NOMIN FANFICTION
LEE JENO X NA JAEMIN
NCT DREAM
Original Story By :
fungichan22_ a.k.a aaaloy22_
Cerita ini terinspirasi dari Drama Korea Scarlett Heart Ryeo, Rooftop Prince dan The Tale of Nokdu
Enjoy and Happy Reading
"Hyung! Aku lapar. Buatkan aku sesuatu~
Si maknae NCT Dream Jisung menarik-narik selimut Jaemin yang tidur tepat di bawahnya. Kebiasaan bocah itu yang selalu merengek lapar di tengah malam.
"Ini sudah malam Jisung. Kau minta Renjun saja sana!" Usir Jaemin yang masih memejamkan matanya.
"Tidak mau! Renjun Hyung pasti akan memukul kepalaku!" Jisung mendusel pada Jaemin mencoba merayu. Membuat Jaemin yang notabene adalah budak cinta Jisung menjadi luluh.
"Oke, oke! Kalau begitu singkirkan tubuh besarmu dariku! Itu berat tahu!"
Jisung bertepuk tangan dengan senyum merekah di kedua sudut bibirnya. Jaemin memang akan selalu menuruti keinginannya meskipun pada awalnya menolak.
Dengan langkah yang sedikit terhuyung, Jaemin perlahan turun dari ranjangnya diikuti Jisung. Mereka lalu keluar kamar untuk pergi ke dapur yang terletak di lantai bawah.
Mungkin karena masih setengah sadar, Jaemin tiba-tiba tersandung dengan sandal rumah milik Chenle yang entah mengapa ada di tengah tangga. Karena refleksnya yang buruk karena sehabis bangun tidur, Jaemin terjatuh. Tubuhnya menggelinding dari tengah tangga hingga bawah.
"HYUNG!"
Jaemin kehilangan kesadarannya.
•
•
•
Berdenyut sakit, Jaemin memegang kepalanya yang terasa bagai dihantam benda keras. Ia perlahan membuka matanya karena rasa silau yang menyapa penglihatan.
"Nyonya! Nana sudah bangun!"
Jaemin mengernyit mendengar sedikit kegaduhan di sekitarnya. Pandangannya yang semula mengabur mulai terasa jelas. Tapi Jaemin benar-benar asing saat melihat orang-orang di sekitarnya.
"Nana? Kau baik-baik saja?" Seorang wanita paruh baya dengan pakaian dan tatanan rambut seperti gisaeng memegang tangan Jaemin khawatir. Jaemin mengernyitkan dahinya bingung, kenapa wanita-wanita yang ada di sekelilingnya mengenakkan pakaian yang sama menyerupai gisaeng?
"Ini dimana? Kenapa kalian memakai pakaian seperti ini? Apa sedang ada festival?" Jaemin bertanya linglung.
Empat orang wanita yang ada disana terkejut. Mereka benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Jaemin.
"Nana? Kau bicara apa? Apa kepalamu masih sakit? Kemarin kau tiba-tiba terjatuh saat berlatih tarian pedang." Wanita paruh baya itu tidak menghiraukan pertanyaan Jaemin yang dianggapnya tidak penting. Membuat pikiran Jaemin semakin bercabang.
Dilihatnya sekeliling ruangan yang kini ia tempati. Rumah kuno, dengan semua peralatan dan perabotannya yang juga kuno, berbeda sekali dengan dorm yang selama ini ia tempati bersama anggotanya. Jaemin juga kini duduk di kasur lantai bukan di atas ranjangnya.
Jaemin lalu mengingat-ingat terakhir kali apa yang ia lakukan. Ia ingat tadi malam baru saja terjatuh dari tangga saat akan membuatkan Jisung makanan. Jaemin yakin ia tidak gila, tapi kenapa orang-orang di depannya ini sangat asing?
"Aku tidak kenal kalian siapa. Tapi sebenarnya dimana aku?" Tanya Jaemin frustasi. Ia memegang dadanya yang terasa tidak nyaman. Tapi terdapat kejanggalan saat Jaemin melirik pada pakaian yang dikenakannya.
"Sebentar, kenapa aku memakai pakaian yang sama dengan kalian? Aku bukan wanita!" Pekik Jaemin horor pada empat wanita disana. Ia meraba-raba tubuhnya mencari kejanggalan. Tapi setelah memastikan, Jaemin yakin dirinya masih seratus persen pria tulen.
"Nyonya, sepertinya Nana kehilangan ingatannya. Dia terus mengatakan hal yang aneh." Wanita yang duduk di samping kiri wanita yang tadi memegang tangan Jaemin berbisik pelan. Tapi Jaemin masih dapat mendengar bisikan wanita itu.
Jaemin memegang penuh harap tangan wanita paruh baya di depannya. Otak pintarnya sudah bisa mencerna kemungkinan terburuk yang terjadi menimpanya.
"Aku benar-benar tidak mengenal anda Nyonya. Tapi tolong katakan ini dimana? Tahun berapa sekarang? Siapa kalian sebenarnya?" Jaemin hampir menangis saat mengatakannya. Ia benar-benar merasa akan gila dihadapkan dengan hal mustahil yang tidak pernah ia bayangkan dalam hidupnya.
Wanita itu menghembuskan nafas pelan, "Ini Joseon, tahun 1492. Aku adalah pemilik rumah bordil Chosun, Song Jihyo. Dan kau-" wanita itu menunjuk Jaemin yang tampak pucat pasi.
"-adalah gisaeng terbaik milikku, meski kau seorang pria."
"Fuck!"
Untuk kedua kalinya, Jaemin kembali kehilangan kesadaran.
•
•
•
TBC
Ini adalah cerita yang direpublish dari akunku di wattpad.
