Kini mereka semua sedang berkumpul diruang keluarga. Luhan dan Sehun terlihat sangat gugup. Melihat tangan Sehun yang kini bergetar membuat Luhan reflek untuk memegang tangannya. Diremasnya tangan yang lebih besar dari dirinya itu.. ditatapnya pemilik tangan itu dan ia beri senyuman terbaiknya membuat suaminya itu sedikit tenang.
"Appa.. Eomma.. Abeoji.. Eomoni... ada yang ingin aku dan Sehun katakan pada kalian semua"
"Ne sayang kau ingin bicara apa pada kami?" Jawab Yunho.
"A..Aku..."
"Apa kau hamil sayang?" tanya Jaejoong.
"A-Aniyo Eomma... A-aku.."
"Benarkah? Benarkah itu Lu" semangat Heechul.
"Apakah Abeoji akan mempunyai cucu Lu?" timpal Yunho. Mendengar respon mereka yang bersemangat membuat Luhan dan Sehun menegang. Bahkan berciuman dan berpelukan saja baru kemarin mereka lakukan. Haahh ini mungkin benar-benar akan membuat mereka sulit, bahkan para orang tua itu sudah mengharapkan seorang bayi diantara mereka.
"hei kalian bisakah kalian diam sebentar? Luhan bahkan belum mengutarakan apa yang mau ia bicarakan" ujar Hanggeng. "Nah Lu bicaralah sayang" lanjutnya.
"Se-sebenarnya..." belum sempat mengutarakan maksudnya Sehun sudah memotong ucapan Luhan.
"Sebenarnya aku menghamili seseorang"
"MWOO?!"
.
.
.
"MWO?!" teriak mereka semua bersamaan dengan apa yang didengarnya dari mulut anak dan menantunya itu.
"Maksudmu apa Sehun?!" Yunho sang appa meninggikan suaranya kareba mulai tersulut emosi.
"Appa.. aku…"
"Abeoji … maafkan kami. kami tahu kami salah, tapi tolong dengarkan penjelasan kami dulu"
"kami mendengarnya sayang, Sehunnie bisa kau jelaskan?" ujar Hanggeng sang mertua mencoba menenangkan keadaan yang mulai memanas.
"Appa.. Eomma… Abeoji.. Eomoni.. Mianhae, ini semua salahku. Aku akan menjelaskannya semuanya dari awal"
.
.
.
PLAKKK….
PLAKK..
BUAGH ! BUGH !
"SEHUN !" teriak Luhan yang langsung menghampiri suaminya yang terkapar dilantai dingin itu.
Mendengar semua penjalasan Sehun membuat mereka kecewa, marah, dan kesal karena Sehun sudah mencoreng nama baik keluarganya. Yunho menampar kedua pipi Sehun bergantian lalu memukulnya hingga namja itu tersungkur ke sudut ruangan. Hanggeng berusaha menahan Yunho agar sahabatnya itu tidak kembali memukul menantu kesayangannya. Meski ia merasakan hal yang sama namun ia tidak ingin menggunakan kekerasan terhadap Sehun dan ingin menyelesaikannya dengan keadaan yang lebih tenang.
"Kau mengecewakan Eomma Sehunnie" lirih Jaejoong yang sudah menangis dan kini dipeluk oleh Heechul yang sedari tadi hanya terdiam. Meski ia tidak berkomentar apa-apa namun tatapannya penuh dengan raut kekecewaan terhadapnya. Ia mulai bersikap dingin kepada Sehun bahkan anaknya sendiri yang menurutnya sangat bodoh. Dalam hatinya ia menyalahkan keduanya yang sama-sama tidak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Pabbo !
"Mianhae Abeoji Mianhae, aku mohon jangan memukul Sehunnie lagi hiks.." Luhan berlutut didepan orang tua dan mertuanya dengan mengangkupkan kedua tangannya dan menangis tersedu-sedu.
"Appa .. hiks maafkan Sehunnie, maafkan Luhan hiks"
"Ohh Tuhan.. bahkan ini semua bukan kesalahanmu sayang.. maaf.. maafkan Abeoji yang tidak bisa membesarkan Sehun dengan baik sayang maafkan Abeoji" Yunho ikut berlutut dan merengkuh tubuh Luhan yang semakin terisak. Sehun? dia masih terduduk ditempatnya memegang perutnya yang terasa sakit dan wajahnya yang sedikit bengkak karena pukulan Appanya. Sehun terpaku melihat keadaan didepan matanya, Luhan…. Luhannya meminta maaf atas kesalahan dan kebodohannya..'Oh Tuhan sebesar itukah aku melukai Luhan yang selama ini tulus mencintainya' batin Sehun.
"Aniyo Abeoji.. aku yang minta maaf karena membuat Sehunnie melakukan kesalahan itu, aku tidak bisa menjaganya dengan baik, semuanya kesalahanku Abeoji Hiks.."
'tidak Luhan tidak sayang.. ini salahku bukan salahmu. maafkan aku' batin Sehun. Lelaki itu menatap sendu istrinya yang kini terluka olehnya.
"Ohh sayang.." Jaejoong yang sudah tidak sanggup melihat suami dan menantunya saling berpelukan dan meminta maaf akhirnya ikut bergabung dengan mereka, menangis bersama mereka karena sedari tadi air matanya tak kunjung berhenti.
Yunho sang Appa Sehun merangkak menuju tempat duduk Hanggeng dan Heechul, ia berlutut dihadapan mereka dan memegang kaki mereka membuat semua orang membulatkan matanya melihat sikap Yunho.
"ASTAGA YUNHO-AH!" teriak Hanggeng.
"Hyung.. hiks maafkan anakku, dia memang sangat bodoh. maafkan dia Hyung.. hiks maafkan kami yang tidak bisa mengurus Sehun dengan baik. Aku mengecewakan kalian mianhae" Hanggeng melihat tidak percaya dengan apa yang dilakukan dan didengar dari sahabatnya itu. Ia segera merengkuh tubuh kekar itu dan memeluknya erat. Hanggeng sangat mengerti bahwa saat ini Yunho dan Jaejoong benar-benar malu terhadap keluarganya karena ulah Sehun. Namun ia berusaha mengerti karena bagaimanapun ia ingin hubungan mereka tetap utuh dan baik-baik saja.
"Yunho apa yang kau lakukan? itu bukan kesalahanmu" tutur Heechul yang akhirnya membuka suaranya.
"Yunho-ah jangan begini, kita akan mencari jalan keluarnya ne" ucap Hanggeng menenangkan.
"Aniyo Hyung.. hiks.. aku..aku akan menceraikan Sehun dan Luhan"
DEGG
"APPA ! hiks jangan ceraikan aku dan Luhan kumohon" jantung Sehun serasa akan meloncat keluar mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya, rasa sakit dan kecewa menjalar keseluruh tubuhnya. Ia tidak rela jika harus kehilangan Luhannya, walau belum yakin dengan perasaanya tapi Sehun tidak ingin berpisah dengan istrinya itu. Sehun kini memeluk erat kaki ayahnya yang memalingkan mukanya tak ingin melihat wajah anak semata wayangnya itu.
"A-Abeoji Hiks … jangan Abeoji.." Luhan yang ikut terkejut kini kembali meraung, sungguh Luhan baru saja merasakan kebahagiaan dengan perubahan sikap Sehun padanya, dan kini ia harus dipisahkan dengan kekasih hatinya. TIDAK ! meski Sehun kerap kali menyakitinya ia akan tetap bertahan disamping pria itu, itulah janjinya.
"Tidak Luhan, kau harus menceraikan Sehun sayang, dia sudah menyakitimu. aku malu.. sangat malu padamu dan keluargamu Luhan" ujar Yunho yang kini tengah memandang Luhan yang masih terisak dipelukan Jaejoong tanpa memperdulikan Sehun yang meronta dikakinya.
"ANDWAE ! Appa kumohon .. jangan lakukan ini padaku appa Hiks"
"Kenapa? kau bisa melukai Luhan dengan mudahnya, dan sekarang kenapa Appa tidak bisa membalasnya untuk Luhan hah?" desis Yunho sarkatik. Luhan bangun dan memeluk tubuh mertuanya meski masih terisak.
"Aku mencintai Sehunnie Abeoji..hiks. sangat mencintainya, kumohon jangan pisahkan kami. Aku dan Sehunnie akan memperbaiki keadaan ini hiks, mian membuat kalian semua kecewa"
"Tapi sayang…"
"Abeoji… kumohon biarkan kami menyelesaikan masalah kami sendiri hiks. Jika aku sudah tidak mampu aku akan menyerah.. kumohon.."
Wajah Luhan yang memelas membuat semuanya luluh seketika, sedikit demi sedikit mereka mulai merasa tenang, Sehunpun sudah melepaskan pelukannya dikaki sang ayah. Kini mereka semua kembali duduk diposisi semula. Beberapa saat telah berlalu namun semuanya masih saja hening.
"Sekarang apa solusi kalian?" Hanggeng memecah keheningan.
"Aku.. aku akan membiarkan Sehunnie menikah dengan gadis itu Abeoji"
DEG..
Mereka semua yang kini malah terkejut dengan penuturan Luhan. "Maksudmu apa sayang?" Tanya Yunho yang emosinya mulai tersulut lagi.
"Aku rela jika harus berbagi Sehunnie dengan gadis itu, aku… aku .. bersedia dimadu Abeoji" lirihnya.
"Kau gila Luhan"
"Aniyo Abeoji.. aku sangat mencintai Sehunnie, aku tidak bisa meninggalkannya. Tapi aku juga tidak ingin gadis itu membesarkan anak kami sendiri. Jadi kumohon Abeoji, Appa, Eomoni dan Eomma menyetujuinya.."
"Hyung? Noona?" Tanya Yunho pada kedua orang tua Luhan.
"…..."
"…" mereka hanya diam dan mendesah dengan keputusan yang telah Luhan buat.
"Kau lihat Sehun? betapa mulianya istrimu ini? tidakkah kau merasa menjadi seorang pria paling brengsek Hah?! kau sudah melukainya berkali-kali, tapi Luhan rela untuk diduakan dan menganggap anak jalang itu sebagai anak kalian tapi apa yang kau berikan padanya hah?! jika bukan karena Luhan aku tidak akan pernah menganggapmu anakku lagi !" Yunho kembali memarahi Sehun membuat anaknya itu semakin menunduk karena seumur hidupnya ia tidak pernah melihat ayahnya semurka itu.
"Ssstt.. Yunho-ah tenanglah, ingat kesehatanmu" ujar Heechul menenangkan namdongsaengnya itu dan Jaejoong hanya mengelus punggung suaminya. Mereka takut jantung Yunho akan kambuh lagi jika emosinya tidak segera diredakan.
"Kau yakin sayang?" Tanya sang ayah pada Luhan.
"Ne Appa.. aku sangat yakin aku sudah memikirkannya" jawab Luhan meyakinkan mereka semua.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian, kami tidak akan memaksa. Dan kau Sehun-ah.. aku memang kecewa padamu, tapi jika putriku yang menginginkan semua ini aku bisa apa? aku hanya berharap kau tidak melakukan kesalahan lainnya"
"Gomawo Appa…" Luhan tersenyum girang karena semuanya telah memberi restu kepada mereka. Mertuanya tak habis fikir terbuat dari apa hati menantunya itu, sungguh mulia sekali. Dan itu membuat mereka semakin menyayangi Luhan.
"Ne Abeoji..Jeongmal Mianhae"
"Kapan pernikahan itu akan dipersiapkan?" Celetuk Jaejoong.
"kami akan membicarakannya dulu dengan gadis itu Eomoni"
"Jangan pernah kau mengharapkan kami untuk datang dipernikahanmu dan wanita jalang itu Sehunnie, aku benar-benar tidak sudi untuk melihat wanita yang menghancurkan rumah tangga kalian meski disini yang bersalah adalah anakku sendiri. aku tidak akan pernah memberi restuku pada kalian, ahh ya… sampai kapanpun menantuku hanya satu, Luhan" semua tercekat mendengar penuturan tajam ibu bak malaikat itu. Tidak pernah ada yang mendengarnya berbicara sekasar itu bahkan suaminya. Dan kini mereka tahu bahwa Jaejoong sudah berada dipuncak amarahnya, tidak ada yang berani menyela ataupun menginterupsi, semuanya terdiam karena tidak ingin mendengarkan hal yang lebih dari apa yang Jaejoong ucapkan tadi, Yunho bahkan diam seribu bahasa.
.
.
Setelah acara perundingan itu selesai semuanya kembali pulang dengan wajah yang masih menyimpan kekecewaan. Luhan membereskan tempat yang sedikit berantakan karena aksi mereka tadi. Setelah selesai Luhan berjalan kedapur mengambil baskom berisi air hangat dan handuk kecil lalu membawanya kekamar. Dilihatnya Sehun yang sedang meringkuk diranjang mereka dengan kedua tangan menangkup lututnya.
"Sehunnie…" Luhan tertegun melihat Sehun yang memejamkan matanya tapi air mata masih deras mengalir membasahi kedua pipinya. Luhan tahu Sehun pasti merasa tidak pantas untuknya dan bersalah kepada mertua dan orangtuanya. Meski Sehun bisa dibilang gentlemen namun ia tetap seorang anak yang masih ingin dimanjakan oleh orang tuanya, umur mereka bahkan belum menginjak dewasa mengingat mereka baru saja menginjak 20 tahun. Tidak ada hal yang bisa membuatnya menangis selama ini kecuali orang tuanya. Sehun tidak pernah melihat orang tuanya bersikap sedingin itu padanya, mereka bahkan tidak memeluk Sehun saat pulang tadi seperti biasanya, hanya tatapan dingin yang didapatnya. Tentu saja ia merasa sangat sedih. Luhan mendudukan dirinya disamping Sehun yang masih terpejam.
"Hei.. jangan difikirkan ne.. mereka masih emosi Sehunnie, tak lama lagi mereka akan kembali seperti biasanya hmm?" Luhan membelai pipi Sehun dan menghapus air mata cintanya itu. Sehun membuka kedua matanya dan menatap Luhan dalam. (ko aku merasa disini Sehun cengeng banget ya?)
"Mereka akan datang dipernikahanmu dan Kyungsoo Sehunnie.. akan kupastikan itu ne" Sehun menghamburkan dirinya memeluk Luhan sangat erat. Sungguh ia ingin sekali berteriak bahwa yang membuatnya bersedih bukan hal itu, tapi sikap Luhan yang seolah semuanya baik-baik saja. Luhan masih saja memikirkan hubungannya dengan Kyungsoo.
"Lu.. hiks Mian..Mianhae"
"Ssstt.. tenanglah, aku tidak ingin membahas ini lagi hmm" Luhan melepaskan pelukan Sehun yang erat itu dan mulai membasuh wajah suaminya itu perlahan "Lihat matamu bengkak Sehunnie.. kau tidak terlihat tampan lagi dan.. Ommo, sudut bibirmu membiru Sehunnie.. apakah sakit?" Sehun menggeleng membuat Luhan menggerutu. Luhan kembali membasuh luka diwajah Sehun akibat hantaman mertuanya, lalu mengoleskan salepnya perlahan. Sehun tak pernah melepaskan pandangannya dari Luhan membuat wajah gadis itu merona. Setelah selesai Sehun menarik Luhan untuk tidur dipelukannya 'lagi'. Mereka tidak membiacarakan apa-apa, hanya keheningan yang menyelimuti. Sesekali ia mengecup pucuk kepala Luhan, dan mulai terlelap. Sehun sungguh sangat lelah dengan hari ini. Luhan? dia memandang Sehun lalu mengecup bibirnya lembut dan ikut terlelap dipelukan hangat suaminya itu.
"Aku tahu… keputusanku menyakiti mereka, mereka yang telah membesarkanku dan mertua yang sangat menyayangiku. Mianhae… karena aku begitu egois untuk mempertahankan suamiku. Minanhae… karena aku begitu ingin melanjutkan kisah cintaku. Mianhae… jika aku membuat luka yang dalam meski kalian tidak berbicara apapun.
Aku… tidak akan pernah menyesal.
Bolehkah? Bolehkah saat ini aku merasa bahagia karena kekasihku mulai melihatku? bolehkah kini aku sedikit berharap jika suatu saat dia akan mencintaiku?"
~ Oh Luhan ~
.
.
.
Mentari pagi mulai menyinari setiap sudut ruangan dirumah itu, namun kedua insan itu masih bergelung dengan selimutnya. Sehun terbangun lebih dahulu, dilihatnya sang istri masih terlelap damai. Jemari panjangnya mulai menelusuri lekuk wajahnya hingga terhenti dibibir berwarna pink alami itu. tergoda .. Sehun tergoda untuk mengecupnya ..
CUPP.. ia mencium lembut bibir itu, melihat tidak ada respon dari pemiliknya membuatnya semakin berani, Sehun mulai melumat bibir Luhan dalam membuat sang empunya mengerang. Mendengar erangan itu Sehun semakin berani dan menelusupkan lidahnya kedalam mulut Luhan membuat istrinya itu membuka matanya karena terusik, Luhan terkejut dengan perlakuan suaminya namun Luhan kembali menikmatinya dan ikut memainkan lidahnya. Merasa ciumannya mendapat balasan Sehun semakin memberanikan diri, tangannya mulai menyingkap piyama Luhan didalam selimut yang masih menutupi tubuh mereka, Sehun mulai meremas payudara Luhan yang memang tidak memakai apa-apa..
"Assshh .. Ahhh Sehunnie Enghh" Luhan melepaskan ciumannya karena desahannya tidak bisa ditahan sementara Sehun mengalihkan bibirnya untuk mencumbu leher Luhan yang putih mulus itu membuat tanda-tanda kepemilikan ditubuh istrinya itu.
"Ssshh ahhh" Luhan semakin mengerang kala ciuman Sehun turun pada payudaranya dan mengemutnya bergantian membuat Sehun semakin gencar.
TRIIING….
Ponsel Luhan berdering membuat keduanya berhenti dari kegiatannya, karena terkejut mereka melepaskan sentuhan masing-masing dan mulai salah tingkah. Uhh lagi-lagi kegiatan panas mereka terganggu, Sehun segera berlari menuju kamar mandi dan Luhan kesamping meja mengambil ponselnya. (sebenernya aku merinding nulisnya jadi skip aja ya hihii).
"Yeoboseyo"
"Lu.. bisakah hari ini menemaniku untuk meeting dengan klienku dari Jepang? Sekretarisku tidak masuk"
"Ahh ne Kris.. aku akan bersiap-siap dulu"
"Okke .. aku akan menjemputmu setengah jam lagi"
"Ne.. Bye.."
Luhan menutup teleponnya, untung saja Sehun sudah masuk kekamar mandi dan tidak harus menyaksikan kegugupannya dan rasa malunya. Luhan bangkit dari ranjangnya dan mulai mempersiapkan pakaian Sehun juga sarapan mereka.
.
.
.
TING TONG..
Luhan segera berlari dan mulutnya tak berhenti menggerutu karena bell itu tidak ada henti-hentinya berdering membuatnya kesal karena saat ini ia sedang memakan sarapan paginya bersama sang suami.
"Pasti itu Kris.. dia cepat sekali. harusnya dia menunggu saja dibawah aishh mengganggu saja" gerutunya sepanjang jalan. Mau bagaimana lagi salahnya sendiri memberikan alamat barunya pada pria itu, Luhan tau jika ini akan terjadi tapi tidak mungkin juga dia merahasiakan tempat tinggalnya pada Kris, bisa-bisa pria itu kembali mengamuk padanya.
"Kris kau bisa….Kyungsoo?"
"Luhan-ssi bolehkah aku bertemu dengan Sehun Oppa?" Kyungsoo yang sudah tahu hubungan pernikahan Luhan dan Sehunpun tetap datang tanpa rasa malu kalau dia bisa saja disebut perusak rumah tangga, namun Kyungsoo tidak peduli toh menurutnya Luhanlah yang merebut kekasihnya.
"Ahh.. Se-Sehun sedang…"
"Siapa Lu? Kyungsoo? sedang apa disini pagi-pagi?" belum sempat berbicara Sehun sudah berada dibelakang Luhan menghampirinya. Pemuda tapan itu menautkan kedua alisnya bingung karena kedatangan kekasihnya. Kyungsoo yang melihat hanya menggeram kesal karena Sehun tidak menyambutnya seperti biasa, tanpa basa-basi ia segera masuk kedalam rumah tanpa dipersilahkan oleh pemiliknya dan menggandeng tangan Sehun.
"Wae? Oppa tidak menyukainya? aku adalah ibu dari anakmu Oppa, jadi hal wajar bukan jika anak ini ingin bertemu Appanya"
DEG
Lagi… Luhan merasa teriris, namun ia menepis segala pemikiran buruk itu 'Gwenchana Lu, kau pasti bisa. Kau hanya belum terbiasa' innernya. Luhan mengalihkan pandangannya dari mereka, ia tidak ingin melihat romantika yang akan terjadi didepannya lebih lama. Dia segera meninggalkan dua orang itu untuk bersiap ke kantor.
"L-Lu…"
"Mian Sehunnie aku harus segera kekantor"
"Ta-Tapi…"
TRIIING…. beruntung sekali orang yang ditunggunya menelpon, sedikit lega karena ia selamat dari segala macam pertanyaan Sehun nanti. Dengan gugup Luhan segera mengangkat telponnya.
"Ahh Kris Oppa… sudah sampai?"
"…..."
"baiklah aku akan segera turun"
"…"
"Ne…."
PIP
"Sehunnie mian aku pergi dulu, aku dijemput oleh atasanku untuk menemaninya meeting karena sekretarisnya tidak bisa masuk hari ini. mmm apa kau mengzinkanku?" sebagai istri yang baik Luhan akan tetap meminta izin pada suaminya dengan siapa ia akan pergi. Luhan begitu menghormati Sehun.
"Ohh.. tentu saja"
"Mmm baiklah aku pergi dulu ne. Sampai nanti. Kyungsoo-ssi permisi"
"Ne.. hati-hati"
'aneh sekali, kenapa dia tidak bereaksi apapun padaku? padahal akan sangat menyenangkan membuatnya kesal pagi ini ckk aku harus mencari cara lain' inner Kyungsoo.
.
.
.
BRAKK…
"Astaga Lu kau bisa membuat mobilku masuk rumah sakit" gerutu sang pemilik mobil saat si pelakunya menghempaskan bokongnya dijok mahal setelah membanting pintu mobil mewah Kris begitu saja.
"Hehehe Mian.. kau menunggu lama?" Kekehnya.
"Aniyo.. selama apapun aku akan selalu setia menunggumu sayang" goda Kris menggerlingkan matanya.
"Aiisshh jinjja ! berhenti memanggilku begitu Sajangnim. Jika orang lain mendengar mungkin aku akan dikira berselingkuh denganmu uhh" kesal Luhan memutar bola matanya.
"Ckk kemana panggilan manismu tadi? Oppa? kekeke Luhannieku so cute"
"Berhenti atau aku tidak menemanimu?" ancamnya.
"Okke Okke aku menyerah. Haahh sampai kapan aku akan tunduk padamu Lu? Menyebalkan"
"aku tidak pernah memintamu"
"Ckk.. kau sudah sarapan heum?"
"Sudah.. bagaimana denganmu? Kau tidak melewatkannya kan?"
Lelaki itu tersenyum, bagaimanapun keadaan mereka gadis itu selalu saja menyempatkan diri untuk memberikan perhatian padanya. "Hmm tentu saja, aku tidak akan melupakan perintah ratuku"
"Gombal" Kris hanya terkekeh mendengarnya.
Kris dan Luhan segera melesatkan diri menuju tempat mereka akan meeting bersama klien penting. Hari masih pagi tapi mereka benar-benar sudah disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk karena sedang menjalankan proyek baru.
.
.
.
"Oppa… kenapa Luhan memanggilmu Sehunnie? kalian terlihat sangat dekat" Kyungsoo masih kesal saat mendengar Luhan memanggil Sehunnya seperti itu tadi.
"tentu saja dekat dia istriku Bummie" jawab Sehun santai, tentu saja Kyungsoo semakin geram dibuatnya. 'Tidak tidak.. aku tidak akan membiarkannya' batin Kyungsoo.
"Tapi aku tidak suka wanita itu mendekati Oppa !"
"KYUNGSOO ! jangan sebut Luhan wanita itu. Panggil dia Eonni dia lebih tua darimu meski beberapa bulan" Hardik Sehun mendengar perkataan Kyungsoo yang begitu kasar membuat Kyungsoo merengut, tapi Sehun heran.. kemana sikap lembut gadisnya itu? sekarang dia seperti orang yang berbeda. Apa karena baby? fikir Sehun.
"Oppa…"
"aku tidak suka kau memanggilnya begitu. Hormatilah Luhan dan aku karna kami sudah menikah" Sehun mulai melembut pada Kyungsoo, bagaimanapun ia tidak bisa bersikap kasar padanya.
"lalu aku? apa yang akan terjadi padaku? apa Oppa akan menggugurkan anak ini? hiks"
"astaga maafkan aku Kyungsoo-ya. aku terlalu emosi tadi, maksudku bukan begitu"
"Hiks Oppa jahat padaku ! Oppa tidak menginginkan aku dan bayi ini ! Hiks. Bahkan Oppa lebih membela orang yang sudah merebutmu dariku ! Aku membencimu Oppa ! Hiks"
"Ssstt Mianhae… Mianhae… aku mencintaimu dan bayi kita. Tapi jangan bersikap seperti itu pada Luhan Kyung. Aku tidak mau menyakitinya terlalu dalam sayang"
"Aku takut Oppa akan jatuh cinta padanya Hiks"
"No chagi no.. aku hanya menghormatinya sebagai istriku. Aku hanya mencintaimu Kyungsoo. berhenti menangis ne kasihan baby kita sayang" entahlah bahkan hati Sehun tidak seperti apa yang dikatakannya menandakan jika lelaki tampan itu sedang dilanda keraguan.
"Hiks Yakseok?"
"yakseok…" mendengar Sehun yang berjanji seperti membuat Kyungsoo menyeringai senang. Tentu saja ia tidak akan pernah membiarkan Luhan mengambil hati lelakinya, apalagi dengan anak yang dikandungnya bisa menjadi senjata untuk mempertahankan Sehun.
"jangan bekerja.. baby ingin menghabiskan hari ini dengan Appanya"
"Okke Baby !"
.
.
.
Jongin POV
Haahhh gara-gara jam wekerku rusak karna kubanting kemarin aku jadi bangun terlambat dan tidak bisa membuat sarapan, terpaksa aku harus membelinya diluar. Ahh sepertinya sarapan sup gingseng bagus juga demi menambah staminaku. Aku menjalankan mobilku ketempat yang kutuju. Baru saja aku memesan sarapan, aku melihat seseorang yang begitu familiar. Aku masih belum yakin sebenarnya, namun semakin aku memperhatikannya ternyata dugaanku benar.
"Astaga itu Sehun? sedang apa dia disini dan siapa itu?" gumamku. Aku sedikit terkejut melihat sesosok wanita yang berada disebelahnya sedang bermanja-manja pada Sehun. Sekelebat bayangan Luhan terlintas di otakku. Raut wajahnya… ucapannya tempo hari…
"jangan-jangan… astaga Luhan" Semoga saja dugaanku salah tentang Luhan yang akan menceraikan Sehun dan membiarkan Sehun menikahi wanita itu. Astaga Lu… kenapa kau tertutup sekali belakangan ini padaku. Karena khawatir pada sahabatku aku sampai melupakan pesananku dan hanya memberikan beberapa Won tanpa mengambil sarapanku.
Aku bergegas menuju ke kantor untuk menemui Luhan. Aku ingin bertanya tentangnya tentang semuanya. Aku tidak ingin dia merasa sendiri dan kesepian. AHH sial. ternyata Luhan sedang menemani Kris meeting diluar. Aku takut jika benar dugaanku benar atasanku itu akan kembali menyakiti Luhan. Yaa sebagai sahabat aku tentu tahu semua tentangnya meski saat ini tidak. Dan satu hal yang aku tahu adalah Kris atasanku itu tergila-gila dengan Luhan. Bahkan aku masih tidak mengerti kenapa Luhan masih bersikeras berada disamping psikopat itu. Jika Kris sampai tahu tentang kehidupan Luhan sebenarnya aku takut ia akan berbuat hal yang membahayakan Luhan lagi. Aku harus bersabar.. ya aku akan menunggu Luhan dan memintanya menjelaskan semuanya.
Jongin POV End
2 jam berlalu Luhan mulai menampakkan batang hidungnya, Jongin yang melihat segera manarik tangan Luhan ketempat yang lebih sepi. Luhan yang terkejut hanya mengikuti sahabatnya itu.
"jelaskan padaku !" bentak Jongin.
"Ma-maksudmu apa Jongin? tenanglah dulu" Luhan berusaha menenangkan Jongin yang benar-benar terlihat emosi.
"Bagaimana aku bisa tenang jika sahabatku ini banyak menyembunyikan sesuaru dariku !"
"Menyembunyikan apa mak…." Luhan terdiam mulai mengerti maksud Jongin.
"jangan bilang kau akan menceraikan Sehun demi wanita itu"
DEG
.
.
.
TBC
.
.
.
Semoga kalian suka yaa… maaf aku sedikit bingung untuk menuangkan adegan dalam kata-kata padahal imajinasiku sudah jauh kekeke. Dan maaf jika penulisannya juga masih amburadul ahahaha. Aku sedikit menghibur para Readers yang patah hati gara2 Kyungsoo.. ah aku mau menyampaikan kalo chap yang mau aku privat itu gajadi soalnya aku gangerti kalo disini, itu mah buat di Wattpad hehe..
Terima kasih buat yang setia menanti FF ini, aku sebenarnya kurang puas sama penyajiannya, well aku masih belajar dalam menulis.. Jadi mohon bantuan dan pengertiannya yaa ^_^
Oh ya aku juga mau minta maaf karena keterlambatan update, aku baru selesai ujian soalnya jadi kemarin2 aku focus dulu sama belajar hehehe.. dan aku juga mau minta maaf karena ga bales review kalian satu2.. kalo masalah ini karena kuota aku limit dan sedihnya tuh duit cuma numpang doing didompet tiap akhir bulan wkwkwk.. tapi aku bener2 berterimakasih sama kalian yang sudah menyempatkan review, dan jangan lupa review ya buat yang lainnya.. sedikit sedih aja viewers nya sudah lebih dari 3000 tapi yang review hanya beberapa akunya jadi down huwaaa
So tunggu chap berikutnya yaa…
Salam sayang
Mustika Choi ^_^
