Enjoy
Di apartemen yang terlihat standar standar saja saat ini di salah satu kamar sedang sedikit ramai oleh kehadiran seseorang.Di Kamar Apartemen Naruto saat ini sedang ada yang bertamu,yang tak lain adalah Minato dan Kushina.
Minato dan Kushina tiba pada malam hari dan langsung menginap di hotel yang dekat dengan sekolah milik Naruto.
Keesokan harinya mereka langsung mengunjungi apartemen Naruto sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Arthuria.
"Tou-san aku punya satu permintaan..," Rajuk Arthuria dengan wajah lucunya.
"Apa itu sayang?" Tanya Minato penasaran.
"B-Boleh kah aku pindah ke sekolah yang sama dengan Naruto-Nii?aku mohon Tou-san,karena aku tak mau jauh dari Kakakku." Ucap Arthuria memberikan keinginan dari hati kecilnya.
Minato mendengar itu sedikit terkejut, sebenarnya dirinya tidak masalah dengan hal itu akan tetapi dia harus tahu bagaimana Reaksi Kushina yang begitu overprotektif kepada Putrinya yang manis ini.
"Tentu sayang kamu boleh pindah ke sekolah yang sama dengan Kakakmu,nanti akan Kaa-chan urus berkasnya." Balas Kushina sambil tersenyum manis.
Minato dan Naruto yang melihat reaksi itu pun sontak melotot terkejut.Bagi Naruto itu merupakan bencana besar karena pasti akan merusak hari hari tenangnya,sementara bagi Minato melihat Kushina yang seperti itu merupakan hal yang langka.
"Oi oi kamu bercanda kan?aku tidak setuju!" Ucap Naruto tegas.
Arthuria mendengar itu pun bangkit dari duduknya langsung menuju samping Naruto dan mendekap lengan kekar Naruto.
"Ayolah Naruto-Nii,Boleh ya?ya?" Pinta Arthuria menunjukan wajah polosnya.
"Tidak tidak!,bagaimana nanti memang? bukankah kau tidak nyaman tinggal di tempat seperti ini?" Ujar Naruto berikan alasan yang tepat agar Arthuria berpikir dua kali.
"Awalnya sih aku sedikit tidak nyaman,namun setelah beberapa hari akhirnya aku bisa beradaptasi dan terlebih aku kan tinggal dengan Naruto-Nii," Jawab Arthuria sambil mempererat dekapannya.
Mendengar itu membuat Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Kedua Orang tuanya.
Minato dan Kushina hanya memberikan tampang muka memelas yang artinya mereka memohon agar di izinkan Arthuria tinggal disini.
Naruto pun menghela nafas dan menjawab,
"Baiklah,aku setuju namun dengan satu syarat."
"Apa itu?" Tanya Arthuria.
Sementara Minato dan Kushina mendengar dengan sesakma apa yang akan dibicarakan oleh Naruto.
Setelah kunjungan beberapa hari oleh Minato dan Kushina, akhirnya mereka pulang dengan tenang karena sudah bisa menitipkan Arthuria kepada Kakak kandungnya untuk tinggal bersama.
Minato sebenarnya menyuruh Naruto agar berhenti bekerja dan dia akan mengirimkan uang setiap bulan untuk kebutuhan mereka,namun Naruto menolak untuk berhenti kerja yang mau tak mau Minato menurutinya,tapi Naruto bersedia menerima uang yang dikirimkan oleh Minato karena dia juga harus mengurus Adiknya yang pasti akan merepotkan selama tinggal bersamanya.
"Hoi! Arthuria ayo cepat,aku tinggal ya!" Teriak Naruto menunggu di pintu depan
"Iya sebentar ih !!!" Balas Arthuria dari dalam kamar.
Naruto pun hanya mengoceh mendengar balasan Arthuria.
Setelah sekitar 5 menitan akhirnya Arthuria keluar dengan tampilan yang begitu menawan untuk pergi ke sekolah.
Melihat itu Naruto awalnya sedikit terpesona,namun setelah itu dia biasa biasa saja karena bagaimanapun Arthuria itu adiknya.
"Ayo berangkat Naruto-Nii." Ajak Arthuria dengan senyuman pagi yang cerah.
"Hai," Jawab Naruto sambil mengunci kamar apartemennya.
Mereka berdua pun berangkat dengan motor matic yang biasa Naruto pakai dan tak lupa keduanya memakai helm untuk keselamatan berkendara.
SKIPTIME
Sesampai di sekolah,Naruto menurunkan Arthuria didekat gerbang dan menyuruhnya untuk masuk duluan karena dia ingin memarkirkan terlebih dahulu motornya.
Namun saat baru ingin tancap gas,tiba tiba dari sebuah Mobil sedan mewah turun gadis berambut pirang yang tak lain adalah Ino Yamanaka sang primadona sekolah dan kebetulan dia melihat Naruto yang sedang bersama seorang gadis berambut pirang sama dengannya.
"Hohoho si miskin rupanya punya pacar ya," Ejek Ino sambil tersenyum remeh.
Mendengar itu Naruto hanya diam tidak peduli.Sementara Arthuria yang mendengar itu awalnya sedikit tidak mengerti,namun melihat gelagat Kakaknya yang diam membuat dirinya penasaran.
"Maaf sebelumnya,anda bicara dengan siapa?" Tanya sopan Arthuria.
"Tentu dengan pemuda yang di motor itu,lebih baik kau jauhi dia karena Gadis cantik tidak layak didekati oleh pemuda miskin itu." Ucap Ino yang belum tahu status dari Arthuria.
Mendengar Kakaknya yang selalu peduli dengannya membuat Raut wajah Arthuria berubah drastis.
"Kau!" Teriak Arthuria.
"Aku?kenapa?" Tanya Ino bingung.
"Arthuria sudahlah," Ucap Naruto pelan.
"Tarik ucapan mu yang tadi." Ujar dingin Arthuria.
"Untuk apa?dia kan memang miskin atau jangan jangan kamu naksir dengannya yaa" Ucap Remeh Ino.
"Arthuri-.."
"Iya! Aku memang mencintainya!karena dia adalah Kakak kandungku dan jangan sesekali kau menghina dirinya."
Perkataan dari Arthuria sontak membuat Ino dan Naruto terkejut.Bagi Ino dia tidak tahu jika Gadis didepannya ini merupakan adik dari pria yang sering dia hina, sementara Naruto terkejut mendengar ucapan dari hati Arthuria terhadap dirinya.
"Sudahlah Naruto-Nii,ayo kita tinggalkan gadis aneh seperti dirinya," Ucap Arthuria menaiki motor Naruto untuk segera pergi dari sana.
Tanpa buang waktu Naruto langsung tancap gas dari sana dan Ino yang melihat itu sedikit terkejut.
"Hey kau!urusan kita belum selesai,awas saja.." Teriak kesal Ino.
Dari konflik itu ternyata ada seorang Gadis berambut abu-abu yang dari tadi memperhatikan ketika perselisihan antara dua gadis pirang tersebut terjadi dari jendela Ruang OSIS.
"Naru..."
Di koridor yang dilewati Naruto terjadi keheningan antara Naruto dan Arthuria,dari sejak turun motor di parkiran Arthuria sama sekali tidak membuka suara hingga membuat Naruto tak berani untuk mengucapkan sepatah kata pun.
"Aku ingin ke toilet dulu, Naruto-Nii duluan sana dan jangan lupa jam istirahat tunggu aku di atap sekolah." Ucap Arthuria langsung memasuki Toilet di sampingnya.
"Ah~ baiklah kalau begitu," Balas Naruto langsung menuju kelasnya.
Didalam Toilet Arthuria kemudian memandang dirinya dari cermin sambil memikirkan kejadian barusan.Dirinya tidak menyangka kehidupan Kakaknya begitu menyakitkan setelah tahu ada orang yang menghina status Kakaknya.
"Akan kubuat dia menarik ucapannya kembali." Guman Arthuria sambil mengepal tangannya dengan kuat.
Di kelas Naruto hanya dia seperti biasa dan Gaara yang melihat itu pun penasaran dengan apa yang terjadi,namun dirinya tidak mau menanyakan karena takut menyinggung perasaan Naruto dan lebih menunggu Naruto yang menceritakan sendiri masalahnya.
"Anak-anak di kelas kalian akan ada murid baru yang masuk," Ucap seorang guru didepan.
Dan para siswa siswi pun kemudian enjadi berisik karena penasaran dengan siswa baru tersebut.
"Nah kamu bisa masuk sekarang," Ujar guru tersebut terdapat Murid baru yang berada didepan kelas.
Saat itu juga semua murid dikelas kecuali Naruto yang melamun melihat jendela terpana dengan Murid baru tersebut.
"Nah perkenalkan dirimu,"
"Perkenalkan namaku Senjougahara Hitagi,salam kenal." Ucap perkenalan gadis tersebut sambil membungkuk hormat.
Ternyata dari semua reaksi murid dikelas,Hitagi lebih tertarik dengan reaksi tidak peduli dari pemuda pirang dipojok kelas yang sedang melamun.
"Wah cantiknya,"
"Apa kamu sudah punya pacar?"
"Kamu berasal dari mana?" ...
Reaksi para Murid" pun di hentikan oleh sang Guru.
"Sudah sudah, berkenalan nanti saja dan Senjougahara-san silahkan duduk di samping Naruto-san." Ujar Guru tersebut.
"Naruto-san?" Beo bingung Hitagi karena tidak tahu Orangnya yang mana.
"Ah maaf,Naruto-san!" Teriak guru tersebut.
Namun tidak ada reaksi.Gaara yang berada di depannya pun menoleh kebelakang untuk menyadarkan Naruto.
"Oi Naruto kau di panggil itu." Ucap Gaara pelan.
Naruto pun yang tersadar langsung berdiri dan menjawab.
"Hai! Sensei?" Ucap Naruto pelan.
"Kamu ini!dan Senjougahara-san dia Naruto-san dan mulai sekarang kamu duduk di sampingnya."
"Hai Sensei." Jawab Hitagi membungkuk sopan dan berjalan ke arah Naruto.
"Are?" Guman bingung Naruto melihat siswa yang tidak dia kenal.
Hitagi yang sudah berada didepan Naruto sedikit gugup dan kemudian membuka suara.
"Perkenalkan namaku Senjougahara Hitagi,mohon kerja samanya."
"Eh?.."
SKIPTIME.
Setelah pelajaran usai,Naruto pun membereskan bukunya dan bersiap untuk menuju atap karena dia sudah janji dengan adiknya untuk makan bersama.
Hitagi yang menjadi idola baru pun dikerubungi oleh murid murid di kelasnya yang ingin berkenalan dan dirinya dengan senang hati membalas hal tersebut,namun matanya tak lepas dari punggung Naruto yang sudah berlalu keluar kelas.
"Ada apa Senjougahara-san?" Tanya salah satu murid perempuan.
"Eh iya?"
"Dari tadi kamu melihat ke arah pintu keluar,memang ada hal yang kamu ingin tahu?" Ucap Murid tersebut.
"Aku ingin tahu, pemuda yang di samping ku ini memang seperti apa." Tanyanya penasaran.
"Oh Naruto-kun,dia itu merupakan siswa berprestasi disekolah ini dan dia juga merupakan orang yang baik dan ramah," Ucap Murid tersebut.
"Tapi dia terlihat seperti orang yang tidak suka bersosialisasi?" Tanya bingung Hitagi.
"Dia memang suka irit bicara,namun jika kamu sudah akrab Dengannya pasti beda lagi persepsi mu terhadapnya."
"Oh seperti itu." Guman Hitagi yang sudah mengerti keadaan.
"Aku jadi penasaran dengan Naruto-san,mungkin aku akan mencoba untuk bisa berteman dengannya," Batin Hitagi sambil memandang jendela luar.
Setelah sekolah usai Naruto kemudian langsung menuju tempatnya biasa bekerja, sebelumnya dia mengabarkan Adiknya kalau dia akan pulang pukul 9 malam walau saat di telfon adiknya teriak teriak tidak jelas hingga langsung dia putus sambungannya.
"Hah~ anak itu.." Guman Naruto tidak jelas.
Saat masih bergelut dengan ponselnya tiba tiba rekan kerjanya memanggil Naruto.
"Hoi Naruto!,antarkan barang ini sekarang." Titah orang tersebut sambil memberikan Kotak kiriman.
"Hai~hai~" Jawab Naruto dan menerima kotak tersebut.
Naruto kemudian melihat alamat yang tertera di kotak tersebut dan cukup terkejut melihat Jarak antarnya.
"Lumayan juga jaraknya,nanti kumintai bos duit bensin lebih ah! Hehehehe," Batinnya penuh pikiran picik.
Namun saat melihat Nama penerima yang tertera membuat Naruto berpikir sebentar karena sepertinya dia pernah dengar nama tersebut.
"Senjougahara Akami?,namanya seperti pernah kudengar tapi dimana yaa..." Pikir Naruto sebentar lalu tidak ambil pusing dan mengambil perlengkapan kendaraannya untuk mengantar kan paket tersebut sekarang juga.
Sementara itu di salah satu rumah mewah yang terlihat elegan terlihat seorang gadis berambut ungu sedang asik menonton televisi sambil memainkan ponselnya.
Dia adalah Senjougahara Hitagi,saat ini Hitagi sedang menunggu kiriman barang milik ibunya karena di paksa oleh ibunya yang saat ini sedang Arisan dengan teman temannya.
"Hah~ Kaa-san nyebelin segala nyuruh aku nungguin barang,udah tau lagi males dibawah." Celotehnya sambil tiduran di sofa.
Ting Tong!
Ting Tong!
Mendengar bel rumahnya berbunyi Hitagi pun bangkit dan segera menuju pintu depan untuk melihat siapa yang bertamu.
Hitagi melihat sedikit lewat jendela untuk berjaga jaga dan melihat ternyata yang berada di depan adalah Kurir pengantar barang karena terlihat dari motornya yang ada Kotak box di belakangnya.
Ting Tong!
"Yaa tunggu sebentar," Teriaknya dari dalam dan merapihkan penampilannya.
Krieet
"Maaf menganggu nona,apa benar ini rumah dari Senjougahara Akami?," Tanya orang tersebut dengan suara halus.
Hitagi yang mendengar itu pun terkejut karena melihat orang yang mengantar kan paket milik ibunya.
"Naruto-san??"
Naruto yang merasa sang pemilik rumah mengetahui namanya pun bingung bukan main.
"Maaf anda mengenal saya?" Tanya Naruto yang memang tidak terlalu memerhatikan anak baru yang masuk dikelasnya kemarin.
Hitagi yang melihat reaksi Naruto seperti itu pun mangap mangap tidak jelas sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Naruto.
"K-Kamu!,bagaimana bisa kamu tidak ingat padahal aku duduk di samping mu!" Semprot Hitagi dengan wajah kesal.
Naruto pun akhirnya sedikit membuka memorinya dan akhirnya ingat sesuatu.
"Oh gadis yang bawel itu yaa," Celetuk asal Naruto.
Hitagi pun yang mendengar itu melotot karena Naruto pasti menguping kegiatan gosipnya dengan teman-teman dikelas.Tanpa basa basi Hitagi langsung mengambil kotak paket tersebut dari tangan Naruto dan masuk kedalam.
"Oi!,tanda tangan dul-," Sebelum ucapannya selesai Naruto juga tertarik masuk kedalam rumah.
*Blaam!
Ketika didalam Naruto pun langsung berusaha keluar dengan memegang kenop pintu,namun dengan sigap Hitagi mengunci pintu tersebut.
"Hei! Apa-apaan ini?,ini namanya penyekapan tahu." Keluh Naruto kesal.
"Mana ada penyekapan!,aku bisa saja menuduh mu mau memperkosa ku," Ucap Hiragi menyeringai.
Naruto pun tersentak dan langsung berusaha agar Hitagi tidak berteriak macam-macam.
"Hei ayolah,jangan berbicara seperti itu," Rajuk Naruto karena jika sampai terdengar oleh adiknya yang sensitif akan membuatnya semakin di rudung masalah.
Hitagi pun manggut-manggut sambil berpikir sesuatu.
"Baiklah,tapi ada syaratnya," Ucap Hitagi tersenyum.
"Apa itu?" Tanya Naruto Was was.
Hitagi pun hanya menampilkan senyuman mautnya yang seketika membuat Naruto merinding.
SKIPTIME
Arthuria sedang duduk di sofa sambil menampilkan wajah yang kesal karena sudah pukul setengah 10 dan Naruto sampai saat ini belum pulang kerumah.
Ckleek
"Tadaima!"
"Okaeri." Balas Arthuria dengan nada jengkel.
"Oi oi apa ini sambutan kepada Kakak mu yang tercinta?" Ucap Naruto sedikit narsis.
"Hmmph,pikir saja sendiri baka!" Ujar Arthuria kesal.
"Baiklah baiklah aku minta maaf karena pulang telat,tadi ada barang yang harus segera ku kirim karena sangat mendadak perintah nya." Jelas Naruto agar Arthuria paham.
"Hm,awas saja kalau Naru-Nii berbohong dan sampai bermain dirumah Seorang gadis." Ucap Arthuria.
Naruto pun langsung tersedak mengingat kejadian tadi siang karena ditahan oleh Hitagi yang merupakan teman sekelasnya selama 2 jam dirumahnya hanya untuk memakan makanan yang Hitagi masak walau dengan sangat terpaksa dia menyantapnya akibat tatapan iblis betina dihadapannya tadi siang.
"A-aa tentu saja tidak adikku yang manis.." Jawab Naruto sedikit gugup.
"Kalau begitu mandi dulu sana,aku akan menyiapkan susu hangat untukmu." Ujar Arthuria menuju dapur.
"Hai~."
Keesokan harinya Di sekolah yang begitu nyaman, sebenarnya Naruto tadi ada niatan untuk membolos agar tidak bertemu dengan Hitagi dikelas.Namun hal tersebut dia urungkan karena akan membuat namanya sedikit tercoreng sebagai siswa berprestasi terlebih juga Arthuria pasti akan mencurigai dirinya jika membolos ke sekolah.
Naruto pun memasang earphone dan langsung pura pura tidur menghadap jendela setelah melihat Hitagi yang berjalan di lorong lewat jendela kelas.
Hitagi masuk dan langsung mendapat sapaan dari teman temannya sekelas dan membalasnya dengan ramah hingga pandangannya tertuju ke arah Naruto.
Dia langsung menampilkan senyum penuh arti karena akhirnya bisa sedikit dekat dengan Naruto berbekal kejadian kemarin dan satu Kartu As di Handphone nya.
"Ohayo Naruto-kun!" Sapa Hitagi dengan riang.
Sementara yang di sapa sama sekali tidak kelihatan gestur tanda kehidupan hingga Hitagi memencet hidung Naruto.
Naruto yang tiba tiba sesak langsung terbagun dengan nafas terengah-engah karena kekurangan oksigen akibat perlakuan Hitagi.
"Ohayo Naruto-kun!" Sapa Hitagi dengan senyuman manisnya.
"O-Ohayo," Balas Naruto dengan sedikit gagap.
"Wah Senjougahara-san manis yaa,"
"Yaa betul,seperti bidadari dia."
Sayup sayup Naruto mendengar obrolan siswa lelaki di depan yang membicarakan Hitagi.
"Huh,jika kalian tahu aslinya pasti persepsi kalian akan berbeda terhadap dirinya." Batin Naruto karena kesal dengan Perlakuan Hitagi kemarin.
Hitagi yang melihat Naruto melamun pun menampilkan senyuman penuh artinya, sepertinya dia harus berusaha semaksimal mungkin agar Naruto bisa jatuh ke tangannya.
SKIPTIME
Jam pulang sekolah sudah berbunyi,Naruto pun langsung mengemas buku bukunya dan menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya untuk pulang bersama Arthuria karena hari ini sedang libur dari kerjaanya.
Namun sebelum mencapai luar tiba tiba Dia dihadang oleh Hitagi dan Kaguya.Naruto pun sedikit berpikir,mungkin kalo Hitagi yang ingin mengerjai dirinya itu wajar namun melihat Kaguya yang juga bersama Hitagi membuat dirinya bingung bukan main.
"A-Ano ada apa ya?" Tanya Naruto was-was.
Sebelum Hitagi membuka suara,Kaguya langsung memotongnya untuk berbicara.
"Besok pukul 9 pagi temui aku di Cafe * dan aku tidak terima penolakan Naruto-kun." Ujar Kaguya langsung berlalu dari situ.
Hitagi melihat itu sedikit kesal karena ucapannya dipotong dan berucap,
"Aku tidak akan kalah oleh mu Otsusuki!"
"Kutunggu itu Senjougahara!" Balas Kaguya dari jauh.
Hitagi pun kemudian menatap Naruto dan memberikan jilatan lidah nakalnya dan langsung berlalu dari sana.
Naruto yang melihat kejadian tadi langsung blank seketika karena bingung apa yang sedang terjadi hingga disadarkan oleh Adiknya yang menghampiri dirinya karena terlalu lama.
"Naru-Nii kenapa melamun?" Tanya Arthuria pelan.
"Eh?! Arthuria sedang apa kamu disini?" Tanya Naruto.
"Justru aku yang bertanya,kenapa kamu diam saja disini sendiri?" Tanya Arthuria penasaran.
Naruto pun bingung untuk menjawab pertanyaan itu dan membuat alasan kalau dia kangen dengan Ramen Ichiraku.
"Kalau begitu ayo,aku juga ingin makan Ramen," Ujar Arthuria antusias karena itu juga merupakan makanan favoritnya.
Naruto pun menghela nafas lega karena Arthuria bisa percaya dengan alasannya dan berlalu dari sana bersama sang adik untuk makan Ramen bersama walau dalam pikirannya bingung untuk kegiatan besok.
Otsusuki Home
Dirumah Keluarga Otsusuki atau tepatnya dikamar Kaguya saat ini dirinya sedang menatap cermin sambil mengingat pertemuan nya dengan Hitagi di toilet yang membuat dirinya langsung murka.
Flashback
Di toilet wanita Kaguya sedang menatap cermin sambil merapihkan pakaiannya, namun sesaat dia melihat gadis berambut ungu yang masuk sambil senyum senyum sendiri menatap layar ponselnya.Sedikit dia mengintip apa yang membuat gadis itu tertawa dan ternyata hal itu membuat dirinya terkejut.
"A-Ano maaf,mengapa bisa ada foto Naruto-kun di ponselmu?" Tanya Kaguya sopan.
"Oh?! Kamu kenal juga dengannya,ya gimana jelasinnya ya sebenarnya aku naksir sama dia dan kebetulan ternyata kemarin dia yang mengantar barang kerumah ku jadi aku tidak sia siakan untuk mendapatkan kesempatan tersebut.
Mendengar itu membuat Kaguya pun mengepal kan tangannya dengan kesal.
"Jauhi dia!" Ujar Kaguya sarkas.
"Eh?"
"Kukatakan sekali lagi jauhi Naruto-kun,dia itu milikku!" Ucap Kaguya sambil menatap Hitagi dengan menantang.
Hitagi yang merasa di tantang pun akhirnya tersulut oleh emosinya.
"Hohoho jangan bilang kau juga naksir dengannya kan?kukatakan kali ini aku akan mendapatkan dirinya." Ucap Hitagi dengan senyuman angkuhnya.
"Kupastikan hal itu tidak akan terjadi,tunggu saja kekalahan mu!" Balas Kaguya meninggalkan toilet tersebut.
"Kutunggu itu!" Jawab Hitagi dari dalam.
Flashback end.
"Well, tunggu saja tanggal mainnya Senjougahara,aku yakin kau pasti kalah dariku." Guman Kaguya sambil tersenyum menatap pantulan dirinya dicermin.
•Naruto pulang ke apartemen dengan wajah yang terlihat lelah karena sehabis menemani adiknya memakan Ramen di kedai yang biasa di kunjungi.
Setelah mendudukkan dirinya akhirnya Naruto bisa melepas semua penat lelahnya dan tidak lupa sambil menikmati soda dingin yang tadi dia beli sekalian saat perjalanan pulang.
Arthuria sendiri saat ini sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan Naruto menunggu giliran karena memang di apartemennya hanya ada satu kamar mandi.
Berpikir tentang Arthuria entah kenapa Naruto merasa ada sesuatu masalah yang disembunyikan oleh adiknya entah apa itu yang jelas terkadang dia melihat adiknya mengepalkan tangannya saat melihat seseorang di sekolah dan Naruto tidak tahu pasti siapa yang dia incar.
Tapi Naruto tidak terlalu memikirkan hal tersebut selama sang Adik masih aman aman saja kondisinya dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan sampai saat ini.
"Naru-Nii cepat mandi, keburu airnya dingin." Teriak Arthuria sesaat sebelum memasuki kamarnya.
"Hai!!" Balas Naruto bangkit dari duduknya dan melepas kemeja seragam sekolahnya.
Dia pun meletakkannya di rak cucian yang Arthuria sediakan.Saat ini Arthuria lah yang mengambil alih semua baju cucian walaupun awalnya Naruto ragu Arthuria bisa melakukan itu.
Namun melihat Arthuria yang sudah terbiasa mencuci dan menjemur membuat Naruto tersenyum karena sang Adik sudah bisa sedikit mandiri setelah tidak tinggal bersama kedua orang tuannya lagi.
Ngomong-ngomong tentang keduanya Naruto sempat pusing karena Duit yang tiap bulan di kirimi oleh mereka setara dengan Gajinya 5 kali lipat selama sebulan.
Naruto memilih untuk menabungnya daripada menguburkan duit kiriman mereka kecuali untuk kebutuhan hidup di Apartemennya bersama Arthuria.
Arthuria sendiri juga sudah perlahan berubah dan tidak manja lagi walaupun sedikit masih terlihat sifatnya itu.Dia bahkan membersihkan Apartemen Naruto sendiri ketika Naruto berangkat kerja hariannya layaknya seorang istri yang menunggu suaminya pulang sambil menggunakan Apron.
Selesai dengan ritual mandinya kemudian Naruto keluar dengan hanya memakai celana training hitam selutut sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Arthuria yang tidak sengaja sedang berada di dapur melihat Penampilan Kakaknya seperti itu entah kenapa membuat pipinya memerah.
Bagaimana tidak rambut pirang yang masih sedikit basah dan tubuh yang terlihat kekar untuk seumurannya terlebih mempunyai wajah tampan turunan dari ayahnya membuat semua Gadis pasti akan terhipnotis dengannya.
"Hoi! Arthuria kenapa?" Ucap Naruto yang mendekati dirinya untuk mengambil gelas.
"Eh? Tidak ada apa-apa kok Naru-Nii" Ungkap Arthuria sambil melirik-lirik Tubuh Naruto.
Mendengar jawaban adiknya Naruto hanya manggut-manggut saja sambil berjalan ke sofa dengan pikirannya untuk hari esok.
Setelah itu dirinya mengecek telfon genggamnya untuk melihat apakah ada pesan yang masuk.
Ada beberapa Notif yang tidak penting Namun ada satu yang membuatnya menjadi penasaran.
'Dari Senjougahara-san?' Batin Naruto sambil membuka pesan tersebut.
Mata Naruto pun membulat setelah melihat isinya karena dia mendapat kiriman sebuah Foto.
'Ini Cewe ngawur ya!'
Bagaimana tidak kaget,Naruto mendapat kiriman Foto berupa Hitagi yang hanya menggunakan Bra saat sedang berendam.
Naruto pun melirik Arthuria agar dia tidak curiga dengan dirinya yang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.
Namun dia tidak melihat Arthuria di dapur dan saat menengok ke Kanan dia melihat wajah Arthuria yang sedang cemberut ke arahnya.
"Naru-Nii!!!" Teriaknya kesal.
"A-Ada apa Arthuria," Balas Naruto gugup dan berusaha menyembunyikan Telfon genggamnya.
"Aku dari tadi berbicara namun tidak di dengarkan oleh mu,memangnya siapa sih yang mengirim pesan padamu?" Tanyanya menyelidik dan berusaha mendekati dirinya.
"Bukan hal penting kok,lagipula kenapa belum tidur?" Tanya Naruto mengalihkan supaya Arthuria tidak banyak bertanya lagi.
"Aku bosan,lagipula besok kan libur." Celoteh nya sambil menyalakan TV.
'Huh hampir saja,bisa di gorok aku sama dia jika ketahuan' Ucapnya dalam hati.
"Naru-Nii~,"
"Ada apa?"
"Nanti malam kita tidur bareng yaa!"
"APA!?"
SKIPTIME
Sinar matahari telah menyinari dan masuk menembus jendela kamar tidur Naruto,Dia pun berusaha bangkit namun tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
Ternyata Arthuria lah yang membuat tubuh Naruto tidak bisa digerakkan karena dia sedang menindih Naruto dengan wajah polos tidurnya.
Naruto pun berusaha pelan pelan menggeser Arthuria agar dia tidak merasa terganggu yang menyebabkan Arthuria nanti terbangun dari tidurnya.
Kemudian Naruto mengambil handuk untuk membersihkan diri karena hari ini dia harus bertemu dengan Kaguya.
Ngomong-ngomong tentang Kaguya yang merupakan Kaicho di sekolahnya membuat Naruto pusing,sebab akhir-akhir ini dia mulai menunjukan hal aneh di hadapan dirinya yang membuat dirinya pun tidak mengerti.
Selesai dengan Mandinya Naruto pun langsung memakai Kaus Putih polos dengan celana jeans hitam.Dirinya kemudian langsung memasak untuk sarapan Arthuria dan tak lupa menuliskan pesan untuknya.
Setelah memakai separuh kets abu-abu,Naruto kemudian mengambil Jaket Hitam parasutnya dan keluar dari Apartemen tak lupa juga menguncinya.
Kemudian dirinya menyusuri jalan sambil memikirkan sesuatu tanpa memerhatikan sekelilingnya.
Kaguya saat ini sedang memperhatikan tampilan dirinya dari pantulan cermin dengan pakaian yang begitu menawan jika para kaum Adam melihatnya.
Dia harus bisa mendapatkan Naruto bagaimanapun caranya karena dirinya tidak ingin Naruto jatuh ke pelukan dari Senjougahara Hitagi.
Kaguya POV
Perkenalkan aku adalah Kaguya Otsusuki,Ketua OSIS di SMA Kuoh.Selama aku menjabat sebagai ketua OSIS ada satu murid yang selalu aku perhatikan,Dia bernama Naruto dan aku tidak tahu nama marganya karena dia sendiri hidup tanpa orang tuannya.
Dia selalu saja terlambat ketika masuk sekolah, awalnya aku selalu menghukum dirinya karena kecerobohan sifatnya tersebut,namun belakangan akhirnya aku mengetahui satu hal jika dia sehabis pulang sekolah langsung pergi Bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Waktu itu aku berbicara pada dirinya tentang Uang Saku dari Beasiswanya namun dia berkata jika itu tidak cukup karena dia juga menyewa sebuah apartemen.
Aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku berada di posisinya,aku yakin pasti sehari saja aku akan menyerah jika hal tersebut terjadi di kehidupan ku.
Dan dialah yang membuat aku mempunyai namanya perasaan Cinta karena setiap perlakuan dirinya kepadaku entah kenapa membuat diriku jatuh hati.
Kaguya POV end
"Yossh~ kamu pasti bisa Kaguya!" Ungkap Kaguya percaya diri dengan tampilan dirinya di cermin.
Namun tiba tiba pintu kamarnya terbuka yang memunculkan sang Ibu.
"Ara~ kamu mau kemana Kagu-chan?" Tanyanya sambil menggoda.
"A-Aku ingin bertemu dengan temanku kok," Balasnya agak Gugup.
"Apa dia Lelaki?kapan-kapan ajak main kesini ya biar Kaa-san bisa tahu calon mantu Kaa-san seperti apa." Ujar Ibunda Kaguya sambil masuk kedalam kamar Kaguya dan berdiri di belakang anaknya.
"Ya dia Lelaki,tapi Kaa-san...,"
"Ada apa Kagu-chan?"
"Jika dia berbeda dengan kita dari segala aspek apakah Kaa-san masih mau menerima dirinya?" Tanya Kaguya lemah.
Sang Ibu yang mendengar ucapan Kaguya hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Anaknya.
"Jika kamu memang mencintainya Kaa-san pasti setuju karena Kaa-san mau kamu bisa bahagia tanpa beban seperti hal tersebut." Ungkap sang Ibu tersenyum lembut.
Kaguya yang mendengar ungkapan Sang Ibu langsung memeluknya dengan cepat.
"Aku sangat sayang dengan Kaa-san."
"Tentu Kaa-san juga sayang padamu."
Di sebuah Kafe pinggir jalan yang berdekatan dengan sebuah Mall,Naruto sedang duduk sambil meminum segelas Milkshake yang dia pesan sembari menunggu Kaguya yang mengajaknya bertemu.
Para pelayan wanita di kafe tersebut terus sana memandangi Naruto karena memang pesona dari Naruto sangat Tampan Di mata mereka.
"N-Naruto~"
Merasa di panggil Naruto pun mengalihkan perhatiannya dan melihat seorang gadis yang dikenal sangat begitu cantik pesonanya,bahkan para lelaki yang membawa pasangannya di kafe tersebut juga terpesona hingga membuat para Gadisnya cemberut.
"Ah~ Kaicho baru sampai?" Tanyanya sedikit terpesona.
"Tentu,bagaimana dengan penampilan ku?" Jawab Kaguya sambil mencoba Naruto untuk menilai dirinya.
"Kamu terlihat manis Kaicho." Balas Naruto sambil mengacungkan jempol.
Kaguya pun tersenyum dan kemudian duduk sambil memesan sebuah jus stroberi.
"Jadi ada apa Kaic-,"
"Panggil aku Kaguya." Ucapnya memotong perkataan Naruto.
"Tapi-"
Naruto yang mendapatkan delikan tajam akhirnya mengalah.
"Baiklah Kaguya," Ucap Naruto secara halus.
Kaguya pun memerah ketika Naruto mengucapkan namanya dengan suara halus.
"Jadi ada apa mengajak ku bertemu hari ini?" Tanya Naruto ingin tahu.
"Nanti akan ku bicarakan,jadi sekarang temani aku dulu pergi ke Mall." Ujar Kaguya dengan nada perintah.
Naruto yang mendengar nada tersebut hanya menghela nafas lelah karena mau tak mau menuruti keinginan Kaguya.
Namun mereka berdua tidak sadar jika ada Seseorang berambut pirang yang mengawasi kegiatan Naruto dan Kaguya.
"Cih! Apa yang dipikirkan oleh Kaicho aneh tersebut berjalan berdua dengan si Miskin." Celoteh seorang Gadis yang di identifikasi adalah Ino.
Yamanaka Ino secara tidak sengaja melihat Kaguya dan Naruto yang terlihat sedang berkencan berduaan di sebuah kafe.
Entah kenapa hal tersebut membuat dirinya kesal terlebih melihat senyuman bahagia dari Kaguya.
SKIPTIME
Naruto dan Kaguya menghabiskan waktu berduaan dengan mengunjungi Mall dan sebuah Bioskop hingga akhirnya Kaguya mengajak Naruto untuk mengunjungi rumahnya.
Awalnya Naruto menolak namun karena paksaan Kaguya akhirnya Naruto menyetujuinya walau terlihat ogah-ogahan.
Sementara Kaguya hanya menampilkan sebuah senyum penuh arti yang tidak terlihat dengan sebuah rencana kedepannya.
"Nah Naruto bisa kamu menunggu sebentar Di sini?" Ujar Kaguya menunjuk sofa di ruang tengah.
"Tentu Kai- ah maksud ku Kaguya." Balas Naruto mendudukkan dirinya.
"Kalau begitu aku akan membuat kan mu Teh dulu ya,tunggu sebentar."
Di dapur terlihat Kaguya membuat sebuah teh dan memasukkan sebuah bubuk kecil kedalam minuman Naruto.
...
To Be Continued.
