Enjoy .
Konoha merupakan kota metropolitan yang begitu menyaingi kota-kota besar di Jepang seperti Tokyo,Kyoto,Nagoya,Dll.Di kota ini merupakan ladangnya para Pebisnis menaruh Saham di perusahaan yang terkenal dan tersukses agar bisa meraup keuntungan yang berlimpah dari hasil tersebut.
Namikaze Corp merupakan Perusahaan yang berada di urutan Pertama sebagai yang terbaik,di ikuti oleh Uchiha Corp dan Sarutobi Group dibawahnya.
"Art-chan kamu mau ikut Karaoke pulang nanti bersama teman-teman dikelas?" Tanya Rin sambil menunggu di depan kelas.
"Gomen-ne,aku tidak bisa hari ini." Jawab Arthuria sambil menenteng tas yang baru dia bereskan.
Rin Tohsaka adalah Teman/Sahabat Arthuria dari mereka di TK bersama-sama,jadi dia mengerti semua tentang Arthuria dari luar hingga dalam.
"Kalau gitu aku juga enggak deh,"
"E-Eh kenapa?"
"Habisnya ga ada kamu,jadi tidak seru ew."
"Kamu ini... ~ bilang saja takut lupa arah jalan pulang hihihi,"
"Aaaahh Art-chan mah selalu gitu hmmph!"
"Hahaha iya iya Gomen-ne,aku hanya bercanda Rin-chan."
"Yasudah kalau begitu ayo kita pulang,"
"Hu'm."
20.00
Kedai Ramen merupakan tempat nongkrong Naruto setiap dia selesai bekerja dimalam hari.Yah Naruto merupakan pecinta Ramen sejak dia masih tinggal di Panti dan selalu berkata kepada teman-temannya di Panti bahwa Ramen merupakan makanan para Dewa yang sukses membuat semua temannya Sweatdrop berjamaah.
"Mau tambah lagi Naruto-kun?"
"Hu'm satu mangkok lagi Ayame-nee!" Ujar Naruto dengan bersemangat hingga sukses membuat Ayame terkikik geli melihat tingkah laku Naruto.
Yah seperti yang kita ketahui Ayame merupakan orang yang menjalankan Kedai Ramen di kota ini karena Ayahnya juga membuka kedai ramen di kota besar lainnya.
Ayame sendiri merupakan Wanita berumur 22 Tahun dan statusnya masih lajang hingga sekarang.Dia lebih memilih mengikuti ayahnya berjualan ramen ketimbang masuk ke perguruan tinggi karena mendiang ibunya merupakan Chef Ahli dalam membuat Ramen,hal tersebut lah yang membuat Ayame ingin menjadi seperti ibunya.
Dia senang jika Naruto sudah mampir kesini,karena melihat wajah semangat Naruto ketika memakan bermangkuk" Ramen membuat nya yang tadinya sudah lelah menjadi semangat kembali.
"Bagaimana dengan Sekolah mu Naruto-kun?apa ada kendala?" Tanya Ayame sembari mengelap mangkuk yang dia sudah cuci.
"Tidak ada kendala kok Ayame-nee,semua baik baik saja," Jawab Naruto yang sudah menghabiskan Ramennya sambil memberikan jempol ok.
"Baguslah kalau begitu,tetap Rajin belajar yaa agar nanti kamu bisa masuk perguruan tinggi yang bergengsi," Ujar Ayame sambil menasehati.
"Tentu saja Ayame-nee,sudah pasti itu hehehe." Balas Naruto cengengesan.
"Mouu~ kamu ini,"
*Braaakkk!!*
Terdengar suara bangku dijatuhkan dari arah pintu masuk yang membuat beberapa pelanggan kaget ketika sedang menyantap hidangan Ramen di kedai milik Ayame.
"Hoiii hik~ berikan aku duit sekarang hik~," Ucap seorang preman dalam kondisi mabuk memasuki kedai Ayame.
Ayame sendiri mukanya langsung pucat ketika melihat orang tersebut yang sukses membuat Naruto menaruh curiga.
"Siapa dia Ayame-nee?" Tanya Naruto datar.
"A-Ano dia orang yang sering memalak kedai-kedai di wilayah sini Naruto-kun." Jawab Ayame sedikit takut.
Mendengar jawaban Ayame seperti itu membuat Naruto langsung paham.Tanpa ba-bi-bu dia bangkit dari kursinya dan langsung menarik kerah preman tersebut ke arah luar.
*Wushhh*
*Buugghh!*
Preman tersebut terpental ke arah tempat pembuangan sampah yang dilakukan oleh Naruto sendiri.
"Cih!"
"Hoiii! Apa maksud hik~ mu bocah hahh!? " Ucap ngelantur Preman tersebut yang sudah bangkit.
"Tidak ada maksud apa-apa namun jika kau masih berkeliaran disini, kupastikan kau tidak bisa melihat matahari besok." Ujar Naruto dingin.
Kejadian tersebut sukses jadi perhatian orang disekitar termasuk para pemilik kedai di samping" Ayame yang ikut berhamburan keluar.
"K-Kurang ajar!! Kuhabisi kauu!" Teriak preman tersebut tak terima sembari berusaha memukul Naruto.
Melihat Pukulan yang akan datang membuat Naruto menghela nafas lelah.Kemudian dia langsung menangkap pukulan tersebut dan mengunci tangannya ke arah punggungnya.
*Stap!*
"Aaarrrggghh! apa yang kau lakukan bocah!?,lepaskan!!"
"Kuharap kau tidak muncul di sini lagi atau kupatahkan tanganmu ini hm?" Bisik Naruto di ikuti dengan meremas tangan preman tersebut.
Preman tersebut merasakan remasan dari Naruto yang membuat tangannya serasa di koyak koyak pun langsung melarikan diri dengan sempoyongan.
"Akhirnya pergi juga," Guman Naruto pelan.
Ayame yang melihat preman tersebut melarikan diri pun menghampiri Naruto.
"Nar-.."
"Naruto-kun??" Suara seorang gadis.
Panggilan Ayame terpotong oleh suara seorang Gadis yang muncul sedari tadi di situ yang membuat Naruto langsung menolehkan pandangannya.
"Ah Ano-,"
"Aku Hyuga Hinata,teman satu kelas mu." Ucap Hinata memperkenalkan dirinya.
"Bukan itu,aku sudah tahu kamu teman sekelas ku namun yang aku ingin tahu sedang apa kamu disini?" Tanya Naruto bingung.
"E-Eh itu gimana yaa,a-aku hanya sedang jalan-jalan yaa jalan-jalan hehehe," Jawab Hinata pipinya memerah karena malu salah persepsi kepada Naruto.
Naruto mendengar jawaban gugup dari Hinata pun hanya tersenyum tipis.Seperti diketahui kalau Hinata itu merupakan orang yang kikuk dan pemalu di kelas.Namun ada satu hal yang tidak Naruto ketahui,yaitu Hinata yang sering memerhatikan dirinya setiap saat bahkan hingga waktu pulang sekolah tiba.
"Jadi Hyuga-san bukankah berbahaya berjalan Sendiri dimalam hari,jadi lebih baik kamu cepat pulang," Ucap Naruto
"Aku memang mau pulang,hanya saja-,"
"Iya?"
"Aku lupa arah jalan pulang."
Melihat Hinata berkata dengan wajah polos membuat Naruto dan Ayame yang melihat itu Sweatdrop.Jadi bagaimana dia bisa pergi keluar namun jika pulang lupa jalan kerumahnya.
"Yasudah kalau begitu nanti ku antar pulang,namun kamu tunggu sebentar di kedai ramen ini ya karena aku masih ingin makan," Ujar Naruto berjalan masuk kedalam kedai.
"Heh ~ bukankah kamu sudah makan banyak tadi Naruto-kun?" Tanya Ayame yang sambil mengkode Hinata untuk mengikutinya.
"Aku masih lapar Ayame-nee,lagipula aku lelah sehabis mengantar tadi," Balas Naruto mendudukkan dirinya.
Hinata pun ikut duduk di samping Naruto sambil melihat lihat sekeliling kedai milik Ayame tersebut.
"Kamu sudah makan?" Tanya Naruto tiba-tiba.
"Eh? S-Sudah kok Naruto-kun," Jawab Hinata
*Kruyuuk*
Terdengar suara Cacing berdemo dari perut Hinata yang sukses membuat Naruto tertawa pelan.Hinata sendiri langsung menundukkan wajahnya malu karena ketahuan berbohong.
"Kamu ini kalau belum makan bilang saja, Ayame-nee satu mangkuk untuk dia tolong buatkan ya,"
"Hai Naruto-kun."
Kushina sudah tiba di bandara pukul 7 Malam tari setelah penerbangan yang melelahkan dari Konoha.Dia rela melakukan ini untuk bisa bertemu dengan Anak kandung nya yang hilang waktu masih kecil.
"Fiuhhh akhirnya tiba juga,kuharap dia tidak mengusir ku nanti karena telah lama menelantarkannya." Guman Kushina melihat foto Naruto di ponselnya.
Dan Kushina langsung mencari Hotel terlebih dahulu karena dia memang butuh istirahat dan akan mencari Tempat tinggal Naruto besok.
20.30
"Jadi bisa beritahu aku mengapa kamu keluar malam malam?" Tanya Naruto yang saat ini mengendarai motornya.
"Tadi aku sedang mencari toko buku yang menjual Novel yang sedan tenar,namun mereka semua kehabisan stok jadi aku bingung dan malah jalan nyasar hehehe," Jawab Hinata.
"Lain kali hati" karena kadang banyak orang aneh di malam hari yang berkeliaran," Balas Naruto menasehati.
"Hu'm Naruto-kun." Ucap Hinata menurut.
SKIPTIME
"Aku tidak tahu kalau Rumahmu itu beda satu blok dengan Apartemen ku," Ujar Naruto heran karena baru tahu jika Hinata tinggal sedekat ini dengan tempat tinggalnya.
"Benarkah?bahkan aku sudah tahu lama kalau kamu tinggal di apartemen sebelah hihihi." Ucap Hinata terkikik.
Saat sedang asik mengobrol didepan Rumah Hinata,keluar wanita berumur sekitar 35 an ke atas.
"Hi-chan sudah pulang yaa,Ara ternyata di antar lelaki fufufu," Ucap sang Ibu menggoda Hinata.
"Kaa-chan!" Teriak Hinata kaget.
"Jadi siapa namamu pemuda-san?" Tanya sang Ibu menghampiri mereka.
"Maaf kalau menganggu nama saya Naruto bibi,salam kenal." Ucap Naruto sambil membungkukkan badannya.
"Hai salam kenal Naruto-kun,perkenalkan juga naman Bibi Hyuga Asahi." Balas Asahi.
Naruto hanya membalas dengan senyuman dan izin pamit untuk pulang.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu yah bibi,"
"Eh kok buru buru Naruto-kun,tidak mau mampir dulu?"
"Tidak usah bibi hari sudah malam,mungkin lain kali saja,"
"Yasudah Kalau begitu hati hati yaa,hei Hinata kamu diam saja?"
"A-Ano hati hati yaa Naruto-kun,"
"Yah Hyuga-san,kalau begitu aku pulang dulu."
Setelah kepergian Naruto,Hinata langsung masuk kedalam rumah di selingi dengan candaan oleh sang Ibu yang terus menggoda dirinya.
Bersambung...
