Pagi pagi sekali Kyungsoo sudah berada di ruangannya. Dia harus menyiapkan semua keperluan Interview untuk calon Sekertaris yang baru. Kyungsoo yang menyiapkan semuanya karena tak mungkin Chanyeol yang menyiapkan karena jika sang CEO yang menyiapkan pasti semuanya akan berantakan. Setelah dirasa semuanya lengkap Kyungsoo pun menuju ruang Interview. Tak lama sang CEO tampan itu datang "Selamat Pagi Hyung. Kenapa hyung datang pagi sekali? Bahkan ini masih jam 7 pagi hyung" Kyungsoo menoleh dan memberi hormat pada Chanyeol. "Selamat Pagi Sajangnim. Sayakan harus mempersiapkan semua data untuk calon Sekertaris anda Sajangnim. Apa Sajangnim lupa ?" Tanya Kyungsoo sambil merapikan berkas berkas Calon Sekertaris nanti.

Chanyeol duduk disalah satu kursi diruangan itu sambil memperhatikan Kyungsoo yang masih fokus pada pekerjaannya. "Ada berapa calon yang kau undang Hyung?" ucap Chanyeol. Kyungsoo menoleh dan berjalan kearah Chanyeol dan mendudukan dirinya juga disamping Chanyeol "Ada 3 calon Sajangnim. 2 Yeoja dan 1 Namja". Dan detik selanjutnya Chanyeol mengeryit tak suka "Kenapa ada Namjanya hyung ? Bukankah sekertaris itu harus Yeoja ?" Kyungsoo pun dengan cepat menjitak kepala Chanyeol pelan. "Siapa bilang Sekertaris itu harus seorang Yeoja? Lagi pula aku mengundang Namja itu karena dalam Riwayat Surat Lamaran Pekerjaannya dia mempunyai Nilai yang sangat bagus dan pengalaman yang lumayan baik. Jadi yaaa aku coba undang saja siapa tau Namja itu memang berpengalaman" ucap Kyungsoo sambil menunjukan Data Riwayat Namja yang dimaksut. Chanyeol mengeryit lagi "Dia Namja ? Kurasa bukan hyung, liat wajahnya saja dia sangat manis" sambil menunjuk foto Calon Sekertaris itu.

Kyungsoo kembali memukul kepala Chanyeol sedikit lebih keras, Chanyeol bodoh atau bagaimana sudah jelas difoto itu dia berambut pendek, yaaa memang wajahnya terlihat manis heyy tapi dia tetap Namja. Chanyeolpun mengaduh sakit karena pukulan kyungsoo. "Aku harap kau bisa menyeleksinya dengan baik Sajangnim karena ini menyangkut masa depan Perusahaan kita. Jangan main main. Saya tinggal kembali keruangan dulu Sajangnim. Interview dimulai jam 10 nanti. Saya permisi Sajangnim" setelah berucap Kyungsoo memberi hormat kepada Chanyeol dan keluar dari ruangan itu.

Jam sudah menunjukan pukul 10 Pagi tapi Chanyeol masih betah di dalam Studionya. Chanyeol masih ingin bersantai tapi dia juga tak mau kena omelan dari Kyungsoo karena dia telat datang ke ruangan interview untuk menyeleksi calon Sekertarisnya. Harapan Chanyeol saat ini adalah mendapatkan pengganti Bo Ra yang pintar dan Cantik agar Chanyeol tak bosan didalam ruangannya nanti yaaa anggap saja sebagai hiburan matanya.

Chanyeolpun memasuki ruangan Interview dan melihat disitu sudah hadir 2 Yeoja dan 1 Namja. "Annyeonghaseyo. Saya CEO disini. Park Chanyeol imnida" Chanyeol membungkukan badannya. "Annyeonghaseyo Sajangnim" mereka bertiga kompak membungkukkan badan kepada CEO itu. "Kalian sudah siap untuk melakukan test ?" ucap Chanyeol sambil memperhatikan para calon sekertarisnya. "Ne Sajangnim" Mereka bertiga menjawabnya dengan bersamaan. "Baiklah kalau begitu perkenalkan diri kalian terlebih dahulu dan ceritakan semua pengalaman kalian ". Dan merekapun memperkenalkan diri mereka satu persatu. Setelah itu Chanyeol memberikan Soal test kepada Calon sekertarisnya.

Sekitar 1 jam yang lalu Interview sudah berakhir dan disini sekarang Chanyeol berada diruangan CEOnya. Pintu diketuk oleh Wakil CEOnya. "Permisi Sajangnim, saya kesini membawa hasil Test para Calon Sekertaris anda tadi" sambil menyerahkan Hasilnya. Chanyeol segera menerimanya dan mengechek hasilnya. Seketika mata Chanyeol melebar selebar lebarnya. Pasalnya dia tak percaya dengan hasil testnya. Bukan tak percaya dengan Kyungsoo tapi lebih tepatnya pada Calon Sekertarisnya yang mendapat nilai tinggi itu. "Hyung apakah benar ini hasil testnya?" tanya Chanyeol pada Kyungsoo yang masih berdiri didepannya. "Ne, itu hasilnya Sajangnim. Kenapa Sajangnim bertanya seperti itu? Apa Sajangnim tak percaya padaku ?" tanya kyungsoo pada Chanyeol. "Aniyo hyung, aku hanya tak menyangka bahwa Namja ini mendapatkan nilai hampir sempurna. Setauku dari dulu ketika aku menyeleksi sekertaris tak ada yang pernah mendapat nilai setinggi ini, ingat sewaktu Bo Ra ikut seleksi ? Dia hanya mendapatkan 85%. Tapi Namja ini Daebak, dia bisa mendapatkan nilai 97%" Chanyeol masih tak menyangkanya.

Kyungsoopun berjalan maju kearah Chanyeol dan mengambil hasil Test itu "Sudah kubilangkan Sajangnim, dia Namja yang berpengalaman". Chanyeol menganggukkan kepala pertanda setuju. "Yaa benar. Oke kalau begitu Hubungi dia dan suruh besok datang kesini jam 9 jangan sampai telat. Bye bye Hyung aku mau makan siang diluar, apa hyung mau ikut?" tawar Chanyeol pada Kyungsoo. "Tak usah Sajangnim saya sudah membawa bekal sendiri". Chanyeolpun berdiri dan mengambil kunci mobil dan berjalan keluar ruangan "Sayang sekali padahal ada yang ingin berkenalan denganmu. Oke kalau begitu aku tinggal yaaa Hyung. Annyeong" Chanyeol pergi sambil melambaikan tangannya.

Sekarang Jongin sedang berada diCafe tengah kota sedang menunggu kedatangan seseorang. Tak lama pintu cafe berbunyi menandakan ada sesorang yang datang, dan benar yang datang adalah orang yang ditunggu Jongin. Begitu memasuki pintu Cafe Chanyeol segera mengarahkan pandangannya keseluruh sudut cafe, dan gotcha dia menemukan orang yang dicari di sudut cafe dekat jendela. "Heeyy bro" Sapa Chanyeol pada Jongin dan dibalas dengan pelukan. "Sudah menungguku lama kawan kecil ?" tanya Chanyeol pada Jongin dan mendudukkan dirinya didepan Jongin. "Hanya 15 menit" Jawab Jongin. "Oh yaaa Maafkan aku, aku tak bisa mengajak Wakil CEOku kesini". Jongin tersenyum manis "Tak apa tak masalah". "Apa kau menyukainya Jongin?" tanya Chanyeol to the point pada Jongin.

"Mwo, apa maksutmu? Kenapa kau bisa bertanya seperti itu Yoda?" Jongin menjawab dengan nada yang sedikit lebih tinggi. "Lalu kenapa kau tiba tiba menyuruhku mengajak Kyungsoo hyung ikut bersamaku?". "Oh jadi namanya Kyungsoo. Nama yang manis" Jongin tersenyum lagi. "Tuhkan jangan jangan fellingku benar kalau kau suka pada Kyungsoo Hyung, benarkan?" tanya Chanyeol meyakinkan Jongin agar segera menjawab pertanyaannya. Jongin hanya terseyum menanggapi Chanyeol. "Yakk! Kenapa kau malah senyam senyum seperti itu Jongin" Chanyeol semakin frustasi, ada apa dengan temannya ini.

"Akhirnya aku bisa bertemu dengan ranjangku lagi~~". Chanyeol merebahkan badannya yang lelah. Dia sedikit teringat ucapan Jongin tadi siang. "Yaa kelihatannya aku menyukai Wakil CEOmu itu. Dan kau benar Chanyeol aku Gay, Apa kau jijik ?" Chanyeol mengeryitkan dahinya. Bukan bukan Chanyeol jijik hanya saja Chanyeol sedikit syhok. "Aniyo jongin-ah~. Tapi setauku dulu kau suka dengan Sunbae kita yang cantik itu siapa namanya?" Chanyeol sedikit mengingat-ingat namanya. "Ahh Krystal, benar?". "Yaa benar aku dulu memang menyukai Krystal Sunbae, tapi ketika aku berada di China sedikitpun aku tak bisa nyaman dengan wanita. Dan diChina aku mempunyai teman gay dan mereka berpacaran. Temanku pernah meberitahuku jika aku gay, karena salah satu ciri cirinya adalah aku merasa biasa saja ketika berdekatan dengan wanita. Dan sekarang terbukti jika aku gay, karena jantungku berkerja dengan cepat ketika melihat Kyungsoo". Chanyeol masih dalam mode bingungnya lalu menghela nafasnya pelan. "Tak apa Jongin, Cinta memang tak pernah memandang siapa orangnya. Berusahalah agar mendapatkan Hati Kyungsoo Hyung. Fighthing" sambil mengepalkan tangannya didepan wajah jongin. Terlalu larut dalam pikirannya Chanyeolpun mengantuk dan tertidur setelahnya dan melewatkan makan malamnya.

Kantor pagi ini begitu tenang tak seperti biasanya yang ramai karena pekerjaan yang dikejar Deadline, karena hari ini adalah weekend jadi hampir semua staff mengerjakan pekerjaan mereka dengan santai. Tapi berbeda dengan Chanyeol, sekarang dia sedang berada di Studio musicnya. Chanyeol sedang melamun entah apa yang tengah dia pikirkan. "Haaaah masih setengah jam lagi, masih ada waktu untuk bersantai" dan Chanyeolpun beranjak menuju sofa yang berada di dalam studio itu. Tak lama ponsel Chanyeol berbunyi menandakan ada seseorang yang menelfonnya. Chanyeol meraih ponselnya yang berada diatas meja, layar ponselnya menampilkan nama Kyungsoo dengan cepat Chanyeol menggeser tombol berwarna hijau. "Yeobseyo? Ada apa hyung? Ne, aku sedang berada di studioku. Ne lima menit lagi aku kesana. Ne. Annyeong" Chanyeol melemparkan ponselnya ke arah sofa dan berdiri untuk membenahi dirinya, yaa hari ini jadwalnya adalah mewawancarai Calon Sekertarisnya yang akan menggantikan Bo Ra nantinya.

Chanyeol sekarang tengah menuju ruangnnya yang berada disebelah studio musicnya. Ketika Chanyeol membuka pintu ruangnya dia langsung terbelalak kaget pasalnya sudah ada seseorang diruangannya. "Ohh Astaga. K-kau siapa?" tanya Chanyeol masih dalam mode kagetnya. "Oh. Annyeonghaseyo Sajangnim. Byun Baekhyun imnida. Maaf saya berada diruangan anda lebih awal karena seseorang tadi ada yang menyuruh saya agar masuk keruangan anda terlebih dahulu. Mianhaeyo Sajangnim" ucap Baekhyun dengan membungkuk hormat kepada CEO perusahaan itu.

Chanyeol masih terdiam ditempatnya tak bergerak sedikitpun. Chanyeol memperhatikan tubuh Baekhyun dari atas kepala hingga ujung kaki. Chanyeol bertanya dalam hatinya benarkah dia seorang Namja ? Kenapa wajahnya sangat manis sekali persis seperti yeoja bahkan melebihi yeoja. "Sajangnim" hingga panggilan Baekhyun membuyarkan pikiran Chanyeol. "Oh Ne tak apa. Silakan duduk" Chanyeol berjalan kemejanya dan segera mewawancarai Baekhyun.

Satu jam berlalu Chanyeol mewawancarai Baekhyun. "Oke Baekhyun-ssi saya putuskan anda mulai sekarang menjadi Sekertaris pribadi saya, saya harap kerjasama anda dengan baik untuk perusahaan ini. Chukkae Baekhyun-ssi". Chanyeol dan Baekhyunpun berjabat tangan. "Ne Sajangnim. Kamsamhamnida. Lalu mulai kapan saya berkerja Sajangnim?" Baekhyun bertanya sebelum meninggalkan ruangan. "Mulai Senin besok jam 7 sudah harus berada diruangan saya ini dan itu meja kamu" sambil menunjuk meja kosong disebalah Chanyeol. "Baik Sajangnim. Saya pamit dulu. Kamsamhamnida. Annyeong" dan Baekhyunpun meninghalkan ruangan itu dengan santai.

Berbeda dengan Baekhyun, kini Chanyeol tengah memegang dada kirinya yang berdetak begitu cepat dari biasanya. Heyy ada apa dengan jantungnya ? Apa dia terkena serangan jantung ? Tapi mengingat dia tak punyak riwayat penyakit jantung. Lalu Chanyeol menghirup udara sangat banyak untuk menetralkan kerja jantungnya. Chanyeol kembali duduk dikursinya dan menyandarkan tubuhnya dan menghela nafasnya pelan. "Kenapa ada Namja semanis itu? Bahkan dia mengalahkan kecantikkan seorang Yeoja? Aargghhh aku bisa gila" ucap Chanyeol sambil meremas rambutnya frustasi.

Waktu sudah menunjukan Jam makan siang. Dengan cepat Chanyeol menghampiri ruangan Wakil CEOnya. "Kyungsoo Hyung, Ayo makan siang bersamaku". Kyungsoo yang tengah serius pada pekerjaannya langsung menoleh pada sumber suara. "Biasakan mengetuk pintu dulu Sajangnim, itu tidak sopan". Chanyeol langsung mendekati Kyungsoo yang berada dimejanya. "Ayo makan siang diluar bersamaku Hyung sudah lama kita tak makan siang bersama. Ne, ne , ne?". Kyungsoo menoleh, "Aku sudah membawa bekal sendiri Sajangnim. Keluarlah sendiri jika ingin makan diluar". Chanyeol tak putus asa membujuk Kyungsoo agar mau ikut dengannya makan siang. "Plisss Hyung sekali saja Ne?" dengan wajah memelas Chanyeol membujuk Kyungsoo. Lama tak ada jawaban dari Kyungsoo, Chanyeolpun cemberut disamping Kyungsoo. "Baiklah untuk kali ini aku ikut. Tapi tidak untuk lain waktu" dan Kyungsoopun akhirnya bersedia dan langsung berjalan keluar ruangan. Dibelakang Kyungsoo, Chanyeol tengah berselebrasi karena berhasil mengajak Kyungsoo karena sebentar lagi dia akan mempertemukan Jongin dengan sang pujaan hati.

Hayy hayy i'm back bawak Chap 2.

Dikit yaaah ? Iya tapi ini nulisnya ngebut Maafkan kalau ada Typo yaaa.

See you next Chap.

Salam Chanbaek is real