Cuaca hari Senin pagi ini sangat cerah. Suara burung menambah suasana pagi yang sejuk. Ini hari pertama di minggu pertama bulan Maret. Chanyeol masih betah bergelut didalam selimutnya. Jam sudah menunjukkan setengah 7 pagi. Suara alarm berasal dari ponsel Chanyeol. Chanyeol masih ingin bergelut dengan ranjangnya tapi lama kelamaan alarm itu suaranya semakin keras. Dengan malas Chanyeol meraih ponselnya dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Pagi ini Baekhyun sangat bersemangat karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja di Park Group. Perusahaan yang di impikan banyak orang. Baekhyun tak pernah menyangka bahwa dia bisa bekerja diperusahaan terbesar di Korea Selatan itu. Mengingat dia hanya lulusan Universitas Swasta. Tapi takdir berkata lain, berkat kemampuan dan pengalamannya Baekhyun bisa bekerja di Park Group.

Dengan langkah semangat Baekhyun menuju halte bus dekat rumahnya untuk menuju tempat kerjanya yang berjarak lumayan jauh. Baekhyun lebih suka menggunakan kendaraan umum karena lebih sehat. Baekhyun sebenarnya memiliki mobil pribadi tapi dia hanya menggunakan ketika bepergian jauh saja.

Baekhyun adalah anak kedua dari 2 bersaudara. Byun Baekbom adalah kakak laki laki Baekhyun. Baekbom sudah berumah tangga dan dia menetap di Busan karena kewajiban kerjanya. Baekhyun dirumah hanya bersama Orang Tuanya. Byun Yunho adalah Ayah Baekhyun dan Byun Sooyoung adalah Ibu Baekhyun.

Byun Yunho adalah seorang CEO diperusahaan Tekstil. Perusahaan keluarga yang turun temurun dari Kakek Baekhyun. Seharusnya Baekbom harus meneruskan usaha keluarganya itu akan tetapi Baekbom tak ingin menikmati hasil itu secara instan maka dari itu Baekbom memulainya dengan memegang cabang perusahaannya yang berada di Busan. Berbeda dengan Baekbom, Baekhyun lebih memilih mencari perkerjaan yang berada diluar perusahaan keluarganya dan menutupi identitas dirinya bahwa dia anak dari seorang pengusaha kaya. Baekhyun tak ingin bergantung kepada kekayaan keluarganya bisa dibilang Baekhyun anak yang mandiri. Byun Sooyoung hanya soeorang ibu rumah tangga. Dulu Byun Sooyoung adalah sekertaris pribadi Ayah Byun Yunho, lalu Byun Yunho mengajaknya berkenalan dan berakhir menikahinya ketika Yunho sudah menjadi CEO di perusahaannya.

Baekhyun adalah anak yang sangat cuek dan dingin. Dia tak pernah suka mengurusi urusan orang lain. Jika itu tak menyangkut dirinya, dia tak akan ikut campur. Baekhyun suka ketenangan dan kesunyian. Dia akan mengerjakan apa yang harus dikerjakan dan akan menyelesaikannya dengan cepat maka tak kaget dia mendapatkan nilai baik semasa kuliah maupun sekolah dulu. Ketika Baekhyun lulus dan bekerja menjadi seorang sekertaris perusahaan dia sangat tekun dan telaten. Baekhyun sangat disayangi oleh Boss sebelumnya sampai Baekhyun diberi Fasilitas kantor melebihi Wakil CEO diperusahaan dia bekerja. Tapi dengan santai Baekhyun menolaknya karena Baekhyun tak suka menyusahkan orang lain. Hingga perusahaan itu pindah ke Jepang dan Baekhyun tak bisa ikut berpindah ke Jepang karena dia harus menjaga orang tuanya mengingat Baekbom juga sudah bertugas di Busan. Dan disinilah Baekhyun berada sebagai Sekertaris di perusahaan Park Group.

Kurang dari 30 menit Baekhyun sudah berada di kantornya dan melihat kantor barunya itu masih sangat sepi. "Pantas saja masih sepi, ini masih jam 7 kurang 15 menit". Sambil menunggu jam masuk kerja hari pertamanya, Baekhyun mampir ke cafe sebelah kantor itu dan membeli satu cup Strawberry Milkshake. Baekhyun adalah maniac Strawberry. Segala hal yang berbau strawberry akan dikoleksi olehnya. Setelah mendapatkan Strawberry Milkshakenya, Baekhyun segera menuju kekantornya kembali. Baekhyun tak mau terkena omelan karena telat dihari pertama berkerja.

Sesaat sebelum memasuki ruangannya Baekhyun bertemu dengan Namja yang kemarin mengantarkannya keruang CEO untuk wawancara. "Annyeonghaseyo" sapa Baekhyun pada Namja kecil bermata bulat dan diiringi salam hormat. "Oh Annyeonghaseyo Baekhyun-ssi. Kau sudah datang?" Baekhyun menjawab dengan anggukan. Kyungsoo menghampiri Baekhyun yang berada di depan pintu ruangannya. "Kyungsoo imnida. Senang berkenalan denganmu Baekhyun-ssi" Kyungsoo mengulurkan tangannya didepan Baekhyun dan diterima oleh Baekhyun. "Senang bertemu denganmu juga Kyungsoo-ssi".

"Kenapa kau datang Pagi sekali baekhyun-ssi ? Bahkan ini masih jam 7 kurang 10 menit" Baekhyun tersenyum tipis. "Tak apa Kyungsoo-ssi ini hari pertamaku berkerja, aku tak mau di cap sebagai karyawan baru yang payah" Baekhyun kembali tersenyum dan dibalas anggukan kepala oleh Kyungsoo. "Geurae. Selamat datang di perusahaan Park Group Baekhyun-ssi. Chukkae" Kyungsoo tersenyum lebar menampilkan bibir Lovenya. "Terima kasih Kyungsoo-ssi. Mohon kerjasamanya" Baekhyun membungkukkan badannya kembali. "Kajja cepat masuk ruanganmu. Sajangnim sebentar lagi akan datang. Fighthing" Kyungsoo sedikit mendorong badan Baekhyun agar masuk keruangan itu dan memberi Baekhyun semangat. Dan Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Kyungsoo. Sepertinya mereka akan menjadi teman dekat.

Baekhyun memasuki ruangan barunya dan berjalan menuju mejanya yang telah ditunjukkan Chanyeol kemarin. Baekhyun sedikit mengamati ruangan barunya. Di sebelah kiri mejanya adalah meja CEOnya di depan meja Baekhyun ada sofa dan meja mungkin dipergunakan ketika bersantai dan dibelakang meja Bosnya itu ada kamar mandi dan disamping kamar mandi ada sebuah kitchen set minimalis. Baekhyun segera mengeluarkan peralatan kerjanya dan tak lupa juga ponselnya. Ketika membuka ponselnya, ada sebuah pesan dari seseorang dan Baekhyun membuka pesan itu. Ternyata pesan itu dari Kris teman Senior High Schoolnya dulu. "Semangat untuk hari pertama berkerja Baekhyunee. Apa perlu nanti pulang aku mejemputmu ?" Baekhyun hanya tersenyum tipis tak terlihat.

Teman Senior High Schoolnya -Kris itu menyukai Baekhyun sejak dulu. Awalnya mereka hanya berteman sebatas Sunbae dan Hobae, akan tetapi seiring berjalannya waktu Kris menyimpan rasa pada Baekhyun. Baekhyunpun hanya menganggap rasa sayang Kris itu sebagai Sunbae terhadap Hobae, namun Kris menyayangi Baekhyun melebihi seorang Hobae. Hingga saat Kris menyatakan Cintannya pada Baekhyun, Kris mendapat penolakan dari Baekhyun. Karena Baekhyun menganggap perasaan Kris itu salah. Mereka sesama Namja tak seharusnya memiliki sebuah rasa yang dinamakan Cinta. Tapi Baekhyun dan Kris tetap berteman dengan rasa yang berbeda. Kris menganggap Baekhyun Cintanya, Baekhyun menganggap Kris sebagai Sunbaenya.

Ketika Baekhyun fokus membaca pesan dari Kris, dia dikagetkan dengan wajah seseorang didepannya. Wajah CEOnya itu tepat didepan wajah Baekhyun yang hanya berjarak 10 centimeter. "O-oh Sajangnim" Baekhyun dengan cepat memundurkan badannya dan berdiri memberi salam. "Sebegitu pentingkah pesan itu hingga kau tak mendengarkan aku Baekhyun-ssi". Chanyeol berbicara dengan suara Bassnya dan tegas. "Mianhaeyo Sajangnim saya janji tak akan mengulanginya lagi" Baekhyun meminta maaf kepada Chanyeol karena tak mengetahui CEOnya itu memasuki ruangan. "Ini pekerjaanmu Baekhyun-ssi. Dan selesaikan Siang ini" tanpa basa basi Chanyeol memberi Baekhyun setumpuk kertas untuk dikerjakan. "Ne Sajangnim" Sahut Baekhyun dengan suara yang dingin.

Sekitar 3jam Chanyeol duduk dimejanya dan mengechek skala perusahaannya yang sama sekali belum mengalami peningkatan. Chanyeol menjambak sedikit rambutnya karena frustasi. "Kenapa tak ada kenaikan eoh? Apa perlu aku menggaet Kolega baru?" Chanyeol berbicara sendiri dan hanya mendapat sebuah lirikan dari Baekhyun. Baekhyun belum tau apa permasalahan skala itu tak berubah sama sekali, dia tengah mengechek semua hasil laporan dan data in out perusahaan itu. Mungkin karena terlalu lama tak ada sekertaris pengganti, jadi grafik penjualannya hanya berjalan datar. Selama tugas Sekertaris di pegang Kyungsoo sebenarnya tak ada masalah hanya saja mungkin Kyungsoo tak bisa fokus pada satu pekerjaan jadi sedikit tak terurus.

"Baekhyun-ssi, bisakah kau chek grafik penjualan bulan lalu? Setelah mendapatkan hasilnya berikan padaku" ucap Chanyeol sambil menuju dapur yang berada dibelakangnya. "Ne Sajangnim" jawab Baekhyun dengan nada datar tanpa ekspresi. Mungkin kopi sedikit membuat Chanyeol lebih fokus. Sejak tadi pikirannya tak fokus sama sekali entah karena apa.

Kurang dari satu jam Baekhyun sudah selesai mengechek sekala penjualannya itu. Dan benar secara marketing mereka sedikit menurun karena kurangnya promosi. "Sajangnim, ini hasilnya" ucap Baekhyun sambil menyerahkan hasilnya. Chanyeol menerimanya dan mengecheknya "Whoaaah! Kenapa cepat sekali Baekhyun-ssi bahkan belum satu jam aku menyuruhmu. Apa kau benar benar mengecheknya ?" tanya Chanyeol pada Baekhyun. Baekhyun mengeryit tak suka dengan perkataan Chanyeol. Apa Chanyeol meremehkannya? "Apakah Sajangnim tak mempercayai saya?" sambil mengangkat satu alisnya. Chanyeol menoleh pada Baekhyun yang berdiri disampingnya. "Aniyo Baekhyun-ssi, karena setauku mengechek hasil penjualan itu tak mudah. Bahkan dulu Bo Ra membutuhkan waktu hampir 3jam hanya mengechek skala penjualan". "Saya Baekhyun Sajangnim, saya tak sama dengan Sekertaris anda yang dulu" sahut Baekhyun dengan nada suara yang terlewat datar dan tanpa ekspresi. Chanyeol menoleh "Mwo, kenapa kau berbicara seperti itu Baekhyun-ssi? Kau merasa lebih hebat dari sekertarisku yang dulu?" Baekhyun hanya melirik Chanyeol tanpa menjawab.

Chanyeol sedikit emosi karena ucapan Baekhyun tadi. "Jika memang kau lebih baik dari Bo Ra maka tunjukan padaku dan buat Skala penjualan itu naik!" Ucap Chanyeol dengan membanting hasil pekerjaan Baekhyun dan keluar dari ruangan. Chanyeol sedikit tak suka dengan sikap Baekhyun tadi. Baekhyun memang tak suka jika disamakan dengan orang lain. Hanya saja Chanyeol salah faham dengan ucapan Baekhyun. Maklum saja Chanyeol belum mengenal Baekhyun.

Dengan langkah besar Chanyeol menuju studionya, bermain gitar mungkin bisa menenangkan perasaannya, karena kopi tak membuatnya tenang. Chanyeol bisa memainkan semua alat music dan alat music distudionya itu lengkap mulai dari piano, gitar, drum sampai alat DJ. Selain music ballad dan sebagainya Chanyeol terkadang suka music DJ katanya bisa sedikit menaikkan gairahnya. Jika Chanyeol tengah frustasi atau pusing dengan pekerjaannya dia akan berlari keruang studio musicnya dan menyendiri memainkan music. Berbeda dengan orang lain jika seperti itu akan lari ke Club tapi tidak dengan Chanyeol. Music dan ketenangan adalah jiwanya. Tak ada satupun staff yang pernah memasuki studio musicnya kecuali Kyungsoo. Itupun atas permintaan Chanyeol. Karena studio music itu adalah Privasi Chanyeol.

Jam makan siang telah tiba. Baekhyunpun menutup laptopnya dang merapikan sedikit kertas yang berserakan. Dengan cepat dia keluar menuju kantin kantor itu tak sengaja dia bertemu dengan Kyungsoo yang kebetulan juga akan menuju kantin. "Annyeong Baekhyun-ssi apakah kau mau makan siang di kantin?" Kyungsoo menyapa terlebih dulu. "Ahh Ne Kyungsoo-ssi, apakah kau bisa menunjukan jalannya?". "Mari bersamaku, kebetulan juga aku akan kekantin" Kyungsoo tersenyum pada Baekhyun. "Ah Ne Khamshamnida Kyungsoo-ssi". Merekapun menuju kantin berdua. Dari kejauhan Chanyeol melihat interaksi Kyungsoo dan Baekhyun. Chanyeol mengangkat satu alisnya dengan raut muka yang susah di tebak. Pasalnya sikap sekertaris barunya itu berbeda ketika bersama Kyungsoo. Dia akan bersikap manis ketika berbicara dengan Kyungsoo. Tapi ketika dengannya sikapnya akan dingin dan cuek.

Kyungsoo dan Baekhyun sudah mendudukkan dirinya disudut kantin yang lumayan ramai dengan staff sedang beristirahat. "Apakah kau membawa bekal Baekhyun-ssi?" tanya Kyungsoo pada Baekhyun. Baekhyun menggelengkan kepalanya "Aniyo Kyungsoo-ssi. Aku akan membeli disini saja karena Eommaku hari ini sedang tak enak badan". Setelahnya Baekhyunpun membeli Ramyeon dan satu kotak susu Starwberry.

Kyungsoo melihatnya dengan pandangan tak bisa dibaca. Dia melihat Baekhyun dan susu kotak itu secara bergantian. "Apakah ada yang salah Kyungsoo-ssi?" ucap Baekhyun karena penasaran dengan raut muka Kyungsoo. Secepatnya Kyungsoo mengubah ekspresi mukanya "Aniyo Baekhyun-ssi hanya saja aku heran kau Namja tapi meminum susu Strawberry. Apa kau tak salah?". Baekhyun tertawa pelan karena pertanyaan Kyungsoo. "Apakah salah jika Namja menyukai Strawberry Kyungsoo-ssi" Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Dari kecil aku menyukai semua hal yang berkaitan dengan Stawberry Kyungsoo-ssi. Aku tak bisa hidup tanpa Stawberry" Baekhyun terkekeh setelahnya. "Aaahh tenyata itu hal favoritmu. Eung ngomong-ngomong panggil aku Kyungsoo saja jangan ada embel embel ssi" Baekhyun mengangkat aslinya kaget. "Aniyo Kyungsoo-ssi itu tak sopan anda adalah Wakil CEO disini dan aku hanya Sekertaris.". "Tak apa Baekhyun kita satu tingkatan jadi tak masalah. Agar kita tak ada pembatas satu sama lain anggap saja aku temanmu Baekhyun" ucap Kyungsoo. "Baiklah jika anda memaksa Kyungsoo-s eh Kyungsoo" Baekhyun terseyum pada Kyungsoo. Mereka tengah asik pendekatan satu sama lain dan tak menyadari dari kejauhan ada yang tengah mengamati mereka.

"Kenapa mereka akrab cepat sekali?"

TBC

Akhirrrnyaaa

Ada yang nungguin cerita alay ini

Kagak yaaa ? Yasudah tapi aku bakal tetep update

Selamat menikmati.

Salam Chanbaek is real