.
.
ChanBaek : Settle Down
"Iya, jadi aku memutuskan untuk menghubungi Mr. Choi langsung dan meminta dokumen padanya. Birokrasi ini menyebalkan, Hun! Let me tell you what! Kalau kita mengikuti birokrasi yang ada, bisa-bisa mandek proyek ini beberapa hari! Dan beberapa hari itu bisa berdampak ke belakangnya!"
Baekhyun berbicara dengan sedikit bersemangat, dengan beberapa kertas di tangan kanannya dan ponsel berkilau di tangan kirinya. Masih mengenakan pakaian casualnya, ia berjalan mondar mandir di ruang tengah. Sesekali ia memejamkan mata dan mengangguk—mematuhi apapun yang dikatakan rekan telponnya.
"Baik, Hun. Akan aku segera kirim datanya. Hari ini aku mau nail extention dulu, sudah jadwalnya. Bye, I'll call you later when there's progress."
Telponnya dengan Sehun—bosnya di perusahaan—pun terputus, meninggalkan Baekhyun yang menghela nafas berat dan menaruh kertas-kertas itu kembali ke ruang kerjanya. Ia berjalan ke arah kamarnya, kemudian memasuki walk-in-closetnya—mulai mempersiapkan dirinya.
"Aku pulang!"
Terdengar pekikan dari ruang depan, dengan Baekhyun masih sibuk mengenakan celananya ketatnya. Setelah merasa siap, ia berjalan keluar walk-in-closetnya dan berjalan ke arah sumber suara yang tadi menginterupsi.
"Hai, honey!"sapa Baekhyun dengan semangat.
Pria tinggi menjulang di hadapannya tampak tengah merapikan tas belanjanya, kemudian mendongak dan serta merta bersiul menggoda Baekhyun. Bagaimana tidak! Baekhyun mengenakan jaket metalik sky blue dengan kilau kristal di beberapa spot, dengan kaus v-neck belah rendah warna putih polos yang dibuat seksi dengan choker hitam metalik polos. Celananya hitam ketat yang mencetak kaki jenjangnya dengan indah. Ia tengah membawa sepasang spikey sneakers Gucci di tangan kanannya, dengan tangan kiri memegang handbag Hermes putih favoritnya.
"So, do you mind to tell me, mau kemana pria manis seksi di depanku ini?"tanya Chanyeol, dengan nada menggoda sambil tangannya menggerayangi tubuh Baekhyun pelan-pelan.
"Aku harus mendapat nail extentionku, Yeol. See? Ada beberapa sudut kuku yang perlu diperbaiki juga."ucap Baekhyun, memperlihatkan kuku aduhai berkuteks kuning dengan hiasan kristal di sana.
"Black card?"
"Ada."
"Mobil?"
"Got it!"
"Goodbye kiss?"
CHU!
Tanpa babibu, pria tinggi menjulang bernama Park Chanyeol itu mendapat jatah ciuman yang ia baru saja minta—empunya pun tak keberatan. Setelah ciuman singkat itu, Chanyeol terkekeh dan mulai merapikan sedikit rambut Baekhyun yang agak berantakan. Baekhyun mengenakan sepatunya satu per satu, satu tangan Chanyeol masih bertengger di pinggangnya.
"Memangnya kamu free hari ini? Semua rekaman sudah selesai?"tanya Baekhyun, diangguki Chanyeol.
"Irene noona sudah selesai rekaman, begitupun juga Seohyun noona. Targetnya, Kyuhyun hyung juga hari ini, tapi ternyata ada urgensi panggilan drama musikal jadi ditunda sampai lusa."ucap Chanyeol, diangguki Baekhyun.
Baik, baik! Untuk membuat kalian mengerti, mari kita kenalan dengan tokoh kita! Park Chanyeol, pria tinggi menjulang bak tiang listrik yang gencar menggoda kekasih manisnya ini adalah seorang music producer, DJ sekaligus owner dari klub-klub malam jetset dan studio rekaman paling hits di Korea Selatan—Loey Studio and Art. Studionya adalah studio langganan rekaman berbagai agensi top di Korea, dan juga ia memproduksi musiknya sendiri. Nama Chanyeol adalah nama yang semua orang tahu, apalagi setelah ia merilis album revolusioner politis yang mengkritik pemerintahaan Korea Selatan tahun lalu, dengan lirik yang sangat mendalam plus hype beat yang memukau dan flow music yang bagus—ia memenangi telak semua music chart selama promosi albumnya. Ia juga sudah menjalani tur individu ke berbagai belahan dunia, mengikuti berbagai DJ fest bersama produser-produser kenamaan sekaligus melakukan kolaborasi—The Chainsmoker, Alan Walker, Sam Feldt, you name it! Reputasinya tidak main-main.
Sedangkan pria manis imut bak putri kerajaan di depannya ini adalah Byun Baekhyun. Baekhyun adalah sekretaris di perusahaan Oh Coorporation yang merangkap sebagai tukang kritik dan penasihat pribadi Sehun—CEO perusahaan itu. Selain sebagai sekretaris, Baekhyun juga seorang trendsetter populer seantero Asia Timur, menghadiri jamuan-jamuan eksklusif dengan brand-brand ternama, juga menjadi kiblat fashion anak-anak muda. Bicara soal seksual, Baekhyun seorang open gay—dia juga merupakan orang penting dari salah satu NGO bernama Lets Do It! yang berfokus pada pengembangan wanita dan kaum-kaum termarginalkan.
Pertemuannya dengan Chanyeol sebenernya bermula ketika Baekhyun mendatangi salah satu klub malam asuhan Chanyeol, yang kebetulan Chanyeol menjadi pengisi DJ nya. Keduanya jatuh dalam one night stand yang sangat menggairahkan, membuat keduanya tidak bisa melupakan satu sama lain—bodohnya tak ada yang tahu siapa dengan siapa. Jodoh tak kemana, Chanyeol ditunjuk menjadi penanggungjawab band dan cocktail session pada acara gala dinner Oh Coorporation, dimana Baekhyun jelas berada di sana sebagai pendamping profesional Sehun. Sexual tension di antara tatapan mereka membara, dan keduanya berakhir dengan seks brutal di sebuah hotel dan menjalin hubungan romantik hingga sekarang.
"Pergi dengan siapa, by the way?"tanya Chanyeol, tangannya kini sibuk membuka sekaleng bir dari kulkas.
"Sendiri saja. Toh tak lama."ucap Baekhyun, setelah merapikan isi handbagnya.
"Definisi tak lama mu adalah kamu pergi ke nail saloon, mendapat perawatan, pergi ke butik Louis Vuitton dan mengambil trench coat merah muda incaranmu itu. Aku benar kan?"gumam Chanyeol dengan senyum miring, dengan satu tangan mengarahkan kaleng itu ke mulutnya.
"Kau selalu benar, sayang."
CHU!
"Aku pergi dulu!"
Baekhyun pun melangkah keluar, meninggalkan Chanyeol yang terkekeh dan memutuskan untuk merapikan paper bag belanjaannya.
.
Baekhyun berjalan menyusuri mal itu dengan percaya diri. Langkah kakinya bak model berbintang, membuat orang-orang memusatkan perhatian padanya. Baekhyun sudah sangat terbiasa dengan perhatian seperti ini—apalagi dengan fakta bahwa Baekhyun sangat menyukai warna- warna terang pada bajunya. Ia seakan hafal betul denah mal itu, berjalan cepat menuju sebuah stall mewah dan besar di sebelah kiri.
"Look who is here!"
Baekhyun berbicara pada seorang lelaki yang membelakanginya, kemudian lelaki itu berbalik dan menghadapnya. Keduanya saling tersenyum sumringah, dan langsung saling berpelukan erat.
"Kau tak bilang sedang mampir ke Seoul!"pekik Baekhyun, dan pemuda manis kita yang tiba-tiba datang—Xi Luhan—pun tersenyum juga.
"Yeah aku merasa sedikit bosan saja di Hongkong. Kau tahu? Sehun benar-benar kelimpungan mengobrol dengan pria-pria tua itu. Dia bilang mereka terlalu close-minded."ucap Luhan, dikekehi Baekhyun.
"Aku jelas mengerti kemana arah pembicaraan ini. You know? Mari lupakan sejenak dunia uang itu dan berbelanja!"
Luhan mengapit lengan Baekhyun, dan mereka langsung memasuki stall mewah itu lebih dalam. Dua orang perempuan menghampiri dan menyambut mereka dengan santun, kemudian menuntun mereka ke dalam private fitting room. Setelah masuk, mereka langsung disuguhi champagne dan choco cookies.
Mereka pun langsung melanjutkan urusan mereka—yap, shopping!
.
"Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Idiot Park?"
Luhan dan Baekhyun berjalan berdampingan menyusuri mal, melewati etalase-etalase brand mahal di sana. Baekhyun bilang ia ingin melihat-lihat sebelum akhirnya sampai ke toko Louis Vuitton dan mengambil trench coat pink incarannya.
"Ya, baik-baik saja. Dia sering keluar akhir-akhir ini, apalagi dengan momentum festival yang sebentar lagi datang. Belum lagi dengan recording request yang menumpuk dan belum lagi pre-release beberapa single untuk full albumnya yang baru."ucap Baekhyun, membuat Luhan terpana.
"Ini info mahal! Boleh kukabari orang-orang tentang Chanyeol's next album?"tanya Luhan, mendapat hadiah jitakan hangat dari Byun Baekhyun.
"Aku berbicara karena aku percaya padamu, gege! Enak saja disebar-sebar! Biarlah jadi surprise untuk fansnya. Toh, mereka tidak keberatan. Aku mungkin akan mengirim beberapa spoiler just in case mereka benar-benar ingin mengantisipasi album barunya."ucap Baekhyun, diangguki Luhan dengan lucu.
"Jadi, kau belum having sex lagi dengan Chanyeol selama beberapa hari?"tanya Luhan mengganti topik, membuat Baekhyun mendengus—mereka sudah biasa membicarakan hal-hal frontal begini.
"Yah, begitulah. Sepertinya dia akan menikahi studionya duluan daripada aku. Apalagi gaming channelnya, duh! Dia memang gila!"pekik Baekhyun, dikekehi Luhan—dia jelas tahu rasanya punya kekasih gameholic dan workaholic di saat bersamaan.
Fakta lain dari seorang Park Chanyeol yang kelakuannya mesum itu adalah dia seorang gamer. Yes, gamer! Yang menjadi pertimbangan yaitu Chanyeol adalah gamer berpenghasilan. Dia merilis banyak walkthrough dan commentary di channel youtubenya—yang juga sudah diverifikasi sebagai official channel—dan juga seringkali melakukan live streaming gaming dengan kelompok bermainnya. Cukup aneh memang, mengingat tujuan utama youtube channelnya adalah untuk menjadi platform dia mempromosikan musik dan arrangementnya. Namun, beberapa tahun belakangan Chanyeol sangat kecanduan game, dan akhirnya mengupload playlist khusus dia bermain game—di channel yang sama, dengan alasan malas mengorganisir channel baru. Bingung, kan? Baekhyun juga bingung.
Baekhyun sering menjadi partner gaming Chanyeol dan sudah beberapa kali muncul dalam video-video Chanyeol—entah video gaming atau video cover song. Baekhyun memiliki suara yang sangat bagus, namun ia tak tertarik untuk membuat lagu apapun—padahal kekasihnya adalah Park Chanyeol, produser musik serba bisa. Baekhyun hanya merasa tidak sanggup memegang beban sebagai seorang artis, dan kehidupannya menjadi seorang sekretaris dan trendsetter sudah lebih dari cukup.
Back to story.
Baekhyun dan Luhan memasuki sebuah kafe yang ramai, sekedar untuk duduk dan memesan sesuatu. Mereka baru duduk di sebuah kursi ketika tiga orang perempuan mengenakan pakaian hits mendatangi mereka dengan wajah malu-malu. Baekhyun dan Luhan menyambut mereka dengan senyuman hangat.
"Emm, halo, Baekhyun oppa! Kami penggemar beratmu! Boleh minta tanda tangan dan berfoto?"tanya salah satu dari mereka, diangguki dua lainnya—ketiganya menyodorkan sebuah photobook dari brand dimana Baekhyun adalah ambassadornya.
"Oh well, kalau begitu jawab pertanyaanku dulu!"ucap Baekhyun semangat, membuat ketiga perempuan itu mengangguk cepat.
"Baik, oppa!"
"Jadi, kalian tahu dia siapa?"tanya Baekhyun, jari lentiknya menunjuk ke arah Luhan yang langsung mengernyit bingung—apa-apaan Baekhyun seenak jidat membawa-bawa dirinya.
"Luhan oppa!"
Luhan kaget, mendengar ketiga orang itu mengetahui namanya dan berteriak semangat. Baekhyun tersenyum manis, puas dengan jawaban itu—dia sekedar mengerjai Luhan sekaligus mempromosikannya. Baekhyun pun berdiri dan menandatangani photobook itu, kemudian berfoto dengan mereka bertiga bergantian. Ketiganya memekik dengan senang, kemudian undur diri dengan sopan.
"Mereka imut, kau tahu?"ucap Baekhyun, membuat Luhan mendengus.
"Apa-apaan kau ini, huft. Untung mereka mengetahui namaku."ucap Luhan, dikekehi Baekhyun.
"Mereka pasti kenal, gege. Kau itu trendsetter, tanpa kau sadari. Dan priviledge dari menjadi teman Baekhyun adalah menjadi terkenal. Kau hidup di dalam gua atau apa, huh?"gumam Baekhyun, kemudian memanggil seorang waiter untuk melayani mereka.
"Huft."
Sembari menunggu pesanan mereka, Baekhyun dan Luhan membicarakan banyak hal. Kehadiran mereka jelas menjadi pusat perhatian di sana—dengan pakaian branded dan wajah bak malaikat, tentu saja. Sampailah mereka ke sebuah obrolan ketika ponsel Baekhyun bergetar—ada notification masuk.
PIP PIP
"Sebentar, gege."
Baekhyun membuka ponselnya, mendapat notifikasi dari Minseok, rekan fotografernya. Baekhyun mengernyit. Link apa ini? Penasaran, Baekhyun mengklik link itu dan membawanya ke sebuah artikel yang nyaris membuatnya jantungan.
Park Chanyeol was spotted to have drinks with anonymous girls in a bar, April 3rd 2020
"Apa-apaan!?"
Luhan mengernyit mendengar pekikan marah Baekhyun. Ia segera memosisikan dirinya ke sebelah Baekhyun, membaca artikel itu dengan Baekhyun. Wajahnya kaget, dengan Baekhyun nyaris membanting ponsel mahalnya.
"Baek, kau harus menemui Chanyeol."ucap Luhan, disambut dengan tatapan disgusted Baekhyun.
"Aku dan Chanyeol itu open gay, lho! Mana mungkin dia hangout dengan perempuan-perempuan ini! Ish! Semua fansnya tahu akulah kekasihnya!"pekik Baekhyun, membuat Luhan langsung merangkul pundaknya dan menenangkannya.
"Sudah, sudah."
.
CKLEK
"Hello, sweetheart! Bagaimana shoppingnya?"
Baekhyun baru membuka pintu ketika Chanyeol sudah menyambutnya—pria itu sedang bermain dengan ponselnya di counter dapur. Baekhyun hanya melempar deathglare padanya, dan mendengus melewati tubuh Chanyeol. Chanyeol mengernyit heran melihat tingkah kekasihnya.
"Hey, babe, you okay?"
Chanyeol menghampiri Baekhyun, serta merta menarik tangan kanannya. SRET! Baekhyun mengelak genggaman itu, ia masih sangat marah. Dengan kesal, ia membuka ponselnya—menunjukkan judul artikel tadi secara tidak langsung—kemudian melempar ponselnya ke sofa. Tanpa menghiraukan Chanyeol, ia segera berjalan masuk ke kamarnya dan menguncinya.
Chanyeol bingung dengan kekasihnya, lantas meraih ponsel yang tadi Baekhyun buang. Butuh beberapa detik baginya mencerna informasi itu, dan Chanyeol menepuk dahinya dengan bodoh.
"Shit."
.
"Kau itu agenku! Bagaimana bisa misinformasi seperti ini tersebar di dunia maya? Sekarang fans-fansku mulai menanyakan orientasi seksualku, lagi! Baekhyun marah besar padaku! Dan dengar, entah apapun caranya, adakan konfirmasi bahwa berita itu salah! Itu bukan aku, oke? Aku bahkan tidak tahu apa-apa tentang bar itu! Postur pria itu mirip denganku tapi itu bukan aku, paham?"
Chanyeol menelpon dengan sedikit agresif, berusaha menyampaikan isi pikiran dan perasaannya pada agen yang mengurus dirinya sekaligus pada pengacaranya. Skandal berita Chanyeol tersebar sangat cepat, fans-fansnya mulai berdebat mengenai orientasi seksualnya, dan Baekhyun marah. Poin terakhir adalah main concern Chanyeol.
Baekhyun belum keluar dari kamar mereka, dan pria manis itu tidak akan membiarkan Chanyeol masuk. Chanyeol sudah mengetuk pintunya berkali-kali, berharap Baekhyun mau mendengarkan. Tapi, sepertinya nihil.
Baekhyun memang sensitif terhadap berita-berita seperti ini. Dia sangat tahu bahwa Korea bukanlah negara yang menerima orang-orang non heteroseksual, tapi toh ia tetap memperjuangkannya. Ia menjadi trendsetter dan menunjukkan profesionalismenya sebagai sekretaris dan fashion icon tidak berhubungan dengan orientasi seksual atau apapun itu, membuatnya berhasil diterima dan menjadi role model para remaja hits.
Chanyeol menghela nafas pelan, tidak tahu harus berbuat apa. Dia harus membuat Baekhyun mau berbicara padanya. Tapi bagaimana?
Dengan lesu, Chanyeol meminum segelas air mineral. Setelah merasa tenang, ia pun berjalan ke arah studio mininya yang ada di sebelah kamar. Ia akan merenung sejenak, memikirkan cara agar Baekhyun mau mendengarkannya.
.
CKLEK
Pintu kamar itu terbuka pelan, menunjukkan Baekhyun yang terlihat kacau—pakaiannya masih sama seperti ia shopping tadi. Makeup pada wajahnya sudah agak berantakan, dengan eyeliner yang sedikit larut oleh air mata. Ya, dia baru menangis hebat.
CKLEK
Tanpa disangka, pintu studio itu juga terbuka, menunjukkan Chanyeol yang langsung kaget melihat keadaan Baekhyun. Serta merta, ia mendekap Baekhyun erat—menenangkan pria manis itu. Baekhyun memejamkan matanya, melupakan isi pikirannya dan lebih fokus pada pelukan Chanyeol.
Tidak ada yang mengucapkan apapun di situ.
.
Chanyeol meminta Baekhyun untuk mandi, karena pemuda manis itu belum mandi semenjak shopping. Dalam diam, ia menurut. Chanyeol kini tengah terdiam di dalam kamar, duduk di pinggir kasur mereka. Ia menatap layar ponselnya yang memperlihatkan sebuah video TikTok berjudul Walking to BF while he is playing games! Ia memperhatikan video itu dengan serius.
Ekspresi Chanyeol berubah-ubah, dari yang awalnya serius menjadi kemerahan. Ia juga merasa terbakar testosteron ketika melihat video itu. Baekhyun jelas belum tahu mengenai trend ini—dia adalah TikTok holic dan sepertinya ini trend baru yang masih sangat fresh.
Sejenak Chanyeol berpikir, dan tanpa pikir panjang berjalan ke arah kamar mandi dalam kamar dengan menenteng sebuah handuk.
.
CKLEK
Baekhyun memasuki kamar itu setelah berdiam agak lama sambil mandi air hangat. Ia merasa lebih baik sekarang. Tubuhnya diselubungi bathrobe putih dengan rambut yang masih basah—wajahnya yang sudah tidak bermakeup terlihat lebih cantik.
Baekhyun mengendarkan pandangannya, menyadari Chanyeol tidak di sana. Kemana dia?, diam-diam hatinya bertanya. Ia tidak ingat Chanyeol tadi pergi keluar untuk melakukan sesuatu. Dalam diam, ia menghela nafas. Mungkin berurusan dengan press atau studionya, batinnya lagi. Baekhyun jelas sedang tidak mau diganggu.
CKLEK
Pintu kamar mandi dalam terbuka, menunjukkan Chanyeol yang keluar dengan tubuh yang basah dan tangan yang memegang ponsel. Baekhyun membelalakkan wajahnya, menatap tubuh polos Chanyeol dari atas ke bawah, kemudian kembali ke atas. Yes, Chanyeol is naked, dengan kejantanan yang tanpa merasa bersalah tergantung, agak bangun—lihat bagaimana uratnya terlihat gagah!
"Do something, Baek! For God sake, i'm so embarassed!"pekik Chanyeol, masih dengan ponsel merekam ke arah Baekhyun.
Seketika Baekhyun tertawa manis. Matanya terfokus pada tubuh kekar berotot Chanyeol yang selalu ia puja—dia selalu merasa beruntung bisa menjadi satu-satunya yang terjebak dalam rengkuhan posesif kedua lengan berotot itu. Dan juga, lower body Chanyeol. Ugh!
Baekhyun merubah ekspresinya menjadi seduktif, kemudian berjalan ke arah Chanyeol sambil memainkan tali dari bathrobenya. Chanyeol berusaha menguatkan imannya. Baekhyun setelah mandi adalah kelemahan terbesarnya, dan kini dia mengumpankan dirinya sendiri.
"Jadi, kapan kita mulai, Idiot Park?"tanya Baekhyun dengan seduktif—satu jari telunjuknya menyentuh pundak kiri Chanyeol, memainkannya di sana.
Baekhyun tak menyangka, tapi ia mendapat seringai menyeramkan dari Chanyeol—pertanda bagus.
"How about now?"
Dan PIP! Chanyeol mengakhiri video itu sebelum ia berhasil meraup rakus bibir manis Baekhyun yang menggodanya selalu.
.
Baekhyun memainkan jarinya di atas dada bidang Chanyeol, tubuhnya tertelungkup dan bersandar pada tubuh besar itu. Chanyeol bersandar pada kepala ranjang, membiarkan si manis melakukan apapun sesukanya. Tubuh mulus Baekhyun kini sudah dihiasi berbagai kissmark, hasil kerja Park Chanyeol. Tubuh keduanya berkeringat, tapi tampaknya tidak terlalu kelelahan. Tangan Baekhyun bergerak pada sebuah tato di pinggang Chanyeol—tato bentuk anjing corgi. Ia tersenyum. Baekhyun juga memiliki tato di pinggangnya, berbentuk toy puddle.
"Kau sudah tidak marah, sayang?"tanya Chanyeol, kemudian kedua tangannya merengkuh Baekhyun—mendekapnya lebih erat.
"Aku tidak marah, sayang. Aku sudah lebih baik, apalagi setelah mandi air hangat tadi."ucap Baekhyun, disenyumi Chanyeol.
"Percayalah padaku, sayang. Aku gay karenamu, dan itu tidak akan berubah. Bukan aku yang datang ke bar itu. Agenku akan mengurus semuanya."ucap Chanyeol, membuat Baekhyun mengangguk lucu.
"Maaf membuatmu khawatir, Chanyeol. Berita itu benar-benar mengagetkanku."ucap Baekhyun, dengan nada agak muram.
CHU! Chanyeol mengecup bibir Baekhyun, sedikit menyesapinya. Baekhyun jelas tidak keberatan. Setelah Chanyeol menciumnya, ia tersenyum dan mengecup pipi kiri Baekhyun.
"Aku tahu. Dan aku juga minta maaf."
Setelah menyelesaikan masalah mereka, akhirnya Baekhyun mendekatkan dirinya pada Chanyeol, mendekapnya dengan erat—dan tentu dibalas oleh Chanyeol. Keduanya pun larut dalam mimpi yang indah.
ChanBaek : Settle Down — END
.
.
Omake
Baekhyun menatap akun TikToknya yang sangat ramai, merasa senang dan puas dengan respon orang-orang mengenai video TikToknya yang direkam bersama Chanyeol—lebih tepatnya direkam Chanyeol tempo lalu. Ia tengah mengunyah chips kentang sekarang.
Baekhyun baru membuka Instagramnya, ketika melihat akun 7_luhan_m—akun Instagram official Luhan—tengah online. Merasa memiliki pikiran jahil, ia kembali membuka TikToknya.
Baekhyun mencari video original dari challenge yang ia lakukan dengan Chanyeol tempo lalu. Setelah menemukannya, Baekhyun langsung mengklik share link location, dan kembali pada Instagram. Pikiran kotor dan jahilnya akan membuat Luhan menyesal membuka link itu—atau mungkin tidak?
PIP!
Dan video jahanam itu terkirim, memulai semuanya.
Walking to My Boyfriend While He is Playng Games — END
.
YEAYYYY AKHIRNYA FINISHED JUGA KHKHKH AKHIRNYA SATU HUTANGNYA SELESAIIII!
Btw, #HappyBaekhyunDay #HappyKyoongDay everyone! I hope you all enjoy good things only in this very blissful day of Baekhyun!
Anw, i'm planning to make a prequel for this mini series. Prob just two or three chapter. Yes or no? Kalo nggak banyak yg review dan comment ya sepertinya akan dipendam saja rencana ini wkwkwk
Jangan lupa review dan favoritnya yaaa!
HUANG AND WU
