"Selamat.. istri anda sedang hamil tuan dan usia kandungannya sudah 2 minggu " jawab dokter itu semangat. Namun tidak dengan kedua insan ini. Sehun terkejut sangat terkejut. Sementara Kyungsoo? Entah apa yang difikirkannya, namun dia menyeringai tanpa Sehun ketahui.
"Ha..hamil?"
.
.
.
"Ne tuan.. lebih baik istri anda jangan terlalu stress, istri anda hanya mengalami kelelahan, untuk itu saya minta agar anda lebih memperhatikan istri anda tuan"
"Ahh ne .." jawab Sehun ragu.
"kalau begitu saya akan beri resep obat untuk memperkuat janin dan yang lainnya untuk membantu menjaga nutrisi ibu dan anak selama masa kehamilan..Tuan bisa menebusnya di apotik rumah sakit"
"Ne.. ghamsahamidha Uisa.. kalau begitu kami permisi"
"Ne Cheonmaneyo"
Sehun memapah tubuh Kyungsoo perlahan takut bila wanita itu kembali ambruk. Setelah meninggalkan rumah sakit Sehun sama sekali tidak bereaksi, entah apa yang difikirkannya saat ini, bahagia yaa Sehun sangat bahagia karena kekasihnya sedang mengandung darah dagingnya tapi bagaimana dengan Luhan dan juga keluarganya? Pasti mereka akan sangat kecewa padanya. Tapi Sehun tidak mungkin juga tidak menikahi Kyungsoo, bagaimanapun Sehun tidak mau anaknya dicap anak haram.
Melihat kegusaran diwajah Sehun sejak tadi membuat Kyungsoo kesal. 'apa Oppa tidak senang? Apa Oppa tidak mau bertanggung jawab? Kalau memang iya aku akan tetap membuat Oppa menikahiku bagaimanapun caranya' batin Kyungsoo.
"Oppa.. apa Oppa kecewa?" Kyungsoo memecah keheningan.
"Ahh.. aniyo Oppa sangat bahagia Baby" jawab Sehun tersenyum getir.
"Tapi kenapa Oppa dari tadi diam saja?" tanya Kyungsoo kemudian.
'Bagaimana ini? Tidak mungkin aku bicara pada Kyungsoo tentang keadanku dengan Luhan sebenarnya. Tapi bagaimana dengan anakku? Mungkin aku memang harus jujur pada Kyungsoo mengenai hubunganku dengan Luhan'
"Kyungsoo-ya.. sbenarnya ada yang ingin Oppa beritahu padamu"
"Apakah itu Oppa?"
"Emm.. sebenarnya... Oppa.. Op-"
"Oekk... Oppa berhenti sebentar.. Oekkk.. aku ingin muntah" belum sempat Sehun bicara ternyata Kyungsoo merasakan mual membuat Sehun khawatir dan langsung meminggirkan mobilnya.
'Haahh mungkin sekarang bukan saatnya' batin Sehun.
.
.
.
Hari ini Luhan terlihat sangat lesu, kenapa? Karena semalaman dia menunggu Sehun tapi suaminya itu tidak kunjung datang, bodohnya Luhan meninggalkan poselnya dikantor. Alhasil gadis itu tertidur sangat malam membuat badannya sedikit sakit hari ini. Bahkan saat pagi hari Sehun tidak berkunjung kerumah mereka tumben sekali, biasanya meskipun dia menginap diapartement Kyungsoo paginya selalu berkunjung kerumah mereka untuk sekedar menyapanya atau sarapan bersama Luhan.
"Lu... kau kenapa?" tanya Jongin yang mengangkat tangannya untuk menyentuh dahi sahabatnya. Namun Luhan hanya menggeleng.
"kau terlihat pucat Lu, apa kau sakit? Badanmu sedikit hangat"
"Gwenchana Jongin, bisakah kau membelikanku susu hangat?"
"Hmm baiklah tunggu sebentar ne.." Jongin segera pergi untuk membeli pesanan Luhan. Gadis itu lalu menelungkupkan kepalanya diantara kedua tangannya dimeja kantor. Sungguh saat ini tubuhnya sangat tidak sehat, tapi ia tidak mau terus memikirkan Sehun jika berada dirumah.
.
.
.
Setelah meminum susu dari Jongin Luhan mulai berkutat dengan pekerjaan-pekerjaannya. Setidaknya itu mengalihkan fikiran dan hatinya saat ini, tak peduli jika kepalanya terasa pening dan tubuhnya semakin lemas. Merasa tubuhnya tidak mampu lagi bekerja sama Luhan melangkahkan kakinya keluar menuju apotik yang berada didepan kantornya. Sebelum benar-benar sampai telinganya mendengar seseorang yang berteriak memanggilnya.
"Luhan-ssi"
Luhan menoleh dan dia terkejut dengan kedatangan Kyungsoo a.k.a kekasih suaminya datang kekantornya.
"Kyungsoo-ssi? ada apa?" tanya Luhan heran.
"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan Luhan-ssi, emm bisakah aku meminta waktumu?" tanya Kyungsoo.
"Emm baiklah.. tapi aku tidak bisa lama Kyungsoo-ssi masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan" tutur Luhann sejujurnya gadis itu saat ini gugup dengan kedatangan Kyungsoo yang tiba-tiba.
"Baiklah.. lebih baik kita ke kantin kantor ini saja" mereka berjalan menuju kantin diperusahaan itu. Suasana kantin masih terlihat sepi mengingat bahwa ini masih jam kantor.
"Kau lucu sekali Luhan-ssi.. orang tuamu adalah pemilik perusahaan yang terbilang besar, tapi kenapa kau bekerja ditempat orang lain?" tanya Kyungsoo penasaran.
"ah.. itu karena aku ingin belajar mandiri Kyungsoo-ssi, aku tidak mau mengandalkan harta orang tuaku lagipula aku menyukai bidang ini" jawab Luhan sambil tersenyum.
"Ahh begitu.. ohh ya karena waktumu tidak banyak kita langsung ke intinya saja.."
"..."
"emm sebenarnya aku sudah mengetahui hubunganmu dengan Sehun Oppa Luhan-ssi"
Deg..
Luhan tertegun dengan ucapan wanita dihadapannya ini barusan, dia bingung harus bersikap seperti apa didepan Kyungsoo. Apakah dia harus terlihat senang karena akhirnya Kyungsoo mengetahuinya? dan sedikit berharap bahwa wanita itu akan mengerti dan meninggalkan suaminya. Tapi hatinya juga tidak tenang.. apakah Sehun yang memberitahunya? Atau dia mengetahuinya dengan orang lain? Jika memang benar apa Sehun akan memarahinya. Ahhh sungguh Luhan khawatir jika Sehun akan kembali mengabaikannya seperti saat pertama kali.
"Ma..Maksudmu Kyungsoo-ssi?" Luhan tergugup.
"Maksudku.. aku sudah mengetahui bahwa kau dan Sehun Oppa sudah menikah Luhan-ssi, kau pasti bertanya bagaimana aku mengetahuinya bukan? Sebenarnya.. aku sudah curiga dengan Sehun Oppa akhir-akhir ini entah kenapa sikapnya sedikit berubah, dan tanpa sengaja saat itu aku melihatmu bermesraan dengan Sehun Oppa di restaurant. Lalu aku mencari tahu tentang hubungan kalian dan Well hasilnya sangat mengejutkan bagiku.." ujar Kyungsoo sinis. Luhan hanya tertunduk, perasaannya sungguh tidak bisa diartikan saat ini.
"Mi.. Mianhae Kyungsoo-ssi, aku tidak bermaksud membohongimu" lirih Luhan.
"gwenchana Luhan-ssi.. aku sudah melupakannya, sebenarnya setelah aku mengetahuinya aku berniat meninggalkan Sehun Oppa untukmu karena aku tidak ingin merusak pernikahan kalian. Tapi.."
"Tapi?"
"Aku tidak bisa Luhan-ssi.. bagaimanapun Sehun Oppa adalah ayah dari anak yang ada diperutku.." lirih Kyungsoo.
DEG
Belum sempat Luhan berteriak bahagia karena Kyungsoo akan melepaskan suaminya namun hatinya kembali diremukkan dengan keadaan Kyungsoo saat ini. Hancur sudah harapan Luhan.
"K-kau hamil?" Luhan menatap tidak percaya.
"Ne.. dan Sehun Oppa ayah dari anakku saat ini Luhan-ssi.. Mianhae.."
"..."
"kumohon Luhan-ssi biarkan Sehun Oppa bertanggung jawab dengan bayiku. Aku tidak ingin anakku lahir tanpa ayah.. hiks.. aku tidak tahu harus bagaimana hiks.." isak Kyungsoo.
Gadis itu tidak menjawab, hatinya sangat sakit.. lidahnya kelu.. cukup untuk mendengar semua kepahitan ini, dia tidak mau mendengar yang lebih menyakitkan lagi. Saat ini dia hanya ingin menenangkan dirinya.
"Maaf Kyungsoo-ssi aku harus pergi.."
"Luhan-ssi..."
"Mianhae.." Luhan segera berlari meninggalkan Kyungsoo dikantin, wajahnya sudah memerah padam.
Seringai tercetak jelas diwajah Kyungsoo melihat kepergian Luhan dan melihat ekspresinya.. ekspresi yang benar-benar diharapkannya 'kau fikir aku akan melepaskan Sehun Oppa? Jangan bermimpi Luhan' batin Kyungsoo.
.
.
"Hiks... Sehun.. Hiks kenapa kau Hiks.. tega padaku, aku sudah berbesar hati membiarkanmu menjalin hubungan dengan Kyungsoo.. Hiks tapi kenapa kau lakukan ini.. hiks padaku.."
Luhan menuju bilik salah satu toilet dan menangis sekencang-kencangnya. Meremas dadanya menahan rasa sakit yang didera nya saat ini. Bahkan ia sudah berjongkok karena tak kuat menahannya.
"AARRGGHHH ... Tuhan.. tolong aku hiks.. sa-sakit Tuhan.. ak-aku sampai tidak merasakan hatiku karna ini terlalu sakit hiks.. kumohon Tuhan .. hiks .. kuatkan ak-aku.. hiks.."
.
.
.
Terkadang aku bertanya apakah artinya aku bila berada diantara kalian? Apa aku hanyalah tempat bersinggah untuk semua kelelahanmu? Apakah aku hanya potret yang kau pajang untuk bertemu dengan setiap rekanmu? Sudah kulakukan semuanya untukmu.. tapi itu tidak akan merubah apapun.. sakit.. siapa dia? Kenapa dia bahkan mendapatkan posisi pertama dihatimu? Aku...
Juga ingin...
~Oh Luhan~
.
.
Setelah kejadian itu beberapa hari ini Luhan terlihat sangat tidak bersemangat, bahkan beberapa hari ini juga Sehun tidak menampakkan batang hidungnya. Sekali saja waktu itu saat dia mengambil beberapa pakaian dan dokumen-dokumen pentingnya, membuat Luhan semakin hancur. Sehun juga tidak bicara apa-apa mengenai Kyungsoo, dan mungkin dia mengira bahwa istrinya itu belum mengetahui keadaan mereka sebenarnya. Luhan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan, fikirannya sungguh sangat kacau saat ini belum lagi kondisi tubuhnya yang kurang sehat beberapa hari terakhir. Langkah Luhan mulai memberat, penglihatannya mulai buram sebelum semuanya gelap... tubuhnya terjatuh dilantai. Yang terdengar adalah suara teriakan dari seseorang.
"Luhan !" Kris berlari menghampiri Luhan yang tergeletak dilantai, direngkuhnya tubuh itu segera.
"Astaga Lu.. kau kenapa.. sadarlah" dengan hati-hati Kris mengangkat tubuh Luhan didadanya dan membawanya ke ruangannya. Setelah menidurkan Luhan disofa ruangannya Kris membalurkan minyak angin disekitar leher dan hidung dan menepuk pipi Luhan pelan "Lu.. sayang.. hei bagunlah"
Perlahan Luhan mengerjapkan kedua matanya, Kris yang melihat itu segera mengambil air putih dan membantunya untuk duduk. Luhan meminum air yang disodorkan Kris sebelum kembali menyandarkan tubuhnya di sofa. Keringat terlihat membasahi keningnya.
"kau kenapa Lu? Kenapa kau sampai pingsan? Untung ada aku, jika tidak mungkin tidak akan ada yang menemukanmu karena disana sangat sepi tadi"
"..."
"Hei.. kau tidak mau bercerita padaku? Heum?"
"Mianhae.. tapi aku hanya sedikit kelelahan Kris, kau tidak perlu mengkhawatirkanku ne" Kris tidak mau memaksa Luhan untuk berbicara tentang masalahnya, dia tidak ingin gadisnya tertekan dan kembali drop lebih baik dia membiarkannya. Yang pasti jika Luhan membutuhkannya dia akan selalu siap.
"Hemm baiklah, tapi bisakah kau pulang saja? Kau terlihat sangat pucat Luhan, setidaknya jangan membuatku khawatir ne" ujar Kris lembut dan membelai kepala Luhan lembut.
"baiklah aku pulang.." Luhan hanya menuruti perkataan Kris karna memang dia sudah tidak kuat untuk bekerja.
"mau kuantar?" tawar Kris.
"Aniyo kau masih banyak pekerjaan, lihatlah file-file dimejamu yang menumpuk itu" tolaknya.
"aku bisa menundanya untukmu sayang"
"Kris..." lirih Luhan yang kini terpejam dengan memijat pangkal hidungnya.
"Ne ne.. aku akan mengerjakannya sekarang arra? Asal kau pulang, biar aku meminta Jongin untuk mengantarmu okke"
"Hmm.." Luhan hanya membalas dengan gumaman dan menganggukan kepalanya. Tak lama Kris menghubungi sekretarisnya dan memintanya memanggil Jongin.
.
.
.
"Jongin.."
"hemm?" Jongin hanya bergumam dan masih fokus mengendarai mobilnya.
"aku ingin bertanya"
"tanya saja"
"jika kau mengetahui kekasihmu menghamili orang lain apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan mempertahankannya disisimu atau mengorbankan perasaanmu?" pemuda itu sontak menoleh, dia menatap heran dengan pertanyaan Luhan barusan.
"kenapa kau bicara seperti itu Lu? Apakah Sehun menghamili orang lain?" tanya Jongin.
Luhan tergugup, bagaimanapun Jongin tidak mengetahui hubungan Sehun dan Kyungsoo, jika sampai tau mungkin dia akan melaporkannya pada keluarganya. Bagaimanapun Jongin adalah sahabat Luhan sejak SMP dan keluarganya sudah menganggapnya anak mereka sendiri.
"A-Aniyo.. aku hanya ingin tahu.. jadi apa jawabanmu?"
Jongin kembali mengalihkan fokusnya pada jalanan "hemm.. jika memang itu benar anak dari kekasihku mungkin aku akan merelakannya, bagaimanapun aku masih punya hati nurani tidak menginginkan anak itu lahir tanpa ayah.. yaah anggap saja jika kekasihku itu bukan orang yang tepat untukku.. bukankah kau percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana bagi hambanya? Jika garis dari Tuhan sudah seperti itu kita hanya harus bertabah dan bersabar bukan? Seperti yang selalu kau ucapkan semua akan indah pada waktunya"
Luhan termenung memikirkan perkataan Jongin. Apakah dia harus seperti itu, bahkan saat ini Luhan masih tidak rela jika harus melepaskan Sehun.
.
.
.
Luhan menutup buku harian berwarna Babyblue itu kelaci yang selalu dia kunci rapat. Terdengar suara pintu rumahnya yang terbuka menandakan jika Sehunnya sudah pulang. Luhan bergegas keluar dari kamar dan menghampiri suaminya. Tubuhnya sudah sedikit lebih baik dari tadi siang.
"Oppa.. kau terlihat sangat lelah.." dengan sigap Luhan mengambil tas dan jas Sehun lalu menyimpannya di sofa. Namun Sehun hanya bergeming, dia malah menatap intens Luhan. Luhan terheran dengan sikap Sehun yang diam saja sedari tadi, dia terlihat salah tingkah karena suaminya terus memperhatikannya.
"Oppa.. apa ada yang salah denganku?" namun Sehun tetap terdiam. Dia berjalan perlahan mendekati Luhan.
CUP..
Sehun mengecup bibirLuhan membuat matanya membulat namun mereka tetap membiarkannya menempel selama beberapa saat, melihat tidak ada pergerakan dari Luhan Sehun mulai berani melumat bibirnya merekapun memejamkan mata. Semakin lama semakin dalam. Bahkan saat ini Sehun menarik tengkuk Luhan dan mengarahkan tangan Luhan untuk melingkar dilehernya. Mereka semakin terbuai dengan ciuman mereka, bahkan saat lidah Sehun mengetuk bibirLuhan dengan senang hati dia membukanya dan membiarkan mereka beradu lidah.
"Ahh.. sshhh" desahnya saat merasakan tangan Sehun meremas pantatnya dibalik piyamanya. Mendengar desahan Luhan Sehun semakin berani menjelajahi tubuh Luhan bahkan saat ini dia tengah mencumbu lehernya dan memberikan tanda kepemilikannya.
"Shh.. Se-Sehun Oppa..." desah Luhan semakin menjadi. Sehun mulai membuka kancing piyama Luhan. Bahkan mereka masih diruang tamu dan posisi mereka masih berdiri. Belum selesai baju Luhan terbuka..
KRIINNG... KRIING...
Bunyi ponsel yang begitu nyaring itu membuat mereka terkejut dan melepaskan tautan masing-masing. Beberapa saat mereka saling terdiam karena canggung sampai ponsel Sehun kembali berdering dan menyadarkan mereka dari lamunannya. Dengan sigap Sehun mengengkatnya, Sehun berjalan menjauhi Luhan yang tengah sibuk dengan mengancingkan piyamanya yang terbuka lalu berjalan kearah dapur dan menyiapkan makan malam untuk Sehun.
Setengah jam berlalu, Sehun turun sudah memakai piyama tidurnya dan rambutnya masih basah. Luhan kembali terpesona dengan pria didepannya ini, bagaimanapun keadaanya dia tetap terlihat sangat tampan. Mereka masih dengan suasana hening akibat kejadian panas tadi. Wajahnya sudah memerah karena menahan malu. Namun tak mengusik kebahagiaannya karena baru kali ini Sehun benar-benar menyentuhnya. Tapi apa tadi Sehun benar-benar menginginkannya? Ahh entahlah yang pasti saat ini dia sangat bahagia karena itu kemajuan positif dari hubungan mereka. Dan bolehkah saat ini Luhan berharap lagi?
"Luhan.." Sehun memecah keheningan.
"Ahh ne Oppa..."
"Emm mianhae soal tadi.. aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku"
Luhan tersenyum kecut mendengar ucapan Sehun menyesal "Gwenchana Oppa.."
Mereka kembali dengan keheningan, sampai membaringkan tubuh diranjangpun mereka masih tetap membisu. Tak ada yang mau memulai percakapan, semuanya terasa canggung. Sampai mereka terubuai dalam gelapnya malam dan menggapai mimpi masing-masing.
.
.
.
Pagi itu Luhan terbangun namun tidak menemukan Sehun disisinya. Kembali dia mendesah karena Sehun tak membangunkannya. Kakinya hendak melangkah menuju kamar mandi sebelum mendengar bel rumahnya berbunyi.
"Siapa yang bertamu sepagi ini.. haahh" saat membuka pintu Luhan dikejutkan dengan sosok Kyungsoo yang kini berada dihadapannya.
"Kyungsoo-ssi?"
"Ada yang harus kita bicarakan" jawab Kyungsoo dengan wajah sendu.
"masuklah.. maaf aku baru saja bangun.. kau mau minum apa Kyungsoo-ssi?" Luhan menoleh namun wanita itu hanya tertunduk.
"Astaga Kyungsoo-ssi bangunlah apa yang kau lakukan?" Luhan terkejut melihat Kyungsoo yang kini berlutut dihadapannya dengan menangis.
"Hiks.. kumohon.. Luhan-ssi Hiks.. bantu aku.. aku harus bagaimana dengan anak yang kukandung Hiks.. aku tidak punya siapa-siapa Hiks.."
"Kumohon bangunlah Kyungsoo-ssi.. jangan seperti ini"
"Tidak.. aku bersalah padamu Hiks.. maafkan aku.. Hiks jika aku tahu lebih awal mungkin aku tidak akan berhubungan lagi dengan Sehun Oppa Hiks.. apa aku harus menggugurkannya? Hiks"
"Andwae ! jangan pernah kau lakukan itu Kyungsoo-ssi.. kau akan berdosa jika membunuh anak yang tidak bersalah.. kau tenanglah aku akan membantumu mencari solusinya"
"Hiks.. tapi aku tidak mau menanggung malu karena hamil tapi punya suami Hiks.. ba-bagaimana jika ini terjadi padamu? Hiks .." isaknya.
Luhan terdiam, sungguh sakit hatinya melihat Kyungsoo bersikap seperti ini. Apakah Luhan tega? Tentu saja tidak.. bagaimanapun mereka sama-sama wanita. Luhan tidak sampai hati untuk menyakiti wanita lain. Biarlah dia merasakan sakit hati karena Sehun tapi dia tidak ingin menyakiti seseorang yang tidak bersalah.. Luhanlah yang salah, jika sejak awal dia menolak permintaan Sehun mungkin tidak akan serumit ini.
.
.
.
Tuhan.. inikah rencana indahmu yang lain? Jalan untukku menuju kebahagiaanku? Tapi bolehkah kali ini aku mengeluh? Ini terlalu menyakitkan bagiku Tuhan.. tak bisakah kau memberi cara yang lebih baik dari ini? Aku ingin menggapainya tapi dia semakin jauh.. semakin sulit kugapai.. apakah aku harus melepasnya saja? Tapi aku tidak ingin Tuhan.. aku terlalu mencintainya.. Tuhan.. apa kau marah jika aku memilih berbagi dari pada melepasnya? Setidaknya biarkan aku disisinya Tuhan.. yaa.. kumohon.. ini sudah menjadi keputusanku.. aku harap kau merestui keinginanku..
~Oh Luhan~
.
.
.
Luhan termenung mengingat kejadian kemarin pagi. Bahkan ia terasa malas jika harus pulang kerumahnya dan menghadapi suaminya. Dia masih butuh waktu untuk berfikir, bagaimana solusi dari masalah yang dihadapi rumah tangganya saat ini. Tidak mungkin ia akan meminta cerai saat pernikahannya baru berjalan 2 bulan kurang. Bahkan dia akan mengecewakan keluarganya juga mertuanya jika memutuskan berpisah.
Luhan tidak sadar jika sekarang dia sudah ada didepan rumahnya. Terlihat mobil Sehun sudah terparkir digarasinya meyakinkan dirinya bahwa suaminya sudah pulang. Tapi kenapa tumben sekali suaminya pulang secepat ini. Dia melihat makan malam yang sudah tersaji dimeja dengan Sehun yang menundukan wajahnya dimeja bahkan dia tak menyadari bahwa istrinya berada disampingya.
"Oppa..."
"Ahh kau sudah pulang Lu? Kajja kita makan.." ajak Sehun.
Luhan mendudukan diri disebrang Sehun, dia mengambil beberapa lauk untuk disimpan dinasinya dan suaminya. Keheningan kembali menyelimuti mereka, hanya dentingan sendok yang terdengar.
"Luhan..." Sehun memecah keheningan.
"Ne Oppa"
"Ada yang ingin aku bicarakan.. mengenai Kyungsoo"
Luhan terdiam, belum selesai dia menikmati moment bahagianya dengan Sehun kemarin kini ia dihadapkan lagi dengan permasalahan Kyungsoo. Dia ingat akan keputusannya yang sudah diambilnya dengan matang. Sebelum mendengarkan kata-kata yang menyakitkan dari bibir Sehun tentang kehamilan Kyungsoo lebih baik Luhan yang memulai pembicaraannya.
"Oppa.. ada hal penting yang ingin aku bicarakan juga denganmu" sergah Luhan.
"Ne.. kau dulu yang bicara"
"Emm.. Oppa.. sebenarnya...
"Hmm?"
"..."
"kau ingin bicara apa Lu?" tanya Sehun lembut.
"Menikahlah dengan Kyungsoo"
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hallo again .. aku lanjut sama chapter 4, adakah yang masih menunggu ff ini? aku harap masih.. ya aku tau HHS lagi pada berkabung termasuk aku, sebagai WKS aku berkabung karena kasusnya Siwon Oppa dan untuk sementara ga ikut promosi juga kegiatan Super Junior lainnya sedih .. pake banget, dan sekarang sebagai HHS aku berkabung sama beritanya Luhan yang katanya mau married, huwaaa... Sehunnie gimana? T.T pengen nangis berasa lengkap banget deh semuanya, padahal aku suka sama mereka baru banget sekarang tuh lagi kasmaran2nya sama mereka :'( semoga aja kabar2 itu hanya HOAX doang.. semangat ya para HHS .. aku harap kalian akan tetap mencintai mereka..
Disini juga aku mau menyampaikan beberapa hal.. untuk kedepannya ff ini juga akan aku PRIVAT seperti yang lainnya, demi kenyamanan aku juga.. kecewa juga sih pengunjungnya banyak tapi hanya sedikit yang memberi respon, hargailah karya orang lain walau hanya dengan memberi review.. karena aku juga selalu memberi dukungan saat membaca karya orang lain.. Dan disini aku mau tegaskan kalo FF ini murni milik saya, maksud remake disini adalah saya mengubah Castnya menjadi HunHan karena sebelumnya saya membuat FF ini dengan Cast Wonkyu..
Juga aku mau menjawab pertanyaan dari Guest yang katanya FF ini cast HUNSOO bukan HUNHAN, maaf sebelumnya.. jawaban itu dilihat dari bagaimana kamu memandang FF ini, setiap penulis mempunyai cara menulisnya sendiri.. kecuali kalo dia plagiat, setiap alur pasti membutuhkan cerita utuh agar lebih terasa feelnya, tidak hanya 1 cast yang memenuhi semua adegan, dan tulisan aku termasuk tulisan yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai akhir, aku gamau terlalu terburu2 aku pengen menghayati setiap adegannya. Karna FF ini aku ambil dari kisah nyata (REAL) hanya disini aku mengubah adegan, kejadian, cast, latar belakang dan juga hal lainnya tapi TIDAK MENGUBAH inti dari kisah ini (Seorang perempuan yang rela dimadu). Dan kalo memang kalian tidak suka silahkan meninggalkan page ini, tapi aku yakin para HHS adalah orang2 yang bisa menghargai dan menghormati karya orang lain..
Terima kasih untuk dukungannya.. ^_^
Review Please ^_^
Thanks To :
/hannie080/xiaolia/seluhundeer/Hunhan794/Ersaheizza07/cici fu/Seravin509/LisnaOhLu120/hunhania/hunhantime/LSaber/
