Little blue

By : Ohirabo

Warning : AU, boyxboy, Yaoi, Typo (s), NC.

Pairing : ChanBaek. Hunbaek.

Chapter 4

.

Sehun meninggalkan Baekhyun begitu saja, setalah pria Kim dan Park Chanyeol itu pergi. Wajah dingin dan datar Sehun terlihat jelas, tapi Baekhyun tau jika Sehun sedang dalam amarahnya.

Baekhyun pulang dengan mobil yang tadi digunakan keacara pesta tanpa Sehun.

Merasa bersyukur karena tuan mudanya itu tak ikut pulang bersama. Setidaknya malam ini Baekhyun tak akan menjadi samsak tinju Sehun.

Aneh memang melihat Sehun yang pergi begitu saja tanpa menghajar Baekhyun setelah Sehun dipermalukan begitu oleh seseorang. Bisanya Sehun akan mengamuk dan menghancurkan apapun yang ada didekatnya. Termasuk Baekhyun tentunya.

Bahkan ke esokan harinya Baekhyun tak mendapatkan Sehun di kediaman Oh. Saat Baekhyun menanyakan kepada kepala pelayan, beliau juga belum mendapatkan kabar dari tuan muda. Tapi di hari-hari berikutnya juga tuan muda tak pernah terlihat.

Ini tepat seminggu dan Sehun tak pernah pulang kerumahnya. Hanya supir pribadinya saja yang kadang mengambil barang yang di minta Sehun.

Baekhyun sedikit merasa tenang karena tak menemukan keberadaan tuan mudanya di rumah. Karena sangat jarang terjadi, biasanya Sehun tidak berada dirumah cukup lama karena masalah pekerjaan diluar negri selebihnya Sehun lebih sering tinggal dirumah. Jadi dia bisa bekerja tanpa perlu was-was mendapatkan pukulan tanpa alasan lagi.

Baekhyun melihat tangannya dan tak menemukan luka membiru disana, seperti mimpi. Setidaknya seminggu tanpa tinju atau persetubuhan membuat tubuhnya terasa ringan.

Manusia memiliki rasa penasaran yang tinggi, begitu juga dengan Baekhyun dia juga memiliki rasa penasaran tentang kemana tuan mudanya itu sampai tak pernah pulang kerumah.

Jadi saat supir pribadi Sehun sedang mengambil barang-barang yang di minta tuan mudanya. Baekhyun memberanikan diri untuk bertanya.

"Pak Min, mau saya bantu?" Baekhyun bertanya, hanya sebagai basa-basi karena tak ingin terkesana bahwa ia ingin tau sekali. Pak Min adalah supir pribadi Sehun, meskipun biasanya Sehun mengendarai mobil sendiri tanpa supir.

"Oh, Baekhyun... Tentu, tolong masukan pakian tuan muda kedalam tas." Pak Min berkata sambil menunjuk sebuah tas di dekat lemari,

Baekhyun melihat pakian Sehun yang sedang ia masukan ke dalam tas. Satu stelan jas kantor dan beberapa baju kaos dan celana jeans.

Sebelum Baekhyun mulai bertanya pak Min-supir pribadi sehun- berkata tentang keberadaan Sehun tuan muda mereka. Karena pak Min ini seperti buku terbuka, tanpa di tanya pun ia akan bercerita tentang banyak hal kepada Baekhyun karena Baekhyun sudah dianggap seperti putranya sendiri.

Yang Baekhyun tau sekarang Sehun sedang berada di apartemennya. Apartemen yang dibeli saat Sehun kuliah karena apartemen itu letaknya cukup dekat dengan kampus Sehun saat itu.

Meskipun Sehun sudah mempunyai apartemen dekat kampusnya dulu, dia masih sering pulang hanya untuk memukul atau menyetubuhi Baekhyun tanpa alasan.

Fakta lain yang diberi tau pak Min adalah Sehun sedang tinggal dengan seorang perempuan dan diperkirakan jika itu adalah kekasih tuan muda mereka.

"Tapi perempuan itu cukup sombong, seperti kekasih tuan muda sebelum-sebelum ini. Bahkan lebih sombong lagi..." Kata pak Min sambil memasukan satu pakian terakhir kedalam tas.

Saat mendengar cerita dari pak Min tentang kekasih Sehun, entah perasaan senang dari mana menggelitik perut Baekhyun. Karena sekarang Baekhyun mulai memiliki harapan jika Sehun tak akan pernah menyentuhnya lagi dan berharap jika Sehun benar-benar mencintai kekasihnya yang sekarang tinggal dengannya di apartemen itu karena dengan begitu kemungkinan neraka Baekhyun akan berakhir.

Sejak mengetahui fakta itu Baekhyun lebih bersemangat untuk melakukan pekerjaannya. Menyapu dan memotong rumput tak masalah sekarang karena tak ada rasa sakit yang menghalangi. Baekhyun bersiul dan sedikit bersenandung diantara pekerjaan. Beberapa maid yang melihat itu pun tertular kebahagiaannya. Karena memang sangat jarang melihat Baekhyun yang sedang tersenyum.

Malam ini Baekhyun sedang menyiapkan buku pelajaran untuk kejar paketnya. Baekhyun tak lulus SD jadi dia harus ikut ujian kejar paket dan Baekhyun sangat antusias menunggu setiap seminggu sekali hari tersebut. Hari dimana Baekhyun bisa bebas dan menjadi dirinya sendiri. Meskipun hanya dalam beberapa jam tapi itu sudah cukup untuknya. Daripada tidak sama sekali.

Kejar paket ini adalah program pemerintah jadi mau tak mau tuan Oh mengikutkan Baekhyun dalam kegiatan itu, meskipun awalnya Sehun menentang keputusan ayahnya untuk membiarkan Baekhyun keluar dari kediaman keluarga Oh. Tapi tetap saja keputusan ayah Sehun juga tak dapat di ganggu gugat.

Baekhyun memasukan buku pelajaran matematika itu ke tas plastik karena Baekhyun tidak memiliki sebuah tas yang cukup pantas untuk menaruh bukunya. Dua mata pelajaran besok matematika dan biologi. Baekhyun masih bersenandung dengan tangan yang membolak-balik halaman buku biologinya. Sebelum sebuah suara menghentikan laju jantungnya seketika.

"Nampak senang?!"

Baekhyun mengenali suara itu, dan kalimat yang terdengar sangat dingin. Baekhyun menoleh dan menemukan tuan mudanya sedang bersandar dikusen pintu masuk dengan tangan dilipat didepan dada dan tatapan dingin yang membekukan.

Detik itu juga Baekhyun bangun dan menunduk takut dengan kedatangan tuan muda yang tiba-tiba.

Langkah kaki terdengar mendekat, setiap langkah terdengar seperti hitungan akhir hidup Baekhyun. Lengan dicengram kuat.

"Kau nampak senang saat aku tak berada dirumah." Sehun berkata dengan satu tangan yang masih mencengram kuat lengan Baekhyun.

Baekhyun meringis sakit tapi tak mau mengeluarkan suaranya. Karena jika dia mengeluarkan suara atau berkata sakit Sehun akan lebih menyiksanya.

Buku di genggaman Baekhyun dirampas dan dilempar begitu saja. Tubuh Baekhyun diseret keluar kamar. Berberapa maid melihat tubuh Baekhyun yang diseret tapi tak bisa melakukan apapun hanya menunduk dan memberikan jalan kepada tuan muda arogan itu. Mengabaikan ringisan kesakitan Baekhyun yang diseret paksa.

Baekhyun tau apa yang akan terjadi setelah ini. Tapi Baekhyun berdoa dalam diamnya semoga Sehun tak melakukan apapun pada tubuhnya hari ini. Karena besok Baekhyun harus menghadiri kelas kejar paketnya.

Tubuh Baekhyun di hempaskan ke tembok, Sehun menindihnya. Melumat bibir Baekhyun dengan ciuman kasar mendominasi. Gigitan hisapan terdegar mengisi kesunyian di ruangan. Tangan Sehun dibawa untuk mengusap pipi Baekhyun. Baekhyun yang masih memenjamkan mata dengan tubuh yang gemetar. Mekipun dengan mata yang terpejam, Baekhyun bisa merasakan tatapan penuh nafsu dari tuan mudanya. Jika Sehun sudah mulai mengusap pipi Baekhyun, Baekhyun tau mimpi buruk itu akan dimulai lagi.

Tubuh Baekhyun lagi dihempaskan ke atas ranjang. Mata Baekhyun membulat sempurna saat sebuah borgol telah membelenggu kedua tangannya. Baju dirobek begitu saja dan sebuah benda ditempelkan pada puting Baekhyun. Rasanya sakit.

"Tenanglah aku hanya ingin mencoba permainan baru." Sehun berkata sambil membawa sebuah benda berbentuk penis yang besarnya hampir sama dengan milik Sehun.

Baekhyun menggeleng ketakutan. Meskipun Sehun sering menyetubuhinya tapi dia tak pernah memakai alat-alat aneh itu sebelumnya.

Satu hentakan dan berhasil membuat Baekhyun menjerit. Getaran dari benda itu menyakitkan. Dan benar Baekhyun sekarang merasakan sebuah cairan keluar dari anusnya. Baekhyun ingin berteriak lagi tapi mulut sudah dimasukan beberapa lembar tisu, untuk meredam suara teriakan Baekhyun.

Baekhyun menangis dan memberoktak, perih rasa bagian bawah tubuhnya karena sekerang Sehun memasukan penis juga dengan benda aneh itu masih di dalam anal Baekhyun.

Tapi tak ada yang lebih sakit saat Sehun melarangnya untuk klimaks. Sebuah benda teleh dipasang di penis Baekhyun yang membuat Baekhyun tak dapat mengeluarkan spermanya.

Dorongan terus dilakukan Sehun. Entah berapa kali Sehun sudah klimaks didalam tubuhnya tapi Baekhyun bahkan tak bisa. Itu menyakitkan. Napasnya memburu dan lemas menyerang saat hanya klimaks kosong yang didapatkannya.

Sehun seketika membalik tubuh Baekhyun dengan tubuh yang masih menyatu. Sesaat Sehun mengeluarkan penisnya dan benda aneh itu. Sehun melangkah pergi, Baekhyun pikir mimpi buruk ini sudah berakhir karena Sehun sudah pergi.

Tapi saat langkah kaki Sehun terdengar lagi, Baekhyun melirik Sehun dari ekor matanya. Sehun sedang membawa sebuah baskom kecil dan Baekhyun tak tau apa isinya.

"Ini akan menyenangkan Baek, nikamatilah"

Benda dingin itu dipaksa masuk keanus Baekhyun dan sekarang Baekhyun tau baskom itu berisi apa. Es batu.

Dingin yang Baekhyun rasa saat es itu terus dimasukan kedalam lubang anus. Sakit karena ujung lancip es batu itu melukai dinding anusnya. Entah berapa yang Sehun masukan karena sekarang perut Baekhyun terasa sangat penuh yang menekan isi perutnya membuat Baekhyun mual dan sakit secara bersamaan.

Baekhyun lagi-lagi menangis menahan sakit antara es batu itu dan penis Sehun yang lagi masuk kedalam lubang anusnya.

"Aku suka sensasi ini...oh.."

Sehun mendesah setiap dorongan dan kepala Baekhyun menumpu berat tubuhnya dibantal yang sekarang basah oleh air mata tangisan kesakitan dari Baekhyun. Baekhyun menangis karena rasa sakit diseluruh tubuhnya. Kesadaran Baekhyun menghilang dan yang terakhir di dengar adalah suara desahan dari tuan mudanya.

Baekhyun sadar saat seorang maid membangunkan keesokan harinya. Sehun tak disana dan maid itu membantu Baekhyun membuka borgol dan benda yang ada dipenisnya.

Baekhyun tak ingat apa yang terjadi, maid yang tadi membantunya berkata mungkin saja Baekhyun pingsan. Karena Sehun pergi sekitar pukul 3 dini hari dari rumah dan memerintahkan kepala pelayan untuk membuka borgol Baekhyun saat pagi telah tiba.

Berjalan tertatih menuju kamarnya, dirasa setiap langkah ada sebuah cairan yang mengalir keluar dari lubang anus dan melewati paha.

Tangan bertumpu pada tembok, gemetar. Kran shower di putar, air dingin yang mulai membasahi tubuh Baekhyun. Gemericik air menyamarkan isakan yang keluar dari bibir. Tangan mulai mengusap untuk menghilangkan setiap jejak yang ditinggalkan Sehun ditubuhnya.

Bahkan berapa kalipun Baekhyun mengusap dan menggosok tubuhnya jejek Sehun masih akan tertinggal disana. Baekhyun membenci itu.

Baekhyun sekarang dapat melihat cairan yang keluar dari lubang anusnya melewati paha. Cairan sperma bercambur warna merah terlihat. Yang membuatnya menangis semakin keras.

Betapa takdir tak pernah memihaknya dan kapan ia akan bisa keluar dari neraka ini.

Pakian telah Baekhyun kenakan, meski hanya sebuah kaos lusuh kebesaran. Tas yang berisi buku ditangan dan kakinya yang mulai melangkah keluar. Baekhyun bertemu kepala pelayan saat sudah akan mencapai pintu gerbang.

"Baekhyun..." Pria itu memanggil. "Kau bisa bawa ini sebagai bekalmu, karena kau belum sarapan..." Sambil menyerahkan sebungkus tas plastik berisi makanan.

"Terimakasih." Baekhyun menjawab dingin. Dan berbalik melangkah pergi.

Kepala pelayan itu hanya mampu menatap sedih kepergian Baekhyun. Betapa malang nasib Baekhyun harus terpenjara ditempat seperti ini. Luka di lengan Baekhyun dan suara jeritan kesakitan semalam menghantuinya. Ingin sekali ia menolong tapi tak memilik kuasa besar untuk membantu lebih.

.

Baekhyun berangkat ketempat belajar kejar paketnya dengan langkah yang berat. Sakit ditubuh masih terasa amat menyiksa. Tapi ia ingin abaikan karena Baekhyun ingin meninggalkan neraka itu meski hanya untuk beberapa jam.

Tak bisa berkonsentrasi saat guru didepan menjelaskan, karena sakit di bagian bawah tubuhnya mengacaukan konsentrasi.

Pelajaran telah selesai saat waktu telah menunjukan pukul dua sore, Baekhyun berjalan pulang dengan langkah yang berat. Rasa sakit masih terasa bahkan makin sakit saat kakinya harus dibawa melangkah.

Sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan Baekhyun. Tubuhnya seketika membatu saat seseorang yang ia kenal keluar dan menyebut namanya lembut. Untuk pertama kalinya Baekhyun sangat menyukai seseorang menyebut namanya.

Chanyeol didepannya terlihat sangat tampan dengan stelan jas kantor yang dikenakan sedangkan saat Baekhyun melihat pakaian yang ia kenakan hanya sebuah kaos lusuh dan celana jeans. Sangat kontras dengan apa yang dikenakan Chanyeol.

Baekhyun tak tau kenapa Chanyeol mengajaknya untuk duduk di bangku taman. Pria yang sedang duduk di sampingnya kini mulai bertanya, Baekhyun tak bermaksud untuk menjawab pertanyaan Chanyeol dengan ketus. Baekhyun hanya bingung harus menjawab bagaimana. Karena tak pernah ada orang-orang seperti Chanyeol bertanya dengan suara yang lembut dan menenangkan kepadanya sebelum ini.

Hening menyelimuti karena Baekhyun tak pernah tau cara untuk memulai percakapan sebelumnya. Jadi Baekhyun hanya memilih diam dan menunduk.

Tapi perasaan takut masih menyelimutinya saat tiba-tiba Chanyeol memperkenalkan diri dan menjulurkan tangan.

Bukan takut tentang Chanyeol yang akan menyakitinya seperti Sehun karena Baekhyun cukup tenang berada didekat Chanyeol saat ini. Tapi karena Baekhyun tak ingin orang sebaik Chanyeol harus menyentuk manusia kotor sepertinya. Baekhyun memilih tak menjabat tangan Chanyeol dan hanya menjawab perkenalannya saja. Dan sebuah gumaman yang tak sadar keluar dari mulut Baekhyun. Yang membuat Chanyeol terlihat marah.

Baekhyun bisa melirik dari ekor matanya jika Chanyeol telah memalingkan wajahnya. Baekhyun gelagapan entah kenapa perasaan takut jika Chanyeol marah padanya.

Bukannya benar-benar marah Chanyeol malah menoleh dan tersenyum dengan lesung pipi yang teramat mempesona sekarang.

Hening lagi tapi Baekhyun tak merasa demikian karena entah kenapa detak jantungnya menggila sekarang. Baekhyun menikamati setiap detik detakan jantungnya.

Lamunan Baekhyun dibuyarkan oleh sebuah pertanyaan yang terdengar khawatir.

"Apa Sehun yang melakukan itu?"

Seketika Baekhyun menoleh dan bertemu tatap dengan Chanyeol. Baju kaosnya ia tarik untuk menutupi lukanya dan membuat tas berisi buku di pangkuannya terjatuh. Chanyeol ingin membantu mengambilkan tapi tanpa sadar Baekhyun berteriak kearah Chanyeol.

Perasaan bersalah makin memenuhi hati Baekhyun saat melihat wajah terkejut Chanyeol karena teriakannya. Tapi lagi-lagi Chanyeol malah berkata dengan nada lembut menenangkan.

"Maafkan saya tuan. Maaf..." Baekhyun menunduk meminta maaf dan dirasa air mata telah memenuhi pelupuk matanya. Ia takut Chanyeol akan marah padanya karena telah berteriak.

Tapi bahkan Chanyeol tak mempermasalahkan itu. Bahkan Chanyeol meminta Baekhyun memanggil dengan nama tanpa sebukan tuan kepadanya.

Sebuah getaran disaku menyadarkan Baekhyun, handphone flip itu telah menunjukan dimana Baekhyun harus pulang sekarang karena dia sudah sangat terlambat tiba dirumah.

Jadi Baekhyun harus cepat berpamitan kepada Chanyeol. Meski rasanya cukup berat mengatakan selamat tinggal karena tak pernah ada yang benar-benar yang pernah berbicara padanya.

Baekhyun berbalik untuk melangkah menjauh, dan Baekhyun masih merasakan jika Chanyeol masih menatap punggungnya. Rasa tak rela memenuhi hatinya, entah keberanian dari mana tubuh Baekhyun berbalik dan berkata "setiap hari kamis jam 3 sore aku bisa keluar"

Dan seketika berbalik lagi, sekarang Baekhyun malah menggerutuki kebodohannya. Kenapa dia harus berkata begitu, memangnya Chanyeol akan mau bertemu dengannya lagi.

"Tentu..." Chanyeol merespon dengan sebuah teriakan karena jarak mereka yang sudah cukup jauh. "Aku akan menunggumu di sini setiap hari kamis...jam 3 sore"

Setelah mendengarkan itu perasaan bahagia menemani Baekhyun, saat kembali melangkah ke kediaman keluarga Oh.

Bersambung...

Baekhyun ultah cy di LA. Kok gue yang nangis TT_TTSorry telat up bicos aku sakit hehe dan sorry alur yang makin ngaco. Chap depan udah end ya :xSemoga kalian nikmatin chap ini ya...Terimakasih untuk review kalian karena cerita yang aku buat memang minim review jadi review kalian sunggung berharga :x

Ohirabo...