Di hotel kota Kuoh yang begitu nyaman di singgahi saat ini Arthuria sedang beristirahat sejenak karena dirinya baru saja tiba di kota ini setelah penerbangan yang cukup melelahkan.
Arthuria harus menjalani pertukaran pelajar dan Kaa-chan nya juga sempat memberikan alamat bahwa dirinya harus menginap disana setelah selesai menginap di hotel.
Dirinya sendiri sebenarnya penasaran dengan yang di bicarakan oleh Kaa-chan nya waktu itu.Kaa-chanya bercerita bahwa dia akan tinggal dengan kakak kandungnya yang sudah lama menghilang dan entah kenapa hal tersebut membuat Arthuria penasaran dan deg-degan sendiri.
"Semoga saja tidak ada masalah.." Gumamnya selagi masih rebahan di kasur yang empuk.
Kemudian dirinya bangkit dan membuka koper yang dia bawa tadi.Dirinya mencari sebuah Barang yang akan di berikan kepada kakak kandungnya nanti,yaitu sebuah Jam Tangan yang cukup mahal namun untuk ukuran Finansial keluarganya harga mahal bukan masalah.
"Semoga saja dia suka hihihi.." Ucap Arthuria tersenyum.
oOo
"Bagaimana rasanya Naru-chan?" Tanya Konan penasaran.
Naruto yang sedang mengunyah pun sedikit melirikan matanya ke arah Konan yang memasang muka begitu penasaran,lalu dirinya tersenyum dan menjawab.
"Tidak enak!" Ucapnya keras.
"Hah?! Tapi kamu makan sampai lahap gitu huh~." Balas Konan tak terima hingga membuatnya cemberut.
"Hehehe bercanda,lain kali buatkan lagi ya," Ujar Naruto memberikan senyum.
"Tentu!,untuk mu apa sih yang tidak.." Jawab Konan semangat.
Akhirnya mereka berdua tertawa bersama sama sambil berbincang di jam istirahat.
Namun mereka tak sadar jika sedari tadi kegiatan mereka ada seorang gadis berambut abu-abu yang mengawasinya dengan mata yang begitu tajam.
"Cih!awas saja,aku takkan kalah!" Ucapnya lalu pergi dari tempat tersebut.
SKIPTIME
Setelah selesai dengan sekolah dan pekerjaannya,malam itu Naruto langsung pulang karena dirinya sekarang tidak tinggal sendiri.Yah biasanya dirinya akan mampir ke kedai Ramen langganan nya setiap sehabis bekerja,namun karena sekarang Konan tinggal bersamanya dan sudah pasti dia selalu membuatkan makan malam untuknya.
Saat sedang memacu motor maticnya secara pelan,Naruto langsung menepi untuk sekedar mampir ke Supermarket untuk membeli sedikit cemilan dan minuman.
Setelah memarkir dan melepas helm,dirinya kemudian masuk dan langsung di sambut oleh salah satu petugas kasirnya.
"Selamat datang!"
Naruto hanya membalas dengan senyum dan mengambil troli selagi menuju tempat cemilan yang ingin dia beli.
Saat asik melihat-lihat, dirinya tak sengaja di tubruk oleh seseorang dari belakang,
Jedugg*
"Aduh!aku sungguh minta maaf,tadi itu tidak sengaja." Ucap seorang Gadis dengan suara halus.
Naruto pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menubruknya.Terlihat seorang Gadis yang mungkin semumuran dengan dirinya mempunyai rambut pirang dan mata emerald yang begitu indah,apalagi dengan rambut yang dikuncir dan poninya yang di biarkan menyamping.Satu hal dalam pikiran Naruto,
'Cantik'
"A-Ano,apa anda tidak apa apa?" Tanya Gadis tersebut.
"A-Ah iya aku tidak apa apa kok." Ucap Naruto yang baru sadar dari pikirannya.
"Sungguh aku tidak sengaja,jadi maafkan aku," Ujar Gadis tersebut sambil membungkuk.
"Sudahlah, lagipula hanya hal seperti itu kok dan saya permisi ya." Balas Naruto melanjutkan jalannya.
Namun ketika memasuki langkah ketiga,ada yang menarik saku jaketnya.Naruto menoleh dan melihat Gadis tadi menatapnya dengan mata yang berkaca kaca.
Ekspresi Naruto? Dirinya tak paham apa yang membuat Gadis tersebut ingin menangis.
"B-Bolehkah A-Aku bertanya S-Sesuatu?" Tanya Gadis tersebut pelan.
"A-Ah iya tent-tu," Jawab Naruto sedikit gusar.
"Apa benar Namamu Naruto?" Tanya Gadis tersebut.
Naruto mendengar gadis tersebut mengetahui namanya pun terkejut, yah karena bagaimana dia bisa tahu namanya sedangkan mereka baru saja bertemu dan Naruto pun akhirnya membalas,
"Yah benar itu nama saya,bagaimana anda bisa tahu?" Tanya Naruto penasaran.
Brugghh*
Bukannya mendapat jawaban, justru Naruto mendapatkan pelukan yang begitu erat dari gadis tersebut.Naruto dapat merasakan gadis tersebut malah makin terisak dan memeluknya dengan erat.
Naruto sendiri berusaha melepaskan diri namun sia sia karena dirinya tak mau menyentuh tubuh Gadis sembarangan.
"Maaf kenapa anda menangis dan memeluk saya?apa ada sesuatu?" Tanya Naruto yang masih dipeluk dan sedikit mencium aroma wangi dari tubuh gadis tersebut.
"M-Maaf kalau tiba-tiba,hanya saja aku tak menyangka bisa bertemu dengan dirimu disini."
Ujar Gadis tersebut.
"Bertemu?" Beo Naruto bingung.
"Perkenalkan namaku Namikaze Arthuria dan aku adalah adik kandungnmu." Ucap Arthuria sambil menebarkan senyum manisnya.
"Namikaze?" Guman Naruto.
Dirinya langsung teringat dengan pertemuan Beberapa hari yang lalu dengan ibunya,dan dirinya baru sadar jika Namikaze adalah Marga dari Ayahnya yang berarti...
"Kau adikku?" Tanya Naruto.
Arthuria pun mengangguk senang.
Naruto pun memerhatikan Arthuria dari atas kebawah secara detail dan satu hal yang dia dapat,
'Mirip'
Akhirnya Naruto bisa sedikit tenang dari keterkejutan nya dan bertanya.
"Baiklah kalau kamu memang adikku,jadi dimana kamu tinggal?" Tanya Naruto to the point.
"Oh aku menginap di Hotel seberang dan Kaa-chan berpesan padak-.."
"Yah aku sudah tahu." Ucap Naruto memotong perkataan Arthuria.
"Tahu apa?" Tanya Arthuria bingung.
"Pasti Dia menyuruhmu untuk tinggal bersama ku kan?" Tanya Naruto walaupun sudah pasti jawabannya iya.
"Betul,kok kamu bisa tahu?"
"Sudah, sekarang lebih baik cepat kemasi barangmu dan kita akan pulang ke apartemen ku malam ini juga." Ucap Naruto jelas.
"Oke!" Balas Arthuria sambil mengacungkan jempolnya.
Melihat itu Naruto hanya tersenyum,namun dirinya lupa jika di apartemen nya ada seseorang yang menunggu.
Setelah menunggu sekitar 15 menitan akhirnya Arthuria keluar sambil membawa satu Koper dan tas ransel di punggungnya.
Kemudian Naruto meletakkan koper di kakinya dan menyuruh Arthuria naik ke motornya.
"Pegangan karena jalanan disini sepi kalau malam," Ucap Naruto memperingati.
"Memangnya kenapa Naru-nii?" Tanya Arthuria penasaran dan sudah memanggil Naruto dengan sebutan kakak.
Mendengar Arthuria memanggilnya seperti itu entah kenapa membuat Hati Naruto jadi sejuk,mungkin ini yang dulu dirinya impikan yaitu mempunyai keluarga.
"Jaga jaga ada orang jahat Arthuria." Balas Naruto langsung menjalankan motornya.
Mendengar ucapan sang kakak mau tak mau Arthuria menuruti hal tersebut.
• Kehidupan Di Mata Birumu •
Sesampai di apartemen nya,Naruto langsung mengambil Koper milik Arthuria dan mengkode untuk mengikutinya.Arthuria pun tersenyum dan langsung mengikuti Naruto dari belakang.
Ckleek*
Ketika Naruto membuka pintu, dirinya langsung terkejut melihat Konan yang menatapnya dengan tajam.
"Konan-nee?" Ucap Naruto yang baru sadar jika Konan sudah tinggal bersamanya.
"Jadi bisa jelaskan siapa gadis itu hm?" Tanya nya dengan memicingkan mata.
Arthuria yang di tatap seperti itu malah membalas dengan mata yang menyorot dengan tajam bahwa dirinya juga tidak takut.
"Dia siapa Naru-nii?" Tanya Arthuria.
Naruto yang melihat situasi ini pun hanya menghela nafas lelah dan mulai menutup pintu.
Setelah beberapa menit penjelasan akhirnya Konan dan Arthuria mengerti dan saling tersenyum masing masing.
"Hebat juga ya Naru-nii bisa tinggal dengan seorang gadis yang lebih tua berduaan," Ujar Arthuria sambil melirik Naruto yang sedang duduk diam.
"Apa maksudmu bocah?!" Tanya Konan tak terima.
"Tidak ada maksud apa apa woee!" Jawab Arthuria sambil meledek.
"Awas kau bocah!" Ujar Konan.
"Kutunggu itu ONEE-CHAN!." Balas Arthuria penuh penekanan.
Naruto yang melihat situasi tersebut hanya menghela nafas lelah.Mungkin hari harinya esok akan dipenuhi dengan peperangan dalam Apartemennya.
"Nasibku~..."
Hari yang harusnya cerah bagi Naruto sekarang menjadi hari hari yang begitu merepotkan,bagaimana tidak?semalaman dia sama sekali tidak bisa tidur akibat dua orang penghuni apartemennya (tukang numpang) berebut posisi untuk tidur bersamanya.
Jelas hal tersebut membuatnya seperti benda yang di tarik kesana kemari hingga akhirnya dia tak tahan dan keluar dari kamar,secara terpaksa dia harus tidur di sofa untuk malam itu dengan cuaca yang begitu dingin.
Setelah mendapat posisi yang nyaman Naruto belum bisa tidur juga karena pikirannya kali ini.Dalam benaknya entah kenapa akhir akhir ini kehidupannya yang menurutnya suram jadi sedikit bewarna.
Ya untuk sekarang dia hanya akan mengikuti arusnya terlebih dahulu,entah apa yang terjadi nanti itu belum terpikirkan.Hingga akhirnya Naruto terlelap dengan wajah yang begitu tenang dan nyaman.
~
"Hoi kalian sedang apa?" Tanya Naruto datar melihat Konan dan Arthuria dalam posisi seperti orang yang bergulat.
"NARUTO!!!,AJARKAN ADIKMU INI APA YANG NAMANYA SOPAN SANTUN YAAAA!!!!" Teriak Konan kesal sembari mencoba melepas kuncian Arthuria.
"URUSAII!! BAKA ONEE-CHAN!!!" Balas Arthuria semakin mengeratkan kunciannya.
Naruto melihat itu hanya menghela nafas lelah dan kembali menutup pintu kamar tersebut.Dalam hari libur seperti ini yang harusnya tenang malah menjadi bising akibat kelakuan kedua orang tersebut.
Ketika sedang bersantai menonton acara di Televisi,Naruto dikejutkan oleh Arthuria yang menghampirinya dengan senyuman sembari menyembunyikan sesuatu di belakangnya dan itu membuat keningnya berkerut.
"Kenapa kamu senyum senyum begitu?" Tanya Naruto melihat gelagat aneh dari Arthuria.
"Ano aku punya sesuatu untukmu." Ucap Arthuria yang membuat Naruto penasaran.
"Apa itu?"
Arthuria pun menunjukan sebuah kotak kecil berwarna Oren dan memberikan ke Naruto.
"Taaraaa!!"
"?"
Naruto pun menerima pemberian itu dan langsung membukanya.Dirinya melihat sebuah Jam yang terlihat elegan bewarna abu" gelap.
"Jam tangan dan..." Guman Naruto dan melihat sebuah cincin perak.
"Cincin?" Beo Naruto bingung melihat isi yang berada di bawahnya.
"Yepp! aku juga memakai dan itu bukti kalau kita adalah saudara kandung." Jawab Arthuria penuh semangat.
Namun hal berbeda berada dalam pikiran Naruto,menurutnya ini seperti cincin orang yang sudah bertunangan.Naruto merasa adiknya ini masih sedikit polos tentang hal hal seperti itu karena kehidupan sekitarnya selama ini.
Arthuria pun mengambil Cincin yang berada di kotak tersebut dan menarik tangan Naruto untuk memakaikan cincin tersebut di jari manisnya.
"Nah cocok kan!" Ujar Arthuria melihat dia berhasil memasangkan dan menunjukan tangannya juga.
Naruto hanya diam tak bisa berkata kata karena kepolosan Arthuria akan hal tersebut.
'Arthuria...' Batin Naruto
~
Kaguya dan Gabriel saat ini sedang berjalan jalan Di sebuah pusat perbelanjaan,namun tak sengaja Kaguya melihat Naruto yang sedang berjalan dengan seorang Gadis yang mempunyai rambut pirang panjang yang merangkul lengan Naruto.
"Naruto?" Guman Kaguya hingga terdengar oleh Gabriel.
"Naruto-kun?"
"Iya Gabriel coba kamu lihat disana." Ucap Kaguya sambil menunjukkan posisi Naruto.
"Oh disitu...,Hey! dia bersama seorang Gadis Kaguya ..." Ujar Gabriel terkejut.
Kaguya melihat itu pun entah kenapa merasakan cubitan di hatinya dan dirinya pun langsung bergegas untuk mengikutinya.
"Oi oi! Kaguya mau kemana?" Tanya Gabriel yang melihat Langkah Kaguya semakin menjauh.
Namun dirinya tak mendapat jawaban dan terpaksa juga ikut mengikutinya.
Di lain sisi saat ini Naruto dengan sangat terpaksa menemani Arthuria yang ingin berbelanja sesuatu,awalanya dirinya menolak namun melihat wajah Arthuria yang mau menangis membuat dirinya tidak tega.Untung saja Konan sedang pergi bersama temannya,jika tidak dirinya yakin pasti akan terjadi perang dunia di apartemennya.
"Apa yang ingin kamu beli Arthuria?" Tanya Naruto pelan.
"Ada deh,cuman kita ke kafe dulu yukk! Aku lapar soalnya." Ajak Arthuria menarik Naruto.
"Hai~ Hai!" Jawab Naruto tidak rela.
Beberapa saat kemudian Naruto pun tiba di sebuah Kafe yang begitu ramai oleh anak muda,namun tanpa di sangka ternyata di sana ada Kaguya dan Gabriel yang sudah duduk sambil meminum kopi bersama.
Naruto yang tak sadar pun di panggil oleh Kaguya yang ternyata sudah duluan disini menunggu kedatangannya.
"Ara~ Naruto-kun disini sedang apa?" Tanya Kaguya to the point dengan senyuman manisnya namun bagi yang sering melihatnya itu merupakan senyuman Shinigami.
Naruto pun tersentak mendengar suara tak asing di telinga nya,dirinya pun menoleh dan mendapati Kaguya dan Gabriel sedang memandang dirinya terlebih mereka sangat memfokuskan pandangannya ke arah Arthuria.
Arthuria yang mendengar seseorang memanggil Naruto pun menoleh juga,dia melihat dua gadis yang cantik sedang menatap dirinya begitu intens.
"Oh ada kalian,sedang apa disini?" Tanya Naruto balik.
"Kami sedang beristirahat dan enak ya jalan" di hari Minggu bersama Pacar." Ucap Kaguya dengan penekanan di akhir kalimatnya.
"Fufufufu~ Naruto-kun ternyata hebat juga dalam mencari pasangan," Tambah Gabriel.
Naruto yang mendengar itu pun ingin menjawab untuk memberitahu hal sebenarnya namun sudah keduluan oleh Arthuria.
"Mereka siapa Sayang?jangan jangan selingkuhan mu yaa?" Tanya Arthuria dengan kalimat yang begitu ngawur sambil berusaha mendekap tangan Naruto dipelukannya.
"Oi oi oi,kamu itu-" Perkataan Naruto pun terpotong ketika Arthuria menunjukan pergelangan tangannya.
"Padahal kita sudah tunangan,kamu masih saja suka bermain dengan para gadis." Kata Arthuria dengan nada yang dibuat-buat.
Sontak hal tersebut membuat Kaguya dan Gabriel melotot setengah mati.Mereka melihat cincin yang melingkar di jari gadis tersebut dan juga melihat Jari Naruto yang sama memakai cincin tersebut.
'oh tidak,mereka pasti berpikir yang aneh-aneh.'
"Oh jadi begitu yaa Naruto-kun,aku tidak tahu ternyata kamu sudah bertunangan dengan seorang Gadis yang begitu Cantik dan Manis," Ujar Gabriel sambil berusaha memanas-manasi keadaan.
Kaguya pun menunduk sambil mengepalkan tangannya karena kesal entah karena apa dia bisa seperti itu.
Naruto sendiri saat ini sudah keringat dingin karena tak tahu harus bagaimana terlebih lagi mereka juga jadi pusat perhatian.
"Hahahaha lihat muka mereka lucu sekali di kerjai seperti itu." Ucap Arthuria sambil tertawa.
"Eh?" Beo Kaguya dan Gabriel bingung.
"Kalian tenang saja, Naruto-Nii itu buka Tunangan ku kok."
"Naruto-Nii?"
"Hai~ perkenalkan namaku Namikaze Arthuria dan aku adalah adik dari Naruto-Nii." Ucapnya sambil menundukkan badan.
'syukurlah,' batin Naruto lega.
Kaguya pun akhirnya sedikit lebih tenang dan membalas perkenalan tersebut.
"Hai Namaku Otsusuki Kaguya, Kaichou di sekolah yang sama dengan Naruto-kun."
"Aku Gabriel,Fuku-Kaichou nya gadis di samping ini."
Konoha
Sementara itu di kediaman Namikaze saat ini Kushina sedang berkemas bersama Minato untuk segera menuju Kuoh tempat kedua anaknya berada.Kushina yang mendapat kabar dari Arthuria bahwa dirinya sudah di perbolehkan tinggal di apartemennya pun begitu senang,Dia pun berencana mengajak Minato untuk ikut menghampiri nya dan hal tersebut di setujui oleh Minato karena bagaimanapun Minato sama sekali belum bertemu dengan anaknya setelah lama hilang.
"Anata~ apa kamu sudah siap?"
"Tentu saja Kushi-chan,aku sudah tidak sabar nanti,"
"Hai~ aku pun juga begitu,semoga nanti lancar lancar saja."
~
Setelah puas berbelanja dan sedikit obrolan bersama Kaguya dan Gabriel yang begitu penasaran dengan Arthuria akhirnya selesai.Naruto pun mengajak Arthuria pulang,namun dirinya berkata bahwa ingin mampir dulu ke kedai Ramen langganan nya yang di setujui juga oleh Arthuria.
Kling*
"Aku datang..." Ucap Naruto pelan.
"Ara~ akhirnya Naruto-kun datang juga,dan hei kamu bersama seorang gadis." Ucap Ayame sambil menggoda.
"Dia adikku,ayo perkenalkan dirimu." Ucap Naruto menyuruh Arthuria.
"Namikaze Arthuria adik dari Naruto-Nii,salam kenal." Ujar Arthuria memperkenalkan diri.
"Aku Ayame,anggap saja seperti kakak sendiri yaa karena Naruto-kun sudah seperti adik bagiku," Balas Ayame sambil tersenyum.
Arthuria pun membalas juga dengan senyuman, menurutnya orang yang berada disekitar Kakaknya adalah orang-orang yang baik semua.
"Aku pesan seperti biasa,kamu mau makan juga?" Ucap Naruto dan bertanya kepada Arthuria.
"Aku sama seperti dengan Naruto-Nii saja," Jawab Arthuria.
"Ayame-nee,dua mangkok seperti biasa oke."
"Hai~,tunggu sebentar yaa."
"Naruto-Nii ada yang ingin aku katakan," Ucap Arthuria.
"Apa itu?" Tanya Naruto penasaran.
"Jadi...
...
Bersambung...
