Enjoy


Di rumah minimalis milik Keluarga Otsusuki saat ini Naruto sedang duduk sembari menunggu Kaguya yang sedang ke dapur untuk membuatkan dirinya minuman,secara tidak sengaja dirinya melirik bingkai foto yang menampilkan Kaguya bersama Ayah dan Ibunya.

Dalam bingkai tersebut terlihat sebuah keluarga yang begitu bahagia yang entah kenapa membuat Naruto menarik senyum simpul.

"Naruto kau kenapa senyum senyum sendiri?" Tanya Kaguya yang baru tiba dari dapur sambil membawa nampan yang berisi sebuah minuman sirup jeruk.

"Ah~ aku hanya melihat foto mu waktu kecil,terlihat imut saja gitu." Jawab Naruto ngasal.

Mendengar ucapan Naruto yang memuji dirinya waktu kecil membuat pipi Kaguya jadi memerah malu,namun dirinya tetap fokus dan menaruh minuman tersebut di meja depan Naruto.

"Silahkan di minum Naruto, aku mau ganti pakaian dulu sebentar yaa~" Ucap Kaguya meninggalkan area tersebut.

"Baiklah Kaguya," Jawab Naruto sambil meneguk minuman yang di berikan oleh Kaguya.

Sementara Kaguya ternyata bersembunyi di sebuah tembok sambil mengintip Reaksi Naruto saat ini.

Tiba tiba Naruto langsung seperti orang yang sangat mengantuk dan langsung tertidur dengan bersender di sebuah sofa.

Melihat rencana berhasil Kaguya pun langsung buru buru mengunci pintu depan dan langsung duduk di samping Naruto sambil memerhatikan wajah tampan Naruto dengan intens.

"Oh iya aku harus mempunyai senjata yang kuat untuk melawannya fufufu~" Guman Kaguya sambil mengeluarkan ponselnya.

Dia pun mengangkat tangan Naruto dan memindahkan ke pundaknya sepeti orang yang sedang saling melengkapi merangkul.

Kaguya pun langsung memotret dirinya dan tidak lupa sedikit menempel kan pipinya di pipi Naruto yang membuatnya memerah malu.

Sementara Naruto sama sekali tidak terganggu dengan gerakan Kaguya karena dia sama sengat nyenyak tidur nya akibat dari obat yang dicampurkan diminumkannya tadi.

Melihat bibir Naruto yang begitu seksi entah kenapa membuat Kaguya seperti mempunyai ide yang begitu cemerlang untuk mengalahkan Senjougahara Hitagi yang saat ini menjadi saingannya untuk mendapatkan Naruto.

Kaguya pun memajukan bibirnya dan menempel kannya dengan Bibir Naruto.

Cup

Cekrek!

Dirinya langsung mengecek hasil jepretan nya tadi dan tersenyum manis dengan pipi sedikit memerah malu akibat tindakan nekatnya karena di foto tersebut dirinya dan Naruto seperti seorang sepasang kekasih yang begitu romantis.

Drrrtt

Tiba tiba Ponsel Naruto berdering yang artinya ada pesan masuk,Kaguya pun langsung membuka kuncinya yang tidak di berikan password dan terkejut melihat ada pesan dari Senjougahara Hitagi.

"Apa sih pesan yang dikirim olehnya?" Guman Kaguya kesal sambil membuka isi pesan nya.

Terkejut lah Kaguya ketika melihat isi pesan tersebut karena pesan yang dikirim berupa Foto Senjougahara yang sedang memakai Bra dan CD saja sambil berendam di kamar mandi.

Hal tersebut membuat emosi Kaguya makin naik dan entah kenapa dirinya seperti seorang pecundang yang kalah dalam pertarungannya.

"Jadi gitu cara main mu yah,ku pastikan kau bertekuk lutut di hadapanku." Ucap Kaguya dengan sebuah senyuman penuh arti.

Sementara Naruto masih nyaman dengan tidurnya.

SKIPTIME

Naruto pun terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya hingga akhirnya dia sadar jika saat ini sedang berada di kamar yang bukan miliknya.

"Are? perasaan tadi aku sedang pergi dengan Kaguya,terus mampir kerumahnya dan..."

"Ara~ kamu sudah bangun Naruto-kun?" Ucap seseorang yang Naruto pastikan itu bukan Kaguya.

"Bibi?maaf jika aku tidak sopan dan tertidur di sini." Ucap Naruto sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

"Tidak apa kok, justru bibi senang jika Kaguya akhirnya berani membawa temannya kerumah terlebih dia seorang Pria fufufufu~" Ujar Ibu dari Kaguya sedikit menggoda.

Naruto hanya tersenyum canggung dan melihat sekelilingnya dan baru sadar jika ada Kaguya yang sedang tertidur di bangku sampingnya.

Melihat hal tersebut Ibu Kaguya pun langsung keluar untuk memberi kan suasana kepada Kaguya dan tidak ingin mengganggu kegiatan putrinya.

Ibu dari Kaguya tahu jika Premuda yang didepannya ini merupakan dambaan hati dari putrinya dan dirinya tidak mempermasalahkan jika memang status Naruto berbeda dengan mereka. Terlebih dia senang jika nanti mempunyai menantu yang tampan seperti itu,dia jadi tidak sabar menimang cucu yang begitu imut hasil persilangan Putrinya dan Pemuda yang bernama Naruto.

Naruto menepuk pelan pipi Kaguya agar tidak terlalu kasar dalam membangunkannya, hingga akhirnya sang empu merasakan gangguan dan terbangun dari tidurnya.

"Eh! Naruto kamu sudah bangun toh~" Ujar Kaguya sambil mengusap kedua matanya.

Naruto hanya tersenyum dan bangkit dari tidurnya,kemudian dia mengambil jaketnya yang tergantung sambil melirik arloji di tangannya.

'Pukul 8 malam,aku harus segera pulang.' Batin Naruto.

Kemudian Naruto melirik Kaguya dan terbengong karena Kaguya sudah dalam posisi rebahan dan Tertidur di tempat yang tadi dia gunakan.

Dia pun beranjak menuju Kaguya dan menyelimuti seluruh tubuhnya agar tidak kedinginan,dan tidak lupa mengusap puncak kepala Kaguya dengan pelan.

"Terima kasih untuk hari ini," Guman Naruto pelan dan beranjak keluar dari kamar tersebut.

Diluar ternyata Ibu Kaguya sedang duduk sambil menonton TV sendirian dan menatap Naruto yang baru keluar dari kamar anaknya.

"Ara mana Kagu-chan?"

"Dia sudah tidur bibi,mungkin kelelahan."

"Oh seperti itu,jadi kamu mau langsung pulang Naruto-kun?"

"Iya bibi,takut kemalaman dan maaf tadi aku tertidur disini yang membuat mu repot."

"Hihihi tidak perlu Naruto-kun,Bibi senang kok kamu berkunjung dan lain kali datang lagi yaa~"

"Tentu Bibi,kalau begitu aku pamit dulu dan tolong sampaikan salam ku kepada Kaguya nanti."

"Ya hati-hati di jalan Naruto-kun."

.

Sementara di Apartemen Naruto saat Ini Arthuria sedang Ribut dengan Konan yang tiba tiba Baru saja pulang dari Tugas kerjanya, seperti biasa mereka memang sedikit kurang akur dalam berhubungan di dalam sana.

"Ngomong-ngomong kemana Naru-chan?" Tanya Konan yang saat ini memakai piyama tanpa lengan berwarna ungu.

"Entahlah dari pagi dia sudah pergi keluar,mungkin ada janji dengan temannya." Jawab Arthuria tanpa curiga.

"Oh iya apa benar Naru-chan itu kakak kandung mu?" Tanya Konan penasaran.

"Betul,kalau kamu tidak percaya lihat saja foto ayahku dan bandingkan dengan Naruto-Nii." Balas Arthuria sambil menunjukkan sebuah foto dari ponselnya.

Konan pun menerima Ponsel tersebut dan memerhatikan dengan sesakma orang yang berada di foto itu.

'Sangat mirip,hanya beda di bagian rambutnya.' Ucap Konan dalam hati.

"Oh ya,Konan-nee sendiri kok bisa dekat dengan Naru-Nii?" Tanya Arthuria penasaran dengan hubungan layaknya kakak-adik antara Naruto dan Konan.

"Itu sih pada waktu itu..."

Arthuria pun dengan serius mendengarkan cerita dari Konan tanpa bersuara sedikitpun.

Yamanaka Ino saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumahnya setelah menikmati jalan jalannya walaupun sedikit kesal saat melihat si Miskin sedang berkencan dengan Kaicho dari Sekolah nya.

Entah kenapa Ino merasa cemburu dengan kedekatan mereka berdua yang memenuhi pikirannya saat ini.

Namun tidak sengaja dia malah melewati gang sepi yang didepannya ada Dua Preman sedang mabuk sambil menatap dirinya dengan pandangan menusuk.

"Heheheh lihat ada Gadis manis!"

"Sepertinya malam ini kita akan pesta,"

Ino pun sudah ketakutan dan berusaha kabur dari sana, namun lengannya tiba tiba ditahan oleh salah satu preman yang bertubuh gemuk.

"Eits! Mau kemana nona,temani kami dulu malam ini."

"Lepaskan!! Kalau tidak aku akan teriak!"

"Hehe coba saja,paling tidak ada yang mendengar."

"TOLONG!!!!"

"TOLOO!-Mpphh"

Tiba tiba Ino pun dibekap hingga tidak bisa bersuara dan membuat dirinya takut hingga menitikkan air mata.

Naruto yang sedang berjalan pelan tidak sengaja mendengar suara minta tolong dari arah gang dari samping nya,karena penasaran dia pun mencoba mendekati dan terkejut melihat ada preman Yang sedang membekap seorang Gadis.

Setelah memfokuskan pandangannya akhirnya dia tahu jika gadis tersebut satu sekolah dengannya dan gadis tersebut lah yang sering Menghina dirinya.

Awalnya Naruto berniat berbalik untuk meninggalkan nya,namun dia tidak tega dan langsung berlari untuk menghantam salah satu Preman yang sedang mencoba untuk membuka baju dari Ino.

Buuaaghh

Gubrrakk!!!!

Dengan santainya Naruto menendang hingga salah satu preman bertubuh kurus mental dan menabrak sebuah pagat kayu hingga hancur.

"Kurang aja kau bocah!" Teriak kesal preman bertubuh gemuk dan mendorong Ino hingga terjatuh.

"Majulah," Tantang Naruto dengan wajah datar.

"Cih! Teme!!"

Preman gemuk tersebut pun berlari untuk memukul Naruto,namun dengan lihai Naruto menghindari nya dan melakukan beberapa pukulan hingga Preman Gemuk tersebut pingsan karena Terkena bogeman tepat di hidungnya hingga keluar darah.

"Nah tinggal kau yaa~" Ujar Naruto melihat salah satu temannya yang menatap Naruto dengan pandangan Horror.

"M-Maafkan aku!!!!" Preman tersebut langsung berlari meninggalkan temannya yang tepar.

Naruto hanya tersenyum melihat tingkah laku Preman Tersebut yang menurutnya tidak setia kawan. Lalu pandangan beralih ke Ino yang saat ini sedang menatap dirinya dengan pandangan takut.

"Kau tidak apa?" Tanya Naruto tanpa ekspresi.

"A-Aku tidak apa apa," Balas Ino agak gugup.

"Baguslah,kalau begitu pulang lah dengan hati hati." Ujar Naruto berbalik arah.

Namun tiba tiba ada yang menarik Jaketnya hingga Naruto menghela nafas lelah.

"Baiklah aku akan antar kamu sampai rumah." Ucap Naruto mengerti apa yang ingi. Diucapkan oleh gadis didepannya.

Ino hanya tersenyum dalam hati karena pada akhirnya dia ditolong oleh orang yang paling sering dia hina dan caci maki disekolah.

Mereka pun jalan berdua tanpa adanya pembicaraan dengan posisi Ino yang berada didepan dan Naruto mengikut nya dari belakang.

Tidak terasa akhirnya mereka sampai di sebuah Toko Bunga yang cukup mewah dengan Naman Yamanaka Florist.

Naruto akhirnya tahu jika Ino merupakan anak dari pengusaha bunga yang cukup terkenal di kota ini karena keindahan bunga yang mereka jual.

"A-Ano terima kasih sudah menolong ku." Ucap Ino sambil membungkuk.

Naruto hanya mengangguk tanpa menjawab dan langsung berbalik untuk pulang.

Sementara Ino hanya memandang kepergian Naruto dengan nanar karena sepertinya perlakuan yang sering dia lakukan sudah cukup fatal.

"Ino,kamu dari mana saja?" Tanya Ayahnya yang baru saja datang.

"Tou-san!" Teriak Ino langsung memeluk dengan erat.

"Ada apa Putri ku? Apa ada yang menggangu dirimu?"

"Tadi aku hampir diculik preman,"

"APAA!!!!! TERUS BAGAIMANA KAMU BISA DISINI???"

"A-Aku ditolong seseorang dan yang men-nolong ku adalah orang yang sering aku hina Hiks~ Hiks~ Hiks." Jawab Ino hingga terisak pelan.

Ayah Ino pun terdiam mendengar ucapan dari putri kesayangannya, sepertinya putrinya sedang menyesali perbuatannya.

"Kalau begitu undang dia kesini, Tou-san ingin bertemu dengannya." Ucap Inoichi datar.

"Eh?!"

"Kamu harus bisa mengajaknya,jika tidak Tou-san akan memberikan kamu hukuman."

"B-Baiklah Tou-san."

Naruto pun akhirnya tiba di apartemen nya dan sedikit mengernyitkan dahinya melihat sebuah sepatu wanita yang dia sedikit kenal.

Dia pun membuka pintu dan tidak melihat ada Arthuria yang biasanya sedang menonton TV di jam jam segini. Kemudian dirinya mengecek kamar dan tersenyum simpul melihat Arthuria yang sedang tidur sambil memeluk Konan yang juga sama sama tertidur.

Naruto pun mematikan lampu kamar tersebut dan menutupnya dengan pelan. Kemudian dirinya melepaskan semua pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Tidak perlu waktu lama,Naruto sudah keluar dengan pakaian santainya dan duduk di sofa sambil mengecek isi Ponselnya.

Namun dia sedikit merasa janggal melihat memori di Galery foto nya yang sedikit penuh karena dia merasa jarang berfoto menggunakan ponselnya.

Naruto pun terkejut melihat isi Galerinya yang menampilkan foto Kaguya hanya dengan Bra dan CD seperti Kiriman dari Senjougahara Hitagi beberapa hari yang lalu,bahkan jumlahnya tidak main-main hingga 80 lebih foto dengan berbagai pose.

"Sepertinya dua gadis ini otaknya sedang pada sengklek yaa~" Guman Naruto pelan.

...

Bersambung...


Aikoaso.