Enjoy Tisu.


21.30

*Slurrppp* *Slurrppp*

"Bagaimana~puah! Naruto-kun,nikmatkah?" Tanya Tsukasa sembari mengulum Penis Naruto.

"Fufufufufu minum yang banyak Naruto-kun," Ujar Akeno sembari menekan kepala Naruto di Payudara besarnya.

"Sssshhhh~ah! Aku keluar!" Teriak Naruto memuncratkan spermanya ke arah Tsukasa.

*Croot* *Croot* *Croot*

"Ara Ara tumben kamu terlihat lemas sekali Naruto-kun," Ucap Akeno sambil menjilati bekas sperma yang masih berada di Penis Naruto.

"Naruto-kun tumben kali ini kamu terlihat kurang semangat,apa kamu sakit?" Ujar Tsukasa yang terlihat berantakan oleh sperma yang melumuri payudaranya.

Naruto hanya membalas dengan gelengan kepala dalam artian dirinya tidak apa apa.

Tsukasa dan Akeno melihat gelagat Naruto yang sedikit aneh pun sedikit menaruh curiga,namun mereka menghiraukan hal tersebut dan lebih menikmati malam ini bersama sama.

Sementara Naruto hanya mengingat hal sebelum dirinya kesini tadi.

Flashback

Naruto Pov on

Sewaktu ku pulang dari hotel bersama Tsubasa pada waktu itu menunjukan pukul 8 pagi, sesampai dirumah aku sudah di sambut oleh Kaa-chan ku yang sudah menunggu dari tadi dan dia tidak memarahiku karena aku sudah izin walau harus berbohong kepadanya.

Tepat di pukul 11 siang tadi ternyata Folia tetangga samping rumahku berkunjung kesini dan bertepatan ketika Kaa-chan dan Tou-chan pergi menjenguk anak buahnya yang masuk rumah sakit karena kecelakaan.Sementara itu Karin Nee-chan dan Nagato-nii sibuk dengan acaranya sendiri.

Aku yang tidak berpikiran aneh aneh pun menerima kunjungannya dan menyediakan cemilan untuknya.

Awalnya dia berbincang tentang hal sekolah dan masalah Maslaah tentang dirumahnya,namun tiba tiba dia menunjukan sesuatu yang membuatku seperti kehilangan Roh jiwa di dalam tubuhku sendiri.

Naruto Pov End

"Nah Naruto-kun,bisa kamu jelaskan tentang hal ini hmm?" Tanya Folia sembari menunjukan gambar di galeri ponselnya.

"A-Ano mungkin kamu salah lihat orang Folia-san," Ujar Naruto sedikit gugup.

"Hmmm benarkah?,tapi aku mendengar dia menyebutkan nama mu dan gadis tersebut sudah pasti Ayatsuji Tsukasa." Balas Folia sembari bangkit untuk duduk di samping Naruto.

"A-Ah i-itu,"

"Bagaimana yaa kalau foto ini kukirim ke ponsel Bibi Kushina?,pasti bakalan seru bukan." Ucap Folia mengancam yang sukses membuat Naruto melotot.

"F-Folia-san kumohon jangan.." Ucap Naruto memohon.

Folia yang mendengar Naruto memohon kepada dirinya pun tersenyum penuh arti.Kemudian tangannya secara cepat bergerak menuju arah resleting Naruto yang membuat Naruto langsung tersentak kaget.

"Folia-san!?"

"Aku akan menutup mulut asal kamu mau mengikuti keinginan ku." Ujar Folia sembari mengelus ngelus dari luar.

Naruto yang mendengar itu pun langsung dilema dan lemas karena tak bisa melawan.Bagaimanapun juga Naruto tidak punya pertahanan untuk menghadapi kartu AS milik Folia sekarang.

"Nah sekarang kita lihat apa yang membuat Ayatsuji-san begit- ~ b-besarr!!" Perkataan Folia terhenti ketika selesai membuka resleting Naruto

Lemon On. ( 18 )!!!

Naruto hanya diam melihat reaksi dari Folia terhadap penis miliknya.

"Ara~ aku tidak tahu kalau kamu menyembunyikan senjata yang besar Naruto-kun fufufufufu." Ujar Folia sambil tersenyum nakal.

Naruto pun merasakan sedikit geli ketika tangan halus Folia bermain di atas kepala penisnya dengan bergerak secara lembut.

"Hmm nampaknya semakin tegang punyamu,sekarang mari kita cicipi hehehe," Ucap Folia memasukan Penis Naruto kedalam mulutnya walau kesusahan.

Cough* ~ *slurrpp* ~ *ah!*

"Nampaknya kamu menikmati Naruto-kun,ayo keluarkan desahan mu!" Tekan Folia menjilati batang milik Naruto.

"Ah!~sshh~ Folia," Ucap Naruto yang akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Nani?mau coba lihat Payudaraku?" Tanya Folia menghentikan hisapannya dan membuka bajunya.

"B-Bukan itu.." Balas Naruto gugup.

"Fufufu tak apa Naruto-kun,untukmu aku rela kok," Jawab Folia yang sudah membuka bajunya.

Terlihat pemandangan begitu indah di depan Naruto yang membuatnya semakin ereksi.Folia memakai Bra bewarna biru muda senada dengan warna pupil matanya yang indah.Ukurannya sendiri juga lumayan besar atau bahkan lebih besar dari milik Tsukasa menurut nya.

"Ara~ kamu melamunkan apa Naruto-kun?" Suara Folia menyadarkan Naruto dari pikirannya.

"Eh? A-Ano itu.." Bingung Naruto ingin berkata apa.

"Fufufufu tak apa kok,aku akan berikan kepadamu sekarang."

Bagi Naruto ini merupakan tekanan birahi,karena malam kemarin dia sudah mencoblos milik Tsubasa dan sekarang dia di perlihatkan Payudara yang begitu menggoda milik Folia.

Folia langsung berjongkok didepan Naruto yang sedang duduk sembari meletakkan Penis Naruto di kedua belahan payudaranya.

"Bagaimana Naruto-kun? Enak?" Tanya Folia mengerakkan payudaranya ke atas-bawah.

"Ah!~." Suara Naruto meracau menikmati Paizuri dari Folia yang begitu cepat.

Setelah 10 menitan akhirnya Naruto sampai pada batasnya.

"A-Aku keluar!~ah!.."

*Croot*~*Croot*~*Croot*

Folia yang tidak siap pun langsung menutup matanya akibat kaget dengan tembakan sperma Naruto yang banyak.

"Hah~hah~hah," suara Naruto ngos-ngosan.

"Hmm sedikit asin namun nikmat fufufu." Ucap Folia sambil mengusap sperma Naruto kemulutnya dengan kondisi dadanya penuh dengan leburan Sperma Naruto.

"Tampak nya aku sudah tidak sabar,jadi aku ingin mencobanya Naruto-kun," Ujar Folia membuka celana dan CD nya.

"Folia-san pikirkan dulu..-" Ucap Naruto

"Dengar kan aku Naruto-kun!,kamu ikuti saja apa kemauan ku atau harus ku kirim foto tersebut ke bibi Kushina hah!?" Ucap Folia sedikit menaikan nada bicaranya.

"Yasudah." Balas Naruto sedikit lesu.

"Nah seperti itu dong,dan sekarang buka semua pakaian mu!" Ujar Folia memberi perintah yang mau tak mau harus Naruto turuti.

Setelah sama sama bugil,Folia kemudian menyuruh Naruto duduk di sofa dan Folia memposisikan duduk berhadapan dengan Naruto sambil mencoba memasuki Penis Naruto ke vaginanya.

Naruto yang melihat hal itu memposisikan kedua tangannya di pinggang ramping milik Folia agar posisinya stabil.Naruto mau tak mau harus menuruti apa kemauan Folia karena ancaman Foto yang ada di ponsel milik Folia.

"Ishhh susah sekali sih," Celoteh Folia sebal.

*Jleb *

"Ahhh~ Ittai!" Suara Folia menahan sakit ketika berhasil memasukan Penis Naruto kedalam Vaginanya.

Terlihat disela sela penyatuan terdapat darah sedikit keluar yang membuktikan bahwa selaput dara milik Folia berhasil di tembus.

Naruto pun merasakan penisnya begitu di cengkram oleh dinding vagina milik Folia yang membuatnya menahan rasa nikmat.

"Nee aku gerakan yaa Naruto-kun," Ucap Folia yang sudah tidak merasakan sakit.

Folia bergerak secara Pelan ke atas bawah untuk menyesuaikan Penis besar Naruto agar bisa masuk seluruhnya ke dalam Vaginanya yang masih sempit.

Dia juga tidak diam dan menggapai wajah Naruto untuk saling bercumbu agar mengurangi sedikit nyeri didalamnya.

"Ahh~Folia seben- ah ~ -tar," Racau Naruto sedikit terputus akibat gerakan Folia yang menambah tempo kecepatan nya.

"Kenapa Naru~ah! Ini nikmat sekali~ah!" Ungkap Folia menikmati sodokan didalam vaginanya.

"Pantas saja Ayatsuji-san ahh!~ nafsu dengannmu ah!!! Sial!"

Folia pun semakin menggila dan terus merubah posisinya hingga beberapa kali.Sekitar 1 jam lebih Folia mencapai klimaksnya.

"Naru aku!~ ah! ke-eluar!!! ~ah!!!" Teriak Folia menikmati Orgasmenya yang ke 4.

Naruto pun mengeluarkan penisnya dari dalam vagina agar Folia bisa menikmati klimaksnya.

"Hah~hah~ ..." Suara Folia yang begitu kelelahan namun menikmatinya.

Melihat Naruto yang belum keluar kembali pun Folia berinisiatif mengulum Penis tersebut ke dalam mulutnya.Naruto yang menikmati juga pun memegang kepala Folia dengan maksud mempercepat geraknya agar dia segera mencapai klimaksnya juga.

"A-Aku keluar!" Ucap Naruto yang memuntahkan spermanya di dalam mulut Folia.

*Croot*~*Croot*~*Croot*

Folia dengan senang hati menampung Sperma Naruto didalam mulutnya walaupun tak semua bisa tertelan.

"Puah!" Suara Folia mengeluarkan penis Naruto dari mulutnya hingga masih ada luberannya disekitar mulutnya hingga jatuh ke Payudarannya.

"Fufufufu mulai sekarang kamu adalah mainan ku Naru-chan" Ujar Folia memamerkan senyuman Nakalnya sambil mengocok penis Naruto yang masih berdenyut.

Naruto pun hanya memejamkan matanya karena merasa lelah dengan hal tadi, walaupun dalam hatinya sedikit mengutuk kelalaiannya dalam menutupi hubungannya dengan Tsukasa.

Lemon End.

Flashback end

SKIPTIME

Di pagi hari yang cerah dan tentram banyak warga yang melaksanakan aktivitas biasanya di awal minggu.Termasuk Naruto yang saat ini berjalan menuju sekolahnya dengan kondisi lesu akibat hari hari kemarin yang menyibukkan dirinya.

"Huh~.."

"Ara~ Naruto-kun?" Entah suara gadis yang memanggil Naruto.

Naruto yang berjalan pelan pun menengok ke arah yang memanggil dirinya.Seorang gadis cantik yang satu sekolah dengannya dengan rambut hitam panjang di hiasi pita yang membuatnya semakim manis.

"Haruka-senpai?" Ucap Naruto yang mengetahui kalau itu Senpai nya disekolah sekaligus tetangga dalam satu komplek.

"Ara~ara tumben kamu terlihat lemas pagi ini,apa ada masalah?" Tanya Haruka menyesuaikan jalannya di samping Naruto.

"Ah tidak ada kok senpai," jawab Naruto pelan.

Haruka yang mendengar jawaban tersebut pun diam dan tidak bertanya kembali, dirinya mengikuti Naruto ke stasiun sembari menunggu Kereta yang datang.Karena mereka juga satu sekolah,ya jadi wajar saja berangkat bersama dan lagipula mereka satu komplek.

Sekitar 15 Menit menunggu akhirnya Kereta yang di tunggu pun tiba,banyak warga yang langsung masuk berebutan kedalam gerbong agar tidak ketinggalan waktu karena di Jepang waktu sedikit pun saja sangat berharga disana,tak heran jika ada kereta yang telat 2 menit pun sang Masinis meminta maaf kepada para penumpang didalamnya.

Memang nasib kurang baik bagi mereka berdua karena harus berdiri selama perjalanan di kereta yang penuh sesak bahkan membuat Haruka harus berdempetan di tubuh Naruto.

Ketika kereta sedikit berbelok mengikuti Jalurnya,itu membuat Haruka tidak seimbang hingga menubruk tubuh Naruto walaupun tidak jatuh karena keadaan ramai dan postur Naruto yang kuat.

"Gomen nee Naruto-kun," Ucap Haruka.

"Ya tak apa Senpai,aku mengerti keadaan juga." Balas Naruto santai.

Haruka pun kembali di memandang Jendela sambil memikirkan sesuatu dikepalannya.Dia mengingat pembicaraan dengan Folia Minggu lalu yang membuatnya sedikit tidak percaya,namun melihat Naruto yang seperti ini membuat dirinya membuang pikirannya jauh jauh dari hak itu hingga pipinya memerah.

"Kamu kenapa Senpai,apa kurang sehat?" Tanya Naruto yang melihat Haruka pipinya memerah.

"Eh? Tid-dak kok Naruto-kun,aku sehat sehat saja hari ini yaa hahaha." Jawab Haruka gugup.

Naruto pun hanya cuek saja dan diam kembali dengan pikirannya.

Setelah sampai di stasiun,Naruto dan Haruka pun tertahan karena hujan deras.Ternyata ramalan cuaca tidak membantu dalam keadaan seperti ini.

Akhirnya mereka berdua duduk di salah satu bangku pojok yang sedikit sepi karena banyak warga yang lebih menunggu sambil berdiri.

"Nee Naruto-kun boleh aku bertanya sesuatu," Tanya Haruka membuka obrolan.

"Tanya tentang apa?" Jawab Naruto ingin tahu.

"Emm apa hubunganmu dengan Ayatsuji-san?" Ucap Haruka to the point.

Naruto sedikit tersentak dengan pertanyaan itu,namun dirinya langsung merilekskan tubuhnya kembali normal.

"Kami hanya teman sebangku kok senpai," Balas Naruto santai.

"Benarkah?tapi kalian sering terlihat berduaan." Ujar Haruka.

"Memang tak boleh?lagipula kami berdua perwakilan kelas untuk festival nanti Senpai." Jawab Naruto sedikit jengkel.

Haruka yang mendengar jawaban Naruto dengan nada jengkel pun langsung diam dan menunduk.

Naruto yang akan sadar hal itu pun langsung meminta maaf karena takut melukai hati Haruka,karena Haruka merupakan orang yang lemah lembut namun sedikit hyperactive.

"Eh maaf bukan maksud ku menjawab seperti itu Senpai,sekali lagi aku minta maaf,"

"Tak apa kok,aku juga minta maaf karena terlalu banyak nanya Naruto-kun."

Haruka kemudian membuka tasnya dan mengambil cemilan dari dalamnya.

"Naruto-kun mau?" Tawar Haruka memberikan kue sekaligus mencairkan suasana.

"Boleh saja kalo di izinkan," Jawab Naruto menerima pemberian Haruka.

Saat memakan kue tersebut Naruto seperti mengingat sesuatu.

"Senpai bukankah ini..."

"Ara~ ternyata kamu ingat dengan kue ini ya,"

"Kalau tidak salah Senpai memberikan sewaktu aku baru pindah bukan?"

"Ya betul,sewaktu kita masih SD dan kamu waktu itu sedang di taman komplek sendirian.

"Oh iya aku ingat!"

"Iya kan waktu itu kamu...


Kyoto Senior High School,Japan.

Festival Tahunan yang selalu di selenggarakan di Kyoto Senior High School merupakan hal yang paling di tunggu tunggu oleh semua kalangan.Karena di sekolah ini memang mempunyai Festival yang sangat bagus dan sudah bertahun tahun mereka mendapatkan Rating yang tinggi atas pergelaran festival tersebut.

Sona Sitri selaku Kaichou sangat sibuk mengecek semua tempat yang akan ikut memeriahkan acara.Sona di dampingi oleh Tsubaki Shinra selaku Fuku-Kaichou.Mereka memiliki kesamaan yang hampir 11-12 jika murid lain menilainya.

Mereka merupakan Dua Murid Idola para lelaki di sekolah,walaupun mempunyai Raut wajah datar dan tegas namun itu justru menjadi daya tarik mereka sendiri.

"Tsubaki bagaimana dengan keadaan di dalam?"

"Semua lancar saja Kaichou,mereka semua sudah memberikan lembar rencana dari hari-hari sebelumnya,"

"Baguslah kalau begitu."

"KAICHOU!"

Sona yang merasa di panggil pun menengok ke arah orang yang memanggil nya dan mukanya langsung memerah tiba-tiba,begitu juga Tsubaki.

Datanglah Pemuda berambut pirang dengan mata Safir yang begitu jernih ke hadapan mereka dengan pakaian ala seorang Waiters restoran Perancis.

"Hah~hah~hah...," Suara Naruto kelelahan akibat berlari sedari tadi mencari keberadaan Sona.

"A-Ada A-Apa Namikaze-kun?" Tanya Sona gagap.

"Ah iya akhirnya kita bisa bertemu.." Jawab Naruto santai.

"A-Akhirnya?"

Sial entah kenapa Sona selalu kehilangan ketegasan dan wibawanya jika berada di hadapan Naruto, sementara Tsubaki hanya dia memandang wajah tampan Naruto.

"Yah akhirnya aku bisa menemukan mu karena Ayatsuji-san ingin berbicara dengan mu dikelasku." Ucap Naruto

Sona mendengar hal tersebut pun langsung mengiyakan dan mengikuti Naruto dari belakang,tak lupa juga mengkode Tsubaki untuk mengikutinya.

Tunggu kenapa Naruto nurut saja di perintah oleh Tsukasa untuk mencari Sona?,alasan yang pas karena bagaimanapun hubungan Naruto dan Tsukasa sudah lebih dekat walau lebih sering menjadi Teman "Sex" jika ada waktu luang.

Naruto sendiri juga tidak keberatan karena jika di kelas terlalu lama bersama Tsukasa membuat dirinya sedikit panas akibat Tampilan Tsukasa dan Folia yang begitu menawan dan Cantik dengan pakaian ala Maid-nya walau dirinya sedikit bingung dengan mereka berdua tadi.

Saat berjalan bertiga mereka tak sengaja bertemu dengan Tsubasa Yura yang termasuk anggota OSiS juga di sana,tampak penampilan Tsubasa sekarang berubah drastis.Yang dulunya terlihat Tomboy sekarang jadi lebih feminim bahkan dia menggunakan bando yang membuatnya menjadi lebih Manis.

"Ah Tsubasa kamu disini ternyata," Ucap Sona melihat Tsubasa sedang mengawasi para Siswa yang memasang spanduk di lapangan.

"Tentu Kaichou karena semua juga memantau di setiap tempat." Balas Tsubasa sambil memandang Naruto yang sedang melihatnya dengan tatapan sedikit gugup.

Sebenarnya Sona sedikit curiga dengan Tsubasa yang akhir akhir ini merubah penampilannya dan kadang kadang dia melihat Tsubasa suka senyum-senyum sendiri dengan wajah yang memerah,namun dirinya tidak memperdulikan hal tersebut karena bukan urusannya jika menyangkut privasi seseorang.

"Baiklah kalau begitu tetap pantau mereka dan kabari aku jika ada sesuatu." Ujar Sona datar sembari melanjutkan jalannya bersama Tsubaki.

Naruto yang terakhir pun langsung ikut berjalan namun tiba tiba pergelangan tangannya di cekal oleh Tsubasa.

"A-Ah ada apa Tsubasa-san?" Tanya Naruto dengan suara pelan.

"Jam istirahat kedua bisakah engkau ke gudang belakang sebentar?" Ucap Tsubasa dengan pipi yang memerah.

"Ah kalau bisa nanti aku kesana,kalau begitu aku duluan yaa" Jawab Naruto yang dibalas senyuman oleh Tsubasa

Melihat kepergian Naruto membuat Tsubasa langsung menyentuh dadanya yang berdegup tidak normal.

"Naruto-kun...," Guman Tsubasa pelan.

Dikelas Naruto saat ini sedang sibuk karena mereka membuat Cafe Maid yang dimana sangat banyak peminat yang ingin berkunjung ke kelas tersebut,termasuk dengan Folia dan Tsukasa yang menjadi daya tarik semua orang karena pakaian Maid mereka begitu menggoda.

"Ara ~ bagaimana ini..?" Celoteh Tsukasa yang begitu resah.

"Memang ada apa hm?" Tanya Folia mendekat.

"Sini..," Kode Tsukasa agar Folia mendekat.

Folia yang penasaran pun mendekatkan telinganya ke Tsukasa dan mendengar apa yang dia ingin beri tahu.Seketika Folia langsung berjengit kaget akibat bisikan tersebut.

"K-Kau tidak bercanda kan!?" Tanya Folia

"Tidak kok,bagaimana mau ikut?" Ajak Tsukasa sambil tersenyum nakal.

"Hmm baiklah,kalau begitu kita selesaikan dulu disini sampai dia tiba." Ucap Folia setuju.

Tunggu tunggu bukankah mereka berdua ini mempunyai hubungan yang buruk dalam berteman?mengapa mereka bisa menjadi akrab seperti itu?nanti akan kita cari tahu alasan hal tersebut,untuk sekarang kita ikuti saja alurnya.

"Ah kalian!"

Folia dan Tsukasa yang mendengar suara tak asing pun menengok ke arah pintu kelas yang dimana ada Naruto di ikuti oleh Sona dan Tsubaki disana.

"Ah akhirnya kamu sampai juga," Ucap Tsukasa tersenyum.

"Baguslah kamu sudah tiba disini." Ujar Folia tersenyum juga.

"Memangnya ada apa?" Tanya Naruto bingung.

"Ah tidak ada apa apa kok,nah Kaichou bisa kesini sebentar karena ada yang ingin aku sampaikan." Ucap Tsukasa mengajak Sona ke arah pojokan kelas.

"Tentu saja Ayatsuji-san." Balas Sona datar.

"Oi Naruto..,"

"Oh Kenji ada apa?"

"Itu tadi Takeo memberi tahuku kalau dia bertemu seorang Gadis yang sedang mencari mu."

"Gadis?,siapa memangnya?"

"Entahlah,aku tanya dia hanya bilang Gadis berambut pirang."

"Hm yasudah terimakasih sudah memberi tahuku kawan."

"Tentu saja,kalau begitu aku keluar lagi ya karena jika didalam sini aku yang ada orang pada kabur hahahaha."

"Hahaha kau ini,"

Setelah kedatangan Kenji, Naruto kemudian kembali dengan aktivitas dimana dia mempromosikan cafenya di luar kelas kepada para pendatang yang lewat tanpa memikirkan apa yang dibicarakan oleh Tsukasa dan Sona.

"Iiih dimana sih dia!!" Guman Kesal Arthuria yang sedari tadi berputar-putar di Sekolah Naruto.

Arthuria saat ini menghadiri Festival yang di adakan oleh Kyoto Senior High School bersama teman-temannya,namun dirinya memisahkan diri untuk mencari Keberadaan Naruto karena Nee-san nya berpesan untuk memberikan sesuatu padanya yang sudah di tutupi sedari dirumah.

"Huh?lebih baik aku ke Cafe itu saja lah...,"

Melihat sebuah Cafe yang sedikit ramai membuat Arthuria tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut.

"Selamat datang Ojou-sama."

Arthuria yang mendapat sambutan tersebut pun menoleh dan tersentak kaget.

"N-Naruto-kun?!"

Merasa di panggil Naruto melihat orang tersebut dengan jelas.Dirinya seperti pernah melihat gadis tersebut namun lupa untuk mengingatnya.

"Ano apa kita pernah bertemu?"

"Huh? kamu gimana sih,aku ini adik dari Gabriel-Nee." Ucap Arthuria dengan wajah cemberut yang terlihat lucu.

"Ah! Iya aku baru ingat,maaf kalau aku lupa hehehe,"

"Mouu~ kamu ini gimana sih."

"Kalau begitu,kamu butuh berapa kursi?mana pasangan mu?" Tanya Naruto.

"A-Apa?m-mana ada aku bawa pasangan,aku kesini sama teman teman gadis ku tahu!"

"Eh?maaf maaf kalau begitu mana teman temanmu?"

"Gatau,mereka berpencar semua dan aku hanya butuh satu kursi."

"Baiklah kalau begitu ikuti aku."

Arthuria pun mengikuti Naruto dari belakang dan duduk di tempat yang sudah disediakan oleh Naruto.

"Terima kasih."

"Sama sama,kalau begitu mau pesan apa?" Tanya Naruto sambil memberikan Menu.

"Aku pesan Parfait Cokelat dan Rainbow cake ini," Ujar Arthuria menunjuk pesanannya.

"Apa ada lagi?" Tanya Naruto sambil menulis pesan tersebut.

"Tidak ada,dan setelah kamu memberi pesanannya bisakah kamu kembali kesini sebentar?"

"Tentu saja,kalau begitu aku permisi dulu."

Ketika Naruto meninggalkan tempatnya,dia melihat Naruto sedang berbicara dengan seorang Gadis berambut Putih ke abu-abuan sambil tersenyum,entah kenapa melihat itu membuatnya menjadi kesal.Padahal mereka juga baru kenal namun mengapa di hati Arthuria begitu tidak suka melihatnya.

(18) On!

SKIPTIME

"Ah~Naru- ~ah jangan keras keras." Desah Tsubasa ketika mendapat remasan di payudara nya.

Tangan Naruto begitu gencar sambil mencubit pentil Payudara Tsubasa yang masih dilapisi Bra dan seragam sekolahnya.

"Salahmu sendiri mengajak ku bertemu di sini dan menggoda ku hm?" Ujar Naruto menjilati lekuk leher Tsubasa.

"Ah~ lagian aku sangat m-merindukan- Ah~ -mu ah~." Balas Tsubasa sambil mendorong Bokongnya ke arah tempat Naruto Junior berada.

"Tsubasa...,"

"Nani?"

*Cup*

"Ehhhmmmm" Suara ketika mereka berdua saling bercumbu dengan nikmat.

"Puahh~ kamu ini Liar sekali sih,dan entah kenapa penampilanmu akhir akhir ini lebih feminim hm?bisa jelaskan..," Tanya Naruto.

"Tentu saja agar kamu melihat ku Naruto-kun," Jawab Tsubasa membuka seragamnya memperlihatkan Bra Biru yang senada dengan rambutnya.

"Begitukah? Apa ada alasan lain hm," Ucap Naruto meremas kembali kedua payudara Tsubasa.

"Ah~ tidak ada kok,kumohon beri aku itu lagi Naruto-kun Ah~."

"Baiklah,sekarang tolong hisap punyaku" Bisik Naruto sambil mengarahkan tangan Tsubasa untuk menyentuh bagian depan selangkangnya yang begitu sesak.

Mengerti kode dari Naruto,Tsubasa kemudian berjongkok dan membuka resleting milih Naruto hingga mengeluarkan Penis tersebut.

"Whoaah!" Kaget Tsubasa melihat Penis Naruto yang mengacung di depan mukanya.

"Kenapa kamu?"

"Tidak,hanya saja lebih besar dari terakhir kali aku melihatnya." Jawab Tsubasa mengocok Penis Naruto.

"Ah~ kali ini kocokan mu makin bagus,apa kamu melakukan dengan orang lain?"

"Tentu saja tidak! Mana mau aku memberikan tubuhku ke orang lain kecuali kepada dirimu." Ucap Tsubasa kesal dan meremat penis Naruto dengan keras.

"Aw~ itu sakit tahu!"

"Lagian kamu ngomong begitu sih!"

"Iya iya maaf kan aku hanya penasaran,"

"Aku ini hanya menonton dari film tahu."

"Heh mesum juga kamu yaa,"

"Moouu berhentilah menggoda ku Haup~"

"Ahh,sial ini nikmat sekali..," Ucap Naruto menikmati Hisapan Tsubasa sambil memegang kepalanya.

10 menit Naruto merasakan ingin Ejakulasi dan langsung menyembur kan Spermanya ke Dada Tsubasa.

"Ah aku keluar!"

*Croot* *Croot*

"Ah kenapa kamu mengeluarkan di dadaku?" Tanya Tsubasa sedikit sebal.

"Hehehe biar punya mu makin besar kok,"

"Jadi punya ku kecil gitu hah!"

Mendengar ucapan tak terima dari Tsubasa,Naruto langsung menariknya agar berdiri dan memepetnya ke arah tembok.

"N-Naruto-kun kamu mau ngapain?"

"Menurutmu?" Tanya Naruto sambil menggesek-gesekkan Penisnya di Vagina Tsubasa dari belakang.

"Ah~ Jangan menggodaku,chepat masukkan Ah~..," Balas Tsubasa berusaha mendorong Bokongnya agar Naruto mau memasukkannya.

"Tentu saja,"

"Ughh! Ini sempit sekali," Guman Naruto merasakan kenikmatan ketika memasuki lubang milik Tsubasa.

Plaak* *Plook* *Plaaak* *Plook*

"Ah~ini lah yang ku inginkan,tusuk kan sedalam dalamnya Naruu..," Desah Tsubasa menikmati genjotan Naruto.

"Narutoo,aku keluarrr!!!"

Mendengar Suara Tsubasa yang ingin klimaks Naruto menghentikan Genjotannya agar Tsubasa bisa menikmati Orgasmenya.

*Splaashh*

"Hah~hah~hah~,kamu belum keluar?" Tanya Tsubasa ngos-ngosan.

"Belum,sebentar lagi mungkin," Balas Naruto kembali menggerakan penisnya.

Hingga 30 menit mereka melakukan kegiatan tersebut,Naruto akhirnya mencapai Klimaksnya.

"Tsubasa aku keluarrr!"

"Yah!keluarkan yang banyak, penuhi rahim ku dengan spermamu! Ah~"

*Croot* *Croot* *Croot*

"Ughh!" Desah Tsubasa ketika Naruto mencabut Penisnya.

"Hah~bagaimana hm..?" Tanya Naruto sambil mengecup pipi Tsubasa.

"Ah~aku ingin melakukannya lagi denganmu nanti dirumah,maukah kamu berkunjung malam ini?" Tanya Tsubasa dengan senyuman menggoda.

"Tentu,pakailah pakaian seksi nanti ya..," Balas Naruto melihat ceceran Spermanya dari Vagina Tsubasa yang meluber keluar.

*Cup*

"Hai~ Naruto-kun." Jawab Tsubasa sambil mengecup kembali bibir Naruto.

18 Off

Ternyata kegiatan mereka disaksikan oleh Arthuria yang sedari tadi menguntit Naruto setelah masuk jam istirahat kedua di sekolah ini.

Karena penasaran dia mengikuti Naruto ke arah belakang sekolah yang begitu sepi hingga dia melihat Naruto bersama seorang Gadis bercumbu.

Saat ini kondisi Arthuria berantakan dengan kancing baju terbuka,Bra tersingkap dan CD-nya yang basah akibat Orgasmenya saat bermasturbasi melihat Adegan Seks Naruto dengan Tsubasa.

"Hah~ sial aku jadi ingin mencoba dengannya." Guman Arthuria membenarkan pakaiannya dan berusaha meninggalkan tempat tersebut dengan cepat agar tidak ketahuan oleh mereka.

TBC...


Aikoaso.