kehidupan tentang sasusaku ketika sakura meninggalkan sasuke selama 4 tahun karena hubunganya tidak direstui dari pihak keluarga sasuke dan karena kesalah pahaman teman temannya yang menuduh dirinya sebagai perusak hubungan orang.
.
.
.
.
naruto milik masashi kishimoto
sasusaku~
Terlihat seorang gadis muda berumur kisaran 22 tahun sedang merebahkan diri didalam kamar bernuansa modern ya dia adalah Haruno Sakura sedang berpikir setelah sepulang dari rumah sakit tempatnya bekerja di suna selama sekitar 4 tahun dia diperbolehkan untuk libur, memang agak lama si, dia diberi libur selama satu bulan dan atasanya juga mengatakan bahwa dia diperbolehkan untuk pulang ke konoha hanya saja jika dia pulang ke konoha dia akan teringat dengan kenangan kenangan pahit yang menimpanya, memang selama bekerja setiap tahun dia diberi libur panjang tetapi dia tidak pernah ingin pulang ke konoha alasanya dia tidak ingin bertemu dengan teman temanya ataupun mantan kekasihnya walaupun didalam hatinya dia ingin bertemu dengan keluarganya ibunya ayahnya.
Drrrrtt drtttttt tiba tiba terdengar suara ponsel sakura yang berbunyi lalu sakura pun mengangkat telepon itu
"halo" sapa orang disebrang sana
"aa kaa-chan ada apa ?
"hmm kaa-chan tau tanggal liburmu setiap tahun sakura, apa kau tidak ada keniatan untuk pulang ke konoha ?"
"aku juga sedang memikirkanya, aku hanya belum siap untuk bertemu mereka aku terlalu takut mereka tidak akan pernah memaafkanku" terdapat kegelisahan dalam perkataan sakura
"kaa-chan sangat tau perasaanmu sakura tapi apa kau tidak pernah memikirkan perasaan ibu kandungmu dia pasti sangat merindukanmu kalaupun mereka tak mau memaafkanmu masih ada kaa-chan dan juga ibu kandungmu yang akan menyayangimu oh iya dan jangan lupakan gaara juga yang selalu melindungimu, kau bisa kesini dengan gaara kaa-chan sangat merindukanya" ucapnya dengan serius dan memohon
yah gaara adalah sahabatnya disuna dia adalah orang yang menolong sakura saat dia benar benar tidak mengenal satu orang pun disuna waktu itu dia masih berumur 18 tahun dia melanjutkan kuliahnya disuna disana dia bertemu dengan gaara yang notabene adalah senpainya dijurusan kedokteran lalu lambat laun gaara dan sakura menjadi sangat dekat dan menjadi sahabat baik sampai bekerja dirumah sakit yang sama disuna, gaara juga membawanya kerumah memperkenalkanya dengan ayah dan ibunya tetapi ayah dan ibu gaara pindah kekonoha karena mereka membuka sebuah restoran yang terkenal dan mereka menjadi sangat dekat maka dari itu sakura menganggapnya sebagai orang tuanya disuna.
agak lama sakura terdiam suara dari telepon pun terdengar lagi
"sakura ?"
"ahh ano gomene ka-chan tadi aku sempat melamu" sakura terkekeh
"jadi bagaimana ?" tanyanya lagi
"aku akan berpikir lagi kaa-chan"
"baiklah kaa-chan mengerti, tapi jika kau sudah memutuskan sesuatu hubungi kaa-chan segera ya" sergahnya dengan nada tegas
"hai kaa-chan""jawab sakura dengan nada tegas juga
"yasudah silahkan beristirahat kaa-chan tidaj ingin mengganggumu"
"arigatou kaa-chan, ohh iya sampaikan salamku kepada kankurou- niisan ya"
"pasti akanku sampaikan, sampai jumpa sakura"
"hai"
sambungan telepon pun tertutup sakura memejamkan mata dan dalam hati berkata dengan mantap 'mungkin saatnya kembali'
*Sakura pov
'mungkin saatnya aku untuk kembali yosh' kali ini aku benar benar berpikir mantap untuk kembali kedesaku yang tercinta lagi pula aku sangat merindukan ibu dan kaa-chan sebelum itu aku akan berbicara dulu dengan sahabat baiku yeah gaara kali ini diriku sudah berada didepan apartemennya.
Tinggg tongg...
kupencet bel yang ada didepan pintu tapi kenapa dia tidak keluar sungguh menyebalkan apa dia masih tidur mentang mentang libur tapi malah tidur terus, kuhela nafas sebentar lalu kupencet bel lagi kali ini kupencet berkali kali agar dia terbangun (mungkin kalau tidur) dan membukakan pintu.
benar saja dia langsung membuka pintu dengan keadaan rambut merah yang acak acakan sambil menguap.
"hoaaam ada apa pagi pagi buta datang ?" tanyanya santai dengan tangan memegangi mulutnya karena menguap
dengan keras kujitak kepalanya dia mengaduh.
"ittai-yo sakura apa apaan kau ini" sekarang giliran tanganya memegangi kepala merahnya karena kujitak
"baka kau bahkan tidak mengingat ini jam berapa, sekarang tuh udah sore engga pagi lagi" ucapku dengan sweatdrop
"benarkah, jadi jam berapa sekarang" tanyanya lagi lagi dengan santai
"tidak bisakah kau menyuruhku masuk dulu?"
"hai hai masuklah"
dasar dia itu tidak ada sopan santunya. kali ini diriku mengikutinya masuk lalu duduk disofa.
"jadi ada apa kau datang sore sore begini ?" tanyanya lagi kali ini dengan nada serius. gaara adalah orang yang yah cuek susah senyum tidak suka basa basi sangat mirip dengan sasuke tapi jujur sifat gaara lebih baik dibanding sasuke walaupun gaara cuek setidaknya dia masih bisa bercanda beda sekali dengan sasuke yang benar benar arogan ahh aku malah jadi mengingatnya.
"kalau kau kesini hanya untuk melamun keluar saja sana" ucap gaara enteng
"apa apaan kau ini seenaknya saja sama tamu langsung main usir usir aja" tukasku dengan nada sewot tidak terima karena diusir! tapi karena aku juga tidak ingin lama lama dan membuat gaara marah mendingan langsung keintinya saja kan.
Sakura end pov
"eng jadi begini, kau mau menemaniku kembali ke konoha ?" tanya sakura dengan ragu ragu dalam hatinya dia juga ragu apakah keputusanya benar untuk kembali dan terlihat gaara juga tampak terkejut lalu dia menjawab
" kok mendadak apa kau yakin ?" tanyanya lagi sepertinya dia menyadari keraguan dalam uacaoan sakura tadi.
"memang mendadak sebenarnya aku juga tidak berfikir akan kembali ke konoha tapi tadi ibumu menelponku menyuruhku untuk kembali dan akhirnya aku memikirkan dengan matang matang dan aku yakin" dengan nada tegas sakura menjawab. agak lama juga gaara berfikir dan akhirnya,
"jadi kapan kita akan berangkat ?" tanyanya
"kupikir besok lebih baik, aku akan berkemas dari sekarang" jawab sakura
"baiklah kita berangkat besok aku akan memesan tiket pesawat nanti"
"yasudah hanya itu yang ingin aku bicarakan aku akan pulang" sakura berdiri dari sofa lalu gaara menahan tanganya agak bingung juga sakura dalam hati dia membatin 'apa lagi ini anak urusanku sudah selesai kan' agak was was juga karena wajah gaara tampak serius dengan seringai dibibirnya sakura juga sempat meronta agar tanganya dilepaskan tapi gaara lebih kuat agak takut takut juga gaara tidak pernah bersikap seperti ini dan akhirnya sakura memberanikan diri untuk bertanya.
"ada apa lagi gaara ?" suaranya tercekat karena merasa takut, gaara terdiam agak lama lalu menjawab tp tetap dengan seringai diwajahnya yang tidak hilang
"hahaha kau lucu sekali sakura aku hanya mau bertanya apa perlu kau kuantar pulang" dengan tawa meledak gaara menjawab terdapat perempatan siku siku didahi sakura sungguh sakura sangat kesal karena digoda seperti itu sakura mengepalkan tanganya, selagi gaara sedang tertawa sakura melayangkan pukulan diperut gaara
"Shanaroooo" dengan sekali tinju gaara langsung jatuh terduduk dan terdiam sambil memegangi perutnya yang kena tinju sakura sepertinya gaara kesakitan 'rasakan hahaha' dalam hati sakura merasa puas
"kau jahat sekali kepadaku sakura" gaara bangkit masih dengan memegangi perutnya.
"salahmu sendiri kau seperti ingin menerkamku tadi, lalu apa apaan juga mau mengantarku pulang bahkan apartemen kita bersebelahan baka sudahlah aku pulang" sakura benar benar kesal dengan langkah keras dia menjauh dari gaara lalu keluar dari apartemen gaara. gaara mengamati pintu apartemenya yang tertutup dengan keras gaara sempat tersenyum tipis.
didalam apartemen sakura dia menghela nafas keras sungguh gaara menghancurkan moodnya hatinya sedang gelisah karena ragu kembali ke konoha atau tidak ditambah kesak karena kelakuan sahabatnya gaara. sampai akhirnya dia menjatuhkan diri dikasur lalu tertidur lelap sampai esok.
~
~
keesokanya sakura terbangun sebenarnya dia malas bangkit karena bergelung dengan selimut dan bantal guling lebih menyenangkan tp dia baru ingat bahwa hari ini dia akan pulang ke konoha dan harus cepat cepat berkemas dengan terpaksa sakura bangkit dari tempat tidur melihat jam dinding menunjukan pukul 9 pagi langkahnya gontai menuju kamar mandi, selama 15 menit dia sudah mandi ganti baju selanjutnya sakura menuju dapur untuk membuat sarapan waktu dikonoha sakura memang tidak pandai memasak tapi karena sekarang telah berbeda dia berada disuna jadi dia harus mandiri dan tidak terlalu bergantung pada makanan instan, setelah sampai didapur sakura langsung memulai membuat makanan kali ini dia membuat dua porsi telur dadar, kenapa dua yaa karena satunya untuk gaara sakura memang selalu membuat masakan untuknya karena gaara sama sekali tidak bisa memasak, sebentar lagi pasti gaara datang dan benar saja tiba tiba dia sudah berada di ambang pintu dapur
"kau selalu saja masuk seenaknya aku bisa saja menuduhmu sebagai maling" sakura melangkah ke meja makan dengan dua tangan membawa telur dadarnya
"wahh makananya sudah siap?" bukanya menjawab pertanyaan sakura malah gaara balik bertanya
"huhh seperti yang kau lihat" sakura meletakan masakanya lalu duduk disusul gaara juga yang duduk disebrangnya memang seperti inilah mereka selalu makan bersama entah dirumah ataupun diluar. mereka memakan makanannya dalam diam karena gaara tidak suka makan sambil bicara atau melihat orang bicara bila sedang makan. setelah selesai acara makanya akhirnya gaara angkat bicara
"kau sudah selesai berkemas?"
"tentu saja belum, niatnya aku melakukanya setelah ini hehe" kekeh sakura
"aku sudah memesan tiketnya kita akan berangkat jam 4 sore ini jadi kau harus selesai sebelum jam 4" ucap gara sedikit memerintah
"aku tahu lagipula ini masih jam 10 masih banyak waktu lagi untuk berkemas sebelum jam empat" sakura menjawabnya dengan tegas
"aku hanya tidak ingin kau bermalas malasan, kau selalu menyampikan pekerjaanmu dengan santai" gaara memang tau seluk beluk sifat sakura yang kadang benar benar pemalas
"hai hai wakatta gaara senpai"
gaara tidak menanggapi perkataan sakura lebih lanjut setelahnya dia pamit pulang juga kepada sakura karena dia juga belum berkemas
sakur melangkahkan kaki kekamarnya lagi ingat perkataan gaara bahwa dia tidak boleh malas malasan jadi dia harus berkemas dengan cepat banyak barang barang yang harus dibawanya sampai dia melihat pigura foto dirinya dengan gaara foto itu menunjukan bahwa dia sedang berada dibawah pohon sakura dengan salju yang turun juga dengan gaara yang merangkulnya sakura tertawa lepas sedangkan gaara hanya tersenyum tipis.
akhirnya sakura membawa foto itu lalu sakur melanjutkan acara berkemasnya.
waktu berlalu sangat cepat sudah menunjukan pukul 3 sakura tengah bersiap siap gaara juga sudah menungguny diruang tengah sepertinya dia berkemas dengan cepat akhirnya sakura selesai juga acara berdandanya dengan make up tipis, dia melangkah keluar kamar dengan tas gendong dipunggungya lalu kedua tanganya menarik kopernya yang lumayan besar sampai dia tiba diruang tengah sakura menemukan gaara tengah duduk dengan kepala disenderkan di sofa matanya terpejam apa dia tidur ? pikir sakura
"kau tidur ?" sakura bertanya sambil mengguncang bahu gaara dengan pelan gaara membuka matanya perlahan lalu menjawb
"tidak" gaara melirik koper sakura lalu berkata lagi
"hanya itu ? kurasa telalu banyak" komentar gaara tidak diperdulikan sakura
"kalau kau memang tidak mau membantuku membawanya juga tidak apa" sakura agak sewot
"akan kubantu" gaara langsung mengambil kopernya dan koper sakura lalu berjalan keluar, berkata lagi
"ayo kita berangkat kalau tidak nanti telambat"
"baiklah"
~
gaara memesan taxi untuk menuju bandara memakan waktu setengah jam untuk sampai ke bandara selama perjalanan sakura maupun gaara tidak ada yang bicara mereka terlalu kalut dengan pikiranya masing masing.
sesampainya di bandara sakura dan gaara menunggu keberangkatan mereka, sampai waktu sudah menunjukan jam 4 itu artinya mereka harus menuju pesawat tujuannya setelah mereka berhasil menaiki pesawat gaara memulai pembicaraan
"semoga tidak ada hal buruk yang terjadu disana"
"hm aku juga berharap seperti itu"
'dan akhirnya aku akan kembali ke konoha entahlah kuharap aku tidak bertemu mereka lagi dan semoga saja walaupun aku bertemu mereka semoga mereka menaafkanku dan semoga kesalah pahaman ini terselesaikan' lanjut sakura dalam hati.
'yosh sudah diputuskan, shanarooo'
.
TBC
fic pertamaku semoga kalian suka chapter ini juga baru awal jadi belum ketemu sasuke tunggu chapter berikutnya ya jangan lupa riview _
