.

.

ChenMin : Suffer in Single

Seorang pria muda berpipi chubby terlihat menggerutu di atas couchnya. Ia menghela nafas berat, sambil tangannya menari di atas layar ponsel. Tak hentinya tangan berkuku kuteks putih itu mengklik layar ponsel, seakan bercumbu dengan mesra.

"Ish, semuanya menyebalkan. Bisa-bisanya membiarkanku membusuk sendirian di sini. Ugh."gerutunya, membuat wajahnya—sejujurnya—terlihat lebih imut.

Dengan bibir yang masih mengerucut sebar, pemuda manis itu membanting ponselnya agak kasar ke sofa, kemudian segera bangkit berdiri dan berjalan ke arah dapurnya. Ia menyalakan coffee brewernya, lalu siap menyeduh kopi. Ia terlihat sangat bosan, tapi mau bagaimana lagi—seharian tanpa job dan tidak ada siapapun untuk diajak jalan memang menyebalkan. Oh, bukan. Pemuda manis ini bukan pengangguran.

Mari kita berkenalan. Kim Minseok adalah seorang pemuda manis yang memiliki karir gemilang di bidang fotografi. Pekerjaannya saat ini adalah menjadi high-end photographer multiagensi yang berfokus pada bidang modelling dan fashion. Minseok juga adalah mentor fotografi di sebuah non-governmental organization yang ia bangun sejak 5 tahun lalu—ia berumur 28 tahun saat ini. Minseok telah menerima berbagai job membanggakan dan membawanya meraih berbagai penghargaan—bekerja menjadi special photographer di Victoria's Angel, berkeliling dunia untuk meliput fashion show exclusive dari brand-brand haute couture populer seperti Giambattista Valli atau Schiaparelli, atau sekedar menjadi fotografer rekrutan beberapa majalah fashion terkenal seperti Elle ataupun Vogue. Bahkan ia direkrut untuk menjadi head of multimedia dari pernikahan besar putra sulung Presiden. Membanggakan? Tentu saja, apalagi di umurnya yang masih muda.

Tapi tentu, jiwa muda Minseok berkobar untuk segera mendapat pacar.

Yap, kesibukannya yang gila-gilaan selalu membuat Minseok lupa kehidupannya—saking enjoynya. Itu bagus, sebenarnya, hanya saja kadang terpikir bagaimana 28 tahun hidupnya ia tak pernah sekalipun menjalin kasih atau setidaknya punya hubungan serius dengan seseorang. Ketika orang-orang di umurnya memiliki kekasih atau pasangan masing-masing, Minseok masih mendiami apartemen mewahnya seorang diri.

Back to story.

Minseok berjalan ke arah ponselnya lagi, kemudian bergerak ke arah meja nakasnya dimana terdapat bluetooth headphone kesayangannya. Ia mengenakan headphone itu, kemudian langsung memutar musik pada telinganya. Berusaha mengusir kebosanan, Minseok berjalan ke arah kulkasnya—mengambil sesuatu yang ternyata adalah sebuah apel merah ranum—dengan santai, dan berjalan keluar sambil membawa apel itu.

Ia ingin jalan-jalan sambil makan apel.

.

Minseok berjalan menyusuri trotoar itu dengan santai, membiarkan pikirannya relax dengan musik-musik easygoing berputar pada telinganya. Tangan kanannya sibuk memegang apel, dan mulutnya mengunyah apel itu dengan santai. Ia bahkan tidak memedulikan tatapan pria maupun wanita yang melintasinya—Minseok memang simply interesting.

"Hey, MinMin!"

Terdengar teriakan dari kejauhan, namun memang Minseok yang tidak mendengar, ia tidak memperhatikan. Ia terus berjalan dengan casual, kepalanya bergerak mengikuti ritme lagu yang ia sukai. Seorang pemuda manis berpakaian green tosca faux coat diiringi kaus kuning cerah dan juga celana hijau metalik tampak berlari kecil ke arahnya—tak hentinya berteriak.

"Hey, Minseok hyung!"

Minseok masih tidak mendengarkan, dan terus melangkah. Akhirnya, ia berhenti di dekat zebracross—hendak menyeberang jalan.

GREP!

"Gotcha! Hah!"

Pekik pemuda manis tadi—wajahnya kelihatan lelah dengan tangan kiri menepuk pundak Minseok dan tangan kanan masih kencang menggenggam handbag berhiaskan kristal limited edition dari Louis Vuitton. Minseok melepas headphonenya, kemudian menengok dan mendapati Byun Baekhyun, pemuda manis sahabatnya sejak kuliah sekaligus rekan dari Luhan—model tetap asuhan Minseok ketika berurusan dengan fotografi di agensinya. Minseok menyapanya dengan senyum lima jari, membuat Baekhyun mendengus.

"Kau membuatku berlari mengenakan Jason Arasheben-ku! Sial."gumam Baekhyun, selagi mengangkat satu kakinya—memperlihatkan sepatu sol cokelat yang dikelilingi oleh kristal-kristal berkilau, dengan sol sudah agak kusam tentunya.

"Kau terlihat baik-baik saja, kok. Oh, sebentar."gumam Minseok.

Sebelum Baekhyun bergerak, Minseok merapikan rambut silver cerah Baekhyun yang sedikit berantakan—mungkin efek darinya berlari tadi. Baekhyun masih mengerucutkan bibir kesal, tapi Minseok malah terkekeh melihatnya.

"Lagipula, memakai pakaian wah seperti ini, memangnya kau mau kemana, sih?"tanya Minseok, menatap Baekhyun head-to-toe dengan wajah menjengkelkan, mendapat hadiah pukulan hangat dari Baekhyun.

"Ya! Aku ini sudah berdandan cantik begini karena mau mengajakmu hang out, lho! Baru saja keluar dari mobil ketika melihatmu berjalan keluar apartemen dengan apelmu! Tidak bagi-bagi, pula, sudah tahu dongsaengmu ini lapar!"pekik Baekhyun, dihadiahi tawa lebar Minseok.

"Iya deh iya. Yasudah, ayo kita jalan-jalan! Memang kau mau kemana, sih?"tanya Minseok, senang mendengar seseorang sudah berjuang untuk mengajaknya keluar apartemen.

"Hmm, bagaimana kalau kita ke fashion bazaar di Gangnam? Kudengar harganya miring-miring semua!"pekik Baekhyun, membuat Minseok girang.

"Ayo!"

Baekhyun pun menarik tangan Minseok dengan tidak sabaran, membuat sang empunya harus menyeimbangkan langkahnya dengan langkah cepat Baekhyun menuju mobil Audi-nya.

.

Baekhyun dan Minseok jelas menjadi pusat perhatian di bazaar fashion itu. Apalagi dengan fakta bahwa keduanya terlihat seperti sepasang sosialita yang mengambil hak orang lain dalam hal fashion murah—well, bukan salah mereka tentunya. Lihat saja!

Jelas Baekhyun menarik perhatian dengan pakaiannya, apalagi Gucci faux coat nya yang memang mahal dan bersinar, ditambah segala pernak-pernik yang ia kenakan. Sedangkan Minseok? Biar kata ia mengenakan pakaian yang terkesan sederhana, semua orang di situ tahu bahwa kaus lengan pendek Dior dengan celana jeans selutut Versace ditambah sport shoes Air Jordan Silver-nya bukanlah pakaian murahan.

"Bagaimana dengan ini, hyung? Menurutmu cocok, tidak, kalau aku padukan dengan Louboutin heels-ku yang akan datang?"tanya Baekhyun sambil memperlihatkan sebuah rok hitam selutut dengan kristal, membuat Minseok mengernyit excited.

"Kau akan crossdress lagi? Kapan?"tanya Minseok, excited dengan perbincangan mereka.

Satu hal mengenai Minseok. Dia punya kesukaan memotret objek crossdress, entah kenapa—menurutnya mereka terlihat jauh lebih cantik dibanding model perempuan sungguhan.

"Jadi minggu depan Chanyeol dan aku diundang ke pesta bujang dari salah satu rekan dekat Chanyeol di studio. Pesta bujang kecil-kecilan, sih, tapi dikatakan kami harus mengenakan pakaian terbaik kami dengan konsep Wonderland! Being the inspired guy I am, aku memutuskan untuk memesan Louboutin svarovski minggu lalu dan akan datang Senin depan!"ucap Baekhyun, tidak bisa berhenti membicarakan fashion—Minseok bahkan mengatainya "fashion freak".

"Jeez, Baek, bekerjalah di agensiku! Kau akan menjadi objek favoritku setelah Luhan!"ucap Minseok, dikekehi Baekhyun.

"Aku mengincar pekerjaan mudah, hyung, dimana aku bisa berekspresi sesukaku tanpa harus mengikuti tuntutan trend. Sekretaris adalah pekerjaan sangat mudah, apalagi kalau bosmu adalah pria aneh bernama Oh Sehun yang manjanya minta ampun pada pacarnya itu. Dan juga, aku bisa mengenakan pakaian apapun yang aku mau, karena Sehun tidak akan melarangku!"pekik Baekhyun, tangan lentiknya sibuk meraba-raba baju ini-itu.

"Tapi Baek, kau punya selera fashion yang tinggi! Kau sangat berpotensi!"ucap Minseok, membuat Baekhyun menatapnya genit.

"Hyung, aku tahu kau mencintaiku."

"Cih!"

Agenda shopping itu pun berakhir dengan Baekhyun dan Minseok memborong banyak sekali pakaian—mereka memegang masing-masing 5 paper bag—dan betapa girangnya Baekhyun ketika Minseok mau membayarkan pakaiannya dengan unlimited black card-nya.

.

"Ah, pegal sekali rasanya!"

Baekhyun menekan pinggangnya yang kelelahan, setelah akhirnya berhasil memuat sepuluh paper bag mereka pada kursi belakang mobilnya. Baekhyun menutup pintu itu, menatap Minseok yang tengah mengambil foto lingkungan di sekitar mereka.

"Hyung, aku penasaran denganmu, deh! Ada yang mau kutanyakan. Es krim?"tanya Baekhyun, membuat Minseok mengangguk semangat.

"Call!"

.

Baekhyun dan Minseok duduk dengan nyaman di sebuah bangku yang agak tersudut di sebuah kedai eskrim di taman dekat mal. Baekhyun menjilati eskrim stroberinya dengan senang, dengan Minseok yang menyesapi eskrim vanillanya dengan sama excitednya.

"Jadi, apa yang mau kau tanyakan tadi?"tanya Minseok, menatap Baekhyun penuh minat.

"Sebenarnya, ini pertanyaan agak menjurus, hyung. Kau oke?"tanya Baekhyun, membuat Minseok terkekeh dan kembali menjilati eskrimnya.

"You know I'm bisexual, I'm fine with anything, though."ucap Minseok, diangguki Baekhyun.

"Jadi, kenapa masih sendiri, hyung?"

Minseok berhenti menjilati eskrimnya, mendapati Baekhyun yang menatapnya penuh minat—kedua alisnya yang on fleek parah tampak dinaik-turunkan dengan genit. Minseok menatap Baekhyun sesaat, kemudian memalingkan wajahnya dan kembali menjilati eskrimnya—tampak tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan itu.

"Ih, jawab, dong! Tadi katanya mau jawab!"pekik Baekhyun, tidak terima dirinya diacuhkan.

"Hey, bukan salahku! Mungkin tidak ada yang tertarik denganku, itu saja."ucap Minseok, membuat Baekhyun mengernyit heran.

Orang-orang harus diexorcist jika mereka tidak menaruh ketertarikan pada pribadi seatraktif Minseok. I mean, look at him! Minseok adalah pemuda manis bertubuh kurus berotot yang mapan dan sangat imut, mana mungkin orang-orang tidak tertarik padanya! Seorang fotografer seatraktif Minseok bahkan mem-feature beberapa majalah ternama di Korea Selatan, dengan fanbase yang luas serta akun-akunnya yang selalu laris manis.

Dan dia bilang tidak ada yang tertarik padanya?

"Hyung, kau kekurangan cermin. Dan again, jeez, kalau saja kau lebih manly, kau mungkin berhasil meningkatkan libidoku, hyung! Kau nya saja yang tidak ada minat untuk menjalin hubungan dengan siapapun! Bahkan kau sangat payah dalam urusan one night stand!"ucap Baekhyun—frontal memang, tapi menurut Minseok, Baekhyun sangat benar.

"Yeah, probably. Aku terlalu nyaman dengan dunia fotografi ini."ucap Minseok, menghabiskan cone eskrimnya sebelum mengelap tangannya pada sebuah tisu.

"Kau tidak pernah merasa bosan hyung sendirian? Melihat orang-orang sudah memiliki kekasihnya masing-masing. Bahkan Yixing sudah menikah!"ucap Baekhyun, menyinggung salah seorang teman modelling mereka.

"Kau tahu aku orang yang kaku, Baek. Aku tidak se-easygoing ketika pergi bersama orang-orang casual! Aku juga tidak terlalu memikirkan diriku sendiri, bagaimana nanti ketika aku punya kekasih?"tanya Minseok, membuat Baekhyun mendengus kesal.

"Justru itulah fungsi kekasih, hyung! Dia yang menemanimu ketika kau lupa dirimu sendiri!"

Minseok terdiam. Baekhyun benar. Ia memang sangat kesepian, dan seringkali lupa dengan dirinya dan lebih mementingkan profesionalisme kerjanya—which is a good thing, but still. Minseok menatap Baekhyun yang tengah membersihkan tangannya, kemudian mengangguk paham.

"Kau benar. Mungkin sudah saatnya aku membuka diri pelan-pelan."ucap Minseok, membuat pria eyeliner addict di depannya tersenyum sumringah.

"Nah, begitu baru semangat!"

.

Minseok membawa pulang paper bagnya, dan memasuki apartemen yang sunyi itu. Ia menaruh paper bag tersebut di atas meja makan, kemudian membiarkan dirinya berjalan ke kursi kayu kesayangannya. Ia duduk di hadapan berbagai kanvas lukisan yang ditempatkan dimana-mana—memenuhi ruangan itu seperti studio lukis.

Fun fact lain Minseok, hobi lainnya selain fotografi adalah melukis objek apapun yang menjadi inspirasinya. Ia tidak menjadikan hobi ini sebagai uang, hanya sebagai pemuas sisi senimannya.

Ia tidak mau terlalu memikirkan kata-kata Baekhyun untuk segera mencari kekasih—memiliki dirinya sendiri saja patut disyukuri. Ia membuka ponselnya, kemudian membuka aplikasi TikTok yang memang rajin ia gunakan—ia seringkali promosi atau memberi info-info kesenian menarik di sana. Ketika ia membuka aplikasi itu, langsung muncul akun dari Baekhyun dengan keterangan story aktif di sana. Minseok mengernyit, sepertinya baru setengah jam lalu ia bertemu Baekhyun—membuatnya berprasangka Baekhyun merekamnya sebelum jalan-jalan dengannya. Ia pun mengklik story tersebut.

So, my boyfie walked to me!, begitu judul videonya. Chanyeol, batin Minseok.

Minseok memperhatikan video itu dari awal hingga akhir, dengan ekspresi wajah yang tidak menentu. Sesekali ia meneguk ludahnya kasar, melihat bagaimana interaksi intim antara Baekhyun dengan Chanyeol dengan begitu jelas. Dan, PIP! Video itu berakhir dengan gumaman seduktif Chanyeol dan balasan seksi Baekhyun.

Minseok akui video tadi sangat menarik—videografinya singkat namun sangat menghibur. Minseok terdiam, men-scroll akun TikToknya. Tapi kemudian, sebuah ilham datang menyinarinya—memberinya beribu-ribu inspirasi untuk mengisi konten TikToknya.

"Aku punya ide!"

.

"Hahaha, so, being the stupid guy I am, here I am!"

Minseok merekam dirinya di atas bathtub, dengan mengenakan bathrobe putih. Tubuhnya terlihat basah, dengan rambut yang basah juga. Minseok tersenyum sumringah, kemudian memberi blow kiss pada layar depan ponselnya. Ia pun men-switch kamera depan dengan kamera belakang, kemudian mulai merekam.

"So, everyone has been doing the walking from shower or stuff like that to their partners! Let me join."

Minseok berjalan menyusuri kamar mandi megahnya, keluar menuju lorong kecokelatan. Ia masih terkikik di balik ponselnya. Ia berjalan menyusuri lorong itu, kemudian berhenti di depan kamarnya.

"Oh my, I'm so nervous! And behind the closed door is..."

Minseok membuka pintu itu perlahan, kemudian menyalakan lampu kamarnya. Ia terkikik geli, melepas bathrobenya dan melempar ke arah kasur. Ia memutari kamar itu dengan kameranya dengan cepat, dan kembali berujar.

"—I forgot, I don't have a boyfriend."

Dan, PIP! Diakhiri dengan tawa evil Minseok dengan lampu kamar yang dimatikan.

.

Video TikTok Minseok menjadi viral, membuat trend baru di TikTok—dimana para lajang bisa mengerjai followernya. Minseok tertawa melihat respon teman-teman dan fansnya, terutama dari Baekhyun yang langsung menelponnya dan mengatainya "sumpah malu aku melihatnya. Tapi gemas, ih!" kind of thing.

Apa-apaan ini astaga cieeeee trend baru!

Gila, jenius kau, Kim Minseok

Aaaaaaa oppa why are you so adorable!

Kenapa lucu banget sih astaga

Must protecc Kim Minseok

Hyung memang daebak

Minseok membuka setiap respon satu per satu, kemudian jarinya terhenti melihat sebuah akun yang merespon. Akun bernama chen_kim itu mengirim respon dari video TikTok Minseok dengan respon yang agak membuat Minseok jantungan—gila saja orang ini!

I should be the one you surprise on, sweetheart. You must be so sexy

.

Minseok berjalan menuju kantornya, dengan seperangkat peralatan fotografi pada tas besarnya. Ia menyusuri trotoar dengan casual, kemudian berbelok pada sebuah gedung tinggi yang dilalui oleh orang-orang. Headphone masih menghiasi telinganya, berusaha mengalihkan perhatiannya dari dunia yang sumpek.

"Morning, everyone!"

Beberapa pegawai menyapa balik Minseok, yang berjalan menuju elevator. Ia memasuki elevator kosong itu, menekan tombol 12—lantai tujuannya. Pintu elevator itu pun mulai menutup, dan Minseok hanya bersandar casual pada dinding elevator.

TAP!

Tiba-tiba, pintu elevator itu terbuka lebar kembali, dengan tangan seorang pria yang menahannya. Minseok menatapnya tanpa minat, membiarkan pria itu masuk ke dalam. Pria itu menekan tombol 10, membuat Minseok agak mengernyit. Lantai para model. Siapa ini?

Tanpa Minseok sadari, dirinya mengamati pria itu head-to-toe—fashion judgement yang selalu ia lakukan secara tidak sadar pada orang-orang. Pria ini mengenakan pakaian old-fashioned yang terlihat cocok dengan dirinya—memberi kesan abad 18 yang bagus. Pria itu mengenakan trench coat selutut berwarna cokelat, dengan menenteng handbag hitam polos. Celana bahan cokelat muda yang fit dengan kaki tingginya, jangan lupakan kemeja cream dengan dua kancing terbuka di atasnya. Sepatu polesan yang menambah ketampanannya—Minseok menyadari sepatu itu adalah sepatu keluaran Louis Vuitton dari 2018 yang kebetulan Minseok liput exclusively. Taste yang tidak buruk, batinnya.

"Kemampuan fashion judgementmu selalu mengagumkan, Kim Minseok. I'm impressed."

Minseok menoleh kaget, menyadari namanya disebut dengan lantang oleh pria berwajah kotak itu—damn, dia bahkan tidak menoleh padanya. Pria itu baru menoleh padanya, menatapnya dengan pandangan teduh. Minseok akui mata cokelat pria itu sangat menghipnotisnya—pria ini jelas berkelas.

"Aku... tidak mengenalmu."gumam Minseok, memberi warning dari awal.

"Oh, you will."ucap pria itu, menghadirkan smirk yang menurut Minseok—cukup—menyeramkan.

Pria itu menoleh pada Minseok, kemudian mendekatinya perlahan. Minseok terkaget bukan main, tanpa sadar tubuhnya tertahan oleh dinding elevator. Pria itu berhenti tepat di depan Minseok, dipisahkan oleh kedua tangan Minseok yang menahan pergerakannya. Ia memajukan kepalanya ke samping kepala Minseok, sejurus kemudian menjilati dan menghisap telinga kiri Minseok.

"Kim Jongdae."bisiknya.

Minseok memerah bukan main. Hell, permainan macam apa yang dilakukan pria itu? Ini sexual harassment namanya! Astaga, Minseok bahkan tidak bisa berpikir jernih—ia tidak pernah merasa begitu intim dengan seseorang, not even his one night stands. Pria itu menyeringai kecil, kemudian mengecup telinga bawah Minseok dan mengembuskan nafasnya di sana—dia jelas ingin membuat Minseok frustasi!

"Atau kau mungkin mengenalku... sebagai Chen Kim."

Seketika, Minseok terkaget, dengan pria itu masih melancarkan aksinya mencumbui Minseok—tanpa tahu diuntung—di elevator.

"And you'll be mine from now on."

"KYAAAAAAAAA HELPPP!"

ChenMin : Suffer in Single — END

.

Finallyyy ChenMin updatedd, i'm so happy! Tinggal satu lagi nihhh /colek ChanBaek/

So, I guess everyone has read the news about Chen's happy family right? I'm so happy for them! He deserves the world, he deserves all the love we can give!

Jadi tuh ada yg nanya apa aku bakal tetep nulis ChenMin/XiuChen, and here I am! Chen might be married in the real life but that doesn't mean I will stop my fantasy towards him and Minseok. ChenMin has been part of my life since I stan EXO back in MAMA era and I love them sooo deeply, just like I love HunHan and KrisTao.

Shipping them doesn't mean you disrespect Chen. It's more like you should know where to stand, so nobody will get hurt and you still ship them lovingly!

So, review and favourite, pleasee?

HUANG AND WU