Chapter 6


Enjoy


17.30

Hari sudah hampir gelap.Naruto saat ini berjalan ke arah rumahnya dengan kondisi yang sedikit lemas karena kegiatan Panasnya bersama Akeno tadi.Dirinya juga merasa aneh yang entah kenapa dia mau saja menuruti semua perlakuan yang di berikan Akeno.

Naruto juga tidak berbohong kalau dia menikmati semua perlakuan Akeno tadi,mungkin nanti dia akan menceritakan hal ini kepada Nagato jika dirinya Pulang kerumah.Nagato dan Naruto sendiri tidak main rahasia-rahasiaan untuk urusan apapun.Mereka saling terbuka dalam menceritakan masalah yang tengah mereka hadapi.

Setelah melewati perjalanan selama 30 Menit dengan mengendarai Kereta,akhirnya Naruto tiba di stasiun dan langsung berjalan menuju rumahnya yang berjarak 1 KM saja dari stasiun.

Dari jauh terlihat didepan rumahnya ada Mobil Sedan yang dirinya tidak ketahui pemiliknya.Namun sebelum mengira-ngira tiba" ada yang menyapa dirinya,

"Halo Namikaze-kun!" Sapa Seseorang.

Naruto kemudian menoleh ke arah yang memanggil.Ternyata itu Nino Nakano tetangga depan sekaligus teman sekolahnya.

"Ah halo juga Nakano-san" Balas Naruto sopan.

"Emm~ Tumben baru pulang jam segini, memangnya habis Eskul yaa?"

Naruto mendengar pertanyaan tersebut tidak mungkin dong bilang bahwa dia baru saja mendapatkan servis dari Akeno sewaktu pulang sekolah tadi.

Nino kemudian ikut berjalan beriringan bersama Naruto sambil menunggu jawaban yang akan Naruto lontarkan.Namun dirinya tiba tiba mencium bau wanita dari arah badan Naruto yang membuatnya sedikit heran.Apa iya Naruto suka memakai Sabun khusus perempuan?namun dirinya tidak terlalu memikirkan hal itu.

"Aku baru saja mengurus keperluan untuk Festival nanti." Jawab Naruto santai.

"Oh seperti itu,kalau begitu aku langsung masuk kerumah yah dan Sampai bertemu lagi!" Ucap Nino langsung mengarah ke rumahnya.

Naruto pun yang sadar kalau sudah sampai langsung saja mengetuk pintu rumah

Tok tok tok

"Tadaima"

Cklekk

"Okaeri sayang!" Jawab Kushina sambil mencium pipi dan memeluk sang anak.Namun dirinya sedikit mencium bau yang tidak wajar dari Naruto,tapi dirinya tidak memperdulikan nya.

"Itu mobil siapa Kaa-chan?" Tanya Naruto.

"Kamu akan tahu kok,ayo masuk dulu biar kamu lihat sendiri." Ujar Kushina menarik Naruto kedalam rumah sesudah menutup pintu.

Didalam Arthuria dag dig dug tidak karuan karena penasaran dengan orang yang bernama Naruto sampai sampai Kakaknya yang Cantiknya tidak ketulungan kepincut dengannya.

Gabriel yang melihat adiknya seperti orang yang penasaran pun tertawa dalam hati,oh mungkin saja nanti dia harus bersaing dengan adiknya sendiri jika dia kepincut dengan Naruto.

"Nah Sayang lihat siapa itu!" Ucap Kushina sambil menunjuk ke arah Gabriel yang tengah tersenyum manis kepadanya dan disampingnya ada gadis seumurannya yang tengah memerhatikan dirinya secara intens.

Naruto pun langsung tersentak melihat adanya Gabriel disini.Dirinya ingat sewaktu dulu kalau Gabriel lah Perempuan pertama yang mengambil ciuman pertamanya sewaktu kelas 1 SMA.

"G-Gabriel Nee-san?"

"Halo Naruto-kun bagaimana kabarmu?dan perkenalkan ini adik Nee-san yang baru pindah dari Luar Negeri,Arthuria perkenalkan dirimu ayo!" Ujar Gabriel sambil menyuruh adiknya memperkenalkan diri.

"P-Perkenalkan N-Namaku A-Arthuria,Salam K-Kenal yah," Ucap Arthuria sedikit gagap sambil mengulurkan tangannya.

"Ah iya salam kenal juga,Namaku Naruto." Jawab Naruto sambil membalas uluran tangan tersebut.

Arthuria yang baru pertama kali melihat Naruto langsung terpesona dengan ketampanan dari Anak ketiga dari Minato dan Kushina ini.

Gabriel pun langsung menarik Naruto untuk duduk di sampingnya sehingga membuat Naruto sedikit kaget saat tangan halus Gabriel menyentuh lengan kokohnya.

"Sayang Kaa-chan ke dapur dulu mau masak yah,kamu temani dulu Gabriel dan Arthuria sembari menunggu kedatangan Karin." Ucap Kushina meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu.

"Nah Naruto-kun kamu tidak lupa kan dengan kejadian setahun lalu?" Tanya Gabriel sambil tersenyum nakal.

"A-Ano kejadian apa yah?" Jawab Naruto pura pura tidak mengerti.

Sementara itu Arthuria melihat sikap Kakaknya yang berubah genit jadi penasaran dengan apa yang terjadi sebelumnya di antara mereka berdua.

~

"Stop pak sampai disini!"

"Oh sudah sampai yah nona?"

"Tentu saja pak,berapa ongkosnya?"

"1¥ Yen nona sesuai tarif di Argometer," Ujar Sopir tersebut.

"Oh kalau begitu ini uangnya dan terima kasih yah," Ucap Tsukasa sambil memberikan uang dari dompetnya.

"Sama sama nona."

Setelah keluar dari taksi tersebut Tsukasa kemudian memandang rumah Naruto dari luar yang di depannya ada mobil sedang terparkir.

Tsukasa sendiri datang bukan tanpa alasan.Dirinya sudah janjian dengan Naruto untuk membicarakan perihal Masalah untuk Festival Sekolah yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Tsukasa sendiri cukup cantik penampilannya untuk datang kerumah Naruto.Tsukasa menggunakan sweater bewarna abu abu dan rok hitam selutut dibalut stocking senada ditambah rambut yang iya kuncir jadi terlihat manis bagi yang melihat dirinya.

"Nah akhirnya sampai juga,semoga aku tidak menggangu Naruto-kun!" Guman Tsukasa sambil menuju pintu dan memencet bel.

Ting tong

Dari dalam Naruto mendengar bel pun berusaha bangkit,namun dirinya kalah cepat dengan Kushina yang tiba tiba sudah menuju pintu depan.

(Cepet kali emak satu ini seperti ambil duit Gajian)

"Iya sebentar!" Ucap Kushina sambil membukakan pintu.

"Selamat malam bibi!" Salam dari Tsukasa melihat Kushina yang membukakan pintu.

"Ehh Ternyata Tsukasa-chan,ayo masuk mumpung Naruto ada didepan." Balas Kushina langsung menarik Tsukasa masuk.

Kesialan bagi Naruto di saat seperti ini datang lah Tsukasa teman satu sekolahnya sekaligus satu bangku dikelas.

"Sayang ini Tsukasa baru datang,apa kalian sebelumnya janjian?" Tanya Kushina penasaran.

"Ah iya Kaa-chan aku sudah janjian namun lupa memberitahu hehehe" Balas Naruto seadanya.

Sementara itu Tsukasa melihat Naruto sedang duduk ditemani oleh dua gadis cantik sedikit kesal dalam hati karena gagal berduaan dengan Naruto,namun dirinya tutupi dengan rapih raut wajahnya agar tidak terlihat didepan Naruto.

"Malam Namikaze-kun!" Ucapnya sambil tersenyum manis.

"Malam juga Ayatsuji-san" Balas Naruto sambil tersenyum seperti orang yang terselamatkan.

"Bagai-"

"Eh Gabriel kamu sudah disini" Ucap Karin yang baru sampai.

"Oh Karin kamu baru sampai,tentu saja aku menunggu dari tadi!" Jawab Gabriel malas.

"Kalo begitu ayo ke kamarku biar lebih enak membicarakannya dan ajak juga adikmu" Ujar Karin mengajak ke arah kamarnya.

"Baiklah kalau begitu,ayo Arthuria ikut sebentar!" Ajak Gabriel.

"Baik Nee-san." Ucap Arthuria.

Sepeninggal mereka bertiga kemudian tersisalah Naruto dan Tsukasa,sementara Kushina sudah kembali ke dapur dari tadi untuk melanjutkan masakannya.

"Ayatsuji-san ayo ikut ke kamarku saja biar tidak ada yang menganggu nanti," Ucap Naruto dengan nada sedikit tidak bersahabat.

"E-Eh?baiklah Namikaze-kun," Jawab Tsukasa pelan mengikuti Naruto ke arah kamarnya.

Sesampai dikamar Naruto kemudian menutup pintunya sambil menghela Nafas lelah.Tsukasa yang melihat itu sedikit heran dan kemudian berkata,

"Namikaze-kun kalo aku menganggu mu sekarang juga aku akan pulang kok" Balas Tsukasa dengan hati yang tidak mood.

"Jangan,maaf kalau nadaku tadi kurang enak di dengar oleh mu karena aku hanya tidak nyaman tadi disana." Ujar Naruto memperjelas sikapnya tadi sambil menaruh tas dan membuka seragamnya yang menutupi Kaos putih ketatnya.

"Kamu bisa duduk dulu di karpet sana,aku ingin ke kamar mandi sebentar." Titah Naruto kepada Tsukasa yang di balas anggukan oleh gadis tersebut.

Selagi menunggu iseng iseng dirinya melihat lihat Kamar Naruto dan fokus ke arah salah satu rak buku yang menampilkan Figur foto.

"Eh ini Namikaze-kun waktu kecil!" Ujar Tsukasa sedikit tersenyum melihat lucunya pipi tembem Naruto yang berumur 3 Tahun saat bermain di pantai.

"Apa yang kamu lakukan Ayatsuji-san?" Tanya Naruto tiba tiba.

Tsukasa pun kaget setengah mati hingga hampir menjatuhkan figura foto tersebut.

"Maaf Namikaze-kun kalo aku terlalu lancang melihat barang pribadimu," Ujar Tsukasa menyesal sambil menunduk.

"Sudahlah tak apa kok,lebih baik kita cek berkas yang kamu bawa itu." Balas Naruto santai yang sudah berpakaian santai rumahan.

20.00 Malam.

Setelah menghabiskan waktu hingga pukul 8,tiba tiba Tsukasa bertanya sesuatu,

"Ano maaf Namikaze-kun kalo boleh tahu saat aku menelfon suaramu seperti orang kesusahan,Memangnya kamu lagi apa tadi sore?"

Naruto mendengar itu pun langsung teringat kegiatannya bersama Akeno yang membuat dirinya langsung menggeleng geleng kan kepalanya walau sedikit memerah pipinya.

"Namikaze-kun?"

"Sore tadi aku sedikit membantu kakek kakek yang sedang kesusahan membawa barang," Ujar Naruto berbohong.

"Oh seperti itu,maaf aku sedikit kepanasan jadi aku akan membuka sweater ku" Ucap Tsukasa sambil berusaha membukanya.

Naruto yang melihat itu sedikit deg deg an karena Tsukasa hanya menggunakan Baju tanpa lengan yang sedikit memperlihatkan dadanya.Ukuran dada Tsukasa sendiri juga jangan di anggap remeh walau ukurannya jauh dari Akeno namun ada hal yang membuatnya lebih menarik.

"Huh leganya!" Ucap Tsukasa sambil menyingkir kan poninya kesamping hingga membuat dirinya terlihat begitu Cantik.

Di dalam diri Naruto merasakan sesuatu sesak dan panas dalam tubuhnya karena ketika Tsukasa menunduk untuk menulis terlihat lah belahan dadanya yang membuat pikiran Naruto jadi tidak Fokus ke arah pekerjaannya.

Tsukasa sendiri tahu kalau dari tadi Naruto curi curi pandang ke arahnya,namun dirinya tidak risau karena memang itu niatnya disini.Dia ingin membuat Naruto sendiri lah yang tertarik kepada dirinya walaupun sebenarnya dirinya yang sangat" tertarik kepada Naruto.

Bagi kalian yang melihat Tsukasa adalah perempuan polos dan lugu maka salah besar,Tsukasa sendiri tahu sebenarnya kalau Naruto sedang melakukan hal intim sewaktu di telfon karena samar samar dia mendengar suara Wanita dan Naruto yang mendesah.

Dirinya tidak buta akan film porno karena dia juga pernah melihatnya walaupun hanya sesekali.Tsukasa termasuk orang yang cepat tangkap mengingat suara orang yang sedang melakukan sex seperti suara Naruto di telefon.

Dirinya ingin tahu dengan Wanita mana Naruto melakukannya namun dia mengesampingkan hal itu dan fokus dengan Kegiatannya saat ini.

Saat Naruto sedang sibuk menunduk diam tiba tiba dia merasa kan telapak kaki yang menyentuh selangkangannya mengenai adik kecilnya yang setengah bangun karena Penampilan Tsukasa.

(Lemah lu baru tanktop wkwkwk)

18 Warning Lemon On !!!! ( kalo gasuka skip,penjelasan di akhir cerita)

"Eh? maaf aku sengaja!" Ucap Tsukasa tidak merasa bersalah.

Habislah kesabaran Naruto karena bagaimanapun di goda seperti itu lelaki manapun mana tahan,belum lagi dirinya sebenarnya belum puas tadi Sore karena baru ejakulasi sekali.

Kemudian dirinya bangkit dan langsung menarik Tsukasa ke kasur dan memeluknya sambil menbenturkan bibir mereka.Tsukasa sedikit kaget dengan hal tersebut namun inilah yang memang dirinya rencanakan sebelum datang kesini.

"Cup!"

"Puaahh shhhsh~" Desis Tsukasa sambil mengelus barang bawah Naruto.

Naruto sendiri tidak diam saja,tangan kekarnya sibuk meremas remas buah dada Tsukasa yang cukup besar walau tidak menyamai milik Akeno yang dirinya lihat sore tadi.

"Ah! shhshh iya terus remas begitu Naruto-kun ah!" Desah Tsukasa menikmati remasan Naruto dan tidak memanggil dengan embel embel Namikaze-kun.

"Kamu tahu?aku tidak bertanggung jawab jika keperawanan mu lepas hari ini!" Bisik Naruto sambil mengigit daun telinga Tsukasa.

"AH! ambil saja,aku memang berniat memberikannya padamu" Ujar Tsukasa menikmati perlakuan Naruto.

"Kamu tenang saja,kamar ini kedap suara jadi berteriak lah jika ingin," Ucap Naruto sambil mencoba membuka kaos Tsukasa.

Tsukasa mendengar itu pun tersenyum dan membantu Naruto membuka kaos nya sehingga terlihat dirinya memakai Bra bewarna pink yang dia pakai.

"Kamu cantik," Puji Naruto.

"Terima kasih dan tolong hisap punyaku Naruto-kun." Balas Tsukasa yang sudah membuka Bra-nya dan melempar asal.

Naruto yang disuguhi payudara menganggur pun tidak tinggal diam,dirinya langsung menghisap puting kiri dan meremas yang kanannya hingga membuat Tsukasa berjengit keenakan.

"Slurrrpp slurrrppp"

"Ah! terus hisap Naru,minum susuku hingga puas shhh ah!"

Setelah 10 menitan menghisap Naruto menghentikan kegiatannya dan berdiri untuk membuka pakaiannya hingga tersisa Celana dalamnya yang terlihat sesuatu sedang berdiri.

Tsukasa melihat itu pun juga bangkit melepas Roknya menyisakan celana dalam dan berjongkok untuk membuka celana dalam Naruto hingga dirinya terkejut melihat Penis besar Naruto yang menggantung bebas didepannya.

"B-besar sekali,ini mah seperti di video yang aku tonton kemarin" Ujar Tsukasa dalam hati sedikit takjub.

Kemudian dirinya menggenggam penis Naruto dan mengocoknya secara Pelan.

"Ah yah seperti itu Ayatsuji-san" Desah Naruto nikmat.

"Panggil aku Tsukasa!" Ucap Tsukasa sambil melihat wajah Naruto di atasnya.

"Baiklah Tsukasa" Balas Naruto yang dibalas senyuman Manis Tsukasa.

Tsukasa pun melanjutkan dengan mencoba memajukan mulutnya untuk melahap Penis besar Naruto.

"Cough! Ogh!" Suara Tsukasa yang sedikit tersedak.

"Yah seperti itu dan sambil kocok punyaku," Titah Naruto yang sudah berubah sifatnya jika melakukan hal ini.

Hinggap 15 menitan Naruto ingin Ejakulasi kembali dan memegang kepala Tsukasa agar mempercepat Kocokan dan hisapannya.

"Ah aku keluar!!"

"Crot crot crot"

Entah berapa tembakan sperma yang meluber di dalam mulut Tsukasa membuat sang empu sedikit tersedak karena banyaknya sperma Naruto di mulutnya.

"Uhuk uhuk uhuk!"

"Kamu tak apa Tsukasa?" Tanya Naruto khawatir.

"Aku tak apa kok Naruto-kun,sekarang gantiian buat aku puas" Ujar Tsukasa sambil mengangkangkan kakinya.Naruto yang mengerti hal tidak tinggal diam dan langsung menyingkir celana dalam Tsukasa hingga terlihat Vagina bersih yang bewarna merah muda menggoda sudah sangat basah.

"Ayo cobalah Naruto-kun!" Ucap Tsukasa sambil memberikan senyuman Nakal.

"Ini sudah sangat basah apa kau siap?jika sakit beritahu diriku yah," Ujar Naruto sambil mengarahkan penis besarnya yang masih tegang walau sudah ejakulasi tadi.

"Tentu saja aku siap,pelan pelan yaa!"

"Baiklah~"

Hal utama yang Naruto lakukan adalah mengesek gesekan penisnya di area vagina Tsukasa dengan maksud ingin menggodanya.Hingga Tsukasa yang dipermainkan seperti itu berusaha menggoyangkan bokongnya agar barang Naruto bisa masuk ke Vaginanya.

"Jleb"

Dengan sedikit Usaha akhirnya Penis Naruto masuk walaupun belum seluruhnya,Tsukasa sendiri menahan teriakannya dengan sumpalan ciuman dari Naruto dengan sedikit air mata.

"Sakit juga ternyata" Guman Tsukasa.

"Kamu tak apa kan Tsukasa?" Tanya Naruto khawatir.

"Aku tak apa kok,memang sakit awalnya namun sudah sedikit hilang sakitnya," Ujar Tsukasa sambil berusaha menggoyang pantatnya agar Naruto bergerak.

"Ahhh! ini kau yang memang nafsu dasar, nikmatilah sekarang!" Ucap Naruto yang di goda seperti itu sambil bergerak maju mundur.

"Ah! ini nikmat Naruto-kun,terus tusuk ah! vaginaku d-dengan penis bes- ah besar mu itu ah!" Kata Tsukasa sambil menikmati sodokan Naruto.

"Tentu saja akan kuberikan kenikmatan ini!"

Sudah 30 menitan mereka melakukan hingga beberapa gaya dicoba,Tsukasa sendiri sudah klimaks sebanyak 6 kali namun dirinya bingun Naruto belum keluar lagi.Sampai saat ini posisi Naruto berdiri dengan dia memegang Pantat Tsukasa yang dimana Tsukasa sendiri berada di gendongan Naruto dengan mengalungkan tangannya ke leher sambil berciuman.

"Ah! Naruto-kun shh~ apa kamu ah sudah mau keluar ah?!" Desah Tsukasa sambil di hentak hentak dari bawah oleh Naruto.

"Ah Sebentar lagi aku keluar,dimana kamu ingin ku keluarkan shh ini sempit sekali?" Tanya Naruto keenakan.

"Di dalamh ah! keluarkan saja didalam Naru ah! aku aman hari ini!" Ucap Tsukasa.

"Baiklah terima ini Tsukasa!" Ujar Naruto bersiap untuk ejakulasi.

"Yah ah! muncratlah di dalam ku ah! Naru~" Desah Tsukasa juga ikut Orgasme.

"Crot crot crooot"

Entah berapa kali Naruto menembakan spermanya hingga meluber dari lubang senggamanya dengan Tsukasa.

"Ah nikmatnya, bagaimana Tsukasa?" Tanya Naruto.

"Ini sangat nikmat Naru,lain waktu kita lakukan lagi di tempat lain ok?" Jawab Tsukasa yang masih di gendongan Naruto dan mengecup bibir Naruto lagi.

"Tentu saja,"

"Dan satu lagi!"

"Apa itu?"

"Besok pagi kau harus menjemput ku kerumah karena sudah pasti aku akan susah berjalan ke sekolah!" Perintah Tsukasa manja.

"Baiklah Nyonya Tsukasa," Jawab Naruto sambil menggoda.

"Aku tahu kamu belum mempunyai perasaan kepada ku namun aku akan berusaha membuatmu mencintaiku nantinya seperti aku Mencintaimu sekarang" Ucap Tsukasa Jujur.

"Kalau begitu cobalah karena bukan kamu saja yang mencoba" Ujar Naruto sambil melepaskan penyatuan mereka dan terlihat sperma tercecer dari lubang vagina Tsukasa karena tidak kuat menampung jumlah punya Naruto.

"Tentu saja kupastikan kamu jadi milikku nantinya Naruto-kun fufufu~" Jawab Tsukasa memberikan senyuman nakal.

~

Diluar Kamar Karin sedikit menguping apa yang dilakukan Naruto dan Tsukasa di dalam,namun tidak terlalu terdengar akibat kedap suara dari dalam.

"Aku penasaran apa yang sedang dilakukan mereka berdua?" Guman Karin sambil berlalu dari pintu kamar Naruto.

Gabriel dan Arthuria sendiri sudah kembali dari 20 menit yang lalu, entah apa yang di bicarakan dengan Karin di dalam kamarnya.

04.30 Pagi.

"Kring kring kring"

Suara alarm berbunyi dengan kerasnya membuat seorang manusia yang dibalik selimut terbangun dari tidur nyenyak nya.

Ayatsuji Tsukasa terbangun dalam kondisi tubuhnya yang lemas,ketika mencoba berdiri untuk berjalan menuju kamar mandi dirinya merasakan sedikit sakit di bagian (you know lah) sehingga agak susah berjalan dan tertatih tatih.

Sesampai di kamar mandi dirinya langsung mengisi bathtub sekitar 10 menitan hingga penuh dan masuk untuk berendam.

Dirinya mengingat kejadian semalam dimana dia memberikan keperawanannya kepada pemuda yang dia cintai.Tsukasa tidak menyesal akan hal itu karena memang dia juga menikmati semua yang di berikan Naruto kepadanya.

"Mouuu~ Naruto-kun staminanya kuat sekali." Gumam Tsukasa lelah.

~

"Sayang tumben kamu bawa motor ke sekolah, memangnya ada apa?" Tanya Kushina penasaran.

"Oh iya pagi ini aku akan pergi bersama Tsukasa-san!" Ucap Naruto yang tak sadar mengubah nama panggilannya.

Kushina mendengar perubahan Naruto tersenyum penuh arti.Sepertinya ada sesuatu yang terjadi antara mereka berdua malam kemarin karena ketika keluar dari kamar Tsukasa kondisinya seperti susah jalan dan ketika ditanya Naruto menjawab jika Tsukasa terpleset di kamar mandi.Naruto meminta izin mengantar Tsukasa namun Kushina menyuruhnya agar jangan naik motor dan menggunakan Mobil ayahnya saja.

"Oh seperti itu,kalau begitu jangan lupa bawa helm untuk Tsukasa-chan nanti dan Sampaikan salam dari Kaa-chan untuknya yah!"

"Baik Kaa-chan,kalau begitu aku pamit dulu yah!" Pamit Naruto sambil mencium pipi Kushina.

"Ya hati hati sayang!" Balas Kushina tersenyum atas perlakuan anaknya.

Kushina yang melihat anaknya sudah jauh pun tersenyum penuh arti.

"Tsukasa-chan tumben kamu memasak pagi pagi,ada gerangan apa?" Tanya Sume kepada anaknya yang sedikit berbeda sekarang.

"A-Ah aku hanya ingin saja Kaa-san" Ucap Tsukasa sedikit kaget akan kedatangan ibunya.

"Benarkah?apa ini karena Naruto-kun?" Tebak Sume.

Tsukasa mendengar naman Naruto di sebut pun pipinya memerah,memang benar niat dia membuat Bento untuk Naruto nantinya disekolah.

"Hehehehe benarkan, kalau begitu mau Kaa-san bantu?" Tawar Sume.

"Tidak perlu Kaa-san aku ingin sendiri saja yang membuat nya" Tolak Tsukasa sambil menata makanannya di tempat bekal.

"Baiklah kalau begitu nak."

Ting tong

"Permisi",

"Iya tunggu sebentar" Ucap Sume menuju pintu depan dan membukanya.

"Eh? Naruto-kun tumben pagi pagi kesini,mau berangkat bareng Tsukasa-chan yah!" Tebak Sume melihat kedatangan Naruto.

"Ah selamat pagi bibi,iya saya ingin menjemput Tsukasa" Ujar Naruto.

'Tsukasa?tumben panggilan nya berubah,pasti ada sesuatu ni hehehe' Guman Sume dalam hati.

"Ohayo Naruto-kun!" Ucap Tsukasa yang sudah siap untuk berangkat.

"Ohayo Tsukasa,ayo berangkat sekarang dan bibi saya pamit dulu yah," Izin Naruto untuk berangkat bersama Tsukasa.

"Ah iya tentu saja Naruto-Kun,hati hati bawa motornya dan Tsukasa-chan jangan merepotkan Naruto-kun yah!"

"Tentu saja bibi!" Jawab Naruto sambil menaiki motornya dikuti Tsukasa yang sudah memakai helm.

"Dadah!" Ucap Sume melihat kepergian anaknya Tersebut.

Dirumah keluarga Himejima,Akeno saat ini sedang bersiap untuk ke sekolah sambil menyiapkan bekal.

"Apa Naruto-kun mau yah makan bareng aku?coba deh ku ajak nanti" Guman Akeno mengambil tasnya dan berangkat menuju stasiun.

~

Di perjalanan menuju sekolah,Naruto dan Tsukasa sama sekali tidak ada yang membuka suara.Naruto sendiri lebih fokus mengemudi namun tiba tiba ada pelukan dari belakang dimana Tsukasa langsung menaruh kepalanya di samping bahu Naruto.

"Ada apa Tsukasa?" Tanya Naruto bingung sambil memfokuskan pandangannya ke jalan.

"Tidak ada apa apa,hanya saja aku ingin merasakan badan hangat mu lewat pelukan" Ujar Tsukasa dengan suara lemah.

"Yasudah peluk saja,namun ketika sudah dekat lebih baik dilepas dahulu agar tidak ada yang heboh nantinya," Saran Naruto.

"Ehhmmm~" Tsukasa mengangguk mendengar ucapan Naruto.

Skiptime.

Setelah sampai di sekolah dan memarkir motornya,Naruto dan Tsukasa berjalan berdamping menuju kelas secara Pelan pelan karena Tsukasa masih sedikit susah berjalan.

"Apa kamu tak apa Tsukasa?" Tanya Naruto.

"Sungguh aku tidak apa apa Naruto-kun,lebih baik kita bergegas aku takut telat masuk kelas," Ucap Tsukasa sedikit mempercepat laju kakinya.

Tanpa di sadari ternyata ada yang mengawasi mereka sewaktu sedang jalan berdua yang tak lain adalah Himejima Akeno.

"Sepertinya Naruto-kun perhatian sekali dengan Ayatsuji-san,ada apa yah dengan mereka berdua?mungkin nanti kuselidiki fufufu" Guman Akeno dengan nada khasnya.

Saat memasuki kelas,keduanya menjadi pusat perhatian apalagi teman teman Naruto yang melihat Naruto sedikit berbeda dari biasanya ketika berjalan bersama Tsukasa.

"Yoo Naruto, sepertinya ada yang berbeda dengan mu?" Tanya Kenji sambil meneliti dari ujung atas sampai Kaki.

"Sudahlah Kenji,lebih baik kita duduk karena sebentar lagi Rossweisse Sensei bakal masuk" Ucap Takeo menyuruh Kenji untuk kembali ke tempatnya.

"Aku tidak apa apa kok,mungkin perasaan kalian saja." Ujar Naruto sambil menatap kawan kawannya.

Sementara Tsukasa hanya diam dan mengeluarkan buku dari tas yang dia bawa.Tidak berselang lama Folia juga baru sampai dikelas dan langsung duduk sambil memandang ke arah bangku Naruto.

"Naruto-kun mau kah makan siang bersama ku nanti?" Tawar Folia dengan senyum manisnya.

"A-Ano gimana yaa",ucap Naruto sedikit patah patah sambil menoleh ke sampingnya.

Tsukasa mendengar itu pun hanya diam saja namun terlihat tangannya terkepal erat hingga

Ctakk!

Suara pensil patah terdengar di telinga Naruto yang seketika membuat Naruto merinding dan melihat ke arah bekas patahan tersebut.

"Apa ada masalah Tsukasa?" Tanya Naruto pelan.

"Tidak,tidak ada masalah kok silahkan lanjutkan obrolan kalian" Jawab Tsukasa sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.

"Ano Folia-san mungkin nanti saja yah dibicarakannya karena ada sesuatu yang harus kuurus" Ucap Naruto sopan.

"OK Tentu saja!" Balas Folia sambil tersenyum manis.

Beberapa menit kemudian masuklah Rossweisse untuk mengajar pelajaran di kelas Naruto menandai masuknya jam pertama disekolah.

"Astaga! Ayatsuji-san apa kamu sedang tidak enak badan?lebih baik kamu ke UKS sekarang" Ucap Rossweisse tiba tiba yang memeriksa keadaan Tsukasa yang terlihat lemas.

"Tak perlu Sensei aku bisa melanjutkan pelajaran kok" Tolak halus Tsukasa walau berbanding terbalik dengan kondisi tubuhnya.

"Tidak ku izinkan, Namikaze-kun tolong bawa dan jaga Tsukasa di UKS ya" Perintah Rossweisse.

"B-Baiklah Sensei!" Jawab Naruto sambil memapah Tsukasa yang lemas ke UKS.

Sekitar 10 menitan setelah kepergian Naruto dan Tsukasa,Folia meminta izin untuk ke toilet dengan alasan ingin buang air besar dan langsung diizinkan oleh Rossweisse yang sedang fokus dengan Novelnya.

Sebenarnya itu hanya alasan klasik,dia ingin mengecek UKS untuk melihat apa yang sedang terjadi antara Naruto dan Tsukasa.

kondisinya sepi,Folia kemudian mengendap ngendap untuk melihat Salah satu tirai yang menutupi Kasur disana namun dirinya tak lupa mengunci UKS terlebih dahulu agar ada orang yang tidak masuk.

Namun betapa terkejutnya Folia melihat Naruto dan Tsukasa yang saat ini sedang bercumbu mesra.Dirinya bahkan langsung ngeblank melihat aktivitas tersebut didepan matanya.

Folia tak paham dengan semua ini,apa ini yang di sembunyikan oleh mereka berdua atau masih ada lagi hal yang belum dirinya ketahui tentang Naruto setelah lama mengenal nya.

Namun tiba tiba otaknya mempunyai ide,dirinya kemudian mengambil Smartphone nya dan memfoto mereka berdua yang sedang bercumbu di kasur sebagai senjata untuk mendapatkan Naruto juga.Dirinya merasa kalah karena terlihat Naruto begitu menikmati bibir Tsukasa yang saat ini kondisinya terlihat lemas namun nafsunya terlihat tinggi.

"Well aku tak akan kalah darimu Tsukasa" Guman Folia meninggalkan UKS sambil berjalan dengan anggunnya.

~

Jam istirahat digunakan oleh para siswa untuk menyerbu jajanan yang ada dikantin sekola,namun berbeda dengan Naruto dan Tsukasa yang saat ini berada di atap sekolah sambil membawa Bento

"Nah Naruto-kun mau coba Bento buatan ku?" Tawar Tsukasa sambil menyodorkan sendok ke mulut Naruto.

"Nanti saja Tsukasa,aku belum sedikit lapar" Tolak Naruto sambil memainkan Smartphone nya.

"Pokoknya gamau tau buka mulutnya" Rengek Tsukasa sambil mendorong sendok ke mulut Naruto yang tertutup berulang ulang.

"Baiklah sini" Ucap Naruto sambil membuka mulutnya.

"Haup"

"Bagaimana rasanya?"

"Rasanya enak kok,ini buatan ibumu kah?" Tanya Naruto.

"Moouu~ aku yang masak ini tadi pagi-pagi sekali" Jawab Tsukasa sambil mengambil kembali bentonya.

"Rajin sekali kamu ya"

"Tentu saja aku buatkan ini spesial untukmu!" Ucap Tsukasa memberikan senyuman yang dibalas senyuman juga oleh Naruto.

"Ehhmm apa boleh aku bergabung?" Tanya Seseorang.

"Ma- eh Himejima-san!" Ujar Tsukasa terkejut.

"Halo Ayatsuji-san,bolehkan aku ikut bergabung?"

"Tentu saja,silahkan duduk sini" Sambil menunjuk samping kiri Tsukasa yang sekarang berposisi di tengah.

Naruto yang melihat kedatangan Akeno sedikit terkejut,namun dirinya tutupi dengan cara membuang pandangan ke arah lain dan sesekali membuka Smartphone untuk sekedar melihat pesan.

"Ano Namikaze-kun apa kamu tidak keberatan?" Tanya Akeno tiba tiba.

"A-Ah tentu saja tidak,bukan begitu Tsukasa," Jawab Naruto gelagapan.

"Tentu saja Naruto-Kun!" Ucap Tsukasa sambil membersihkan bekas makannya.

"Jadi apa kalian berpacaran?" Tanya Akeno tiba tiba.

Naruto dan Tsukasa mendengar itu pun tersentak dan sedikit bingung untuk menjawab.

"Ayatsuji-san asal kamu tahu,aku dan Namikaze-kun kemarin juga mempunyai hubungan sesuatu yang sama persis seperti kalian" Ucapnya jujur frontal.

"Eh?"

"Yah aku akan jujur agar kita tidak saling paham"

Kemudian Akeno menceritakan awal pertemuannya dengan Naruto hingga mereka melakukan sex namun belum sampai ketahap seperti yang dilakukan oleh Naruto kepada Tsukasa.

Tsukasa sendiri sedikit terkejut mendengar cerita dari Akeno,tetapi Tsukasa tidak marah ataupun kesal,malah sebaliknya dirinya juga menceritakan jika keperawanannya sudah di ambil Oleh Naruto kemarin malam.

"Ara Ara apa benar itu Namikaze-kun?" Tanya Akeno.

"Yah~ apa yang semua Tsukasa ceritakan adalah kebenaran.",j Jawab Naruto jujur.

"Hmm kalau begitu kapan-kapan ambil punyaku juga yah,tak apa kan Ayatsuji-san?" Ujar Akeno sambil memberikan senyuman Nakalnya.

"Tentu saja aku tak masalah kalau itu kamu Himejima-san." Jawab Tsukasa mendengar permintaan Akeno.

"Ano bagaimana yaa...-" Guman Naruto.

"Ah kalau begitu bagaimana nanti Himejima-san ikut Kerumahku saja" Tawar Tsukasa mendapat ide.

"Untuk?" Tanya Akeno bingung.

Kemudian Tsukasa membisikkan sesuatu selama 3 menit yang membuat raut wajah Akeno bersinar seketika sambil sedikit terkekeh.

"Aku setuju dengan mu,kalau begitu pulang nanti aku akan kesana" Ucap Akeno bersemangat.

"Bagus kan ideku,ini alamatku ya jangan sampai lupa nanti!" Ujar Tsukasa sambil mengirimkan alamat rumahnya Via Email.

"Apa yang kalian bicarakan sih?" Tanya Naruto penasaran melihat mereka tadi berbisik bisik.

"R-a-h-a-s-i-a fufufufufu" Jawab mereka serempak berdua.

~

"Khu Khu Khu memang kau saja yang bisa memiliki Naruto-kun,aku pasti akan membuatnya takluk juga hingga dia ketagihan" Guman Folia sambil menatap dirinya saat bercermin di toilet sekolah yang sepi kondisinya.

"Nah sekarang tinggal menentukan waktu yang tepat!" Ujar Folia sambil mengecek tanggal di Smartphone nya.

Bersambung...


Aikoaso.