Disclaimer :
Naruto Masashi Kishimoto
Warning : OOC, Typo bertebaran, EYD parah,
Dont like? Up to you!
Happy Reading
CHAPTER 2
"nee, sakura sangat sayang pada tou-san, pada kaa-san, pada onii-chan, pada kaa-san, pada onii-chan." Celoteh anak umur 5 tahun pada seorang anak laki-laki berambut merah yang sedang asik memangku nya di sebuah ayunan di teras belakang rumah mereka
"kenapa kaa-san dan onii-chan disebut dua kali?" Tanya anak laki-kali itu setelah terkekeh mendengar perkataan adiknya.
"karena sakura sayang sekali jadi sakura sebut dua kali ehe heheheh. "Kata sakura turun dari pangkuan kakak nya, dan membuat gestur lucu dengan tangan nya yang melingkar seolah-olah rasa sayang yang ia rasakan sangatlah besar.
"Sakura-chan tidak sayang sekali dengan tou-san?" Tanya kakaknya kembali sedikit berjongkok mensejajar kan tingginya dengan tubuh adik nya itu.
"Sakura sayang tou-san, tpi tou-san sangat sibuk. Jarang sekali bermain bersama sakura. Saat sakura ajak bermain, tou-san pasti bilang dia sedang lelah atau banyak pekerjaan." Sasori kembali terkekeh mendengar penuturan sang adik. Walaupun dia sadari ayah nya memang sedang sibuk membangun sebuah perusahaan di sektor pembangunan belakangan ini.
"nee, Sakura-chan kau tau, ketika kau sayang pada seseorang kau tidak boleh menggunakan tapi dalam kalimat mu. Itu akan membuat rasa sayang mu menjadi tidak tulus. Lagian kan sebenarnya tou-san bekerja untuk sakura, nii-chan dan kaa-san. Nii-chan percaya kalau bentuk kasih sayang tou-san adalah melihat keluarga nya merasa cukup, dan tidak kekurangan. Kau paham kan?" Sakura yang mengerti perkataan kakaknya itu menggangguk pelan. Sang kakak kemudian menggendong sang adik dan mulai berjalan ketaman bunga yang ada dibelakang rumah mereka. Hangat, itulah yang gadis kecil itu rasakan. Ia paling suka saat itu
Gadis bersurai bunga kebanggaan Jepang ini perlahan membuka manik emerald dan menampakkan pada dunia.
'hm mimpi yang sangat indah' batin nya. Samar-samar ingatan masa kecilnya kembali berputar. Gadis itu bangkit dari kasur berukuran King size nya, sedikit merenggang kan badan nya kekanan dan kekiri. Manik emerald nya mengarah ke jam dinding yang ada di kamarnya.
'masih jam 5 pagi'. Detik berikutnya ia bangkit dari kasur dan pergi menuju kamar mandi nya.
Beberapa menit kemudian gadis itu keluar dari kamar dengan sedang setelan hoodie putih dan celana olahraga panjang berwarna hitam, rambut panjangnya di kuncir tinggi dengan sembarang, tidak ketinggalan sepatu kets yang senada dengan warna hoodie nya. Yak seperti biasanya gadis itu akan melakukan rutinitas pagi nya dengan lari pagi jika ia terbangun terlalu pagi.
"ohayou bubble" Sapanya pada seekor kucing Persia yang masih menggeliat di atas tempat tidur sang kucing. Hanya terkekeh melihat sang kucing sakura pun akhirnya memilih untuk keluar dari apartemen nya.
Saat ia mulai berjalan kearah lift untk menuju ke lobi ia melihat kepala kuning yang tampak tidak asing baginya dengan setelan kaos hitam, celana basket putih dan sepatu kets putih yang nampak nya juga sedang menunggu pintu lift terbuka.
'ahh sial jangan bilang si rambut kuning ini-
"Sakura? Wah benar itu kau? Apa kau tinggal d sini juga?" Tanya Naruto saat melihat sakura yang berjalan kearahnya, ya lebih tepat nya ke arah lift. "apa kau akan olahraga pagi juga? Wah ini sangat kebetulan ya. " Lanjut Naruto lagi, namun dari sekian banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh laki-laki itu tidak ada satupun yang dijawab oleh sakura.
Sampai di pintu masuk apartemen langkah sakura terhenti, dan secara reflek juga menghentikan langkah kaki laki-laki itu dan menoleh kerah sakura
"kau akan pergi ke arah mana?" Tanya sakura dengan wajah datarnya.
"etto, aku baru pindah ke sini, jadi akan lebih baik jika aku meningkuti mu saja." Jawab naruto dengan menggarut kepalanya
"kau pergi kearah mana?" Tanya sakura mengulangi pertanyaannya dengan sedikit penekanan pada tiap kata dalam kalimatnya.
"kiri mung-"
Tanpa menunggu Naruto menyelesaikan kalimat nya gadis itu langsung berlari menuju arah berlawanan yang dikatakan oleh Naruto. Melihat sakura sudah mulai berlari, Naruto hanya tertawa ringan dan mulai mengejar dan mensejajar kan lari nya dengan gadis pinky itu.
"sangking tidak inginnya kau berolahraga bersama ku? Sampai kau mengambil arah yang berlawanan?" kekeh Naruto, sakura hanya diam dan mempercepat lari nya. Tentu saja Naruto tetap bisa mengimbangi lari gadis itu, melihat Naruto terus berada d samping nya sakura lebih mempercepat lari nya seolah ia dan Naruto sedang balapan.
Tidak sampai 10 menit lari sakura mulai melambat, ngos-ngosan gadis itu akhirnya mulai berhenti dan sedikit membungkukkan badan nya. Ia merutuki kenapa stamina nya sangat jelek disaat yang tidak pas.
"kau tidak apa-apa sakura? Kukira kita masih akan berlari lebih jauh lagi? Apa kau sudah capek?" Celoteh Naruto lagi, namun bukannya menjawab sakura hanya memberi tatapan deathglear nya pada Naruto.
"ayo kita duduk di taman dulu, mau sekalian ku belikan minum?" ha tentu saja tatapan maut sakura tidak mempan pada Naruto, dengan menekan ego nya sakura menuruti kata-kata Naruto dan duduk d bangku taman. Sedangkan Naruto pergi ke mesin yang menjual minuman di sana.
Mata emerald gadis itu menyusuri taman, di pukul setengah 6 pagi ini taman ini cukur ramai oleh orang-orang yang melakukan olahraga ringan, bahkan tidak jauh dari tempat nya duduk terdapat beberapa orang tua yang sedang melakukan senam ringan.
"ini minumannya" Kata Naruto menempelkan sebotol air mineral ke pipi sakura.
"terima kasih" jawab gadis itu singkat.
"kau sering berolahraga di sini?". Tanya Naruto sambil duduk d samping sakura, namun sakura hanya ber geleng untk menjawab pertanyaan nya.
"aku suka udara pagi di sini, sangat segar hahahah. Kau tau kan kalau di suna hanya ada pasir. Jadi lebih baik olahraga di dalam ruangan." Kata Naruto memulai topik pembicaraan. Namun sakura hanya diam saja tanpa respon dan hanya melihat kearah orang tua yang sedang senam. Naruto yg melihat sakura mengalih kan pandangannya kearah pandangan gadis itu.
"kau mau ikut senam juga?" Tanya Naruto mulai berdiri. Namun tanpa menunggu jawaban sakura, laki-laki itu langsung menarik tangan sakura menuju barisan para orang tua itu untuk ikut senam.
Dengan gerakan sedikit malu-malu di tambah gerakan yang kaku sakura mengikuti arahkan intruktur senam. Naruto hanya tertawa melihat gerakan sakura.
"apa-apaan gerakan itu, kau manusia atau robot hahaha kaku sekali." Kata Naruto menertawakan sakura. Sakura tidak menggubris ucapan Naruto dan tetap fokus dengan senamnya. "kau memang amatiran ya. Lihat cara ku senam". Naruto mulai mengerakan tubuh nya dengan semangat atau bisa dibilang terlalu over.
KRAKKKK
"aaawwwww, sepertinya tangan ku keseleo." Kata Naruto memegang tangan nya.
"wah lihat ini, bahkan pesenam yang kata nya profesional melupakan bahwa gerakan yang berlebihan itu tidak baik." Kekeh sakura berjalan mendekati Naruto. "bagian mana yg sakit? Apakah ini?" Tanya sakura memegang atau lebih tepat menekan tangan naruto yg keseleo.
"aaaaaaa, itu menyakitkan kau tau." Dengan cepat Naruto menarik tangannya dari pegangan sakura. Sakura tertawa melihat kelakuannya.
"ternyata kau bisa tertawa juga ya. Kau manis kalau terta... Aaaaaaaaaaaa. "Detik berikutnya Naruto berteriak lagi karena gadis yang dipujinya malah kembali menekan tangannya yang keseleo.
Sampai di sini Naruto paham jangan pernah memuji sakura saat dirinya sedang keseleo tulang. Akhirnya Naruto dan Sakura memisahkan diri dari barisan senam untuk mengobati tangan naruto yang keseleo.
Drrrrttttt Drrrrrrrrttt
"Sakura aku rasa hp mu bergetar." Sakura langsung mengambil handphone nya yang bergetar di kantong hoodie.
"moshi-moshi... Ah... Baiklah aku akan kembali." Ujar sakura berdiri dan mulai berjalan kearah jalan pulang. Naruto? Tentu saja laki-laki itu mengekori nya dari belakang.
Mereka tiba di lantai 10 dimana lantai apartemen milik mereka berada. Saat sakura keluar dari lift gadis itu berbalik badan dan menghadap kearah Naruto.
"kau mau mampir ketempat ku?" Tanya sakura tanpa ekspresi. "ahh jangan berfikir yang macam-macam, Hinata sekarang ada di apratement ku. Kurasa ia sedang buat sarapan yang cukup untuk kita bertiga. Tpi kalo kau tidak mau juga tid-"
"tentu, dengan senang hati. " Potong Naruto. Sakura langsung berjalan kearah apartemen nya dan di ekori oleh Naruto.
Sakura langsung membuka pintu kamarnya dengan menggunakan sandi, ia berhenti sejenak dan menoleh kearah Naruto.
"iya, iya aku berbalik. Lagi pula siapa juga yang akan melihat kode pintu pengaman mu" Ujar Naruto kemudian berbalik badan. Sedetik kemudian terdengar suara yang menandakan bahwa pintu telah terbuka.
Sakura masuk ke dalam dan diikuti oleh Naruto, gadis itu berjalan ke area dapur dan melihat Hinata menggunakan seragam sekolahnya yang dilindungi apron sedang menata meja makan.
"ohayou Sakura-chan." Sapa Hinata melihat sakura dan hanya di jawab anggukan oleh gadis musim semi itu.
"Hinata, Naruto akan bergabung untuk sarapan. Tidak apa apa kan?". Tanya sakura berjalan menuju kearah kamar nya untuk membersih kan diri nya.
"tentu saja, aku juga sudah masak banyak kok." Ucap Hinata ramah pada naruto, dan di jawab cengiran oleh lelaki itu.
"kau juga dari olahraga pagi Naruto-kun?" Tanya Hinata duduk di hadapan Naruto yang menatap masakan yang kelihatan lezat seperti anak kecil. Naruto hanya mengangguk tanpa melihat lawan bicaranya. "bukankah lebih baik kalau kau mandi dulu dan mengganti seragam sekolah? " Tanya Hinata dengan aura keibuan, seolah mengatakan bersihkan dirimu dulu baru boleh makan.
"oh iya kau benar juga hahahah, baik lah aku akan kembali lagi. Jangan lupa untuk membukakan pintu saat aku menekan bel." Ucap nya berjalan menuju pintu keluar.
Jam sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi, dan ketiga manusia yang berada di apartemen sakura sedang menikmati sarapan yang di buat oleh nona bungsu dari keluarga Hyuga. Hinata memang cukup sering mempir pada pagi hari ke apartemen sakura untuk membuatkan gadis itu sarapan pagi, Hinata memang pintar masak dan sangat suka memasak, namun terlahir sebagai Hyuga yang pasti apa pun sudah di siapkan oleh pelayan, ditambah ayahnya yang melarang gadis berambut lavender itu memasak. Jadi gadis itu melakukan hobi nya di dapur sakura karena tidak ada yang bisa melarang nya. Sakura juga senang-senang saja saat melihat Hinata dengan cekatan menggunakan dapurnya, juga bisa dapat makanan enak dan sehat secara gratis. Sarapan mereka berjalan dengan cukup ramai walaupun hanya bertiga, dengan adanya Naruto yang tidak berhenti mengoceh dan kadang beberapa kali di tanggap oleh Hinata. Ya sakura tidak benci dengan suasana ini, bahkan ia rindu dengan suasana seperti ini.
Setelah sarapan dan membereskan meja makan, ketiga nya berangkat ke sekolah bersama dengan menggunakan bus. Tidak ada yang spesial saat di perjalanan. Namun sakura mulai berfikir kenapa Naruto dari tadi mengoceh terus dan ia tidak kehabisan bahan obrolan. Tidak lama mereka di perjalanan hanya memakan waktu 15 menit.
Dan disini lah ia sekarang, di dalam kelas. Masih dengan keadaan yang sama. Kecuali sakura melihat Ino yang sepertinya mulai bergabung dengan Shion dan geng nya. Sakura hanya menghela nafas nya. Ia mulai berfikir apakah ia minta maaf saja pada Ino? Seperti nya Hinata tidak bisa membantunya. Tapi sakura merasa tidak melakukan apa-apa. Ah sudahlah lagi pula seperti itulah sifat manusia yang akan membenar kan perbuatan salahnya dalam bentuk pertahanan harga diri. Sakura kembali fokus, karena Karin-sensei sudah masuk kedalam kelas nya dan pelajaran akan mulai dalam beberapa saat lagi.
Jam istirahat pertama sudah berbunyi, naruto di panggil oleh Karin-sensei untuk melengkapi berkasnya, sedangkan Hinata pergi ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku. Sakura yang bosan pun pergi meninggalkan kelas, dan lagipula ia sekalian ingin pergi ke kamar mandi.
Setelah kembali dari kamar mandi Sakura kembali keaktivitas biasanya membaca sebuah buku di bangkunya dengan tenang. Dilihat nya Naruto yang baru kembali dari ruang guru dengan wajah yang sedikit kesal. Dengan memasang mimik wajah yang seolah berkata, 'ayo tanya kenapa aku kesal' pada sakura. Namun gadis itu lebih tertarik dengan buku yang dibacanya dari pada bertanya apa yang terjadi pada Naruto. Naruto yg melihat sakura tidak bereaksi hanya duduk di bangkunya dengan lemas. Beberapa menit kemudian Hinata datang dari perpustakaan dan membawa banyak buku yang di pinjam nya melihat Naruto dan melihat Ino ke arah Naruto yang tampak lemas
"kau kenapa Naruto?" Tanya Hinata yang menaruh tumpukan buku di atas meja nya. Naruto yang ditanyai oleh Hinata langsung bereaksi senang dengan pertanyaan yg diajukan oleh gadis itu. Naruto memulai curcol yang didengar kan dengan antusias oleh Hinata.
Beberapa menit kemudian Shion dan geng nya masuk kedalam kelas dengan sedikit keributan.
Ino dan tayuya tampak bermain kejar-kejaran sambil membawa minuman kaleng kearea loker kelas, dan tiba-tiba dengan sengaja Ino melemparkan air pada minuman kaleng, namun tayuya menghindar dan mengenai loker yang bertuliskan nama sakura. Benar saja air yang berwarna coklat itu masuk kedalam sela-sela loker dan pasti membuat isi loker nya basah.
Sekilas sakura melihat ke arah Shion, tentu saja gadis itu tersenyum simpul.
"ahhh Sakura-chan maaf kn aku ya aku tidak sengaja, lebih baik kau cek loker mu, apakah baju olahragamu terkena cola nya? Kau tahu kan kalau setelah ini kita ada jam olahraga. Nanti kau bisa di marah Gai-sensei jika tidak menggunakan pakaian olahraga." Tutur Ino seolah merasa bersalah.
"hey yang benar saja, tidak sengaja katamu? , tadi itu kelihatan sekali kau sengaja melakukan nya." Kata Naruto menaikkan nada suaranya.
Sakura hanya diam tidak bereaksi berjalan kebelakang menuju lokernya dan membuka nya. Benar saja saat di buka terdapat sebuah pakaian olahraga yang terkena noda cola. Sakura hanya menghela nafas pelan. Kemudian menatap Ino dengan senyum meremehkan.
"it's okay Ino, lagi pula pakaian olahraga milikku, aku letakkan di dalam tas." Kata sakura berjalan menuju ke tas nya dan menunjukan baju olahraga yang disana tertulis sama sakura.
Ino yang awalnya pura-pura merasa bersalah sekarang beralih sedikit terkejut. Semua pandangan anggota kelas tertuju pada sakura.
"terus pakaian olahraga siapa yang ada di dalam loker mu sakura-chan?" Tanya Hinata yang cukup penasaran dengan kelakuan sahabatnya itu.
"aaaaaaa, aku lupa memberi tau mu Ino, kulihat loker mu sudah tak layak pakai karena kotor. Jadi aku berbaik hati memindahkan barang barang mu, ya termasuk baju olahraga. Dan kurasa loker itu bisa jadi milik mu sekarang. " Jelas sakura santai dengan datar tanpa ekspresi dan menjatuhkan kunci lokernya di depan wajah Ino.
Gadis musim semi itu berjalan sambil membawa baju olahraganya dan di ikuti oleh Hinata yang mengikutinya menuju ruang ganti, bersiap untuk pelajar berikut nya. Naruto yang melihat tingkah sakura tersenyum bangga. Sedangkan Ino langsung memasang wajah tak percaya dan langsung mengecek baju yang didalam loker terdapat namanya, Ino berteriak karena cukup kesal. Namun tidak ada orang yang menggubrisnya selain shion dan tayuya.
Flashback
Saat tiba di depan pintu kamar mandi Samar-samar sakura mendengar suara ngobrol beberapa orang yang sepertinya sedang membicarakannya.
"aku penasaran Ino kenapa dua hari ini kau bermain bersama kami, biasanya kau gabung dengan Hyuga dan Sakura." Sepertinya sakura kenal suara ini, ini suara tayuya salah satu anak dari kelasnya.
"ya, kau tahu kan, sepertinya aku tidak cocok berteman dengan mereka." Kata Ino suaranya agak sedikit bergetar
"kau ada masalah dengannya?" Tanya tayuya lagi
"Sakura sangat menyebal kan menurutku, dia sangat pengatur. Dan sial nya Hinata menuruti semua kata-katanya. Lagi pulakan aku bukan Hinata yang suka di atur olehnya. Belum lagi tidakkah kalian merasa kalau dia sok dengan Naruto sih anak baru itu?" Ujar Ino mulai bercerita
ya ada beberapa kesalahpahaman menurut sakura antara nya dan Ino, yang pertama ia tidak pernah mengatur siapa pun, yang kedua Hinata bukanlah orang yang bisa di atur, semua yang dilakukan murni kehendaknya. Dan yang terakhir itu yang paling membuat sakura sedikit geram. Dia sama sekali tidak sok akrab dengan Naruto, silakan salahkan pria berambut kuning itu kenapa selalu ada di dekat sakura. Dan pada Karin-sensei yang menyerahkan tanggung jawabnya kepada sakura untuk mengawasi Naruto.
Saat sakura ingin masuk dan menyelesaikan kesalahpahamannya tiba-tiba langkah nya terhenti mendengar Shion membuka suaranya
"itu berarti bukan kau yang tidak cocok berteman dengan mereka, tapi mereka yang tidak cocok berteman denganmu. Aku juga tidak suka dengan sakura. Aku punya sebuah rencana agar si sombong sakura itu dapat ganjarannya. Jadi begini... ." Kata Shion, sakura yang mendengarnya hanya tersenyum meremehkan.
'baiklah, kalian ingin bermain? Akanku ladeni' batin sakura setelah mendengar rencana yang dibuat oleh Shion.
Flashback end
Waktu sakura berjalan seperti biasa, ia mengikuti semua pelajaran yang diikutinya dengan baik, pengawasi Naruto tentu saja. Tidak ada yang berbeda pada hari-hari biasanya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore dan hampir semua murid di sekolah ini pulang menuju rumah masing-masing. Tidak terkecuali sakura, Hinata dan Naruto yang berjalan menuju gerbang keluar.
"kau akan pergi dengan sasuke-nii nanti malam?" Tanya Hinata, sakura hanya mengangguk menjawab pertanyaan Hinata. "baiklah, kalau begitu aku tunggu disana saja. Ah itu neji-nii sudah jemput. Aku duluan ya. " Hinata langsung berlari kearah seorang pria dewasa yang menunggu di dalam mobil berjenis BMW hitam. Naruto dan Sakura hanya melambatkan tangan pada Hinata dan detik berikutnya mobil tersebut telah menghilang di persimpangan jalan.
Naruto dan Sakura pulang menuju apartemen mereka menggunakan bus, karena jalan yang di lalui nya cukup macet, waktu yang diperlukan untuk sampai keapartemen sampai setengah jam. Ingin rasanya sakura memberi rekor dunia pada Naruto yang dari tadi mengoceh tanpa berhenti. Kadang hal-hal yang dibicarakan oleh Naruto hal-hal yang sangat tidak penting. Ya tapi jujur saja sakura juga tidak terganggu dengan ada nya Naruto yang dari tadi tidak bisa diam, atau mungkin gadis itu harus berterimakasih karena dengan adanya pria itu waktu setengah jam tidak terlalu membosankan.
Setelah berpisah dengan Naruto, sakura langsung menyapa kucing kesayangannya bernama bubble dan memberi makanan untuk kucing itu. Mata melihat kearah jam yang sudah menunjukan pukul 5 sore.
Dengan langkah enggan ia langkahkan kaki jenjang nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap, karna kalau dia terlambat pasti sasuke akan mengomel padanya.
Setelah sejam gadis itu berkutat dalam kamar nya, suara pintu apartemen nya terbuka. Itu pasti sasuke fikirnya. Gadis itu pun keluar kamarnya dengan menggunakan dress berwarna putih yang sedikit terbuka pada bagian dada nya. Dan menggunakan make up yang natural. Ya karena sakura memang sudah cantik tanpa make up pun sudah cukup sebenarnya.
"ada apa dengan baju mu? Kau fikir kita kepesta itu agar kau bisa menarik perhatian om-om mesum yang datang dengan baju dada terbuka seperti itu? Cepat ganti" Ucap sasuke menunjuk-nunjuk baju yang sedang sakura pakai.
"apa semua keturunan uchiha selalu memiliki mulut yang tajam seperti mu sasuke-nii? Lagian tidak ada yang salah dengan baju yang ku pakai. " gerutu sakura, ia hanya heran kenapa lelaki itu selalu saja mengeluarkan kata kata pedas padanya.
"banyak yang salah pada baju mu, cepat ganti. Lagian dengan dada mu yang tidak terlalu besar membuat baju mu sangat tidak seksi saat kau gunakan." Kata sasuke menarik tangan sakura menuju lemari pakaian yang ada di kamar gadis itu.
Sasuke mulai memilih kan dress yang akan di pakai sakura. Sakura bisa saja protes pada sasuke, tpi tidak dia lakukan karena jujur saja selera fashion sasuke bagus. Laki-laki itu membuka beberapa lemari yang berisi dress milik sakura. Hingga akhirnya dia mengambil sebuah dress panjang berwarna hijau muda dengan aksen bunga pada bagian pinggang nya, dan yang paling penting dress itu tidak terlalu terbuka seperti yang tadi. Sasuke langsung memberikan dress itu pada sakura dan mengisyaratkan gadis itu untuk mengganti baju nya dan langsung pergi dari kamar itu.
Tidak menunggu waktu lama, sakura kemudian keluar dari kamarnya dengan menggunakan dress pilihan sasuke. Dengan rambut yang terurai kesamping dan sedikit bergelombang membuat gadis itu tampak lebih dewasa.
"apa kau puas sasuke-nii?" Kata sakura keluar dari kamarnya. Sasuke berjalan menuju kearah kemudian memasangkan sebuah kalung berlian dengan bentuk bunga sakura pada leher putih gadis itu.
"nah sempurna." Ucap sasuke tersenyum menatap sakura. Kemudian tangan laki-laki itu menyusap kepala gadis musim semi itu dengan pelan. "sudah jam segini, ayo sakura kita pergi." Melihat jam tangan nya dan mengandeng tangan sakura. Sakura tersipu malu dengan perlakuan sasuke, sakura suka saat sasuke mengusap kepalanya, mengingatkan nya dengan perlakuan sasori. Lembut.
Sebuah mobil buggati veyron berwarna hitam memasuki halaman kediaman yang sangat mewah. Sakura menatap dingin sebuah rumah yang dulu ditinggali bersama keluarga nya. Dimana rumah yang dulu tempat ia pulang, sekarang menjadi tempat yang ia hindari. Mobil itu berhenti di depan pintu besar yang terbuka dengan lebar dan tambahan karet merah untuk menuntun para tamu undangan menuju ruang pesta.
Sasuke turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk gadis musim semi itu, dengan lembut laki-laki itu meraih tangan sakura dan mengandeng tangan nya sambil berjalan di atas karpet merah. Semua pandangan hampir tertuju pada dua orang yang berpenampilan bak seorang raja dan ratu.
Setelah memberi kan kunci kepada seorang valet, sasuke mengajak sakura untuk masuk kedalam rumah itu untuk mengikuti pesta ya.
"apa kau siap sakura?" Tanya sasuke dengan tersenyum manis. Sakura hanya mengangguk pelan bahkan ia sendiri ragu apakah siap untuk masuk ke rumahnya sendiri dan bertemu dengan sang ayah atau tidak. Yang jelas sakura yakin bahwa ia tidak sendirian.
Sebuah aula yang ada di dalam rumah di hias dengan sangat mewah dan elegan, warna yang digunakan untuk dekorasi ruangan pun di dominasi dengan warna putih dan sedikit aksen gold.
Sakura dan sasuke berjalan menuju ruangan yang dapat menampung hingga 200 orang itu. Mata emerald sakura menyusuri ruangan itu untuk mencari seseorang yang dikenal nya. Dan tentu saja akhirnya gadis yang ia cari melambatkan tangan dan berjalan kearahnya.
"hey, kau cantik sekali Sakura-chan. Sebaiknya kau lebih sering terlihat seperti ini." Ucap Hinata yang takjub dengan penampilan sakura.
"kita memang sependapat nona Hyuga hahah." Ucap sasuke menimpali kalimat Hinata. Sedangkan orang yang dibicarakan hanya memutar bola matanya.
"aku akan ambil kan minum untuk mu." Ucap sasuke dan meninggalkan sakura dan Hinata. Sakura hanya mengangguk menjawab perkataan sasuke.
"Apa kau sudah bertemu ayah mu sakura?" Tanya Hinata sambil meminum minuman yang ia bawa dari tadi.
"kuharap aku tidak bertemu dengannya Hinata." Ucap sakura sedikit menunduk. Hinata kemudian memegang pundak gadis musim semi itu untuk memberikan semangat padanya.
Tak lama kemudian sasuke datang dan membawa dua buah gelas minuman di tangan nya, sasuke memberikan segelas minuman untuk sakura dan yang satu lagi untuk nya.
"Sakura? Hinata?" suara seseorang yang terdengar memanggil nama kedua gadis itu, keduanya melihat kearah sumber suara dan benar saja seorang yang mereka kenal sedang berjalan kearah mereka.
"oh hay Naruto, aku tak menyangka kau akan datang ke pesta seperti ini" Kata Hinata melambaikam tangan nya kepada pria itu.
"wah aku bersyukur bertemu dengan kalian, tidak ada orang yang ku kenal di sini."kekeh Naruto yang akhirnya bergabung dengan mereka.
'kenapa Naruto bisa ada di pesta ini' batin sakura heran.
"aku datang bersama ayah ku, kau tau kan Uzumaki Minato." Ujar Naruto sambil menunjuk ke arah bapak-bapak berumur 40 an. Mantan sakura sedikit melirik kearah orang yang ditunjuk oleh Naruto 'aa tentu saja dia kan anak dari kepala sekolah' lanjut batin nya lagi.
"kalian kenal dia?" Tanya sasuke penasaran.
"ah maaf, perkenalkan aku Uzumaki Naruto. Teman sekelas nya sakura dan Hinata." Ujar Naruto menyodorkan tangan nya.
"kau teman mereka berdua? Nama ku Uchiha Sasuke. Salam kenal Naruto. Dan aku harap kau bisa berteman baik dengan sakura dan Hinata." Kata sasuke membalas jabatan tangan naruto.
Akhirnya mereka berempat pun ngobrol dengan santai dalam pesta itu. Tiba-tiba mata sakura beralih pada pria paruh baya yang sangat dikenal nya, datang menghampiri mereka. Sakura yang sedikit takut memilih untuk menunduk kan pandangannya. Sasuke yang menyadari tingkah sakura mencari sumber ketakutan gadis itu.
"selamat malam sasuke, Hinata, dan kau anak dari Uzumaki Minato kan?" terdengar suara bass yang sedang menyapa keempat nya. Orang yang merasa terpanggil akhirnya menoleh kearah sumber suara, kecuali sasuke yang telah menyadari akan kehadiran pria itu tdai beberapa detik yang lalu.
"aku Uzumaki Naruto, ngomong-ogomong selamat atas perundangan mu. Haruno-san." Kata Naruto ramah dengan senyuman tiga jari nya.
"terimakasih Naruto." Ucap laki-laki itu berbalik ramah kepada Naruto.
"kizashi-san, tou-san dan kaa-san menitip salam untuk mu. Mereka minta maaf karena tidak bisa datang. Sakit jantung tou-san kambuh jadi harus banyak istirahat. Sedangkan itachi sedang mengurus cabang perusahaan di Jerman. Jadi maaf hanya aku yang bisa datang." Kata sasuke
"tidak apa sasuke, terimakasih kau sudah datang. Salam balik pada kedua orang tua mu." Ujar kizashi ramah. "apakah ayah mu juga datang Hinata?"Tanya kizashi beralih pada Hinata.
"tou-sama sedang ke amegakure kizashi-san saya kesini bersama neji-nii." Jawab Hinata dengan sopan. Kizahi hanya mengangguk saja. Detik berikutnya pandangan nya beralih pada kearah putri kecilnya yang sudah beranjak dewasa yang menunduk dari tadi, ia tau gadis itu sedikit ketakutan.
"angkat kepala mu sakura. Kau seorang Haruno. Berbanggalah sedikit. Karena kau ada jadi penerus dari perusahaan Haruno." Kata kizashi dengan nada yang cukup dingin. Ia tahu bahwa itu akan lebih membuat putri nya takut, tapi ia harus bertindak tegas. Kizashi tidak mau sakura jadi lembek seperti sasori yang memilih melarikan diri dan menjadi seorang dokter di Jerman dari pada menjadi penerus dari perusahaan keluarga nya.
Sakura yang mendengar suara sang ayah malah menambah ketakutannya, bahkan gadis itu makin tidak berani mengangkat kepalanya karena takut. Tapi tanpa sadar sasuke mengenggam tangan gadis itu, sakura menoleh ke arah sasuke dan melihat wajah laki-laki yang tersenyum kepadanya.
"aku yakin kalau sakura akan menjadi Haruno yang akan kau banggakan nanti kizashi-san." Kisazhi melirik ke arah tangan sasuke yang mengenggam tangan sakura tanpa ekspresi, lalu meninggal kan mereka berempat tanpa seoatah kata pun.
"kita butuh udara segar, ayo pergi ke balkon." Ujar sasuke menarik tangan sakura menuju balkon. Naruto yang ingin mengikuti mereka di hentikan oleh Hinata dengan tatapan 'apa yang akan kau lakukan'.
"sebaiknya kau tidak mengikuti mereka." Kata Hinata yang tau kalau Naruto akan menyusul mereka. Naruto yang dilarang menyusul hanya berdiri lemas mendengar perkataan Hinata.
"jadi nama keluarga sakura adalah Haruno, aku heran kenapa dia menyembunyikan nama keluarga nya. Padahal keluarga Haruno merupakan kalangan elit yang terkenal hingga seluruh Jepang." Kata Naruto membuka pembicaraan.
"kau akan mengerti jika berada di posisi sakura." Jawab Hinata kembali meminum minumannya.
Di lain sisi, sasuke sudah membawa sakura menjauhi keramaian menuju kearah balkon. Ia tau kalau gadis itu sudah mulai tidak nyaman berada di sana setelah bertemu sang ayah. Namun saat kedua nya berada di balkon, sasuke melihat seorang anak laki-laki berambut merah berjalan mendekati mereka.
"aku mau bicara dengan sakura sebentar." Kata laki-laki itu. Sasuke melihat kearah sakura yang mengangguk pelan kearahnya, sasuke akhirnya meninggalkan keduanya dan berjalan masuk.
"aku ingin berterimakasih pada mu dan kizashi-san ." Kata gaara membuka pembicaraan. "kau tau kan ayahku dulu meninggalkan keluarga kami, lalu setelah kedua kakak ku meninggal dalam kecelakan, ibu ku sangat depresi. Tapi kemudian kizashi-san memberikan kami berdua sebuah kehangatan dan keluarga."lelaki itu hanya menunduk, suaranya bahkan bergetar. "aku tau ini akan terdengar sangat jahat padamu, tpi aku berterimakasih pada tuhan bahwa kizashi-san telah memilih ibu ku untuk di jadikan istrinya." Sakura yang mendengarkan penjelasan gaara dengan wajah tanpa ekspresi sedikit pun. "aku tak akan menggunakan nama Haruno pada nama ku, tapi sebagai ganti nya jangan benci kizashi-san. Dan walaupun kau tidak mau menganggap ku sebagai keluarga, aku akan menganggap mu sebagai bagian keluarga ku. Sekali lagi terimakasih sakura." Kata gaara lagi lalu berjalan menjauhi sakura.
Sakura tidak paham sedikitpun tentang perasaan nya, ia marah, kesal bahkan rasa nya ia ingin menjambak rambut calon istri dari sang ayah. Namun, saat mendengar penjelasan gaara hati kecil nya sedikit terpukul. Perasaan nya sekarang sedang campur aduk. Gadis itu menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkan ya secara perlahan, berharap agar perasaan nya dan fikirannya kembali normal.
Sasuke yang melihat sakura sedang sendiri berjalan mendekati gadis itu.
"apa kita pulang saja sekarang?" Tanya sasuke yang mengangkat dagu sakura, agar gadis itu mau menatap nya. Sakura hanya menggeleng pelan.
"aku ingin melihat acaranya hingga selesai." Kata sakura yang sedikit lemah.
"apa kau yakin?" Tanya sasuke lagi, ia memegang pundak gadis itu seolah mencari keraguan yang ada di hati sakura. Sakura kemudian memeluk sasuke dan mengangguk an kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan sasuke.
"jika kau ingin pulang, katakan saja pada ku." Sasuke kemudian membalas pelukan sakura sambil mengelus kepala gadis itu.
Keduanya kemudian kembali ke dalam aula dan bergabung bersama Hinata dan Naruto dimana Naruto yang sedang asik menikmati makanan yang dibawa oleh pelayan. Lalu perhatian semua tamu undangan beralih pada sebuah panggung yang tidak terlalu tinggi yang digunakan oleh para pemusik tadi, di panggung itu telah berdiri kizashi bersama calon istrinya dan gaara.
"selamat malam semua nya, aku berterimakasih atas kedatangan kalian teman, keluarga dan kolega bisnis ku. Malam ini aku ingin mengungumkan bahwa aku akan menikah dengan seorang wanita yang sangat hebat. Aku sangat beruntung bisa menikahi nya."kata kizashi menoleh pada calon istrinya.
Kizashi berjalan mendekati calon istrinya dan memasang kan sebuah cincin di jari manis wanita itu. Semua orang yang ada di sana berteriak san bertepuk tangan, kecuali tentu saja sakura.
Sakura heran kenapa perasaannya tidak bereaksi, dia fikir setelah melihat ini ia akan marah bahkan histeris. Ia senang dengan reaksi nya yang hanya diam saja. Tapi ia benci dengan perasaan yang sedang ia alami.
Dengan pelan sakura menarik lengan baju sasuke, sasuke merasakan lengan bajunya di tarik kemudian menoleh kearah sakura.
"aku ingin pulang sekarang." Ucap gadis itu pelan. Tanpa menunggu lagi sasuke langsung memegang tangan tangan gadis itu dan membawanya keluar dari keramaian.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi sasuke untuk mengendarai mobil nya menuju keapartemen sakura. Hanya dengan waktu 15 menit mereka telah sampai di apartemen sakura. Mereka sekarang berdiri di depan pintu apartemen sakura.
"masuk dan istirahat lah." Perintah sasuke lembut.
"maafkan aku, ku kira aku bisa bertahan lebih lama di sana." Kata sakura mengelus lengan nya.
"tak apa, aku sedikit terkejut kau tidak bereaksi, aku kira kau akan berteriak, menangis bahkan akan menghancurkan acara." Kekeh sasuke.
"ayah akan membunuh ku jika mengacaukan acaranya." Jawab sakura membalas perkataan sasuke. Sasuke hanya tersenyum melihat sakura.
"aku akan pergi, jangan lupa istirahat lah yang cukup." Kata sasuke berjalan menuju arah lift.
"sasuke-nii! " Panggil sakura, pemilik nama itu berbalik badan ke arah sakura. "terimakasih sudah menemaniku hari ini." Lanjut sakura yang hanya di balas lambaian tangan oleh lelaki itu dan pergi menghilang di balik pintu lift.
Disini lah gadis itu sekarang, setelah membersih kan diri sekarang ia berbaring di atas kasurnya. Lelah yang ia rasakan membuat nyo ingin langsung memejamkan mata, dan berharap jika keajaiban datang dan semua yang ia alami selama tiga tahun ini hanya lah mimpi.
Tbc
