Hai semuaa~ maaf banget ini Selujon malah buat ff baru bukannya lanjutin yang CSS, buat CSS kayanya udah gak ada masa depan deh, gak tau lagi harus gimana plotnya, jadi kemungkinan kalo gak aku stop, atau bakal ku hapus cerita itu.
Kali ini bakal bawain cerita yang berbeda, disini aku ambil peran Sehun dan Luhan saja, Cuma versi Chinanya yaa, untuk karakter yang lain kalian bebas mau membayangkan siapa ehehehe.
Maaf banget aku udah mencoba memperbaiki pengetikan aku, tapi sayangnya aku gak mengerti bahasa, jadi mungkin masih gak terlalu baku.
Disini Luhan menjadi Han Xiao Lu ya, sedangkan Sehun chinese namenya Wu Shixun, aku kasih nama disini Shiwu.
Cerita ini terinspirasi dari drama china an oriental odyssey
.
.
.
.
.
Chapter 1. Permata Xuebing
Dahulu kala Dewa Surga menciptakan 2 kekuatan besar di muka bumi, dengan tujuan menstabilkan kekuatan yin dan yang. Namun, karena keserakahan manusia peperangan besar terjadi, peperangan yang melibatkan dua kekuatan besar dari Dewa Surga meratakan hampir seluruh bumi.
Setelah peperangan berakhir Dewa Surga menarik kembali dua kekuatan dari muka bumi, memecah kekuatan dan membentuknya menjadi 7 Permata Xuebing, setiap permata memiliki nama berbeda dan kekuatan magis yang berbeda pula. Karena keserakahan manusialah yang membuat Dewa Surga menghancurkan dua kekuatan miliknya, oleh karena itu 7 Permata Xuebing diberikan nama 7 Sifat Buruk Manusia. Merah yang melambangkan sifat Serakah, Kuning melambangkan sifat Iri, Hijau melambangkan sifat Dengki, Jingga melambangkan sifat Buruk Sangka, Biru melambangkan sifat Menjelekan sesama (fitnah), Nila melambangkan sifat Penghianat, Ungu yang melambangkan sifat Sombong.
300 tahun setelah peperangan berakhir sang Dewa Surga menurunkan Permata Xuebing di benua solok tepatnya di wilayah arok.
"Sanu lihat" seorang pria berbadan besar menunjukkan sebuah kotak yang dia temukan di dalam semak semak.
"apa itu ? bukalah" pria yang lebih kecil penasaran dengan apa yang di ambil temannya.
Pria berbadan besar itu membuka kotak tersebut, cahaya 7 warna terpancar dari dalam kotak, menyesatkan pengelihatan mereka berdua akan kekuasaan dunia.
"kotak ini milikku ! kau pergilah" pria berbadan besar menyeringai dan berjalan meninggalkan si pria yang lebih kecil.
"kau pikir kau berhak memiliki kotak itu ?" sebuah golok di tangan si pria yang lebih kecil terbang menuju kaki sang pria besar.
"KAU !" pembantaian di mulai, siapapun manusia yang tidak bisa mengendalikan emosi diri akan terpengaruh oleh 7 permata Xuebing.
Permata Xuebing mulai berlarian di muka bumi hingga tersegel oleh Kaisar negeri Solok.
"siapapun yang berani menyebutkan Permata Xuebing akan aku berikan hukuman penggal ! kalian mengerti !"
"kami mengerti tuan Kaisar" semua hamba mulai menyebar luaskan berita akan hukuman penggal yang di berikan kaisar bila ada yang membahas tentang Permata Xuebing. Hingga keberadaan Permata tersebut mulai di lupakan oleh semua orang, dan selama bertahun-tahun kaisar menjaga ketat Permata Xubing, tidak akan membiarkan bencana dunia terjadi kembali seperti yang tertulis dalam buku kuno kerajaan.
.
.
.
"Tuan, lihat ada sesuatu di balik semak semak" seorang pelayan menunjuk sesuatu di balik semak semak kepada tuannya yang mengendari sebuah kuda.
"periksa" perintah sang tuan yang di jalani oleh si pelayan.
"tuan, manusia ! dia masih hidup" sang pelayan terkaget melihat seorang pria yang terbaring di balik semak semak dengan pakaian yang compang camping dan tubuh kotor.
"beri dia air" setelah memberi si pria air, mereka menyeret tubuh tersebut kedalam gerobak yang mereka bawa, menyiramnya dengan seember air hingga tersadar.
"errrrgh" si pria menggeram seperti binatang buas pada orang orang yang menahannya, namun kekuatan pria itu sangat besar hingga 4 penjaga tidak bisa menahannya.
"cambuk dia!" sang tuan yang geram melihat para penjaga yang sangat tidak kompeten dengan kesal. Apa susahnya menahan satu orang ?.
Pria tersebut dijadikan budak oleh mereka, membawa puluhan ton beras di gerobak hingga memasuki wilayah Han besar.
.
.
"apa yang kalian bawa ?" penjaga gerbang ibukota kerajaan menahan para karavan yang membawa kurang lebih 7 gerobak bersama mereka.
"maaf tuan, kami pedagang beras datang dari wilayah selatan menuju ibukota untuk menjual beras kami" ujar lembut sang pelayan pada para penjaga.
"periksa" sang komando memerintahkan para penjaga untuk memeriksa isi gerobak para karavan, setelah pemeriksaan selesai, mereka diizinkan masuk oleh para penjaga.
.
.
"ayolah petugas zhang, aku hanya membantu sedikit saja, kau ini pelit sekali, aku bosan disuruh terus belajar oleh si tua bangka itu" seorang pria berparas cantik memiliki tinggi badan kurang lebih 172 cm, dengan mata menawan dan tubuh yang tergolong kecil, terus menerus mengganggu seorang pria dengan tubuh kurus tegap dengan otot-otot berisi yang memiliki jarak tinggi 11 cm.
"Xiao lu, sudah berapa kali aku katakan, berhenti mengikutiku!" sang pria yang lebih tinggi memandang Xiao Lu atau pria berparas cantik dengan kesal.
"Zhang Zifu ! aku akan mengadu pada ayahku jika kau tidak mendengarkan keinginanku ini !" paksa Xiao Lu menarik-narik pakaian Zifu.
"oh ? benarkah ? kalau begitu aku menunggu" balas Zifu santai membuat Xiao Lu kesal padanya, ya Zifu tau pasti Xiaolu tidak akan berani untuk mengatakan apapun pada ayahnya, lagi pula Perdana Mentri Han pasti tidak akan mengizinkan Putra Sulungnya untuk ikut serta menangani kasus kasus di balai Keamanan.
"Petugas Zhangg~" tidak bisa memaksanya, maka Xiaolu hanya perlu mengeluarkan rayuan agar Zifu mengizinkannya. Zifu memandang Xiaolu dengan pandangan yang tak terbaca. Benarkah dia pria dengan umur 19 tahun ? bahkan Zifu lebih yakin dia masih berumur 14 tahun ini.
Siapa yang bisa tahan dengan pandangan binar mata Xiaolu, seorang pria yang terlahir dengan pesona wanita penghibur.
Zifu memalingkan wajahnya "kau pergilah, kasus ini berbahaya, lebih baik kau bermain dengan pangeran ke-2" ujar Zifu dengan wajah merona. Xiaolu kaget dengan tanggapan Zifu. Apa hubungannya dengan pangeran ke-2 ?
"ohhh.. aku mengerti, pasti kau cemburu dengan Pangeran ke-2kan ? Zifu oh Zifu, kau harusnya mengerti, pangeran adalah putra kaisar, bila aku menolaknya, kehidupan kecilku ini tidak akan selamat" ujar Xiaolu yang terdengar menyedihkan.
"jangan berkata seakan-akan kau terpaksa Han Xiaolu, aku tahu bahkan kau sendiri yang melemparkan dirimu untuk menghangatkan kasur Pangeran ke-2 !" kesal Zifu memandang Xiaolu.
Xiaolu tersenyum dan menarik Zifu kesudut sebuah rumah, menempelkan tubuhnya dan mengusap dada bidang Zifu dengan sensual, usapannya terus turun hingga mencapai tongkat Zhang Zifu. Zifu memejamkan matanya, mencoba menahan godaan Xiaolu. Surga ! dia lupa jika Xiaolu adalah pelacur pria berbakat !
"Xiaolu hentikan tanganmu ! malam ini aku harus kesuatu tempat untuk mengurus kasus ini !" suara Zifu bergetar menahan nafsu, bahkan tongkatnya sendiri tidak bisa menahan dan mulai mengeras.
Saat Xiaolu merasakan tongkat Zifu mulai mengeras, dia menghentikan aksinya. Pelacur biadap ! Zifu mengerang kesal karena tongkatnya yang sudah mengeras berhenti mendapatkan kasih sayang.
"kau izinkan aku mengikuti kasusmu, aku akan menjinakkan tongkatmu saat ini" Xiaolu mengucapkan dengan nada menggoda dan tangan yang terus mengusap dada Zifu.
"tidak perlu ! dia bisa jinak sendiri !" bagaimanapun juga Zifu tidak mau keselamatan Xiaolu terancam karena mengikutinya untuk mengurus kasus ini, karena bagaimana juga kasus ini pasti terkait dengan pejabat besar di ibukota. Zifu yang akan berjalan menjauh dari gang segera terhenti karena pelukan Xiaolu.
"Zifu~ kau yakin tidak ingin aku yang menjinakkan tongkatmu ? apakah kamu membiarkan bungaku menganggur begitu saja ? bukankah tongkatmu sangat ingin di peras oleh b-"
"Kau pelacur kecil !" belum sempat Xiaolu menyelesaikan kata-katanya Zifu sudah berbalik dan mencium kasar bibir Xiaolu. Xiaolu tersenyum menyeringai, dia tau pasti Zifu tidak akan tahan dengan pesonanya.
Entah bagaimana bisa keduanya sudah berbaring di atas kasur dan saling menghangatkan.
"ahhhh~ Zifu kau biadap eugh~ percepat sialan !" Xiaolu terus merancau kesal karena Zifu yang terus bermain lambat dengannya.
Zifu tidak menjawab perkataan Xiaolu, dia memeluk pinggang ramping Xiaolu dan mengecupi punggung putih susu di depannya, Zifu memejamkan matanya merasakan bagaimana bunga Xiaolu meremas miliknya.
Bukannya dia tidak ingin mempercepat gerakannya. Namun, dia hanya ingin menikmati remasan Xiaolu perlahan, dia bukan orang yang terburu-buru dalam menikmati mangsanya, lebih baik merasakannya sedikit demi sedikit lalu menghabisinya dalam sekali jalan.
"AHHHH~ SIAL !" Xiaolu mendongakkan wajahnya, Petugas bajingan, bisa bisanya dia menghentakkan tongkatnya secara tiba-tiba. Badan Xiaolu bergetar, ini sudah klimaks keduanya dan bahkan ini lebih nikmat dari klimaks yang sebelumnya. Xiaolu selalu kesal dengan permainan Zifu yang terkesan lambat, tapi dia juga selalu merasa kurang bermain dengan Zifu, ia merasa membutuhkan Zifu di dalam dirinya setiap saat. Dibanding dengan Pangeran ke-2 yang bermain sesuai seleranya, Xiaolu selalu merasakan kenikmatan yang tiada banding bila bermain dengan Zifu.
Sore mulai berganti malam, setelah mereka selesai bermain, Xiaolu hanya berbaring malas di dada Zifu, mengusap dadanya dan memandang Zifu dengan pandangan memuja.
"Zifu, seandainya aku wanita, apa kau akan menikahiku ?" Xiaolu selalu menanyakan pertanyaan yang sama saat ia merasa bahwa Zifu tidak akan bisa menjadi miliknya.
"apa yang kau bicarakan, istirahatlah kau pasti lelah" selalu, selalu dan selalu jawaban itu yang keluar dari mulut Zifu, Xiaolu hanya membutuhkan jawaban iya atau tidak, bukan sebuah jawaban yang membuatnya hanya berharap dari hari ke hari. Jika Zifu menjawab 'iya' Xiaolu akan menggunakan segala cara agar iya bisa bersama dengan Zifu, menikah dan mengadopsi anak bersama. Xiaolu tidak peduli dengan omongan masyarakat, bahkan bila dia di usirpun, asal dia hidup bersama Zifu, dia akan bahagia.
"cih, lelah ? kau bahkan tidak tau permainan Pangeran ke-2, dia bisa menggarapku habis-habisan, hentakkannya bahkan lebih nikmat darimu" inilah yang Zifu tidak suka dari Xiaolu, jika dia tidak senang dengan jawabannya, dia akan mulai membandingkannya dengan pangeran ke-2. Jika saja Xiaolu tau bahwa dia juga ingin bersama dengannya. Tapi bagaimana bisa ? apa yang masyarakat bicarakan tentang hubungan pria dan pria, hubugan kotor ini sangat tabu di masyarakat, walaupun ada banyak yang melakukan hubungan kotor ini secara diam-diam, tapi keturunan adalah hal yang paling di hargai di dinasti han, bagaimana bisa dia membuat wajah Perdana Mentri Han malu karena anaknya menikah dengan pria yang bahkan seorang pejabat pemerintah tingkat 6. Zifu memang tidak peduli dengan repurtasinya, tapi dia harus memikirkan keluarganya dan keluarga Xiaolu. Sudah 19 tahun dia berteman dengan Xiaolu, dan sudah 3 tahun menjalankan hubungan kotor ini dengannya, jika saja ia menjawab 'iya' pada pertanyaan Xiaolu, maka dia sendiri dapat memastikan hal selanjutnya yang terjadi adalah dektrit pemenggalan kepalanya karena disangka menjerumuskan anak Perdana Mentri Han ke jalan yang salah.
.
.
.
Ini adalah tahun ke 11 bulan 4 dinasti han, dimana tepatnya perayaan besar terjadi di Han Fu setiap tahunnya. Putra sulung Wakil Perdana Mentri Han genap berumur 15 tahun.
Fu = Kediaman/Rumah. Biasanya menggunakan nama keluarga sebagai awalan penyebutan, Han Fu berarti kediaman keluarga Han
"Xiaolu, ini hadiah dariku" Zifu menyerahkan sebuah kotak kayu pada Xiaolu yang baru berumur 16, tahun itu. Xiaolu sudah menyukai Zifu sejak mereka kanak-kanak, Zifu akan selalu berada di sisinya dan menolongnya.
"xie xie Zifu" dengan pipi merona Xiaolu membuka isi kotak dan menemukan sebuah hiasan pakaian giok biru di dalamnya. Mata Xiaolu berbinar, dia tau bahwa giok biru adalah barang langka di dinasti han, dan menemukannya adalah kesulitan tersendiri. Tapi Xiaolu juga tau, bagi anak seorang Jendral Perang tentu saja mudah mendapatkannya di perbatasan medan perang.
Hiasan giok biasanya di gunakan di ikat pinggang sebagai aksesoris pakaian tradisional china.
"kau menyukainya Xiaolu ?"
"suka ! aku sangat suka" Xiaolu menatap Zifu dengan pandangan berbinar. Semua orang tau bahwa mata Xiaolu adalah keindahan yang tiada banding, bahkan dengan permata termahalpun, tidak bisa menyamai kedudukan dengan binar mata anak rusa ini. Benar benar berkah surga.
"Permaisuri, panjang umur !" semua orang di aula mulai membungkuk memberi hormat pada permaisuri kerajaan yang menyempatkan datang pada ulang tahun Xiaolu.
"bangkitlah" Permaisuri tersenyum dan mulai berjalan menuju kursi kepala di aula untuk duduk dan menikmati acara bersama hamba-hambanya.
"Niang" suara seorang pria remaja yang terdengar sedikit kesal pada sang permaisuri yang begitu lambat membantunya.
Niang = Ibu
"Ji Wang, kau adalah seorang pangeran, kendalikan emosimu" permaisuri menatap Ji Wang atau Pangeran Ke-2 dan mengangguk.
"Wakil Perdana Mentri Han, dimana putramu yang sudah genap berumur 16, saat ini ? Pangeran ke-2 sangat antusias saat dia tau anakmu yang selalu di bicarakan masyarakat mengundangnya untuk berpesta" Permaisuri langsung mengutarakan maksud dan tujuannya untuk datang ke Han Fu.
Xiaolu adalah seorang anak laki-laki yang sangat aktif , selain aktif diapun sangat menggemaskan dan baik hati. Siapapun di ibukota pasti mengenalnya. Pernah suatu saat Shen Momo kehilangan Xiaolu di pasar saat berbelanja. Dan ternyata anak manis itu sudah di penuhi oleh ibu ibu dan para kaum wanita muda. Disana Xiaolu hanya bermain sebuah permainan dengan anak anak di pasar, namun karena wajah dan parasnya yang menggemaskan, hampir semua wanita menyukainya, ayahnya selalu menekankan bahwa tidak ada perbedaan kasta antara pejabat dan masyarakat kecil, maka dari itu Xiaolu di bebaskan bermain dengan siapapun. semua cerita Xiaolu bahkan masuk kedalam kediaman kekaisaran, dan tentu saja Ji Wang seseorang yang mencintai keindahan tertarik dengan anak itu. Namun ia hanya mengesampingkan pemikirannya tentang Xiaolu karena menurutnya cerita itu hanya melebih lebihkan. Sampai iya menyaksikan sendiri seorang Xiaolu yang berjalan menuju istana Ibundanya pada tahun ke 8 dinasti Han, dimana Pejabat ke-3 han diangkat menjadi Wakil Perdana Mentri Kekaisaran. Saat itu Ji Wang akan berangkat untuk pelatihan memanah, sangat disayangkan dia tidak bisa bertemu dengan Xiaolu. Walaupun Ji Wang adalah pecinta keindahan. Namun, dia hanya seorang pengagum keindahan secara diam-diam, sifatnya akan menjadi pengecut bila dia menyukai sesuatu. Dan baru tahun ke-11 ini dia memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan Xiaolu, tentu saja dia sangat antusias.
Momo = Ibu pengasuh, atau biasanya disebut baby sister tapi masih menjalankan tugasnya sampai si anak dewasa.
"Niang !" Ji Wang sangat malu karena ucapan Ibundanya yang sangat terus terang. Permaisuri tertawa melihat wajah anaknya yang memerah.
"Hormat Permaisuri, Panjang Umur !, Hormat Pangeran ke-2" Xiaolu berjalan ke depan dan memberi hormat kepada anggota kerajaan.
"bangkitlah ! kemari dan perlihatkan wajahmu" ujar permaisuri dengan senyum di wajahnya. Benarkah anak Wakil Perdana Mentri Han seorang pria ? kenapa dia terlihat seperti wanita dengan pertumbuhan tinggi yang cepat ?
Xiaolu berjalan menghampiri Permaisuri dan Ji Wang yang sangat penasaran dengan wajah Xiaolu yang terus menunduk.
"Han Xiao Lu, angkat kepalamu"
Xiaolu mengangkat kepalanya dan membuat Ji Wang terdiam. Sedangkan permaisuri tersenyum melihat wajah Xiaolu, benar benar keindahan surga. Permaisuri melirik anaknya yang terdiam memandang wajah Xiaolu, melihat kelakuan anaknya dia hanya menghelah nafas sesaat. Seandainya Xiaolu seorang wanita, permaisuri pasti akan mengeluarkan dekrit kekaisaran untuk perjodohan Xiao Lu dan Ji Wang. Sayangnya Xiaolu seorang Pria, yang tentu saja tidak bisa menghasilakan keturunan bagi Ji Wang.
"Xiaolu, Aku memintamu untuk berteman dengan Ji Wang, apakah kamu keberatan ?" Permaisuri menatap Xiaolu yang menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Sedangkan di depan kerumunan Wakil Perdana Mentri Han hanya mengusap wajahnya, seharusnya dia mengajarkan anaknya tata krama istana kekaisaran.
Disini selujon memakai kata 'aku' pada permaisuri, biasanya permaisuri menyebut dirinya 'Be Gong' atau sama dengan aku, Cuma hanya bisa di pakai sama keluarga bangsawan.
Tata krama kekaisaran, biasanya seorang hamba sebelum berbicara mengeluarkan kata basa basi terlebih dahulu, misalkan permaisuri meminta Xiaolu untuk menjadi teman seorang pangeran, kalau di kekaisaran itu sebuh rahmat bisa jadi teman pangeran, jadi Xiaolu harusnya menjawab "hambamu berterimakasih atas rahmat permaisuri"
Melihat respon Xiaolu yang begitu langsung membuat permaisuri tertawa, anak ini tidak mengerti tata krama kerajaan, tapi melihat responnya yang begitu polos membuat siapapun tidak akan pernah menyalahkannya karena ketidak tahuannya.
"Ji Wang ? Ji Wang ? Pangeran Ke-2 ?" melihat anaknya yang tercengang menatap senyum Xiaolu permaisuri sedikit geram dan memukul bokongnya.
"Niang !"
"sudah sadar ? pergilah dengan Xiaolu dan berikan hadiah yang telah kau siapkan"
"eh ? benarkah ? aku bisa pergi dengannya ?" permaisuri menghelah nafas melihat anaknya yang terlihat bodoh. Permaisuri melirik Xiaolu dan mengisyaratkan untuk membawa putranya pergi. Surga oh Surga, bagaimanapun kau memberikan kesempurnaan pada hambamu, pasti ada saja kekurangan. Walaupun Xiaolu di berkahi keindahan seorang Dewi, tapi dia tidak memiliki peka yang cukup pada emosionalnya. Permaisuri hanya menggelengkan kepala dan menyuruh pelayannya untuk menyingkirkan Ji Wang dan Xiaolu. Sepertinya besok dia harus pergi ke Kuil kerjaan untuk mendoakan putranya agar tetap di jalan yang benar.
"Wangye, kenalkan ini Zhang Zifu, Zifu kenalkan ini Pangeran ke-2" Xiaolu membawa Ji Wang menuju Zifu saat mereka berdua diseret pergi dari aula oleh pelayan permaisuri.
Wangye = sapaan untuk Pangeran atau anggota kerajaan
"Hormat Pangeran ke-2" sapa Zifu sopan.
"bangkitlah, jangan terlalu sopan denganku. Namaku Zi Gao Sheng kalian bebas memanggilku apa saja" Ji Wang tersenyum pada Zifu, tapi dia masih merasa ada sedikit ketidak sukaan saat melihat Xiaolu yang memandang Zifu. Haruskah dia memasukkan Zifu kedalam daftar hitam ? dan mulai mengibarkan bendera peperangan padanya ?
.
.
.
Author Note :
Kata yang di Bold itu semacam basa basi ala kekerajaan. Tata kramanya aja. Bila ada kesalahan dalam pengucapan tata krama kerajaan mungkin ada yang bisa bantu koreksi.
Disini aku mau kasih tau untuk urutan pejabat kerajaan.
Peringkat 10 untuk Budak Luar Negeri
Peringkat 9 untuk Budak Dalam Negeri
Peringkat 8 untuk pelayan
Peringkat 7-1 untuk pejabat pemerintahan
Dan gaji dari pemerintah itu dari peringkat 7-1, kalau peringkat 8 diberikan sama pemiliknya masing masing.
Mohon untuk review ceritanya yaaa, jangan Cuma lanjut thor, lanjut thorr, berikan sedikit kata kata kritik, saran, atau apapun itu.
Kurang panjang gak ya ? kalau kurang panjang mungkin chap 2 bakal di panjangin lagi. Aku sebenernya udah selesai untuk chap selanjutnya, jadi tinggal post kalau emang yang baca banyak :D
