Biarkan.. biarkan seperti ini.. aku sangat bahagia. kau menyentuhku… kau mencumbuku.. kau memilikiku.. Perlakuanmu yang selama ini kunanti kini kurasakan. Izinkan aku untuk egois kali ini, karena saat ini aku benar-benar ingin bersamamu.. Sehun.. Saranghae.. Jeongmal Saranghae….
~ Oh Luhan ~
.
.
.
.
Luhan terbangun saat hawa dingin menusuk kulit halusnya yang memang polos tanpa sehelai benangpun. Pandangannya tertuju pada pria tampan yang memeluk dirinya erat. Luhan tersenyum mengingat bahwa semalam yang dia lakukan dengan Sehun itu bukanlah mimpi, wanita itu bangun dan menggulung selimutnya mengambil bathrobe yang berada dilemarinya lalu bergegas membersihkan diri kekamar mandi. Melihat bayangan tubuhnya dicermin yang terdapat bercak-bercak merah disana-sini membuat wajahnya kembali merona. Ahh itu sangat memalukan.. mengapa rasanya dia ingin mengulangi malam itu. Luhan menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan fikiran mesumnya, Hell ini masih pagi dan dia sudah membayangkan malam-malam berikutnya bersama Sehun. Ohh Luhan kotor sekali fikiranmu.
Setelah selesai Luhan bergegas kedapur menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga, yaa kini mereka bertiga bersama Kyungsoo. Luhan mengetuk-ngetukkan jarinya didagu berikir keras apa yang akan ia buat pagi ini khususnya untuk madunya. Ahh Luhan ingat bahwa Kyungsoo sangat menyukai sarapan Waffle seperti suaminya namun disiram dengan coklat. Dengan semangat ia segera membuat adonan dan memasaknya. Luhan bersenandung riang karena sudah tau bukan bahwa hatinya sedang berbunga-bunga saat ini. Namun tiba-tiba pinggangnya yang ramping dipeluk oleh seseorang, dan saat wanita itu menoleh langsung mendapati suaminya tengah mencuri kecupan dibibirnya membuatnya terkejut.
"Morning kiss Baby…" ujar Sehun menggerling jahil.
"Yakk Sehunnie kau mengejutkanku" kesalnya membuat suaminya itu malah terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Kau sedang memasak apa sayang?"
"Pancake kesukaanmu dan Kyungsoo. Bisakah kau melepasku Hunnie? aku tidak ingin Kyungsoo melihat kita seperti ini, apalagi setelah aku mencuri malam pertamanya denganmu" Demi tuhan Sehun ingin sekali marah saat Luhan selalu mementingkan perasaan istri keduanya, yaa walau disisi lain ia sangat senang karena keduanya akur namun itu tidak memungkiri bahwa hatinya juga sakit karena rasa bersalah yang tidak akan pernah hilang.
Luhan tidak lagi merasakan pergerakan Sehun di pinggangnya dan saat menoleh suaminya itu sudah melenggang pergi meninggalkannya dengan raut wajah yang jelas-jelas menyiratkan kekesalan. Luhan mendesah berat, setetes air mata mengalir begitu saja dari mata indahnya. Siapa bilang ia tidak sakit? rasanya sangat sakit, tapi ia tidak ingin egois, ini adalah keputusannya dan Luhan masih punya hati untuk memikirkan calon ibu dan anak yang ada didalam sana. Luhan menghapus kasar air matanya dan kembali berkutat dengan masakannya. Mengenyahkan segala fikiran yang mungkin akan membuatnya terluka. Dia terburu-buru karena ini sudah pukul 8 dan dia harus segera kekantor.
.
.
.
Luhan menatap kosong layar komputernya, wajahnya pucat setelah apa yang ia ucapkan pada Sehun suaminya itu mendiamkannya bahkan sampai saat ini. Bahkan Kyungsoo bertanya-tanya ada apa dengan keduanya dan Sehun hanya membalas bahwa mereka baik-baik saja, dan saat Luhan pergipun Sehun mengacuhkannya lagi.
"Hahhh"
TAP..
Segelas susu coklat yang masih panas tersimpan didepannya. Luhan menengadahkan wajahnya melihat siapa yang memberinya coklat itu.
"Kau terlihat mengerikan, minumlah.." ujarnya ketus.
Luhan tersenyum manis dan meneguk susu coklat itu hati-hati. Orang yang memberikannya hanya mendesah lalu mengelus kepala wanita itu lembut. Sesekali ia terkekeh karena wanita didepannya terlihat mengipasi lidahnya yang sakit karena coklat panas itu.
"Hahhh.. bagaimana bisa aku yang lebih dulu mengajakmu berbaikan disaat kau yang membuatku marah lebih dulu heum? Kau bahkan tidak meminta maaf padaku"
"Kau yang terbaik Jongin…"
"Ckk.. kau senang?"
Wanita itu hanya terkekeh dan mengangguk membuat Jongin sangat gemas dan mencubit hidungnya. "Ohh lihat kantung matamu itu Lu.. kau terlihat seperti zombie"
"Ini? aku hanya… em.."
"Aku fikir kau tidak akan menyembunyikan apapun lagi dariku Lu" Jongin menginterupsi.
"Ya Jonginnie.. maafkan aku. Aku hanya sedikit kelelahan saat mempersiapkan pernikahan Sehun dan Kyungsoo" Luhan menutup matanya menunggu reaksi sahabatnya yang pasti akan kembali menyemburnya. Namun tidak ada pergerakan sekali, malah sahabatnya itu kembali mengusak kepalanya.
"Aku tahu dan teganya kau tidak mengundangku, maaf Luhan.. aku tidak ada saat kau merasa sulit" sedihnya. Luhan menatap iba sahabatnya, bahkan Jongin selama ini selalu ada untuknya, namun dengan teganya dia menyembunyikan segala perasaan yang membuatnya berfikir sahabatnya ini tidak harus tahu.. tidak itu salah, Jongin adalah salah satu dimana dia segalanya bagi Luhan. Tanpanya mungkin Luhan hanya seorang gadis menyedihkan yang kesepian. Dan untuk kehilangan sahabatnya ohh.. itu tidak termasuk dalam daftar hal yang diinginkannya. Luhan menggenggam tangan sahabatnya berusaha membuat Jongin mengangkat kepalanya.
"Hey Jongin.. kau selalu ada untukku. Kau sahabat terbaikku. Terimakasih karena kau sudah mau mengerti keadaanku, maafkan aku karena tidak melibatkanmu, tapi sungguh aku tidak bermaksud buruk.." sesal Luhan. Raut wajahnya benar-benar sangat menyedihkan, begitu banyak yang ia sembunyikan dari pria didepannya ini, ada perasaan ingin membagi rasa sakit dan masalahnya namun kembali ia egois untuk menutup semua kemungkinan Jongin akan kembali mengamuk jika tahu permasalahan rumah tangganya.
"Selama kau baik aku akan mendukung apapun keputusanmu Lu. Aku akan selalu disampingmu, dan jangan pernah merahasiakan apapun lagi dariku heum?" Luhan mengangguk dan menangis seketika, ya.. itu benar wanita itu hanya butuh sahabatnya untuk mendukungnya.
"Gomawo.. aku menyayangimu Jongin"
"Aku juga menyayangimu Lu"
"Baiklah aku pergi.. sebelum penguntitmu itu memarahiku lagi karena berdekatan denganmu" ketusnya membuat Luhan terkekeh.
"Hey kau tahu Kris itu sangat baik"
"yayaya dia sangat baik dan itu hanya berlaku untukmu"
Luhan tertawa melihat wajah Jongin yang kesal dan menggerutu, yaa.. terkadang sahabatnya itu merasa cemburu saat Kris bisa bersikap sangat lembut padanya. Dan tentu saja laki-laki itu selalu mengusir Jongin saat berdua dengan Luhan . Haahh mengingat Kris ia jadi merindukan laki-laki itu seminggu ini karena ia sedang berada di Jepang mengurusi proyek barunya. Sedikit khawatir memang mengingat Kris yang memang belum sepenuhnya sembuh, ohh dan jangan lupa bahwa hanya wanita itu dan Jongin yang mengetahui keadaan psikis atasannya itu. Jika para pemegang saham tahu bahwa Kris itu sangat terobsesi dengan Luhan hingga menganggu mentalnya mungkin ia akan segera ditendang dari perusahaan. Dan itu adalah hal yang sangat buruk sehingga Luhan sebisa mungkin menyembunyikan penyakit Kris. Itulah mengapa Kris seringkali terlihat berkeliaran disekitar Luhan untuk membuatnya sedikit relaks saat fikirannya mulai kacau.
Terkadang karyawan disana menatap iri padanya karena Kris hanya bersikap baik pada Luhan dan menjadi penyebab Luhan tidak mempunyai teman selain Jongin yang memang tahu keadaan sebenarnya dan apa yang terjadi diantara mereka.
.
.
.
Luhan membaringkan tubuhnya yang sudah dibalut piyama babyblue kesukaanya. Matanya sangat mengantuk namun enggan terpejam, wanita itu teringat bahwa suaminya masih mendiamkannya. Lama-lama bertengkar dengan Sehun membuatnya resah, dengan berani ia menghampiri Sehun yang masih asyik menonton TV diruang tengah.
"Emm.. Sehunnie" namun Sehun tetap mengacuhkannya dan tetap focus dengan tontonannya, walau fikirannya entah berada dimana terlihat dari tatapannya yang kosong.
Luhan memberanikan diri duduk disebelahnya dan memeluk suaminya yang langsung menoleh terkejut.
"Mianhae.. kumohon jangan diamkan aku seperti ini Hiks, lebih baik kau memarahiku daripada mengacuhkanku Sehun hiks.." Sehun merasa iba dengan istrinya yang bersimbah air mata. Tanpa banyak kata Sehun langsung memeluk Luhan dan mengecup pucuk kepalanya sayang.
"Sudah jangan menangis, maaf aku hanya sedikit kesal sayang. Kita tidur hmm?" Luhan mengangguk dan langsung tersenyum saat Sehun memangkunya kekamar Luhan . Menidurkannya hati-hati dan menyampirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.
"Sayang.. malam ini bisakah aku tidur bersama Kyungsoo?"
DEG..
Ohh ayolah siapa yang tidak cemburu saat suaminya meminta tidur dengan wanita lain bahkan madunya sendiri. Luhan terdiam membuat Sehun khawatir. " Heyy.. aku hanya ingin menemaninya karena sedari tadi dia muntah-muntah dan dia bilang badannya sedang tidak enak. Aku hanya takut ia akan kesakitan nanti malam. Kau mengerti kan?"
"Benarkah? Astaga apa kita tidak harus membawanya kerumah sakit Hunnie?" Sehun tersenyum melihat kepedulian istri pertamanya, lalu mengecup bibirnya sekilas.
"Tidak sayang.. dia baik-baik saja. Kata eomonim itu biasa untuk ibu hamil" Luhan mengangguk.
"Baiklah segera tidur hmm.. besok aku akan disini" kembali istrinya itu mengangguk. Sehun memberikan ciuman panjang didahi wanita itu. "Jalja Baby.." ucapnya, lalu bangkit dan keluar dari kamar mereka. Sementara Luhan kembali gelisah, ada perasaan cemburu terhadap Kyungsoo namun segala ia mengenyahkan fikiran itu.
"Tidak Luhan .. itu tidak baik" gumamnya, lalu ia beringsut menutup tubuhnya dengan selimut tebalnya.
.
.
.
.
.
Sedang asyik dengan fikirannya suara kursi berderit membuatnya menoleh ke belakang. Luhan tersenyum melihat Kyungsoo sedang terduduk disana dengan wajah cemberut.
"Heii.. pagi Kyungie.. ada apa heum? kenapa sepagi ini mukamu sudah cemberut?" tanyanya selagi menuangkan susu ibu hamil untuk calon ibu didepannya.
"Sehun Oppa masih tertidur Eonni. Hah.. menyebalkan padahal aku ingin sekali jalan-jalan hari ini. Kemarin malam dia menghilang saat aku tertidur dan sekarang dia disampingku tapi susah sekali untuk bangun" sahutnya sambari mengambil susu yang disodorkan istri tertua suaminya itu.
"Mungkin dia hanya lelah sayang.."
"Entahlah… aku bahkan tidak menemukannya saat amalm pertamaku" ketusnya.
Deg,,
"Apa Kyungsoo tau kalau Sehun tidur bersamaku disaat malam pertamanya?" batin Luhan cemas hingga tangannya bergetar.
"Ke-kenapa kau tidak membangunkannya" gagap Luhan mengalihkan pembicaraan.
"Sudah Eonni.. aku sudah membangunkannya tapi Oppa sangat sulit untuk dibangunkan. Haahh menyebalkan, bahkan dia tidur membelakangiku" Luhan tertegun.
"Eonni !" teriak Kyungsoo yang merasa kesal diacuhkan.
"Ahh ne?"
"Kenapa Eonni terdiam?"
"A-Aniyo.. Oh ya Kalau kau mau aku bisa menemanimu, kebetulan minggu ini aku tidak sibuk. Emm Itu jika kau tidak keberatan" tawarnya.
"Jinjja? aku mau Eonni !" Kyungsoo menjawab antusias. Entahlah semenjak pernikahan wanita itu sedikit merubah tingkah lakunya. Dirinya sungguh merasa nyaman jika berada bersama Luhan dibandingkan dengan suaminya sendiri, meski kerap kali ia dilanda kemarahan terhadap Luhan namun ada selalu ada sedikit rasa rindu untuk selalu bersamanya, yahh tentu saja itu membuat wanita didepannya ini sangat senang. Luhan sudah menyayangi Kyungsoo sebagai adiknya, dan ia merasa Kyungsoo sudah lebih baik sekarang, Luhan begitu memanjakan Kyungsoo dan kehamilannya.
Terkadang wanita itu yang mengantar chek up ke dokter karena suaminya sibuk dengan urusan kantor, well siapa yang tahu perusahaannya kini sedang dilanda keguncangan akibat pernikahan dengan istri keduanya itu telah bocor ke public tentu saja itu berdampak pada perusahaan, dengan Yunho yang kini tidak mau tahu urusan anaknya, Sehun bersusah payah mengurus perusahaan seorang diri, untung saja Donghae sahabatnya turut membantunya.
Bulan demi bulan telah dilalui, kandungan Kyungsoo kini tengah menginjak usia ke tujuh. Luhan dengan ekstra hati-hati mengurus madunya, jadwal meminum obat dan vitamin, susu, pola makan, olah raga, chek up, bahkan jadwal tidur wanita itu kini mengurusnya dengan baik. Kyungsoo berterima kasih karena Luhan mau membantunya melalui masa kehamilan yang terbilang awam untuknya disaat suaminya tengah sibuk membangkitkan kembali perusahaan. Orang tua Luhan ? tentu saja ikut membantu, meski Heechul kerap kali berbicara dingin dan tajam padanya namun ia tetap memperhatikan kesehatan Kyungsoo, well siapa yang tahu bahwa yang membeli semua kebutuhan Kyungsoo adalah Heechul sang Eomma dari istri pertama suaminya. Dan Hanggeng? Pria paruh baya itu selalu menyambut Kyungsoo dengan baik saat kedua anak mereka berkunjung kerumah, jika Heechul tidak banyak bicara dan hanya membubuhkan perhatiannya berbeda dengan Hanggeng yang terang-terangan menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada mereka, yahh ia sadar ini yang putrinya inginkan.. marah tentu, kecewa apalagi karena kepercayaannya dikhianati oleh menantunya. Namun kembali lagi semua itu kini telah terjadi dan ia juga tidak bisa membiarkan seorang anak tidak berdosa lahir tanpa ayah. Minho? Ohh kakak laki-laki dari Luhan itu yang paling berbeda, setelah tahu kalau adiknya dimadu ia murka, memukul Sehun dan memberikan kalimat menyakitkan pada Kyungsoo berkali-kali, adik yang sangat dicintainya disia-siakan seperti itu siapa yang tidak akan marah? Sakit tentu.. karena Luhan adalah adik satu-satunya dan selalu ia lindungi selama ini. Bahkan pria itu kini telah pergi meninggalkan korea untuk meneruskan Studynya sekaligus menghindari adiknya. Perasaan marah, kecewa selalu menghantuinya, ia merasa gagal karena tidak bisa menjaga adiknya dengan baik hingga harus menderita seperti itu hidup bersama istri kedua saminya.
.
.
.
Hari ini Sehun kembali tidur dengan Kyungsoo. Yaa.. semenjak kehamilannya semakin membesar Kyungsoo lebih memonopoli Sehun untuk hal apapun. Dan tentu saja Luhan tidak keberatan karena ia mengerti ini keinginan sang jabang bayi, namun siapa tau jika itu memang salah satu cara madunya utuk menjauhkan suaminya dari istri pertamanya. Ia tidak memungkiri kadangkala ia menyayangi Luhan namun disisi lain ia juga membencinya. Mengapa wanita itu begitu sempurna? Keluarga, orang tua, suami, bahkan orang-orang yang mengelilinginya sangat menyayanginya. Entah iri atau dengki yang jelas Kyungsoo ingin sekali menghancurkan dan merebut semuanya. Namun tentu saja itu sedikit sulit karena anaknya yang terkadang ingin terus bersama istri pertama suaminya itu.
Seperti malam ini. Tepat tengah malam Luhan mendengar rintihan rintahan dari arah ruang tamu, Luhan yang penasaran segera bangun dan berjalan menuju asal suara itu. Namun dirinya terkejut melihat seorang wanita yang menangis di sofa panjang menonton drama yang terlihat menyedihkan.
"Hey Kyungie.." interupsinya membuat kedua mata itu menoleh.
"Eon..eonnii.. Hiks" Luhan mendekat dan mengelus surai madu Kyungsoo.
"Kau kenapa heum ? malam-malam begini menonton sendiri?"
"Aku tidak bisa tidur Eoni.. aku .. aku.. Hiks" ujarnya kembali terisak.
"Heyy.. bicaralah.." lebut Luhan .
"Aku.. merasa sakit Hiks.. Kakiku Eonni" Kyungsoo menunjukkan kakinya pada Luhan yang memerah dan terlihat bengkak karena memang usia kehamilannya yang sudah memasuki trisemester ketiga.
Luhan yang melihat segera berlari ke kotak P3K yang tersedia dilemari dapur. Dengan hati-hati ia mengangkat kaki madunya yang bengkat dan meletakannya di pahanya. Lalu dengan telaten Luhan mengolesi minyak dan memijitnya perlahan membuat rasa sakit yang dirasakan Kyungsoo mereda.
"Sudah lebih baik?"
"Heumm.. gomawo Eonni" jawabnya.
"Sekarang kita tidur heum? aku antar kau kekamarmu" Luhan menuntun Kyungsoo menuju kamarnya, namun seketika Kyungsoo membalikkan badannya dan memeluk Luhan membuat wanita itu terkejut.
"Heyy kenapa lagi sayang?" tanyanya lembut.
"A-aku.. ingin tidur denganmu Eonni.. kumohon" tatapannya begitu memelas membuat Luhan terkekeh dan mencubit hidungnya gemas. Wanita itu segera menarik Kyungsoo menuju kamarnya. Dan membantunya membaringkan diri diranjang empuk miliknya.
"Tidurlah.."
"Eonni.. bisakah kau menyanyikan lagu untuk mengantarku tidur?" Luhan mengerutkan dahinya, tidak biasanya Kyungsoo bersikap seperti ini. Kyungsoo bahkan beringsut untuk memeluknya erat seakan ia akan kehilangan Luhan . 'maafkan aku.. biarlah seperti ini.. karena setelah ini aku mungkin akan menyakitimu' batin Kyungsoo. Namun Luhan tetap menyanyikan sebuah lagu yang begitu indah sehingga membuat madunya terlelap.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ciyeee HHS yang lagi berbahagia gara2 Luhannya belum dapet restu emaknya si xiao huhuu.. selamat yaa buat yang seneng wkwk..
Sebenernya chap ini mau aku rubah secara keseluruhan dari versi wonkyu maksudnya mau aku jelaskan secara rinci tapi kayanya terlalu lama dan akupun lebih baik menyempatkan untuk membuat chap selanjutnya aja, jadi maaf ya untuk chap ini aku bener2 potong2 bagian keluarganya Lulu and Sehunnie soalnya biar cepet ke bagian family nya.. hehehe
dan maaf banget buat keterlambatan update, aku bener2 sibuk diawal bulan belum lagi menghadapi ujian semester 2 minggu lagi, jadi yaa harus nyempet2in waktu buat nulis.. jadi maaf yaa kalo chapter2 aku selalu pendek.. kan punya abang sehun udah panjang *eh
Makasih untuk yang selalu memberikan aku semangat dalam menulis, sebenernya aku udah punya cerita baru untuk hunhan tapi untuk sekarang aku belum bisa menuangkannya, aku ingin menyelesaikan dulu semua ff aku baru bikin yang baru biar ga gantung hehehe
Review Please ^_^
A & Q
the crowldd : kusuka dengan sifat luhan,tidak labil seperti konflik story lainnya. walaupun sakit tapi tetep bertahan btw kalo bisa wordnya ditambah ya,kalo menurut saran ku lebih baik updat lamaword kalo sedikit berasa digantung hehehe
Q : well aku mah gasuka sama sifatnya yang kelewat baik, kalo kata nikita mirzani mah udah gue injek kepalanya si Kyungsoo wkwkwk.. aku sebenernya pengen nambah panjang cuma waktuku buat menulis sangat sedikit jadi maaf yaa kalo pendek, kalo udah sibuk pasti dipanjangin, kalo ga panjang juga pasti up cepet.. ehh panjang apa dulu ini the? hahaha
Fe261
next kaaa
itu kyungsoo udah mulai sadar yaa
kepo deh bakalan kaya apa hubungan mereka ber3 nanti
Q : belum.. belum sadar, masih jauh aku harap kamu ga bosan membacanya huhuhu
selynLH7
akhirnya sehun anuan juga sm luhan eaa eaa eaaaaa,,,, next ya thor, jiayou...!
Q : hahaha seneng ya kalo udah anuanuan chingu mesuh niyehh aku juga sih wwkwk . udah di next ko
hannie080
wkt hunhan nikah, sehun mp nya dg kyungsoo.
eh giliran sehun yg nikh ma dio. sehun malah mp dg luhan.. wkwk
Q : yaa apalah daya aku juga pengen anuan ma sehun *ehh luhan maksudnya, ceritanya aku marah dan sakit hati terus aku bkin mereka bales dendam, bales dendam yang nikmat wkwk buat abang sehun tentunya yang punya 2 lubang bwahahaha
tctbcxx
adegan yang kutunggu tunggu wkwkwkkkk
apa kyungsoo akan menyesal nantinya?
kasian juga liat kyungsoo :(
next chap juseyo
Q : kasian tapi bener2 menyebalkan dan gapunya hati tau, hehehe kita lihat aja nanti yaa, ini udah di next kooo
KimaHunHan
Luhan terbaik, sabar ya Lu..
Semoga Kyungsoo bisa berubah menjadi lebih baik.
next...
Q : Luhan tuh udah sabar tau, ditolak sama emaknya otong aja santai aja tuh bwahaha sebenernya emaknya takut anaknya kalah cantik ama Luhan makanya ditolak.. yang penting Kyungsoo ga berubah jadi supermen aja yaa.. wkwk udah di next koo
OhXiSeLu chapter 8 . Dec 3
waaauuuu kisah nyata? sadis bner kalo ada yg kek gini gak kasian tuhh di madu? baguss thorrr aku sukaaa next yaaa fast apdet kalok bisa 사 랑 해
Q : yaa aku juga sedih pas denger cerita ini, tapi apalah daya sudah takdir,, kalo aku sempet pasti di next cepet koo hehehe
ruixi1
Betapa tulusnya hunhan dan btapa jahatnya kyungsoo huwaaaa
Q : iya. pengen diinjek aja kepalanya (ngopi dari bahasa siapa ya?)
gyugg
ceritanya terlalu bertele2. ga suka. kurang my opinion
Q : gapapa kalo kamu gasuka aku juga ga akan rugi ko, tinggal leave aja gampang kan? makasih udah review
Guest
Mudah2 hubungan sehun dan luhan makin baik kedepan nya dan untuk kyungso juga jgn trllu egois dan jahat kya gitu
Q : kita lihat kedepannya aja yaa.. aku suka bikin Luhan tersiksa soalnya wkwkwk
Luhan204
Semangat kak. Lanjutin ffnya. Bagus kok.
Q : unncchh makasih sayaang buat semangatin hati aku yang sedang terobrakabrik ini huhuhu.. :* :*
lisna
lanjuuuuuttttt
Q : ini udah dilanjut ko Chingu.. jangan lupa review yaa..
dan untuk para guest aku pengennya sih kalian pake akun ffn sendiri biar aku bisa sebut nama kalian, kan ga enak juga pake nama GUEST tapi banyak yang reviewnya huhuhu
makasih udah suka dan nunggu ff ini.. tunggu chap selanjutnya yaa ^_^
