Naruto punya tuan M. K

Chara : Narusaku, Sasuhina, dll

Apa jadinya jika seorang Bilioner masuk kuliah lagi dan mengikuti semua peraturan yang berlaku di sana

Naruto seorang bilioner harus kuliah lagi, capek iya tapi ini permintaan ayahnya mana mungkin dia menolaknya dan apa maksud dari ayahnya kenapa dia harus masuk kuliah lagi?

Rated K- M

Maaf cerita rada rada gaje ya dan akan banyak typo yang bertebaran disini guys heheheh


Kini terlihat sepasang muda mudi saling bercinta, mereka memandu kasih tak kenal waktu dan rupa Mengacuhkan selimut yang kini berserakan, bantal yang entah kemana rimba nya serta seprai yang tak karuan bentuk nya. dapat terlihat dengan jelas pria pirang itu masih mencium tengkuk leher dari kekasih nya yang membuat si wanita berambut Pink itu sangat geli di buat nya, Tak luput juga jari jari lentik sang wanita bergelantung di leher sang pria. Yang membuat sang empu makin leluasa dibuat nya

" Naru geli... " ucap Sakura lirih

Naruto yang mendengar nya hanya diam mengacuhkan nya dan masih lanjut untuk mencium jenjang leher nya. Semerbak bau cherry menyeruak ke hidung nya semakin membuat semangat nya terpacu untuk menguasai wanita yang berada di bawah pelukan nya tersebut.

Setelah sukses mengambil alih jenjang leher Sakura, Naruto melanjutkan nya dengan mencium bibir milik Sakura dan Sakura menikmati nya sangat menikmati nya.

mulai terlihat tangan Naruto bergerilya masuk ke dalam baju yang digunakan Sakura dan mencoba melepas sedikit demi sedikit Pengait bra.

sedangkan Sakura tak kuasa menahan kenikmatan yang Naruto berikan dari ciuman nya,sentuhannya yang khas dan sampai membuat tangan Sakura menegang, sehingga memberikan cakar cakaran kecil di punggung Naruto.

Sakura tahu apa yang dilakukan nya salah tapi apapun akan Sakura lakukan demi Naruto. Naruto pun sama akan lakukan apapun demi Sakura.

tak terasa pengait bra Sakura sudah terlepas, sekarang tangan Naruto mulai bermain dengan payudara nya, nafsunya sudah mulai menguasai kedua nya.

Tangan Sakura yang sedari tadi memberikan cakaran kecil mulai bergerak menelusuri tubuh Naruto dan menjambak rambut pirangnya dan membuat empu nya semakin Nafsu dibuat nya.

desis nafas Sakura menderu tak karuan seolah membuat nya terbang ke awan dan dihempaskan dengan lembut nya.

" Naru...ahhh," ucapnya lirih ditelinga Naruto.

Naruto yang mendengar hanya terdiam, seringai pun muncul di wajah nya, tangan nya yang tadi bermain dengan lembut sekarang bermain sedikit kasar.

sreek, suara robekan kain terdengar jelas, payudara Sakura kini terlihat menyembul keluar dari persembunyiannya. Naruto yang menatap nya seakan melihat ramen jumbo 5 mangkok, sangat menggiurkan sekali.

tangan Naruto memainkan kedua payudara Sakura memelintir puting susu nya, lalu menjilatinya bergantian, sedangkan tangan nakal Sakura tak mau kalah terlihat salah satu tangan nya mulai mencari batang keperjakaan Naruto dan mulai memainkannya.

kini tubuh Sakura dan Naruto terlihat sangat jelas tanpa ada nya sehelai kain yang menempel pada mereka, Sakura maupun Naruto sama sama menatap satu sama lain dan tepat dibawah sana ada sesuatu yang berdiri tegak menatap masa depan tapi bukan keadilan.

" Naru", ucap Sakura dengan semburat merah diwajahnya

"iya Saku?"

" akankah kau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu? "

" iya, aku akan bertanggung jawab, aku berjanji padamu Sayang! " seruan Naruto dengan penuh keyakinan, keberanian dan penuh harap agar Sakura mempercayai nya.

Sakura yakin kepada Naruto, yakin lelaki itu akan bertanggung jawab apapun yang terjadi. sorot mata nya pun menggambar kan demikian, Naruto tak mungkin pergi meninggalkan nya.

" Shinaciku dan Hanami! " ucap Sakura

" Shinaciku dan Hanami?, maksud nya? "

" iya, Shinaciku dan Hanami, nama untuk anak anak kita," ucap Sakura tersenyum yakin kepada Naruto

Naruto yang mendengar nya tersenyum juga yang berarti tanda mengiyakan perkataan Sakura

" Naru... pelan pelan, aku baru pertama kali! "

" iya sayang " jawab Naruto, yang mulai memasukan sesuatu yang berdiri dibawah sana kedalam lubang masa depan milik Sakura dengan pelan

" Ahhh...Naru!" erangan Sakura yang kini terdengar jelas di kamar itu dan sebagai pembuka untuk erangan erangan selanjutnya nya.

jam menunjukan pukul 4 pagi entah berapa kali mereka melakukan kegiatan itu, ataupun berapa ronde dan berapa lama tidak ada yang tahu. yang mereka tahu, mereka melakukan nya dengan cinta dan berdasarkan cinta walaupun ranjang yang mereka tempati sekarang terdapat banyak bercak, noda kemerahan dan tak berbentuk rupa. mereka tetap tak peduli.

terlihat dengan jelas Sakura yang masih bertelanjang yang hanya mengunakan selimut untuk menutupi dirinya yang tak berbusana sedang memeluk Naruto yang masih terjaga dari tidur nya.

Naruto mengelus pelan rambut Sakura dan mencium jidat lebar milik nya, cup suara ciuman terdengar, kecupan lembut yang nyaman dan indah.

Naruto berjanji dengan dirinya sendiri untuk membuat Sakura bahagia, menjaga nya dan melindungi nya. Baginya Sakura adalah segala nya karena Sakura adalah dunia Naruto saat ini.

" aku mencintaimu Sakura Haruno." ucap nya seraya menatap Wajah cantik Sakura.

kini mereka saling memeluk satu sama lain dibawah hangat nya selimut, berbagi kehangatan dan berusaha menjaga satu sama lain.

sejak beberapa hari yang lalu mereka memutuskan untuk tinggal bersama dengan menyewa flat house sederhana di pinggiran kota Konoha, Satu satu nya alasan kenapa mereka memutuskan untuk tinggal bersama karena rumah Sakura dijual untuk biaya rumah sakit ibu nya sedangkan ayah nya menyewa sebuah kios kecil dan tinggal di sana sambil membuka kedai ditambah kakak nya yang tak kunjung pulang.

sebenarnya Sakura ingin tinggal bersama ayah nya, tetapi ayah nya menolak dengan alasan kios nya sangat kecil dan menyuruh Sakura untuk menyewa sebuah flat house sederhana untuk ditinggalin mereka bersama sama nantinya setelah ibu nya Sakura keluar dari rumah sakit.

flat house itu sebenarnya tidak disewa, Naruto membeli nya dengan cash, lagipula harga Flat house itu serasa recehan bagi Naruto.

flat house yang terdiri dari 3 kamar tidur, 1 ruang tamu yang berada ditengah dan menyatu dengan dapur, serta halaman kecil di depan rumah tersebut.

sinar matahari menyinari Kohoha pagi ini membawa kesejukan dan kehangatan bagi siapa saja yang terkena sinarnya, pagi ini Sakura terbangun dari tidur indah nya setelah tadi malam menyerahkan masa depan nya kepada Naruto, dapat dilihat nya Naruto yang kini masih terlelap dalam tidur nya lantas Sakura segera berdiri, melangkah kan kaki ya dan mengambil kemeja putih yang Naruto kenakan tadi malam dan berlalu menuju kamar mandi untuk ritual pagi nya.

Sakura melihat jelas tanda tanda cinta yang Naruto berikan di tubuh nya melalui cermin yang berada di kamar mandinya, tanda tanda itu diberikan disekitar dada nya, area perut nya dan kedua payudara nya, Sakura memegang tanda tanda itu dengan lembut nya seraya berucap " Naruto Baka."

setengah jam telah berlalu, bau harum masakan menyeruak di hidung Naruto dan membuat empu nya sadar kembali setelah tidur panjang nya.

ia segera bangkit dari tempat tidur dan mencari sumber dari bau masakan yang menggangu tidur nya, dapat dilihat nya kini Sakura yang menggunakan Kemeja putih nya disertai celana pendek sedang memasakkan sesuatu untuk nya.

Naruto mulai mendekat dirinya dan langsung melingkarkan tangan nya ke perut Sakura yang membuat sangat empu merona merah sempurna apalagi, Sakura hanya menggunakan kemeja milik nya.

" masak apa? " tanya Naruto yang menyandarkan kepala nya di Bahu milik Sakura. yang disambut Sakura dengan senyuman nya

"beberapa sayur dan - "

" tidak ada ramen? " potong Naruto

" tidak Naru untuk kali ini tidak ramen Naru, "

" tapi aku kan - "

" pilih ramen atau aku marah. "

jika seperti ini maka hanya ada satu pilihan untuk Naruto yaitu mengalah, Naruto diam tanda dia kalah dan membiarkan Sakura memasak dengan senang nya

" Naru, apa kamu tahu keluarga Namikaze? "

mata Naruto membulat, keringat dingin mengalir di pelipis nya dan hatinya berkecamuk ' bagaiamana Sakura tahu Keluarga ku ' gemuruh hati nya bergejolak, namun sekali lagi Naruto hanya diam.

" ku harap Naru nggak punya urusan dengan mereka!" tegas Sakura yang seketika berhenti melakukan aktivitas nya.

" kenapa? "

" karena aku membenci Namikaze"


alhamdulillah selesai btw

untuk yang nanya kenapa ada Rated M nya karena ada adegan yah yang gitu lah.

dan maaf typo ya apalagi naruk tanda baca yang salah soalnya bener bener baru belajar buat fic huhuhuhu

dan aku butuh bantuan kalian semua huhuhuhu.

salam ambyar

and

thanks regard