"Akan kubuat kau tumbang dihadapanku sekarang juga Kim Jongin!" Ucap lelaki berkulit putih tersebut, Lee Taemin.
"Coba saja kalau bisa, sahabat lama ku~" Ucap si lelaki tan santai sambil menyeringai.
"BRENGSEK KAU!"
BUGH! DUAGH!
"Arghh sialan kau!"
Jangan mengira bahwa itu si tan alias Jongin yang terhempas, salah.
"Sudah kubilang kau hanya membuang-buang waktumu melawan beruang ganas sepertiku, bodoh." Ucap Jongin sambil menendang-nendang kecil kaki Taemin yang barusan ditendangnya.
"S-sialan kau.." Taemin dengan bersusah payah berusaha bangkit namun..
KRAKK
Jongin dengan entengnya menginjak telapak tangan Taemin dengan sedikit kuat sehingga menimbulkan bunyian tulang berpatahan yang sangat mengilukan.
"Hadiah untukmu yang sudah selingkuh dibelakang Minho hyung-ku." Lagi-lagi seringai sexy yang selalu sukses membuat para wanita memekik memuja dilayangkan oleh Jongin.
"Kim Jongin... K-kau!"
DUGH
Lagi dan lagi Jongin melayangkan tendangan kepada perut rata Taemin yang malang dengan kaki jenjangnya.
"Berhentilah terobsesi untuk mengalahkan kekuatanku, Taemin. Bahkan Kang Daniel sekalipun sudah bertekuk lutut dibawahku. Kau, bahkan berada jauh dari level Daniel yang jelas jauh levelnya denganku. Berhentilah membuatmu semakin terlihat rendahan, sahabat lamaku."
Jongin segera membereskan kekacauan yang sedaritadi menjadi bahan tontonan seisi rakyat sekolahnya. Namun tiba-tiba sebuah suara dari loud speaker menghentikan aktivitasnya.
"Kepada murid yang bernama Kim Jongin untuk segera datang ke kantor Kepala Sekolah. Dan untuk guru BK segera menahan Lee Taemin untuk dibawa ke klinik. Terima kasih."
Pemberitahuan dari loud speaker tersebut seketika membuat tubuh Jongin terpaku. Jongin mengalihkan pandangannya kebelakang dan melihat Taemin yang sudah dibopong untuk dibawa ke klinik. Dirinya hanya bisa menghela nafasnya.
Dan saat inilah dirinya akan menjadi yang paling terlemah dan tak berdaya.
•*•*•*•
Cklek
Jongin dengan jantung berdebar membuka pelan pintu yang bertuliskan Principal tersebut. Dengan berat hati dirinya berusaha menutupi ekspresi tubuhnya yang ketara.
"Kim Jongin, kau berulah kembali hm?" ucap sumber suara dengan suara dingin dan datarnya.
"Y-ya.. Ta-tapi Taemin yang memulainya dulu-"
"Sshh.. Shut your fucking sweetie mouth babe.." ucap sang Kepala Sekolah bernama Oh Sehun itu.
"Kemari Kim," ucapnya sambil memberikan gestur kepada Jongin akan mendekat kepada dirinya.
Jongin berjalan dengan takut-takut sambil menundukkan kepalanya kebawah. Lelaki manis itu telah sampai di meja Sehun namun hanya mematung diam memandang wajah dingin Sehun dengan sedikit ngeri.
"Kemari sayang.." Sehun menepuk-nepuk kedua pahanya, mengisyaratkan kepada Jongin agar duduk diatas kedua pahanya.
Dengan ragu Jongin mendudukkan kedua bongkahan pantat sekalnya diatas kedua paha Sehun. Walaupun sudah terlalu sering melakukan hal seperti ini bahkan 'lebih', Jongin masih saja ragu-ragu dan malu.
Heol, ini sungguh sangat memalukan bagi dirinya!
Sehun langsung mencondongkan badannya saat tubuh Jongin sudah sepenuhnya duduk diatas pangkuannya. Pria tampan itu segera merengkuh posesif pinggang ramping pria bertubuh mungil nan manis itu.
Kepala Sekolah tampan itu langsung menarik lembut tengkuk Jongin guna untuk memperdekat wajah keduanya. Sehun langsung melumat pelan bibir ranum nan menggoda sang murid manis itu.
Jongin yang sudah 'terbiasa' menutup kedua matanya lalu membalas lumatan lembut namun menuntut itu dengan semampunya. Y'all must know Sehun is a good kisser!
"Mmhhh." Benar saja, pria manis itu sudah melenguh saat Sehun baru saja sedikit menghisap lidahnya.
Nafas Jongin mulai tidak teratur. Dadanya mulai naik turun, menandakan nafasnya tersengal-sengal. Sehun yang menyadari bahwa pria manisnya mulai kesusahan bernafas pun langsung menyudahi sesi ciuman panas mereka dengan lembut.
Wajah keduanya masih sangat berdekatan karena Sehun masih menahan tengkuk Jongin agar tidak menjauhi wajahnya. Pria pale itu kembali mengecup pelan bibir tebal si tan dengan lembut. Tangan sebelah kirinya yang menganggur mulai merambat kebawah, menuju ke dua bongkahan kenyal favoritnya.
PLAK!
"Aakkhh!" Jongin langsung tersentak saat Sehun tiba-tiba memukul pipi pantatnya.
"Nghh.." Perlahan Jongin mulai mendesah lirih saat Sehun memainkan bongkahan pantatnya, meremas-remas benda kenyal itu.
"Kenapa berulah kembali hm?" tanya Sehun dengan raut intimidasi sambil tangan kirinya bergerilya di pantat sedangkan tangan kanannya di leher jenjang Jongin, menggoda pria manis itu.
"T-taemin yang memulainyah~~" jawab Jongin sambil mendongakkan kepalanya sambil mendesah lirih.
Sehun menghentikan sentuhannya lalu mengangkat tubuh mungil itu untuk duduk diatas mejanya. Lalu mencari tombol rahasia yang berada di bawah mejanya lalu menekannya. Tombol itu berfungsi untuk mengunci pintu lalu menutup seluruh jendela, celah, maupun lubang yang bisa dilihat dari luar ruangannya. Serta sekalian berfungsi mengaktifkan ruangan kedap suaranya. Segalanya dilakukan dengan otomatis.
Bagaimana bisa secanggih itu?
Hanya Oh Sehun dengan otak cerdas dan harta berlimpahnya lah yang mengetahuinya.
"Naked, Jongin." Perintahnya.
"A-apa..?" Jawabnya bingung.
"Naked as usual, baby. Now!" Perintahnya mutlak yang membuat lelaki manis dihadapannya langsung menuruti apa kata Sehun.
Jongin segera melepas seluruh seragam sekolahnya, sebelum kegiatannya tertunda karena tangan besar Sehun menyentuh dada miliknya di balik seragamnya lalu meremasnya.
"A-ahh." Desah Jongin lirih.
"Apa kau tidak menuruti ucapanku kembali baby? Mengapa kau tidak memakai bra yang sudah kubelikkan untukmu sesuai dengan perintahku?" Ucapnya dengan dingin, namun tegas.
"M-maaf, Master.. Bra itu sangat menyembul di seragamku, Jongin malu.." Cicitnya pelan.
"Beraninya kau-"
"T-tapi sebagai gantinya Jongin telah memakai tanktop renda milik Soojung noona, Master.." Dengan cepat Jongin meraih tangan Sehun yang berniat menampar penisnya, lalu memotong ucapannya agar Sehun tidak memarahinya.
"Apa kau memakai G-string berenda milikmu Jongin?" Tanya Sehun.
"Y-ya."
"Good boy, cepat lepas seluruh pakaianmu sayang." Ucapnya sambil meremas-remas penis Jongin dibalik celana seragamnya.
"Hmmhh Master."
Saat Jongin berniat melepaskan tanktopnya, lagi-lagi Sehun memberhentikannya. "Jangan lepas, biar aku yang melepasnya nanti." Perintahnya.
Sebagai submissive yang baik dan penurut, tentu Jongin menuruti apa kata sang dominant.
Kini tubuh indah remaja SMA itu pun hanya dibalut tanktop dan G-string renda berwarna hitam yang sangat menggoda.
Sehun pun menatap lapar ke tubuh indah itu. Dengan cepat Sehun langsung menubrukkan bibir tipisnya ke bibir tebal milik Jongin. Diraupnya dengan semangat bibir yang semakin menggoda sejak dua tahun yang lalu itu.
Jongin hanya pasrah menerima ciuman panas yang diberikan oleh sang dominant, dirinya malah membalas cumbuan Sehun.
"Mmhh nghh." Desahnya saat lidah Sehun mempermainkan lidah keduanya. Jujur saja, Jongin selalu lemah akan cumbuan Sehun di bibirnya.
KRAKK
Dengan santai Sehun merobek tanktop yang dikenakan Jongin yang jelas-jelas adalah milik kakaknya, Soojung.
"M-master kenapa dikoyak? B-bagaimana kalau Noona-"
"Besok aku akan membeli lingerie baru untukmu, akan kuganti yang baru sekalian untuknya." Shit. Telinga dan wajah Jongin seketika memerah saat Sehun mengatakan akan membelikan lingerie baru untuknya. Walau Sehun sudah terlampau 'sering' membelikan benda-benda tak senonoh untuk dirinya, namun Jongin tetaplah belum terbiasa.
"Aahhh~" Seketika Jongin mendesah nyaring saat mulut dan lidah Sehun bergerilya di leher jenjangnya. Kepala Sekolah itu menyesap leher si manis, menandai leher itu dengan banyak bercak-bercak merah keunguan.
Lidah Sehun turun kebawah, kearah dada Jongin dengan putingnya yang telah tegak mencuat. Sehun langsung meraup puting mungil berwarna coklat milik Jongin. Sedangkan sebelahnya lagi dimainkan oleh jari-jari Sehun.
"Aahh Master~ Nghh." Kepala Jongin mendongak saat kenikmatan bertubi-tubi datang di area dada dan putingnya. Sehun menyedot putingnya dengan semangat, sedangkan yang sebelahnya dipilin dan dicubit sampai kacang kecil itu semakin mengeras sekeras kerikil.
"Master.. Ahh.. aah." Jongin meremat rambut hitam Sehun yang masih bermain di area dadanya.
Sehun melepas sentuhannya di dada Jongin. Kepala Sekolah tampan itu langsung melepas seluruh pakaiannya, lalu menyempatkan diri untuk melumat kembali bibir Jongin.
Seperti biasa, Jongin membantu Sehun untuk melepaskan seluruh pakaiannya sembari lidah keduanya bergumul dengan panas.
Kini keduanya sama-sama hanya memakai celana dalam, walau dengan jenis yang berbeda. Dengan sang dominant memakai celana dalam brief hitam yang tampak gagah dan panas sekali, dan sedangkan sang submissive memakai g-string hitam berenda yang sangat imut dipakai di penis mungil si manis.
"Wanna play at our play room baby?"
•*•*•*•
Suasana erotis begitu terasa di ruangan yang di dominasi oleh warna merah dan hitam ini. Play room, begitu Sehun dan Jongin menyebutnya. Kamar tersembunyi yang pasti ada di rumah maupun ruangan milik Sehun.
Kamar yang isinya adalah 'mainan-mainan' yang selalu digunakan Sehun untuk 'menghukum' pria manis-nya atau pun saat mereka ingin menghabiskan malam panas berdua.
Bagi Sehun, Play room adalah tempat yang sangat cocok untuk bercinta dengan lelaki manis-nya. Sehingga, Sehun selalu membangun kamar tersembunyi ini dimana-mana. Jika dirinya menginginkan tubuh si manis, Sehun hanya tinggal menarik Jongin lalu memangsanya di kamar ini.
"Ahhh anghh~~" Jongin mendesah nyaring saat sounding rod bergetar hebat di penisnya dan lubangnya dijilat dan dihisap oleh Sehun.
Sudah setengah jam Jongin menungging dihadapan Sehun saat Kepala Sekolah tampan itu menjelajahi tubuh indahnya.
Ranjang King size yang ada diruangan itu pun telah lembab karena penis Jongin yang terus mengeluarkan cairan precum-nya.
"Ahh Master pleasehh.. Fuck me aahh.." Sehun yang mendengar desahan putus asa sang submissive menyeringai saat acara 'mari menjilat anus Jongin' yang sedaritadi dilakukannya yang membuat Jongin terus-terusan mendesah hebat.
"You want me to fuck you harder, hm?" Tanya Sehun sambil menampar-nampar kecil pipi pantat Jongin.
"Y-yes Masterh~~ Anghh fuck!!" Desahnya nyaring lagi saat dilanda orgasme kering yang kedua.
"I wanna cumhh.. Cum Master pleasehh~ I want your cock inside me.." Rengek Jongin.
"Be a good boy, so this big cock and orgasm will come to you."
Sebagai submissive yang baik, Jongin mengangguk dengan patuhnya agar hukumannya segera selesai. Ya, walaupun dirinya tau bahwa hukuman Sehun tidak akan berhenti sampai disini saja.
Sehun yang sudah telanjang sepenuhnya pun menyodorkan penis raksasa miliknya yang sudah menegang daritadi. "Ini mainan kesukaan Nini bukan? Cepat kulum dia!" Perintah Sehun yang langsung segera dituruti oleh Jongin.
Sehun langsung mendesah saat penis miliknya telah masuk sepenuhnya kedalam mulut hangat Jongin. Tidak salah dirinya memilih submissive yang mempunyai dua lubang atas dan bawah yang sama nikmatnya.
Jongin melahap habis penis Sehun dengan rakus. Saliva dan cairan precum Sehun bercampur dan menetes di dagu dan rahang Jongin.
"Faster baby.. Yeah my good boy~" Desah Sehun sambil mengelus-ngelus puting menegang milik Jongin.
"Nnghh mmhh..." Si manis pun ikutan mendesah saat sounding rod masih bergetar dengan kuat di penisnya yang sudah berwarna merah.
Merasa gelombang orgasme mulai datang, Sehun langsung mencabut penisnya dari mulut Jongin lalu mengocok cepat penisnya. Sang submissive yang sudah mengerti pun membuka mulutnya lalu menjulurkan lidahnya, menunggu cairan sperma sang dominant menyemprot isi mulutnya.
Jongin menjulurkan lidahnya dengan menggoda saat sperma Sehun menyemprot isi mulutnya.
Jongin akan seperti jalang yang haus akan penis dan sperma bila bersama Sehun. Bisa menjadi beruang yang sangat ganas bila dihadapan teman-teman sekolahnya, dan bisa juga menjadi bayi beruang yang imut bila bermanja dengan keluarganya.
"M-masterh.. Let me cum pleasehh~" Mohon Jongin yang kini telah telentang tak berdaya sambil menggeliatkan tubuhnya yang sangat sensitif dengan kedua kaki yang telah mengangkang lebar, siap untuk dimasuki kapan saja.
Sehun langsung telentang membaringkan tubuhnya disamping Jongin, lalu memposisikan tubuh mungil itu diatas tubuhnya.
Tangan lelaki pucat itu langsung menggoda bagian pusat gairah si tan, mengelus paha dalam mulus itu dengan sensual.
"Angh.." Jongin menggelinjang saat tangan Sehun mulai mengelus-ngelus penis tegangnya yang sangatlah sensitif itu.
Dengan cepat Sehun langsung mengocok cepat penis mungil yang telah bewarna kemerahan itu. Sedangkan tangan sebelahnya memilin puting tegang si manis dan meremas-remas dadanya.
"Ahh.. Ahh anghh~" Tangan Jongin meremas seprai dengan kuat, melampiaskan rasa nikmat di sekujur tubuhnya yang sensitif. Tangan Sehun semakin cepat mengocok penis Jongin dan terus memainkan dada dan putingnya dengan brutal.
"AANGHH.." Desah Jongin kuat.
Sehun langsung melepaskan sounding rod yang masih tertanam di lubang penis mungil itu lalu kemudian semprotan lahar putih akhirnya keluar dari penis Jongin. Dengan keadaan tubuh lemas, seadanya Jongin membalas lumatan bibir Sehun di bibirnya. Tubuhnya sedikit meremang saat Sehun kembali menyentuh sekujur tubuhnya seringan kapas.
"Ngh.."
Tubuh lemas itu kini dibaringkan oleh Sehun, lalu lelaki pucat itu bangkit, mengambil sesuatu yang dipastikan untuk mengerjai tubuh indah milik submissive-nya.
Jongin yang sudah kian lemas tiba-tiba dikejutkan dengan sesuatu benda yang tiba-tiba menempel dan menjepit kedua puting tegangnya. Sebuah benda bulat yang tersambung dengan seuntas kabel.
Nipple Massager.
Jongin diam saja saat mengetahui benda apa itu, toh benda itu akan membuat dirinya semakin mendesah dan menggelinjang nikmat akan sensasi geli di putingnya.
Belum selesai dengan Nipple Massager, kini Sehun memegang sebuah benda lonjong yang sedang bergetar dengan kuatnya. Apalagi kalau bukan Vibrator.
Jongin benci sekaligus senang akan kehadiran benda ini. Sebab, jika benda ini dimasukkan ke dalam lubang anusnya, Jongin akan merasakan betapa sakitnya double penetration dan dirinya sangat benci itu. Namun jika sudah menyerang telak prostatnya, lubang anus si manis akan semakin berkedut meminta lebih.
Drrttt drrtt.
"A-aahh!" Pinggul ramping itu seketika naik dan menggelinjang saat Sehun memainkan Vibrator miliknya disekitaran kepala penis Jongin.
"M-masterhh~" Sial, bahkan ini sudah berada di level maksimal.
Dan sialnya lagi, Vibrator dengan kekuatan getaran maksimal itu telah menempel dengan sempurna di penis mungilnya.
Sehun mengikat Vibrator itu di penisnya, dan dengan brengseknya lelaki pale itu sengaja meletakkan bagian kepala Vibrator pas didepan kepala penis Jongin, guna untuk semakin membuat si manis frustasi.
"Nyaahh Master.. Aahh~"
Kini tubuh indah itu menggelinjang hebat akibat sengatan listrik yang membuat sensasi geli di kedua putingnya dan getaran maksimal Vibrator di penisnya yang sialnya membuatnya mendesah nikmat dengan merdunya.
Penis milik Jongin perlahan kembali mengacung tegak dengan lelehan precum yang mulai menderas. Putingnya yang sudah keras semakin mengeras layaknya krikil akibat rangsangan alat yang kini menutupi kedua puting pink kecoklatan miliknya.
Belum siap sampai disitu, Sehun kembali dengan barang terakhir yang akan dipakaikannya untuk si manis.
Borgol besi berwarna hitam mungkin akan menjadi option terakhir yang akan Sehun pakaikan di tubuh si manis.
Langsung Sehun meraih tangan mungil Jongin yang sang empunya kini mendesah lirih akibat rangsangan-rangsangan yang berada di kedua pusat sensitifnya. Sehun memasangkan borgol yang telah menggantung di head bed itu di kedua tangan si Tan dengan posisi tangan Jongin telentang, mengikuti dimana posisi borgol tersebut.
Siap, kini santapan nikmat milik sang Serigala telah siap untuk dimangsa.
"Nghh.. Ma-masterhh aahh!" Baru saja selesai memakaikan benda-benda laknat di tubuh indah itu, Jongin sudah saja dilanda orgasme bahkan sebelum Sehun menyentuh tubuhnya dengan kedua tangan telanjangnya.
PLAK!
"Beraninya kau orgasme hasil benda-benda plastik itu dan bukan hasil tangan dan penisku!"
PLAK!
"ANGH!" Dua kali Sehun telah menampar penisnya yang mulai menegak itu. Bukannya kesakitan, lelaki Tan itu malah mendesah nikmat dan penis mungilnya semakin mengacung tegak dan berkedut-kedut.
"Baby bear-ku masokis hm?" Tanya Sehun sambil mengocok penis miliknya lalu menggoda bibir lubang anus Jongin.
"Nghh.." Jongin yang telah dilanda kenikmatan bertubi-tubi hanya bisa mendesah dan mendesah, tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Penis.. I need your cock Master, pleasehh~"
"Tease me. Goda aku kalau bisa, jalang." Ucap Sehun sambil menyeringai melihat Jongin yang sudah dikalapkan oleh nafsu.
Setelah berpikir keras dengan otak cantiknya, kini perlahan Jongin menggerakkan kaki sebelah kanannya kearah selangkangan Sehun.
Jari-jari kaki mungilnya menyentuh dan menggoda penis tegang milik Sehun. Mata bulatnya semakin menyayu, lidah panjang miliknya dijulurkannya dengan gerakan 'menjilat', dilanjutkan dengan menggigit dan mengulum bibir tebalnya. Tak lupa semakin mengeraskan suara desahan-desahan indahnya.
"Masterhh~ Fill my ahh slutty hole with your big dick please.. Tumbuk prostatku dengan telak menggunakan penismu.." Jongin dengan jalang dan binalnya menggesek-gesekkan kepala penis Sehun dengan kaki jari ibu dan telunjuk miliknya, tak lupa membuat ekspresi semenggoda mungkin.
"Sshhh.." Sehun memejamkan kedua matanya saat matanya melihat beruang manisnya yang begitu jalangnya menginginkan penis besar miliknya menumbuk lubangnya.
"Ahh Master Oh, make me just cum b-because of your deep moan.. Anghh!" Tiba-tiba Jongin kembali dilanda orgasme. Sial, ini akan membuat tubuhnya semakin sensitif.
"Terima ini jalang!" Tak menyia-nyiakan kesempatan, Sehun dengan sekali sentak memasukkan penis besarnya dilubang Jongin dan langsung menumbuk prostat si manis.
"Nyaahhh~~" Jongin mendesah nikmat dengan kuatnya disaat tubuhnya yang masih sangat sensitif itu ketika lubangnya disentak telak dengan penis raksasa milik Sehun yang langsung menyentuh prostatnya yang sepertinya sudah membengkak.
"Ahh.. Masterhh nghhh.." Sehun langsung menggenjot cepat penisnya dilubang Jongin, sehingga tubuh ramping itu sedikit tersentak-sentak di kasur.
"Sialhh.. Lubangmu selalu saja ketat, Kim.."
"Aahh ahh.. F-faster pleasehh~"
Tentu Sehun langsung menuruti perkataan sang beruang manis yang meminta Sehun untuk mempercepat gerakannya dilubang si manis.
"Nyaahh.. T-tidak kuaathh.. Terlalu nikmathh aahh~" Jongin mendongak keatas sepenuhnya dengan mulut sepenuhnya menganga lebar. Serangan kenikmatan bertubi-tubi datang mengaliri sekujur tubuhnya.
Nipple massager, vibrator yang bergetar maksimal di penis tegangnya, dan tumbukan kuat penis Sehun di lubangnya membuat dirinya seakan terbang di langit ketujuh. Bahkan rasa sakit yang berada ditangan mungilnya yang memerah akibat borgol besi itu pun telah kalah dengan rasa nikmat yang dirasakannya. Nikmat, nikmat sekali.
"Hikss.. Nghh nikmat sekali.. M-masterhh~" Jongin menangis. Menangisi kenikmatan yang dirasakannya.
"Hmmhh.. Baby boy your so tight~"
"Aahh ahh AAHH~" Dan untuk entah keberapa kalinya, Jongin kembali dilanda orgasme.
•*•*•*•
"A-ahh! Ngh! AHH~" Kini tubuh ramping itu menungging dengan indahnya di ranjang besar tersebut. Borgol besi masi setia mengunci pergerakan tangannya yang kian makin memerah. Tumbukan patah-patah milik penis Sehun semakin membuatnya semakin lemas saat penis raksasa itu menumbuk prostat bengkaknya.
"Le-lelah nghh Master.."
Sang Master tak peduli, terus menggenjot penis besarnya dilubang yang tak sempit-sempit itu dengan semangat. Dirinya baru saja keluar dua kali, kuat sekali bukan? Padahal, mereka sudah bercinta sudah hampir 3 jam. Walaupun Jongin yang sudah keluar 6 kali. Sehun sangat mengerikan.
"Ketatkan lubangmu jalang! Ahh.." Perintah Sehun sambil menampar bokong Jongin yang sudah sepenuhnya merah.
PLAK!
"Ahh Master~!"
"Nghhh.. Aahh." Desahan-desahan nistanya semakin melolong saat Sehun kini memainkan kedua puting keras Jongin, memilin dan menarik-nariknya.
"Yeah my baby.. Fuck you bitch! Nghh.."
"Fuck fuck fuckh! Aahh aahh.." Umpatan sekaligus desahan Jongin kembali menggema saat Sehun memainkan puting dan penisnya sekaligus. Gila, kenikmatan ini semua gila sekali.
"Mendesahlah untukku selalu, baby.."
"Nyaahh.. Anghhh ahh"
Sehun melumat bibir Jongin yang sedaritadi menganga itu dari belakang. Membuat desahan nista Jongin sedikit tertahan dan mereda.
"Nghh mpphh.."
Sehun melepaskan tautan bibir mereka, lalu semakin mempercepat genjotannya saat dirasakannya lubang milik Jongin dan penisnya yang mulai berkedut, menandakan keduanya akan dilanda orgasme sebentar lagi.
"Moan my name baby! Ahh.."
"S-sehunhh.. Master Sehunhhh~~"
"Yeah my slut, my baby boy.."
Sehun meraih penis mungil milik Jongin yang daritadi menggantung dan terguncang. Penis Jongin sudah sangatlah basah dan lengket akan cairan precum. Dikocoknya cepat penis mungil itu untuk cepat orgasme.
"Anghhh aahh Master.. Se-sehunhh.. NYAAHH MASTERHH~"
"FUCK KIM JONGINHH!"
Keduanya ambruk di ranjang Play room milik mereka tersebut. Sehun belum melepaskan tautannya di lubang senggama milik Jongin.
Sehun membangkitkan tubuh lelah miliknya, berniat untuk melepas borgol yang mengunci pergelangan tangan sang murid.
Setelah melepas borgol dari tangan Jongin, lelaki pucat itu langsung membaringkan tubuh lemas si tan disampingnya. Dapat dilihatnya lelehan air mata mengalir di mata cantik milik Jongin.
"Kenapa menangis?" Jongin hanya menggeleng lemah membalas pertanyaan Sehun.
Jongin menangis, menangisi masa remajanya yang diisi dengan menjadi jalang sang Kepala Sekolah yang sialnya dinikmatinya pula. Jongin tak munafik bila dikatakan dirinya sangat menikmati segala permainan Sehun. Dan dari awal mereka memulai hubungan panas ini, Jongin telah jatuh cinta kepada sang Master. Berkali-kali Jongin telah merutuki kebodohannya selama ini.
"Jongin.."
Lelaki tan itu merapatkan tubuhnya ke tubuh Sehun, memeluk penuh tubuh atletis itu. Dan menangis sejadi-jadinya saat mendengar ucapan yang terlontar dari sang Kepala Sekolah.
"Aku mencintaimu, Kai."
Sehun menyatakan cinta dengan menyebutkan nama orang lain, bukan dirinya.
Lelaki pucat itu tersenyum melihat tubuh mungil itu semakin bergetar saat dirinya mengucapkan kata cinta untuk orang lain. Sehun langsung mengelus bahu telanjang itu dengan lembut.
"Maaf aku hanya bercanda sayang. Aku mencintaimu, Kim Jongin." Ucap Sehun lalu mengeratkan pelukan keduanya.
"Hiks.. A-aku juga mencintaimu S-sehun. Jahat.. Hiks." Tangis si beruang sambil mendusel-dusel di dada Sehun.
END
Halo, salam dari triple Jongin!
Oneshoot ini aku ambil dari work HunKai Story Fanfiction aku di wattpad.
Udah lama berselancar di ffn, dan akhirnya memutuskan bakal ngepost cerita-cerita aku di lapak oneshoot yg di wp disini.
Btw, follow wattpad aku ya! — jonginjonginjongin
Disana ceritanya lebih banyak dari disini, hehe.
