Sasuke memejamkan matanya perlahan. Mencoba mengalihkan sakit yang dirasakan di sekujur tubuhnya. Kakinya yang sedari tadi berusaha melangkah sekarang sudah siap untuk menyerah, membiarkan tubuh tegapnya jatuh menyentuh kerasnya trotoar jalan yang basah akibat hujan.
Mungkin ini adalah akhir hidupnya. Jika iya, dia sudah sangat siap meninggalkan dunia ini.
Manik onyxnya kembali terbuka sesaat sebelum gravitasi menariknya jatuh. Sekilas ia melihat payung berwarna ungu mengayun turun sebelum gelap mengambil alih pandangannya.
REDEMANCY
a SasuHina Fanfic
By Dyniaism
Chapter 01: Come Across
Enjoy
Apakah aku sudah mati?
Aku masih belum ingin membuka mataku kala aroma obat menyapa indra penciumanku. Kuyakin, bahwa aku masih ada di dunia ini. Menyedihkan.
"Apa dia baik-baik saja?" Sayup suara perempuan terdengar begitu dekat. Suaranya bergetar.
"Dokter bilang ada beberapa retak tulang di lengan dan bahunya. Ah, tapi tidak begitu parah." kali ini kudengar suara familiar yang membalas pertanyaan si perempuan. "Chokan, pasti akan marah."
Aku dengan cepat membelalakan mataku dan mendapati Kakashi Hatake, yang juga tengah menatapku balik. Si sialan itu, kenapa ia bisa ada disini
Pria berambut keperakan itu adalah salah satu dari ratusan bawahan ayahku di kepolisian. Karena kecerdasan dan kemampuannya membuatnya menduduki posisi ketua di bagian investigasi kriminal di usia muda.
Bahkan dirumorkan ialah yang akan menggantikan posisi ayahku sebagai Jenderal Pengawas, jika ayah pensiun.
Aku mengalihkan fokus ke tubuhku dan mendapati bahwa tangan kiriku telah dibalut erat oleh gips.
"Kau beruntung tangan kirimu yang terluka. Aku tidak bisa membayangkan jika itu adalah tangan dominanmu. Tidak menyangka seorang sepertimu melakukan tindakan bodoh macam ini."
Aku mendecih dan membuang mukaku kesal.
"Aku tidak menghubungi Chokan untuk masalah ini," katanya dan mendekatiku. "Tapi aku tidak menjamin bahwa ia tidak mengetahui masalah in-"
"Dia tidak akan peduli," ucapku mutlak.
Perkataanku nampak sedikit mengejutkan si gadis asing yang ada di dalam ruangan. Ia memundurkan tubuhnya kala aku menatapnya dengan ujung mataku lalu meninggalkan ruangan dengan cepat.
Si orang-orangan sawah mengelus lehernya melihat sikapku. "Kalau tidak ada gadis itu kau bisa cacat atau bahkan mati ditempat," matanya tertuju ke arah pintu yang dilalui si gadis. "Dirinya yang menelepon kantor polisi terdekat ketika melihatmu dikeroyok oleh para preman."
Bayangan para preman yang menghambur karena sirine polisi terputar diingatanku.
"Dirinya bahkan terus mengikuti di belakangmu setelahnya. Jalanan saat itu sangat sepi dan banyak preman yang mungkin berkeliaran disana, beruntung ia tidak apa-apa saat itu."
Gadis itu terlalu baik atau bodoh.
Pikiranku menguap kala tangan si bodoh dengan berani-beraninya mengacak rambutku. "Sepertinya aku sudah bisa meninggalkanmu. Aku akan mengantar gadis itu pulang ke rumahnya." Dirinya bersiul pelan kala mengucapkan itu, menjijikan.
"Jangan macam-macam kau."
Kekehan pria itu menggema sebelum ia menutup ruang rawatku.
Chapter 01 : Come Across
Dua hari setelahnya disinilah Sasuke. Di depan SMA Konohajogakuin. Sekolah khusus putri.
Seragam navy milik konohagakuennya nampak kontras dengan seragam yang digunakan para siswi.
Hinata.
Itulah nama si gadis.
Yang memberitahukan alamat dan nama gadis yang kemarin menolongnya adalah Kakashi. Kemampuan mencari datanya memang tidak dapat diragukan. Bayangan si orang-orangan sawah itu menanyakan detail profil dari sang gadis tanpa disadarinya terbenak di pikirannya.
Sasuke bukanlah orang yang tidak tahu terima kasih. Maka dari itu ia mendatangi sekolah si gadis untuk sekedar berterima kasih.
"Bukankah itu seragam konohagakuen?"
"Sekolah elit itu?"
"Apa yang dilakukan siswa itu disini? Apa dia mau menjemput adiknya?"
"Mungkin pacarnya."
"Eh, sayang sekali. Tampan tapi sudah diambil."
Desas-desus siswi membuatnya jengah. Terkadang ia harus melancarkan tatapan tidak suka pada siswi yang tengah membicarakannya. Ia tidak mencoba untuk menjadi ramah disini.
"Hinata sampai bertemu besok."
"Ya, sampai bertemu besok, Matsuri-chan."
Akhirnya ia menemukan si gadis yang tengah melambai kepada temannya.
Tanpa banyak basa-basi ia pun sesegera mungkin menarik gadis dan menjauh dari sekolahnya.
Chapter 01 : Come Across
"T-Tunggu," dengan napas yang terengah Hinata mencoba membuka suara yang lebih terdengar seperti cicitan.
Sasuke yang telah merasa membawa si gadis cukup jauh pun menghentikan langkahnya. Manik jelaganya memicing sambil melihat si gadis yang sedang menunduk dan mengatur napasnya. Ia merasa bersalah melihat si gadis yang terlihat begitu kelelahan. Jelas saja, panjang kaki mereka berbeda jauh. Satu langkah Sasuke mungkin setara dengan dua sampai tiga langkah Hinata.
Dengan kikuk, Sasuke mengusap tengkuknya. "Kau tidak apa-apa?" Tanyanya sebelum ikut menunduk.
Hinata mengangguk pelan lalu menengadah membuat netra keduanya bertemu. Si gadis terkekeh dengan pertanyaan Sasuke , "Seharusnya aku yang menanyakan itu." Jemari mungilnya menunjuk tangan kiri si lelaki yang masih dibalut gips. "Kejadian itu baru dua hari yang lalu dan kau sudah bisa berlari seperti tadi. Cukup mengejutkan." Lagi-lagi ia terkekeh.
Tidak ada respon dari Sasuke yang masih terus menatap mata si gadis yang terasa tidak asing. "Kau seorang Hyuga." Ia tidak melihatnya dengan jelas di kamar rawat. Tetapi saat ini dengan jarak sangat dekat ia dapat melihat manik keperakan milik keluarga Hyuga disana.
"Tapi mengapa aku tidak pernah melihatmu?" Sasuke memiringkan kepalanya heran. Keluarganya dan keluarga Hyuga bisa dikatakan cukup dekat. Selain kawasan rumah mereka yang berdekatan. Ayahnya dan kepala keluarga Hyuga bersekolah di sekolah yang sama dan bersahabat sejak saat itu sampai sekarang. Ayahnya yang memaksanya mengenal seluruh anggota keluarga sahabatnya itu. Bahkan hingga para maidnya.
Hinata membuang wajahnya cepat, menghindari tatapan laki-laki di hadapannya.
"Aku tidak memaksamu untuk menjelaskan apapun jika kau tidak mau."
Ucapan Sasuke membuat Hinata kembali menatapnya. "Aku sebenarnya menemuimu untuk berterima kasih."
"Kenalanku berkata, jika bukan karena kau aku mungkin sudah cacat bahkan mati."
Hinata berjengit kala seorang Uchiha Sasuke membungkuk dalam di hadapannya.
"Kau terlalu berlebihan, Uchiha-san." Hinata sedikit mendorong bahu Sasuke yang tidak terluka agar si lelaki ini kembali menegapkan tubuhnya.
"Aku sudah berhutang nyawa padamu, memberikan penghormatan sepele ini kurasa tidak masalah." Sasuke menegapkan tubuhnya, sedikit mengenyampingkan kearogansian Uchiha miliknya, "Apa aku perlu bersujud?" Tawarnya datar yang jelas membuat Hinata menggeleng kencang.
"Aku sudah cukup senang kau baik-baik saja, Uchiha-san." Ujar Hinata sambil memberikan senyum terbaiknya.
Senyum yang diberikan si gadis sedikit mengingatkannya akan seseorang. Tanpa ia sadari ia melangkah mendekati Hinata.
"Ada apa, Uchiha-san?"
Tanpa aba-aba si pria membawa tubuh mungil si gadis kedalam rengkuhannya. Ia membenamkan wajahnya ke bahu kecil si gadis.
"Aku merindukanmu."
"Eh..."
Chapter 01 : Come Across
TBC
Hinata kubuat OOC disini tapi tidak se OOC RtN!Hinata kok. Alasannya yah nanti bisa kalian tentukan sendiri.
Niatku sih mau buat fic ini ringan. Jadi kalau agak ngebosenin, maaf ya.
Sebenernya kemarin aku sempet buat fic, tapi Writer's Block bikin aku mau ga mau hapus ceritanya karena saking buntunya dan ngerasa kurang dapet feelsnya. Mohon maaf untuk para voters yang sudah ngevote fic yang sebelumnya
Oh, ya. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. See you next chapter yang mudah-mudahan lebih panjang dari chapter ini. Byeeee
edited:
9 May 2020
