Tak bisakah kau mencintaiku walau untuk sehari?
Tak bisakah kau memelukku walau untuk semenit?
Tak bisakah kau menciumku walau untuk sekali?
Bahkan jika nyawaku yang harus ku tukar dengan semua itu akan aku lakukan.. setidaknya sekali saja dalam hidupku aku ingin merasakan kebahagiaan bersamamu, Oh Sehun
.
.
Meski aku sudah berusaha mencintainya tapi sangat sukar, maaf jika selama bersamaku aku hanya memberikanmu kesakitan. Tapi aku sungguh tidak bahagia dengan perikahan kita, hingga jika aku menyesal nanti aku akan menerimanya, Xi Luhan
.
.
.
.
PRANNGG..
Suara keras itu membuat Kyungsoo menoleh kearah Sehun, ternyata makanan yang dibawa Sehun terjatuh berhamburan dilantai.
"Oppa ! ada apa?!" pekik Kyungsoo menghampiri Ssehun yang tercengang menatap sosok dihadapannya itu.
"Lu...Luhan"
.
.
.
"Oppa .. kenapa? Apa Oppa mengenalnya?" Tanya Kyungsoo bingung karena Sehun masih terdiam ditempatnya, masih dengan pemikirannya yang entah berada dimana. Berkali-kali Kyungsoo memanggil namun Sehun masih bergeming membuat Kyungsoo kesal.
"OPPA !" teriak Kyungsoo lagi kesal dengan Sehun.
"Ahhh. Ne Kyung ada apa?" Tanya Sehun yang kesadarannya sudah kembali.
"Aku tanya apa Oppa mengenalnya? Jika iya apa hubungan Oppa dengannya?" tanya Kyungsoo seduktif.
"Ne Kyungsoo.. dia adalah tunanganku" lirih Sehun menatap sendu wajah Kyungsoo.
"M..Mwo? jadi tunangan Oppa adalah dia?" Kyungsoo terkejut, ternyata dia adalah tunangan kekasihnya. Bagaimana bisa? Apakah dunia sesempit ini? Seketika wajah Kyungsoo memerah menahan tangisan yang sebentar lagi akan turun dari pelupuk matanya.
"Ne.. Mianhae.." Kyungsoo hanya terdiam dan tidak menjawab. Lalu dilangkahkan kakinya keluar meninggalkan Sehun dan yeoja yang berbaring itu, menuju taman rumah sakit. Entah Kyungsoo tidak tahu harus berbicara apa dengan Sehun. Disatu sisi dia sangat berterimakasih dengan yeoja itu, disisi lain dia juga tidak menyukai yeoja yang sudah merebut kekasihnya itu.
.
.
"Kenapa harus dia? Kenapa orang yang menyelamatkanku adalah orang yang menjadi tunanganmu Oppa? Bagaimana aku bisa menghancurkan hubungan kalian? Jika dia saja mengorbankan nyawanya untuk orang yang bahkan sama sekali tidak dikenalnya" Kyungsoo bermonolog dan menangis ditaman rumah sakit. mungkin dia harus merelakan Sehun, bagaimanapun gadis itu sepertinya orang yang baik. Mungkin dia akan belajar melupakan Sehun mulai saat ini.
.
.
Setelah Kyungsoo meninggalkan kamar rawat Luhan, Sehun mulai mendekati ranjang Luhan. Dilihatnya wajah yang pucat itu, kepalanya diperban dan jarum infus tertancap di tangan kirinya. Melihatnya membuat Sehun dilema.
"Kenapa Lu? Kenapa kau rela menolong Kyungsoo? Bahkan kau tak mengenalnya? Kau tahu kau membuatku sangat sulit Luhan" Lirih Sehun tanpa menyentuh Luhan, hanya terduduk di kursi sebelahnya, memandangnya lekat.
CKLEK
Pintu ruangan Luhan terbuka menampilkan Kyungsoo dengan mata yang sudah bengkak. Membuat Sehun semakin merasa bersalah. Tapi apa yang harus diperbuat? Ini sudah takdir, takdir yang mempertemukan mereka semua dengan keadaan yang bahkan tidak terduga. Tidak ada yang disalahkan disini, tidak Sehun tidak Luhann ataupu Kyungsoo. Semuanya sudah tertulis, bahkan jika mereka tidak menginginkannya mereka akan tetap berada dalam keadaan yang sama. Kini hanya menunggu apa yang akan mereka lakukan dengan takdir yang sudah ditentukan, apakah mereka akan menerima? Atau menolak.. apa mereka akan mencintainya? Atau membencinya.. semua itu tergantung pilihan yang menjalani takdir ini.
"Oppa.." lirih Kyungsoo.
"Ne Kyung?"
"Aku.. Aku menerima kita putus Oppa" ucap Kyungsoo menundukkan wajahya, tidak berani menatap Sehun.
"Oppa tahu.. kau hanya merasa bersalah padanya Kyungsoo, kalau kecelakaan ini tidak terjadi mungkin kau tidak akan dengan mudahnya melepaskan Oppa ya kan?" tanya Sehun sedikit tidak terima karena Kyungsoo sama sekali tidak memperjuangkannya, jika saat ini Kyungsoo memperjuangkan hubungannya mungkin sekali lagi Sehun juga mencoba mempertahankannya.
"Apa maksud Oppa?" Kyungsoo mengernyitkan dahinya bingung dengan jawaban Sehun, pasalnya tadi siang Sehun yang meminta putus tapi kenapa sekarang malah Sehun juga yang tidak menerima keputusannya.
"Oppa tidak ingin kita putus Kyungsoo, Oppa akan berbicara dengan Luhan dan Appa, kumohon Kyungsoo jangan tinggalkan Oppa" Sehun memegang erat tangan Kyungsoo. Sungguh saat ini Sehun begitu egois. Jawaban Sehun membuat Kyungsoo mendapatkan secercah harapan untuk bertahan dengan Sehun, ya Kyungsoo juga tidak ingin kehilangan Sehun begitu saja. Dia akan memperjuangkan Sehun, wallau jika harus bersama orang yang telah menyelamatkannya.
"aku juga tidak ingin kehilangan Oppa... Hiks.." isak Kyungsoo, menghamburkan diri ke pelukan Sehn. Mereka berpelukkan dan berciuman dengan dengan mesra, menyalurkan segala rasa inta yang ada dihati masing-masing pada pasangannya.
Tanpa mereka sadari orang yang dari tadi terbaring sebenarnya sudah sadar dan dia mendengarkan percakapan mereka, walau dia masih menutup matanya tapi dia tahu apa yang terjadi, dia mendengar semua percakapan mereka. Sungguhh hatinya sangat sakit mengetahui Sehun tunangannya selingkuh. Kyungsoo tidak pernah tahu bahwa Sehun ternyata memiliki seorang kekasih. Tapi kenapa dia bersikap seperti itu pada Kyungsoo? Seharusnya Sehun melepasnya, seharusnya Sehun meninggalkannya. Tapi kenapa Sehun malah mempertahankannya? Dan apa? Mereka berciuman dengan mesra ! bahkan Ciumannya sudah menjalar menjadi panas ! Didepan Luhan ! Tak sanggup melihat kemesraan keduanya membuat Luhan membuka matanya.
"Enngghh..."
Sehun dan Kyungsoo yang sedang berciuman panas terlonjak mendengar lirihan Luhan, mereka melepaskan tautan mereka. Lalu menghampiri Luhan yang mulai membuka matanya.
"Ahh Luhan-ssi? Kau sudah bangun?"tanya Sehun masih dengan formal.
"Ahh kenalkan aku Do Kyungsoo Luhan-ssi, aku yeoja yang kau selamatkan.. aku sungguh berterima kasih kau telah menolongku.. aku sungguh tidak tahu harus membalas kebaikanmu bagaimana?" ujar Kyungsoo panjang lebar.
"bisakah jika aku memintamu meninggalkan Sehun Kyungsoo-ssi?" batin Luhan dalam hati, Sungguh Luhan ingin sekali berkata begitu kepada Kyungsoo. Namun itu tidak mungkin, Sehun akan membencinya dan Luhan tidak mau itu terjadi.
"Ahh ne cheonma Kyungsoo-ssi. Sehun kenapa kau ada disinii? Dan bisakah kita tidak berbicara terlalu formal Sehun Oppa?" tanya Luhan pura-pura tidak tahu hubungan mereka. Saat ini Luhan sungguh sangat ingin mendengar kebohongan dari mulut Sehun agar hatinya tidak berdenyut lagi.
"Ahh.. mianhae Lu"
"sudahlah, tapi Oppa belum menjawab pertanyaaku" kesal Luhan.
"Emm i..itu..." jawab Sehun ragu, dia belum siap jika harus berbicara dengan Luhan. Sekilas pandangannya menoleh kepada Kyungsoo, mereka saling menatap seakan mngisyaratkan 'saat ini waktunya'.
"kenapa Oppa?" tanya Luhan lagi.
"Aku menemani kekasihku Kyungsoo Lu..." ucap Sehun jujur membuat Kyungsoo tersenyum senang, dia memang akan mencoba bicara dengan Luhan, jika saat ini dia tidak jujur maka Luhan tidak akan mengerti nantinya.
"Ke..kekasih?" tanya Luhan ragu. Hatinya sangat sakit mendengar penuturan Sehun, bahkan Sehun tidak merasa bersalah sedikitpun membawa kekasihnya aniyo.. membawa selingkuhannya kedepan Luhan, kerena bagaimanapun Luhan berstatus sebagai tunangannya.
"Ne Lu.. Mianhae aku tidak pernah memberitahumu bahwa aku mempunyai kekasih sebelum kita bertunangan" Luhan hanya terdiam, entah dia harus menjawab apa.
"Luhan.. bisakah kita batalkan pertunangan kita ? Sungguh aku tidak bisa jika tidak dengan Kyungsoo Lu"
"Ma.. maksud Oppa?"tanya Luhan ragu.
"aku.. aku tidak bisa menikah denganmu Luhan. Aku mencintai Kyungsoo.. jika hanya aku yang menolak mungkin tidak akan diterima, tapi jika kita berdua yang menolak orang tua kita mungkin akan menyerah" tutur Sehun. Kyungsoo hanya menunduk, dia tidak tahu harus berbuat apa. Namun hatinya senang karena Sehun berusaha mempertahankannya.
"ahh itu.." melihat Sehun yang memohon padanya membuat Luhan tidak bisa menolak. Jika berpisah memang membuat Sehun bahagia Luhan akan melakukannya. Karna bagi Luhan kebahagiaan Sehun adalah yang utama.
"Emm baiklah Oppa.. aku akan membicarakannya dengan kedua orang tuaku"
Jawaban Luhan membuat Sehun dan Kyungsoo terkejut sekaligus senang. Luhan mungkin memang tidak mencintai Sehun, makanya dia setuju dengan permintaan Sehun begitu yang ada difikiran Kyungsoo. Kyungsoo langsung memeluk Sehun. Mereka berpelukan tanpa mempedulikan Luhan yang menatap sendu lagi-lagi melihat kemesraan mereka.
.
.
.
Setelah pembicaraannya dengan Luhan, Sehun menghubungi kedua orang tua Luhan, mengabarkan keberadaan dan keadaan Luhan, membuat orang tua Luhan khawatir dan langsung melesat menyusul ke Miracle Hospital.
Cklek.. pintu ruangan rawat luhan terbuka, menampilkan kedua orang tuanya juga kakaknya yang khawatir.
"Yakk ! anak nakal !" teriak Heechul. Namun tetap mendekati anak bungsunya dan memeluknya erat. "beraninya kau membuat eommamu khawatir huh?"
"Mianhae eomma.." lirih Luhan.
"kenapa kau bisa berada disini Lu? Tanya Minho sang kakak Luhan yang tampan.
"i.. itu.. aku.. aku menyebrang dan tidak melihat lampu jalan, tapi tenang saja Lulu tidak apa-apa Gege" jawab Luhan bohong, tidak mungkin dia bilang jika dia menyelamatkan kekasih Sehun, yang ada keluarga nya akan marah besar pada Sehun.
"Syukurlah.. lain kali kau harus hati-hati sayang..." ujar sang appa mengelus surai Luhan lembut.
"Oh ya dimana Sehun Lu?" tanya Minho lagi.
"Sehun oppa dia.. emm .. pergi mengganti pakaiannya karena sudah kotor Gege" jawab Luhan bohong lagi, dan tidak mungkin juga Luhan bilang jika Sehun mengantarkan Kyungsoo makan siang dan pulang kerumah Kyungsoo kekasihnya.
"emm" Minho hanya menjawab dengan gumaman.
"eomma, appa, gege..." panggil Luhan membuat semuanya menoleh.
"ne chagi ada apa?" jawab sang eomma.
"Bisakah kita membatalkan pertunangan ini?" tanya Luhan membuat semuanya terkejut apalagi appanya.
"Lulu sayang.. jangan bercanda, appa tidak suka" jawab sang appa.
"kenapa sayang? Bukannya kau senang saat eomma dan appa akan menjodohkanmu dengan Sehun? Heum?" Heechul masih mengelus surai Luhan lembut, tidak ingin membuat putrinya semakin sakit.
"ne eomma.. aku sangat senang dan bahagia.. aku sangat mencintai Sehun Oppa, tapi aku tidak mau memaksanya untuk menikah denganku.. aku ingin melihat Sehun Oppa bahagia meski bukan denganku eomma, appa kumohon ne?" Luhan memohon kepada kedua orang tuanya membuat semua yang berada disana tidak bisa berkata apa-apa.
"Lu.. apa kau yakin? Tapi appa Sehun mungkin akan menolaknya.." jawab Minho.
"aku tahu.. tapi appa pasti bisa memberikan pengertian padanya.. kumohon appa ne?" lagi-lagi Luhan memohon kepada appa nya. Bagaimanapun dia sangat menyayangi putri bungsunya itu, memarahi saja tidak bisa apalagi menolak keinginannya, Hanggeng hanya pasrah jika putrinya sudah meminta. Dia akan berusaha berbicara dengan Yunho sahabatnya.
.
.
Beberapa hari setelah Luhan dirawat akhirnya dia bisa keluar didampingi keluarganya, yaa hanya keluarganya. Sehun? Dia mengantar Kyungsoo ke Busan untuk melakukan pekerjaan disana. Lagi-lagi Luhan harus menutupi keberadaan Sehun pada keluarganya, sebenarnya hatinya sangat sakit tapi mau bagaimana lagi? Dia sudah berjanji pada Sehun, dia tidak bisa melarang Sehun.
Setelah mengantarkan Luhan pulang, Hanggeng kembali menjalankan mobilnya menuju perusahaan sahabatnya untuk bertemu dengan Yunho guna membicarakan pembatalan perjodohan mereka, namun saat diperjalanan dia mendapatkan telepon.
"Yeobseo?"
"Oppa.. Yunho Oppa masuk rumah sakit, Hikss" terdengar jelas isakan dari seseorang yang menelponya.
"Jae, sekarang Yunho dimana? Aku akan menyusul" sungguh Hanggeng sangat khawatir, sahabatnya itu mempunyai penyakit jantung yang bisa kambuh kapan saja.
"Miracle Hospital Oppa, cepat kemari aku takut Hikss"
"Ne tunggu disana ne..." Hanggeng menutup teleponnya dan segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit tempat Luhan baru dirawat.
.
.
.
Miracle Hospital
Tap.. Tap..
"Jaejoong !" seru Hanggeng menghampiri Jaejoong yang sedang duduk di depan UGD.
"Oppa !" sahutnya.
"bagaimana Yunho?" tanya Hanggeng khawatir. Namun Jaejoong hanya menggeleng, mengisyaratkan bahwa diapun belum mengetahui keadaan suaminya.
"Sabarlah .. dia akan baik-baik saja Jae" ujar Hanggeng menenangkan istri sahabatnya yang sudah dekat itu.
"Luhan apakah sudah dirumah Oppa? Bagaimana keadaanya?" tanya Jaejoong.
"Ne Jae.. dia sudah membaik". Seorang dokter keluar dari ruang rawat Yunho membuat Jaejoong dan Hanggeng menoleh.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?"
"Pasien hanya terlalu banyak fikiran dan kelelahan, membuat tubuhnya drop. Tapi untuk saat ini jangan membuatnya terkejut, itu bisa berakibat fatal jika jantungnya kembali kambuh" ujar dokter itu membuat Hanggeng dan Jaejoong bernafas lega.
"Ghamsahamidha uisa-nim" ucap mereka berdua bersamaan.
"Ne Cheonmanayo, kalo begitu saya permisi" dokter itu berlalu meninggalkan mereka berdua yang langsung masuk ke ruang rawat Yunho, disana Yunho sudah terbangun.
Melihat keadaan Yunho saat ini Hanggeng berniat mengulur waktu untuk bicara dengannya mengenai perjodohan anak-anak mereka, dia tidak ingin membuat Yunhoterkejut.
"Yeobo gwaenchana?" Jaejoong mendudukan dirinya disebelah ranjang suaminya.
"Ne yeobo,, aku baik-baik saja.. jangan khawatir ne" Yunho menenangkan sang istri yang masih terlihat khawatir.
"Ohh Hyung ada disini?" tanya Yunho baru menyadari kedatangan Hanggeng.
"Ne Yunho-ah. Tadi Jaejoong menelponku, kau itu jangan terlalu banyak berfikir ! jangan mengabaikan kesehatanmu ! kasihan anak dan istrimu" cerocos Hanggeng yang hanya ditanggapi senyuman oleh Yunho.
"Hyung.. aku hanya terlalu memikirkan hubungan Luhan dan Sehun, aku ingin segera menikahkan mereka" Senyuman pria paruh baya itu sangat tulus membuat Hanggeng sungguh tidak tega mengatakan sebenarnya, mungkin mereka harus membicarakannya setelah sahabatnya ini sudah sembuh.
"jangan dulu membicarakan mereka, kau harus sehat dulu arra?"
"Ne Hyung.. oh ya Chagi dimana Sehun?" tanya Yunho bingung tidak melihat putra semata wayangnya.
"Sehun sedang ada urusan yeobo, nanti akan menyusul kemari" jawab Jaejoong.
- Skip time –
.
.
.
.
.
"Sehunnie.. kapan kau akan memutuskan pertunangan kalian?" tanya Kyungsoo yang duduk disebelah Sehun. Mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju Seoul setelah mendapat kabar bahwa appa nya masuk rumah sakit.
"Kyungsoo, kita akan membicarakannya nanti ne.. sekarang aku harus menemui appa" jawab Sehun.
"Ne Oppa.. aku akan menunggumu, Saranghae Sehunnie" manja Kyungsoo memeluk tangan kekar Sehun.
"Nado Saranghae Kyungsoo-ah, kau adalah hidupku.. aku tidak ingin kehilanganmu" Sehun mengecup tangan Kyungsoo lama, membuat gadis itu berbunga-bunga.
.
.
"Appa ! appa kenapa?" Sehun yang sudah sampai langsung menghampiri Yunho sang ayah setelah mangantarkan Kyungsoo keapartement nya.
"Appa baik-baik saja Sehun" jawab Yunho lemah. "Sehun.. appa ingin kau dan Luhan secepatnya menikah, appa takut waktu appa tidak akan lama lagi"
"APPA ! apa bicara apa sih? Aku tidak suka appa bicara seperti itu, dan lagi aku tidak ingin menikah dengan Luhan appa !" Sungguh jawaban Sehun membuat dada Luhan terasa sakit, Yunho meremas dadanya membuat Sehun panik.
"A..APPA ! apa kenapa jangan membuatku khawatir appa" Sehun gelagapan melihat ayahnya yang semakit kesakitan, segera kakinya berlari memanggil dokter.
-Skip time-
.
.
.
.
"Appa maafkan Sehun appa, kumohon jangan seperti ini appa Hikss" Sehun menangis melihat appa nya terbaring lemah, keadaanya memburuk sungguh Sehun sangat menyesal telah berbicara kasar seperti tadi, kadang emosinya tidak terkendali dan tidak melihat situasi.
Tak lama Yunho membuka matanya membuat Sehun senang. "Appa, appa sudah bangun?" tanya Sehun khawatir.
"Sehun.. appa mohon.. menikahlah dengan Luhan" hanya itu kata yang terlontar setelah Yunho membuka matanya. Sehun terdiam, dia tidak ingin membuat appa nya seperti tadi. Mungkin saatnya ia menyerah untuk menolak.
"Baiklah appa, aku akan menikah dengan Luhan"
"Terima kasih nak.. kau membuat appa bahagia" Pria paruh baya itu menggenggam erat tangan anaknya.
.
.
Setelah satu minggu Yunho diperbolehkan pulang, keluarga Luhan ikut menyambut Yunho dikediamannya tentunya bersama Luhan. Setelah semuanya berkumpul diruang tengah mereka mulai membicarakan pernikahan Luhan dan Sehun yang akan dilaksanakan minggu depan. Luhan dan Sehun hanya menerima saja, meski Luhan merasa tidak enak tapi dia tidak mungkin menolak permintaan keluarganya dan keluarga Sehun, Sehun juga tidak pernah berbicara lagi soal perpisahan pada Luhan. Sehun masih bergelut dengan fikirannya tentang Kyungsoo, baru saja dia akan memperkenalkan Kyungsoo pada keduanya setelah resmi berpisah dengan Luhan namun sirna begitu saja, bagaimana tanggapan Kyungsoo jika nanti Kyungsoo tahu bahwa bukannya batal bertunangan mereka malah menikah. Luhan melihat Sehun sedang melamun dibalkon sendirian, merasa perlu bicara Luhan pun melangkahkan kakinya menghampiri Sehun.
"Mianhae Oppa, aku tidak bisa berbuat apa-apa" Luhan menundukan kepalanya, setelah berada disamping Sehun merasa bersalah dengan keadaan ini.
"Aniyo Luhan.. bukan salahmu, ini memang sudah takdirku" jawab Sehun tanpa menoleh kearah Luhan.
"Oppa .. jika Oppa kecewa dengan keadaan ini Oppa bisa meminta apapun padaku selama itu bisa membuat oppa bahagia" lirih Luhan, tidak tahu jika ucapannya barusan membuat Sehun merasa diberi kesempatan.
"Jinjja? Kalau begitu bisakah aku meminta sesuatu Lu" tanya Sehun yang kini menatap Luhan dalam.
"Ne.. apa yang Oppa minta? Aku akan melakukannya" jawab Luhan seraya senyuman manisnya tanpa tahu apa yang ada difikiran Sehun saat ini.
"Kalau begitu.. Bisakah setelah kita menikah aku tetap berhubungan dengan Kyungsoo Lu? Kau tahu aku tidak bisa hidup tanpanya"
JDERRRR...
Sungguh saat itu seperti petir menyambar hati Luhan, hatinya teriris-iris mendengar permintaan Sehun yang bahkan tidak terlintas dikepalanya, katakan Luhan untuk menyesal dengan ucapannya tadi. Tapi meskipun Luhan memberikannya jalan untuk bahagia, kenapa? Kenapa Sehun begitu tega dengannya? Kenapa Sehun meminta berselingkuh bahkan sebelum pernikahan mereka? Apa Sehun tidak memikirkan perasaan Luhan? Apa kata orang tuanya jika nanti mereka tahu. Tapi jika Luhan tidak menerimanya Sehun mungkin akan membencinya. TIDAK ! Luhan tidak mau Sehun membencinya, Luhan tidak akan sanggup kehilangan Sehun lagi, jika ini yang Sehun mau agar tak meninggalkannya Luhan terima, jika memang Luhan harus merelakan kehidupannya demi kebahagiaan Sehun dia akan memberikannya.
Mungkin terlihat bodoh, tapi Luhan menerima semua permintaan Sehun walau hatinya sangat sakit, walau hatinya terluka dan menangis. Gadis itu berusaha tersenyum ceria didepan Sehun.
"Jika itu yang Oppa inginkan aku tak apa" lirih Luhan.
"Jinjja? Gomawo Luhannie, aku sangat bahagia.. aku tahu kau juga tidak mencintaiku kan? Makanya kau mau berbuat seperti ini?" tanya Sehun.
"TIDAK SEHUN ! AKU SANGAT MENCINTAIMU SAMPAI RASANYA AKU INGIN MATI KARNA KAU TAK MEMBALASNYA" batin Luhan.
"Ne Oppa, Oppa tenang saja.. aku tidak mempunyai perasaan apapun saat ini oppa, aku juga ingin oppa bahagia" jawab Luhan masih dengan senyuman tulusnya.
"Gomawo jeongmal gomawo Luhannie.. ohh ya dan kurasa Kyungsoo tidak usah tahu tentang hubungan kita Lu. Aku takut dia terluka" ucap Sehun. Mungkin Sehun harus menundanya, Sehun tidak akan membicarakan ini dengan Kyungsoo sampai semuanya tenang. Dan Kyungsoo mungkin tidak harus tahu pernikahannya dengan Luhan, pria itu masih tetap bisa menjalin hubungan dengan Kyungsoo selama mendapat persetujuan dari Luhan.
"ya kekasihmu memang tidak akan terluka tapi bagaimana denganku oppa? Apa kau tidak memikirkan perasaanku? Hatiku? Bagaimana seorang calon suami bahkan meminta berhubungan dengan kekasihnya disaat mereka akan menikah?" batin Luhan miris.
"Ne Oppa..." lirih Luhan pelan. Hatinya begitu sakit saat ini, manahan tangisan yang mungkin akan meledak jika tidak segera meninggalkan Sehun. Dia mengatur nafasnya berusaha setenang mungkin agar Sehun tidak mendengar deru nafasnya yang cepat.
"Luhan.. kau benar-benar wanita yang baik" Sehun tiba-tiba memeluk Luhan. Meski bukan pelukan cinta namun Luhan sangat senang, membuat Luhan sedikit tenang. Jika dia harus selalu tersakiti dulu untuk mendapat sebuah pelukan dari Sehun dia akan menerimanya. Pertama kalinya Luhan merasakan dekapan hangat seorang Oh Sehun, membuatnya melupakan rasa sakit dihatinya sejenak. Luhan berharap waktu akan berhenti saat itu, karena Luhan sangat menikmati moment ini.
.
.
.
HunHan Wedding
Luhan POV
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Sehun oppa, meski cintaku hanya bertepuk sebelah tangan tapi tidak apa-apa, dengan dia disampingku sudah cukup bagiku. Aku memasuki altar pernikahan, memakai gaun bermodel sabrina dengan punggung yang terekspos dan ditutupi dengan brukat yang membalut tanganku, aku akui saat ini aku memang sangat cantik dan sexy itu yang eommaku katakan. Meski sudah mulai banyak bicara dengan Sehun oppa aku tetap merasa canggung, karna kami belum terlalu dekat.
Kulihat Sehun oppa memakai jas hitam yang sangat pas ditubuhnya, sungguh sangat membuatnya terlihat tampan, tak sedikitpun aku bisa berpaling darinya. Aku semakin gugup kala mendekatinya, namun setelah menerima senyumannya membuatku sedikit lega. Kamipun mengucapkan janji pernikahan yang mungkin akan kami ingkari, mengingat pernikahan ini hanya seperti perjanjian bagiku dan bagi Sehun Oppa. Sungguh aku sangat ingin menangis, rasa haru dan bahagia karena akhirnya aku bisa bersatu dan hidup dengan kekasih hatiku yang selama ini kupuja bercampur dengan rasa sakit dan kecewa jika teringat bahwa aku bukanlah wanita yang diinginkannya dihatinya maupun dihidupnya.
Kami begitu sibuk hari ini melayani semua tamu yang hadir diacara pernikahan kami. Sampai malampun menjelang, aku dan Sehun Oppa langsung melesatkan diri kerumah pemberian keluarga Sehun Oppa sebagai hadiah pernikahan kami. Kulihat Sehun Oppa yang kelelahan dengan hari ini. Akupun bergegas membuatkannya jus jeruk agar dia lebih rileks.
Aku senang Sehun Oppa menerimanya dengan senyuman, walau aku masih melihat guratan kesedihan dimatanya. Aku langsung menuju kamar setelah Oppa menerima jusku, aku membersihkan tubuhku dan mengganti pakaianku dengan baju tidurku. Kupejamkan mata sampai kudengar langkah kaki Sehun Oppa memasuki kamar istimewa kami, melesatkan diri menuju kamar mandi. Aku sungguh bahagia bisa melihatnya setiap hari. Sungguh bahagia bisa berbagi tempat tidur dengannya, berbagi kamar mandi dan semuanya meski tidak hatinya.
Tak lama kudengar pintu kamar mandi terbuka, aku menutup mataku merasakan degup jantungku yang begitu kencang. Ini mungkin sedikit mesum namun aku berharap Sehun Oppa menyentuhku mengingat ini malam pertama kami. Sehun oppa sepertinya merebahkan tubuhnya diranjang, dia tidak berbicara apapun sepertinya benar-benar lelah, sampai kudengar ponselnya berdering.
Luhan POV End
Sehun melihat nama seseorang yang sangat dicintainya itu diponselnya.
"Ne Kyungsoo-ya chagi"
"..."
"aku sedang dikantor sayang, aku lembur" jawab Sehun bohong, melihat Luhan yang tidur membelakanginya mengira Luhan sudah tidur. Namun salah, Luhan yang mendengarkan pembicaraan mereka menahan isakannya. Luhan tidak mau Sehun mendengarnya.
"..."
"aku juga merindukanmu Kyung.."
"..."
"Menemanimu? Diapartement?" tanya Sehun lagi.
"..."
"Tapi..." jawab Sehun ragu.
"..."
"baiklah tunggu ne Oppa akan menyusul ke apartement mu, dandan yang cantik arra.. Oppa ingin melihat wajah cantikmu saat kita tidur" jawab Sehun sambil terkekeh lalu menutup telponnya.
Dilepasnya baju tidur yang melekat ditubuh Sehun dan dipakainya T-Shirt abu-abu beserta Siknny jeans hitam. Melihat Luhan yang tidak bergeming membuat Sehun mengurungkan niatnya untuk pamit, karena melihat deru nafas Luhan yang tenang.
"Mungkin Luhan terlalu lelah, sampai terlihat pulas seperti itu" gumam Sehun.
Sehun keluar dari kamarnya dan menyalakan mobilnya yang ada digarasi, lalu melesatkan menuju apartement Kyungsoo dengan riang, bisa menemani Kyungsoo malam ini. Yahh Sehun merindukan Kyungsoo, merindukan sentuhannya, belaiannya dan desahannya.
.
.
.
Luhan POV
Kulihat mobil Sehun Oppa sudah meninggalkan halaman rumah. Air mataku sudah tidak bisa kutahan lagi. Ini sangat sakit lebih sakit dari saat dia meminta berselingkuh. Kutatap kamar kami dalam, Sehun Oppa bahkan meninggalkanku dimalam pertama pernikahan kami, dan yang lebih menyakitkan Sehun Oppa lebih memilih tidur dengan wanita lain. AARRRGGHHH aku ingin mati sangat ini juga.
Ya Tuhan, kenapa kau memberikanku cobaan yang seperti ini, aku sakit.. sangat sakit karena aku tidak bisa melepaskannya bahkan saat aku merasa sangat terluka, aku kecewa.. kecewa saat dia meninggalkanku dan lebih memilih selingkuhannya, aku takut.. takut dengan apa yang akan dilakukan mereka malam ini, meski sebenarnya dimalam sebelum pernikahanku Sehun Oppa tidur dirumah Kyungsoo dan melakukan hal yang seharusnya dilakukan denganku. Aku mengetahuinya karena aku tak sengaja membaca pesan yang Kyungsoo kirim pada Sehun Oppa saat kami sedang mempersiapkan pernikahan kami.
Aku menagis meraung-raung, air mataku tak henti-hentinya mengalir dipipiku. Apa lebih baik aku mati? Tidak aku tidak ingin mati konyol karena cinta. Aku harus tegar, aku harus percaya Sehun Oppa akan mencintaiku nanti. Tapi berapa lama aku akan bertahan? Bahkan baru sehari saja rasanya aku ingin mati.. tidak aku akan mempertahankan Sehun Oppa, aku tidak mau kehilangannya. Aku hanya harus lebih kuat, ya lebih kuat lagi.
Karena terlalu lama menangis aku sampai ketiduran. Kulihat sekelilingku Sehun Oppa masih belum pulang, padahal ini sudah pukul 8 pagi. Aku melihat diriku dicermin, mataku bengkak aku panik.. bagaimana jika Sehun Oppa curiga? Bagaimana jika dia bertanya macam-macam? Aku mengambil air hangat lalu mengompres mataku berharap bengkaknya sedikit menggempes.
Namun mengingat kejadian semalam membuat hatiku kembali berdenyut, air mataku kembali mengalir.. begitu miris suamiku bermalam dengan wanita lain.
"Kau kuat Luhan .. kau harus kuat"
.
.
.
To Be Continued
.
.
Haii.. aku update untuk HHS nihh .. yaa aku berharap ff ini juga akan bagus responnya seperti versi WonKyu yang aku Update di Wattpad. Kalo ada yang berminat berkunjung ke Profil aku bisa cari dengan nama yang sama astrimustika29 dengan nick WonkyuLovers. Disana ada beberapa karya aku tapi cast Wonkyu (Siwon & Kyuhyun) untuk yang berminat jangan lupa sapa aku yaa ^_^ tapi maaf karena kebanyakan aku privat soalnya di Wattpad lagi heboh pembajakan dan pembullyan karya. Dan aku juga minta maaf kalo tulisannya kurang baik, well aku baru terjun kedunia ini sekita 5-6 bulan terakhir, jadi harap maklum yaa ^_^ Oh yaa salam kenal aku penikmat baru Hunhan.. dan maaf jika ff nya kurang memuaskan, dan aku cukup seneng sama respon ffn yang bikin aku semangat lanjutinnya..
Jangan lupa Review yaa ^_^
Regards,
Mustika Choi
.
.
.
: makasih cghingku buat dukungannya terus ikuti kisahnya yaa ^_^
Hunhan794 : hehe ini juga baru pertama kali aku nulis Hunhan jadi maaf kalo kurang puas yaa, jangan lupa review lagi yaa ^_^
LSaber : ini udah di next chingu, jangan lupa review yaa ^_^
hunhantime : kebetulan aku udah buat 3 chap jadi mungkin akan fast up chingu.. jangan lupa reviewnya yaa ^_^
hannie080 : ini udah di next chingu, jangan lupa review yaa.. dan ikuti terus kisahnya hehehe
seluhundeer : emm gimana yaa aku sebenernya ga terlalu bisa bikin yang manis2, kurang menghayati gtu kekeke, aku senengnya bikin yang angst, hurt gitu chingu tapi nanti aku taburin nuansa romance nya dehh hehehe . jangan lupa review yaa ^_^
Ersaheizza07 : nihh udah ga keppo lagi kan, aku udah lanjutin ko.. jangan lupa review yaa
Seravin509 : ini udah dilanjut ko chingu.. jangan lupa review dan terus ikuti kisahnya yaa ^_^
HunHania94 : jangan benci Kyungsoo dong kasian chingu hehehe tapi maaf aku buat Kyung menyebalkan disini, jangan lupa tinggalkan review yaa
LisnaOhLu120 : ini udah dilanjut chingu, jangan lupa review yaa..
ryshaaa : ini udah lanjut koo.. jangan lupa review yaa
selynLH7 : ini aku udah next kelanjutannya chingu, jangan lupa review yaa…
