Little blue

By : Ohirabo

Warning : AU, boyxboy, Yaoi, Typo (s), NC.

Pairing : ChanBaek. Hunbaek.

Chapter 5


Setelah pertemuan tidak di sengaja dengan Baekhyun. Chanyeol menepati janjinya untuk menemui Baekhyun setiap hari kamis di taman tempat pertama kali mereka untuk bicara. Setiap jam tiga sore dan setiap hari kemis mereka akan duduk di kursi taman yang sama. Entah mengapa pertemuan itu menjadi hal yang rutin bagi Chanyeol untuk bertemu dengan Baekhyun di tengah jadwal pekerjaan yang padat.

Meskipun setelah pertemuan tidak di sengaja itu suasana masih cukup canggung untuk mereka berdua berbicara selayaknya teman. Karena Baekhyun yang lebih banyak diam dan hanya menunduk.

Tapi di minggu ke tiga, Chanyeol berinisyatif membawa sebuah novel favoritnya -harry potter- menunjukan kepada Baekhyun. Chanyeol hanya ingin mencari tau tentang ketertarikan Baekhyun. Tapi yang di dapatkan Chanyeol melebihi ekspektasinya.

Mata berbinar Baekhyun dan sebuah garis lurus di bibir membentuk senyum tipis.

Setelah itu, Baekhyun dengan sungkan mengambil novel tebal itu dan memangkunya. Membuka dengan perlahan seperti takut jika ia akan merusaknya. Seperti sesuatu yang berharga, sangat hati-hati dan sangat pelan. Chanyeol gemas sendiri melihat itu.

"Untukmu"

Chanyeol berkata, dan mendapat plototan tidak percaya dari Baekhyun. Kepala menggeleng cepat, sampai-sampai Chanyeol takut jika kepala itu akan terlepas saking cepatnya menggeleng.

"T-tidak..." Baekhyun bersuara cukup kecil tapi Chanyeol mendengarnya. "...ini terlalu berharga untukku." Sambil berusaha mengembalikannya kepada Chanyeol.

"Tenang, aku sudah membaca itu puluhan kali, jadi itu untuk mu saja..." Padalah di lihat dari sampul novel, novel itu adalah novel baru yang memang baru di beli dari toko buku, memaksa kakak sepupunya untuk membelikan novel terjemahan itu, saat jadwal rapat yang padat dan mendapat sebuah terikan beserta umpatan dari kakak sepupunya yang juga merangkap menjadi sekretaris pribadi Chanyeol.

Karena yang Chanyeol punya, hanya novel asli berbahasa inggris dan tak mungkin untuk memberikan Baekhyun novel itu.

Di minggu-minggu berikutnya Chanyeol dan Baekhyun semakin terlihat dekat. Mereka membahas tentang beberapa novel, yang membuat Baekhyun terlihat antusias setiap Chanyeol membahas novel-novel yang telah ia baca.

Setiap pertemuan mereka, Chanyeol yang lebih banyak berbicara sedangkan Baekhyun lebih banyak menunduk dan menanggapi secukupnya saja. Baekhyun pendengar yang baik, karena entah bagaiaman Chanyeol selalu merasa nyaman berbicara dengan Baekhyun. Meskipun hanya satu jam di setiap minggunya.

Mereka bahkan telah bertukar nomer telepon satu sama lain. Bertukar pesan di setiap harinya hanya untuk menanyakan hal-hal kecil yang dilakukan satu sama lain.

Baekhyun bahkan lebih terbuka dari pertama kali Chanyeol bertemu dengannya. Dan yang membuat itu semakin indah adalah senyum dengan lengkung bulan sabit di mata sipit milik Baekhyun, Chanyeol menjadikan itu daftar favoritnya sekarang.

Masih menjaga jarak saat duduk dibangku taman hanya itu satu-satunya yang belum berubah. Baekhyun terlihat tidak nyaman saat Chanyeol mulai mendekat dengan tidak sengaja, dan Chanyeol menyadari jika Baekhyun masih tak ingin di dekati dalam artian fisik. Jadi Chanyeol menghormatinya dan membuat jarak aman dengan Baekhyun. Karena Chanyeol tak ingin membuat Baekhyun kurang nyaman berada di dekatnya.

Sejak pertemuan setiap minggu mereka Chanyeol mengatakan Baekhyun adalah temannya sekarang. Semua terjadi selayaknya teman, tak lebih dari itu, meskipun di dalam hati Chanyeol mengatakan tak setuju dengan keputusannya sendiri.

Chanyeol mengatakan ingin menjadi teman Baekhyun saat sebuah luka lebam terlihat di siku kiri Baekhyun, meski ditutupi dengan lengan kaos tapi itu masih cukup terlihat di mata Chanyeol. Chanyeol ingin menolong tapi Baekhyun seakan tak ingin untuk di tolong. Jadi Chanyeol mengatakan ingin menjadi teman Baekhyun agar membuat mereka semakin dekat dan agar Chanyeol mengetahui apa yang di rasakan oleh teman barunya ini.

"Sepertinya aku harus pulang, sampai jumpa minggu depan..." Baekhyun berkata sambil beranjak dari tempat duduk setelah ia melihat jam di hp filp milinya.

"Baek-" Chanyeol memanggil dan membuat Baekhyun menoleh kearah Chanyeol. "-minggu depan aku tak bisa kemari."

Chanyeol melihat bagaimana perubahan sorot mata itu menjadi, terlihat kecewa. "Aku ada pekerjaan untuk satu bulan ke depan di luar negri." Lanjut Chanyeol.

Senyum terpatri meski sorot mata Baekhyun belum berubah, sarat akan ke kecewaan terpancar jelas. "Semangat untuk pekerjaanmu Chanyeol." Baekhyun menyemangati. "Sampai jumpa bulan depan." Baekhyun berbalik dan mulai melangkah pergi.

"Hubungi aku jika terjadi sesuatu..." Entah kenapa Chanyeol berkata seperti itu.


"Aku ingin menolongnya..." Chanyeol berkata saat Luhan masih membereskan dokumen rapat.

Chanyeol masih duduk di kursi, dengan sebuah ponsel di genggaman.

Luhan tau siapa yang di maksud Chanyeol, tapi dia juga tak memiliki ide untuk masalah tersebut. Masalah sebenarnya adalah Oh Sehun itu sendiri, meskipun Chanyeol memiliki ancaman yang cukup untuk membebaskan Baekhyun. Seperti mencabut investasi di perusahaan Sehun jika Sehun tak mau melepaskan Baekhyun. Tapi itu tak mudah karena akan melanggar kontrak yang telah disetujui. Perusahaan Sehun juga telah memberikan keuntungan besar untuk perusahaan Chanyeol jadi ini cukup sulit.

Chanyeol akhirnya melirik kakak sepupunya yang masih diam dalam lemunan.

"Hyung!" Chanyeol berkata dan berhasil membuyarkan lamunan Luhan. Luhan menatap Chanyeol menunggu sang atasan untuk melanjutkan perkataannya. Tapi bahkan setelah beberapa detik terlewat yang di dapankan Luhan hanya wajah kebingungan dari sang adik sepupu.

Luhan menghela nafasnya dan menaruh berkas-berkas yang tadi ada ditangannya, lalu melangkah mendekat ke tempat Chanyeol berada. "Kau tak berpikir untuk menculiknya?"

Hanya pelototan dari mata bulat itu yang menjadi respon seolah tatapan itu telah perkata 'kau gila?!"

"Berhenti menatapku seperti itu!" Luhan berkata dan sambil membawa tangannya untuk menopang berat tubuh di atas meja.

Chanyeol mendengus dan kembali fokus pada ponsel di depannya.

"Kenapa kau tak membayar hutang keluarga Byun? Kudengar keluarga Byun berhutang banyak ke keluarga Oh, karena itu Baekhyun bisa berakhir disana."

Chanyeol melirik dan berpikir sejenak sebelum berkata "Cari tau semuanya! Aku ingin itu sudah ada di mejaku 2 hari lagi."

"Dengar Park Chanyeol yang agung..." Luhan berkata pelan. Tapi penekanan di setiap kata menyalurkan ke kesalan lelaki cantik itu. "...kita di sini untuk proyek yang amat. Sangat. Penting. Jadi selesai kan dokumen di atas mejamu dulu. siala!" Dan Luhan akhirnya melemparkan beberapa lembar kertas ke atas meja Chanyeol.

Luhan itu sebanarnya tipe kakak yang pengertian, sabar yang sayang keluarga dan seorang pekerja keras yang bisa diandalkan. Tapi kelakuan Chanyeol selama dia jauh dari Baekhyun untuk beberapa hari ini membuat Luhan frustasi sendiri. Bagaimana tidak, Chanyeol hanya memainkan ponselnya saja. Saat rapat, saat makan bahkan saat mandi pun ponselnya selalu ditangan. Seperti remaja labil yang baru merasakan cinta pertama.

Padahal biasanya Chanyeol tipe yang sering lupa membawa ponsel. Sekarang tangan Chanyeol bagai di lem dengan ponsel.

"Hyung, Baekhyun kenapa tidak menjawab pesanku?! Chanyeol bertanya sambil tangannya masih sibuk dengan ponselnya.

"Mungkin sibuk." Luhan menjawab sekenanya. Dengan tangan masih membolak balik kertas di tangan.

"Aku khawatir" Chanyeol berkata.

Luhan akhirnya melirik adik sepupunya itu. Di lihat wajah Chanyeol yang memang terlihat sangat khawatir jadi Luhan memberikan saran. "Telpon saja..."

"Tapi aku tidak pernah menelponnya" Chanyeol berkata dengan fokus masih belum teralihkan dari ponselnya.

"Buat ini menjadi kesempatan pertama untuk menelpon Barkhyun" sebenarnya Luhan berkata seperti ini hanya untuk menggoda adik sepupunya ini.

Tapi dengan gerakan cepat Chanyeol menelpon Baekhyun. "Halo-" Chanyeol berkata singkat sebelum Chanyeol tiba-tiba menjauhan telinga dari ponselnya. Seakan telah mendengan sesuatu yang cukup mengejutkan.

Luhan bertanya dengan tatapan 'ada apa?'.

Chanyeol yang tiba-tiba berdiri membuat Luhan yang berada di depan Chanyeol di buat cukup kaget.

"Baekhyun..."

Dengan ponsel yang masih di telingan Chanyeol melangkah dengan tergesa ke arah pintu. "Pesankan aku tiket untuk pulang!" Berkata dengan aura yang cukup mencekam.


Tbc


Halo setalah setahun cerita ini tak pernah update. HohohoGa jadi tamat ding.

ohirabo /