Wanita itu semakin mendekat saat Kris malah mengabaikannya. Retinanya menangkap pigura baru dengan foto yang sama seperti sebelumnya- Luhan – tangannya ingin menyentuh sebelum-
BRRAKK
"Aww" Kris menarik tangannya dan melemparkaknnya kedinding. "K-Kris" Kyungsoo terkejut dan merasakan sakit yang luar biasa saat sebuah tangan mencekik lehernya begitu kuat. "Uhuk, kris- uhuk le-lephass,"
Kyungsoo meronta mencari pegangan atau apapun untuk menghentikan cekikan pria itu yang sudah membuat kakinya berjinjit. Tapi sayang dia tidak menemukan apapun.
"Dengarkan aku baik-baik jalang sialan! Jangan berani menyentuh Luhan sedikitpun" desisnya. "Jika aku tahu jalang sepertimu menyakitinya, hanya ucapkan selamat tinggal pada karir ataupun suamimu,"
"Uhuk Uhuk," Kyungsoo memegang lehernya yang terlihat memerah. Mengais oksigen sebanyak yang ia bisa saat pria gila itu melepaskannya. Kakinya gemetar bukan main hingga ia terjatuh begitu saja.
"Pergilah, dan ucapkan pada tuanmu bahwa aku membatalkan proyek ini. Kau fikir aku sudi bekerja sama dengan orang yang sudah membuat gadisku menangis? haha lucu sekali,"
"Kenapa? kenapa kau melakukan ini padaku Kris!" teriaknya. Sungguh tidak terima dengan apa yang pria itu perbuat.
"Bertanyalah pada dirimu sendiri wanita sialan. Berhenti serakah jika tidak ingin dirimu hancur, PERGI ! jangan pernah menginjakkan kakimu lagi dikantorku," Kyungsoo mengepalkan tangannya saat pria itu bahkan tidak ingin menatapnya, seolah dirinya adalah sampah.
"Karena wanita itu kau memperlakukanku seperti ini? ckk yang benar saja,"
"Apa aku perlu memanggil keamanan untuk menyeretmu?"
Akhirnya ia beranjak meninggalkan ruangan yang membuatnya begitu marah. Pupus sudah niat untuk memprovokasinya untuk merebut Luhan dari Sehun. Ia sungguh tidak pernah menyangka jika lelaki gila seperti Kris akan merelakan perasaanya demi melihat orang yang ia cintai bersama lelaki lain? Kyungsoo terkekeh mengejek, Kris sudah main-main dengannya.
"Jika aku hancur, maka akan kupastikan Luhan juga hancur. Sshh"
.
.
.
.
"Ada apa Kyungsoo-ah?" Tanya Sehun menatap istrinya yang terlihat ingin berbicara dengannya.
"Aku ingin kita berpisah rumah dengan Luhan," ujarnya. Sehun mengerutkan dahinya bingung.
"Apa maksudmu?"
"Bukankah tidak lama lagi Oppa akan menceraikannya?"
Sehun membuang nafasnya kasar. Benar-benar tak habis fikir kenapa Kyungsoo masih saja membahas tentang perceraian itu.
"Tidak, aku tidak akan menceraikan Luhan Kyungsoo, kalian berdua adalah kehidupanku saat ini. Kumohon berhenti bersikap egois," tegas Sehun. Kyungsoo mendelik kesal.
"Oppa berbohong padaku !"
"Sudahlah aku lelah, aku tidak ingin membahas apapun lagi tentang perpisahan. Kumohon, tidak bisakah kau membuka diri untuk Luhan? dia bahkan sangat menyayangimu Kyungie, bersikap tuluslah sepertinya hmm"
"..."
"Kau hanya terlalu cemburu, aku tahu itu. Tapi demi apapun rasa cintaku pada kalian sama besarnya, jangan ragukan itu,"
"Aku hanya takut Oppa, takut kau meninggalkanku, membuangku karna aku bahkan tidak ada dalam silsilah keluargamu. Bagaimana mungkin Oppa tidak memikirkan posisiku yang terasingkan?" lirihnya. Sehun merengkuh Kyungsoo kedalam pelukannya.
"Hiks"
"Menangislah, setelah itu fikirkanlah hal-hal yang baik. Silsilah apapun itu tidak akan mempengaruhi hubungan kita, kau tetap Ibu dari anak-anakku sayang. Aku akan memberikan segalanya untuk kebahagiaan dan keutuhan keluarga kita, kau mengerti," Kyungsoo mengangguk pelan membuat Sehun tersenyum.
Ini jauh lebih baik daripada harus melihat mereka bertengkar dan setelahnya perang dingin. Sehun sangat ingin melihat kedua istrinya akur dan saling menyayangi, meski ia sadar Kyungsoolah disini pihak yang sulit untuk menerima.
.
.
.
.
Sehun terlihat sumeringah dengan sebuket bunga mawar biru ditangannya. Ia akan mengajak Luhan makan siang bersama hari ini.
To : BabyLu
Baby.. aku sudah didepan kantormu ^^
From : BabyLu
Oke
BIP
"Ckk.. jawabannya tidak manis sama sekali" gerutu Sehun.
BRUGH
"Hey Hey easy Baby," Sehun terkejut dengan kedatangan istrinya yang tiba-tiba masuk kedalam mobil dan memeluk erat dirinya.
"Hiks"
"baby? kau menangis?"
Yang lebih kecil hanya bungkam semakin memeluk Sehun. "Sssh aku disini sayang, tenanglah" tangan pria itu membelai lembut punggung Luhan dan menciumi puncak kepalanya.
Beberapa menit sudah terlewati, Luhan sudah sedikit tenang. Sehun perlahan melepaskan pelukan itu, "Katakan padaku apa yang salah hmm?"
"..."
"Sayang"
"A-aku hanya takut," Sehun mengerutkan kening tanda tak mengerti. Luhan menoleh dengan cepat, wajahnya yang penuh air mata menjadi pemandangan yang menyakiti hati suaminya. "Sehunnie, k-kau tidak akan meninggalkanku kan?"
"Hey Baby bicara apa? Kenapa tiba-tiba mengatakan hal seperti itu?"
"..."
"Masih tidak ingin menjelaskannya?"
"Oke, aku tidak akan memaksa. Hanya ikut denganku sekarang" Pria itu menginjak pedal gas dan pergi.
"Kita akan kemana Sehunnie?" Tanya Luhan.
"Kau akan tahu nanti sayang," Sehun mengambil lengan Luhan yang sedari tadi terlihat gemetar. Membawanya pada ciuman lembut dipunggungnya.
Luhan tidak pernah tahu jika hal sekecil itu bisa menenangkan hati dan fikirannya saaat ini. Dan hal yang membuatnya semakin adalah dimana Sehun tidak pernah melepaskan tangannya selama perjalanan.
.
.
.
.
"Kita sampai" suara Sehun membuyarkan lamunan Luhan. Tak terasa 1 jam sudah mereka habiskan untuk mencapai sebuah gereja yang terlihat sangat megah.
Luhun terpesona dengan bangunan klasik dengan ornamen yang indah pada dindingnya. Sebuah taman anggrek berada disisi kirinya, sedangkan sebuah danau buatan berada disisi kanannya.
Gereja itu seperti sebuah istana didalam hutan yang indah. Belum lagi batu batu yang tersusun membentuk sebuah jembatan untuk menyebrangi sungai kecil untuk mencapai pintu utama.
"Sehun, ini sangat indah"
Sehun hanya tersenyum manggaet jemari Luhan dan menariknya kedalam gereja. Didepan pintu terdapat dua orang wanita yang membungkuk kearahnya. Lalu membuka pintu masuk,
Luhan terperangah, ruangan itu dihias dengan sangat indah, tirai tirai satin berwarna putih menjuntai menghiasi dinding, disetiap sudut terdapat beberapa pohon buatan dengan lilitan lampu berwarna putih.
Dan didepan sana terdapat sebuah altar dengan gelaran karpet putih dengan panjang yang mencapai ujung sepatunya.
"Sehun, sebenarnya ada apa ini?" Tanya Luhan bingung.
Lagi – lagi Sehun tidak menjawab. Pria itu mengajak Luhan berjalan menuju altar, berbalik menghadap istrinya.
"Aku tahu ini sangat terlambat untuk mengatakannya. Kau tahu menyesal adalah hal teratas yang selalu aku fikirkan saat aku membuatmu menangis. Aku sadar aku bukan pria sempurna dan pantas untuk wanita seindahmu Luhan. Kau adalah sosok indah yang melengkapi setiap kekuranganku. Aku terlalu bodoh untuk menyia-nyiakanmu sebelumnya. Hari ini detik ini, izinkan aku melakukan hal yang tidak pernah kulakukan. Menebus semua kesedihanmu untuk sebuah kebahagiaan"
Sehun berlutut didepan Luhan, membuka sebuah kotak beludru. Mengeluarkan sebuah cincin dengan berlian biru mungil ditengahnya.
"Aku mungkin tidak memberikan tubuhku, hatiku dan cintaku pada saat pertama denganmu. Tapi aku akan meyakinkanmu bahwa kau akan menjadi yang terakhir yang memilikinya, seluruh hidupku milikmu Luhan. I promise" Luhan bergetar, pelupuk matanya sudah menampung banyak air mata yang akan terjatuh.
"Jadi, dengan segala kekuranganku maukah kau menikah sekali lagi denganku?"
"Hiks" Luhan tidak bisa berkata apapun, hatinya sangat bahagia mendapatkan lamaran yang selama ini ia impikan. Seseorang yang ia cintai berlutut dan mengajak untuk hidup bersama. Luhan tidak berharap banyak saat Sehun terlihat menolak perjodohan mereka.
Dan saat ini, hampir tiga tahun pernikahan mereka Sehun melamarnya dengan hati yang membawa perasaan cinta untuknya. Tidak peduli ini begitu terlambat karena Luhan akan selalu menunggu menunggu setitik demi setitik cinta untuk tumbuh dihati suaminya.
"Aku mau Sehunnie, Hiks aku mau menikah denganmu lagi" Sehun tersenyum lebar, ia tidak pernah melakukan ini sekalipun pada Kyungsoo.
Luhan benar-benar merubah hidupnya, Ia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya. Sehun memeluk erat Luhan dan menangkup wajah yang telah basah, menciumi setiap inchi kulitnya.
Seorang wanita dan pendeta masuk membawa sebuah nampan. Sehun mengambil mahkota dari bunga dan helaian kain satin yang begitu indah, memakaikan mahkota itu diatas kepala Luhan, istrinya terlihat sangat cantik.
"You are beautiful Baby" Pipinya memerah,
"Aku... inikah alasanmu menyuruhku memakai dress ini tadi pagi Sehunnie?" Sekali lagi Sehun terkekeh. Tapi kembali terkejut dengan pelukan tiba – tiba istrinya.
"Terima kasih, Hiks Terima kasih Sehunnie"
"Hey sayang, jangan menangis. Ayo pendeta sudah menunggu kita" Luhan mengangguk, dan mereka berhadapan dengan pendeta yang tersenyum melihat banyak cinta dimata pasangan didepannya.
Cinta adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan
Cinta menyebarkan banyak kebahagiaan
Cinta mendamaikan segala peperangan
Cinta juga menyembuhkan hati yang terluka
Begitu banyak kehancuran yang selamat karena sebuah Cinta
Dunia yang damai dengan orang – orang yang saling mencintai
Anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia
"Oh Sehun, bersediakah anda untuk menyayangi dan mencintai Xi Luhan dalam suka maupun duka sehidup dan semati"
"Saya bersedia"
"Oh Sehun, bersediakah anda untuk menyayangi dan mencintai Xi Luhan dalam suka maupun duka sehidup dan semati"
"Saya bersedia"
"Atas izin Tuhan, dengan ini saya sematkan sebuah ikatan yang terjalin atas nama Cinta. Semoga pernikahan kalian akan abadi hingga pada kehidupan berikutnya"
"Ameen"
"Silahkan pakaikan cincinnya Tuan Oh" ujar pendeta.
Sehun mengeluarkan cincin yang sempat ia simpan, memakaikannya ada jemari sang istri. Luhan kembali menangis, air mata sebuah kebahagiaan ini adalah hal terindah dalam 22 tahun kehidupannya.
CUP
Kecupan manis mendarat didahinya. Sehun menatap Luhan dalam, "Terimakasih karena sudah menermaku Luhan" Lalu kembai mengklaim bibir manis yang sudah menjadi candu untuknya.
"Aku sangat bahagia Sehunnie Hiks"
"Sshh membuatmu bahagia adalah kewajibanku saat ini sayang" Mereka kembali berpelukan mesra, mengabaikan jika sang pendeta sudah pergi dari altar.
"Haruskah kita melakukan malam pertama sayang?" Seringai Sehun terlihat sangat mengerikan, tapi Luhan tidak keberatan dengan sifat mesum suaminya. Dengan senang hati Luhan mengangguk.
"Tempat yang indah lagi Sehunnie?" tebaknya.
"yang terbaik untuk yang istimewa"
.
.
.
.
"pantai"
"yaahh bukankah sangat indah?" jawab Sehun masih menyetir dengan sebelah tangannya. Luhan tertidur diperjalanan dan tidak menyadari jika mereka menuju pantai terdekat.
"Sehunnie, pantai ini terlihat sangat sepi" melihat sekeliling tidak banyak orang disekitar pesisir.
"Yaa, perkampungan lumayan jauh dari pantai sayang. Kau takut?"
"tidak selama bersamamu" Sehun terkekeh, kembali menciumi punggng tangan istrinya.
15 menit kemudian...
"Okke kita sampai"
Lagi Luhan dibuat tercengang, sebuah bangunan minimalis dipinggir pantai, dengan semangat Luhan masuk kedalam mengecek setiap sudut ruangan. Hal yang paling membuatnya berdegup kencang adalah sebuah kamar tanpa tanpa pintu yang menghadap langsung pantai. Tirai hanya hiasan satu-satunya untuk menutupi kamar itu.
Luhan memerah membayangkan mereka akan melakukan hal intim dibawah ribuan bintang yang bertabur dengan pemandangan pantai didepannya, itu terlihat sangat-
erotis-
Bagaimana pergumulan mereka berada seperti dialam terbuka. Ohh pipinya semakin bersemu hanya dengan membayangkannya.
"kau suka?"
"hmm" Luhan hanya bergumam, menikmati pelukan hangat dari suaminya.
"Haruskah kita mulai?"
"me-memulai apa Sehunnie?" gagapnya. Gadis itu meretuki sikapnya yang terlihat seperti anak perawan.
"Mandi tentu saja, memangnya apa? Aku sudah lelah kkkk~" kekeh Sehun. Melihat sikap istrinya yang malu malu membuatnya semangat untuk menggoda.
"Ahhh mandi dipantai sepertinya sangat menarik" Sehun melepaskan seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan boxer ketatnya. Dengan semangat pria itu berjalan menuju pantai.
Luhan kembali merona melihat betapa tidak pedulinya sang suami melepaskan pakaian didepannya. Ugghh jangan lupakan tubuhnya yang begitu sexy dipenuhi dengan ABS. Sehun benar-benar merawat tubuhnya dengan baik.
"Aku juga harus melakukan yang sama?"
Luhan bergegas menuju kamar kecil untuk mengambil handuk. Ia menatap pantulan dirinya dicermin, hari ini adalah hari yang istimewa, Sehun sudah memberikan dan melakukan banyak hal untuknya, dengan tekad Luhan berniat melakukan hal yang sama untuk suaminya.
Luhan menggelung rambutnya asal, memperlihatkan leher jenjangnya yang indah. Melepaskan dress dan semua yang menempel ditubuh lalu memakai handuk yang melilit disebagian tubuhnya.
Hatinya berdegup kencang kala melihat suaminya yang menatap bulan ditengah air yang bergelombang, dengan bertelanjang kaki Luhan berjalan mendekati Sehun yang belum menyadari kehadirannya. Air nya terasa sangat dingin, untung saja musim dingin sudah lewat.
"Sehun~"
Mendengar panggilan merdu istrinya pria itu membalik badannya. Terkejut tentu saja, tidak pernah terfikir Luhan akan seberani ini. Istrinya terlihat sangat cantik dan seksi secara bersamaan, dibawah sinar rembulan malam kulitnya memancarkan cahaya. Helaian rambut yang menjuntai dan sedikit basah menambah sisi eksotis penampilannya mala mini.
"Sangat indah"
Luhan tersenyum, dengan berani ia melepaskan handuk yang membelit tubuhnya. Sehun menahan napasnya, berusaha menahan sesuatu dibawah sana yang sudah mengeras sedari tadi.
"Lu"
Gadis itu tidak menjawab dan hanya memeluk erat leher suaminya, menempelkan bagian tubuhnya yang kenyal pada dada bidang sang suami. Sehun menggeram frustasi, Luhan sangat berbeda dan membuatnya lebih bergairah.
Dengan semangat ia mendaratkan bibirnya diatas bibir lain, melumatnya penuh nafsu, mengetuk bagian bawahnya untuk membelitkan lidah mereka, tangannya tidak berhenti berusaha melepas celana yang menghalangi penyatuan tubuh bagian bawah mereka.
Sehun meremas bokong kenyal istrinya membuat Luhyuh mendesah kala kewanitaannya bersentuhan semakin intim. Percumbuan it uterus berlanjut hingga beberapa menit, mengabaikan jika handuk dan celana yang mereka pakai hilang terbawa ombak.
Sehun tidak pernah sesemangat ini dalam menyentuh istrinya. Baik itu Luhan maupun Kyungsoo, tapi jujur saja gairahnya selalu lebih terbakar saat bercinta dengan istri pertamanya.
"Annghhh" desah Luhan, kala Sehun membelai kewanitannya dengan benda lunak dalam mulutnya.
Mereka kembali kekamar dengan bibir dan tubuh yang tidak bisa dilepas, kamar itu memang disetting untuk keluar masuk pantai. Sehun hanya tidak mau Luhan kembali sakit karena kedinginan.
"Hun-eunngghh" seprai yang terpasang sudah terlepas dibeberapa bagian. Percintaan kali ini sedikit keras dan sangat membakar. Luhan menyukainya, apapun jenisnya selama ia melakukan itu dengan Sehun.
"SEHUN !" jerit Luhan merasakan jemari suaminya memasuki liang kewanitaanya, belum lagi lidah yang ikut memainkan daging kecil dibawah sana. Kakinya menghimpit kepala Sehun dengan sebelah tangan meremas rambut hitamnya.
"Aku tidak tahan Baby," Sehun sudah bersiap memasukkan kejantanannya, sebelum Luhan menahan.
Melihat kebingungan diwajah suaminya Luhan tanpa banyak bicara menungging setelah membaringkan tubuh Sehun. Melahap batang keras yang terlihat sangat besar itu kemulutnya.
"Shit ! Luhan !" Entah seberapa keras geramannya yang pasti anggotanya begitu hangat berada dimulut istrinya. Sehun melihat bagaimana Luhan menjilati menggigit dan melahap batangnya dengan semangat. Ekspresi wajah Luhan beribu kali sangat sexy.
Sehun mendudukan diri dan melepaskan miliknya dari goa hangat itu, lalu meraih Luhan dengan semangat keatas pangkuannya, "Aku ingin masuk Baby ennghh"
"Ahhh ssshhh" desah Luhan saat Sehun memasukan miliknya sedikit keras dan menyentuh telak prostatnya.
"Se-Sehunnieh aahh" Tubuh berpeluh Luhan terus naik turun diatas pangkuan suaminya. Bibir mereka tak henti hentinya saling mencumbu. Suara kecipak dari lendir lengket begitu jelas, bukannya terusik malah semakin membuat keduanya bersemangat memompa mancari kepuasan.
Sehun membalik tubuh Luhan dibawahnya, mengangkat sebelkah kakinya keatas bahu, memasukan kembali miliknya lebih kasar.
"Nikmat- uggh kau nikmat Baby"
"Deeper S-Sehunnie sshh"
Gemas dengan gundukan sintal yang bergoyang Sehun mnundukan kepalanya menjilati setiap pucuk yang berwana merah muda itu. Sedikit gigitan membuat istrinya kembali menjerit.
"Fuck me Sehun ! Ahhh"
Pria itu terkekeh melihat Luhan yang sedikit Bitchy dengan hard sex seperti ini. Dan itu memecut dirinya untuk membuat mereka puas. Sehun mengangkat tubuh Luhan dengan bagian intim yang masih menyatu, menuju sisi kamar dengan cermin besar. Melepaskan Luhan dan membaliknya menghadap cermin.
"Kau lihat sayang, betapa sexy nya dirimu, payudara ini," Meremas gundukan kenyal didada Luhhyun.
"Pantat ini" Menampar bokong sintal meninggalkan bekas merah.
"Dan goa hangat ini" memasukan kedua jarinya pada kewanitaan Luhan.
"Sshhh"
"Milikku" tegasnya.
"Jiwa dan ragaku Milikmu Sehunnie" jawaban manis yang kebali membakar gairah membuat Sehun menyentak kejantanannya dari belakang.
"Anngghh ssshhh Deeper... faster Sehunnie"
"Fuck !"
Melihat bayangan mereka dicermin dengan Luhan yang bersandar didadanya dan tangan yang meremas payudara juga bagian bawah yang tidak berhenti bekerja membuat mereka berada dipucuk kepuasan.
"Ahh-eungh Sehunnie aku"
"Bersama Baby"
"AAHH SEHUN !"
"AAAHHH LU !"
"Haahh" Sehun menahan tubuh lemah istrinya, lalu tersenyum senang, ini percintaan yang paling memuaskan selama hidupnya. Merasa gagah saat melihat cairan putih meleleh melalui paha istrinya sebelum terjatuh kelantai.
"Aku mencintaimu Luhan"
"Hmm Aku juga mencintaimu"
Itu adalah kata terakhir yang ia ucapkan sebelum terlelap dipangkuan suaminya.
Sehun membaringkan tubuh istrinya diranjang yang sudah sangat berantakan, lalu menyelimuti tubuh polos mereka dan terlelap dengan memeluk erat Luhan sebelum memberi kecupan manis dipelipis wanita itu.
"Jaljayo Baby"
.
.
.
.
.
TBC
Applause buat saya yang akhirnya bikin NC ASTAGA T.T gapernah kepikiran bikin beginian tadinya. But You knowlah kadang kadang imajinasi itu datang dengan sendirinya tanpa dipaksa hiks. akhirnya nulis bagian locknut begini wkwkwk.
owwhh maaf jika tidak panas yaa. maklum kagak pengalaman ya begini.
wkwkwkwk.. adegannya kalian taulah pernah nemuin dimana hahaha :D
Terimakasih buat yang masih setia menunggu FF apalah ini. dan untuk dukungannya beribu terimakasih. itu sangat memberiku semangat melanjutkan kisah HunHan disini. hehe
Oh ya jangan lupa mampir di ff baruku THREESOME yaa.. eittss jangan mikir kotor duluan, itu tidak seperti Summary atau pikiran pervert kalian, judul ma summary nya doang yang ngeres tapi dalemnya ngga ko.
Vote and Coment Please ^_^
