LIBRARY OF MARKHYUCK

Pipi bulat Donghyuck. Atau bisa dibilang lima kali Mark ingin mencium kedua pipi itu namun tak dilakukannya, dan satu kali dimana ia tak tahan untuk melakukannya

Pairing: MarkHyuck

Warning: typo(s), OOC, cringe, cringe, cringe, yaoi

DLDR, Happy Reading

Cr: foxpudu

.

.

.

Part 1: Saat Mereka Makan Malam Bersama

Mark membuka sepatunya asal, melemparkannya begitu saja dirak sepatu yang sudah berantakkan dari sananya. Dengan langkah terburu, pemuda asal Canada itu berlari menuju kamar mandi yang berada didekat dapur setelah sebelumnya meraih handuk berwarna merah miliknnya.

Bukan tanpa alasan Mark melakukan hal-hal tadi secara tergesa-gesa. Esok adalah hari besar miliknya dimana ia akhirnya akan debut disebuah grup bernama NCT U.

Tak terkira sebenarnya emosi yang tengah ia rasakan.

Bahagia, resah, terharu, takut, semua bercampur satu membuatnya ingin segera tidur saja setelah latihan tadi yang diakhiri lebih cepat dari biasanya. Namun janjinya dengan seseorang membuatnya berlarian dari ruang latihan menuju dorm baru miliknya bersama keempat member yang lain, membersihkan diri dengan cepat sebelum beranjak pergi dari dorm dengan langkah kilat.

Tujuan Mark hanya satu.

Restoran kimchi jjigae yang terdapat di sebelah gedung SM.

Sesampainya didepan restoran itu, Mark mencoba untuk menetralkan nafas serta detak jantung yang sudah tidak karuan. Setelah dirasanya siap, ia membuka pintu untuk disambut aroma sedap dan dentingan lonceng yang berasal dari pintu yang dibukanya.

Matanya sedikit bergerak liar untuk menemukan sosok yang mengajaknya makan malam hari ini, dan ketika ditemukannya, Mark tak mampu untuk menahan senyum yang terkembang diwajahnya.

Sosok tadipun tampaknya menyadari keberdaan Mark, terbukti dari senyuman manis yang sudah tersampir pada belah bibir miliknnya serta tangan yang sudah melambai heboh padanya.

"Menunggu lama?" tanya Mark singkat. Ia menyamankan diri pada tempat duduk yang berhadapan langsung dengan sosok itu. Aroma khas kimchi jjigaepun semakin menyeruak pada indra penciumannya, sesaat sosok itu membuka panci masakan yang terdapat pada meja mereka.

"Lumayan, lihat bahkan masakannya sudah siap seperti ini. Kau pasti sengaja kan, hyung? Melambat-lambatkan mandimu, berjalan santai kesini, dan sebagainya supaya kau tidak perlu menungggu kimchi jjigaenya jadi, benarkan?!" tuduh sosok itu sembari meletakkan sendok dan sumpit dihadapan Mark.

Mark hanya bisa terkekeh melihat tingkah menggemaskan, menurutnya, sosok itu,"Memang. Kau sangat mengenalku Lee Donghyuck."

Sosok itu, Donghyuck, mengerucutkan bibirnya kesal namun kedua tangannya tetap sigap dalam menyendoki piring kecil milik Mark dengan kimchi jjigae yang sudah matang itu, "Dasar hyung kurang ajar, mentang-mentang aku lebih muda kau memperbudakku seperti ini. Kalau bukan karena kau debut besok, sudah kupastikan panci panas ini melayang kekepalamu."

Mark tak mampu menahan tawanya mendengar sungut-sungut Donghyuck. Padahal ia sudah berusaha sekuat yang ia bisa untuk tiba ketempat ini secepatnya, tapi Donghyuck tak perlu tahu itu. Mark masih ingin menikmati omelan kecil serta ekspresi khas bebek Donghyuck.

"Selamat untuk debutmu besok, hyung. Lakukanlah sesuai apa yang sudah kau latihankan, jangan takut karena kau pasti akan keren. Sekarang makan yang banyak, lalu setelah ini tidur saja agar besok kau bisa menampilkan yang terbaik untukku, bagaimanapun juga aku berhak atas itu."

Mark sudah akan menangis ketika Donghyuck menyerahkan piring berisi kimchi jjigae itu ditemani ucapan manis darinnya. Sayang komentar terakhir dari Donghyuck sedikit merubah suasana haru itu menjadi momen lawaknya.

"Memangnya kau siapa? Aku menampilkan yang terbaik besok tentunya untuk fans dan orang tuaku." Ujar Mark ketus. Donghyuckpun kembali bersungut-sungut setelahnya, membuat Mark lagi-lagi harus tertawa melihat reaksi imut Donghyuck.

"Aku sahabatmu dasar hyung bodoh! Sudah dimasakki, kuberikan semangat, inikah balasanmu untukku? Menyebalkan."

Mark menatapi Donghyuck yang mengambil suapan besar untuk langsung dimasukkan kedalam mulutnya. Dengan mulut yang penuh makanan, membuat pipi lebar Donghyuck semakin terlihat lebar. Ditambah lagi panas dari kimchi jjigae itu membuat pipi itu sedikit memerah.

Mark tidak tahu apa yang sekarang ia rasakan. Ia bukanlah seseorang yang senang menyebarkan afeksi pada orang lain. Namun kondisinya saat ini sangat membuatnya bingung, tak pernah sekalipun ia memiliki keinginan yang sangat besar untuk mengecup pipi seseorang.

Pipi Donghyuck tepatnya.

Namun pada akhirnya ia menahannnya, dan hanya memberikan tendangan keras pada kaki Donghyuck sebagai peringatan untuk berhenti berucap omong kosong.

.

END (PART 1)

.

Hai!

Ini semacam 5+1 gitu yaa, cuma diup perpart~

Makasi yang sudah membaca maupun meninggalkan jejak

(btw cerita ini pada akhirnya kuup di watty ya, cuma dengan 'judul draft of markhyuck' hehe biar gaada yang salah sangka)