Haikyuu!! adalah milik Haruichi Furudate.

Saya sebagai penulis tidak mengambil keuntungan apapun dari penulisan fiksi penggemar ini.

Enjoy!


Kei tidak suka keramaian. Itulah kenapa setiap ada acara puncak ulang tahun sekolah di mana sekolah mereka mendatangkan seorang artis, Kei lebih memilih tetap di rumah.

Tapi, khusus tahun ini Kei ikut hadir menonton. Karena untuk siapa lagi selain Shoyo dan seribu jurus membujuknya?

Sebenarnya, tanpa Shoyo banyak memohon pun Kei akan ikut. Tapi, seru saja melihat Shoyo bergelayut manja memaksanya ikut, jangan lupakan pipi yang kadang digembungkan kesal atau bola matanya yang akan menyerupai mata anak anjing. Menggemaskan. Kei suka sekali saat Shoyo terlihat menggemaskan.

Walaupun, sepertinya berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak ini adalah salah satu penyesalan bagi Kei.

Melihat wajah jutek pacarnya, Shoyo menarik-narik tangan Kei menjauh dari banyak orang mendekat ke sisi kiri panggung di mana tidak ada terlalu banyak orang berkerumun di sana.

"Kita di sini saja." kata Shoyo.

"Tidak mau lihat dari tengah? Lebih bagus dari tengah bukan?" tanya Kei. Paham jika Shoyo mengalah untuknya yang merasa tidak nyaman.

"Nggak mau, ah." jawab Shoyo cepat. "Malas berdesakan." lanjutnya.

Kei mendengus geli. Ah, alasan tipis.

"Serius loh, nggak apa-apa kalau mau berdesakan di tengah, malam ini 'kan spesial aku menemani kamu."

Shoyo memberengut, andai tidak gelap Kei pastikan pipi gembil pacarnya ifu bersemu merah tipis. Haha. Menggemaskan.

"Keeeiii!"

"Iya, apa Shoyo?"

Kei dapat mendengar gerutuan keluar dari bibir Shoyo, menyebabkan tawa kecil keluar. "Tapi, serius, kamu yakin mau di sini saja? Di depanmu orangnya cukup tinggi loh, nanti nggak bisa lihat artisnya, sia-sia dong kamu ke sini?"

Shoyo mengeluh, "Ah, kalian orang-orang tinggi tidak adil!"

"Salah siapa pendek."

"Hei!"

Kei tertawa kecil sekali lagi sebelum menguatkan tautan jemarinya dengan jemari Shoyo lebih erat. "Makin sesak, jangan jauh-jauh dari aku." bisik Kei.

"Iya aku tau Kei nggak mau kehilangan aku." ledek Shoyo.

Gemas, Kei cubit pipi gembil Shoyo dengan tangannya yang satunya. "Lebay. Belajar darimana kamu?" Kei tarik tangan Shoyo agar pemuda mungil itu bergeser, "Sini, biar kelihatan."

Tidak ada percakapan lagi setelah itu. Hanya Shoyo yang menikmati acara (karena artisnya sudah naik ke panggung) dan Kei yang sesekali ikut bernyanyi dengan suara kecil karena tentu saja ia tahu lagu dari artis yang didatangkan oleh sekolahnya kali ini. Kei lumayan menyukainya, walau tidak terlalu, tapi lagu-lagunya cukup menyenangkan untuk Kei. Selain itu, Shoyo juga meracuninya lagu-lagu dari artis tersebut seminggu sebelum acara ini dilaksanakan.

Empat lagu berlalu dan Shoyo masih anteng. Kei termangu sebentar. Lucu juga pacarnya ini kalau sedang anteng. Walau sebenarnya Kei menyukai Shoyo karena tingkah berisik si oranye tetap saja ternyata Shoyo juga lucu saat diam.

Ah, itu sih Kei saja yang b u c i n.

Saat alunan melodi lagu kelima dimulai, Shoyo berkata pelan kepada Kei, "Hei, aku paling suka lagu yang ini."

"Kamu sudah bilang sejuta kali kepadaku sejak seminggu yang lalu, Shoyo."

Shoyo tertawa mendengar pacarnya menjadi hiperbola.

Pegang tanganku.

Bersama jatuh cinta.

Penggalan lirik yang manis. Sadar tak sadar Kei mengeratkan tautannya pada Shoyo, membuat yang lebih pendek tersentak, agak malu dengan perilaku Kei. Sementara Kei mendengus geli, gemas dengan reaksi pacarnya.

Kali kedua.

Pada yang sama.

Kali ini Kei ikut bernyanyi. Shoyo menggerutu lalu mendongak menatap pacarnya.

"Aku berhenti suka lagu yang ini."

Kei tertawa pelan. Gemas dengan perilaku Shoyo.


a/n;

terima kasih kepada mba cantik pemilik lagu ini dan orang yang menjadi inspirasi dalam menulis ini.

fict ini pernah dipublikasikan di write . as