Karena terlalu lama menangis aku sampai ketiduran. Kulihat sekelilingku Sehun Oppa masih belum pulang, padahal ini sudah pukul 8 pagi. Aku melihat diriku dicermin, mataku bengkak aku panik.. bagaimana jika Sehun Oppa curiga? Bagaimana jika dia bertanya macam-macam? Aku mengambil air hangat lalu mengompres mataku berharap bengkaknya sedikit menggempes.
Namun mengingat kejadian semalam membuat hatiku kembali berdenyut, air mataku kembali mengalir.. begitu miris suamiku bermalam dengan wanita lain.
"Kau kuat Luhan .. kau harus kuat"
.
.
.
Dengan langkah gontai dan mata yang bengkak Luhan menuju ke arah dapur mulai berkutat dengan masakan-masakannya, walau dia yakin bahwa Sehun tidak akan pulang kerumah dengan cepat mengingat terakhir kali Sehun akan tidur dengan Kyungsoo. Sekali lagi air matanya kembali mengalir ditengah-tengah pekerjaannya menyiapkan pancake untuk sang suami.
Bisakah Sehun? Bisakah aku memelukmu? Ingin rasanya aku merasakan kehangatanmu.. penantianku 2 tahun ini... apakah sesakit ini? Sesakit inikah untuk mencintaimu? Tak adakah ruang untukku walau hanya sedikit? Sampai kapan? Sampai kapan aku harus bertahan Sehun? Sanggupkah aku? Melalui lika-liku untuk mendapatkan hatimu? Mampukah aku meluluhkan hati bekumu? Dapatkah aku menjadi seseorang yang berarti untukmu? Jika kesempatan itu ada maka aku akan mencobanya...
4 January 2016
~ Oh Luhan ~
"Luhan..." panggil seseorang yang sejak tadi sudah berada dibelakang Luhan, memperhatikan Luhan yang melamun menatap sarapan yang sudah tersaji didepan meja.
"Lu..." panggilnya lagi karena Luhan belum bergeming. Merasa percuma Sehun beranjak mendekati Luhan memegang bahunya membuat Luhan memekik kaget karena seseorang yang menyentuhnya tiba-tiba membuyarkan semua lamunannya.
"Ahh.. Sehun Oppa ... kau mengejutkanku" pekiknya lalu memajukan bibirnya membuatnya bertambah manis. Sementara Sehun hanya terkekeh geli mendapati istri barunya yang terlihat menggemaskan.
"Salah sendiri, kenapa kau melamun sepagi ini Lu.. apa ada yang kau fikirkan?" tanyanya seraya mendudukan pantatnya dikursi seberang Luhan.
"Ti..Tidak oppa, hanya aku merasa lelah karena kemarin" jawabnya lalu mengambilkan beberapa pancake yang disiram coklat bersama esspresso yang langsung disambut lahap oleh Sehun.
"eumm.. kalau begitu istirahatlah Lu jika kau memang lelah. Oh ya.. maafkan aku karena semalam aku pergi tanpa pamit, melihatmu tertidur sangat pulas membuatku tidak tega untuk membangunkanmu Lu.. Kyungsoo membutuhkanku semalam" ujar Sehun tanpa melihat kearah Luhan karena masih menih menikmati sarapannya.
Sementara Luhan hanya mengepalkan kedua tangannya yang gemetar dibawah meja. Berusaha menahan sakit yang dirasanya saat ini mendengar penuturan Sehun.
"Ne.. Oppa Gwenchana" lirih Luhan. Berusaha tersenyum manis pada Sehun.
"Luhan.. aku harus segera kekantor, terimakasih untuk sarapannya.. masakanmu enak.. Bye.." ujar Sehun singkat lalu melangkahkan kakinya keluar rumah mereka.
"Ta..Tapi oppa belum bersiap bukan?" teriaknya membuat Sehun menghentikan langkahnya.
"Sudah.. aku sudah bersiap di apartement Kyungsoo, bajuku banyak disana.. jadi kau tidak perlu khawatir ne, yasudah aku pergi .. daahh"
Luhan melihat punggung Sehun memasuki mobil mewahnya didepan rumah, pandangannya kembali sendu mengingat perkataan Sehun barusan.
"Haahh bahkan Kyungsoo sudah seperti istri keduamu Sehunnie..." lirihnya.
.
.
.
Mencoba memahaminya, mencoba mengerti dirinya hanya itu yang bisa kulakukan.. melihat senyumnya membuatku sangat bahagia, walau kutahu ku hanya sekedar teman baginya. Bolehkah? Bolehkah aku sedikit berharap? Berharap akan tiba keajaiban dimana kau melihatku? Entahlah.. akupun tak yakin dengan hal itu.. namun satu yang kuyakini .. Hatiku.. hatiku padamu yang kuyakini akan selamanya menjadi milikmu.. tulusku ... mencintaimu sampai akhir hayatku.. suamiku.. kekasihku.. bolehkah aku memelukmu? Kehangatan itu ingin sekali kurasakan..
30 January 2016
~ Oh Luhan ~
.
.
.
Tak terasa sudah lebih dari 1 bulan sejak pernikahan Sehun dan Luhan. Hari demi hari dilalui pasangan baru ini, meskipun Sehun jarang menghabiskan waktu dengan Luhan namun hubungan mereka semakin membaik, terlihat dari Luhan yang benar-benar mengurus semua kebutuhan Sehun, mulai dari pakaian yang disiapkannya setiap akan berangkat kerja bahkan sepulang kerja, makanan yang selalu tersedia diatas meja dan dengan rajinnya Luhan selalu mengingatkan Sehun untuk tidak lupa makan siang, memijat tubuhnya jikala Sehun kelelahan dan yang lainnya. Luhan benar-benar melayani Sehun sepenuh hatinya tulus, karena itu Sehun begitu nyaman dengannya. Meski sampai ini Sehun hanya menganggap Luhan sebagai sahabatnya saja namun hal itu tidak menurunkan semangat Luhan untuk mendapatkan hati Sehun.
Malam itu Sehun pulang dengan keadaan mabuk.. Kyuhyun yang terkejut melihat Sehun terjatuh saat membuka pintupun segera memapahnya menuju sofa tengah rumahnya. Diciumnya bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut suaminya.
Drrtt Drrtt
Ponsel Sehun terus bergetar, dengan sigap Luhan mengambil benda pipih itu didalam jas Sehun. Ragu.. iya Luhan ragu untuk membuka pesan yang tertera pada layarnya itu. 'tenang Luhan kau hanya membuka karena takut jika pesan itu penting untuk Sehun.. Mianhae Hunnie aku tidak bermaksud tidak sopan padamu' batin Luhan. Segera Luhan membuka pesan itu, melihat siapa pengirimnya membuat hatinya mencelos, tapi rasa penasarannya jauh mendominasi. Pada akhirnya Luhan memberanikan diri untuk melihatnya.
"Lagi.. sampai kapan Sehun? Sampai kapan kau akan berhubungan dengan Kyungsoo? Aku mencintaimu Sehun.. sangat hiks... kenapa kau begitu tega melakukan ini padaku? Hiks..."
Dengan suasana hati yang kacau Luhan tetap membersihkan tubuh Sehun dengan telaten, dibukanya sepatu Sehun, dilepaskannya kaos kaki dan pakaian yang sudah lusuh itu dari tubuh Sehun dan mengelap tubuh suaminya dengan hati-hati. Setelah selesai diselimutinya tubuh Sehun dan dikecupnya kening Sehun lembut dan sedikit lama menyalurkan semua rasa cinta dan sakit bersamaan yang berada dihatinya saat ini.
"Jalja nae sarang..."
"Kyungso-ya... aku mencintaimu..." gumamnya dalam tidurnya. Segera Luhan meninggalkan Sehun yang mengigau. Tak tahan dengan apa yang akan dikatakan selanjutnya.
Lagi.. kurasakan sakit kembali... sekali lagi hatiku hancur melihat foto Kyungsoo dan Sehun yang berfoto telanjang dengan pose yang sangat intim "moment yang membahagiakan bersamamu malam itu My Love" bahkan sebagai istrinya pun aku tidak pernah disentuh, tidur seranjangpun seperti ada dinding diantara kami.. sakit... sakit... terlalu dalam... dan semakin dalam... namun aku ingin tetap bertahan, ku yakin semua akan indah pada waktunya.. Tuhan baik bukan? Jika setelah sakit akan ada kebahagiaan.. setidaknya itu yang aku tahu dan kupercaya...
30 January 2017
~ Oh Luhan ~
.
.
.
.
.
BRUGGHH ..
Luhan terjatuh disofa empuk milik atasannya ya.. itu Wu Yifan atau biasa disapa Kris.. pemilik tempat dimana dirinya bekerja.
"Sa..Sajangnim" lirih Luhan mendapati atasannya yang menatapnya tajam.
"Kau... ! kenapa?! Kenapa kau menikah tanpa memberitahuku Luhan !" teriak Kris yang sudah melemparkan vas bunga dimejanya kesembarang lantai, untung saja ruangannya kedap suara.
"Mi-mianhae sajangnim.." Luhan menundukan dirinya saat ini tidak berani menatap Kris yang sedang murka.
"Arrghh" Luhan meringis saat pergelangan tangannya dicengkram oleh Kris dan tubuhnya dihimpit oleh tubuh Kris.
"Apa aku tidak cukup baik untukmu?! Apa aku sangat tidak berarti bagimu Lu? Kau menyakitiku" suara yang tadi penuh dengan tekanan dan kemarahan kini sarat akan kesedihan.
Yaa.. Kris adalah atasan Luhan.. sudah lama Kris mencintai gadis didepannya ini.. sedikit terobsesi memang mengingat Kris pernah berusaha memperkosa dan pernah menculiknya, namun Luhan masih tidak menjauhkan dirinya dari atasannya, tidak menghindarinya dan tidak takut akan amukannya.. dengan kelembutan hatinya dan kesabarannya Luhan dapat meluluhkan hati pria ini .. dengan telaten dia merawat Kris yang sempat dilanda stress berat akibat perceraian orang tuanya, belum lagi traumanya tentang masa lalu yang tidak diinginkan oleh keluarganya termasuk orang tuanya hingga beberapa bulan setelah bercerai ibu dan ayahnya ditemukan tewas dengan mengenaskan dengan jangka waktu yang cukup dekat, namun karena ia hanya anak miskin yang tidak mempunyai apa-apa selain otaknya polisi menutup kasus ini, dan Kris berpendapat bahwa ini adalah ulah dari para mafia yang kerap kali datang untuk menagih hutang kerumah mereka yang terkadang menjadikan Kris pelampiasan untuk memuaskan hasrat ayahnya yang suka menyiksa, dan itulah yang menyebabkan Kris membenci masa lalunya, ada rasa senang melihat orang-orang yang menyakitinya kini telah tiada namun ada juga rasa sakit mengingat bahwa mereka juga orang tua kandungnya. Walau Kris begitu menyeramkan dan kasar namun Luhan tahu Kris adalah orang yang hangat dan penyayang. Dan karna itu Luhan tetap menemaninya, tidak seperti orang lain yang meninggalkannya dan memilih menjaga jarak dengan Kris, namun tidak dengan Luhan.. gadis itu menarik Kris dari keterpurukannya, berbeda itulah yang berada dibenak Kris. Sekasar apapun Kris padanya, Luhan hanya akan tersenyum lembut, membuat hatinya selalu luluh dan lagi terus terjatuh dalam pesonanya.
Luhan mendudukan kembali dirinya setelah tadi sempat telentang karena ulah Kris yang sedang emosi. Tangannya menyentuh lembut surai Kris.
"Terimakasih kau sudah mencintaiku selama ini, aku tidak marah dengan perlakuanmu padaku.. heyy kau sangat berarti bagiku.. aku sangat menyayangimu Kris, tapi aku tidak bisa menerimamu.. kau tahu bukan kau sudah kuanggap kakakku sendiri"
"kau menyakitiku .. kau milikku Luhan" hanya itu yang terlontar dari mulut Kris, tangannya menggenggam tangan mungil Luhan menciumnya berkali-kali. Sungguh sangat tersiksa melihat Luhan bersanding dengan orang lain. Namun Kris tidak mau menyakiti Luhan, tidak lagi setelah hampir membuatnya ternodai saat dirinya berusaha memperkosa Luhan dia bertekad untuk tidak lagi menyakiti Luhan, bagaimanapun gadis didepannya ini sangat berharga baginya. Dan dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan gadis ini. Meski dengan melihatnya bersama dengan pria lain.
"Kris..." panggil Luhan lembut.
"Ne.. mianhae aku selalu kasar padamu.. aku mencintaimu Luhan sangat.." Gadis itu hanya tersenyum manis.
"..."
"jika kau bahagia bersamanya aku bisa apa? Aku tidak mau mengulangi kebodohanku dulu" lirih Kris.
"gwenchana Kris.. kau tidak perlu mengingatnya lagi heumm" ujar Luhan lembut masih membelai rambut pria itu..
"Aniyo.. aku tidak mau menyakitimu lagi, tapi jika lelaki itu berani menyakitimu aku tidak akan segan-segan membunuhnya.." tegas Kris membuat usakan dikepalanya terhenti.
"Kris..." jujur saja Luhan takut saat ini, Luhan tahu bagaimana perangai Kris. Jika sampai Kris tahu bagaimana Sehun memperlakukanya mungkin dia tidak akan segan-segan dengan perkataanya berusan.
"Lu..." panggil Kris .
"Ahh nee..."
"terima kasih.. untuk semuanya .. kebahagiaan yang kau beri padaku.. membuat akal sehatku kembali" ujarnya membuat Luhan tersenyum lembut.
"aku akan selalu disisimu.. jika kau membutuhkanku aku ada untukmu Kris"
"Gomawo Lu.. bolehkah aku memelukmu? Kumohon"
"hanya memeluk.. kau tahu aku sudah menjadi istri orang" yaa.. Luhan selalu mengalah, bukan karena Luhan murahan, namun ini adalah cara untuk membuat ketegangan Kris berkurang. Ya Luhan tahu Kris menderita kecemasan berlebih yang memungkinkan akal sehat nya terganggu dan melakukan tindakan diluar batas setidaknya itu kata dokter. Untuk itu Luhan tidak pernah menolak dan selalu lembut terhadap Kris.
"Arra.." Kris memeluk Luhan erat mencium pucuk kepala Luhan menyalurkan segala rasa cintanya terhadap gadisnya.
'Berbahagialah Luhan.. Luhanku yang manis.. aku akan selalu mencintaimu' batin Kris.
.
.
.
.
Piip.. Luhan mengambil ponselnya di atas meja kerjanya. Terkejut.. karena kekasih hatinya yang menghubunginya ternyata kekasih hatinya. Luhan tersenyum melihat isi pesan itu. Hatinya yang semula kacau kini menghangat.
From : Sehun Oppa
Luhan.. bisakah kita makan siang bersama hari ini?
To : Sehun Oppa
Ne Oppa.. kita makan di Star Restaurant saja.
Setelah beberapa kali berkirim pesan Luhan bergegas meninggalkan perusahaannya saat jam istirahat dan menuju tempat dimana dia dan Sehun akan bertemu. Senyum tercetak jelas dari wajah cantiknya. Tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini, pertama kalinya Sehun mengajaknya makan diluar.
"Sehun Oppa" panggilnya. Pria tampan itu tersenyum melihat istrinya sudah duduk manis ditempatnya.
CUP..
DEG.. Luhan terkejut merasakan benda kenyal itu mendarat tepat dikeningnya. Ini ciuman pertama Sehun untuknya. Bahagia .. sangat bahagia itulah yang kini dirasakannya saat ini. 'apakah aku bermimpi?' bagaimana tidak? Ditempat umum seperti ini suami tercintanya mencium tanpa alasan. 'ahh pabbo Oh Luhan apakan perlu alasan saat suamimu menciummu? Tentu saja tidak' tapi bagaimanapun ini tempat umum dan aku bahagia karenanya. Masih dengan segala pemikirannya Luhan tidak menyadari Sehun memanggilnya, hingga guncangan dibahunya membuat Luhan kembali tersadar.
"Ahh.. Mianhae Oppa aku melamun" cicitnya. Sehun hanya tersenyum. Luhan melihat seseorang dibelakang Sehun.
"Oppa itu siapa?" tanya Luhan penasaran.
"Ahh hampir saja aku lupa Lu. Kenalkan ini rekanku Park Chanyeol" Luhan segera bersalaman dengan Chanyeol.
"Tuan Park ini istriku Oh Luhan" Luhan kembali merona dengan ucapan Sehun barusan yang mengganti marganya. Makan siang itu sungguh dangat menyenangkan dan sangat mengesankan bagi Luhan. Kenapa? Yaa karena sikap Sehun yang tiba-tiba menjadi sangat romantis pada Luhan, Luhan juga baru tahu jika Sehun sangat suka bergurau terlihat dari canda tawa di antara mereka, orang yang melihat sungguh sangat senang melihat kecocokan mereka. Tak terkecuali rekan Sehun.
"Ahh kalian memang sangat serasi" ujar Chanyeol.
"Tentu saja Tuan Park. Dia adalah istri yang sempurna" Sehun lagi-lagi memuji Luhan.
Tak berselang lama Tuan Park Chanyeol meninggalkan mereka terlebih dahulu karena ada meeting penting yang harus dihadirinya. Namun tak berselang lama...
"Lu..."
"Ne Oppa?"
"Mianhae atas sikapku tadi. Dia rekan rekan penting. Aku tidak mau dia menganggap kita pasangan yang tidak harmonis. Jadi aku harus berpura-pura didepannya.. aku tahu kau keberatan dengan sikapku, tapi sungguh Lu aku tidak bermaksud meyinggungmu.. kuharap kau memaafkanku Luhan".
Luhan POV
DEG
Setelah perlakuan manisnya yang membuatku bahagia tadi ternyata itu hanya kepura-puraanmu Sehun ? Astaga.. kenapa aku tidak menyadarinya? Harusnya aku tahu jika itu tidak mungkin terjadi pada kita.. lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan ini.. apakah begitu sulit Sehun? Sulitkah menerima kehadiranku? Ini sudah lebih dari 1 bulan sudah pernikahan kita, bahkan sampai saat ini kau belum menyentuhku.. aku hanya bisa tersenyum dengan segala perlakuanmu. Yaaa hanya itu...
Luhan POV End
.
.
.
Sedikit kecewa memang, tapi tak mengapa asalkan Sehun tetap seperti ini. Bersikap baik layaknya seorang sahabat dan menerima semua perhatian Luhan. Hubungan Sehun dan Kyungsoo juga semakin baik, bahkan yang lebih baik lagi bagi Sehun adalah Kyungsoo tidak mengetahui pernikahannya dengan Luhan. Yaa sangat melegakan...
Tapi keberuntungan tidak selalu datang setiap saat bukan? Seperti hari ini, tanpa sepengetahuan mereka seorang wanita tengah memperhatikan mereka dari jauh, wanita yang kini mengepalkan kedua tangannya tampak sangat marah. Jelas saja dia mengenal kedua orang itu..
"Oh Sehun.. Xi Luhan.. apa yang kalian sembunyikan dariku" yaa .. mereka adalah kekasih dan mantan tunangan kekasihnya yang Kyungsoo tau.
.
.
.
"Luhannie" panggil namja berkulit gelap yang merupakan sahabat Luhan dikantor.
"Apa Jonginnie?" jawab Luhan acuh masih berkutat dengan segala laporan yang dia kerjakan tanpa melihat kearah sahabatnya.
"apa Sajangnim melukaimu lagi? Kulihat kemarin terlihat sangat marah.. apa dia tidak melakukan sesuatu yang buruk?" tanya Jongin khawatir.
"huh? Kau bersikap terlalu serius Jongin.. Sajangnim hanya memberikan ucapan selamat pada pernikahanku" jawab Luhan santai.
"benarkah? Tapi dia itu sangat terobsesi padamu Lu.. aku khawatir dia menyakitimu.. dan lagi aku heran kenapa kau tidak menjauhinya saja setelah apa yang dia lakukan padamu dulu"
"Jongin.. Kris itu sangat baik, dia sudah seperti kakakku sendiri. Aku menyayanginya.. dan lagi dia tidak terobsesi padaku, dia hanya terlalu menyayangiku. Aku juga sudah melupakan kesalahannya dulu.. dia sudah berubah. Jadi kau jangan berfikir buruk lagi tentangnya okke"
"Haahh baiklah selalu seperti itu jika sudah menyangkut Kris. Kau selalu membelanya, padahal dia sering menyakitimu.. oh yaa bagaimana hubunganmu dengan Sehun?" tanya Jongin antusias.
Seketika tangan Luhan yang sedang mengetik berhenti. Entah apa yang difikirkannya saat ini. Namun kembali dia meneruskan laporannya tanpa menjawab pertanyaan Jongin.
"Yakk! Xi Luhan aku bertanya padamu!" teriak Jongin karena merasa diabaikan sahabatnya itu.
"kau berisik Jong~ dan asal kau tahu kau salah menyebutkan margaku" jawabnya acuh.
"Ahh aku lupa, maksudku Oh Luhan. Apa terjadi sesuatu Lu?"
"Aniyo.. hanya saja aku .. aku.. aku bingung harus bagaimana lagi menghadapinya, berbagai cara sudah kulakukan untuk menarik perhatiannya. Namun tetap saja dia tidak melihatku Jong~" lirih Luhan. Kini raut wajahnya berubah sendu, menahan segala sakit yang dideritanya selama ini. Jongin yang melihat itu segela menggenggam tangan Luhan erat mendongakan wajah Luhan yang tertunduk dan menatap matanya dalam.
"Hei gadis cantik... aku tahu kau kuat. Kau hanya harus bertahan lebih lama heumm? Aku yakin tak lama lagi dia akan terjatuh dalam pesonamu Lu. Tak pernah ada yang bisa menolakmu. Kau lihat saja Kris Sajangnim dia sampai tergila-gila padamu Luhan kekeke"
"Jongin kau-"
"Kim Jongin-ssi .. setahuku ini masih jam kerja, sampai kapan kau akan bergosip disana layaknya ibu-ibu arisan?" suara baritone itu mengintrupsi keduanya. Tentu saja membuat Jongin berdiri seketika membuat Luhan terkekeh geli karena melihat sahabatnya itu ketakutan.
"Sa..sajangnim.. jeosonghamnida" Jongin menundukkan wajahya menahan malu dihadapan atasannya.
"kembali ketempatmu Jongin-ssi" titah Kris lagi.
"Ah yee... kalau begitu saya permisi Sajangnim" belum sempat kaki Jongin melangkah lagi-lagi suara Kris menghentikan langkahnya.
"Kau benar Jongin-ssi.. aku memang tergila-gila pada sahabat manismu"
"Ahh.. ne .. sekali lagi saya minta maaf Sajangnim.. permisi"
Setelah Jongin meninggalkan mereka Kris menatap Luhan dan tersenyum lembut, beda sekali saat ada Jongin tadi. Senyum itu tidak pernah dia tunjukan dihadapan orang lain. Senyum itu hanya ia tunjukkan didepan Luhan.. cintanya.
"Kau membuat sahabatku takut Kris" interupsi Luhan.
"karena aku tidak suka dia dekat-dekat denganmu" jawab Kris acuh.
Gadis itu hanya memutar bola matanya malas, sikap posessive Kris yang tidak pernah berubah kadang membuatnya jengkel. Saat semua karyawannya memanggilnya dengan sebutan Sajangnim namun Kris malah menyuruh Luhan untuk memanggil namanya diluar saat-saat yang formal tentunya. Dan terkadang itulah yang membuat orang lain tidak menyukai Luhan. Karena gadis itu seperti aset perusahaan yang sangat berharga dilihat dari perlakuan Kris yang membedakannya. Namun gadis itu bisa apa? jika tidak mengikuti kemauan pria itu yang ada Kris memarahinya lalu mendiamkannya.
"sayang.. kau sudah makan siang?" tanya Kris lembut.
"berhenti memanggilku sayang Kris.. kau tahu aku sudah menikah, dan aku tidak mau orang-orang bergosip tentang kita" jawab Luhan ketus tanpa melihat Kris yang mendengus dan sedang memajukan bibirnya sungguh tidak imut.
"cihh.. menyebalkan" decih Kris lalu meletakan beberapa snack kesukaan Luhan dimejanya.
"gomawo oppa" girang Luhan lalu membuka kantong plastik itu dan mulai memakannya. Membuat Kris terkekeh geli dengan tingkahnya dan langsung mengacak surai Luhan gemas. Sedewasa apapun gadis ini tetaplah kekanakkan dimatanya.
"jangan terlalu lelah, aku tidak mau kau sakit Luhan"
"hmm"
"aku pergi.."
"ne .. "
"ckk dasar.. jika sudah dihadapkan dengan pekerjaan dan snack dia pasti melupakan sekitarnya, katakan aku menyesal untuk membelikannya snack huhh... ahh aniyo.. sampai kapanpun aku akan senang membuat Luhanku senang" monolognya seraya meninggalkan ruangan Luhan dengan senyuman cerianya.
.
.
.
Malam itu Sehun tidak pulang kerumahnya dengan Luhan, tapi ke apartement Kyungsoo. Hari yang sangat melelahkan baginya karena seharian ini jadwalnya sangat padat dan berpindah-pindah tempat. Namun dia sangat merindukan kekasihnya. Sebelum memasuki apartemen Kyungsoo, Sehun mengirimkan Luhan pesan teks agar Luhan tidak menunggunya. Sehun melangkahkan kakinya menuju apartement Kyungsoo, tapi saat dirinya masuk kegelapan menghinggapi penglihatannya. Dicarinya saklar lampu didinding dekat tembok, namun tetap hening hanya beberapa barang yang terlihat sedikit berantakan membuat Sehun bingung karena biasanya Kyungsoo tidak pernah membiarkan apartementnya kotor dan berantakan sedikitpun.
"Kyung.." lirihnya namun sama sekali tidak ada jawaban darinya. Dilangkahkan kakinya menuju kamar satu-satunya diapartement itu.
"Kyungsoo... apa kau di..." belum sempat Sehun menyelesaikan kata-katanya. "astaga KYUNGSOO !" teriaknya saat memasuki kamar Kyungsoo ternyata wanita itu sedang tergeletak dengan wajah yang sangat pucat dilantai kamarnya.
Sehun yang panik luar biasa segera menggendongnya dan berlari menuju parkiran menuju rumah sakit. "Kumohon Kyungsoo.. jangan pernah tinggalkan aku.. jangan pernah.."
Sehun mengendarai mobilnya dengan membabi buta, dihiraukannya klakson-klakson kendaraan lain yang sangat memekikkan telinga. Pikirannya kacau seketika melihat kekasihnya tergeletak tak berdaya di jok belakang mobilnya dengan keadaan yang mengenaskan. Setelah sampai dirumah sakit segera Kyungsoo dibawa keruang UGD. Sehun menunggu dengan cemas bahkan Kyungsoo tidak mempunyai siapa-siapa selain Sehun.
.
.
"Wali Do Kyungsoo.." teriak seorang perawat, membuyarkan lamunan Sehun. Sesegera mungkin Sehun memasuki ruangan dokter yang tadi memeriksa Kyungsoo, disana gadis itu sudah sadarkan diri dan sedang terbaring diranjang.
"Kyungsoo..." lirih Sehun.
"Op..Oppa.."
"Uisa bagaimana keadaannya" tanya Sehun masih dengan menggenggam tangan Kyungsoo yang masih lemas, namun tetap membuka kedua matanya mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.
"Selamat.. istri anda sedang hamil tuang dan usia kandungannya sudah 2 minggu " jawab dokter itu semangat. Namun tidak dengan kedua insan ini. Sehun terkejut sangat terkejut. Sementara Kyungsoo? Entah apa yang difikirkannya, namun dia menyeringai tanpa Sehun ketahui.
"Ha..hamil?"
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Terimakasih buat respon yang baik juga di Versi Hunhan ini.. dan disini aku juga meremake beberapa kata-kata dan kalimat. Karena pas aku baca lagi ternyata kurang pas hehehe.. dan untuk yang bertanya kapan Luhan bahagia aku fikir nanti yaa.. aku ga ahli dalam membuat kisah yang manis khekhekhe .. Tunggu kelanjutannya yaa ^_^ oh ya dan aku harap sebagai pembaca yang baik biasakan memberi ulasan yaa.. kritik dan sarn juga gpp ko..
Review Please... ^_^
.
.
.
seluhundeer : sekalian aja tabok pake coet chingu wkwkwk
hannie080 : maaf yaa.. tapi aku seneng kalo luhan nya menderita hahaha
seravin509 : kita lihat chap depannya kaya gimana ya hehehe, aku seneng bikin luhan menderita sooalnya ..
cici fu : ini udah dilanjut chingu
Guest : ini udah dilanjut chingu
ryshaaa : pasti.. tapi ga dalam beberapa chapter dari sekarang hehehe
