Chapter 4


Enjoy!


.

Kyoto merupakan kota yang paling sering dikunjungi setelah Tokyo,di Kyoto suasana kota lebih asri ketimbang Tokyo karena wilayah yang sedikit dekat dengan pergunungan membuat iklim di kota ini sedikit sejuk.

Di malam hari tepatnya di Rumah Keluarga Naruto 6 orang saat ini sedang melakukan Makan malam.mengapa 6? bukan kah jumlah keluarga mereka hanya 5?,ternyata itu adalah teman satu sekolah Naruto yaitu Ayatsuji Tsukasa yang ikut makan malam bersama.Naruto yang mengajaknya kerumah dikarenakan jika Tsukasa di biarkan pulang sendiri di hari yang mulai gelap takut jadi korban kejahatan para kriminal.

"Tsukasa-san bagaimana kalau Naruto di sekolah?" Tanya Karin sambil Memakan Ramen buatan Ibunya.

"Namikaze-kun orangnya Ramah,pintar dan suka menolong jika berada di sekolah." Jawab Tsukasa sambil memandang Karin.

Tsukasa baru melihat Karin dan Nagato pada hari ini karena waktu kunjungan pertamanya mereka berdua sedang sibuk dan tidak berada dirumah,dia juga terpana dengan kecantikan Kakak perempuan Naruto ini.

"Hohohoho apa anak tersebut pernah dimarahi guru?" Tanya blak blakan Nagato yang sukses di pelototi oleh Naruto.

"Namikaze-kun tidak pernah dimarahi kalau dikelas,dia termasuk murid yang disiplin." Jawab Tsukasa mendengar pertanyaan Nagato.

Kushina dan Minato yang mendengar percakapan Anak anaknya dan teman Naruto pun hanya tersenyum.Mereka berdua senang anak anaknya tidak ada yang kaku terhadap orang lain,malahan sangat blak blakan dalam bertanya kepada Tsukasa.

"Ngomong2 Kalian berdua kenapa pulang agak larut?" Tanya Minato yang Baru sadar kalau mereka pulang beberapa saat sebelum dirinya datang.

"Aku di tunjuk menjadi anggota panitia untuk festival sekolah," Jawab santai Naruto.

"Iya paman kami berdua yang dipilih mewakili kelas kami oleh Kakashi Sensei." Tambah Tsukasa membenarkan.

"Ohhh Kakashi,kalo kalian tau dia dulu adalah Junior ku sewaktu di bangku Kuliah dan tak ku sangka dia mau jadi Guru dengan sifatnya yang Pemalas." Ujar Minato sambil mengingat Kakashi.

"Yah kau tau orangnya begitu Tou-chan." Guman Naruto.

Setelah mereka selesai makan,Semua keluarga Naruto berada di ruang keluarga dan berbincang dengan Tsukasa yang membuat Naruto sedikit cemberut karena Kakak kakaknya menceritakan dirinya sewaktu SD sampai SMP.Tsukasa juga nyaman oleh obrolan dengan Kakak kakak Naruto, menurutnya Kakak2 Naruto orangnya sangat Suka asal jeplak dan hobi menjahili Naruto.

Sampai pukul 19.30 akhirnya Tsukasa ijin pamit untuk pulang dan Naruto yang sudah berganti pakaian menggunakan Celana Jeans Hitam,Hoddie abu abu dan sepatu sendal.

"Paman, Bibi, Nee-san,Nii-san,saya pamit pulang yah dan terima kasih atas jamuan makan malamnya," Ucap Tsukasa sambil membungkuk.

"Sudahlah lagipula Bibi senang Kok dan lain Kali sering sering kesini yah Tsukasa-chan!" Jawab Kushina sambil dirangkul Minato yang hanya tersenyum.

"Tentu Tsukasa-chan lain kali kalo aku tidak sibuk kamu main saja kesini,hitung hitung kita bisa ngobrol tentang itu~" Ucap Karin sambil menyeringai jahil.

Tsukasa yang mengerti maksud tersebut pun pipinya memerah,dan Naruto yang melihat itu berguman dalam hati,"Si Ayatsuji-san kenapa mukanya merah?apa dia kepedesan makan masakan Kaa-chan?"

"Naruto!!" Panggil Kushina

"Hai hai Kaa-chan?"

"Hati hati bawa motornya jangan ngebut ngebut nanti dijalan dan salam buat Ibunya Tsukasa-chan yah!"

"Baiklah Kaa-chan dan Ayatsuji-san ini pakai jaket dan helm karena malam ini cuacanya agak dingin." Ucap Naruto sambil memberikan benda tersebut.

Tsukasa agak kaget dengan perlakuan Naruto,menurutnya yang dilakukan Naruto adalah hal romantis yang sering dia baca di Novel novel.Namun saat asik dengan lamunannya dia sadar ketika Naruto menatapnya dengan Mata biru safir yang Indah membuat Tsukasa terpesona dan,

'Sepertinya aku jatuh cinta dengannya' Ucap Tsukasa dalam hati.

"Halo halo Ayatsuji-san??" Ucap Naruto sambil menggoyangkan tangannya di depan muka Tsukasa.

"E-Eh iya ada apa Namikaze-kun?" Tanya Tsukasa yang baru sadar.

"Apanya ada apa,apa kau mau terus berdiri disana?"

"Oh iya maaf heheheh aku sedikit melamun tadi." Jawab Tsukasa yang sudah memakai Helm dan Jaket Naruto yang bewarna hitam list orange.

Sementara itu Keluarga Naruto yang melihat itu hanya tersenyum,mereka tidak sabar kedepannya hubungan mereka berdua bagaimana,setelah Naruto dan Tsukasa pamit akhirnya mereka semua masuk kerumah dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.

Dijalan Naruto mengendarai motor sport nya dengan laju yang standar,karena di jalan agak padat merayap.Sementara itu Di belakang Naruto,Tsukasa masih diam dengan pikirannya sendiri.

"Ayatsuji-san kalau kau lelah kau bisa berpegangan dengan ku," Ucap Naruto namun suaranya agak kecil karena tertutup helm.

"Kamu ngomong apa Namikaze-kun?" Tanya Tsukasa yang tidak jelas mendengar ucapan Naruto dan memajukan badannya sehingga Dadanya bersentuhan dengan Punggung Naruto namun dia tidak sadar.

Naruto yang sadar pun mukanya memerah dibalik Helm,karena merasakan sesuatu yang empuk di belakang Punggungnya dan ukurannya lumayan menurut dia.Namun dia berusaha mengontrol pikirannya dan membuka kaca helm.

"Kalau kamu lelah kamu bisa berpegangan denganku!" Ucap Naruto jelas setelah pikirannya sudah baik.

"Oh begitu,aku tidak lelah kok Namikaze-kun." Balas Tsukasa namun dia tetap berpegangan di perut Naruto.

"Ngomongnya gak lelah tapi pegangan denganku,gimana sih ni cewe" Guman Naruto melihat sikap tsundere Tsukasa.


Sementara itu dirumah Naruto,Minato dan Kushina saat ini sedang mengobrol tentang Naruto.Mereka juga tampaknya sedikit ingin tahu hubungan anaknya dengan Tsukasa yang terlihat dekat.

"Hei Minato! menurutmu Tsukasa-chan cocok tidak dengan Naru-chan?" Tanya Kushina ingin tahu.

"Yah kalau menurutku sih mereka berdua cocok dan kulihat Tsukasa-chan juga dekat denganmu bukan?"

"Yah anak itu memang enak kalau di ajak ngobrol berdua dan orangnya tidak kaku,lagipula anaknya cantik dan manis yah semoga saja mereka berdua bisa pacaran hehehehe.." Ucap Kushina sambil senyum-senyum sendiri.

Minato yang melihat Kelakuan istrinya hanya geleng geleng karena keingin tahuanya tentang hubungan anak terakhirnya.

Setelah berkendara dijalan selama 20 menitan akhirnya Naruto dan Tsukasa sampai didepan rumah Tsukasa.Setelah turun Tsukasa memberikan helm Naruto namun dia lupa tentang jaket yang dia pakai.

"Maaf merepotkan mu yah Namikaze-kun,sekali lagi ku ucapkan Terimakasih" Ucap Tsukasa sambil membungkuk.

"Yah sama sama,lagipula hari sudah gelap jadi bahaya kalau kamu pulang sendirian" Balas Naruto pelan.

Namun saat masih mengobrol tiba tiba dari dalam rumah keluar Ibunda dari Tsukasa yaitu Ayatsuji Sume.

"Ara Tsukasa-chan sudah pulang dan di antar oleh siapa ini?" Tanya Sume yang baru keluar rumah.

Naruto yang mendengar dan melihat ibu dari Tsukasa datang ke arahnya kemudian menstandar motornya dan melepas helm kemudian memberi salam kepadanya.

"Malam bibi,saya Namikaze Naruto yang waktu itu pernah berkunjung." Ucap Naruto.

"Oh Naruto-kun,terima kasih yah sudah mengantar putri bibi." Jawab Sume senang.

"Sama sama bibi" Balas Naruto tersenyum

"Ne Tsukasa-chan ajak Naruto-kun kedalam dulu setidaknya beri dia minum?" Tawar Sume kepada putrinya

"Baiklah Kaa-san, Namikaze-kun ayo masuk dulu setidaknya kamu minum teh dulu dengan kami sebentar," Ajak Tsukasa ke dalam.

"Ah nanti aku malah merepotkan kalian jadi mungkin aku langsung pulang saja yah," Jawab Naruto agak ragu.

"Tidak tidak,kamu tidak merepotkan bibi kok dan lebih baik ayo masuk dulu!" Ucap Sume sambil menarik tangan Naruto kedalam rumah.

Tsukasa yang melihat perilaku ibunya terhadap Naruto hanya menghela nafas,kemudian setelah mereka masuk Tsukasa langsung menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

"Huh Kaa-san pasti bertanya aneh aneh dibawah~" Guman Tsukasa sambil mengganti pakaian sekolahnya dengan Piyama Tidur tipis berwarna Biru muda.

Sementara itu di ruangan bawah Naruto saat ini sedang berbincang dengan ibu dari Tsukasa yang dari tadi bertanya tanya tentang kegiatan mereka di sekolah dan sesekali menggoda Naruto yang membuatnya sedikit malu.

Setelah beberapa menit berbincang dengan Tsukasa dan ibunya,Naruto pun ingin segera pamit untuk pulang kerumahnya karena jam sudah menunjukkan pukul 9 Malam.Namun tiba tiba turun hujan lebat yang mengguyur kota Kyoto.

"Ara nampaknya Turun Hujan?" Ucap Sume sambil melihat jendela.

"Lebih baik tunggu hujan reda dulu Namikaze-kun karena jika kamu memaksakan diri nanti keesokan harinya kamu akan terkena flu" Tawar Tsukasa.

"Ya Ayatsuji-san," Jawab Naruto,namun tiba tiba Hpnya berdering dan ternyata yang menelfon adalah Kaa-chan nya tersayang.

"Siapa yang menelfon mu Naruto-kun?" Tanya Sume

"Ini Kaa-chan ku bibi,sebentar yah." Ucap Naruto dan menggeser layar terima panggilan.

"Moshi Moshi Kaa-chan?" Jawab Naruto mengangkat telfon.

"Ah iya aku masih dirumah Ayatsuji-san dan menunggu Hujan reda"

"Ehmm yah tunggu sebentar," Jawab Naruto dan ingin memberikan ponselnya kepada Ibu Tsukasa.

"Eh kenapa Naruto-kun?" Tanya Sume bingung ketika Naruto menyodorkan Ponselnya.

"Anu Kaa-chan ku ingin berbicara dengan bibi" Ucap Naruto sopan.

"Oh seperti itu kalau begitu sini!" Jawab Sume sambil menerima Ponsel Naruto.

Dan akhirnya Sume dan Kushina mengobrol entah apa yang mereka bicarakan selama 10 menitan yang membuat Naruto dan Tsukasa sedikit ingin tahu apa yang di bicarakan.

"Nee Naruto-kun kata ibumu malam ini kamu harus menginap dulu disini," Ucap Sume sambil memberikan ponsel Naruto.

"E-Eh masa Kaa-chan bilang seperti bibi?" Tanya Naruto sedikit kaget.

"Dan Tsukasa-chan kamu siapkan Futon dikamar mu untuk Naruto-kun yah karena kalau Naruto-kun tidur di ruang tengah akan bahaya untuk kesehatannya." Perintah Sume kepada Tsukasa yang sedikit kaget kalau Naruto akan menginap di rumahnya.

"Baik Kaa-san akan kusiapkan sekarang" Jawab Tsukasa sambil menuju kamarnya.

Setelah Tsukasa ke kamarnya,Naruto masih duduk dan sedikit tidak nyaman karena akan tidur di rumah orang terlebih temannya bergender perempuan,karena dia lebih sering menginap di rumah Sasuke.

Saat asik dengan lamunannya Naruto tidak sadar kalau Tsukasa sudah selesai dengan berberesnya dan menghampiri dirinya.

"Nee Namikaze-kun sudah jam 10 lebih baik Kita ke kamar sekarang,aku sudah selesai menyiapkan Futon untukmu tidur disini" Ajak Tsukasa dengan muka Polos.

"Kita ke kamar sekarang?bukankah itu seperti perkataan seorang istri yang mengajak suaminya tidur..." Ucap ngawur Naruto dalam pikirannya.

"Tidak tidak tidak apa yang kau pikirkan Naruto,hilangkan sifat kakekmu yang mesum itu" Tambahnya.

Tsukasa yang melihat Naruto melamun dan menggeleng gelengkan kepalanya sedikit bingung,mungkinkah Si Naruto pusing.

"Namikaze-kun?apa kepalamu pusing?aku bisa bawakan obat dan teh hangat lagi" Ucap Tsukasa.

Naruto yang baru sadar kemudian langsung berdehem,"Ehm Aku tidak pusing ko Ayatsuji-san tadi hanya peregangan Kepala."

Setelah itu dia mengikuti Tsukasa untuk menuju kamarnya namun dia terlebih dahulu masuk ke toilet karena cuacanya sedikit dingin yang membuatnya kebelet Buang air kecil.

Sementara itu Sasuke saat ini sedang menghubungi Naruto untuk memberitahukan kalau besok Sekolah masuknya Pukul 09.00 pagi karena dewan guru sedang melakukan rapat.

Naruto yang sudah selesai ke kamar mandi kemudian masuk ke kamar yang di beritahukan oleh Tsukasa,namun sebelumnya dia mengetuk pintu terlebih dahulu untuk jaga jaga Siapa tahu si Tsukasa sedang berganti baju.

"Kemari Namikaze-kun maaf kalau kamarku kurang nyaman untuk mu," Ucap Tsukasa sambil mengajaknya ke arah Futon yang sudah di siapkan

"Tentu saja kamarmu nyaman Ayatsuji-san dan maaf kalau aku merepotkan mu malam ini." Balas Naruto

"Tidak ko Namikaze-kun,kamu tidak merepotkan ku." Jawab Tsukasa

Naruto yang mendengar itu pun tersenyum dan tiba tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk.

[From: Sasu-teme]

Dobe aku baru dapat kabar dari kawanku yang bertugas di OSIS,besok sekolah masuknya pukul 9 pagi jadi santai saja.

'Syukurlah jadi aku besok tidak usah buru buru berangkat paginya' Ucap Naruto dalam hati.

Tsukasa yang melihat Naruto menerima pesan di ponselnya kemudian bertanya.

"Apa itu pesan dari ibumu?"

"Bukan ini dari Sasuke,katanya besok sekolah masuk pukul 9 pagi karena ada rapat dewan guru,"

"Oh Uchiha-san,benarkah?kalau begitu syukurlah." Ucap Tsukasa.

Setelah itu Naruto dan Tsukasa berbincang bincang sambil duduk di bawah karpet Kamar Tsukasa,dan diluar hujan makin lebat dan tiba tiba Ada kilat dan petir menyambar diluar rumah,

JEDERRRRRR !!!

"Kyaaaaa!!!" Teriak Tsukasa yang kaget dan tiba tiba memeluk Naruto.

Bug!

Naruto juga otamatis langsung menangkap pelukan Tsukasa,yah dia juga kaget sebenarnya namun dia masih bisa menormalkannya.

"Sudah Ayatsuji-san,dan kamu takut dengan petir yah? Tanya Naruto.

Namun Tsukasa tidak menjawab,hanya menganggukkan kepalanya dan masih memeluk Naruto.

Naruto yang mendengar jawaban Tsukasa pun hanya diam dan sedikit mengelus punggung atas Tsukasa untuk menenangkannya karena petirnya masih menyambar-nyambar diluar.

Tsukasa masih diam dalam keadaan memeluk Naruto,dipikirannya entah kenapa dia tidak mau melepaskan pelukannya.Dia juga tidak bisa menahan perasaannya terhadap Naruto karena dari dulu dirinya memang menaruh hati terhada pemuda tersebut.

'Hangat' Ucap Tsukasa dalam hati yang merasakan Badan Naruto.

"Nee Naruto-kun..." Guman lemah Tsukasa.

"E-Eh ada apa Ayatsuji-san?" Balas Naruto agak gugup karena tiba tiba Tsukasa memanggil nama panggilannya.

"Aku...

Beralih ke kediaman Gremory,Rias dikamarnya saat ini sedang memandang bingkai foto ditangannya.Di foto tersebut terdapat dua orang anak kecil yang satu bocah lelaki berambut pirang dan sampingnya gadis berbuat merah yang sama sama berumur 7 Tahun.

"Sampai kapan kamu melupakanku Naruto-kun?" Ucap lirih rias sambil memandang Naruto yang tersenyum cerah di foto tersebut.


"Aku..."

"Ada apa Ayatsuji-san?" Tanya bingung Naruto karena tiba tiba Tsukasa juga memanggil nama panggilannya.

Tsukasa ingin sekali berkata aku jatuh cinta padamu,namun dia saat ini belum berani walau sebenarnya suasana di sana sangat mendukung.

"Aku sudah tidak apa apa kok." Jawab Tsukasa mengelak dari yang ingin diucapkan dalam hati.

Naruto yang mendengar itu pun lega dan melepas pelukan dari Tsukasa.Tsukasa pun langsung izin untuk ke toilet sebentar dan berkata pada Naruto jika dia ingin tidur duluan tidur saja dan di balas anggukan oleh Naruto.

Di rumah samping Naruto,Folia saat ini sedang melakukan maskeran sambil tiduran dan dia sedang memikirkan untuk mengajak Naruto berangkat ke sekolah bersama dan lagipula masuk sekolah agak siang jadi dia bisa bersantai santai sekarang.

"Hah semoga saja Naruto-Kun besok mau berangkat bareng bersamaku." Guman Folia sambil menatap langit langit kamarnya.

"Folia jangan lupa matikan lampu kamarmu sebelum tidur yah!" Teriak Ibunda Folia dari luar kamar.

"Hai Kaa-san!" Balas Folia mendengar panggilan ibunya.

Kembali ke rumah Tsukasa,setelah dari toilet Tsukasa menuju kamarnya tempat dia dan Naruto akan tidur,sebenarnya dia agak gugup dan malu setelah tidak sengaja memeluk Naruto karena dia takut dengan gemuruh petir.

"Huh semangat Tsukasa" Guman Tsukasa sambil menepuk pipinya dengan kedua tangannya.

"KRIEET"

"Maaf aku agak lama Namikaze-kun," Ucap Tsukasa sambil menutup pintu.

Namun tidak ada balasan dan ketika didekati ternyata Naruto sudah tidur terlelap di futonnya dengan tenang.Tsukasa pun memerhatikan wajah Naruto yang sedang tidur,dilihatnya wajah Naruto dari dekat,tiba tiba mukanya Memerah sendiri.

Yah Tsukasa membayangkan ingin mencium Naruto dalam keadaan tidur namun dia tidak terlalu berani dan langsung menuju Futonnya dan menidurkan dirinya sambil menarik selimut.

"Oyasumi Naruto-kun" Ucap Tsukasa agak pelan dan kemudian tidur karena lelah.

Skiptime

Uuuuuuuuuuuuu petok petok (Ayam Berkumandang)

Di pagi hari ketika jam menunjukan pukul 6 Naruto terbangun dari tidurnya,dia menengok kekanan dan kekiri dimana kamar masih dalam kondisi gelap,dia menebak Ayatsuji-san mungkin masih tidur di Futonnya dan kemudian dia beranjak bangun dan keluar dari kamar secara Pelan pelan menuju Kamar mandi.

Ketika sudah sampai dia pun langsung masuk begitu saja dan mengunci pintu,namun dia tidak sadar ternyata didalam kamar mandi tersebut ada orang yang sedang memakainya.

"Hoaaammzz" Guman Naruto sambil melihat wastafel.

Ketika berkaca dia melihat dari pantulan cermin punggung seorang perempuan yang sedang mandi.

'Mati aku!!!' Ucap Naruto dalam hati yang kaget.

Sementara itu Tsukasa masih tidak sadar karena suara shower yang dia nyalakan terlalu bising jadi tidak tau kalau ada yang masuk,tiba tiba dia mematikan showernya dan berbalik badan,

"Lalalalala!"

"Eh?" Ucap Tsukasa yang melihat Naruto berada di depannya sedang tercengang.

"A-Ano a-aku tidak tau,ya tidak tau kalau didalam ada orang," Jawab Naruto sambil mengalihkan perhatiannya dari pemandangan Wah didepannya.

Tsukasa masih belum sadar dan belum menutupi tubuh polosnya ketika melihat Naruto yang membuang muka.

Tiba tiba..

3

2

1 dan...

"KYAAAAAAAAAAAA!!!!" Teriak Tsukasa yang baru sadar sambil menutupi asetnya dengan kedua tangan.

"Sungguh aku minta maaf Ayatsuji-san!" Ucap Naruto sambil memutar badannya dan jongkok.

"Jangan memutar lagi,Sampai kamu menoleh kesini aku tidak akan memaafkan mu Namikaze-kun!" Ancam Tsukasa kemudian dia mengambil handuk dan melilitkan di tubuhnya.

'Kaa-chan tolong aku Kaa-chan' Guman Naruto miris dalam hati meminta pertolongan Sang Ibu.

Di rumah Naruto,Kushina saat ini sedang memasak dan tiba tiba,

"Haatchimm!"

"Kamu kenapa tiba tiba bersin sayang?" Tanya Minato dari ruang Tv yang sedang menikmati Kopi pagi.

"Entah Anata,mungkin ada yang membicarakan Kecantikan ku" Ucap Pede Kushina.

Minato yang mendengar jawaban istrinya hanya geleng geleng kepala.

"Ngomong ngomong Naruto kapan pulang?" Tanya Minato

"Mungkin pukul 7 nanti,soalnya sekolah masuk agak siang katanya" Balas Kushina.

"Oh begitu" Guman Minato sambil melanjutkan acara Nonton Tv-nya.

"Namikaze-kun!"

"H-Hai Ayatsuji-san?"

"Sampai kau memikirkan hal mesum lagi kepadaku,akan ku laporkan pada bibi Kushina!" Ancam Tsukasa walau sebenarnya dia hanya bercanda karena dia senang melihat wajah lucu Naruto ketika panik.

"Hai Hai tapi kumohon tolong jangan laporkan ke Kaa-chan ku yahh" Ucap Naruto dengan wajah memelas yang terlihat lucu.

Sebenarnya Tsukasa tidak keberatan Naruto melihat tubuh polosnya toh karena dia sudah jatuh hati pada Naruto dan berharap Naruto mungkin tertarik dengannya.Dia bisa memanfaatkan kejadian ini agar lebih dekat dengan Naruto.

"Baiklah aku tidak akan melaporkannya tapi ada syaratnya" Jawab Tsukasa penuh senyum.

Naruto yang sudah tidak ada harapan untuk mengelak pun akhirnya menanyakan apa syarat yang di berikan oleh Tsukasa.

"Selama Dua bulan,jika hari libur kamu harus menemaniku jalan jalan jika aku ajak,bagaimana?" ucap Tsukasa santai.

"Apa tidak ada yang lain?" Sebenarnya Naruto agak keberatan karena hari liburnya akan terganggu jika Tsukasa mengajak pergi.

"Pokoknya aku gamau tau,harus terima syarat ku!" Balas Tsukasa kesal dengan pipi menggembung.

"Kawaii" Guman Naruto melihat wajah manis Tsukasa.

Tsukasa yang melihat wajah Naruto memerah berprasangka kalau si Naruto sedang memikirkan Hal mesum kepadanya.Kemudian dia mencubit pipi Naruto dengan keras hingga sang empu kesakitan.

"Tuuhh kan kamu pasti mikirin hal mesum kepadaku kan!" Ucap Tsukasa sambil memelintirkan tangan di pipi Naruto.

"AW AW sakit Ayatsuji-san lepaskan,aku tidak mikir mesum kok!" Sanggah Naruto walau sebenarnya dia juga masih membayangkan Tubuh polos Tsukasa yang sedang mandi tadi.

"Huh sudahlah lebih baik kami tunggu di ruang tamu karena Kaa-san ku sebentar lagi akan pulang dari minimarket,aku ingin bersiap dulu dan awas saja kau mengintip lagi" Perintah Tsukasa.

"Hai hai Ayatsuji-san!" Balas Naruto kemudian langsung ngibrit keluar meninggalkan Tsukasa sendirian.

"Siap siap kujadikan milikku Naruto-kun"

Di sebuah kafe di dekat kantor perusahaan Minato,Karin sedang duduk menikmati waktu santainya dengan temannya yang datang dari luar kota.

"Nee Karin bagaimana kabar Naruto-kun?" Tanya Gabriel penasaran karena sudah tidak bertemu selama satu tahun.

Gabriel dulunya tinggal dekat rumah Karin dan merupakan teman sepantaran ketika di sekolah,Gabriel memang Naksir dengan Naruto setelah Naruto sering membantunya dalam latihan Bela diri Taekwondo yang dulu dia tekuni.

Karin yang mendengar Pertanyaan itu hanya mendesah lelah,

"Adikku baik baik saja,dan jika kau masih Naksir dengannya mungkin kau kalah cepat dengan gadis yang sering Ke rumahku" Jawab Karin sambil meminum Kopi latte.

"Mana mungkin,dia juga masih bocah lah dan tidak bisa sebanding denganku" Ucap Gabriel percaya diri.

"Hah terserah kau saja lah" Jawab Karin malas.

"Namikaze-kun ayo Sarapan bersama!" Ajak Tsukasa yang sudah berpakaian sekolah.

"Anu tak usah repot repot Ayatsuji-san,aku bisa makan dirumah nanti" Alasan Naruto mendengar ajakan Tsukasa.

Tiba tiba Tsukasa mendekatkan Wajahnya ke arah Naruto tepatnya arah telinga kiri sambil berkata pelan,

"Terima atau kusebar heh?" Ancam Tsukasa.

Naruto pun berkeringat mendengar perkataan tersebut dan mengangguk.

"H-Hai aku ikut sarapan disini!"

"Baguslah,kalau begitu ayo ke meja makan" Jawab Tsukasa yang sudah kembali normal.

"Huh hilang sudah kehidupan damai ku" Batin miris Naruto dalam hati.

Skiptime

Setelah lewat perdebatan panjang dirumah Tsukasa, akhirnya Tsukasa ikut kerumah Naruto untuk berangkat Ke sekolah bersama nantinya.Yah tampaknya Tsukasa tidak bermain main dengan suasana ini,dia merupakan orang yang tidak pernah menyerah dalam mengejar hal apapun di sekolah.Apalagi untuk mendapatkan Naruto,walau agak melenceng namun dia akan berusaha agar dia bisa mempunyai hubungan yang melebihi teman dengan Naruto.

Tsukasa dari zaman ketika dia bersekolah di Junior high school sama sekali tidak mengenal apa itu cinta dan menyukai seseorang,dia lebih mengejar Nilai yang bagus dan Prestasi di sekolahnya waktu itu.

Ketika masuk Senior High School untuk pertama kalinya dia menyukai seseorang,yah orang tersebut adalah Naruto.Di pertemuan pertamanya dia melihat Naruto merupakan pemuda yang pendiam apalagi dengan lensa kacamatanya yang terlihat seperti siswa yang lebih mementingkan pelajaran,namun dari waktu ke waktu hingga mereka satu kelas akhirnya dia bisa berkenalan dengan Naruto,walau irit dalam menjawab jika di tanya tidak membuat Tsukasa sakit hati,malah dia Ingin lebih mengenal pemuda tersebut lebih dalam.

Oke tinggalkan kilasan balik di atas.

Brrm brrrm ngip (suara motor mati)

Akhirnya Naruto dan Tsukasa tiba dirumah Naruto dan langsung disambut Kushina dari dalam Rumah,

"Ah selamat datang putraku!" Ucap Kushina sambil mencium Dahi Naruto yang biasanya di lakukan duluan oleh anaknya.

"Hai Kaa-chan,kalau begitu aku mau mandi dulu yah dan Ajak Ayatsuji-san menunggu didalam" Jawab Naruto agak lesu.

"Eh ada Tsukasa-chan ternyata,ayo ayo masuk Sayang" Ajak Kushina baru sadar di belakang Naruto ada Tsukasa.

"Ohayo Bibi,maaf kalau merepotkan yah" Balas Tsukasa sambil tersenyum manis.

"Tidak tidak merepotkan kok sayang,ayo masuk dulu!" Ajak Kushina sambil menarik lengan Tsukasa.

Skiptime

Setelah selesai mandi dan berpakaian,Naruto kemudian turun kebawah,dilihat Tsukasa saat ini sedang mengobrol berdua dengan Kushina sambil ketawa ketiwi entah apa yang dibicarakan oleh mereka berdua.

"Tou-chan dimana Kaa-chan?" Tanya Naruto.

"Hmm dia sudah berangkat tadi pagi,dan lebih baik kamu dan Tsukasa-chan bersiap untuk kesekolah, Kaa-chan juga sudah menyiapkan Bento untukmu" Ucap Kushina yang menghampiri Naruto sembari memberikan kotak Bento.

"Kalau begitu aku berangkat yah, Ayatsuji-san ayo"

"Hai Namikaze-kun"

"Kalian hati hati yah,dan Naruto jaga Tsukasa-chan dijalan!" Ucap Kushina

"Baik Kaa-chan"

"Bibi kami berangkat dulu ya,terima kasih atas Teh nya tadi" Balas Tsukasa.

"Tentu sama sama Tsukasa-chan,lain kali mampir kalo bisa yah!" Jawab Kushina dibalas senyuman oleh Tsukasa.

Naruto dan Tsukasa akhirnya berangkat jalan berdua ke sekolah sambil menuju halte bis,di jalan mereka bertemu dengan Senpai mereka yaitu Haruka Morishima,

"Ara Ara pagi pagi sudah berduaan aja Fufufufu" Goda Haruka sambil mengikuti di jalan di samping Naruto.

"Jangan menggodaku Senpai" Ucap Tsukasa

"Ara Ara kamu kenapa Ayatsuji-san?"

Sementara Naruto hanya diam saja sambil mendengarkan Musik di smartphone nya.

Namun tiba tiba yang dia lihat tadi pagi datang kepikirannya,

"Sial sial sial,hilang kalian pikiran mesum" Ucap Naruto dalam hati dan melihat ke arah Tsukasa yang sedang mengobrol dengan Haruka Senpai yang memisahkan diri dari mereka.

Saat asik memandang dia tidak sadar kalau Tsukasa sudah menoleh ke arah dirinya dan ketika dilihat Naruto seperti bukan fokus ke wajahnya.

"Ehmm apa yang kamu lihat Namikaze-kun?" Tanya Tsukasa sambil memasang wajah agak cemberut.

"B-Bukan apa apa kok!" Balas Naruto gugup dan kembali melihat ke arah depan.

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan kok,kalau kamu mau pulang nanti ku kasih lihat lagi" Goda Tsukasa menebak isi pikiran Naruto.

"Eh?" Ucap Naruto agak kaget menoleh ke arah Tsukasa.

Tsukasa yang mendengar reaksi Naruto pun akhirnya berhasil menebak isi pikiran Naruto.

"Tuh kamu masih memikirkan kejadian tadi pagi kan,awas saja kalau kamu menceritakan ke yang lain nanti akan kusebar kalau Namikaze-kun orang mesum dan suka mengintip!" Kata Tsukasa dengan sedikit ancaman.

"Eh jangan dong,aku gak mikirin kejadian tadi pagi kok" Sanggah Naruto mengelak dari pertanyaan Tsukasa.

"Hmmph!" Suara Tsukasa sambil membuang muka.

Tok tok

"Permisi Naruto-kun?" Ucap Folia sopan.

"Eh ada apa Folia-chan,kalau mencari Naruto dia baru saja dia berangkat bersama dengan Tsukasa-chan" Ucap Kushina yang membuka pintu dan menebak apa yang ingin di tanya Folia.

"Oh seperti itu bibi,kalau begitu aku juga berangkat dan maaf mengganggu"

"Oh tidak kok Folia-chan,dan Hati hati dijalan yah" Jawab Kushina

"Iya bibi" Balas Folia sambil beranjak dari rumah Naruto.

Dijalan Folia berangkat ke sekolah dengan keadaan suasana yang suram dan terkadang dia menghentak hentakan kakinya di jalan.

"Cih dia mulai Start duluan,awas saja aku tidak akan kalah dan kupastikan Naruto-kun menjadi milikku" Guman Folia dengan nada agak kesal.

"Aku tidak akan kalah fufufu,waktu berperang dimulai"

"Kok perasaan ku jadi tidak enak yah" Guman Naruto yang agak merinding.

"Kamu kenapa Namikaze-kun?" Tanya Tsukasa yang duduk disebelah Naruto didalam Bus.

"Ah tidak apa apa Kok,hanya aga pegal leherku" Ucapnya Ngawur.

"Oh gitu" Jawab Tsukasa kemudian kembali menoleh ke arah jendela.

"Jadi namanya Namikaze yah?" Guman Gadis misterius didalam Bus tersebut yang melihat dua orang di depannya sedang mengobrol.

TBC...


Aikoaso.