertawa, "Kenapa ketika kau menangis menjadi anak kecil seperti ini? Kau sungguh menggemaskan." Baekhyun mencubit pipi Jongin, memperlakukannya seperti anak kecil. "Diriku yang sekarang telah melewati masa-masa yang sulit. Untuk menguasai sebuah kemampuan harus belajar dengan giat. Yang lain juga seperti itu. Mereka dilatih habis-habisan oleh Sehun. Jika ingin seperti kami, maka kau harus belajar. Apa kau ingin mempelajari semuanya?"
Jongin berpikir kemudian mengangguk.
"Aku harap kau sungguh-sungguh dalam niatmu, kau tidak boleh goyah. Semua ini berat dan sulit." Nasihat Baekhyun. "Aku berdoa agar kau berhasil dan menjadi orang hebat, Jongin."
Jongin masih setia mendengarkan.
"Okay, sekarang hapus air matamu. Laki-laki sejati tidak boleh menangis!" Baekhyun menghapus air mata Jongin. "Sekarang bersihkan dirimu, temani aku ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan."
Baekhyun meninggalkan Jongin yang sudah duduk di ranjangnya, bersiap untuk membersihkan diri. Ia kemudian menutup kamar Jongin dan duduk di sebelah Chanyeol.
"Tadi pagi Sehun setuju untuk melatih Jongin. Ia harus belajar akademik lalu dilatih secara fisik. Sehun tidak bisa melatih secara intensif, dan aku akan mengatur semuanya."
Chanyeol hanya mengangguk.
.
.
.
Sudah lima bulan lebih Jongin melatih dirinya. Setiap pagi Ia dan Ex'Act Line berkeliling area rumah untuk jogging atau bersepeda pagi, setelahnya Ia mengambil kelas privat yang diajarkan langsung oleh Xiumin. Ia dilatih untuk konsentrasi, mengendalikan diri, berpikir logis dan cepat, dan juga berlatih berbagai macam bahasa, dan Ia mulai menguasai bahasa Inggris dan Jepang. Setelah itu Ia akan berlatih bela diri bersama dengan Dream Line [1]. Dan pada malam hari, Ia mendapat pelajaran khusus dari Sehun.
Jongin berkembang dengan pesat, Ia gigih dengan niatnya.
Jika memiliki waktu luang, Ia akan belajar dengan yang lain, membaca buku, menelusuri internet tentang topik yang belum Ia pahami.
Satu hal yang Sehun dan yang lainnya lihat dari Jongin adalah kemampuan Jongin tentang matematika. Jika sudah siap, maka Sehun berencana untuk menugaskan Jongin dibidang manajemen keuangan.
Sudah seminggu ini Jongin terjun langsung bersama Ex'Act Line untuk menjalankan tugas-tugasnya. Seperti sekarang, Ia dengan Duo Drugs [2] pergi ke kota untuk menyerahkan narkoba pada klien mereka.
Mereka melakukan transaksi di sebuah gang sempit sehingga tidak terlihat CCTV.
"Hyung, sudah dengar belum? Ada rumor yang beredari tentang desa imigran di dekat sini." Ujar Lucas antusias. "Kau tahu preman tua yang menghalangi kita dulu di sekitar sini?
"Snakes Organitation?" Tanya Taeyong.
"Dibawah perlindungan organisasi itu, preman-preman kecil selalu bertingkah. Namun akhir-akhir ini mereka berhenti berulah. Bahkan Snakes Organitation juga tidak melakukan apa-apa. Bukankah aneh?"
Jongin termenung, Ia pernah mendengar organisasi itu dalam percakapan Sehun dan Chanyeol.
Pasti terjadi sesuatu. Pikirnya dalam hati.
"Rumor beredar bahwa mereka bekerja sama dengan perusahaan besar, ada yang bilang mereka didukung oleh pemerintah. Tidak ada yang berani mendekati organisasi itu sekarang."
Jongin masih termenung, berkonsentrasi pada ucapan Lucas.
"...Hyung."
"Jongin Hyung!" Taeyong memanggil Jongin.
"Ah!" Jongin terkejut, "Ada apa?"
"Apa yang kau pikirkan?"
Jongin menggeleng. "Tidak ada." Ia mengedarkan pandangannya, "Aku perlu membeli minum. Kalian ingin sesuatu?" Jongin menunjuk minimarket didepannya.
"Aku ingin ice coffee." Jawab Taeyong.
"Me too. And cigarette!" Lucas berseru.
"Go buy it yourself!" Jongin berlalu, Ia tidak setuju jika ada orang yang merokok.
Lucas hanya tertawa. Ia dan Taeyong menunggu di luar minimarket.
BUG
"Mati saja kau! Jangan harap untuk menemuiku lagi!"
Sebuah teriakan terdengar tidak jauh dari mereka. Lucas yang penasaran mencoba untuk mendekat ke arah suara. Ia mengambil lima langkah besar untuk melihat dengan jelas.
Seorang pria dengan rambut yang panjang dan pakaian yang lusuh sedang memukuli seorang pria hingga babak belur.
"Fuck you. Fuck! Fuck! Fuck!" Pria itu mengumpat terus menerus seraya menendang pria yang ada di bawahnya.
"Woah. What the hell is that? Is he crazy?" Lucas tidak sadar mengucapkan itu kepana Taeyong yang sudah berdiri di dekatnya.
Pria lusuh tadi berhenti, badannya terhuyung. Ia menolehkan kepalanya dan saling menatap dengan Lucas.
"Shit! That's scary." Lucas tidak berbohong. Ia paling benci orang gila, karena orang normal seperti dirinya tidak akan pernah bisa membaca apa yang ada didalam pikiran orang gila.
"Maaf lama, penjaga minimarket terus menanyakanku." Jongin menghampiri dua pria yang terpaku itu.
"Um, hyung. We've got a problem." Ujar Taeyong sambil menunjuk pria lusuh yang ada didepannya.
Jongin mengerutkan dahinya dan mengikuti arah yang ditunjuk Taeyong tadi.
Jongin terpaku. Pria itu, Jongin mengenalnya. Tapi Ia tidak yakin. Jongin berharap Ia salah.
"Jongin..." Panggil pria lusuh itu. "Itu kau?"
Ketiga orang itu terkejut.
"Hyung?" Taeyong memanggil Jongin karena Jongin menegang disampingnya.
"Kim Jongin!" Pria lusuh tadi mengangkat kepalanya. Angin yang berhembus membuka rambut yang menutupi wajah pria itu. Wajahnya terlihat dengan jelas.
Pria tadi memiringkan kepala dan menggaruk lehernya. Jongin bisa melihat ada bekas luka di leher orang itu.
Tidak salah lagi.
Dia adalah dia.
Pria itu mendekat ke arah Jongin, jalannya terhuyung karena pengaruh alkohol.
"Jongin..." Panggilnya.
Jongin yang mendengar itu hanya bisa terpaku, tubuhnya bergetar.
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi." Langkah pria semakin melebar, seperti tidak sabar untuk menggapai Jongin.
"Hyung, kau mengenal pria itu?" Tanya Taeyong pada Jongin. Ia menopang tubuh Jongin karena Jongin sudah bersandar dengannya.
Jongin kaku. Bibirnya tidak bisa bergerak.
"Hyung?"
"Jongin hyung!" Teriak Lucas menyadarkan Jongin.
Bayangan semasa kecil kembali melintas dipikiran Jongin. Sudah tiga bulan Ia menjalani terapi dengan DO untuk melupakan masa lalunya, namun dengan kehadiran pria didepannya, benteng yang sudah Ia bangun di pikirannya hancur dengan mudah.
"Penisku masuk dengan lancar, huh, kau menungguku kan?"
"Mmhh! Mhh mhhnn nhh~"
Bayangan ayahnya yang menyetubuhi tubuh kecilnya terus muncul
"Lihat betapa jalangnya dirimu. Klimaks walaupun diperkosa oleh pria. Ibu dan anak, kalian benar-benar jalang!"
"... Kau akan menjadi seorang kakak, Jongin."
"Aku akan membunuhmu!"
Kilasan Jongin menusuk perut ibunya hingga darah memenuhi seluruh tangannya
"Ayah, aku mencintaimu."
Bayangan Jongin yang menusukkan pisau ke leher ayahnya muncul.
Semua terlihat dengan jelas.
"Sudah 11 tahun kita tidak bertemu." Pria tadi sudah di depan Jongin. "Aku merindukanmu, Jongin." Ujar pria itu sambil tersenyum.
.
.
.
Shtpnk's memo:
[1] Dream Line – /drēm/: a cherished aspiration, ambition, or ideal, /līn/: narrow mark. Adalah nama grup untuk anak buah Sehun yang masih sekolah yang kemudian akan masuk ke Ex'Act Line. Anggotanya adalah NCT Dream Jaemin, Jeno, Jisung, Chenle, Renjun, dan akan bertambah jika Sehun mengadopsi anak remaja lagi.
[2] Duo Drugs – panggilan untuk Taeyong dan Lucas yang menjalankan tugasnya bersama untuk mengedarkan narkoba.
.
Siapakah lelaki itu? Ada yang bisa menebaknya? :) Shtpnk gereget sendiri buatnya haha next update jika vote sampai 25 ya readers. Hope you like it!
