KISS ME, KILL ME: chapter 14

"Siapa kau?" Teriak Lucas. Ia membawa tubuhnya ke depan Jongin untuk melindungi Jongin.

Jongin yang tersadar karena aksi Lucas kemudian berteriak, "Stop it, Lucas!" Ia tidak ingin Lucas terluka.

Pria itu membanting botol alkohol yang sedari tadi dipegangnya hingga pecah berkeping-keping.

Ketiga orang itu terkejut. Lucas memindahkan tubuhnya dibelakang Taeyong, Ia benci orang gila.

Pria itu tertawa, "Jongin, bagaimana kabarmu?"

"Jika kau berani menggangguku, aku akan membunuhmu!" Jongin mengancam.

"Benarkah?" Pria itu tersenyum dan kembali melangkah semakin mendekat pada Jongin. "Kau telah berubah, Jongin. Dirimu yang sekarang bukanlah dirimu, Jongin. Dulu..." Pria itu mengulurkan tangannya, "Kau bertekuk lutut dan menurut padaku, Jongin. Kau bilang kau mencintaiku." Pria itu memegang kepala Jongin, mengusapkan jarinya di pipi Jongin. "Jangan bilang...," jari itu kemudian menggeser ke bibir Jongin. "Kau telah lupa kenikmatan yang kita lalui bersama?"

"Fuck!" Taeyong yang mencoba menahan emosinya daritadi akhirnya tidak tahan juga. "Jangan seenaknya menyentuh orang!" Taeyong menepis tangan pria itu dengan kasar.

"Shit!" Pria itu mengumpat karena rasa panas dari tangan yang di tepis Taeyong tadi.

"Hyung, ayo pergi!" Taeyong menarik tangan Jongin untuk meninggalkan tempat itu.

"Jongin!" Teriak pria tadi.

Mereka bertiga berlari menjauh.

"Ya Kim Jongin!" Pria tadi tetap berteriak karena Jongin yang mulai menjauh. "Jangan pernah lupakan dirimu! Kau hanya seorang pelacur cilik! Jangan mencoba untuk hidup seperti orang normal lainnya! Itu tidak benar!"

Tanpa sadar Jongin mengeluarkan air matanya. Ia terisak sembari berlari.

.

.

.

Setelah sampai di mobil, ketiga orang itu mengatur napasnya karena berlari dalam jarak yang jauh.

"Who's that old man?" Tanya Lucas disela napasnya.

"Hyung, kau tidak apa-apa?" Tanya Taeyong pada Jongin.

Jongin masih terisak, Ia duduk meringkuk memeluk dirinya sendiri.

"Hyung!" Taeyong berteriak, meyadarkan Jongin.

Jongin mengapus air matanya dan kembali duduk tegak. "Ya, aku tidak apa-apa."

"Apa hubungannya denganmu?" Tanya Taeyong hati-hati. "Dia berkata sebelas tahun lalu, berarti itu sebelum kita bertemu..."

"It's none of your business!" Jongin berteriak marah. Emosinya tidak stablil.

Teriakan Jongin mengejutkan Taeyong dan Lucas. Keadaan di mobil seketika hening.

"Ah!" Jongin sadar akan perbuatannya, Ia telah membentak Taeyong. "Ma-maaf aku–"

"None of our business?" Tanya Lucas, wajahnya menggelap. "Kau pikir kami itu siapa?! Kau juga bagian dari kami! Masalahmu berarti masalah kami juga, begitu juga sebaliknya. Kau sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri!" Teriak Lucas, Ia kecewa dengan sikap Jongin yang masih saja mencoba memendam masalahnya sendiri.

Jongin termenung. Perkataan Lucas ada benarnya. Ia bahkan belum menceritakan kisah hidupnya selama disini. Mereka semua tidak pernah bertanya karena mereka ingin menjaga privasi Jongin.

"Sorry, I didin't mean to yell at you." Lucas menyesal.

"Tidak, kau benar. Maafkan aku yang tidak dewasa." Jongin mengangkat wajahnya. Ia menarik napas dalam-dalam. "Pria tadi... dia, dia adalah ayah tiriku."

.

.

.

Di sisi lain, Choi Jin Hyuk keluar dari mobilnya dan masuk ke kantor Sehun.

Ia bersiul senang, kedua tangannya mengayunkan koper yang Ia bawa.

"Kau sendiri?" Tanya Sehun pada Choi Jin Hyuk yang sudah duduk di hadapannya.

Choi Jin Hyuk mengangguk, "Anak buahku menunggu di bawah."

Sehun menaikkan satu alisnya, meminta kejelasan atas kehadiran Choi Jin Hyuk.

"Pertama, aku ingin minta maaf kepada–"

"Bullshit." Sehun memotong ucapan Choi Jin Hyuk. "Aku tidak punya waktu untuk bermain-main. To the point." Sehun menghisap rokoknya.

Choi Jin Huk meletekkan satu koper ke atas meja di hadapannya kemudian membukanya. Di dalam koper itu adalah tumpukan uang yang tersusun rapih.

"Aku ingin membayar hutangku [1]." Choi Jin Hyuk tersenyum.

Sehun mendekati koper itu. Ia mengambil satu ikat uang dan mulai menimbangnya. Melihat uang itu lebih teliti.

Sehun tersenyum, "Hampir menipuku."

Choi Jin Hyun bertepuk tangan, "Hebat! Hanya melihatnya kau bisa tahu bahwa uang itu adalah uang palsu." Choi Jin Hyuk tertawa, "Jika kau tidak masuk dalam perangkap ini, berarti kau cukup pantas untuk diperjuangkan."

Sehun menyenderkan kembali dirinya di sofa.

"Aku akan berterus terang," Choi Jin Hyuk memajukan badannya, mendekat ke arah Sehun. "Tidakkah kau ingin bergabung dengan kami? Kita bisa menguasai Korea bersama." Ia memasang senyuman liciknya.

Sehun terdiam, kemudian tertawa dengan keras. "Lucu sekali mendengar ini dari orang yang meminjam uang dari perusahaanku."

Choi Jin Hyuk tertawa canggung, "Jangan bahas itu untuk sementara waktu." Ia menjeda perkataannya. "Orang sepertimu tidak boleh diam seperti ini, kau harus beraksi. Untuk itu kau butuh banyak dorongan, dan kami siap membantumu!" Ucapnya antusias.

Sehun hanya memberikan wajah datarnya.

"Tidak tertarik?"

"Nope." Sehun menggeleng. "Aku tidak peduli siapa yang menopang organisasimu."

Karena penolakan itu, Choi Jin Hyuk harus kembali. Ia tidak akan menyerah dan akan kembali membujuk Sehun.

"Chanyeol," panggil Sehun.

"Ya?"

"Cari tahu segala pergerakan Snakes Organitation dan relasinya." Sehun menatap Chanyeol dengan tajam.

.

.

.

Jongin merebahkan dirinya, lampu di kamarnya Ia biarkan mati.

Ia terus membayangkan kejadian tadi siang

Kenapa?

Kenapa Ia muncul kembali?

Ia seharusnya sudah mati?

Bagaimana bisa?

Jongin memeluk dirinya sendiri dibalik selimut.

Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.

"Jongin? Kau tidak makan malam?" Baekhyun mengintip ke dalam kamar Jongin dan melihat Jongin terbaring di ranjangnya.

Baekhyun mendekat dan memeriksa Jongin.

Jongin memejamkan matanya, berpura-pura tidur.

Baekhyun yang melihat Jongin tidur kemudian membenarkan letak selimut Jongin dan mengusap kepala Jongin. "Good night." Baekhyun menyalan lampu tidur di sebelah ranjang Jongin dan pergi meninggalkan Jongin.

Jongin membuka matanya. Ia kembali meneteskan air mata, Ia ketakutan.

Aku tidak ingin mereka tahu...

Tidak Sehun...

Tidak juga dengan yang lain.

Aku tidak akan sanggup...

Aku tidak ingin kembali.

.

.

.

Hari ini Sehun memutuskan untuk pulang ke rumah karena pekerjaannya lebih cepat selesai dari dugaan. Ia mengalihkan pandangannya ke luar melewati kaca mobil.

Malam ini, bulan membentuk dengan sempurna. Langit sangat cerah, tidak ada awan yang menutupi bulan itu.

"Tadi Presdir menanyakan kabarmu." Ujar Chanyeol yang mengendarai mobil. "Ia memintamu untuk sesekali mengunjunginya."

Sehun tidak menanggapi, fokusnya masih tertuju pada bulan.

Ketika merasa lelah, Sehun menurunkan pandangannya. Ia melihat seorang pria dengan rambut panjang dan pakaian yang lusuh menghampiri sekawanan pria di pinggir jalan.

Sehun memiringkan kepalanya, pria itu terlihat familiar untuknya.

.

.

.

Ahn Bo Hyun melangkahkan kakinya di tengah malam. Didepannya telah berdiri kerumunan preman jalanan.

"Hei!" Teriaknya pada kerumunan itu, "Apakah ada orang yang bernama Jongin di daerah ini?"

Kerumunan itu saling menatap satu sama lain.

"Tingginya 180cm, rambut hitam, kulit agak gelap, umurnya 25 tahunan. Ia bergaul dengan bocah tinggi seperti orang barat dan satu lagi lebih pendek dan kurus."

"Uang." Kata salah satu dari mereka. "Kau tahu, informasi tidaklah gratis."

Ahn Bo Hyun mengepalkan tangannya. Namun Ia butuh informasi tentang Jongin. Lalu Ia mengeluarkan seikat uang di sakunya dan menyerahkan uang itu.

"Hmm... Aku tidak tahu tentang orang bernama Jongin yang kau cari itu." Mereka tertawa.

Ahn Bo Hyun kemudian memukul orang itu hingga jatuh tersungkur.

"A-aku sungguh tidak tahu... Apa kalian ada yang tahu tentang Jongin?" Tanya orang itu pada teman-temannya yang lain.

"Jika yang kau maksud adalah Kim Jongin, maka kau harus mencari Sehun." Ujar seorang pria bertubuh kecil di antara mereka. Pria kecil itu tersenyum penuh arti, "Dan kau tidak akan bisa sendiri menghadapinya." Ujar pria kecil itu.

"Apa yang kau maksud adalah Oh Sehun? OSH Cooperation? Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya seseorang pada pria kecil itu.

"Kami pernah membagi kisah bersama selama beberapa tahun," Ia kembali tersenyum.

"Ku dengar Sehun tinggal di Inwangsan?"

"Benarkah? Di sebuah gunung?"

"Bicara tentang Jongin itu, apakah Ia berhubungan dengan OSH Cooperation?"

Bisik-bisik antara kerumunan orang itu mampu mengusik Ahn Bo Hyung.

Hebat sekali Ia bisa memiliki hubungan dengan sebuah perusahaan besar! Ahn Bo Hyung terkekeh.

Ahn Bo Hyun kemudian pergi menjauh dari kerumunan itu. Ia berbalik ketika bahunya di tepuk.

"Kau ingin bertemu Jongin? Aku bisa membantumu." Pria kecil tadi menghampiri dan tersenyum pada Ahn Bo Hyun.

.

.

.

Shtpnk's memo:

[1] mengacu pada chapter 7 dimana Choi Jin Hyuk dari Snakes Organitation meminta Sehun untuk tidak mengacau di daerah kekuasaannya namun dibalas oleh Sehun mengenai hutang organisasi itu pada perusahaan Sehun.

OMG! Siapakah dia? Apakah mereka akan berkolaborasi dengan tujuan yang sama?