Chapter 5
Enjoy!
Di pagi hari,Naruto saat ini sedang mengikuti Pelajaran olah raga dimana materinya adalah tenis berpasangan.
"Ayo anak anak,kobarkan Semangat masa mudamu!!!!!" Teriak Guy selaku Sensei Jasmani.
"Huwwooo hidup Guy Sensei!" Jawab Lee dengan mata yang berkobar api.
Sementara murid murid hanya cuek karena hal ini sering terjadi termasuk Naruto yang saat ini hanya diam saja di tempatnya.
"Naruto-kun mau kah kamu berpasangan denganku?" Ucap Folia tiba tiba menghampiri Naruto
"Apa maksudmu hah? Namikaze-kun sudah berpasangan denganku!" Balas Tsukasa gamau kalah.
"Apa?? memangnya kamu siapa hah!" Tanya Folia melihat Tsukasa menantang dirinya.
"Aku teman sebangkunya dan sudah pasti dia berpasangan denganku!" Jawab Tsukasa pede.
Terjadi percikan listrik di antara keduanya kalo bisa dilihat.
"Sudah tidak usah bertengkar,peraturan Sensei kalian harus berpasangan dengan siswa dari kelas lain agar kalian bisa menjalin pertemanan!" Ucap Guy Sensei menengahi.
"Hmmph!!" Jawab Keduanya.
"Yoo Naruto siapa yang akan kau pilih untuk berpasangan?" Tanya Kenji yang baru datang setelah berganti pakaian.
"Entahlah,tapi katanya Sensei yang akan memilihkannya nanti~" Jawab Naruto santai.
"Huwoo semoga aku sama Akeno-chan!" Ujar Kenji sambil berbunga bunga.
Naruto melihat kawannya yang sedikit sengklek hanya geleng geleng kepala,kemudian dia menuju tempat duduk di dekat kebun yang tempatnya sangat sejuk sambil menunggu giliran namanya dipanggil.
Beberapa menit kemudian...
"Namikaze!!"
"Hai Sensei?" Jawab Naruto bangkit dari duduknya.
"Kamu ku pasangkan dengan Rias Gremory dari kelas sebelah," Ucap Guy Sensei sambil melihat data absen.
"Hai Sensei!" Jawab Naruto pelan dan menuju lapangan.
Sementara Rias terkejut bukan main,karena lelaki yang terus dia incar agar bisa mengingat dirinya akhirnya di dekatkan dalam situasi seperti ini.Akeno kemudian mendekati Rias setelah mendengar pemilihan tersebut.
"Ara~ Rias akhirnya bisa berduaan Fufufu~" Goda Akeno yang sukses membuat wajah Rias memerah.
"Mouu jangan menggodaku Akenoo!" Jawab Rias dengan wajah lucunya.
Sementara anak laki laki mengumpat Naruto dengan sumpah serapah karena tidak rela kalau Idola sekolah hari dipasangkan dengan Pria tampan seperti Naruto.
Berbeda dengan Folia dan Tsukasa,mereka mendengar pemilihan tersebut pun langsung Was Was karena terlihat dari wajah Rias yang memerah sudah pasti dia juga naksir dengan Naruto.
"Baiklah Anak anak nanti Sensei panggil per pasangan satu satu,jadi yang belum di panggil lakukan pemanasan dengan pasangan yang sudah Sensei pilih yaa," Perintah Guy Sambil memanggil pasangan yang akan bermain.
•
Saat semua Murid bergabung dengan pasangan yang sudah ditentukan,Rias kemudian lebih dulu berjalan menuju Naruto walaupun dia agak sedikit gugup.
"A-Ano N-Namikaze-kun?" Ucap Rias pelan.
"Hm oh ya kamu Gremory-san,lebih baik kita pemanasan dulu agar tidak Keseleo nantinya," Jawab Naruto sambil memandang wajah Rias yang terlihat memerah.
"I-Iya Namikaze-kun." Balas Rias pelan.
Selama melakukan Pemasanasan Rias sama sekali tidak fokus,dia selalu memandangi wajah Naruto yang sedang melakukan pemanasan ringan hingga mata mereka saling bertatap membuat Rias langsung mengalihkan pandangannya karena malu.
Naruto bingung kenapa semua wanita dikit dikit wajahnya memerah,apa mungkin mereka selalu menahan rasa ingin buang air besar namun malas menuju toilet dengan alasan mager.Hanya Wanita yang tahu menurut pemikiran Naruto yang amburadul.
Rias merasa malu saat ini,entah kenapa dia tidak bisa bersikap normal jika dekat dengan Naruto.Walau dalam lubuk hatinya dia sedih karena Naruto melupakan dirinya yang merupakan teman kecilnya.
Rias bertekad akan membuat Naruto mengingat dirinya bahkan membuat Naruto jatuh hati padanya,oh nampaknya sudah mulai pertempuran sengit ini.
Setelah beberapa saat giliran Naruto dan Rias yang bermain,namun saat 10 menitan bermain tiba tiba Rias mengalami keseleo,yah dia keseleo karena tidak fokus bermain dan saat melakukan pemanasan tadi karena Naruto.
"Awww !" Jerit Rias sambil memegangi kakinya.
Melihat Rias yang keseleo kemudian Naruto langsung menaruh raket tenisnya dan menuju Rias untuk membantunya.
"Kamu tak apa Gremory-san?" Tanya Halus Naruto.
"A-Ah iya aku t-tidak apa apa Namikaze-kun," Jawab Rias sambil mencoba berdiri namun bukannya berdiri Rias malah jatuh kembali yang langsung Naruto tangkap dengan sigap.
"A-Anoo.." Ucap Rias ingin berkata,
"Sudah mari kubantu ke UKS!" Balas Naruto sambil berjongkok mengkode Rias untuk naik ke punggungnya.
"Ano Sensei aku ingin membawa Gremory-san ke UKS dahulu untuk diobati," Ucap Naruto kepada Guy Sensei.
"Ya Namikaze,tolong jaga dia sementara waktu oke!!" Jawab Guy sambil memberikan jempo dan gigi kinclongnya.
Saat digendong oleh Naruto,Rias menjadi tatapan siswi siswi yang tidak rela kalau dirinya berdekatan dengan Naruto termasuk Folia dan Tsukasa yang menatapnya dengan Aura tidak bersahabat.
Rias yang mendapat tatapan tersebut spontan takut dan tiba tiba bersembunyi dilekukan leher Naruto yang sedari tadi berjalan dengan pelan.
"Sssshhhhh~" Guman Naruto merasa sedikit geli.
Rias yang mendengar itu pun terkejut dan sedikit menjauhkan lehernya,
"Ano m-maaf N-Namikaze-kun," Ucap Rias malu.
"Tak apa,jika kamu lelah tak apa bersender di punggung ku." Balas Naruto.
•
•
•
Setelah melewati lorong beberapa kelas akhirnya mereka tiba di ruangan UKS,kemudian Naruto menidurkan Rias di salah satu kasur dan mencoba mencari Perawat yang berjaga namun nihil.
"Sepertinya yang bertugas saat ini tidak ada,kamu tunggu sebentar yah aku akan mencarikan obat olesnya dulu," Ucap Naruto.
"Tidak usah repot-repot Namikaze-kun,kamu bisa meninggalkan ku," Balas Rias pelan.
"Sudah tak apa,aku kalau menolong orang tidak setengah setengah." Jawab Naruto sedikit memberikan senyumannya.
Rias yang mendapat senyuman Naruto pun mengalihkan pandangannya ke samping karena Malu,yah Karena jarang sekali Naruto memberikan senyumannya kepada orang jadi Rias termasuk yang beruntung melihat secara langsung.
"Ah akhirnya ketemu!" Ucap Naruto saat menemukan obatnya di kotak dinding.
Kemudian Naruto menuju kasur Rias dan menaruh obatnya di samping,
"Apa kamu bisa memakainya sendiri atau aku yang harus mengoleskannya?" Tanya Naruto.
"K-Kamu saja yang mengoleskannya,aku minta tolong Namikaze-kun" Jawab Rias malu-malu.
"Baiklah." Balas Naruto.
Kemudian Naruto menuangkan sedikit obatnya dan mengoleskannya kek pergelangan kaki rias,dan sedikit memberikan pijatan (bahasa kita sih ngurut).
"Sshh~ ah! " Desah Rias,namun dia buru buru membekap mulutnya.
Naruto yang mendengar itu kemudian menghentikan pijatannya dan meminta maaf,
"Maaf Gremory-san,pasti sakit yah" Ucap Naruto tidak sengaja.
"Ah tak apa Namikaze-kun,hanya sedikit nyeri" Jawab Rias sedikit menahan desahnya.
Terjadi keheningan selama beberapa menit kemudian Rias menguatkan hatinya untuk memberi pertanyaan.
"Namikaze-kun boleh kah aku bertanya..."
"Jika bisa kujawab,tentu saja Gremory-san?"
"Apa kamu berasal dari Taman kanak kanak Shozora?"
"Shozora?hmm yah betul,kok kamu bisa tau Gremory-san?" Tanya Naruto bingung karena teman teman dekatnya bahkan tidak tau dimana dia dulu sekolah.
Namun bukannya mendapat jawaban,Naruto malah mendapat sedikit suara tangisan yang di tahan oleh Rias.Rias sedih karena Naruto masih belum mengingat dirinya.
"Hiks..hiks..." Tangis Rias makin keras.
"Kamu mengapa menangis Gremory-san?" Tanya Naruto.
"Kamu melupaka-an hiks ku Naruto-kun hiks.." Jawab Rias.
"Eh..." Ucap Naruto bingun tiba tiba Rias memanggil nama kecilnya.
Tiba tiba Rias bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk Naruto secara cepat.Naruto mendapat pelukan secara mendadak sedikit kaget namun dia tidak berusaha melepaskannya dan mencoba mengingat apa yang Rias bicarakan.
~
Dirumah Naruto,Kushina saat ini kedatangan tamu seorang gadis cantik seumuran Karin,ya Gadis tersebut adalah Gabriel teman sekolah Karin dulu.
Gabriel bertamu bersama adiknya yang bernama Arthuria yang masih duduk di bangku 3 SMA.Mereka berdua mempunyai rambut pirang yang cantik sehingga jika sedang berjalan berdua mereka seperti Bidadari yang baru turun dari surga.
"Gabriel siapa yang bersama mu itu?" Tanya Kushina ingin tahu.
"Ah iya maaf bibi,dia Arthuria adikku yang dulu sekolah di luar negeri dan sekarang SMAnya di Jepang." Jawab Gabriel sambil memperkenalkan adiknnya.
"Halo Bibi~" Ucap Sopan Arthuria dengan senyuman manisnya.
"Halo juga Arthuria-chan,kamu ini cantik sekali yah sama seperti kakakmu" Balas Kushina sambil menggoda.
"Bibi bisa saja,masih cantikan Nee-san ku kemana mana," Jawab Arthuria.
"Untuk seumuran mu termasuk Cantik loh apalagi kamu masih seumuran Naruto." Ucap Kushina menyebutkan putra Kesayangannya.
"Naruto?" Beo Arthuria bingung.
"Naruto itu anak Bibi Kushina yang terakhir Art-chan,dia mungkin seumuran denganmu sekarang" Sambung Gabriel memperjelas.
"Oh begitu"
"Ngomong ngomong kamu bersekolah dimana Arthuria-chan?" Tanya Kushina ingin tahu.
"Aku bersekolah di SMA Khusus Putri Akiba bibi," Jawab Arthuria.
"Oh sekolah khusus Putri toh~" Guman Kushina.
"Naruto belum pulang bibi?" Tanya Gabriel.
"Anak itu kadang suka pulang telat sekarang,dia dipilih menjadi anggota Festival di sekolahnya" Jawab Kushina.
Gabriel yang mendengar jawaban Kushina hanya mengangguk ngangguk mengerti.
"Ngomong ngomong kamu masih ingin menunggu Karin pulang Gabriel?" Tanya Kushina yang tahu perihal kedatangan Gabriel.
"Lebih baik kami pulang dulu bibi,kami akan datang malam nanti mungkin" Jawab Gabriel sopan.
"Oh kalau begitu hati hati di jalan yah,jangan ngebut ngebut bawa mobilnya," Nasehat Kushina.
"Baiklah Bibi kalau begitu kami pamit dulu,ayo Arthuria!" Ucap Gabriel sambil mengajak adiknnya pulang.
Setelah masuk mobil dan berjalan menjauhi Komplek perumahan Naruto, Arthuria kemudian bertanya kepada kakaknya,
"Nee-san mengapa kamu begitu antusias ingin bertemu pemuda yang bernama Naruto?" Tanya Arthuria penasaran.
"Mungkin Nee-san susah menjelaskan sekarang, jawabannya pada malam nanti jadi kamu harus ikut Ok" Jawab Gabriel yang saat ini fokus menyetir.
"Baiklah Nee-san" Ucap Arthuria sambil memikirkan pemuda yang membuat kakaknya begitu terobsesi.
"Jangan lupa berdandan yang cantik nanti malam fufufu" Celetuk Gabriel.
Sementara Arthuria hanya mendengus karena tidak mengerti maksud sang kakak.
•
•
Di jalanan Kyoto pada jam 4 Sore sangat ramai karena banyak orang yang baru pulang kerja,sekolah ataupun yang sehabis berjalan jalan.termasuk tokoh utama kita saat ini yang sedang asik berjalan pelan namun raut wajahnya seperti orang yang sedang mengalami banyak masalah.
Tentu saja di baru saja mendapatkan masalah berupa seorang gadis yang mengaku teman kecilnya sewaktu di taman kanak kanak dulu,namun dirinya tentu saja lupa karena itu terjadi sudah lama.
Namun Naruto tidak langsung percaya begitu saja kalau belum ada bukti bukti yang bisa iya jadikan patokan untuk memercayai cerita dari Rias sewaktu di ruang UKS tadi.
Saat sedang bergelamut dengan pikirannya tiba tiba dia menabrak seseorang hingga yang ditabraknya jatuh dan barang yang dibawanya berserakan dijalan.
"Beleguk sia" Dug!!
"Aduhh..." Ucap orang tersebut.
"Eh maaf nona,sungguh saya minta maaf karena kurang memperhatikan jalan saya!" Naruto berbicara sambil mengulurkan tangan ke arah korbannya tersebut.
"Yah tidak apa apa,saya juga tadi agak melamun kok" Balas Wanita tersebut sambil menengok dan membalas uluran tangan ke orang tersebut.
"Ara Namikaze-kun ternyata!" Ucap Gadis tersebut yang ternyata mengenal Naruto.
Naruto yang mendengar namanya di panggil kemudian melihat wajah orang yang di tolongnya.Ternyata itu adalah Akeno Himejima teman satu sekolahnya dan orang yang sering berdua dengan Rias Gremory disekolah.
"Ah iya Himejima-san,maaf kalau tadi aku menubrukmu," Ucap Naruto sambil mengelus rambut pirang nya.
"Fufufufufu tidak masalah kalau itu Namikaze-kun,bahkan kalau kamu menubrukmu di kasur aku tidak keberatan." Balas Akeno menggoda Naruto.
Naruto yang mendengar alasan Akeno pun sedikit terdiam dan membayangkan suatu hal.Akeno yang melihat Naruto diam pun hanya tersenyum manis kemudian dengan berani dirinya mendekatkan wajahnya ke arah wajah Naruto.
Tercium wangi Citrus dari badan Naruto yang membuat Akeno sedikit nyaman dan entah setan dari mana tiba tiba Akeno mengecup bibir Naruto yang nganggur karena pemiliknya sedang diam dengan pikirannya.
"Cup"
"Eh???" Ucap Naruto yang sadar.
"Fufufu~ bibirmu manis Namikaze-kun,aku jadi ingin mengecupnya kembali," Balas Akeno menggoda Naruto.
"Apa Maksudmu mencium ku Himejima-san?" Tanya Naruto bingung walau pipinya sedikit memerah.
"Hmm entah,aku hanya menatap mu yang sedang diam seperti patung kemudian aku hanya ingin mencium dirimu saja." Balas Akeno santai sambil membereskan buku-buku yang berserakan tadi.
"Eh anu...tapi..."
"Hm apa?kamu ingin membantuku membawakan bukuku sampai rumah,kalau begitu ini dan ikuti aku Namikaze-kun." Ajak Akeno yang asal mendengar ucapan Naruto dan memberikan buku yang dia bawa ke arah Naruto.
Naruto seperti orang bodoh diam menerima saja apa yang dilakukan oleh Akeno,entah dia terkena suatu sihir atau hipnotis dari ciuman Akeno sehingga dirinya tidak seperti normal sebelumnya.
"Eh Himejima-san tunggu!!" Teriak Naruto yang bergerak cepat mengikuti Akeno dari belakang.
Sementara itu Akeno yang mendengar itu hanya tersenyum manis sambil memandang awan sore didepannya,dan menengok membalas ucapan Naruto.
"Tentu ku tunggu Namikaze-kun,nanti berkunjunglah sebentar kerumah ku,"
"Hoi!! apa maksudmu ini???" Balas Naruto dari kejauhan.
"Fufufufu~" Gumanan Akeno melanjutkan perjalanannya dengan riang.
Akeno menaruh perasaan terhadap Naruto namun dirinya menahan hal tersebut atau mengalah dari Rias karena dirinya merasa kasihan kepada sahabatnya itu,namun jika ada kesempatan bagus kenapa tidak?terkadang hal seperti ini tidak terjadi dalam dua kali seumur hidup jadi ambilah ketika dia muncul pertama kali.
•
•
•
"Grrrrrr!! kemana sih anak itu?jika pulang kujamin dia jadi daging giling?" Guman Kushina berapi rapi sambil menatap nyalang arah pintu masuk.
Sementara Minato menutupi dirinya dengan koran karena dia takut ketika istrinya sudah masuk mode iblisnya,dia hanya berharap kalau Naruto akan selamat ketika pulang.
'Semoga kamu selamat anakku, Tou-san hanya bantu doa yaa' Batin Minato miris.
•
•
"Tadaima Okaa-san!"
"Okaeri Akeno-chan!" Balas Ibunda Akeno sambil mencium pipi anaknya.
"Okaa-san hari ini aku membawa temanku kerumah boleh kan?" Tanya Akeno.
"Tentu saja sayang,kalau begitu mana teman mu?" Tanya ibunya ingin tahu.
"Sebentar lagi dia juga akan muncul" Ucap Akeno sambil melihat ke arah gerbang.
"Himejima-san??" Ucap Naruto yang baru muncul.
"Ara Namikaze-kun,nampaknya kamu tidak sabar ke kamar ku yah fufufufu~" Goda Akeno pelan.
"E-EH B-Bukan begitu..." Jawab Naruto gugup.
"Ara jadi ini teman mu Akeno-chan?tampaknya kamu pintar yah memilih Lelaki dan dia Tampan sekali!" Celetuk Ibunda Akeno memerhatikan Naruto.
"Ano bibi sebelumnya perkenalkan saya Teman satu sekolah Himejima-san, Namikaze Naruto" Ucap Naruto sambil membungkuk kan badan.
"Tentu saja saya Ibunda Akeno-chan,Himejima Suri dan senang bertemu dengan mu Naruto-kun" Jawab Ibunda Akeno.
"Kalau begitu ayo masuk dulu Namikaze-kun,kamu pasti lelah setelah berjalan sambil membawakan Buku ku" Ajak Akeno melenggang masuk kedalam rumah.
"Nah Naruto-kun ayo masuk,tak usah sungkan anggap saja rumah sendiri!" Tambah Ibunda Akeno.
"Baiklah Bibi,kalau begitu saya permisi masuk," Jawab Naruto ikut masuk kedalam rumah di ikuti ibu dari Akeno.
"Fufufufufu Badan Naruto-kun bagus yah dari belakang,sering olah raga ya?" Tanya Suri yang memperhatikan Naruto dari belakang.
"A-Ah iya begitulah B-Bibi" Jawab Naruto seadanya.
"Ara fufufufu"
"Nah Naruto-kun kamu duduk dulu disini yah,bibi ingin ke belakang sebentar"
"Baiklah bibi"
•
•
Akeno sudah berganti pakaian sekolahnya dengan baju rumahan yang agak sedikit terbuka karena kebiasaannya,dia langsung menuju tempat Naruto menunggu namun tiba tiba ibunya muncul dengan pakaian rapi dan berkata,
"Akeno-chan Kaa-san ingin Ke rumah Saudara sebentar yah,kamu jamu teman mu itu yah"
"Tentu saja Okaa-san,Hati" dijalan yah.."
"Tentu putriku tersayang,"
Kemudian Ibu dari Akeno berjalan keluar melewati Naruto yang sedang duduk sambil memainkan Smartphone nya.
"Naruto-kun,bibi titip Akeno-chan sebentar yah karena bibi ingin ke rumah saudara bibi sebentar" Ucapnya sambil tersenyum.
"Ah Iya bibi,kalau begitu hati" dijalan." Balas Naruto sambil melihat Ibunda Akeno melambaikan tangan kepadanya dan berjalan keluar rumah.
"Sangat mirip sekali Himejima-san dengan Bibi itu" Guman Naruto.
"Ada apa dengan ku Namikaze-kun?" Tanya Akeno baru datang yang mendengar namanya di gumaman Naruto.
"Ah!bukan apa apa kok Himejima-san.." Jawab Naruto sedikit terkejut atas kedatangan Akeno.Kemudian dia memperhatikan Akeno dan ternyata menurut dia Akeno sangat berbeda ketika di sekolah,saat ini dia terlihat seperti ibu ibu rumah tangga dengan Celemek dapurnya.
"Maaf Himejima-san ngomong-ngomong Tousan mu dimana?" Tanya Naruto mengalihkan pikirannya.
Sementara Akeno yang mendengar itu hanya sedikit tersenyum kecut,kemudian dia menaruh Teh yang dia buat di Meja dan duduk di samping Naruto.
"Himejima-san?"
"Tou-san ku sudah meninggal saat aku masih SMP Namikaze-kun" Ucap Akeno pelan.
"E-Eh maaf bukannya Aku ing-"
"Tak apa Namikaze-kun,lagipula kamu juga tidak tahu" Balas Akeno memberikan senyumnya.
"Ngomong ngomong Himejima-san, Maksudmu mencium ku tadi apa?" Tanya Naruto sambil menatap Akeno.
"Itu Karena..." Jawab Akeno menggantung dan tiba tiba dia langsung menubruk Naruto membuat Naruto yang tak siap tertidur ke arah sofa.
Akeno saat ini berada di atas posisi Naruto, Naruto hanya diam saja karena tidak mengerti dengan maksud teman satu sekolahnya ini.
Warning!!!
18,(kalau tidak mau membaca kalian bisa Skip saja oke).
"Himejima-san?to-" Ucap Naruto namun terhenti.
"Cup"
"Mhhmmmhmmm"
"Ahh..."
Akeno langsung saja mencium kembali Naruto sebelum sempat bertanya dan berusaha mengobrak Abrik supaya Naruto mengeluarkan Lidahnya.Namun karena pasokan Oksigen kemudian Akeno menarik wajahnya dari muka Naruto dan terlihat Air liur bekas mereka berciuman.
"Fufufufu dan aku mau lagi" Kemudian Akeno membenturkan kembali bibirnya dengan bibir Naruto membuat Naruto kaget setengah mati karena kali ini Akeno entah kenapa lebih agresif.
"Sssshhhhh ah"
Ternyata Sambil berciuman Akeno menarik tangan Naruto dan meletakkan di Payudaranya dan menyuruh tangan Naruto untuk meremasnya.
Otomatis ketika Akeno menggerakan Tangannya,tangan Naruto juga bergerak dan menyentuh Payudara Besar Akeno.
(Yah kalian tau lah pasti ukurannya hahaha)
Naruto sebenarnya masih mempertahankan kesadarannya namun karena dia Lelaki Norman,di bagian bawah perutnya merasakan sedikit sesak dari dalam celana.
Akeno yang merasa ada sesuatu menonjol di perutnya kemudian menyudah kan ciumannya,kemudian dia menatap Naruto dan menjilan liurnya yang menetes.
"Ara nampaknya disini sudah tegang" Ucap Akeno sambil mengelus bagian bawah Naruto dari luar,otomatis pikiran Naruto jadi buyar dan entah kenapa dia mengikuti apa yang Akeno tuntun.
"Sshhsshsh!" Guman Naruto yang kini pakaian seragamnya sudah sedikit terbuka akibat ulah Akeno.
Akeno memerhatikan kondisi Naruto yang sudah berantakan,terlihat sekali Naruto sangat Sexy yang membuat Birahi Akeno makin memuncak.
Flashback
Akeno sering sekali diam diam menonton Naruto ketika dia sedang berolah raga dan melihat Naruto yang begitu Sexy apalagi ketika membuka bajunya setelah selesai membuat Akeno diam diam Ketagihan.Dia sering kali pulang tidak bersama Rias dengan alasan ingin pergi kerumah saudaranya,padahal itu hanya alasan untuk diam diam melihat kegiatan Naruto ketika dia memulai Eskul Olahraga nya.
Setiap Malam Akeno sering teringat bayangan tubuh Naruto yang begitu seksi,dia jujur kalau tertarik dengan Naruto walau dengan sikap yang agak sedikit pendiam.
Akeno sedikit sedikit menonton film p*rn* untuk memuasi hasratnya sambil bermasturbasi di kamar/kamar mandinya ketika mandi dan dia lakukan ketika ibunya sedang keluar rumah.
Sebenarnya dia takut hubungannya dengan Rias akan renggang jika dia tahu ini,namun mungkin dia akan menjelaskannya suatu saat nanti dan dia tak masalah jika Rias dan dirinya mau berbagi mendapatkan Naruto.
•
•
Tsukasa sudah sampai Rumah setelah dirinya mampir ke Sebuah Mini Market terlebih dahulu,setelah membersihkan diri kemudian dia mengambil Smartphone nya dan mencari Kontak Naruto,dia ingi menanyakan perihal Festival yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.Sebenarnya itu hanya alasan agar dia bisa berbincang bincang dengan Naruto.
"Hm mungkin aku harus menelpon nya sekarang," Ucap Tsukasa sambil mencari kontak Naruto dan menekan tombol panggilan.
Tut Tut Tut
Sementara Naruto saat ini sedang memerhatikan Akeno yang sedang mengoral Penis Naruto yang berukuran 17cm,dia memerhatikan Akeno yang sedikit kesusahan mengulum barang Naruto karena besar ukurannya.
Sebelumnya Akeno berusaha mengajak Naruto ke kamar dirinya namun Naruto menolak hal tersebut dan tiba tiba Akeno dengan cepat menarik celana Naruto dan mengeluarkan isinya.
Alangkah terkejut Akeno melihat ukuran Penis Naruto yang besar untuk ukuran pemuda 17 tahunan dan seperti aktor aktor barat yang pernah Akeno tonton.
"Punya mu sangat besar Naruto-kun fufufufufu" Ucap Akeno yang Takjub dengan ukuran Penis didepannya.
"Errr Himejima-san apa yang ingin kau lakukan?" Ucap Naruto polos walau sebenarnya dia tahu apa yang akan di lakukan oleh Gadis dibawahnya.
"Ara Ara tentu saja memeras susumu N-a-r-u-t-o-kun..." Balas Akeno sambil membuka bajunya dan terlihat dia memakai Bra bewarna Ungu yang menutupi payudara besarnya.
Naruto melihat hal tersebut pun menggeleng gelengkan kepalanya sambil memerah karena bagaimanapun dia normal dan penisnya mengalami peningkatan Ereksi menjadi sangat tegang.
Akeno melihat itu pun memerah melihat gagahnya penis Naruto didepannya, sepertinya Naruto sangat terangsang melihatnya membuka baju.
Setelah memandangi penis besar Naruto,Akeno menyingkap Bra-nya kebawah dan terlihatlah Payudara besar yang bulat menggantung di hadapan Naruto dengan Puting pink yang begitu Seksi.
Akeno langsung saja menggenggam erat Penis Naruto di tangannya dan merasakan besar dan hangatnya adik kecil milik Naruto,Naruto sendiri merasa seperti tersengat listrik ketika Akeno memegang barangnya.
"Naruto-kun,boleh kuhisap?" Tanya Akeno sedikit bercanda dan sebelum Naruto menjawab dia langsung menjilati sekeliling Penis Naruto dengan lidahnya secara halus membuat Naruto merasa nikmat yang terlihat dari wajahnya di hadapan Akeno.
"Ah shhhs ah" Desah Naruto merasakan geli dari hisapan Akeno.
"Slurrpp slurrrp slurrp ah.."
Kemudian Akeno langsung melahap Penis Naruto kemulutnya walaupun kesusahan dan hanya masuk setengahnya.
Entah Setan dari mana Tangan Naruto bergerak memegang kepala Akeno sambil mengelus-elus rambut indahnya yang sedikit berantakan.
Akeno yang merasakan elusan itu tersenyum dalam hati,dia merasa Naruto mulai mengikuti alur dirinya dan merasakan Nikmat dari servisnya.
Namun tiba tiba Smartphone Naruto berbunyi ada yang memanggil,otomatis Naruto langsung membaca siapa yang menelepon di layar ponselnya.
"Ayatsuji-san?" Guman Naruto bingung.
"Angkat saja dulu Naruto-kun,mungkin dia ada perlu," Ucap Akeno yang bibirnya belepotan dengan air liurnya.
Naruto pun mengangguk kemudian
"Moshi - Moshi Ayatsuji-san?"
"Kamu sedang sibuk?"
"Tidak kok,memang ada apa?"
"Benarkah,kalau begitu baguslah ada yang ingin aku bicarakan"
"Kamu ingin bicara apa Ayatsuji-san?"
"Hmm mungkin aku akan kerumah malam ini karena susah menjelaskannya,bolehkan?"
"Hah kerumah?hmm boleh saja sih"
Tiba tiba Akeno cemberut dan tersenyum nakal,kemudian dia menggenggam Penis Naruto dan meletakkan nya di belahan kedua Payudaranya membuat Mata Naruto melotot melihatnya.
Kemudian Akeno menggoyangkan Payudara besar nya naik turun yang sedang mengapit penis Naruto sehingga makin besar Ereksinya.Dan Akeno sedikit menunduk dan menjulurkan lidahnya menghisap Penis Naruto yang sedang dia apit.
"Ssshhss ah"
"Eh Namikaze-kun?kamu tidak apa apa?"
"Ah! aku sshhsss~ tidak apa apa kok"
"Benarkah?"
"Ah aku tidak apa apa kok Ayatsuji-san dan malam nanti hubungi saja aku kalau mau berkunjung"
"Baiklah kalau begitu sampai bertemu Nanti" Balas Tsukasa.
Akeno mempercepat kuluman dan goyangan kedua payudaranya yang mengapit Penis Naruto.
"Ah ah ah!" Desah Naruto kembali.
"Slurp slurrpp"
"Ssshhss Akeno aku ingin keluar!" Ucap Naruto.
"Puaahh Keluarkan saja!" Akeno melepas kulumannya dan mempercepat apitan kedua Payudaranya.
Crooot! Crooot! Crooot!
Muncratlah Sperma Naruto dalam volume banyak yang membasahi rambut,wajah dan payudara Ake o yang menetes ke lantai juga.
"Hah hah hah..." Guman Naruto lelah.
"Ara Ara nampaknya banyak sekali kamu mengeluarkan spermamu Naruto-kun,dan ini juga masih tegang fufufufufu" Guman Akeno sambil memainkan sperma Naruto di payudaranya.
Naruto hanya tersenyum saja,dan dibalas Akeno dengan senyuman manisnya.Akeno kemudian bangkit dan mengajak Naruto ke Kamar mandi untuk membersihkan diri karena Naruto juga banyak berkeringat sementara dirinya penuh dengan Sperma Naruto di tubuhnya.
"Naruto-Kun ayo ikut aku Ke Kamar mandi" Ajak Akeno sambil menarik lengan kekar Naruto.
"Tapi ini sudah jam 5 aku takut Kaa-chan ku mencari cari diriku nanti karena pulang telat" Jawab Naruto menolak ajakan Akeno.
"Sudah tenang saja,bilang saja kamu habis mengerjakan tugas kelompok dirumah teman" Ucap Akeno memberi Alasan.
"Lagipula nanti Kaa-chan mu akan curiga bukan pulang dengan Keringat yang banyak itu" Tambah Akeno.
"Baiklah kalau begitu." Balas Naruto.
"Ara ara kalau begitu ayo dan kamu tenang saja ibuku pulangnya besok kok" Ucap Akeno kembali.
"Fufufufu sepertinya 1 jam cukup dikamar mandi" Batin Akeno.
Naruto sebenarnya tidak kaget dengan apa yang dilakukan Akeno kepadanya,karena kakaknya si Nagato juga pernah menceritakan hal serupa bahkan dia sampai berhubungan intim dengan temannya sewaktu SMA.Nagato berkata bahwa dirinya pasti juga akan melakukan ya entah kapan atau dengan siapa yang pasti itu akan terjadi.Naruto yang mendengar kata Nagato hanya cuek bebek saja tidak percaya.
~
"Sebenarnya Naruto-kun tadi kenapa yah?dia seperti orang yang mendesah keenakan gitu?" Guman Tsukasa sehabis bertelfonan dengan Naruto.
"Sudahlah lebih baik aku mandi dulu dan dandan cantik untuk nanti malam hehehehe" Ucap Tsukasa sambil menatap cermin dan memainkan rambutnya yang di kuncir.
.
.
.
.
.
...
Aikoaso
