.
.
KaiSoo : Pervert-ish!
"Oke, nanti bisa aku masukkan dalam draft. Hmm, baiklah, hyung. Oke. Tapi untuk file yang itu, kita bisa tanyakan pada bendahara—"
PIP!
"Halo? Halo?"
Pria berkulit tan yang tengah duduk di depan laptop terbuka itu mengernyit heran, ketika tiba-tiba sambungan teleponnya terputus satu pihak. Ia men-dial nomor tersebut, beberapa kali, sampai akhirnya menyerah karena sang empu teleponnya tidak mengangkat. Ia pun meregangkan otot tubuhnya, kemudian meneguk segelas air putih di sampingnya. Ia mengetikkan sesuatu di laptopnya, kemudian serta merta menutup laptop itu. Ia pun berjalan keluar ruangan itu, menuju dapur.
Di dapur, tampak seorang pemuda lain berkulit putih dan lebih pendek darinya tengah memasak sesuatu. Tangannya masih bergerak mengiris sausage secara diagonal. Pria berkulit tan tadi berdiri di sampingnya, kemudian mengecup pipi pemuda itu kilat.
"Good evening, sunshine."ucapnya, kemudian segera menuangkan air putih lagi pada gelasnya dan minum dalam sekali teguk.
"Kenapa tiba-tiba keluar ruangan? Urusan perusahaanmu sudah selesai?"tanya pemuda mungil di sampingnya, masih memusatkan perhatian pada sausage di tangannya.
"Not really. Kris Wu sialan itu tiba-tiba menutup telponnya satu pihak. Aku yakin dia terdistraksi oleh Tao."ucap pemuda itu, kemudian menghela nafas berat.
Pemuda mungil di sampingnya menoleh, kemudian tersenyum, membuat pemuda tan tadi menatapnya balik. Pemuda mungil itu meraih potongan sausagenya, kemudian memasukkannya ke dalam pot stew yang tengah dimasak di atas kompor.
"Kau sudah melakukannya dengan baik, sayang. Istirahatlah sejenak, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaaanmu."ucap pemuda mungil itu.
"Kurasa kau benar, hyung. Aku akan main game."ucap pemuda tan tadi.
"Hey, aku bilang istirahat, bukan main game, kkamjong!"
Pemuda tan tadi tidak menyahut, dan terus melanjutkan jalannya sampai ke sebuah pintu cokelat dan menutupnya. Pemuda mungil yang sedang memasak tadi terdiam, kemudian menghela nafas dan melanjutkan acara memasaknya. Pikirannya tidak lagi fokus sekarang. Selalu seperti ini.
Alright, brief introduction again here. Jadi, pemuda kecil yang manis dan imut dengan kulit putih tersebut adalah Do Kyungsoo. Ia adalah seorang chef terkenal di Korea Selatan yang berkutat pada gourmet restaurant dan luxurious food—chef kelas atas yang selalu disewa untuk menjadi private chef dan omakase chef orang-orang ternama, sampai presiden pun pernah mengundangnya memasak di dapur istana. Kyungsoo terbilang muda untuk segala pencapaian nasional maupun internasionalnya—ia baru berusia 25 tahun. Dan fakta lainnya adalah, Kyungsoo adalah kekasih dari seorang sekretaris perusahaan bernama Kim Jongin aka Kai Kim.
Kai sendiri adalah sekretaris perusahaan dari Wu Coorporation, perusahaan multinasional yang bergerak di bidang perminyakan dan pertambangan yang telah merambah Timur Tengah, bahkan sampai ke Amerika Serikat. Kai sendiri memiliki side job sebagai pemilik franchise restoran ternama Heavenly Bliss yang menjual berbagai jenis pastry dan minuman cokelat yang telah memiliki cabang di seluruh Asia Timur. Pertemuannya dengan Kyungsoo dimulai ketika ia menghadiri acara gala dinner eksklusif perusahaan Oh Coorporation—mitra kerja Wu Coorporation. Saat itu, Kyungsoo adalah chef de cuisine di dapur, dan mereka pertama berpapasan ketika Kai datang secara personal ke dapur untuk meminta dibuatkan espresso pesanan bosnya, Kris Wu. And, there they are, menjalin hubungan secara tertutup namun tidak berbohong pada publik—ketika dating scandal petinggi perusahaan Wu Coorporation mengencani seorang chef nasional mulai terdengar, semua orang membicarakannya. Dating scandal itu berakhir dengan sebuah konfirmasi langsung dari Kai bahwa berita itu adalah benar.
Satu sisi yang tidak banyak diketahui orang mengenai Kai adalah obsesinya dengan main game. Yes, main game adalah satu bagian dari dirinya yang tidak akan pernah bisa dilepas—bahkan jika saja Kyungsoo menghantam Kai dengan palu godam pun Kai masih akan melanjutkan main game. Pada awalnya, Kyungsoo mewajarkan hal itu—Kai sendiri terpaut dua tahun lebih muda dari Kyungsoo. Namun, tetap saja, adiksi Kai pada game membuat Kyungsoo sedikit khawatir.
Kyungsoo menyelesaikan memasak sausage stew nya, kemudian mengangkat pot nya dari kompor dan segera menyajikannya di atas meja makan. Ia menyiapkan dua piring, dan menata sendok-garpu di atasnya. Tak lupa ia menyiapkan semangkuk nasi di sana. Setelah semua siap, ia berjalan ke arah ruangan Kai.
TOK TOK
CKLEK
"Kai-ah?"
"YES! YES! TEMBAK, CUY! HABISIN SAJA!"
Kyungsoo mengintip ke dalam, mendapati Kai yang tengah berteriak heboh dengan headset menyampir pada kepalanya, menggerakkan jarinya dengan lihai pada Xbox controller yang ia punya—controller itu menyala-nyala terang seiring dengan pergerakan player. Kyungsoo terdiam, ia ingin menginterupsi tapi ia tidak enak.
Ia pun memutuskan untuk makan sendiri saja.
.
Kyungsoo menikmati sausage stew nya dalam diam—ia tidak terbiasa kalau makan sambil melakukan hal lain. Dalam hatinya, ia menunggu Kai menyelesaikan game nya, dan ikut makan dengannya di meja makan—momen seperti ini yang sejujurnya ia tunggu bersama kekasihnya.
Kyungsoo akui, Kai termasuk jarang dalam menikmati waktu dengan Kyungsoo—terkecuali waktu untuk having sex dan saling mencumbu sebelum tidur di atas kasur. Tapi, seringkali pula ada momen dimana Kai terlalu serius dengan pekerjaannya, melupakan Kyungsoo selama beberapa hari—membuat Kyungsoo dengan lelah berjalan ke arah Kai sambil menangis dalam diam. Untung saja pria itu menyadari kesalahannya saat itu, dan ia meminta Kyungsoo untuk mengatur jadwal bekerjanya sehingga ia bisa menikmati waktu dengan Kyungsoo.
Hanya saja, Kyungsoo tidak bisa mengatur waktu saat Kai bermain game. Pemuda itu terlalu addicted dengan konsol gamenya. Ada kalanya Kyungsoo ingin sekali diam-diam membuang Xbox console yang Kai punya, dengan dalih benda itu dicuri seseorang. Tapi, Kyungsoo tak sampai hati melakukannya, jika ia mengingat betapa bahagianya Kai ketika berhasil mendapatkan Xbox console paket lengkap itu.
Kai bisa saja menikahi Xbox console itu jika ia mau.
Back to story.
CKLEK
Terdengar suara pintu dibuka, membuat Kyungsoo menoleh cepat dengan wajah sumringah. Kai bergerak cepat ke arah meja, kemudian meraih mangkuk di sana dan langsung memasukkan sebongkah besar nasi dan menyiramkan sausage stew yang banyak ke atas mangkuk itu.
Yang tidak diduga Kyungsoo adalah, Kai akan kembali ke dalam kamarnya.
"Kau tidak makan dulu? Fokus makannya, nanti kau tersedak."tanya Kyungsoo, membuat Kai menoleh.
"Oh, itu... kami sedang berada di cut scene, jadi ada waktu beberapa menit untuk istirahat. Lima menit lagi kami akan memulai gamenya, jadi aku harus cepat. Ppay, hyung!"
Dan setelahnya, Kai meninggalkan Kyungsoo sendirian di atas meja makan, air mukanya semakin murung.
.
Kyungsoo berjalan menyusuri department store, dengan membawa keranjang dorong yang telah terisi beberapa hal. Mengisi kemuramannya, ia memutuskan untuk pergi berbelanja saja dan membeli keperluan masak untuknya dan manusia kkamjong di apartemennya. Mengingat Kai membuat dia sedih—ia sangat ingin dimanja oleh Kai, hanya saja Kai terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
"Hey, Kyung!"
Kyungsoo menoleh, mendapati seorang pemuda manis berjalan ke arahnya seraya membawa sebuah paper bag ukuran sedang. Kyungsoo tersenyum kecil ke arahnya, menyadari bahwa pemuda manis tadi adalah Byun Baekhyun—ia mengenal Baekhyun semenjak pertemuan mereka di persiapan gala dinner Oh Coorporation tempo lalu. Baekhyun adalah pribadi yang menghibur dan sangat terbuka, juga kontroversial. Pada pertemuan formal, ia akan berlagak sangat profesional dan menjunjung tinggi etik kerja. Namun, ketika informal, Baekhyun bisa berubah jadi pribadi yang jauh berbeda dan menjadi sangat ceria. Dan, sebagai catatan tambahan, Baekhyun adalah seorang open gay—ia bangga dan terbuka untuk membuka orientasi seksualnya pada semua orang.
Seperti sekarang ini. Dengan berani, Baekhyun mengenakan sebuah crop hoodie berwarna pelangi yang sedikit oversize—menampilkan perut ratanya—dengan celana ketat berwarna hitam metalik dan sepatu kuning yang menyala. Rambutnya dibuat berwarna silver cerah. Ia bisa melihat kuku jari Baekhyun yang diberi warna kuning menyala, dengan sentuhan beberapa kristal di sana. Kyungsoo akui Baekhyun sangat cocok memakai pakaian apapun, dan bahwa Baekhyun sangat mengagumkan—ia ingin bisa memiliki tingkat self-love yang tinggi seperti Baekhyun.
"Kok sendirian? Kkamjong jelek itu kemana?"tanya Baekhyun to the point.
Poin plus dari Baekhyun adalah dia sangat aware terhadap lingkungan businessman tempatnya bekerja—karena ia juga merangkap sebagai sekretaris di perusahaan rekan kerja Wu Coorporation.
Back to story, again.
Mendapat pertanyaan dari Baekhyun, membuat Kyungsoo hanya menghela nafas berat dan memberi tatapan yang tidak bisa ia artikan. Baekhyun berpikir sejenak, sejurus kemudian memahami arti tatapan itu. Ia kembali memperlihatkan wajah cerianya, kemudian langsung mengapit lengan kiri Kyungsoo dengan semangat.
"Ayo, Starbucks! Aku yang traktir!"
.
Dua pemuda manis itu masuk ke dalam coffee shop di department store itu—yang menjadi pusat perhatian sesaat orang-orang di sana. Kyungsoo tidak nyaman dengan perhatian tersebut, lain halnya dengan Baekhyun yang memang sudah terbiasa dengan perhatian dan tampaknya tidak masalah.
"Ayo duduk di sana!"ucap Baekhyun, menunjuk bangku yang agak pojok—Kyungsoo bersyukur karena Baekhyun peka terhadap ketidaknyamanan temannya ini.
Setelah mereka duduk, Baekhyun berjalan ke depan counter dan mulai memesan—Kyungsoo juga bisa melihat Baekhyun menyodorkan black card andalannya pada penjaga kasir. Setelah menerima dua minumannya, ia segera berjalan ke arah Kyungsoo dan menaruh satu minuman itu di depan Kyungsoo. Kyungsoo tidak tahu menu apa yang disajikan di depannya ini—ia sendiri jarang hang out ke Starbucks meskipun dia adalah chef nasional.
"Caramel Ribbon Crunch Frappucino, favoritku! Kau akan suka!"ucap Baekhyun—memahami pandangan Kyungsoo—kemudian meminum miliknya.
Kyungsoo meminum minumannya, kemudian tersenyum kecil—minuman itu memang enak. Baekhyun menangkup tangannya pada wajahnya, menatap Kyungsoo dengan penasaran. Ditatap orang seatraktif Baekhyun membuat Kyungsoo sedikit malu, membuat Baekhyun terkekeh gemas terhadap temannya ini.
"Jadi, ada apa denganmu dan kkamjong sialan jelek itu?"tanya Baekhyun, membuka pembicaraan.
"Hanya kekhawatiran berlebih diriku, itu saja."ucap Kyungsoo, kemudian meminum minumannya lagi.
"Sweetie, jangan bohong padaku. Kau tahu aku akan tahu pada akhirnya."
Kyungsoo terdiam. Baekhyun benar, pada akhirnya pemuda sepertinya akan tahu bagaimana kenyataannya—Baekhyun seperti seorang maniak yang selalu mengetahui keadaan orang-orang sekitarnya. Kyungsoo menarik nafas pelan, kemudian menatap Baekhyun dengan melas.
"Janji jangan bicara pada siapapun?"tanya Kyungsoo—ia agak tidak enak jika harus mengumbar rumah tangganya.
"You know you have my words!"ucap Baekhyun, dengan senyuman menenangkan—ya, Baekhyun memang bisa dipercaya.
Dan setelahnya, cerita mulai mengalir dari mulut Kyungsoo, menceritakan tentang kekhawatirannya terhadap kesehatan Kai sampai dengan kerinduannya akan sentuhan Kai.
.
"Boleh aku memberimu saran, Do Kyungsoo?"
Kyungsoo menatap Baekhyun dengan penasaran. Mendapat atensi Kyungsoo, Baekhyun meraih ponsel berkilapnya dan mulai membuka sesuatu. Ia membuka aplikasi TikToknya, kemudian memperlihatkan sebuah video pada Kyungsoo. Challenge Walking to my BF while he is playing games!
Video berdurasi 30 detik itu sukses membuat Kyungsoo merona merah pekat.
"You know, kkamjong itu harus diberi pelajaran dan pengertian. Kau akan mendapat atensi sepenuhnya dari dia jika kamu melakukan challenge ini, dengan begitu kalian bisa memiliki sesi intim dan menyampaikan keluhanmu tadi, sayang."ucap Baekhyun, dengan nada penuh pengertian.
Kyungsoo tidak pernah sebegitu terimakasihnya pada orang sebelumnya.
"Apa aku bisa melakukannya, Baek? Maksudku, aku tidak menarik."
Baekhyun mengerjap heran, kemudian memasang wajah tidak percaya. Pria manis, mungil, imut, sangat polos, dan pandai memasak di hadapannya ini menganggap dirinya tidak atraktif? For God sake, kekasihnya adalah Kim Jongin, sekretaris hot perusahaan yang selalu diincar oleh perusahaan modelling—tetapi tertolak karena Kai terlalu malas. Ketika dating scandal itu mencuat, Baekhyun sangat ingat betapa kalangan upper class tidak pernah bosan membicarakan mereka—banyak yang mendukung karena mereka merasa Kai dan Kyungsoo sangat cocok.
I mean, yes they are—don't fight me!
"Sayang, kau perlu membeli cermin."
Diskusi itu berakhir dengan sarkasme Baekhyun dan wajah Kyungsoo yang penuh pertimbangan.
.
CKLEK
Kyungsoo membuka pintu apartemennya, menemukan apartemen yang masih sepi. Ia menaruh dua paper back di atas meja dapur, kemudian berjalan pelan ke arah kamar Kai. Ia mengintip ke dalam kamar itu.
"YES! DOUBLE POINT!"
Kai masih bergulat dengan video game nya, padahal Kyungsoo sudah pergi sejak 3 jam lalu—Kyungsoo bahkan ragu Kai sadar bahwa Kyungsoo baru saja pergi berbelanja.
Kyungsoo mempersiapkan mentalnya, tatapannya tertuju pada pintu kamar mandi apartemennya. Ia memikirkan sejenak apa yang Baekhyun sarankan tadi sore, dan Kyungsoo akui itu adalah rencana yang cerdas.
Dengan mendorong keyakinannya, Kyungsoo berjalan ke arah kamar mandi dengan ponselnya.
.
Do Kyungsoo punya TikTok, hanya saja ia tidak melakukan banyak hal aneh di sana—ia hanya menganggap TikTok sebagai aplikasi tersier untuk menghibur diri di waktu senggang. Saat ini, tubuhnya basah setelah mandi—dengan rambut yang juga basah. Bisa dilihat kulit putih mulus Kyungsoo yang seakan sangat fragile, dan lekuk tubuh indahnya yang sangat pas. Ia melilitkan handuk pada tubuhnya, kemudian mulai merekam video.
"Aku sangat gugup, teman-teman. Tapi, aku akan mencoba. Semoga berhasil."
Kyungsoo berjalan keluar dari bathtub, kemudian menyusur keluar ruangan menuju kamar Kai. Kyungsoo sempat terhenti sejenak, mempersiapkan mentalnya. Tanpa ia sadari, wajahnya sangat merah sekarang—saking malunya. Dengan penuh keyakinan, ia berjalan ke arah kamar itu dan masuk.
CKLEK
Kai masih berkutat dengan video gamenya, tampak sangat tenggelam di sana. Perlahan, Kyungsoo berjalan ke arah Kai—kemudian berhenti beberapa langkah di belakangnya. Ia membuka lilitan handuknya, dan dengan satu tangannya melempar handuk itu tepat ke atas wajah Kai.
BUK!
"Hey!"terdengar gerutuan Kai.
Kai menoleh ke belakang, kemudian matanya terbelalak sejenak. Kyungsoo bisa melihat Kai yang agak ter-pause dengan apa yang ia lihat—lihat, Kai bahkan tanpa sadar menjatuhkan Xbox controllernya! Setelah memproses kejadian di depannya beberapa detik, Kai segera berdiri dan berjalan cepat ke arah Kyungsoo dengan wajah bak predator yang berhasil menemukan mangsanya—Kyungsoo berhasil membangkitkan sisi pervert seorang Kim Jongin. Tangannya yang panjang berhasil meraih ponsel Kyungsoo.
"Awas kamu, Do Kyungsoo!"
"KYAAAAAAA!"
Dan, PIP! Video tersebut pun selesai dengan adegan ponsel yang terjatuh ke lantai.
.
Kyungsoo tengah mengusap rambut kepala Kai yang tersaji di depannya, mengusapnya lembut, membuat empunya mengerang malas. Kai mendekap Kyungsoo erat dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Kyungsoo, membiarkan Kyungsoo mengusap dirinya lembut—memberinya sensasi menenangkan dan menyenangkan di saat bersamaan. Kyungsoo sendiri tak bisa berhenti tersenyum, setelah sesi panas dan brutal yang mereka lalui beberapa kali sebelumnya—and yes, mereka hanya berbalut selimut saat ini.
"Kai, ada yang mau kubicarakan. Boleh?"tanya Kyungsoo.
Sesuai dugaan Baekhyun sebelumnya, Kai mau memusatkan perhatian seutuhnya pada sosok manis dan indah Do Kyungsoo di depannya.
"Kai, aku khawatir denganmu. Kau selalu lupa waktu dan makan saat main game, kau juga terlihat mulai kurang istirahat akibat mengerjakan proyek perusahaan. Tapi tentu, kau bisa saja memiliki waktu istirahat cukup jika kau benar-benar memanfaatkan waktu istirahatmu untuk tidur atau sekedar mendengarkan musik, bukan bermain game. Kau terlalu teracuni game, sayang, dan aku khawatir. Aku mengkhawatirkan kesehatan dan produktivitasmu."
"Aku juga cukup sedih mengetahui atensimu lebih fokus pada game, dan bukannya memperhatikanku. Aku melihat hubungan kita tidak mengarah pada hal yang positif, dan aku cukup lelah. Aku ingin mendapat perhatianmu, tapi aku tahu kau sangat mencintai video games. Melihatmu senang membuatku senang, tapi aku pun ingin merasakan kesenangan itu."
Kai terdiam mendengar pengakuan Kyungsoo. Kyungsoo menghela nafas, kemudian tersenyum manis dan mengecup kening Kai dengan lembut. Setelahnya, ia memosisikan tidurnya dan tidur membelakangi Kai.
Tanpa ia sangka, Kai akan mendekapnya dari belakang dan memberi kecupan pada area leher belakang dan punggungnya. Kyungsoo terdiam, berusaha menahan getaran dirinya yang sangat menikmati sentuhan lembut Kai itu. Tangan mungilnya bergerak menggenggam tangan Kai yang mendekapnya, mengusapnya penuh kasih.
"Maafkan aku, sayang. Aku akan berusaha mengontrol diriku. Aku sangat mencintaimu, dan terimakasih sudah jujur padaku. Mohon bantu aku."bisik Kai, kemudian mencium pucuk kepala Kyungsoo dengan dalam.
Kyungsoo tak pernah merasa sebahagia ini dalam hidupnya, dan ia bersyukur memiliki teman penuh perhatian seperti Baekhyun dan kekasih yang sangat mencintainya seperti Kai.
.
And as the other happy ever after ending, Kai does change himself and makes a better version of him for Kyungsoo, the love of his life.
KaiSoo : Pervert-ish! — END
.
Halo halo! Akhirnya bisa upload KaiSoo lagi heheyyyy i'm so happy!
Btw, tiba-tiba kepikiran mau bikin FF supernatural lagi yang gore, tapi vibesnya beda banget sama The Golden Chrysoberyl. Yes or no nih?
Hint : inspirasinya dari EXO - Jekyll!
Jangan lupa review dan favoritnya yaaa!
HUANG AND WU
