Enjoy.
15.30
Setelah menyelesaikan urusan sekolahnya,Naruto kemudian bergegas untuk menuju tempat bekerjanya karena ada pesanan yang harus dia antar.Naruto berjalan menuju tempat parkir sambil mendengarkan lagu lewat Smartphone yang dibelikan oleh bos-nya sebagai bonus karena kinerjanya yang baik dan bagus.
"La la la la lalallalala owhhhh!!",Komat Kamit tidak jelas Naruto .
"Naruto-kun!",teriak Seseorang mengarah ke Naruto.
Naruto hanya diam saja karena tidak mendengar ada yang memanggilnya membuat orang disana pun jengkel.
"Naruto-kun!!!!",teriak orang itu lagi sambil berusaha menyentuh bahu Naruto namun naas dia malah tersandung sehingga menubruk Naruto yang sedang jalan santai.
Bruuukkk!!!
"Wadaaaawww",ucap Naruto sedikit meringis kesakitan sambil berusaha menggerakkan tangannya namun dia merasakan benda kenyal ketika meremat telapaknya,
"Ahh...",
"Eh apaan ini?",ujar Naruto bingung sambil mencoba lagi.
"Ahhhh...",
Naruto kemudian sadar dan melihat kalau yang sentuh adalah Dada dari...
"Eh Gabriel-san!",ucap Naruto kaget melihat gadis berambut pirang sama dengannya.
"E-Echiiii!!!",ujarnya dengan pipi memerah sambil memberikan tamparan mautnya.
"Adawwwww",teriak nista Naruto.
Yah itulah ganjaran yang Naruto dapatkan akibat dirinya memegang tempat terlarang seorang wanita walaupun bukan salahnya sih.tapi kembali ke peraturan no.1 "Wanita Tidak Pernah Salah".
"Jadi apa yang kau perlukan denganku Gabriel-san?",tanya Naruto kembali normal walau masih terlihat cetakan merah di pipi tampannya.
"Huh aku hanya ingin bertanya setelah ini apa yang akan kamu lakukan?",ucap Gabriel tenang.
"Bekerja",jawab singkat Naruto sambil melanjutkan jalannya menuju parkiran.
"A-Ano kalau boleh tahu kamu Kerja apa yaa?",tanyanya penasaran.
"Pengantar Barang di kantor *",jawab Naruto.
"Oh seperti itu,kalau begitu aku pamit dulu Naruto-kun",ujar Gabriel sambil berlari ke arah luar Sekolah dan melambaikan tangan.
Naruto hanya mengangguk saja.Kemuian dia memakai helm dan menstater motornya keluar dari kawasan Sekolah.
Di perjalanan dirinya tak sengaja melihat Sang Fuku Kaichou ( Gabriel ) yang sedang menunggu bus namun keadaan haltenya sepi.
"Gabriel-san mau bareng?",ajak Naruto memberhentikan laju motornya.
"B-Bareng denganmu?huh tidak mungkin",tolaknya sambil memalingkan wajah cantiknya.
"Yasudah kalau begitu aku duluan ya,hati hati ada anjing liarrr",ucap Naruto menakut nakuti membuat Gabriel langsung panik.
"A-Ah Kalo gitu yasudah jika kamu m-memaksa",ujar Gabriel jual mahal namun tetap mendekati Naruto.
"Lah?",
"Cepatlah!,Awas saja kau sengaja mengerem ngerem kan motor mu nanti",ancam Gabriel memperingati.
Sementara Naruto hanya cuek bebek saja dan menjalankan motor maticnya setelah Gabriel naik di belakangnya dengan duduk miring.
Kaguya saat ini sudah berada di rumah setelah pertemuan dirinya dengan Naruto di ruangannya tadi.Dirinya masih mengurusi berkas berkas yang akan dia bawa sekaligus dia berikan kepada Naruto sebagai pegangan nanti.
"Huh semoga saja dia tidak membuat masalah yang merepotkan nanti",guman Kaguya sambil menulis.
Selama perjalanan di atas motor hanya terjadi keheningan di antara mereka berdua yang dimana Naruto hanya fokus ke jalan dan Gabriel yang entah memikirkan sesuatu.
Gabriel tak sengaja menghirup bau Citrus dari arah Badan Naruto yang membuatnya seketika tenang dan merasa nyaman.Dirinya merasa Naruto bukan orang yang seperti di bilang oleh Ino teman sekelasnya yang hobi menghina Naruto terang terangan didepan banyak orang.
Dirinya pun mencoba mengintip sedikit sedikit lewat spion melihat wajah tenang Naruto yang terlihat menarik dan tak sadar pipinya memerah sendiri entah karena apa itu.
"Kamu kenapa Gabriel-san?",ucap Naruto membuka percakapan.
"Eh apaan?aku tidak apa apa kok",tersentak Gabriel dengan suara Naruto.
"Dari tadi kamu memerhatikan ku lewat spion",ujar Naruto jujur.
"A-Apa Mana ada!kepedean d-dasar!",ucap Gabriel tak terima sambil memukul pundak Naruto hingga membuat keseimbangan motornya sedikit oleng.
Ckkittt!!
Gabriel yang kaget pun otomatis memeluk Naruto tak sengaja,begitu juga Naruto yang sedikit panik namun masih bisa mengendalikan motornya.
"A-Ano Gabriel-san tanganmu",ucap Naruto pelan.
"Eh?",Gabriel yang terkejut buru buru melepas tangannya yang melingkar diperut Naruto sambil membuang muka agar Naruto tak menyadari jika pipinya sudah sangat merah seperti tomat.
Gabriel sempat merasa nyaman dengan posisi tadi dan merasakan sedikit perut kekar Naruto walau masih tertutup dengan pakaiannya.
"Eh apa yang kupikirkan",Batinnya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Duh mana sih bocah kampret itu,apa dia tak sadar kalau ada beberapa barang yang harus dikirim hari ini",ujar seseorang menunggu kedatangan Naruto.
Dari kejauhan muncul Naruto dengan motornya menuju ke arah dirinya,kemudian dia mengambil nafas untuk,
"NARUTO!!!!!!!!! KAU KEMANA SAJA HAH?PASTI KAU JALAN DENGAN GADISMU KANNN",teriak Nista orang tersebut.
Naruto yang sudah terbiasa dengan hal itu cuek bebek saja dan memarkir motornya di halaman.
"Jadi ada berapa barang yang harus ku antar nanti?",tanya Naruto to the point.
"Huh bocah sableng bukan ucap salam dulu",ujarmya tak terima.
"Hah bahkan kau teriak teriak seperti itu terus terusan bos",
"Heh aku kan bos!!",
"Jadi?",
"Hah baiklah,ini ada 5 Barang saja namun lokasinya sedikit jauh di komplek orang kaya *",ujar sang Bos memperjelas.
"Loh kenapa harus aku terus kalau ke komplek orang kaya?",ucap Naruto tak terima.
"Sudahlah,mereka kan lebih senang menerima pemuda tampan seperti mu walau aku berat mengakuinya",balas sang Bos sedikit iri.
"Hah baiklah kalau begitu aku akan berganti pakaian dulu bos",
"Ok nanti bilang jika ingin berangkat",
19.30
Sesudah berganti pakaiannya yang identik kemeja biru dan celana hitam panjang dibalut sepatu hitam,Naruto kemudian mengantarkan barang barangnya ke satu persatu rumah tujuannya hingga dirinya sampai di rumah terakhir.
"Permisi,Barang No.* telah tiba",ucap Naruto sambil memencet bel.
Ting tong
"Iya mohon tunggu sebentar",teriak seseorang dari dalam.
Setelah sekitar 5 menitan keluar seorang gadis muda yang diperkirakan seumuran dengan Naruto.
"Maaf menunggu,barang ku sudah ti-",
"Selamat malam",ucap sopan Naruto menebar senyumnya.
"-ba",ucapnya terpotong setelah melihat wajah tampan Naruto sehingga dirinya terbengong saja.
"Maaf Nona?",
"E-Eh iya aduh barang ku sudah tiba yaa",ujarnya gagap karena terpesona dengan Naruto.
Naruto memang mempunyai wajah yang tampan walau jarang banyak yang melihatnya karena semua orang lebih fokus melihat finansial seseorang sehingga Naruto sedikit tersingkir dari daftar Lelaki Tampan di sekolahnya.Namun berbeda jika diluar,Naruto yang berpakaian seperti orang dewasa menjadi idola para gadis yang menunggu barangnya tiba sehingga mereka lebih suka memakai jasa antar kantor Naruto dengan request Pengantar Barang nya harus Naruto dan mereka juga mengeluarkan sedikit biaya tambahan untuk request tersebut.
"Iya ini nona,maaf kalau telat sampainya",jawab sopan Naruto.
"Hahahaha tidak apa apa kok,ngomong ngomong bolehkah aku mengetahui nama mu?",tanya Gadis tersebut.
"Nama saya Naruto nona",ucap Naruto.
"Hanya Naruto?", tanyanya.
"Betul nona",jawab sopan Naruto.
"Kalau begitu perkenalkan namaku Megumi
Fujita",ucapnya memperkenalkan diri.
Naruto hanya menanggapinya dengan senyuman dan izin pamit karena sudah selesai tugasnya.
"Kalau begitu saya pergi dulu nona,terima kasih telah memakai jasa layanan kami",ujar Naruto memberikan senyumannya.
"Ah kalau begitu hati hati ya Naruto-kun",ucapnya Frontal.
Setelah kepergian Naruto,Gadis tersebut pun masuk sambil mengingat hal tadi,
"Lain aku pakai jasa request aja yaa biar bisa ketemu dengannya lagi fufufu",gumamnya sendiri.
"Kamu kenapa ketawa ketawa sendiri Fujita-chan?",
"Eh Kaa-san,tidak hanya mengingat petugas antar yang Tampan tadi",ucapnya jujur.
"Heh benarkah,anak Kaa-san sudah mulai genit yaa",goda sang ibu.
"Soalnya baru kali ini aku terpesona dengan seseorang Kaa-san, semoga saja aku bisa bertemu dengannya lagi",harap Fujita sambil membuka barang bawaannya.
"Yah semoga saja sayang",ucap sang ibu sambil mengelus rambut pendek anak Cantiknya yang halus.
Bersambung...
