Haikyuu adalah milik Haruichi Furudate.
Saya tidak mengambil keuntungan apapun dalam penulisan fiksi penggemar ini.
Enjoy!
Namanya Tsukishima Kei.
Dia suka tiga hal. Seperti, dinosaurus, matematika, dan yang terakhir adalah— Hinata Shoyo.
Butuh waktu cukup lama bagi Kei untuk menyadari bahwa ia jatuh cinta. Butuh waktu dua bulan bagi Kei untuk menerima fakta bahwa ia jatuh cinta pada si mungil tukang gaduh bersurai oranye tersebut. Awalnya hanya iseng sering mengejek karena niat untuk meledek, lama-lama mengejek untuk mencari perhatian. Untung saja tidak ada yang sadar, diam-diam Kei menghela napas lega.
Namanya Hinata Shoyo.
Dia suka tiga hal. Voli, voli, dan voli. Kepala kosongnya hanya terisi oleh voli, voli, voli, dan voli lagi. Tidak ada waktu untuk pikirkan pelajaran— apalagi memikirkan soal cinta. Kesal pada Kei setengah mati karena dia sering diledek. Tapi akhir-akhir ini seringkali merasa gugup setelah diledek oleh Kei, membuat latihannya menjadi tidak fokus. Isi kepala Shoyo pun berubah menjadi voli, voli, voli, dan Tsukishima Kei.
Pernah sekali kepala Shoyo dipukul dengan bola voli oleh Tobio, menuai protes dari si pemilik kepala (memang, kepala Shoyo ini dari baja) dan berusaha melempari balik Tobio dengan bola voli walau gagal. Pada akhirnya Daichi marah (padahal Koushi dan Asahi sudah peringatkan) dan menyuruh agar keduanya berbaikan. Setelah berbaikan dan kembali ke lapangan, tepat ketika Tobio berpaspasan dengan Kei, pemuda itu menatapnya sinis dan marah. Sejak itu, Tobio tidak berani sentuh Shoyo lagi.
"Daichi dan Asahi merasa tidak sih kalau Hinata dan Tsukishima berbeda akhir-akhir ini? Mereka terlihat sering menghindar satu sama lain?" ucap Koushi di tengah-tengah waktu istirahat mereka.
Asahi menimpali, "Benar juga. Biasanya mereka akan sering ribut karena Tsukishima meledek Hinata lalu kita semua akan mendengar suara protes Hinata yang terdengar bahkan sampai ke luar gym."
"Biarkan saja."
Koushi menoleh menatap Daichi, "Kenapa?"
Chikara ikut menimbrung di obrolan para kakak kelasnya. "Iya, kenapa Daichi-san?"
"Orang yang sedang mabuk cinta, mana bisa kalian pisahkan?"
Shoyo menjerit kesal, "TSUKISHIMAAAAA!!" teriaknya sebal, benar seperti kata Asahi, terdengar sampai keluar gym. Tapi, kali ini pipinya ikut memanas (sepertinya memerah sampai telinga) buat Kei ingin menambah warna merah itu lagi di sana.
