LIBRARY OF MARKHYUCK
ㅡoffice!AU efek teaser regular irregularㅡ
Pairing: MarkHyuck
Warning: typo(s), OOC, cringe, yaoi, plotless, tw!kissing
DLDR, Happy Reading
Cr: foxpudu
.
.
.
Mark keluar dari lift dengan langkah sedikit gontai. Ia membuka jas hitamnya sebelum menyampirkannya asal pada lengannya.
Ia baru saja menyelesaikan sebuah rapat mengerikan yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham di perusahaan tempatnya bernaung sekarang. Ini adalah rapat pertamanya sebagai seorang Presiden Direktur di perusahaan yang diturunkan ayahnya padanya.
Jika ditanya, sekarang ini Mark sangat lelah. Tentu saja, memimpin rapat yang dihadiri oleh pemegang saham dengan umur yang jauh diatas Mark membuat lelaki itu harus sedikit menahan semua emosi yang ingin meluap. Ayahnya memang sudah mengatakan, biasanya dirapat pertama seperti ini semua orang pasti bak memusuhi Mark dan akan mengelurkan banyak sarkasme dan hinaan yang secara special ditujukan untuk Mark.
Katakanlah Mark sudah menyiapkan semuanya sebaik mungkin, mulai dari materi rapat sampai mentalnya. Tapi kenyataanya ia tetap kelelahan menahan semua sindiran serta cemooh menyebalkan orang-orang itu. Benar-benar yang ingin dilakukan Mark saat ini adalah mengambil cuti besok untuk tidur sepuasnnya lalu bekerja segiat mungkin untuk membungkam mulu-mulut laknat pemegang saham dalam perusahaannya.
Mark membuka pintu ruangannya pelan, sebelum menyalakan lampu yang tadi sengaja ia matikan sebelum memulai rapat terkutuk itu. Baru saja ia akan beranjak untuk membereskan barang-barangnya, sebuah suara lenguhan terdengar dari balik kursi kerja tempat biasanya ia duduk.
Mengernyit heran, Markpun menggantung asal jasnya pada gantungan yang memang sudah disediakan dipojok ruangan lalu beranjak untuk memastikan siapa orang yang menyelinap masuk diruangannya. Sebelah alisnya sedikit terangkat melihat sesosok lelaki yang tengah tertidur lelap pada kursi tempatnya biasa berkerja.
Mark memperhatikan sosok itu tanpa berkedip. Bagaimana kelopak mata yang tengah terpejam itu membuat bulu mata panjang miliknya tampak bersatu dengan pipi sewarna caramel yang terlihat sehat. Belum lagi belah bibir sewarna cherry yang sedikit terbuka itu. Lelaki itu tampak sangat pulas dalam tidurnya, bisa dilihat dari bagaimana tangannya yang terlipat seadanya didepan dada serta kepala yang bertumpu pada bantal leher berwarna pink yang dikenakannya.
Mark memutus kontak matanya dengan sosok tadi untuk melihat jam yang melingkar pada tangannya.
Pukul sebelas tepat.
Keningnya sedikit berkerut. Ia membuka jam tangannya lambat, sebelum kembali menatap sosok yang sekarang tertidur tepat didepannya. Setelah puas menatapi wajah sosok itu, Markpun mengarahkan jemarinya untuk mengelus pelan pipi tembam nan halus itu, mencoba membangunkan sosok itu dengan cara terlembut.
Alih-alih terbangun, sosok tadi malah semakin menyamankan kepalanya pada jemari Mark, tampak tak terganggu sama sekali.
Tak kehabisan akal, Markpun mencoba cara yang kedua.
Ia menundukkan sedikit badannya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah orang tadi. Mark kembali memandangnya singkat, sebelum mulai mengecupi setiap inci wajah lelaki tadi.
Guratan gelisah mulai terlihat diwajah yang semulanya tenang itu. Tangan yang sedari tadi terlipat cantik didepan dadanya sudah berpindah tempat menjadi diatas bahu milik Mark, berusaha mendorong sosok yang masih asik mengecupi pipi gembil lelaki yang terusik dari tidurnya itu.
"M-mark berhenti…" lirih lelaki itu. Kedua kelopak mata lelaki tadi secara perlahan mulai terbuka, menunjukkan mata bulat bak beruang yang menatap Mark sayu. Tangannya masih sibuk mendorong Mark agar menjauh dari tubuhnya sesegera mungkin.
Tapi Mark dengan segala kekeras-kepalaannya tetap tanpa henti munghujani wajah manis itu dengan kecupan singkat.
"Ya! Mark Lee, hentikan!"
Markpun akhirnya menurut. Menjauhkan sedikit wajahnya, ia bisa melihat wajah lelaki penyusup tadi yang sedikit tertekuk berbeda jauh dengan wajah tenangnya tadi saat masih tertidur.
"Tidak bisakah kau membangunkanku dengan cara yang lebih manusiawi? Setidaknya yang tidak semenjijikan tadi." Sungut lelaki tadi sebelum menguap lebar, tanda jika ia masihlah mengantuk.
"Kenapa kau disini, Hyuckie?"
Lelaki yang dipanggil Hyuckie itu, atau panggil saja dia Donghyuck, mengernyit heran mendengar pertanyaan Mark, "Tentu saja menunggumu Tuan Presdir terhormat. Kau rapat terlalu lama, sampai aku ketiduran disini. Padahal Jeno sudah mengantarku kesini sejak pukul tujuh tadi. Dan sudah jam berapa sekarang? Apa sudah tengah mal—"
Mark hanya memperhatikan Donghyuck berceloteh panjang didepannya. Apa tadi Mark mengatakan kalau ia lelah? Entahlah tiba-tiba ia tidak merasakan barang setitikpun kelelahan ditubuhnya, malah tubuhnya terasa hangat melihat sosok yang sekarang ini tengah melakukan peregangan singkat sebelum melepas bantal lehernya.
"—jadi kau sudah makan belum? Kalau belum, aku sudah membeli chinesse food tadi. Mungkin sekarang sudah dingin, jadi lebih baik kita pulang agar aku bisa memanaskannya. Makan dan tidurlah, besok kau tidak usah mengantarku kerja, Jeno bilang ia yang akan menjemp—"
"Mau sampai kapan kau menjadi sekretaris muka patung itu? Sudah kukatakankan untuk berhenti saja." Potong Mark. Ia sedikit jengah mendengar nama Jeno yang terus-menerus keluar dari mulut Donghyuck.
Donghyuck sendiri nampak tak peduli dengan permintaan Mark. Lelaki itu malah tengah sibuk membereskan barang-barang Mark yang tergeletak diatas mejanya. Setelah siap, ia beranjak untuk mengambil bungkusan, yang Mark prediksi berisi berbagai macam chinesse food, dan membawanya ditangannya yang masih kosong dari barang.
Mark menghela napas, sadar tidak akan digubris sama sekali oleh lelaki bermata beruang itu. Ia mengambil semua barang yang dibawa Donghyuck dengan cepat, lalu beranjak keluar ruangan, dan menutupnya ketika dilihatnya Donghyuck yang sudah berjalan kearah lift.
Kedua orang itu tidak mengeluarkan barang sepatah katapun selama perjalanan keduanya menuju Range Rover milik Mark yang terparkir apik ditempat khusus. Barulah ketika keduanya sudah tepat tiba didepan mobil berwarna hitam elegan itu Mark membuka mulutnya, "Kuncinya ada di saku depan celanaku."
Donghyuckpun langsung mengarahkan tangannya kearah saku Mark, meraih kunci yang dengan mudah digapainya. Baru ketika Donghyuck ingin membuka mobil, ia menyadari jaraknya dengan Mark yang terpaut sangat sedikit. Markpun menyadari hal itu. Keduanya saling terdiam, menatap mata satu dengan yang lain secara intens. Donghyuck sudah ingin berjinjit untuk menghilangkan jarak diantara dirinya dan presdir perusahaan tempatnya berdiri ini, tapi sayang Mark menghancurkan momen tersebut.
"Buka pintunya." Perintah Mark mutlak.
Donghyuck sedikit mengerucutkan bibirnya mendengar perintah Mark, tapi toh tetap diturutinya. Mendengar bunyi alarm singkat tanda pengunci pintu mobil berukuran besar itu sudah dibuka, Mark menyelinap kebelakang Donghyuck untuk membuka pintu tengah mobilnya.
Donghyuck yang melihatnya jadi bingung sendiri, untuk apa Mark berjalan menuju pintu tengah bukannya kemudi? Apa lelaki dengan rambut bak arang itu lupa kalau Donghyuck tidak bisa mengendarai mobil?
Ia bisa melihat Mark yang kembali berjalan kearahnya setelah menutup pintu. Saat itulah Donghyuck baru mengerti kalau lelaki bersurai hitam itu hanya ingin meletakkan berbagai barangnya tadi. Tapi kenapa tidak sekalian saja, meletakkan barang pada saat Mark sudah masuk pintu kemudi sebagaimana yang selalu dilakukan Mark?
Jawaban dari pertanyaan Donghyuck akhirnya dapat terjawab kala Mark mendorong tubuh Donghyuck agar tersender pada kap mobil dan mulai mencium lembut belah bibir milik Donghyuck. Donghyuck sendiri secara otomatis mengalungkan kedua lengannya pada leher Mark, membawa lelaki bergelar Presiden Direktur itu untuk semakin mendekat padanya.
Awal ciuman mereka hanyalah saling melumat bibir lawannya, namun seiring berjalannya waktu ciuman itu semakin memanas. Mark mulai mencoba untuk menggigit bibir bawah Donghyuck, meminta agar pemuda yang ada dibawahnya itu membuka mulutnya, yang langsung dikabulkan oleh Donghyuck. Donghyuck sendiri dapat merasakan ribuan kupu-kupu yang tengah menggelitik perutnya kala lidah lihai Mark tengah sibuk mengekplor mulutnya. Mulai dari mengajak perang lidah Donghyuck dengan melilitnya erat sampai kepada mengabsen satu persatu gigi milik Donghyuck. Donghyuck dapat merasakan aliran liur yang membasahi dagunya, namun mana ia peduli jika Mark saat ini tengah membawanya berjalan-jalan menuju alam surga hanya dengan ciuman panas darinya.
Jika bukan karena dadanya yang sudah menjerit minta diberikan oksigen secepatnya, mungkin Donghyuck akan terus menghisapi bibir bawah milik Mark. Donghyuck memukul pelan tengkuk Mark, yang untungnya dapat dimengerti oleh Mark sebagai tanda bahwa lelaki yang dibawahnya itu sudah kehabisan napasnya.
Baru saja Donghyuck bisa menghirup napas, lagi-lagi napasnya harus tercekat merasakan Mark yang tengah mengecupi leher jenjangnya dengan ciuman singkat nan menggelitik. Mungkin Donghyuck akan sangat terlena dengan kelakuan Mark jika kesadaran Donghyuck tidak kembali seutuhnya kala dirasakannya Mark mulai menghisapi perpotongan leher miliknya.
"Ber-berhenti Mark,cukup…"
Mark mengeluarkan gerutuan kesal saat dirasakannya tangan Donghyuck yang mendorongnya kuat.
"Cukup, nanti Jeno marah kalau kau sampai meninggalkan tanda dileherku."
Mark berdecak kesal ketika telinganya lagi-lagi mendengar nama Jeno yang keluar dari mulut Donghyuck, "Apa-apa Jeno terus. Memang apa urusannya?"
"Tentu saja bodoh, dia bosku. Perintahnya itu mutlak bagiku atau aku bisa dipecat nanti." Jelas Donghyuck lembut sembari mengusap penuh sayang kepala bagian samping Mark.
"Ya bagus kalau kau dipecat, jadi kau bisa menjadi sekertarisku saja dari pada menjadi sekertaris bocah bermata segaris it—aduh sakit" seru Mark ketika kepalanya menerima hantaman sadis dari tangah Donghyuck yang semulanya tengah mengusapnya.
"Kenapa sih perkara pekerjaan seperti ini saja kalian harus berebutan mendapatkanku."
"Tentu saja karena aku kekasihmu Lee Donghyuck, jadi kau harus sepenuhnya menjadi milikku. Jadi mengundurkan diri saja daripada kau terus menerus mendengar celotehan kecemburuanku seperti ini." rajuk Mark sembari mengangkat badan Donghyuck ala pengantin untuk dibawa masuk kedalam mobilnya.
"Demi Tuhan Mark Lee, jika kau lupa Lee Jeno itu adalah kembaranku! Untuk apa kau mencemburui saudara sedarahku hah? Dan kalau kau lupa lagi, orang tuaku yang meminta agar aku menjadi bekerja sama dengan Jeno agar manusia bodoh itu tidak merusak perusahaan yang dibangun susah payah oleh keluargaku dan bagaimanapun juga perusahaan yang dipegang Jeno sekarang adalah milik keluargaku, jadi setidaknya aku harus ambil bagian sekalipun menjadi sekretaris bayi manja itu. Berapa kali harus kujelaskan hal ini sampai kau tidak cemburu lagi? Dasar menyebalkan." Sungut Donghyuck sebal. Ia melipat tangannya kesal dengan bibir yang dimajukan kedepan seraya merapalkan umpatan sebal terhadap Mark yang sudah masuk kebagian kemudi mobil.
Mark sendiri malah sedikit tertawa karena tingkah Donghyuck yang sangat menggemaskan baginya. Sekalipun lelaki dengan mata beruang itu sudah hampir ribuan kali mengingatkannya tentang hubungannya dengan Jeno tetap saja Mark tidak akan menggubrisnya.
Lawan ya lawan, sekalipun itu adalah calon adik ipar sendiri.
.
END
.
Demi apa ini cerita udah panjang, gaada plot, gajelas pol wkwkwk tapi rekor nulis terpanjang
Btw mau nanya deh, kalian lebih suka updatean lama tapi ceritanya langsung sekali panjang, atau updetan sehari sekali tapi ya sedikit aja? Dua2nya sama-sama gajelas pastinya
Terus kalau ada chapter yang percakapannya pakai Bahasa informal ala-ala kaya gue-lo gitu kalian terima gak?
Ya gitu aja si, makasi untuk semua yang udah support cerita ini. Jujur aku terharu liat jumlah angka yang baca fic gajetot ini hihi
