Chapter 7


Enjoy!


"Hey Akeno,pulang nanti bisa temani aku ke Mall tidak?"

"Aduh gimana ya alesannya kan pulang nanti aku akan kerumah Ayatsuji-san" Batin Akeno memutar otak mencari alasan agar Rias percaya nanti.

"Akeno?"

"Maaf bukannya aku tidak mau Rias,tapi pulang nanti aku dan ibuku mau pergi kerumah saudara," Ujar Akeno memberi alasan.

"Hah~ yasudah lain kali saja!" Ucap Rias sedikit kecewa.

Akeno hanya memberi senyum palsunya.Pasalnya dia akan bersenang-senang bersama Ayatsuji-san nanti entah apa yang direncanakan gadis itu terhadap Naruto.

"Ara Ara aku jadi gasabar pulang nanti,semoga saja seru fufufufufu"

Folia Pov on

Entah kenapa setelah melihat hubungan antara Ayatsuji-san dengan Naruto-kun di UKS tadi hatiku merasa panas dan gerah.Aku sendiri juga tidak akan membiarkan Naruto-kun jatuh ke tangannya mau bagaimanapun.Aku baru saja mendapat foto yang mungkin bisa digunakan sebagai alat agar Naruto-kun mau melakukannya denganku,bahkan hingga bisa ku jadikan kekasihku nanti.

Pulang nanti diriku juga akan mengikuti mereka karena aku penasaran dengan hal itu, walaupun kadang aku melihatnya lewat video saja namun jika melihat secara langsung pasti akan beda rasanya jadi ku pastikan pulang nanti aku akan menguntit kegiatan mereka.

Sebenarnya aku juga sedikit kaget dengan sifat Naruto-kun yang kulihat tadi.Karena setahuku dia orangnya pendiam dan tidak terlalu peduli urusan orang.

Folia Pov End

"-san?"

"Rihavein-san?"

"Eh Morishima-senpai!maaf aku tidak tahu kalau kamu memanggil ku" Ujar Folia sedikit kaget karena ketahuan melamun.

"Tak apa Aku hanya sedikit bingung melihat kamu melamun didepan cermin" Ucap Haruka tenang.

"Hehehehe"

"Jadi apa kamu ada sesuatu masalah?kamu bisa ceritakan kepadaku bukan" Tnya Haruka sambil menyenderkan badannya di pintu toilet.

"Mungkin aku harus ajak Morishima-senpai kali"

"Jadi begini Senpai...-" Folia memulai ceritanya.

Sementara Haruka hanya diam dan mendengar apa yang di ceritakan oleh Juniornya ini sekaligus tetangganya di satu komplek.

10 Menit Kemudian

"Jadi begitu Senpai," Ucap Folia setelah selesai bercerita.

"Hmmm sebenarnya aku kurang percaya jika Naruto-kun punya hal yang disembunyikan seperti itu,jadi aku akan ikut denganmu nanti agar kita berdua bisa membuktikannya," Ujar Haruka menyetujui ajakan Folia.

Haruka juga penasaran dengan apa yang di ceritakan oleh Folia tadi walaupun dirinya sudah melihat lewat foto yang di simpan di hp Folia namun dirinya ingin memastikan secara langsung.

15.00

Telolet telolet let!!

Bunyi Bel tanda akhirnya pelajaran disekolah telah berbunyi.Semua Siswa Siswi pun berhamburan keluar dari kelas untuk melanjutkan aktivitas mereka diluar sekolah seperti Nongkrong ke Mall/Caffe dan ada yang juga menjalani Eskul disekolah.

"Nah Naruto-kun ayo kita pulang" Ajak Tsukasa.

"Tunggu sebentar,kamu di luar saja dulu karena ada yang ingin ku urus sebentar" Ucap Naruto.

"Baiklah tapi jangan lama lama yah,awas aja!" Ujar Tsukasa sedikit mengancam.

"Tidak lama kok," Jawab Naruto sedikit tersenyum.

"Hmm baguslah kalau begitu."

Naruto menyuruh Tsukasa keluar karena dia mendapat pesan dari Tsubasa Yura teman satu Dojonya bahwa dirinya berdua disuruh menghadap kepada DAN yang berwenang nanti malam di * yang merupakan tempat berkumpul para DAN di wilayah Kyoto.

15.08

From : Tsubasa Yura

Sore Namikaze-san,maaf mengganggu karena ada hal penting yang ingin kusampaikan.malam nanti jam * kita berdua disuruh datang ke * untuk pertemuan denga para DAN.itu saja karena aku hanya mengikuti keputusan mu nanti,jika setuju kabari aku yah :).

Kemudian Naruto mengetik untuk membalas,

To : Tsubasa Yura

Sore juga,akan ku usahakan nanti jadi tunggu saja kabar sebelum petang.

Send

"Tsukasa ada yang ingin ku sampaikan kepadamu." Ucap Naruto serius.

"Apa itu Naruto-kun?" Tanya Tsukasa penasaran.

"Malam nanti aku harus melakukan pertemuan dengan DAN di * karena aku sebagai perwakilan dari Dojo tempat latihan ku,jadi kurasa aku harus batal ikut kerumah mu hati ini" Jawab Naruto jelas.

Tsukasa mendengar itu pun langsung cemberut,padahal dia ingin sekali dan rindu dengan belaian Naruto namun dirinya tak boleh egois jadi dia harus terima keadaan.

"Yasudah tak apa kok," Jawab Tsukasa pelan.

Naruto tahu dari jawaban tersebut terlihat kekecewaan namun dirinya tak biasa berbuat apa apa kalau sudah ada hal seperti ini.

"Tapi besok kamu menginap yah dirumahku, kebetulan kan malam Minggu dan orang tua ku juga akan keluar kota berdua menghadiri acara reuni jadi aku tak mau tahu harus mau ya!" Ujar Tsukasa sedikit memaksa.

"Tentu saja nanti aku akan cari alasan untuk izin kepada Kaa-chan,kalau begitu aku pulang duluan yaa" Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Yah hati hati Naruto-kun" Balas Tsukasa tersenyum juga.

Setelah kepergian Naruto dirinya melanjutkan jalannya dan melihat Akeno yang juga akan mengarah ke pintu keluar.

"Himejima-san!"

"Hm?oh Ayatsuji-san ada apa yaa?bukannya nanti aku kesana sendiri dan mana Namikaze-kun?"

"Hari ini batal Himejima-san karena dia ada urusan dengan Dojo bela diri nya jadi aku meminta besok untuk menginap di rumahku."

"Menginap? memang tidak ada orang tuamu dirumah?"

"Tenang saja,mereka berdua pergi keluar kota karena ada reuni jadi sepi besok malam dan kebetulan malam Minggu juga bukan? bagaimana mau ikut?"

"Ara Ara tentu saja ikut dong,kalau begitu aku ikut kerumah mu sekarang yah agar besok tidak susah mencarinya sekaligus kita buat hukuman untuk Namikaze-kun karena membatalkan hal ini fufufufufu"

"Haha tentu saja,kalau begitu ayo kita jalan bersama!"

Akhirnya Tsukasa dan Akeno pun pulang berdua bersama menuju Rumah Tsukasa untuk membicarakan sesuatu sebagai persiapan untuk malam Minggu nanti.

"Sayang kamu seperti nya sibuk mencari sesuatu?padahal baru sampai barusan." Tanya Kushina melihat anaknya sedang mencari cari sesuatu.

"Ano aku mencari sabuk karate ku Kaa-chan, lihat tidak?"

"Oh sabukmu Kaa-chan taruh di jemuran belakang,lagian kamu asal naruh si waktu itu,"

"Hehehe Maaf aku lupa Kaa-chan."

"Yasudah kalau begitu Kaa-chan mau masak dulu ya,jika ada apa apa tanya Kaa-chan saja."

Naruto kemudian mengambil ponselnya dan menulis pesan kepada Tsubasa,

To : Tsubasa Yura

Yura-san jam 18.30 kutunggu di depan Dojo

Send

"Huh mandi dulu saja lah,masih lama juga" Guman Naruto melempar ponselnya ke kasur dan menuju kamar mandi.

Drrrttt drrrtttt!!

"Eh?pesan dari siapa ya.."

"From : Namikaze Naruto

Yura-san jam 18.30 kutunggu di depan Dojo

Received

"Dia ternyata setuju juga,baiklah kalau begitu"

To : Namikaze Naruto

Kalau begitu tunggu aku ya nanti.

Send

Tsubasa yang saat ini sedang tidur tiduran di kasurnya kemudian bangkit dan menuju lemarinya untuk mengambil pakaian Karatenya.

"Hmm pakai baju apa yaa,masa harus kaya lelaki Mulu sih" Guman Tsubasa bingung.

Tsubasa Yura merupakan anggota OSIS di sekolah Naruto.Dia termasuk Gadis Tomboy dengan rambut warna birunya dan Jago bela diri karena satu Dojo dengan Naruto selama 2 Tahun,jadi dia merupakan momok paling ditakuti siswa disekolah jika mendapat hukuman darinya.

"Ah ini saja deh,mungkin baju yang diberikan Reya pas untukku" Ujarnya selesai memilih pakaian.

Skiptime

21.00

Setelah menyelesaikan pertemuan dengan para DAN di *.Naruto dan Tsubasa pun langsung mengarah ke jalan pulang namun beberapa saat kemudian turun hujan sehingga mereka pun basah kuyup di jalan terlebih lagi disana tidak ada tempat berteduh membuat Tsubasa yang memang fisiknya wanita sedikit lemah pun merasa kedinginan.

"N-Namikaze-san!" Panggil Tsubasa.

"Iya kenapa?" Tanya Naruto sambil memelankan laju motornya dan membuka kaca helm agar sedikit terdengar.

"Bisa kita menepi sebentar ke arah sana?aku sudah tidak kuat,terlebih perjalanan kita masih jauh dan hujan masih deras derasnya."

Naruto yang mendengar usul dari Tsubasa pun melihat ke arah yang ditunjuk.Ternyata itu adalah semacam penginapan Hotel.

"Oh tidak tidak,mana mungkin aku melakukannya" Batin Naruto.

"N-Namikaze-san?" Ucap Tsubasa dengan suara kedinginan.

"Baiklah Yura-san" Jawab Naruto mengarahkan Motornya ke tempat tersebut.

Kemudian setelah memarkirkannya Naruto pun masih menunggu didepan sambil melihat hujan yang makin deras,berbeda dengan Tsubasa yang sudah di dalam entah apa yang dia lakukan.

"Namikaze-san!" Panggil Tsubasa.

"Iya ada apa?" Tanya Naruto bingung.

"Kok ada apa,ayo masuk aku sudah dapat kamarnya!" Ujar Tsubasa sambil berbalik arah.

"Loh?" Guman Naruto pelan namun tetap mengikuti langkah Tsubasa dari belakang.

Selagi mengikuti Tsubasa di lorong,Naruto tak henti henti membuang pandangan dari depannya karena terlihat tubuh Tsubasa yang basah begitu tercetak jelas di bajunya yang sedikit transparan akibat hujan,apalagi pakaian dalamnya terlihat jelas membuat Naruto memerah dan menggeleng gelengkan kepalanya.

"Tidak tidak,cukup Tsukasa dan Akeno saja sekarang" Guman Naruto dalam hati.

Tsubasa pun menengok ke arah belakang dan melihat Naruto yang sedang menggeleng gelengkan kepalanya,kemudian dia bertanya,"Kamu kenapa Namikaze-san? kepalamu pusing?"

"A-Ah tidak kok,aku hanya mengeringkan rambutku." Ucapnya sedikit gugup.

~

"Nah ini kamarnya,ayo masuk Namikaze-san dan kita bersihkan diri dulu agar tidak demam nantinya" Ajak Tsubasa masuk.

Naruto hanya mengikuti saja sambil membawa tasnya masuk.Didalam dirinya hanya melihat satu Kasur untuk dua orang dan satu kamar mandi.

"Nah kalau begitu aku mandi duluan yah,kamu keringkan badan dulu saja dengan ini" Ucap Tsubasa sambil memberikan handuk.

"O-Oke! " Jawab Naruto menerima handuk yang diberikan Tsubasa namun Naruto sebenarnya fokus kepada baju bagian Tsubasa yang terlihat jelas pakaian dalamnya.

Menurutnya memang punya Tsubasa tidak besar seperti Akeno dan Tsukasa,tapi entah kenapa dirinya jadi bergairah melihat itu.mungkin karena dirinya batal berhubungan intim dengan Tsukasa selepas pulang tadi jadi dirinya tidak tahan.

45 Menit Kemudian

"Lama amat ni cewe mandi!" Guman Naruto sambil sedikit menggigil.

"Nah Namikaze-san aku sudah selesai jadi giliranmu sekarang" Kata Tsubasa yang baru keluar dengan handuk model baju dan rambut yang masih sedikit basah.

"Baiklah~" Jawab Naruto sambil membawa handuknya.

"Tapi sebelum itu buka dulu semua pakaian mu didalam kamar mandi dan berikan kepadaku agar kukeringkan nanti" Ucap Tsubasa meminta.

Naruto kemudian masuk dan membuka semua pakaiannya didalam dan memakai handuk saja sebagai penutup bawahannya yang memperlihatkan tubuh sixpack untuk seumurannya.

"Ini Yura-san,maaf merepotkan kan mu",

"Oh ma-" Perkataan Tsubasa terputus karena sedikit terpesona dengan tubuh Naruto.

"Yura-san?" Tanya Naruto sekali lagi.

"E-Eh?eh iya mana sini bajumu Namikaze-san!" Ucapnya sedikit gugup.

Setelah memberikan bajunya Naruto kembali masuk ke kamar mandi untuk memulai ritual nya.

Diluar Tsubasa yang sudah selesai menjemur pakaian dirinya dan Naruto kemudian duduk di Kasur sambil sekilas mengingat tubuh Naruto yang dirinya lihat tadi.

"Sial kenapa aku jadi memikirkannya,padahal memergoki siswa berganti pakaian dikelas sering tapi kenapa kalau ini berbeda sekali" Gumamnya.

Kemudian dirinya mengambil pakaian piyama yang di sediakan untuk dipakai karena dirinya sudah selesai mengeringkan badannya.

Namun dirinya sebelum itu memberi pesan kepada ibunya kalau malam ini kemungkinan Dia akan menginap di rumah Reya(sebagai alasan)dan orang tuanya pun mengizinkannya.

15 Menit Kemudian

Naruto yang sudah selesai pun keluar dari kamar mandi,sekilas dirinya melihat Tsubasa yang sedang memainkan ponselnya namun dirinya tidak ingin menganggu nya.

"Namikaze-san ini baju mu," Ucap Tsubasa memberi piyama yang disediakan.

"Oh begitu." Jawab Naruto menerima piyama yang diberikan Tsubasa.

Naruto pun kembali ke kamar mandi untuk memakainya,walau menurutnya aneh tapi dirinya cuek sana karena baju nya masih dikeringkan/dijemur .

Setelah selesai Naruto pun ikut duduk di kasur sambil juga memainkan ponselnya dan memberikan pesan kepada Kaa-chan nya kalau dirinya sekarang berteduh di Penginapan akibat hujan dan dia berbohong kalau dia sendirian,padahal ada Tsubasa yang bersamanya.

Tsubasa sebenarnya hanya pura pura memainkan ponselnya,dirinya bingung mau ngapain karena tidak pernah sekalipun berduaan dengan lawan jenis seperti ini.

"Yura-san" Panggil Naruto.

"Y-Ya Namikaze-san?" Jawab Tsubasa.

"Apa kamu merasa tidak nyaman?kalau begitu aku tunggu di luar saja yaa" Ucap Naruto sambil bangkit dari duduknya.

"E-Eh Jangann!!" Ujar Tsubasa sambil menarik Tangan Naruto secara keras yang otomatis membuat Naruto tertarik ke arah Tsubasa dan menubruknya.

Bugh!

"Uhhhh!!" Guman Naruto menabrak badan Tsubasa.

"Ahh!" Suara Tsubasa yang tak sengaja Payudaranya tertekan dada Naruto.

"Ah sial pakai mendesah segala dia!" Batin Naruto merasa bawahnya sedikit tegang.

Kemudian dirinya mencoba bangkit namun ditahan oleh Tsubasa.

"Kumohon sebentar saja,aku kedinginan!" Ujar Tsubasa pelan.

Naruto mau tak mau menuruti saja karena memang posisinya tidak di untungkan (matamu).

Tsubasa tak pernah merasa senyaman ini dalam hidupnya,dia bisa merasakan hawa hangat dan bau harum Citrus khas dari tubuh Naruto.

Entah setan dari mana yang merasuki Tsubasa tiba tiba dirinya mencium bibir Naruto yang membuat Naruto kaget bukan main.

"Cup"

"Mmmpphhh!" Suara mereka berdua ketika bercumbu yang dimana Naruto membalas juga ciuman tersebut karena memang dirinya sudah tak tahan.

Lemon On!! 18. !!!!

"Sshhhh~ ahh!" Desah Tsubasa ketika Naruto meremas Payudaranya.

Naruto yang tidak mendapat penolakan pun gencar melakukan ciuman ke seluruh wajah Tsubasa hingga memberi kissmark di leher Tsubasa.

"Ahhh Nami-" Ucap Tsubasa

"Naruto saja,tak usah memanggil dengan marga jika berdua denganku" Ujar Naruto memotong suara Tsubasa.

"Ahhh! kalau begitu panggil aku juga Tsubas- ahhh!" Desah Tsubasa ketika diremas kembali payudaranya.

Sekitar 10 menitan bercumbu Naruto kemudian membuka kancing piyama milik Tsubasa,namun sebelumnya dirinya menatap Tsubasa untuk meminta izin.

Ternyata tangan Tsubasa lah yang menuntun Naruto untuk membukanya yang jadi kode bahwa Naruto di izinkan membukanya.

Ketika terbuka semua terlihat bra bewarna putih yang menutupi payudara sedang milik Tsubasa.

"Maaf kalau punya ku tidak besar seperti wanita lainnya Naruto," Ucap Tsubasa mengalihkan wajahnya dengan sedikit malu.

Naruto kemudian menyingkap bra tersebut dan menghisap keduanya secara bergantian membuat Tsubasa seperti tersengat listrik tidak karuan.

"Ahhh! Naruto jangan ahh kasar kas- ahh! -ar ahh!"

Tak tinggal diam dirinya juga mengelus bagian bawah Tsubasa yang sudah terlihat basah ketika di sentuh.

"N-Naruto cukup!" Ucap Tsubasa berusaha menghentikan tangan Naruto.

Naruto yang mendengar hal tersebut pun langsung menghentikan kegiatannya dan diam menatap Tsubasa.

Tsubasa ternyata langsung merangkak ke arah celana Naruto dan berusaha melorotkannya.

"Aku ingin melihatnya," Minta Tsubasa.

Naruto pun langsung membantu agar Tsubasa tidak kesusahan membuka celananya hingga terakhir Naruto membuka celana dalamnya.

Benda panjang tersebut pun tegak menabrak muka Tsubasa yang kaget karena terlalu dekat ketika berusaha membukanya tadi.

"Be-esar sekali Naruto!" Guman Tsubasa sedikit takjub.

Naruto tak menjawab namun dia menarik tangan Tsubasa agar menggenggam penis besarnya yang belum full ereksi.

Ketika Tsubasa menggenggam dia merasakan hangat dari Penis tersebut.

"Tolong kamu gerakan tangan mu" Perintah Naruto.

Mendengar perintah Naruto Tsubasa pun hanya menuruti saja dan menggerakkan tangannya ke atas-bawah.

"Ah! shh~ ya seperti itu Tsubasa" Desah Naruto menikmati kocokan tersebut.

Sekitaran 5 menit Tsubasa yang penasaran pun memasukan Penis Naruto kemulutnya walau susah dan tidak masuk semua.

"Cough"

"Slurrppp ah!"

"Ah! gunakan lidah mu juga Tsubasa.." Ujar Naruto menikmati.

Sudah 10 menit dia melakukan blowjob seperti itu dan Naruto pun Muncrat didalam mulut Tsubasa yang membuat Tsubasa kaget karena tidak siap.

"Ahh aku keluar Tsubasa!" Ucap Naruto memegang kepala Tsubasa agar menelannya.

Croot crooot crooot!

Sekitar 10 tembakan sperma memasuki mulut Tsubasa yang memuntahkan sedikit sisanya karena tak muat masuk dimulutnya Hingga dirinya terbatuk-batuk.

"Uhukk uhukk! Uhukk!"

"Kamu tak apa Tsubasa?" Tanya Naruto.

"Mouu~ Kamu ini,kalau mau keluar bilang dulu kek biar aku siap!" Celoteh Tsubasa sedikit kesal.

"Hehe Aku minta maaf,soalnya nikmat sekali didalam mulutmu itu" Ujar Naruto sedikit terkekeh.

"Tapi sperma mu enak juga hihi" Ucap Tsubasa sambil memainkan sperma yang masih ada di Penis Naruto.

"Ngomong ngomong punya mu bukanya lemas malah semakin tegak Naruto,apa kamu menikmatinya?" Tanya Tsubasa menggoda sambil mengelus kepala penis Naruto.

"Yah ah.. aku menikmatinya kok" Jawab Naruto sedikit meringis karena Penisnya di genggam erat sekali.

Mendengar itu Tsubasa bangkit dan melepas semua pakaiannya hingga bugil termasuk melepas baju yang masih terpasang di badan Naruto.

"Otot otot mu bagus sekali Naruto,aku jadi bergairah melihatnya," Ucap Tsubasa takjub sambil mengelus ngelus perut kekar Naruto.

"Setahuku kamu disekolah paling benci dengan hal mesum,namu kenapa denganku kamu biasa saja?" Tanya Naruto Penasaran.

Yah bagaimana tidak,orang yang benci dengan kemesuman bisa lihai dalam mempraktekkan hal mesum.

"Yah siapa yang tidak mau dengan mu,bahkan seluruh anggota OSIS yang wanita naksir dengan mu termasuk Kaichou dan Fuku-Kaichou" Jawab Tsubasa jujur.

Naruto hanya diam mendengarkan jawaban dari Tsubasa,dia berpikir bagaimana bisa seluruh anggota tersebut naksir dengan dia.

Tsubasa yang melihat Naruto melamun pun bangkit dan berusaha menduduki Naruto dengan memasuki Penis Naruto ke Vaginanya hingga membuat Naruto sadar.

"Ssshhhhh susah sekali!" Celoteh Tsubasa kesal.

"Kamu tahu ini akan sakit di awal" Ucap Naruto memperingati.

"Ahh! aku tidak peduli,ayo masukan Narutoo" Jawab Tsubasa sambil menggesek-gesekkan Vaginanya di Penis Naruto.

"Baiklah tahan sebentar ya" Ujar Naruto sambil mengarahkan Penisnya.

Jleeebbb.

"Ahhhh! mmppphhh" Teriak Tsubasa sambil mengigit pundak Naruto hingga berbekas.

"Kamu tak apa?,sudah kubilang kan" Ucap Naruto walau sedikit meringis akibat gigitan Tsubasa.

"Memang sakit namun ketika sudah masuk kedalam beda lagi rasannya!" Ujar Tsubasa sambil menggoyangkan pantatnya.

"Ahh! kamu ini"

"Hihi ayo Naruto tusuk lah sedalam dalamnya"

"Bersiaplah,akan kubuat kamu sudah berjalan besok"

"Cobalah,lagipula besok libur kan fufufu~"

Naruto pun menusuk kembali penisnya hingga Tsubasa merasakan nikmatnya ketika Penis Naruto mengeksplorasi Vaginanya.

"Ahhh iya begitu ah ini nikm- ahh -ar se-ekali ahh",

"Aku juga ahh tidak tau kalo punya ku bisa masuk sedalam ah.. ini",

"Ayo Naruto ah.. masukan penis mu ahh.. sedalam- ahhhh -dalamnyaaaa"

"Tentu saja"

Mereka melakukan itu dari jam 10 Malam hingga 1 pagi,dan tidak terhitung berapa kali Tsubasa mendapatkan klimaks dari Naruto.Naruto sendiri baru keluar 2 kali namun tidak membuat penis besarnya lemas,malah menambah kerasnnya ereksi membuat Tsubasa sendiri terlihat begitu liar menikmati sodokan penis Naruto.

Sambil bercumbu mereka terus saja bergoyang di atas Kasur hingga Naruto dan Tsubasa akan klimaks kembali.

"N-Naruto ah! aku akan keluar lagi ah!"

"Kalau begitu sama sama,aku juga!"

"Ah aku sampai! Aku keluar NARUTOOO! ahhhh!"

"Aku ah! juga Tsubasa"

Croot crooot croot crooot croott.

Entah sudah berapa liter Sperma didalam Rahim Tsubasa karena mereka sudah melakukannya 3 jam.Tsubasa begitu liar di ranjang dan itu membuat Naruto sedikit kewalahan namun dia masih bisa mengatasinya.Menurut Naruto stamina Tsubasa lebih kuat dibanding Tsukasa sewaktu mereka melakukan dirumahnya.

"Nah Tsubasa bagaimana hmm?" Tanya Naruto yang masih memeluk Tsubasa.

"Ini adalah hal yang paling nikmat Naruto,kita lakukan lain kali yah" Jawab Tsubasa sambil mengecup bibir Naruto.

"Ya boleh saja" Balas Naruto sambil mengelus rambut Tsubasa hingga akhirnya mereka berdua tertidur bersama karena kelelahan.

Namun Naruto tidak sadar jika ponselnya berdering dari tadi akibat menikmati persetubuhan dirinya dengan Tsubasa.

"Mouuu Naruto-kun kok di telpon ga di angkat angkat sih dari tadi!" Ucap Tsukasa kesal dan menaruh ponselnya di meja.

"Mungkin dia kelelahan,jadi aku juga tidur deh agar staminaku terjaga untuk malam besok hihihi"

...

Bersambung...


Aikoaso.