Little blue

By : Ohirabo

Warning : AU, boyxboy, Yaoi, Typo (s), NC.

Pairing : ChanBaek. Hunbaek.

Chapter 2

.

.

.

Pagi itu seperti biasa Baekhyun bangun pagi-pagi sekali untuk bekerja membersihkan pekarangan rumah keluarga Oh.

Kaki-kakinya ia bawa melangkah, meskipun langkahnya agak terseok saat berjalan. Kegiatan kemarin malam masih menyisakan sakit yang luar biasa dibagian bawa tubuhnya. Tapi dia bahkan tak memilik waktu istirahat karena luka-luka yang di dapatkanya. Atau bahkan alasan untuk tidur lebih lama di hari setelah persetubuhan kasar itu dilakukan.

Ini bahkan masuk tahun ke lima, tapi tubuhnya masih belum terbiasa oleh rasa sakit yang di berikan tuan muda kepadanya di hampir setiap malam.

Bahkan luka cambuk seminggu lalu masih cukup sakit saat tak sengaja tergesek oleh semak-semak di halaman.

Usianya sekitar 12 tahun saat dibawa ke kediaman keluarga Oh. Baekhyun belum tau apa alasan kenapa saat itu ia di jemput dan dipaksa tinggal di rumah yang asing menurutnya. Baekhyun masih kelas 6 SD, terlalu kecil untuk mengetahui bahkan terlibat didalam masalah keluarganya.

Saat itu juga Baekhyun kecil mengetahui, jika keluarganya memiliki hutang yang cukup besar kepada keluarga Oh. Cukup besar sampai ayahnya tega menjadikannya jaminan atas hutang tersebut.

Di hari-hari pertamanya tinggal di keluarga Oh, adalah hari-hari yang berat. Baekhyun kecil yang bahkan tak pernah untuk masuk kedapur dipaksa untuk mencuci piring dan melakukan pekerjaan rumah yang cukup berat mengingat usianya saat itu.

Baekhyun kecil sering menjatuhkan piring saat sedang mencucinya dan dia akan mendapatkan sebuah tentangan di tubuhnya. Pelakunya tentu tuan muda keluarga Oh, yang sejak awal saat Baekhyun datang sangat menunjukan kebenciannya kepada Baekhyun.

Menangis sepanjang malam di gudang saat ia dihukum karena tak melakukan pekerjaan dengan benar, sering terjadi saat itu.

Bahkan untuk makan juga hanya 2 kali hari saja sudah beruntung. Karena Baekhyun biasanya tak di berikan makan dengan alasan sedang di hukum.

Baekhyun kecil sering tak diberikan makan seharian karena kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukannya. Meskipun beberapa maid yang baik hati sering menyelundupkan sepotong roti untuk di makan secara diam-diam oleh Baekhyun.

Baekhyun yang pertama kali datang ke kediaman Oh, memiliki pipi yang chuby dan badan yang agak berisi tapi hanya dalam beberapa bulan pipinya menjadi tirus dan badannya menjadi sangat kurus. Bahkan tulang-tulangnya terlihat jelas dengan bercak membiru disekujur tubuhnya. Ia selalu berdoa disetiap malam sebelum tidur, orang tuanya akan datang menjemput dan membawanya dari neraka ini.

Tapi harapan tinggal harapan saat setahun telah tinggal di kediaman keluarga Oh, Baekhyun mendapat fakta jika orang tuanya telah meninggal bunuh diri saat Baekhyun dibawa ke kediaman Oh.

Saat itu Baekhyun kecil melihat seragam Junior High School Oh Sehun -tuan mudanya- akan di buang karena Sehun saat itu akan menginjak jenjang pendidikan senior High School, jadi dia sudah tak membutuhkan pakian itu. Baekhyun yang tak pernah bisa melanjutkan jenjang pendidikannya ke junior High School sangat bahagia bahkan hanya untuk memegang seragam itu saja. Jadi Baekhyun malah tak membuangnya dan membawa kedalam kamar miliknya.

Baekhyun memakainya, untuk pertama kali dalam setahun ia bahagia, ia tersenyum kembali. Melihat pantulan dirinya dicermin menggunakan pakian junior High School, meski agak sangat kebesaran ditubuhnya yang kurus. Bahkan saat itu bibir mungilnya tak henti-hentinya menyunggingkan sebuah senyuman yang kelewat lebar.

Semua itu tak bertahan lama karena tuan mudanya masuk dan mendapati Baekhyun sedang menggunakan pakian bakas junior High School milik Sehun. Sehun yang melihat itu marah besar dan menendang Baekhyun hingga ia mendapatkan persendian kakinya yang bergeser. Bahkan itu belum cukup, Sehun bahkan membeberkan fakta bahwa orang tua Baekhyun telah bunuh diri dan meninggalkannya sendiri.

Hari itu diumur Baekhyun yang ke tiga belas tahun harapan untuk bebas dari neraka ini pun hancur tak tersisa.

Di hari-hari berikutnya, Baekhyun menerima fakta bahwa takdir tak pernah berpihak padanya. Cita-citanya menjadi dokter hewan raip entah kemana. Bagaimana menjadi dokter kalau bahkan ia belum tamat SD saat dibawa ke kediaman Oh? Di paksa untuk putus sekolah dan menjadi seorang budak di usia yang masih banyak memiliki mimpi-mimpi, dan Baekhyun dipaksa untuk menguburnya.

Baekhyun dapat menerima semua perlakuan dari tuan mudanya. Pukulan, tamparan, tentangan bahkan dipaksa makan bekas makanan vivi -anjing pliharaan keluarga Oh- Baekhyun bisa menerimanya.

Tapi tak untuk hari itu, hari dimana Baekhyun bahkan meminta untuk di bunuh dan mengakhiri hidupnya. Memohon untuk meniadakannya membuat ia lenyap dalam hari berdosa itu.

Hari itu adalah ulang tahun ke delapan belas tuan mudanya -Oh Sehun- acara di lakukan di halaman belakang rumah megah itu.

Tamu yang hadiri tak terlalu banyak, hanya teman-teman sekolah Sehun dan beberapa tetangga. Bahkan tuan Oh dan nyonya Oh tak menghadirinya, mereka cukup sibuk dan tak memiliki waktu hadir di acara ulang tahun anak semata wayangnya. Tapi hadiah telah terparkir gagah di halaman depan, sebuah mobil sport keluaran terbaru menjadi objek menarik bagi tamu-tamu yang hadir.

Baekhyun dengan pakian pelayannya berjalan memberikan minuman-minuman kepada para tamu yang hadiri. Semuanya berjalan lancar, seharusnya.

Seorang pelayan senior memberi tau Baekhyun untuk berisirahat karena jam sudah menunjukan pukul satu dini hari dan tamu sudah banyak yang meninggalkan acara.

Baekhyun mengiakan dan melangkah untuk kembali kekamarnya. Badannya sudah sangat lelah karena harus bolak-balik memberikan minuman untuk para tamu. Kakinya melangkah ke area dimana kamar-kamar para maid berada. Sebelum tangan ditarik dan tubuh kecilnya di seret begitu saja, Baekhyun tersentak kaget saat menemukan si pelaku adalah tuan mudanya. Tak berani melawan Baekhyun pasrah saat tubuhnya diseret menuju lantai teratas kediaman Oh. Karena Baekhyun berpikir jika tuan mudanya mungkin akan menjadikannya tubuhnya samsak tinju lagi, seperti hari-hari sebelumnya. Entah karena apa, Sehun sangat menyukai memukul Baekhyun sebagai pelampiasan amarahnya.

Baekhyun tak tau apa salahnya, padahal tadi di pesta Sehun terlihat sangat bahagia. Tapi di sini ia terlihat sangat marah dan membuat Baekhyun tak berani hanya untuk bertanya.

Tubuh Baekhyun tiba-tiba di hempaskan ke tembok dibelakangnya. Sebuah ciuman kasar tercipta Baekhyun melotot kaget, meronta di dalam kungkungan badan besar tuan mudanya. Hatinya menjerit! Ini salah! Ini salah!

Semua terjadi begitu saja, Baekhyun telah menjerit berteriak sampai sisa-sisa kesadarannya tinggal sedikit. Mata Baekhyun yang buram oleh air mata menatap kearah pintu dengan tubuh yang masih di hujam bertubi-tubi. Tak ada yang datang. Tak ada yang menolongnya.

Kesadaran Baekhyun kembali saat mentari belum sepenuhnya menampakan diri.

Baekhyun meringis oleh rasa sakit dibagian selatan tubuhnya. Tubuhnya masih polos tanpa sehelai benang pun menutupinya. Ada beberapa bekas merah di hampir sekujur tubuhnya.

Air matanya sudah mendesak ingin keluar dan bibirnya menyunggingkan senyum sinis. Betapa takdir tak pernah memihaknya.

Mulut dibekap untuk meredakan suara tangisan. Karena Baekhyun menyadari masih ada tuan muda Oh di sebelahnya. Tertidur dengan wajah yang menghadap Baekhyun. Deru nafas yang stabil, seakan tak memiliki rasa bersalah tentang apa yang telah dilakukannya semalam.

Baekhyun mencoba bangkit mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Melangkah memunguti baju pelayan yang ia kenakan kemarin. Baekhyun harus cepat sebelum tuan muda Oh bangun dari tidurnya.

Baekhyun pikir Oh Sehun-tuan mudanya akan meminta maaf setelah apa yang dilakukannya kemarin.

Baekhyun salah. Dan seharusnya Baekhyun tau itu. Bagaimana si arogan Sehun memperlakukannya selama ini.

Dia malah mendapati tuan mudanya dengan wajah merah oleh amarah mendatanginya ke dapur dan menyetubuhinya di depan beberapa maid di sana.

Tak ada yang menolongnya. Padahal Baekhyun sudah menjerit dan memohon. Semua mengabaikannya. Bahkan tuan muda Oh, masih dengan kurang ajarnya terus memompa penisnya di dalam anal Baekhyun yang sudah membengkak karena persetubuhan semalam.

Tubuhnya di tinggal begitu saja di lantai dapur saat Sehun sudah selesai dengan kegiatannya. Baekhyun dapat melihat bagaimana Sehun dengan wajah dinginnya meninggalkan Baekhyun begitu saja, seperti sampah.

Ah ya, Baekhyun memang sampah.

Setelah kejadian itu Baekhyun tak pernah meminta tolong lagi. Karena ia tau tak akan ada yang akan menolongnya.

"Baekhyun..."

Baekhyun tersadar dari lamunannya, menemukan kepala pelayan Lee di depannya.

"Ada apa pak Lee?" Baekhyun bertanya sambil meletakan sapunya dan berjalan mendekat kearah kepala pelayan itu.

Pria tua itu menatap Baekhyun sedih, memperhatikan bagaimana tubuh mungil Baekhyun yang di hiasi oleh bekas luka membiru.

Melihat kemana arah pandang kepala pelayan itu Baekhyun menarik kaosnya untuk menutupi memar dilengannya yang cukup jelas dan cukup besar terlihat.

Pria tua itu tersentak dan tersenyum lirih kerah Baekhyun. "Obati luka mu-" dia berkata pelan menatap Baekhyun yang seolah tak peduli dan mengatakan luka itu bukan apa-apa. "-akan ada pesta dua hari lagi, dan tuan muda ingin kau juga pergi kesana. Jadi dia memintaku untuk mengobatimu."

"Pesta?" Baekhyun bergumam.

"Maafkan aku..." Pria tua itu berkata pelan mendapati air muka Baekhyun yang berubah.

Meski Baekhyun tak selalu hadir di setiap pesta yang di adakan Sehun. Pria tua itu tau apa yang akan terjadi saat Baekhyun juga diminta hadir dipesta itu, Baekhyun akan dilecehkan disana. Baekhyun akan dianggap jalang dan tubuhnya akan disentuh oleh beberapa tamu. Sehun hanya akan menonton itu tanpa peduli bagaimana terlukanya Baekhyun.

"Ini pesta untuk merayakan apa?"Baekhyun bertanya saat ia dan kepala pelayan itu masuk.

"Perayaan satu tahun perusahaan OSH..." Pria itu berkata sambil mengambil kotak obat.

Hah. Baekhyun jadi ingat saat malam launching perusahaan OSH dia menjadi samsak Sehun saat itu. Sehun sangat marah dan menghajarnya habis-habisan sampai tulang keringnya retak. Bahkan ngilu itu masih terasa.

Yang menyebabkannya marah adalah seorang perwakilan dari perusahaan yang menanamkan modal untuk perusahaan yang Sehun bentuk sendiri. Sehun marah karena yang datang hanya sekretaris perusahaan bukan pemilik atau calon penerus. Sehun merasa terhina, tapi dia hanya bisa tersenyum dipaksakan selama acara berlangsung.

"Ini akan cukup perih."

Pria tua itu berkata membuyarkan lamunan Baekhyun. Baekhyun sedikit meringis saat merasakan kapas berisi obat itu menyentuh luka-lukanya.

"Tuan muda juga mengundang orang yang sama seperti tahun lalu..."

"Aku harap dia datang, bukan sekretarisnya lagi..." Baekhyun bergumam.

Meski suara Baekhyun cukup kecil, tapi pria tua itu mendengarnya sangat jelas. Ia tau Baekhyun berharap kejadian tahun lalu tak terulang. Meski pun Baekhyun tak menunjukan ekpresinya tapi semua tau bahwa Baekhyun memiliki trauma itu.

Dia ingin membantu, tapi apa daya dia hanya seorang pelayan yang juga membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Karena ancaman Sehun -tuan muda mereka- tak main-main jika sudah menyangkut tentang Baekhyun. Semua tentang Baekhyun harus meminta ijin dari Sehun. Pernah saat Baekhyun kecil ada seorang pelayan wanita yang kasihan melihat Baekhyun yang disiksa oleh Sehun. Membantu Baekhyun tanpa seijin Sehun, pelayan itu dipecat dan membuat Baekhyun merasakan hukuman yang lebih berat. Jadi semua orang disana akan mengurungkan niatnya hanya untuk membantu pria yang malang itu.

Kemeja baby blue telah Baekhyun kenakan, menatap tampilan dirinya di depan cermin. Wajah tanpa ekspresi, mata yang menatap kosong. Begitu menyedihkan. Meskipun luka-luka sudah tak terlihat, karena Sehun tak menyentuh Baekhyun selama 2 hari untuk meninggalkan luka baru.

Jam di kamarnya telah menjukan pukul setengah 8 malam, artinya 30 menit lagi mereka berangkat ke tempat acara pesta berlangsung.

Mereka : Baekhyun dan Sehun.

Baekhyun selesai 30 menit lebih awal dan menunggu tuan mudanya didepan kamar. Selang beberapa saat pintu terbuka menampilkan Sehun dengan stelan jas mahalnya. Ekspresi dingin masih menghiasi wajahnya, tanpa menoleh kearah Baekhyun ia melangkah mendahului.

"Jangan mempermalukanku!" Sehun berkata penuh intimidasi saat sudah memasuki mobilnya, dengan Baekhyun yang masih memengangi pintu mobil untuk mempersilakan tuan mudanya masuk.

Baekhyun tau arti dari 'jangan mempermalukanku' adalah Baekhyun harus patuh, tidak melawan saat teman-teman Sehun atau para tamu di pesta saat ingin menyentuh tubuhnya.

Baekhyun hanya mengangguk sebagai respon dan melangkah untuk duduk di kursi depan samping sopir.

Selama perjalanan hening menyelimuti, Baekhyun yang menatap keluar jendela dan menerka-nerka apa yang akan terjadi malam ini setelah pesta. Ia dapat melihat bagaimana wajah badmood tuan mudanya terpampang jelas. Itu buruk Baekhyun tau itu.

Mobil berhenti disebuah gedung cukup mewah, bagaimana interior klasik terlihat jelas diluar gedung. Tempat pesta berlangsung, memperlihatkan bagaimana tak main-mainnya Sehun untuk merayakan anniversary perushaan yang ia rintis sendiri.

Baekhyun berjalan di belakang Sehun saat memasuki gedung pesta. Orang-orang menyapa Sehun dengan akrab, memuji Sehun entah karena perusahaan, pesta atau penampilan. Baekhyun hafal diluar kelapa bagaimana orang-orang itu mencari muka di depan penerus Oh itu.

Beberapa tamu juga melihat Baekhyun dengan tatapan yang berbeda. Baekhyun hanya pelayan dan hampir semua tau itu. Dijadikan pemuas nafsu oleh tuan mudanya sendiri. Ejekan jalang sering Baekhyun dengar dari wanita-wanita yang mendekati Sehun.

Remasan pada bokongnya membuat Baekhyun berbalik dan mendapatkan seorang pria dengan tatapan penuh nafsunya. Reflek Baekhyun mundur selangkah karena perlakuan orang itu. Ingin sekali Baekhyun menghajarnya, tapi tatapan Sehun membuatnya urung dan hanya kembali menunduk.

"Oi bung, mainanmu makin seksi saja..." Pria itu berkata sambil merangkul Sehun setelahnya. Dan melirik Baekhyun dengan jilatan lidah pada bibirnya.

Baekhyun ingin muntah rasanya.

"Mainanku memang harus seksi..." Jawaban Sehun seperti tanpa minat, bahkan ia tak melirik Baekhyun sama sekali.

Baekhyun hanya diam dan masih setia menunduk saat beberapa orang mulai menyentuh main-main tubuhnya. Menghinanya. Tapi Baekhyun tak ambil pusing, merasa sudah terlalu sering diperlakukan seperti itu bahkan lebih rendah pun.

Tak tau sudah berapa lama ia berdiri tak bergerak di tempatnya, kadang sesekali berjalan saat Sehun juga berjalan untuk menyapa tamu.

Sebelum matanya menatap sosok pria yang sedang menuruni tangga, tangan disaku, tatapan dingin dan tubuh yang lebih tinggi dari Sehun.

Baekhyun tak pernah melihat pria itu di pesta-pesta sebelumnya. Terlihat bagaimana cara perjalan dan tetapan orang-orang disekitarnya membuat Baekhyun merasa jika orang itu cukup penting.

Saat MC memanggil Sehun untuk naik ke panggung yang telah di sediakan. Untuk memberi sambutan atau ucapan terimakasih, Baekhyun tak terlalu mendengarkan karena mata Baekhyun yang masih melirik pria yang tadi menuruni tangga. Dapat dilihat pria itu sedang berbincang dengan seorang dari keluarga Kim pemilik dari rumah sakit terbesar di korea.

Pria Kim itu tak pernah terlalu dekat dengan Sehun, hanya basa-basi tanpa obrolan yang berarti selama ini. Tidak seperti orang lain yang menempel dengan Sehun seperti parasit. Pria Kim itu seperti menjaga jarak dan tak pernah terlibat dalam pelecehan yang sering Baekhyun dapat selama pesta, tapi tetap ia tak memperdulikan bagaimana orang-orang melecehkan Baekhyun. Tipe orang yang tak peduli.

Baekhyun kembali menunduk saat Sehun sudah menuruni panggung, kembali bercakap-cakap dengan teman-temannya. Baekhyun kembali melirik dengan ekor matanya dan menemuka pria itu sedang melihat jam tangannya, pria Kim itu juga sudah tak disana. Apa dia akan pergi? Baekhyun bertanya pada dirinya sendiri. Merasa kecewa entar karena apa.

"Hai manis, kenapa hanya diam?" Seorang pria berkemeja hitam bertanya. "-kau tau kau sangat seksi..." Pria itu berkata sambil membawa tanggannya menyetuh dada Baekhyun.

Baekhyun seketika mundur untuk menjauhkan tangan pria itu. Sebelum tangannya dicengram kuat. Baekhyun meringis mendapati Sehun yang sedang menahan pergelangan tangannya.

Dalam ringisan mata Baekhyun dapat melihat, jika pria tadi sudah berbalik meninggalkan pesta. Kenapa Baekhyun berharap? Tak kan ada orang yang akan peduli. Kenapa menurutnya pria itu berbeda, meski bahkan ia terlihat sangat berbeda dari orang-orang yang ada di pesta. Baekhyun tau dia adalah tipe tak peduli, dan pergi begitu saja.

Kekecewaan Baekhyun membuatnya menunduk patuh, tak peduli bagaimana perlakuan Sehun padanya.

"Lihat betapa penurutnya dia..." Seorang pria dari keluarga Kang berkata dengan senyum mengejek. Melihat reaksi Baekhyun yang seketika patuh saat tangan Sehun menahannya. Semua orang yang melihat kejadian itu tertawa. Mengejek dan menghinanya.

"Hai Sehun, bolehkah aku meminjamnya semalam?" Baekhyun tak bisa melawan dan masih menunduk membiarkan tangan bajingan itu meremas bokongnya dengan kuat.

Baekhyun meremas jemarinya sendiri, menahan diri mati-matian agar tak menangis. Agar tak terlihat lemah.

"Tentu..." Baekhyun dapat mendengar suara Sehun menyahut. "...tapi malam ini aku yang ingin memakainya." Belum sempat Baekhyun tersadar dari kata-kata Sehun, sebuah jari sudah memaksanya untuk mendonggak. Sebuah mata mengintimidasi menatapnya, dan lumatan kasar terasa di bibir. Akhirnya pertahanan Baekhyun runtuh. Ia menangis.

Gelak tawa menjadi pengiring di antara ciuman sepihak itu. Mata Baekhyun terpejam, tak ingin menyaksikan bagaimana orang-orang melihatnya penuh hina.

Baekhyun dapat merasakan sebuah tangan membuka paksa kancing bajunya. Baekhyun ingin menjerit. Baekhyun ketakutan. Baekhyun tak ingin kejadian beberapa bulan lalu terulang.

Kilasan balik membawanya pada kejadian dimana sembilan orang teman Sehun melecehkannya di sebuah pesta. Meski pesta itu tak seresmi dan sebesar pesta kali ini, tetap saja Baekhyun ketakutan bukan main.

Langkah terdengar mendekat, tatapan penuh intimidasi terasa. Itu bukan tatapan Sehun, siapa?

Matanya dibawa membuka, mengintip siapa yang mendekat ke arah dimana Sehun melecehkannya.

Air mata menghalangi penglihatannya, tapi yang bisa Baekhyun lihat dalam buram adalah sebuah tubuh tinggi berdiri di belakang tubuh Sehun.

Seketika tangan Sehun mendorongnya menjauh, ada aroma vodka yang menyeruak dan hening seketika.

Pria itu, Menolongnya?

"Setidaknya kau memiliki sopan santun untuk tidak melakukan hal itu di tempat seperti ini..." Nada suaranya terdengar datar tapi juga begitu mendominasi.

Baekhyun dapat mendengar bagaimana Sehun mulai mengumpat kepada orang itu. Tangan yang masih gemetar membawa untuk mengancing kemejanya kembali.

Dalam pemikiran Baekhyun, apakah orang itu tak tau Sehun itu siapa? Kenapa dia berani menyiram Sehun di depan para tamu yang melihat tak percaya. Tak tau kah dia, dia akan terlibat masalah cukup besar setelah ini. Karena penerus keluarga Oh, tak akan membiarkannya lolos begitu saja.

Baekhyun tersadar oleh teriakan Sehun pada petugas keamanan.

Baekhyun dapat melihat beberapa pria berbadan besar mulai mendekat dengan perintah Sehun untuk menyeret pria itu. Baekhyun yakin pria itu tak akan selamat.

"Kau yang mengundangku Sehun-ssi." Baekhyun melihatnya, bagaimana pria itu masih terlihat tenang dengan sebuah seringai terpatri diwajahnya. Dengan sebuah tangan yang ia bawa untuk, berpura-pura mengibaskan debu di jas mahal yang dikenakan Sehun.

Siapa dia?

Kenapa dia tak terpengaruh oleh bagaimana Sehun sangat terlihat marah sekarang. Bahkan pria itu melempar sebuah kertas-undangan kedepan wajah penerus keluarga Oh.

Baekhyun dapat melihat bagaimana menegangnya tubuh Sehun sekarang.

Untuk pertama kalinya sejak Baekhyun mengenal Sehun, wajah pucat Sehun terpampang jelas untuk mengucap sebuah nama.

"Park Chanyeol!"

Park Chanyeol?

Dari keluarga Park? Pemilik dari perusahaan investasi yang menanamkan modal untuk perusahaan yang didirikan Sehun.

Park Chanyeol yang membuat Sehun marah besar setahun yang lalu, karena tak hadirnya dia di acara launching perusahaannya.

"Chanyeol."

Bersambung...

Big thanks to :

Chogiwachanbaek, MadeDyahD, i baek you, xiaobee97, Luhanssi, Lumut hijau, mamamiyeol, pied priper915, guest, awchanbaek, rismakhar.

Terimakasih telah meriview cerita ini.

Ohirabo *-*)v